lirik lagu ebit berikut ini begitu menyentuh perasaan, tentang seorang anak yang memohon maaf kepada ayahnya yang telah meninggal dunia karena kelalainnya. Tiba-tiba aku teringat kuliah subuh yg ditayangkan di salah satu stasiun TV, salah satu yg lekat dalam benakku, ” kuburan orang tua kita akan selalu benderang kalau anak yg ditingalkan rajin menyantuni anak yatim/orang miskin”. Benakku langsung teringat papi yg telah terbaring beberapa tahun lamanya, mungkinkan karena kelalaiannku karena ketidak berdayaanku cahaya yg selama ini aku pelihara akan redup krn satu anakk asuhku pergi dari pelukan ? Ya Robb…. jangan kurangi cahaya itu, biarkan benderang kuburnya. “…Ayah aku mohon maaf …….” batinku mengguman pelan.

 

Dan pohon kemuning akan segera kutanam

satu saat kelak dapat jadi penyejuk

meski pun hanya jasad bersemayam disini

biarkan aku tafakur bila rindu kepadamu

walau tak terucap aku sangat kehilangan

sebagian semangatku ada dalam doamu

warisan yang kau tinggal petuah sederhana

aku catat dalam jiwa dan coba kujalankan

meskipun aku tak dapat menungguimu saat terakhir

namun aku tak kecewa mendengar engkau berangkat

dengan senyum dan iklas aku yakin kau cukup bawa bekal

dan aku bangga jadi anakmu…..

ayah aku berjanji akan aku kirimkan

doa yg pernah engkau ajarkan kepadaku

setiap sujud sembahyang engkau hadir kebayang

tolong bimbinglah aku meskipun kau dari sana.

Sesungguhnyalah aku menangis sangat lama

namun aku pendam agar engkau berangkat dengan tenang

sesungguhnyalah aku merasa belum cukup berbakti

namun aku yakin engkau telah memaafkanku

air hujan mengguyur sekujur bumi

kami yg ditinggalkan tabah dan tawakal

ayah aku mohon maaf atas keluputannku

yg aku sengaja maupun tak kusengaja

tolong pandangi kami dengan sinarnya surga

teriring doa selamat jalan buatmu ayah tercinta huhu……