setelah berbulan-bulan bekutat dengan tulisan ilmiah, atau bahkan teman-teman dosen lain sibuk dan di pusingkan dengan berbagai macam proposal, isian borang, sertifikasi dll. sejenak membaca fiksi tuk sekedar refresing. Fiksi yang cerdas ini berjudul ” Pesta Obama di Bali” di karang oleh Nurinwa Ki S. Hendrowinoto. lihat penggalan isinya ini

…… Nyi legong berkata sendiri di depan cermin. wajah bangsawannya bagai granat kehitaman legam dielusnya. giginya masih utuh tersusun seperti peluru mitraliur. kedua bola matanya masih berpijarbagai api cendawan raksasa bom atom Hirosima-Nagasaki. hidungnya sedikit pesek mirip pistol FN dan telinganya terbuka lebar bagai radar anti pesawat. Tiba-tiba Nyi Legong membuka kimononya di depan cermin. Kedua belah dadanya masih tegak seperti prajurit perang Troyaa menghormat panglimanya. Rambutnya tergerai persis Drupadi setelah keramas darah Dursasana. Pinggulnya digoyangkan ke kiri dan ke kanan mirip tank Israel menyerbu Gaza. Dan saat menatap kemaluannya, Nyi Legong merasa seperti Marsinah pejuang buruh yang gugur membela sesuap upah

…… hanya karena gelap malam-malam, terjadilah kesalahan mengambil karena suaminya anak kembar, jalan hidupnya berubah. yang dicaari adala hketut, saudara kembarnya yang menjadi tokoh PKI, tetapi yang menjadi korban adalah Nyoman suaminya.Kembarannya. Setelah kesalahpahaman itu dirinya menjadi korban. Malam itu juga Nyi Legong hanya bisa membuka selangkangannya. entah berapa lelaki yang telah menusuknya. Nasi sudah menjadi bubur. Nyi Legong hanya bisa melawan semua itu dengan puasa puputan berjanji kepada langit untuk tidak memakai kutang dan celana dalam sebelum kubur suaminya diketemukan. Untuk menuyambung hidup Nyi Legong menjadi buruh menjahit. sedang kiriman anak lelakinya yang selalu datang setiap bulanĀ  ditabungnya. Angin makin kencang bertiup. Nyi Legong termangu. Kering sudah air matanya.

Nyi Legong kembali lagi menatap cermin. dan kembali lagi dia membuka kimononya. Memandangi dirinya yang telanjang bagai patung porselin Renaisans. Sesudah itu matanya melirik ke koper yang terbuka. Bibirnya berkata lirih

“sudah puluhan tahun aku tak pernah lagi menari. karena menari hanya mengingatkan diriku pada perkosaan, penyiksaan, pembunuhan, amis darah kekasih, rindu kampung halaman, dan kehangatan elusan ayah bunda ”

” karena menghormati kemenangan Obamalah aku membuka koper kenangan kembali.Perang puputan puasaku telanjang kuakhiri. Aku akan menari dalam kemenangan Obama. Aku akan memakai pakaian legong lagi seperti mimpi Obama. Aku akan memakai kutang dan celana dalam lagi bagai janji-janji Obama. Ah, mengapa aku sekarang percaya kepadamu. Aku tidak mengenalmu. Aku tahu kau dari media kaca…………….