Widyo Nugroho Blog

Berbagi tentang hidup dan kehidupan, dan juga pendidikan

Tentang Pesta Obama di Bali

setelah berbulan-bulan bekutat dengan tulisan ilmiah, atau bahkan teman-teman dosen lain sibuk dan di pusingkan dengan berbagai macam proposal, isian borang, sertifikasi dll. sejenak membaca fiksi tuk sekedar refresing. Fiksi yang cerdas ini berjudul ” Pesta Obama di Bali” di karang oleh Nurinwa Ki S. Hendrowinoto. lihat penggalan isinya ini

…… Nyi legong berkata sendiri di depan cermin. wajah bangsawannya bagai granat kehitaman legam dielusnya. giginya masih utuh tersusun seperti peluru mitraliur. kedua bola matanya masih berpijarbagai api cendawan raksasa bom atom Hirosima-Nagasaki. hidungnya sedikit pesek mirip pistol FN dan telinganya terbuka lebar bagai radar anti pesawat. Tiba-tiba Nyi Legong membuka kimononya di depan cermin. Kedua belah dadanya masih tegak seperti prajurit perang Troyaa menghormat panglimanya. Rambutnya tergerai persis Drupadi setelah keramas darah Dursasana. Pinggulnya digoyangkan ke kiri dan ke kanan mirip tank Israel menyerbu Gaza. Dan saat menatap kemaluannya, Nyi Legong merasa seperti Marsinah pejuang buruh yang gugur membela sesuap upah

…… hanya karena gelap malam-malam, terjadilah kesalahan mengambil karena suaminya anak kembar, jalan hidupnya berubah. yang dicaari adala hketut, saudara kembarnya yang menjadi tokoh PKI, tetapi yang menjadi korban adalah Nyoman suaminya.Kembarannya. Setelah kesalahpahaman itu dirinya menjadi korban. Malam itu juga Nyi Legong hanya bisa membuka selangkangannya. entah berapa lelaki yang telah menusuknya. Nasi sudah menjadi bubur. Nyi Legong hanya bisa melawan semua itu dengan puasa puputan berjanji kepada langit untuk tidak memakai kutang dan celana dalam sebelum kubur suaminya diketemukan. Untuk menuyambung hidup Nyi Legong menjadi buruh menjahit. sedang kiriman anak lelakinya yang selalu datang setiap bulan  ditabungnya. Angin makin kencang bertiup. Nyi Legong termangu. Kering sudah air matanya.

Nyi Legong kembali lagi menatap cermin. dan kembali lagi dia membuka kimononya. Memandangi dirinya yang telanjang bagai patung porselin Renaisans. Sesudah itu matanya melirik ke koper yang terbuka. Bibirnya berkata lirih

“sudah puluhan tahun aku tak pernah lagi menari. karena menari hanya mengingatkan diriku pada perkosaan, penyiksaan, pembunuhan, amis darah kekasih, rindu kampung halaman, dan kehangatan elusan ayah bunda ”

” karena menghormati kemenangan Obamalah aku membuka koper kenangan kembali.Perang puputan puasaku telanjang kuakhiri. Aku akan menari dalam kemenangan Obama. Aku akan memakai pakaian legong lagi seperti mimpi Obama. Aku akan memakai kutang dan celana dalam lagi bagai janji-janji Obama. Ah, mengapa aku sekarang percaya kepadamu. Aku tidak mengenalmu. Aku tahu kau dari media kaca…………….

Laki-laki kecil itu asik mendengarkan cerita tentang penebus dosa, guru agama begitu pandai membawakan kisahnya sehingga si murid terbuai dalam kisah yang dituturkannya. Sosok santun penebus dosa begitu lekat di benaknya ingin rasanya aku seperti dia. sebersit kinginan menjadi sosok seperti yang diceritakan guru agama kian menebal, sehingga setiap kali ditugaskan memimpin doa sebelum pelajaran dimulai selalu dijalaninya dengan penuh suka cita. Semenjak TK kecil, Tk besar hingga lulus SD sosok laki-laki suci penebus dosa begitu menjadi idolanya, sehingga tak heran, kalau ditanya, ingin jadi apa ? atau setiap kali menulis buku kenang-kenangan diwaktu sd, dengan tidak ragu ditulis. ” cita-cita : ingin jadi Pastur”

 

Perjalanan rohani yang saya alami dimulai dari cita-cita ingin menjadi pastur. Mami yang merupakan sosok ibu dengan warna islam abangan, memandang pendidikan katolik adalah yang terbaik, sehingga kami anak-anaknya dikenalkan dengan pendidikan agama katolik semenjak dini, bayangkan siraman rohani pertama saya ketika memasuki TK kecil adalah kidung katolik yang sampai detik ini masih lekat dibenak, dan kadang tanpa saya sadari senandung itu tiba-tiba meluncur dengan sendirinya. ” di laudres di gua sunyi terpencil………. “

Begitulah proses belajar yang dialami, menurut Vigotski belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik. Lingkungan sosial dan fisik sekolah dengan aroma katolik yang kental dan masih menurut Vigotski, inti konstruktivis adalah interaksi antara aspek internal dan eksternal yang penekanannya pada lingkungan sosial dan belajar.Nyaris begitu sempurna proses pembelajaran yang terjadi. Dari segi rohani, jelas aspek internal berlum terwarnai dengan ajaran luhur islam, disisi lain, aspek eksternal dan lingkungan sudah benar-benar sedemikian rupa sehingga yang pertama dan utama mewarnai adalah benar-benar ajaran katolik.

Memasuki Aqil balik, ketika harus khitan, timbul satu tanya kenapa harus khitan ? Karena kamu orang islam, dan orang tua kamu juga islam maka harus khitan !. kalau saya orang islam, kenapa tidak sholat ? kenapa tidak bisa mengaji ? Kenapa tidak ke mesjid ? yang lebih parah lagi, timbul pertanyaan, kenapa kamu mau jadi pastur padahal kamu islam ? kemana tanya ini harus dijawab ? .

Albert Bandura memandang tingkah laku manusia bukan semata-mata refleks otomatis atau stimulus, melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif manusia itu sendiri.

Berbagai usaha untuk menjawab pertanyaan yang selalu menggelitik mulai ditelusuri, antara lain dengan berinteraksi ke dalam lingkungan mesjid. Awalnya reaksi yang saya terima sungguh diluar dugaan, mami begitu marah, ketika saya berlama-lama di mesjid. ” ngapain kamu pergi ke langgar segala, kumpul dengan orang-orang kampung, nggak usah kamu pergi kesana ! ” begitu yang masih teringat di benak saya, ketika pertama kali saya ke mesjid untuk sholat . tidak ke mesjid, saya mendatangi ibunya teman saya yang mau mengajari saya mengaji dirumahnya, sehingga kemarahan mami agak mereda karena saya nggak berlama-lama di mesjid, tapi berlama-lama di rumah tetangga untuk belajar membaca Quran tanpa diketahui oleh mami. selalu ada alasan saya untuk main kerumah teman/tetangga walau hanya belajar membaca beberapa ayat. Selesai mengaji, saya masih main di rumah tetangga itu. Betapa malunya hati ini, ketika teman saya tanpa disuruh orang tuanya menunaikan sholat dikamarnya sendiri. dan saya hanya terpaku memandangnya, kenapa harus sholat ? saya aja nggak pernah sholat dan nggak ada yang nyuruh saya sholat. Sering sekali saya hanya mengintip dari jendela teman saya sholat dan saya cuek. Ada reaksi aneh di hati ini, melihat teman sholat, tapi saya cuek. tapi perasaan itu hilang sendiri, karena toh orang tua tidak menganjurkan untuk sholat.

Setelah seharian tidur, biasanya saya bangun pagi-pagi sebelum subuh, tidak ada yg dapat dilakukan selain berdiam diri sambil menunggu pagi. ” Ayo sholat subuh… dari pada bengong ” suara papi mengejutkan . ” iya pa, jawabku sambil beringsut ke kamar, karena saya tidak tahu bagaimana melakukan sholat subuh. Diam-diam saya mengintip papi yang sedang sholat subuh sendirian di kamar, dan mami sudah sibuk sedari pagi di dapur. Saya juga tidak habis pikir, kenapa papi tidak mengajarkan saya sholat ? kenapa papi hanya sendirian saja sholat ? . sering secara diam-diam saya memperhatikan bagaimana papi melakukan ibadah sendirian.

Prinsip dasar belajar menurut Albert bandura dengan social learning, bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan dan penyajian contoh perilaku. Dengan sering melihat papi sholat sendirian, dengan penuh percaya diri, saya memberanikan diri pergi ke mesjid dekat rumah untuk melakukan sholat berjamaah. Melalui melihat, mengamati, dan bahkan meniru jamaah mesjid Al-Wafiyah, terutama ketua mesjid dan jamaah lainnya peristiwa belajar memahami islam dimulai.

Saya mulai berani mengatakan tidak, ketika mami memaksakan saya untuk meneruskan ke SMP katolik, tapi mami tetap bersikeras bahwa saya harus sekolah di SMP katolik, dan saya tetap menolak, tapi apa daya perkataan mami adalah sesuatu yg harus dituruti kalau tidak cubitan yang sampai menimbulkan biru dikulit, atau omelan yg terus menerus yang harus dihadapi, dengan berat hati, dan segan saya menjalani tes masuk ke SMP tersebut. Betapa kecewanya mami ketika saya tidak diterima masuk di SMP tersebut, tapi saya bersorak kegirangan. Ahhhhh….. tetapi lagi-lagi saya harus menerima pil pahit, karena mami tetap memasukkan saya ke SMP katolik lainnya yang mutunya tidak sebaik SMP yang diinginkan mami. Selama satu semester proses belajar mengenal islam terhenti, dan saya harus menghadapi situasi belajar lain……………………………………..

Bagi anda yang melakukan kegiatan penulisan Naskah Video terdapat istilah-istilah dalam penulisan Naskah tersebut yang akan membantu anda dalam proses produksi Video.

Gambar atau aspek visual dari suatu programVideo yang tampak di layar kaca monitor adalah hasil dari serangkaian pengambilan gambar atau shooting dalam kegiatan dalam produksi.

 

Berbagai jenis shot yang perlu dikuasai adalah sebagai berikut:

Jenis Shot

Penulisan dan Keterangan singkat

Visualisasi

Medium Shot

(MS)

MS.Hanya dari kepala sampai lutut. Bagian latar belakang terlhat rinci.

 

 

 

 

 

Big Close Up/Shot

 

 

 

 

 

 

 

 

Group Shot

 

 

 

 

 

 

Two Shot

BCU/BCS.

Sering disebut Very CloseUp (VCU).Bila objeknya orang hanya bagian tertentu yang terlihat, seperti mata dengan bagian-bagian yang terlihat jelas.

 

Group S.pengambilan gambar untuk sekelompok orang (bila objeknya gambar orang)

 

 

2-Shot /2S. Bila Objeknya orang, Pengambilan difokuskan kepada dua orang.

 

 

 

 

Over Shoulder Shot

OSS.Biasanya digunakan untuk meliputi. Dua orang yang sedang bercakap-cakap. Pengambilannya melalui belakang bahu (membelakangi kamera ) secara bergantian.

 

 

 

Dari tabel jenis-jenis pengambilan gambar tersebut dapat ditambahkan beberapa catatan sebagai berikut.

1.     Pada dasarnya media televise adalah media close up maka efektivitas penyampaian pesan adalah dengan menggunakan lebih banyak jenis-jenis shot close.

2.     Long shot apalagi Extreme Long shot sebaiknya tidak digunakan karena kamera televisi berbeda dengan kamera film. Untuk menciptakan suatu awal pengambilan sebagai informasi tentang lokasi dan setting kejadian dapat digunakan MLS.

3.     MCU, MS, dan MLS adalah jenis pengambilan gambar yang mempunyai karakteristik untuk menimbulkan kesan tenang dan santai.

4.     BCU dan GU adalah jenis pengambilan gambar yang cepat memberi kesan tegang, bersungguh-sungguh, serius, dan takut.

 

 

Jenis pengambilan gambar tersebut dihasilkan atas arahan sutradara kepada juru kamera pada waktu shooting. Visualisasi yang dihasilkan merupakan hasil pengoperasian kamera dengan memanipulasi lensa.

 

 

 Dalam menulis naskah video, Anda sebaiknya perlu memperhatikan beberapa hal, seperti judul program dan deskripsi adegan. Judul program sebaiknya Anda tulis di bagian tangah atas kertas den jangan lupa menggunakan huruf kapital.

Sedangkan deskripsi adegan terdiri dari:

1.     Indikator tempat, yaitu menerangkan lokasi pengambilan

gambar di dalam atau di luar ruang. Indikator ini ditulis dengan nomor urut dengan kapital.

Contoh:

 

DISINILAH DITULIS JUDUL PROGRAM

01.  INTERIOR atau EXTERIOR

(biasanya disingkat INT atau EXT)


2.    
Indikator setting, yaitu menuliskan tempat kejadian dan dituliskan secara singkat dan jelas.

Contoh:

 

01.  INT.-RUANG KELAS

 

3.     Indikator waktu kejadian, ditulis singkat dalam huruf kapital.

Contoh:

 

.  INT.-RUANG KELAS - PAGI

 

4.     Instruksi jenis shot / gerakan kamera ditulis dalam huruf kapital.

Contoh:

 

01.  INT.-RUANG KELAS - PAGI

LS.- PAK GURU DUDUK ADI MEMBERI SALAM KEPADA PAK GURU DARI KURSINYA.

 

Contoh untuk bentuk dua kolom:

VIDEO

AUDIO

02.  INT.-RUANG KELAS - PAGI

LS.- PAK GURU DUDUK ADI MEMBERI SALAM KEPADA PAK GURU DARI KURSINYA.

 

 

 

5.     Nama tokoh (kecuali bila termasuk dalam dialog), isyarat musik, sound effect dan instruksi acting semuanya ditulis dalam huruf kapital. Untuk naskah dua kolom, ketiga hal tersebut ditulis dalam kolom audio. Perhatikan contoh berikut ini:

Contoh:

VIDEO

AUDIO

01.  INT.-RUANG KELAS - PAGI

a. LS.- PAK GURU DUDUK ADI MEMBERI SALAM KEPADA PAK GURU DARI KURSINYA.

 

b. CU. ADI

 

c. LS. PAK GURU MENGANG GUK LALU MELIHAT SEKE LILING KELAS

FADE IN : MUSIK PEMBUKA

 

 

FADE OUT : MUSIK PEMBUKA

 

 

ADI : (MEMBERI SALAM)

 

FX : SUARA BEL SEKOLAH

 

 CONTOH MODEL NASKAH

Terdapat beberapa contoh modul  naskah seperti :

1). Modul dokumenter.

A. Dokumenter berdasarkan Stock Shots     

             (Potongan Shot )

Program dokumenter yang berdasarkan stock shots ini tinggal menyusun daftar shots yang diperlukan dan mencarinya di perpustakaan .

Kekurangan shots tertentu dengan mudah diupayakan dengan pengambilan baru.

 

B. Dokumenter yang Didramatisir.

Format ini lebih sesuai menggunakan model screenplay teaterikal karena aspel visual dan aureal dapat diketahui sebelumnya dan dapat direncanakan seperti halnya sebuah drama yang disutradarai.

 

 

C. Dokumenter Model Instruksional/Teknikal.

Jenis format ini termaksud yang sebenarnya  karena shooting-nya tidak dapat direncanakan cepat sebelumnya. Selanjutnya dapat diperhatikan contoh naskah dokumenter peringatan ulang tahun pelukis Affandi yang ke 80 di bawah ini.

 

RENCANA PENGAMBILAN DOKUMENTASI PERINGATAN ULANG TAHUN AFFANDI YANG KE-80

 

Latar belakang.

Tujuan pembangunan nasional kita pada hakekatnya membangun manusia Indonesia seutuhnya. Sedang pembangunan itu sendiri pada dasarnya adalan kreativitas. Sebab hanya dengan  itulah cita-cita tersebut dapat terealisir. Konsekuensinya anggota-anggota masyarakat perlu dididik menjadi manusia kreatif. Salah satu jalan untuk mendidik kreativitas ialah melalui kesenian.

 

Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyadari pentingnya pendidikan melalui kesenian tersebut. Dalam rangka merealisasikannya , Pemerintah telah, sedang, dan akan melaksanakan berbagai upaya dan usaha. Salah satu diantaranya adalah penyiapan wahana dan sarana berupa gedung pameran Wisma Seni Nasional di jalan Merdeka Timur No. 14 Jakarta.

 

Bangsa Indonesia memiliki seniman–seniman ulung, salah seorang di antaranya ialah pelukis kenamaan Affandi. Reputasi keseniannya telah menembus batas-batan nasional. Sementara itu, melalui Dewan Kesenian Jakarta datang ajakan kerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk menanggapi keinginan pelukis Affandi yang bermaksud mengadakan pameran retrospektif 80 tahun di Taman Ismail Marzuki. Ajakan bersambut tanggapan terbuka dan memang sudah layak dan sepantasnyua Pemerintah memberikan kesempatan pertama kepada pelukis Affandi. Pembukaan  pameran retrospektif itu tepat saat dengan peresmian gedung pameran temporer Wisma Seni Nasional, tanggal 23 Februari 1987 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof.Dr. Fuat Hassan.

 

Affandi adalah seorang pelukis Indonesia yang sangat terkenal secara nasional maupun internasional. Karenanya Affandi adalah merupakan salah satu milik yang sangat berharga, bagi bangsa Indonesi, Maka adalah merupakan suatu kebutuhan mendasar, masyarakat mengetahui hal ihwal kehidupan Affandi di tenga ini, baik sebagai seorang pelukis, bagaimana kehidupan Affandi di tengah keluarganya, maupun pandangan berbagai pihak atas diri Affandi misalnya para pelukis yang tidak jauh berbeda dengan periode kehidupan Affandi, mereka yang masih muda usia, para kolektor, dan dan para budayawa. Dengan diperolehnya rekaman pelukis Affandi mengenal hal-hal yang sudah disebutkan diata, diharapkan bahwa tidak saja kita dapat melestarikan salah satu milik kebudayaan nasional yang amat berharg, twetapi juga dapat mendorong para pelukis muda ataupun setengah umur dalam meningkatkan rasa percaya kepada diri sendir, ulet, suka bekerja, kreatif sehingga dapat dicapai peningkatan mutu/kualitas karyanya.

 

Tujuan.

Pembuatan rekaman dokumentasi mengenai hal ikwal pelukis Affandi dalam rangka peringatan ulang tahunnya yang ke - 80 adalah :

 

1. Agar masyarakat luas dapat mengetahui salah satu unsur khasanah  

kebudayaan nasional yang sangat berharga yaitu hal ihkwal        kehidupan pelukis Affandi yang mempunyai nama besar dalam kehidupan nasional dan internasional, yangmeliputi antara lain :

a.      Kehidupan Affandi sebagai pelukis;

b.     Kehidupan Affandi di tengah-tengah keluarganya;

c.     Pandangan berbagai pihak, mengenaidiri Affandi ( dan semua senior atau mereka yang hidup dalam kurun waktu hampir sama atau berdekatan dengan Affandi, pandangan dari para pelukis muda, pandangan para budayawan, pendapat dari wakil pemerintah seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan, dan pandangan kolektor).

 

2. Dengan direkamnya kehidupan Affandi dalam aspek-aspek yang

disebutkan diatas, diharapkan dapat diwariskan hal-hal seperti  kreaktivitas, semangat dan tekat, teknik-teknik melukis,keahlian melukis dan lain-lain. Yang ada pada diri Affandi kepada generasi muda yang meminati dan mempunya bakat dibidang seni lukis, sehingga estafet yang demikian ini tidak saja dapat mencegah adanya atau terjadinya kesenjangan dibidang seni lukis di tanah air kita ini, tetapi juga secara keseluruhan dapat memajukan perkembangan kebudayaan nasional secara menyeluruh.

 

 

Secara khusus pembuatan dokumentasi hak ikhwal kehidupan Affandi dalam rangka peringatan ulang tahunnya yang ke -80 bertujuan untuk :

1.     Mendokumentasikan suatu peristiwa seni penting yang bersifat  nasional

2.     Meletakkan posisi kesenimanan pelukis Affandi di dunia seni lukis Indonesia dan dunia.

3.     Mengupayakan momentum pameran retrospeksi 80 tahun pelukis Affandi sebagai media pendidikan kreativitas bagi masyarakat

4.     Mewujudkan penghargaan pemerintah kepada seorang putera terbaiknya yang dalam usia lanjut masih tegar berkarya untuk kemanusiaan.

5.     Meletakkan dasar yang mantap menjadikan kesenian sebagai wahana pendidikan bangsa.

6.     Menciptakan suatu tradisi kesenian bertahap nasional guna memacu kreativitas para seniman umumnya dan generasi muda khususnya.

 

Treatment.

Dokumentasi peringatan ulang tahun Affandi ke-80 emmang akan didokumentasikan jalannya peringatan secara kronologis, peristiwa demi peristiwa yang berlangsung, misalnya dengan persiapan yang diadakan di Yogyakarta, jalannya pembukaan pameran sekaligus peresmian Gedung Wisma Seni Nasional, suasana berlangsungnya pameran itu sendiri, sarasehan, dan lain-lain. Output peristiwa selama pameran tersebut diperkirakan memiliki masa putar selama dua jam.

 

Sesuai dengan tujuan yang sudah diuraikan di atas, dalam menyajikan serentetan peristiwa jalannya upacara akan diolah. Urutan sekuen hasil akhir dokumentasi tersebut adalah sebagai berikut:

1.     Logo Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, mempersembahkan

2.     Judul :     BARA API KEHIDUPAN AFFANDI

RETROSPEKSI 80 TAHUN SEORANG PENDEKAR SENI RUPA

3.     Persiapan di Yogyakarta;

4.     Jalannya upacara pembukaan pameran dan peresmian Gedung Wisma Seni Nasional;

5.     Suasana pameran lukisan yang sedang berlangsung;

6.     Kegiatan sarasehan yang dilaksanakan dalam rangka kegiatan pameran;

7.     Kehidupan Affandi di tengah keluarganya;

8.     Berbagai pendapat dan pandangan tentang Affandi;

 

9.     Affandi sebagai pelukis (tentang bagaimana cara Affandi melukis, hal ini akan diambil di Yogyakarta. Kemudian bila ada kesempatan Affandi menunjukkan bagaimana cara atau teknik yang digunakan Affandi dalam melukis akan direkam pula. Mengingat kesehatan Affandi bila tidak ada kesempatan maka digunakan film atau foto yang sudah ada. Sekuen ini diletakkan pada bagian akhir untuk menunjukkan betapa semangat Affandi yang tetap membara, dan hal ini penting untuk mendorong pelukis lain, khususnya para pelukis muda untuk meningkatkan semangat dan tekad dan keuletannya melakukan kegiatan di bidang seni lukis ini.

10. Penutup.    

 

 

 

Konsep Visualisasi

Program video ini disusun dengan mengacu pada rancangan visualisasi yang secara garis besar adalah sebagai berikut:

01.   Judul :    BARA API KEHIDUPAN AFFANDI

RETROSPEKSI 80 TAHUN SEORANG PENDEKAR SENI RUPA

Disajikan dengan latar belakang pelukis Affandi sedang berjalan gembira di ruang pamer Wisma Seni Nasional;

(Jalan hidup Affandi adalah kepelukisannya. Perjalanan kesenimanannya yang telah lanjut bersama usianya ternyata masih mengandung sebuah cita-cita yang layak : berdirinya museum/galeri seni lukis nasional). Gedung pameran Wisma Seni Nasional inikah jawabannya?

02.   Adegan dan wawancara Tim dari Panitia Bersama Ulang Tahun Affandi ke-80, Departemen Pendidikan dan Dewan Kesenian Jakarta, merupakan terjemahan keinginan pemerintah dan seniman untuk menghargai lukisan Affandi. Hal ini sekaligus merupakan introduksi awal retrospeksi 80 tahun pelukis Affandi.

03.   Sosok pribadi Affandi di usianya yang ke-80 masih tegar diungkap dalam tanggap wicara atas keinginan pemerintah, sekaligus tampil pula eksistensi kesenimanan dan harapan-harapannya. Penyajiannya diawali dengan visualisasi “banding diri” Affandi di tahun 1943 dengan masa kini.

04.   Pengenalan dan perkenalan di forum nasional tentang pelukis Affandi kepada masyarakat bangsanya. Upacara peresmian Gedung Wisma Seni Nasional menandai pameran retrospeksi 80 tahun pelukis Affandi, dimulai dengan:

·        Upacara peresmian

·        Sambutan-sambutan

·        80 tahun bersama Affandi merupakan visualisasi para pejabat, tokoh, dan masyarakat yang meminati lukisan yang dipamerkan.

05.   Mengajak lebih jauh masyarakat mengenal pelukis Affandi melalui visualisasi :

·        Sarasehan yang menampilkan tokoh-tokoh seniman, budayawan, dan masyarakat.

·        Eksistensi global yang tersaji lewat pandang kaca mata akademis yang datang dari sarasehan akan merupakan “palet dan kanvas” kesenimanan Affandi yang diakuinya sendiri bahwa aspek akademis itu tidak dimilikinya

06.   Kontroversi pandangan atau apapun yang sekiranya muncul dari sarasehan akan dipoles dengan visualisasi yang mencuatkan posisi dan eksistensi Affandi di forum nasional dan dunia: Secara runtun ‘slow montage’ ditayangkan tokoh-tokoh dengan ad lib komentar/pendapat atau sajian narasi selektif dari:

·        Kalangan sesama seniman (alternatif: Barli, Sujono Kerton)

·        Kalangan kolektor (alternatif: Kasmijan, Alex, Sutejo)

·        Kalangan budayawan (alternatif: Budiarjo)

·        Kalangan usahawan (alternatif: Abdulgani)

·        Kalangan pendidikan kesenian (alternatif: Fajar Sidik, Hendra Widayat, Bangong Kussudiarjo)

Tanggapan dari Direktur Jendral Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Subadio dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Fuad Hasan sebagai penuntas garis pandang tentang posisi pelukis Affandi bagi upaya pendidikan melalui kesenian. 

07.   Affandi adalah Affandi, merupakan sub topic yang akan divisualisasikan dalam rangkuman scenery antara lain:

a)     Affandi sebagai pelukis (Affandi in action, diusahakan rekaman hidup, tapi mengingat kondisi, alternatifnya digunakan stock shot)

b)    Affandi sebagai kepala keluarga

c)     Affandi sebagai seorang warga masyarakat

d)    Affandi dan dunia internasional

 Visualisasi alternatif sifatnya akan ditunjang dengan narasi. Hal   

 ini tergantung kepada kondisi Affandi sepenuhnya.

08.   Akhirnya sajian program ini nantinya akan diwujudkan dalam suatu rangkaian montage middle speed motion slides, adegan Affandi melukis. Dan wisma nasional sebagai latar credit tittle.

 

Pustekom Jakarta

    29 Januari 1987

 

Rencana di atas adalah proposal documenter tentang Affandi.

Berikut akan disajikan contoh skenarionya.

 

SCENARIO VIDEO:

BARA API KEHIDUPAN AFFANDI

RETROSPEKSI 80 TAHUN SEORANG PENDEKAR SENI LUKIS

 

SLATE:

PROGRAM VIDEO KEBUDAYAAN PUSTEKOM DIKBUD 1987 “API KEHIDUPAN AFFANDI RETROSPEKSI 80 TAHUN SEORANG PENDEKAR SENI LUKIS”

 

Scenario: pc. S. Sutisno

VISUAL

NARASI

01.  CAPTION GRAPHICS

LOGO DEPDIKBUD

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

 

Mempersembahkan

 

02.  WXT.-GEDUNG PAMERAN-

SIANG

ESTABLISHING SHOT:

Affandi berjalan dipapah.

ZOOM IN TO MCU.-Affandi tertawa

 

FREZZED DAN FRAME MOVE TO SPLIT:

 

FADE IN DRIVE OUT: Titik kecil sampai kobaran api menyala

 

SUPER IMPOSE: CAPTION TITTLE

ANIMATION:

 

BARA API KEHIDUPAN AFFANDI

 

Retrospeksi 80 Tahun Seorang Pendekar Seni Lukis

 

Scenario: pc. S. Sutisno

 

03.  INT.-WISMA AFFANDI-SIANG

STABLISHING SHOT:

Kegiatan beberapa tukang mempersiapkan lukisan/menurunkan dari gantungan dll.

 

 

DISSOLVE

 

04.  INT.-WISMA AFFANDI-SIANG

GU.-Potret diri Affandi

AM. TRACK OUT TO MLS: Tim utusan dari Jakarta di ruang tamu bersama Affandi. PANNING-anggota sampai Pak Munandar.

 

05.  INT.-RUANG TAMU-SIANG

MCU.-Pak Munandar menyambut kedatangan tamu.

 

TRACK OUT TO MLS.-Anggota Tim

ZOOM IN TO MCU. Pak Bastomi Erwan (Sekretaris DitjenBud)

 

 

INSERT SURAT DITJEN KEBUDAYAAN 

 

 

MUSIK: PEMBUKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NARASI: Bermula uluran tangan Dewan Kesenian Jakarta. Lalu sentuh himbau Direktur Jenderal Kebudayaan. Dan kemudian jabat hangat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Fuad Hassan melahirkan kata sepakat: Pameran Retrospeksi 80 tahun Pelukis Affandi, sekaligus peresmian Gedung Wisma Seni Nasional.

 

 

MUSIK: ILUSTRASI

 

 

 

 

(AD LIB P. MUNANDAR MENYAMPAIKAN SELAMAT DATANG)

 

(AD LIB P. BASTOMI MENYAMPAIKAN MAKSUD KEDATANGAN TIM DARI JAKARTA)

 

(VOS. PAK BASTOMI BERBICARA)

 

2). Naskah Video Instruksional/Pendidikan.

Sehubungan dengan tujuannya untuk kegiatan pengajaran maka ketepatan perekaman merupakan pegangan yang sangat penting. Naskah harus disusun berdasarkan kurikulum tertentu. Untuk itu, terlebih dahulu didisain dan kemudian dikembangkan untuk mencapai tujuan instruksional. Naskah harus ditulis dengan mengacu ke disain tersebut.

Contoh naskah program instruksional adalah sebagai berikut

 

IDENTIFIKASI PROGRAM

 

1. BIDANG STUDI                      : Bahasa Indonesia

2. POKOK BAHASAN                 : Struktur

3. SUBPOKOK BAHASAN          : Kata Berimbuhan

4. TOPIK                                     : Imbuhan Memper-i

5. JUDUL                                     : Jeritan di malam hari

6. SASARAN                               : Siswa SMP kelas 1

  semester 2

  1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM:

Siswa dapat memahami dan dapat mempergunakan kata berimbuhan (memper-i) serta dapat mengkomunikasikannya dalam kalimat secara lisan dan tulisan.

  1. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS:

·        Siswa dapat menyebutkan kata berimbuhan memper-i dengan memperhatikan hubungannya dengan kata berawalan ber- atau diper-i.

·        Siswa dapat menggunakan kata-kata berimbuhan memper-i dengan memperhatikan hubungannya dengan kata berawalan ber- atau diper-i.

  1. POKOK-POKOK MATERI:

·        Kata berimbuhan memper-i dengan kata berawalan ber- atau diper-i.

·        Pengguanaan kata berimbuhan memper-i dengan kata berawalan ber- atau diper-i.

·         

  1.  FORMAT SAJIAN                            : Fragmen
  2.  LAMA PROGRAM                            : 30 Menit
  3.  SKENARIO                                       : PC. S. SUTISNO
  4.  PENGKAJI ISI                                               : Drs. Akhmad HP
  5.  PENGKAJI MEDIA                           : Dr. Arief S. Sadiman

  MSc.

  1.  SUMBER       :

·        Tata Bahasa Indonesia, Gorys Keraf.

·        Pengajaran Kosa Kata, Dr. Ng. Tarigan

·        Tata BAhasa Baku

16.  SINOPSIS  : 

Melalui adegan upaya penanggulangan tindak kejahatan oleh para petugas siskamling diperkenalkan dan dibahas kalimat-kalimat yang menggunakan kata berimbuhan memper-i, ber-, diper-i. Sedang adegan dengan lurah untuk memberikan adegan ilustrasi hubungan dan arti imbuhan memper-i, ber-, diper-i dalam kalimat.

17.  CASTING/PEMAIN :

1.     Penyaji Program

2.     Sofia, pelajar SMP

3.     Badrun, ayah Sofia

4.     Petugas Siskamling: Andi, Kadir, Kadim

5.     Godril, sebagai “bayangan malam”

.

SKENARIO PROGRAM SIARAN TV PENDIDIKAN INDONESIA

VISUAL

NARASI

01.  SUPER IMPOSE (dari bibir)

CAPTION

LOGO DEPDIKBUD

Mempersembahkan

DISSOLVE

02.  CAPTION GRAPHIC

PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMP

 

ANIMATION

 

 

SETTING 1:

Kamar belajar, meja kursi, buku-buku SMP, tas sekolah, seragam sekolah tergantung, kalender, wekker.

 

03.  INT.-SETTING 1 – MALAM

MLS. SOFIA SEDANG ASYIK BELAJAR

Semester 2

 

Topik               : Imbuhan Memper-i

Skenario           : PC. S. Sutisno

 

SI. CAPTION

 

 

 

 

FO.

ZI. TO MS ANDI (PAN) RUANGAN BERHENTI PADA SERAGAM SMP

 

 

SI. CAPTION:

“JERITAN DI MALAM HARI”

FO.

SOFIA MENULIS SEJENAK LALU MELETAKKAN PENSILNYA SEMBARANGAN SAJA

CERITA BERIKUT INI FIKTIF BELAKA

 

SI. CAPTION:

 

 

FO.

SOFIA MENGACAK KERTAS BUKU, MENCARI PENSILNYA, SOFIA MENEMUKAN PENSIL DAN MENULIS

 

P. BADRUN IN FRAME

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISSOLVE

 

SETTING 2:

Pos Kamling, dengan kelengkapan kentongan yang digantung, lampu listrik yang dikerodong, tempat duduk, ceret, gelas, makanan kecil.

 

04.  EXT.-SETTING 2 – MALAM

 

MLS. ANDI DAN KADIR DUDUK NGOBROL SAMBIL MINUM KOPI

 

 

ANDI BANGKIT KE ARAH KENTONGAN. ANDI MEMUKUL KENTONGAN DENGAN IRAMA “DARAMULUK”

 

KADIM IN FRAME

KADIM DUDUK DAN MENGAMBIL MINUM

 

ZI. TO CU. KADIR

 

CU. KADIM TERSENYUM

 

 

 

TRACK OUT TO GROUP SHOT

 

 

 

 

 

 

 

 

ANDI, KADIM, KADIR MENGAMBIL SENTER, KENTUNGAN, PEDANG DAN BERLARI

 

05.  INT.-MEJA PENYAJI

MCU. PENYAJI TERSENYUM

 

 

SPLIT SCREEN CAPTION:

·       Berlindung

·       Memperlindungi

·       Diperlindungi

 

 

 

06.  CAPTION ANIMATION

·        Berlindung

·        Ber+Lindung

·        Memper+lindung+i atau

Diper+lindung+i

 

 

 

 

 

 

DISSOLVE

 

07.  INT.-MEJA PENYAJI

MCU. PENYAJI TERSENYUM

 

 

 

 

SETTING 3:

Gerumbul di belakang rumah Sofia dekat sumur, ada dua kaleng bekas

 

 

08.  EXT.-SETTING 3 – MALAM

1)      MLS. ANDI, KADIR, KADIM  

      MENGENDAP-ENDAP  

      MENDEKATI GERUMBUL 

      DENGAN PENTUNGAN DAN SENTER

2)      MCU. KADIR, DAN KADIM TERKEJUT

ZO. TO MLS. ANDI MEMBERI TANDA AGAR WASPADA.

 

IN FRAME SOFIA KAGET

 

3)      MCU. SOFIA MENJERIT

ZO. TO MLS.

 

4)      MS. SOFIA MENGANGGUK

 

ZO. TO MLS.

 

 

 

 

5)      MCU. KADIR DAN KADIM KETAKUTAN

 

 

 

 

ZO. TO MLS. ROMBONGAN BERBALIK ARAH DAN BERJALAN TERGESA-GESA

 

SETTING 4:

Satu ruangan di kelurahan. Meja kursi sederhana, petromaks.

09.  INT.-SETTING 4 – MALAM

MLS. LURAH DUDUK BERHADAPAN DENGAN ANDI DKK DAN SOFIA

ZI. TO MCU SOFIA

 

 

 

 

CAMERA BLURRED

10.  EXT.-SETTING – MALAM

FADE IN

1)      MLS. SOFIA MENCUCI KAKI DI SUMUR

 

2)      MCU. SOFIA MENOLEH TAKUT

3)      FS. BAYANGAN HITAM MENGACUNGKAN SENJATA

FADE IN

1)      MCU. SOFIA

ZI TO MLS

 

 

 

 

 

2)      MCU. KADIR

 

3)      MCU. ANDI

 

4)      MLS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PAK LURAH DAN ANDI BERANGKAT, KADIR DAN KADIM KE ARAH LAIN

 

12. EXT.-SETTING 2 – MALAM

1)   MLS P. LURAH DAN ANDI   

DRIVE OUT CAM, 

MENDEKAT 

KE ARAH GARDU. LURAH

TIBA-TIBA BERHENTI

2)      MCU. 2 S

 

 

 

 

 

 

3)      CU.-LURAH

 

 

 

4)      MCU.-ANDI

 

 

 

 

ZO. TO MLS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LURAH BERJALAN DIIKUTI ANDI MENINGGALKAN GARDU KAMLING

 

13. INT.-MEJA PENYAJI

MCU. PENYAJI TERSENYUM

 

14. CAPTION ANIMATION

·      Bersenjata

·      Mempersenjatai

·      Dipersenjatai

·      Bermahkota

·      Mempermahkotai

·      Dipermahkotai

·      Bertameng

·      Mempertamengi

·      Dipertamengi

FO.

1.      ABRI bersenjata modern.

 

 

2.      Pemerintah mempersenjatai ABRI dengan senjata modern.

3.      ABRI dipersenjatai Pemerintah dengan senjata modern.

DISSOLVE

 

15. INT.-MEJA PENYAJI

MCU. PENYAJI

 

 

 

 

 

 

 

 

15. CAPTION

ber-

bersenjata

bermahkota

bertameng

memper-i

mempersenjatai

mempermahkotai

mempertamengi

diper-i

dipersenjatai

dipermahkotai

dipertamengi

 

16. CAPTION

Para pendukung:

Lurah                - …

Andi                  - …

Kadir                 - …

Sofia                  - …

Penyaji              - …

 

18.  CAPTION

Kerabat Produksi:

Penata kamera   - …

Penata cahay a   - …

Penata set          - …

Penata suara      - …

Dll.

 

19.  CAPTION

Pengkaji isi: Drs. Akhmad HP.

Pengkaji media: Dr. Arief S. Sadiman, MSc.

 

20.  CAPTION

Penanggung jawab program:  - …

Penanggung jawab produksi: - …

Selamat Belajar

      

MUSIK: (SMASH UP FULL)

 

 

 

 

 

 

MUSIK 1: (DOWN OUT)

 

 

 

 

 

 

MUSIK: (THEME, TENANG AS BG)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BADRUN (OFF.OS): Fia…sudah malam

 

 

 

 

SOFIA: Sebentar, belum selesai Pak. Ahh kemana pensilku ini tadi

 

 

 

BADRUN: Fia, hari sudah malam, tidurlah. Kalau tidak, besok kamu terlambat bangun.

 

SOFIA: Baik Pak.

 

BADRUN: Kunci pintu depan Bapak bawa. Bapak akan menengok air sawah kita. Kau cepat tidurnya.

 

SOFIA: Ya Pak, Habis bebenah buku-buku ini Pak.

 

 

 

 

 

 

 

 

AMBIENS SUASANA MALAM

 

FX: (OFF, BUNYI KENTONGAN)

 

KADIR: Ndii…sudah malam begini Kadim belum kelihatan juga.

ANDI: Jangan-jangn lupa dan ketiduran di rumah.

 

KADIR: Kalau begitu perlu dipanggil ya Ndi?

 

ANDI: Baiklah, akan kupanggul dia.

 

 

 

KADIM: Tepat saat, begitu dipanggil, Aku datang. Kadim memang disiplin.

 

KADIR: Ah Kamu berlindung di belakang kata disiplin.

 

KADIM: Dir, Aku tidak berlindung hanya memperlindungi diri, daripada diperlindungi Andi. Betul tidak Ndi?

 

KADIR: Kamu Dim pintar ngomong.

 

SOFIA (OFF, OS) (MENJERIT TAKUT)

 

 

KADIM: Heeh kalian dengar? Jangan-jangan maling atau rampok.

 

ANDI: Ayo kita ke sana, cepat.

 

MUSIK: (SUSPENS)

 

PENYAJI: Hai…selamat malam, eh salah, maaf terbawa kejadian cerita yang baru saja. Dari kejadian tadi pembicaraan pemuda yang sedang tugas kamling paling tidak ada tiga buah kata:

 

Keriga kata ini saling berhubungan. Bagaimana hubungannya?

 

 

 

PENYAJI (OS): Kata berlindung dibentuk dari kata lindung dan awalan ber. Kata yang sama dapat pula dibentuk dengan menggunakan imbuhan lain:

(DIBACA JUGA)

 

 

Jadi pembentukan kata berimbuhan dengan awalan ber dapat pula dibentuk dengan menggunakan imbuhan memper+i atau diper+i sehingga bentuknya sejajar.

 

 

PENYAJI: Eh, omong-omong kamu belum tahu jeritan di malam hari itu jeritan siapa dan mengapa. Ingin tahu?

Ayo kita ikuti.

 

 

 

 

 

MUSIK: (SUSPENS)

FX: (DENTANG KALENG TERSANDUNG KAKI)

 

 

 

 

 

 

 

 

SOFIA: (MENJERIT)

ANDI: Oh, kau Sofia anak Pak Badrun ya?

SOFIA: Oh Pak Andi…Saya

ANDI: Yang menjerit tadi Kamu?

 

ANDI (OS): Ada apa?

SOFIA: Entah…waktu Saya cuci kaki di sumur, Saya kaget ada bayangan orang di pojok rumah. Saya rasa bawa senjata…Saya takut dan berlari sambil menjerit.  

 

KADIM: Ehh kalau begitu ayo, ayo lapor pak lurah cepat.

 

KADIR: Betul ke pak lurah.

 

MUSIK: (SUSPENS)

 

 

 

 

 

 

LURAH: Pak Andi, Pak Kadim, Pak Kadir dan Kau Sofia, coba ceritakan bagaimana ceritanya.

 

SOFIA: Begini Pak, sebetulnya Saya belum selesai belajar, tapi karena disuruh tidur oleh bapak. Bapak akan memeriksa air di sawah. Seperti biasa sebelum tidur saya cuci kaki di sumur di belakang rumah… 

AMBIENS SUASANA MALAM DI DESA

 

FX: (KRESEK CABANG KAYU TERINJAK)

 

SOFIA: Demikianlah Pak kejadiannya.

 

KADIM: Pak Lurah, wah gawat ini desa kita kemasukan penjahat.

 

LURAH: Tenang dulu Pak Kadim. Jangan lupa, desa kita ini desa swakarya dan khusus untuk keamanan mendapat penghargaan.

 

KADIR: Tapi bagaimana dengan orang bersenjata itu, Pak Lurah?

 

ANDI: Pak Lurah, ini andaikata orang itu benar ada, lalu siapa yang mempersenjatai?

 

KADIM: Dan mengapa orang itu dipersenjatai?

 

LURAH: Waah.. tunggu dulu, Aku perlu bantuan dan pertimbangan Pak Jagabaya Desa.

 

 

ANDI: Bagus Pak, sekarang Saya usul. Saya dan Pak Lurah terus melacak, sedang Kadir dan Kadim ke rumah Jagabaya, terus dari sana menyusul Kita. Bagaimana Pak Lurah?

 

LURAH: Bagus, ayo Kita laksanakan!

 

 

MUSIK: (SUSPENS)

 

 

MUSIK: (SUSPENS)

 

LURAH: Pak Andi, tunggu dulu!

 

ANDI: Ada apa Pak Lurah?

 

LURAH: Sofia tadi apakah benar mengatakan bayang-bayang itu bersenjata? Hmmm bersenjata kan berarti mempunyai senjata.

 

ANDI: Atau berarti membawa, Pak.

 

LURAH: Ya… lalu Pak KAdir tadi mengatakan dipersenjatai. Pak Andi mengatakan mempersenjatai.

 

ANDI: Dipersenjatai artinya dilakukan orang lain, jadi ada pihak lain. Tapi mungkin juga orang yang dilihat Sofia itu mempersenjatai dirinya sendiri.

 

LURAH: Ahh… tapi sungguh tak masuk di akal. Desa kita ini aman.

 

ANDI: Andaikata yang dilihat Sofia itu benar ada, Kita harus memperbaiki citra desa kita, Pak Lurah.

 

LURAH: Untuk itu ayo Kita lacak dari rumah Pak Badrun.

 

 

 

PENYAJI: Waah…kelihatannya yang dihadapi Pak Lurah dan warganya itu demikian gawat? Kalau dianalisis:

 

PENYAJI (OS): Paling tidak dari kata-kata: bersenjata, mempersenjatai, dipersenjatai. Dari segi bentukan kata berawalan ber- dapat dibentuk dengan menggunakan imbuhan memper-i atau diper-i. Ketiga senjata itu sejajar bentuknya. Kiranya akan lebih jelas bila digunakan dalam kalimat.

 

 

(membacanya)

 

 

Kalimat ini aktif transitif, sama halnya dengan kalimat berikut ini.

 

Dan kalimat yang ketiga adalah pasif.

 

 

 

PENYAJI: Nah struktur kalimat yang mempergunakan imbuhan ber-, memper-i atau diper-i memiliki kesejajaran bentuk. Kamu tentu dapat menggunakan kata-kata berikut dalam kalimat, baik tertulis maupun lisan.

 

 

 

 

MUSIK: (ILUSTRASI)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MUSIK: (EXTRO)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sound and vision fade out

 

 

 

 

Ayah aku mohon maaf

 

 

lirik lagu ebit berikut ini begitu menyentuh perasaan, tentang seorang anak yang memohon maaf kepada ayahnya yang telah meninggal dunia karena kelalainnya. Tiba-tiba aku teringat kuliah subuh yg ditayangkan di salah satu stasiun TV, salah satu yg lekat dalam benakku, ” kuburan orang tua kita akan selalu benderang kalau anak yg ditingalkan rajin menyantuni anak yatim/orang miskin”. Benakku langsung teringat papi yg telah terbaring beberapa tahun lamanya, mungkinkan karena kelalaiannku karena ketidak berdayaanku cahaya yg selama ini aku pelihara akan redup krn satu anakk asuhku pergi dari pelukan ? Ya Robb…. jangan kurangi cahaya itu, biarkan benderang kuburnya. “…Ayah aku mohon maaf …….” batinku mengguman pelan.

 

Dan pohon kemuning akan segera kutanam

satu saat kelak dapat jadi penyejuk

meski pun hanya jasad bersemayam disini

biarkan aku tafakur bila rindu kepadamu

walau tak terucap aku sangat kehilangan

sebagian semangatku ada dalam doamu

warisan yang kau tinggal petuah sederhana

aku catat dalam jiwa dan coba kujalankan

meskipun aku tak dapat menungguimu saat terakhir

namun aku tak kecewa mendengar engkau berangkat

dengan senyum dan iklas aku yakin kau cukup bawa bekal

dan aku bangga jadi anakmu…..

ayah aku berjanji akan aku kirimkan

doa yg pernah engkau ajarkan kepadaku

setiap sujud sembahyang engkau hadir kebayang

tolong bimbinglah aku meskipun kau dari sana.

Sesungguhnyalah aku menangis sangat lama

namun aku pendam agar engkau berangkat dengan tenang

sesungguhnyalah aku merasa belum cukup berbakti

namun aku yakin engkau telah memaafkanku

air hujan mengguyur sekujur bumi

kami yg ditinggalkan tabah dan tawakal

ayah aku mohon maaf atas keluputannku

yg aku sengaja maupun tak kusengaja

tolong pandangi kami dengan sinarnya surga

teriring doa selamat jalan buatmu ayah tercinta huhu……

Buat wawan

wan….

dimanapun kamu berada dan membaca blog ayah, coba renungkan kembali

ples…. ayah cuma mau kamu nyelesaikan studi kamu, sayang kan tinggal satu tahun lagi. Terserah kamu mau tinggal dimana, yang penting kuliah diselesaikan dan kasi laporan ke ayah tentang studi kamu. Setelah selesai studi , silahkan kamu mau malang melintang di manapun berada, karena ayah akan merasa tentram sudah membekali kamu dengan pengetahuan. Ayah nggak bisa kasi kamu sejumlah uang untuk memulai usaha, tapi cuma bisa membekali kamu dengan pengetahuan.

Cobaan hidup

Susah sekali buat saya tuk menghilangkan rasa yang berkecamuk dalam dada ini, marah, kesel, benci tetapi juga kasian. Marah karena ” si Wawan” pergi tanpa pamit atau tepatnya dikatakan kabur dari rumah, benci melihat ibunya si wawan yg ikut ngedukung kaburnya wawan dari rumahku, dan kasian krn dia belum tahu gimana susahnya hidup di masyarakat ini jadi individu yg mempunyai strata sosial tertentu tanpa ijazah sarjana, hanya STM. Kalau saja dia mau bersabar dan menunggu 1 - 2 semester lagi untuk menyelesaikan nilai-nilai kuliahnya yg jeblok, mungkin kepergiannya dari rumah saya nggak akan membuat berantakan hati saya.

Bermula dari sms yang saya kirim ke dia yang isinya ” temui ayah dan pertanggungjawabkan 3 nilai E yang ada di semester ini. SMS itu mungkin yang membuatnya gerah, karena di semester kemaren dia sudah berjanji untuk kuliah dengan baik dan menyelesaikan segala sesuatunya. Saya juga menyuruhnya membuat rencana kerja dan target yg harus diselesaikan dalam program kuliahnya. itu tidak dibuat dan hasilnya ternyata benar, berantakan.

13 tahun waku yang sudah dia jalani bersama saya dan keluarga, tidak mampu mengubahnya menjadi pribadi yg dewasa, bertanggungjawab. Padahal segala sesuatu sudah saya limpahkan, sandang, pangan, papan, dan perhatian, juga kasih sayang. Saya hanya berharap dia bisa menjadi individu yang tidak terbelenggu oleh rantai kemiskinan dan kebodohan. Walau ibunya pembantu dan ayahnya tidak diketahui siapa, bukan berarti dia juga harus jadi pembantu, atau orang yg low educated, minimal dia harus memiliki pendidikan srata satu, saya berusaha sekuat tenaga, tanpa pamrih dengan tujuan mengentaskan kebodohan, kemiskinan dan mencari ridhoNya. Tapi kenyataan berkata lain, walau semua sarana dan prasarana sudah saya berikan dengan tulus ikhlas, “wawan” tetap memiliki mental pembantu. Dia kabur dan meninggalkan kekecewaan buat saya.

Ya….. sudahlah, saya hanya berucap “innalillahi wa inna ilaihi rojiun” atas kehilangan ini. Saya katakan hilang, krn selama ini saya memupuk harapan supaya dia menjadi sarjana Arsitktur yang handal, tidak hanya jadi pembantu seperti ibunya, atau orang yg tidak memiliki pendidikan yg lumayan, untuk itu saya banyak berkorban baik moril dan materiil. mungkin semua akan menjadi manis akhirnya kalau saja dia dapat menyelesaikan studinya. manis buat saya dan rasanya terbayara sudah pengorbanan saya selama ini kalau melihat dia menjadi sarjana, manis juga mungkin buat dia dan keluarganya, tapi kenyataan tidak, hilang sudah harapan itu. Ya…. sudahlah, masih ada anak-anak kandung saya yg harus saya perhatikan, masih ada juga “siti” adik nya “si Wawan” yang juga masih harus diperhatikan.Siti masih duduk di kelas 2 SMP sama hal nya seperti wawan, dia anak yg dizolimi oleh keadaan.

Aku hanya berguman, kenapa ya……. kok disuruh nurut aja nggak mau, padahal semua sudah saya cukupi, saya hanya minta dia belajar dan menyelesaikan studinya, sehingga bisa mengangkat derajat kehidupan keluarganya. Saya toh tidak memaksa, sebelum direncanakan untuk kuliah saya tanya, dan dia menyanggupinya. Padahal sudah semester 8, walau IP nya masih di bawah 3, dengan kerja keras, 2 semster lagi dia akan dapat menyelesaikan studinya. Ya….. sudahlah… sambil memejamkan mata lagi-lagi saya ber ujar ” inna lilahi wa inna ilaihi rojiun ” ya Rob kuatkan hati ini.

Tetep…. susah saya cuma manusia biasa yang sulti sekali menghilangkan rasa sakit hati ini mengalami kejadian ini. Ah….. ya sudah lah……………….

Ya Rob mungkin ini ujian lain yg harus saya hadapi, mampukan saya menebarkan kasih sayang ke orang lain, saling membagi kepada yg membutuhkan walau nantinya akan menderita kekecewaan lagi seperti yang baru saja saya alami.

Saya jadi teringat kisah di jaman nabi yang didengar ketika khotbah jum at. dari khotib di mimbar jum at dikisahkan yang intinya, bagaimana kasih sayang Nabi walau dicaci maki, dikecewakan dia tetap menyayangi orang yang mencacinya. Ada seorang yahudi buta yang selalu duduk di pinggir jalan, setiap hari dengan lembut dan penuh kasih sayang Nabi Muhammad selalu menjenguk dan memberi makan kepada yahudi buta itu. Setelah nabi Wafat, bertanyalah sahabat kepada istrinya, amalah apa yg selalu di lakukan nabi, istri nya menjawab, nabi selalu mengunjungi pengemis yahudi buta di pasar. Maka datanglah sahabat menemui pengemis yahudi buta, dan memberi makan. Pengemis Buta ini terkenal sangat benci kepada nabi Muhammad, walau dia tidak bisa melihat, kalau di dengar kata Nabi Muhamad ingin sekali dia menghancur kan dan sumpah serapah keluar dari mulutnya.Bertanyalah pengemis buta itu kepada sahabat, kemana orang baik yang selalu datang menjenguk dan memberiku makan ? jawab sahabat beliau sudah meninggal. sahabat bertanya lagi kepada pengemis tentang Muhammad, maka yang terdengar adalah marah dan sumpah serapah keluar dari mulut pengemis itu. Bertanyalah sahabat kepaa pengemis itu. Tahukan bapak siapa orang baik yang selalu datang menjenguk dan memberi makan bapak ? jawab pengemis ” tidak tahu”, jawab sahabat lagi, ” orang baik hati yang selalu mengunjungimu dan memberi makan yang selalu kau caci, dan ingin kau ludahi kalau didekatmu bahkan ingin kau bunuh itulah Muhamad.

Lagi-lagi tentang wawan

Nggak terasa dah 13 tahun aku mungut anak itu. Namanya Wawan hariono, anak pembantu dirumah.Mulanya dia anak yg baik-baik aja. Segala hak-hak nya sebagai seorang “anak asuh” dari mulai sandang, pangan, papan, perhatian, kasih sayang, pendidikan sampai transport bulanan aku penuhi dengan susah payah, walau aku bukan orang yang berlebihan secara materi.Itu semua aku lakukan dengan satu tujuan,ridho Allah semata. Aku kasian melihat anak itu, anak yg dizolimi oleh keadaan. Maklum ibunya hanya perempuan kampung yg lugu,begitu kena tipu daya lelaki, terperangkaplah dia dan jadilah janin di perutnya.Begitu janin akan lahir, janji tinggal janji. sehingga sampai detik ini anak itu nggak tahu siapa bapaknya, gimana wajahnya.
nggak terasa, 13 tahun telah aku jalani dengan tegar, mencoba menjadi ayah angkatnya dan menjalankan kewajiban tuk memenuhi hak-hak anak itu. Tdk terasa dia kini telah menjadi sosok pemuda yg ternyata masih mencari identitas dirinya. pencarian identitas itu yg membuat semua kacau.
Bentuk kekacaun itu terurai lewat tingkah lakunya yang menurutku nggak masuk akal, dan membuat jengkel. Bayangkan sudah semester 6 di arsitektur IP masih 2,3. Sering bolos kuliah. Diberi kesempatan bekerja nggak pernah bertanggung jawab. Dia lebih memilih menjadi penjaga warnet dari pada menjadi asisten di audio visual.
Karena sangat jengkel, akhirnya aku sidang anak itu. aku panggil dia, ibunya dan adiknya.
” lek… apa yg kamu harapkan dari anak ini ?” kataku pada pembantuku yang biasa dipanggil “lek”
” pingin jadi anak pinter” jawabnya lugu .
” denger wan….. ibumu pengen kamu jadi anak pinter.! untuk itu ayah sudah berusaha sekeras mungkin mewujudkan cita-cita ibumu. Sekarang jawab pertanyaan ayah, kenapa kamu nggak pernah pulang, udah bosan tinggal sama ayah ? ” dengan suara keras aku mulai mengintrogasi anak itu.
“kemana… jawab ”
” dirumah temen yah” jawabnya dengan sura lirih

” dirumah temen ? ngapain ? kenapa ? “

 ” ya…. buat menghemat ongkos ” jawabnya lagi seenaknya

mendengar jawaban itu aku tampah panas. ” kalau nggak punya duit kenapa nggak minta sama ayah ” tanyaku makin sewot

” ya… itu kan udah bukan hak saya lagi ” jawab anak itu dengan lirih

“bukan hak kamu ? ” aku tambah keras ” kamu nggak tahu ? selama ini ayah bekerja keras itu juga untuk memenuhi yang menjadi hak kamu, pendidikan, perhatian, sandang, pangan, papan. itu hak kamu sebagai anak asuh. kamu nggak tahu itu ? kamu nggak nyadar kalau hak itu udah kamu nikmati selama 11 tahun. ” dan setelah menikmati hak itu, kamu harus tahu kewajiban kamu. Salah satu kewajiban kamu adalah belajar. indikator kamu dah belajar adalah nilai, kehadiran, dan tanggung jawab kamu sebagai seroang anak. mana ? sudah kamu lakukan ? ” si wawan nggak bisa menajwab pertanyaanku yang bertubi-tubi. dia hanya diam dan cuek.aku tambah jengkel.

     ”sekarang mau pu apa ? terserah kamu. Ayah dah capek ngurus kamu, kamu seperti anak yang nggak tahu diri. seharusnya kamu tahu kewajiban-kewajiban seorang anak yang cuma numpang dirumah ini. Ayah memutuskan tuh menghentikan seluruh biaya kuliah yang seharusnya menjadi hak kamu. dan silahkan kamu pulang kampung.”

    ” harusnya kamu jangan egois gitu. kamu lihat, kamu harus menghidupi adik perempuan dan ibumu.” ayah dah putuskan kamu harus pulang ke kampung, sebagai kekecewaan ayah, secara tidak langsung kamu haus membayarkan uang yg telah ayah keluarkan sebesar 12 juta dan bayarkan dengan car membiayai adikmu kuliah. ayah hanya akan membiayai adikmu sampai SMU, kalau anak itu kuliah kamu harus membiayainya. ingat, itu hutang yg harus kamu bayarkan. adikmu itu juga perlu mendapat pendidikan yang layak. jangan cuma jadi pembantu saja nantinya.

    ” tolong pikirkan baik-baik keputus yang kamu buat. kamu masih mau disini tinggal bersama ayah, mendapat hak-hak selayaknya sebagai seorang anak dan menjalankan kewajiban dengan baik. atau kamu tetep menjadi penjaga warnet, dan lepas sudah hak-hak kamu dirumah itu, dengan demikian kamu nggak berhak lagi tinggal di rumah ini, kamu harus pulang kampung.Temui ayah dan kemukakan segala rencana kamu denga gamblang.

     Dengan perasaan lega, karena uneg-uneg yang selama ini aku pendam dan aku semburkan. tapi tetep…. aja susah. Anak itu punya mental pembantu. sampai sekarang anak itu nggak kunjung juga menemui saya dan mengemukakan segala rencana nya kedepan. dia tetep menjalankan tugasnya menjadi penjaga warnet.

” sebel…………sebel…….. banget. ” dalam hati nggak tega juga ngusir tuh anak, tapi kalau didiemin nggak mendidik juga, dan bikin sebel.

akhirnya aku cuma bisa ngurut dada dan istigfar, semoga keridhoanku dan keikhlasanku nggak sia-sia di mata Allah. aku cuma mau dia berubah, menjadi manusia yg berguna. jangan ibunya pembantu, anak-anaknya juga jadi pembantu.

 

mami tersayang

iba-tiba saja aku denger berita ” mami jatuh di halaman, dan dibawa ke dukun patah tulang di haji naim cilandak “. Ternyata mami jatuh karena sedang mengambil kaos kaki yang ada di halaman, saat itu seluruh penghuni sedang tidur siang, mami nekat ke luar kamar dan mengambil kaos kaki. Jatuh dan tidak bersuara minta tolong, cuma ngedeprok aja. Jam 4 sore baru hani tahu mami sedang duduk ngedeprok di halaman dekat jemuran, segera hani membawa ke dukun patah tulang dengan taxi.

Pulang dari cilandak, mami masih mengerang kesakitan. Besoknya dibawa lagi kesana, kali ini dianjurkan ke tempat adiknya haji naim, dan dirawat disana. Nggak terasa dah sebulan mami dirawat di sana. Mami yang dulu galak, tegas, berubah menjadi anak-anak lagi. kami melayaninya dengan sabar.

Sebulan di opname di dukun patah tulang, mami kembali kerumah, masih dengan penderitaannya, sakit dan kalau malam mengerang kesakitan, selama itu pula mami nggak mau makan, walau pun makan hanya sedikit sekali. Hani yg rutin menjaga mami disana, juga lasning. Semalaman aku nunggu dan melayani mami, aku nggak bisa apa-apa, cuma kasian melihat penderitaannya.

Akhirnya setelah berembuk dg mas nono dan yg lain, aku putuskan untuk rongent di klinik simpangan, hasil ronsen menunjukkan kaki mami yg patah di pangkal paha, akhirnya kami memutuskan membawa mami ke rumah sakit pasar rebo.

9 hari di opname dirumah sakit, penderitaan mami mulai berangsur baik, saat ini mami memilih tinggal di Bojong bersama hani, kesehatannya dah mulai baik, walau tidak segagah dulu lagi. setiap hari bergelut dengan kursi roda, ditambah lagi, penglihatannya yang sudah tidak berfungsi

Mami tersayang, kini kembali seperti anak kecil, aku selalu menghiburnya, kegalakannya yang dulu membuatku selalu nurut nggak ada lagi. Kekerasannya yg dulu begitu tegar masih terasa, kalau menginginkan sesuatu harus bisa terlaksana. masih ada pancaran keinginan hidup yg tinggi walau gelap mulai mengelilingnya dan kursi roda menemaninya. mami kami tetap menyayangi

Mimpi basah

” yah…. tadi aku mimpi basah ” begitu kata Abiyyu sulungku dengan setengah berbisik di telingaku. “ya… kamu mandi hadas besar. Mula-mula niatkan mandi untuk menghilangkan hadas besar pada sekalian tubuh, sebelumnya bersihkan seluruh tubuh kamu dari kotoran, berwudhu.Jawabku santai saja, aku tidak ingin sulungku malu atau merasa di permalukan krn mimpinya itu. “niatnya gimana yah ” katanya lagi, dengan santai sambil nontoh TV film kartun kesukaannya. ” ya… pake bahasa Indonesia aja,” aku niat mandi untuk mengankat hadast besar pada sekalian tubuh lilahi taala” jawabku. bisa kan. ya udah mandi sana.

“lha kamu mimpinya kapan ? tadi pagi kan sholat di mesjid bareng ayah ” jawabku menyelidik, krn seingatku tadi pagi aku ngebangunin dia tuk berjemaan subuh di mushola depan rumah. ” mimpinya tadi baj\ru aja, abis subuh kan aku tidur lagi tuh ya..”

” oh….jawabku ” ya udah mandi sana.

Hari ini minggu tgl 18 November sulungku dah mimpi basah, berarti dia sudah mulai akil balik, aku harus lebih terbuka dalam mengajarkan banyak hal, dan tidak menganggapnya anak kecil lagi.Mudah-mudahan doaku terkabul sesuai dengan nama yang aku berikan padanya ” terhindar dari kehinaan dan diberi anugrah kecerdasan/kepandaian” amin ya rabbil alamin

« Previous Entries  
Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.