Archive for Inspirasi dari langit

JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG

KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA

“`Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik.
Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai

“Jangan menjelaskan tentang diri mu kepada
siapa pun,
Karena yang menyukai mu tidak butuh itu,
Dan yang membenci mu tidak percaya itu.”

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi
Siapa yang mau berbuat baik.

Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan …
Namun Hapuslah kesalahan…
demi lanjutnya Persaudaraan..

Jika datang kepadamu gangguan…
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.

Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar.
Sibukkan diri dalam ibadah dan kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti mu.”

Source : Unknown

Bagaimana seekor kerbau bisa mati hanya karena sebuah OPINI

1. Sehabis pulang dari sawah KERBAU rebahan dikandang dengan wajah lelah dan nafas yang berat. datanglah seekor anjing, kemudian kerbau berkata: “aah..temanku aku sungguh lelah dan kalau boleh besok aku ingin istirahat sehari saja”

2. ANJING pergi dan ditengah jalan dia berjumpa dengan kucing yang sedang duduk di sudut tembok, kemudian anjing berkata: “tadi saya bertemu dengan kerbau dan dia besok ingin beristirahat dulu. sudah sepantasnya sebab boss beri kerjaan terlalu berat”

3. KUCING lalu bercerita kepada kambing: “Kerbau komplain boss kasi kerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia tidak mau kerja lagi”

4. KAMBING pun bertemu ayam dan dia berkata: “Kerbau tidak senang bekerja dengan boss lagi , mungkin ada pekerjaan yang lebih baik lagi”.

5. AYAM pun berjumpa dengan monyet dan dia bercerita pula: “Kerbau tidak akan kerja lagi untuk boss dan ingin kerja ditempat yang lain”.

6. Saat makan malam MONYET bertemu boss dan berkata: “Boss, si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifat nya dan ingin meninggalkan boss untuk kerja di boss yang lain”

7. Mendengar ucapan monyet sang BOSS MARAH BESAR dan tanpa bertanya terlebih dahulu dia lalu menyembelih si kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya.

Ucapan asli kerbau: “SAYA LELAH DAN BESOK INGIN ISTIRAHAT SEHARI” lewat beberapa teman ucapan ini telah berubah dan sampai kepada sang boss menjadi: “Si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan bossnya dan kerja pada boss yang lain”.

Sangat baik untuk disimak:

1. Adakalanya SATU PEMBICARAAN BERHENTI hanya sampai telinga kita saja dan TIDAK USAH sampai kepada telinga orang lain.

2. JANGAN TELAN BULAT-BULAT atau percaya begitu saja SETIAP BERITA atau perkataan orang lain sekalipun itu keluar dari mulut orang terdekat kita. kita perlu CHECK & RECHECK KEBENARANNYA sebelum bertindak atau memutuskan sesuatu, konfirmasi & crosscheck kepada sumbernya langsung

Source : Unknown

Nasihat Indah KH. Musthafa Bisri - Sharing Pagi - 20-08-2015 08:11

1.Kebenaran kita berkemungkinan salah, kesalahan orang  lain berkemungkinan benar. Hanya kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.

2. Kalau Anda boleh meyakini pendapat Anda, mengapa orang lain tidak boleh.

3. Jangan banyak mencari banyak, carilah berkah. Banyak bisa didapat dengan hanya meminta. Tapi memberi akan mendatangkan banyak dan berkah.

4. Tidak ada alasan untuk tak bersedekah kepada sesama. Karena sedekah tidak harus berupa harta. Bisa berupa ilmu, tenaga, bahkan senyum.

5. Apa yang kita makan, habis. Apa yang kita simpan, belum tentu kita nikmati. Apa yang kita infakkan justru menjadi rizki yang paling kita perlukan kelak.

6. Abadikan kebaikanmu dengan melupakannya.

7. Tawakkal mengiringi upaya. Doa menyertai usaha.

8. “Berkata baik atau diam” adalah pesan Nabi yang sederhana tapi sungguh penting dan berguna untuk diamalkan dan disosialisasikan.

9. Janganlah setan terang-terangan engkau laknati dan diam-diam engkau ikuti.

10.Mau mencari aib orang? Mulailah dari dirimu !

11. Hati yang bersih dan pikiran yang jernih adalah suatu anugerah yang sungguh istimewa. Berbahagialah mereka yang mendapatkannya.

12.Meski sudah tahu bahwa memakai kaca mata hitam pekat membuat dunia terlihat gelap, tetap saja banyak yang tak mau melepaskannya.

13. Awalilah usahamu dengan menyebut nama Tuhanmu dan sempurnakanlah dengan berdoa kepadaNya.

14.Ada pertanyaan yang ‘tidak bertanya’; maka ada jawaban yang ‘tidak menjawab’. Begitu.

15. Sambutlah pagi dengan menyalami mentari, menyapa burung-burung, menyenyumi bunga-bunga, atau mendoakan kekasih.

Jangan awali harimu dengan melaknati langit.

16.  Wajah terindahmu ialah saat engkau tersenyum. Dan senyum terindahmu ialah yang terpantul dari hatimu yang damai dan tulus…

INDAHNYA NIAT BAIK - Sharing Siang - 08-08-2015 15:15

(inspirasi sederhana di sekitar wong cilik)

**********

SUPIR ANGKOT

Pagi itu supir2 angkot saling menyalip berebut penumpang. Tak jauh di depan angkot yang kutumpangi seorang ibu dan 3 anaknya berdiri di tepi jalan. Setiap angkot yang berhenti dan berbicara dengan si ibu, langsung melaju kembali. Kejadian ini terus terulang ber-kali2….

Saat angkot yang kutumpangi berhenti, si ibu bertanya, “Dik, lewat terminal bis ya?” Supir menjawab, “Ya bu!” Si ibu tak segera naik, dan berkata lirih, “Tapi saya bertiga dengan anak2 tidak punya ongkos?”

Sambil tersenyum, supir itu menjawab, “Tidak apa2 Bu, naik saja!”

Si ibu tampak ragu2. Sang supir mengulangi perkataannya, “Ayo bu, naik saja, tidak apa-apa!”

Di saat angkot lain berlomba mencari penumpang mengejar setoran, supir yang satu ini rela 4 kursi penumpangnya digratiskan. Sampai di Terminal Bis, 4 orang penumpang itu pun turun, dan mengucapkan terima kasih kepada sang sopir.

Namun di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun dan membayar Rp. 25.000,-

Ketika Supir akan memberi kembalian, pria itu berkata , “Untuk ongkosku dan 4 orang penumpang tadi. Teruslah jadi orang baik ya dik “, kata pria tsb kepada supir angkot muda itu.

- Seorang Ibu yang jujur.

- Seorang Supir yang baik hati.

- Seorang Penumpang yang dermawan.

Mereka saling mendukung dalam berbuat kebaikan.

Hidup ini hanya sekali dan begitu singkat, marilah kita terus berbuat baik.

Jangan berhenti dan jangan pernah merasa lelah untuk berbuat kebaikan.

Semuanya hanya berupa kertas!! - Sharing Siang - 06-08-2015 15:10

Akte kelahiran… adalah kertas.

Kartu imunisasi… kertas.

Piagam kelulusan… kertas.

Ijazah… juga kertas.

— semuanya hanya berupa kertas!! —

Akad nikah… kertas.

Paspor… kertas.

Surat kepemilikan rumah… juga kertas.

Resep dokter… kertas.

Undangan acara… juga kertas.

Sertifikat tanah…kertas jua

Kehidupan kita layaknya kertas-kertas.

Seiring waktu berlaku, dirobek, kemudian dibuang.

Dunia itu semuanya terdiri dari kertas2.

Berapa banyak orang bersedih karena “kertas-kertas” yang dimilikinya.

Dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan “kertas-kertas” yang dimilikinya.

Tetapi, ada satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat manusia selamanya, yaitu:

SURAT KEMATIAN.

Maka persiapkanlah untuk menghadapi kematian, karena itu adalah “KERTAS” terpenting.

Ali bin Abi Thalib berkata:

Dua hal yang tidak akan kekal dalam diri seorang mukmin: “masa mudanya dan kekuatannya.”

Dan dua hal yang berguna untuk setiap mukmin: “akhlak yang mulia dan jiwa yang lapang”.

Dan dua hal pula yang akan mengangkat derajat seorang mukmin: “sikap tawadhu (rendah hati) dan menolong kesulitan orang lain”.

Dan dua hal pula yang menjadi penolak bala’: “sedekah dan silaturahmi”

JAM kehidupan hanya diputar 1 X saja - Sharing Pagi 05-08-2015 08:56

TAK seorangpun SANGGUP
mengatakan KAPAN jarum jam ini akan BERHENTI.
Mungkin Besok
Mungkin Bulan depan
Mungkin Tahun depan

SEKARANG adalah SATU2NYA waktu YANG kita miliki. MANFAATKANLAH hidup ini.
Bekerja SUNGGUH2, SEDIAKAN waktu untuk YG ANDA KASIHI

DEKATKANLAH diri kepada Alloh dan BERIBADAHLAH SUNGGUH2.

JANGAN PERNAH berkata,
“BESOK KAN  masih ada waktu, aku BISA melakukannya besok ”
Karena SETIAP SAAT jarum jam itu DAPAT BERHENTI

Jangan bangga dengan handphone canggih, karena alat komunikasi yang boleh menyelamatkan kita adalah DOA

Jangan bangga dengan rumah mewah, karena rumah terakhir kita di dunia adalah KUBUR

Jangan bangga dgn title/gelar, karena title kita yang terakhir adalah ALMARHUM

Jangan bangga dengan wajah yang cantik/handsome, karena wajah kita yang terakhir adalah TENGKORAK

Jangan bangga dengan mobil mewah ANDA, karena mobil terakhir ANDA adalah KERANDA JENAZAH

Jangan Sombong dengan Tempat tidur, karena tempat tidur yang terakhir adalah TANAH.

BANGGALAH lah dengan Sang Pencipta kita, karena segala pemberian yang baik berasal dari Allah SWT

AJAL Tak MengenaL Waktu dan Usia - Sharing Pagi 04-08-2015 07:23

” Riset Ilmiah membuktikan :

1. Sebuah smartphone, 70% fiturnya tidak terpakai (mubazir).

2. Sebuah mobil mewah, 70% speednya mubadzir.

3. Sebuah villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.

4. Sebuah Universitas, 70% materi kuliahnya tidak dapat diterapkan.

5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70% nya iseng² tidak bermakna.

6. Pakaian & peralatan dalam sebuah rumah, 70%nya nganggur tidak terpakai.

7. Seumur hidup cari duit banyak², 70% nya dinikmati ahli waris.

” Hidup seperti pertandingan bola ” Babak Pertama (masa muda) Menanjak karena Pengetahuan, Kekuasaan, Jabatan, Usaha Bisnis, Salary dsb.

“Babak kedua (masa tua) menurun “Karena Darah Tinggi, Trigliserid, Gula Darah, Asam Urat, kolestrol…. dsb

Waspada dari Awal hingga Akhir, Kita harus Menang 2 Babak !!

Tidak Haus juga harus Minum.

Galau juga Harus Cari Solusi.

Benar Juga Harus Mengalah.

Powerfull juga Perlu Merendah.

Tidak Cape’ pun Perlu Rehat.

Tidak kaya pun Perlu Bersyukur.

Sesibuk Apa pun Juga Perlu Olahraga.

Sadarlah, hidup itu Pendek, pasti ada Saatnya Finish !

Jangan tertipu dengan usia MUDA…

Karena syarat mati tidak mesti TUA…

Jangan terpedaya dengan badan SEHAT…

Karena syarat mati tidak mesti SAKIT.

Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yang baik. Walaupun tidak banyak orang yg memahamimu,

Jadilah seperti jantung,… Yang tidak terlihat tetapi terus berdenyut setiap saat hingga membuat kita terus hidup menjelang akhir hayat…

AJAL Tak MengenaL Waktu dan Usia,

Jadi…Terus Berbuat Baik, Mengucap Syukur apa yg sdh ada & menyampaikan Kebenaran terhadap Sesama…

Semoga kita semua diberi kesehatan dan berkah.

Salam Tafakur

Kebenaran…

kebenaranKebenaran adalah Hakiki, Kebenaran adalah Sejati,  Kebenaran adalah Abadi, karena itu bersahabat dan hiduplah dengan Kebenaran…

Jam Gempa dan Nomor Ayat Quran Kok (Tidak) Cocok?

peta-gempa-padang

Pertanyaan

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mohon pencerahan dari ustadz tentang ramainya SMS tentang kecocokan antara jam terjadinya gempa dengan nomor ayat Quran yang kelihatan ada keterkaitannya. Pertanyaannya : apakah hal ini bisa diterima atau hanya kebetulan saja. Dan bolehkah kita mempercayai hal-hal seperti ini?

Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kita harus mendoakan para korban dan keluarganya agar tabah menjalani cobaan dari Allah. Kita juga harus mengambil banyak pelajaran dari musibah gempa di Padang dan Sumatera umumnya. Pasti ada banyak hikmah di balik peristiwa itu. Kita yakin bahwa tiap kejadian pasti tidak lepas dari qadha’ dan qadar dari Allah SWT.

Tapi mengait-ngaitkan jam kejadian gempa dengan nomor dan ayat Quran, rasanya aneh. Saya memang berkali-kali menerima pertanyaan serupa, baik lewat SMS, email, atau pun pertanyaan langsung.

Jawaban singkatnya hal itu tidak benar dan tidak ada hubungannya. Hanya orang yang kurang wawasan dan pengetahuan dengan ilmu-ilmu Al-Quran yang mudah terjebak dengan otak-atik angka ayat dan surat di Quran.

Mengapa saya katakan demikian?

Sederhana saja, karena ternyata penomoran surat dan ayat di Al-Quran bukan ditetapkan langsung dari langit, alias bukan atas ketetapan dari Allah. Penomoran itu dilakukan oleh manusia, tentu para ulama Quran. Tetapi yang jelas kalau penomoran itu dilakukan manusia, maka nomor-nomor kode surat dan ayat itu buan termasuk wahyu dari Allah. Sebagaimana perbedaan penulisan teks Al-Quran di sekian banyak mushaf yang pasti berbeda jumlah halamannya. Jadi bukan firman Allah.

Lafadz Al-Quran itu memang dari Allah, tetapi penomoran surat dan ayat hanya buatan manusia, meski tetap berdasarkan petunjuk dari Rasulullah SAW. Tetapi penomoran itu tidak baku, sangat mungkin berbeda dan bervariasi.

Jadi sangat tidak relevan kalau dikaitkan dengan jam kejadian Gempa di Padang yang katanya terjadi jam 17.16. Kebetulan saja kalau kita buka Al-Quran pada surat yang ke-17 ayat ke-16, kita akan dapati terjemahannya sbb):

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Oleh mereka yang kurang paham, ayat yang bercerita tentang penghancuran suatu negeri ini ternyata dikait-kaitkan dengan gempa di Padang. Hanya lantaran nomor ayat dan suratnya cocok dengan jam kejadiannya, yaitu jam 17:16. Hmm, kok lucu ya? Kok bisa-bisanya nomor ayat dikait-kaitkan dengan jam kejadian gempa?

Kemudian, terjadi ladi gempa susulan di tempat yang sama. Konon katanya terjadi pada jam 17.58. Kalau kita buka surat ke-17, Al Israa’ ayat 58, kita akan menemukan terjemahanannya sbb :

“Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

Wah, kok kayak kebetulan ya, kok ngepas sekali ayat itu dengan jam kejadian gempa susulan? Kira-kira begitu kita diajak berpikir. Apalagi masih ditambah dengan info yang berikutnya :

Yang tambah bikin penasaran, esoknya terjadi gempa lain, kali ini di di Jambi. Konon kejadiannya pada pukul 8.52. Surat ke-8 itu adalah Surat Al Anfaa. Kalau kita buka ayat nomor 52, terjemahannya sbb :

“(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tidak Nyambung

Jawaban saya tetap bahwa intinya hal itu tidak benar. Malahan sangat tidak benar Kenapa? Ada banyak ketidak-sesuaian dan ketidak-sambungan logika meski terasa sangat dipaksakan.

Bukti sederhana ketida-nyambungnya adalah ketika kita bandingakn dengan sejarah gempa lain di negeri kita. Ambillah contoh gempa di Yogya 27 Mei 2006 yang terjadi jam 05.55 pagi. Coba buka ayat Quran surat ke-5 (Al-Maidah) ayat 55, apa isinya?

al_maidah_55


Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Tidak nyambung kan? Tidak ada kaitannya dengan gempa-gempaan atau musibah atau hal-hal sejenis. Alih-alih bicara gempa, ayat di atas malah bicara tentang sistem kepemimpinan. Mana gempanya?

Kita buktikan lagi dengan Gempa dan Tsunami di Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004. Dalam catatan kejadiannya tepat pada pukul 7:58. Coba buka surat ketujuh yaitu Al-A’raf ayat 58, apa isinya?

al_araaf_58

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

Sekali lagi, mana gempanya? Mana mushibahnya? Mana adzabnya? Nggak ada tuh. Ayat ini sama sekali tidak menyebut-nyebut gempa atau mushibah. Jadi memang tidak ada kaitannya.

Ada begitu banyak ketidak-sesuaian, ketidak-sambungan, dan juga pemaksaan atas sebuah logika yang tidak nyambung. Apalagi kalau kita mau telaah lebih dalam lagi, maka akan semakin tidak nyambung.

Coba kita lihat fakta-fakta berikut ini :

Pertama : Al-Quran Tidak Mengenal Penghitungan Jam

Sistem penghitungan waktu yang dikenal Al-Quran hanya penghitungan hari, bulan dan tahun. Misalnya :

  • Al-Quran menyebut hari Jumat (QS. Al-Jumuah : 9), hari Sabtu (QS. Al-Baqarah : 65)
  • Al-Quran menyebut nama bulan Ramadhan (QS. Al-Baqarah : 185).
  • Quran juga menyebut lama waktu dengan hitungan bulan, seperti pada penangguhan orang yang meng-ila’ istrinya, yaitu selama 4 bulan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Baqarah : 226.
  • Juga masa ‘iddah wanita yang ditinggal mati suaminya, yaitu selama 4 bulan 10 hari, sebgaimana disebutkan dalam Al-Baqarah : 234). Sedangkan yang sudah menopuse masanya adalah 3 bulan, seperti disebutkan dalam At-Thalaq ayat 4.
  • Demikian hukuman diyat salah satunya berpuasa 2 bulan berturut-turut sebagaimana disebutkan dalam Al-Nisa’ ayat 92.
  • Menyusui dan menyapih bayi selama 30 bulan, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Ahqaf ayat 15.
  • Malam Qadar itu lebih baik dari 1.000 bulan (Qs. Al-Qadr : 3)
  • Al-Quran bercerita tentang orang yang ingin diberi umur 1.000 tahun (QS. Al-Baqarah : 96)
  • Masa penyusuan anak idealnya 2 tahun (QS. Al-Baqarah : 233)
  • Orang yang hampir meninggal berwasiat untuk memberi nafkah kepada istri untuk 1 tahun lamanya (QS. Al-Baqarah : 240)
  • Allah mematikan orang selama 100 tahun kemudian menghidupkannya (QS. Al-Baqarah : 259)
  • Allah menyesatkan orang yahudi sehingga berputar-putar kebingungan di muka bumi selama 40 tahun (QS. Al-Maidah : 26)
  • Nabi Yusuf menyarankan untuk bertanam selama 7 tahun karena akan datang masa paceklik selama 7 tahun (QS. Yusuf : 47-48)
  • Ashhabbul Kahfi ditidurkan selama 300 tahun plus 9 tahun (QS. AL-Kahfi : 25)
  • Usia Nabi Muh alaihissalam adalah 1.000 tahun kurang 50 tahun (QS. Al-Ankabut : 14)
  • Sehari di sisi Allah seperti 1.000 tahun dalam perhitungan kita (QS. As-Sajdah : 5)
  • Malaikat-malaikat dan Jibril naik  kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun. (QS. Al-Ma’arij :4)

Tapi tidak pernah sekali pun Al-Quran menyebut-nyebut ukuran waktu dengan format jam. Kenapa?

Mudah saya, karena sistem penghitungan waktu dengan jam yang kita gunakan saat ini, hanya buatan manusia. Berlakunya hanya berlaku di zaman kita ini saja.

Pada saat Al-Quran diturunkan 14 abad yang lalu, manusia belum mengenal pembagian waktu yang sehari 24 jam. Di satu sisi, Al-Quran adalah kitab yang abadi, sementara penggunaan sistem waktu dan jam akan selalu berubah. Bagaimana mungkin Al-Quran menyimpan pesan yang hanya dikhususkan untuk satu zaman saja?

Di masa mendatang boleh jadi kita akan meninggalkan sistem penghitugan jam yang sekarang ini dengan sitem yang lain. Kalau sehari sekarang ini kita hitung menjadi 24 jam, boleh jadi kapan-kapan kita buat menjadi 100 jam dengan ukuran sama yaitu sehari semalam.

Atau boleh jadi kita akan menggunakan sistem jam bintang (baca:stardate) seperti yang diperkenalkan dalam serial film StarTrek. Kalau pakai stardate, gempa di Padang yang jam 17:16 itu adalah -313252.8234398783. Masih minus karena stardate baru akan dimulai pada 1 Januari tahun 2323.

Lalu siapa yang menetapkan bahwa satu hari terdiri dari 24 jam, 1 jam terdiri dari 60 menit, dan 1 menit terdiri dari 60 detik? Yang pasti ketentuan itu tidak datang dari langit sebagai wahyu. Konon besaran itu diambil dari peradaban Babylonia yang mengenal sistem penghitungan sexagesimal yang berbasis angka (60). Sedangkan istilah `jam` konon sudah digunakan oleh peradaban Mesir kuno sebagai 1/24 dari mean matahari.

Yang jadi pertanyaan, apakah Al-Quran mengakui hitungan-hitungan itu lalu menyelipkan informasi di sela-sela nomor ayat? Kok jadi mirip film X-files?

Kedua : Jam Kita Adalah Jam Politis

Selain Al-Quran tidak mengenal penghitungan waktu dengan jam, pada dasarnya sistem jam yang kita gunakan ini bersifat politis. Gempa di Padang itu hanya dianggap terjadi pada jam 17:16 kalau menurut hitungan waktu Indonesia Bagian Barat. Karena Padang itu terdapat di wilayah NKRI.

Tapi seandainya -ini hanya seandainya- kota Padang itu bukan bagian dari Negara Indonesia, tentu gempa tidak terjadi pada jam 17:16, tetapi bisa saja malah jam 18:16 atau jam 16:16. Semua tergantung kebijakan pemerintahannya.

Kok gitu?

Ya memang begitu. Mari kita buat pengandaian. Seandainya kota Padang itu bagian dari Singapura, maka kejadian gempa itu pastinya bukan jam 17:16, tetapi jam 18:16. Sebab meski letaknya lebih di Barat dari Jakarta, tapi secara kebijakan Pemerintah Singapura menetapkan jam mereka lebih dulu dari Indonesia. Kalau Jakarta atau WIB itu GMT+7, ternyata Singapura malah GMT+8.

Padahal posisi Singapura lebih ke Barat dibandingkan Jakarta. Seharusnya Jakarta lebih dulu dari Singapura. Tapi sekali lagi karena ini hanya urusan politis dua negara yang beda pemerintahan, maka akhirnya Singapura yang lebih dekat ke kota Padang malah punya jam yang lebih dulu dari jam Jakarta.

Jadi angka 17:16 yang katanya merupakan surat ke-17 ayat ke-16, kalau dikait-kaitkan dengan jam kejadian gempa Padang, tentu 100% dusta, hanyalah ilusi, hayal, dan tidak tepat. Kenapa? Karena penetapan hitungan jam itu bersifat nisbi.

Salah satu bukti bahwa penetapan jam itu semata-mata politis adalah kalau kita berada di negeri sub-tropis. Setiap ganti musim baik dari musim panas ke musim dingin atau sebaliknya, pemerintah punya kebijakan untuk mengubah atau melompat jam secara massal. Yang tadinya jam 07.00 pagi, secara massal di bawah perintah penguasa, rakyat diminta mengubah jamnya jadi jam 08.00. Heboh kan?

Konon sejarah gonta-ganti jam ini belum lama. Awalnya dimulai pada saat krisis minyak pada tahun 1970-an. Waktu krisis minyak tersebut, harga minyak menjadi berlipat ganda dan minyak pun menjadi barang langka. Berhubung minyak diperlukan untuk seluruh industri dan berbagai keperluan sehari-hari lainnya, pemerintah Swiss (dan beberapa negara Eropa lainnya, kalau nggak salah) memutuskan memajukan satu jam.

Dengan cara itu berarti negara ini menghemat satu jam pemakaian minyak, lantaran satu jam dianggap hilang. Jadi kalau ditetapkan pada tanggal sekian waktu dimajukan satu jam pada jam 12 malam, pada waktu jam menunjukkan 24.00, semua jam dimajukan menjadi jam 01.00. Ini artinya waktu antara 24.00-01.00 tidak eksis alias hilang.

Tapi kemudian `hilang`-nya waktu ini pun diganti pada waktu pergantian jam di musim dingin, dengan diundurnya waktu selama satu jam. Artinya kalau tanggal X harus ganti waktu musim dingin pada jam 12 malam, sewaktu jam menunjukkan pukul 24.00, seluruh jam diundur menjadi 23.00. Artinya waktu 23.00-24.00 berulang dua kali, dua jam. Impas kan. Ribet ya?

Tapi intinya saya cuma mau bilang bahwa penghitungan jam itu sangat nisbi dan sangat politis. Tidak layak Al-Quran memberi informasi berdasark kebijakan politis sebuah pemerintahan.

Ketiga : Sistem Penomoran Ayat Quran Cuma Ijtihad Manusia

Lafadz Al-Quran memang dari Allah SWT yang sampai kepada kita sepanjang 14 abad dengan proses periwayatan yang mutawatir. Tetapi urusan penomoran ayat-ayatnya ternyata tidak merupakan ketetapan dari Allah SWT.

Karena itulah kita menemukan para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah total ayat Al-Quran. Ternyata jumlahnya yang konon 6.666 ayat itu malah tidak ada rujukannya. Cobalah iseng-iseng ambil kalkulator lalu jumlahkan semua ayat yang ada di 114 surat, hasilnya pasti bukan 6.666.

Lho kok?

Nah, biar mudahnya silahkan baca tulisan saya sebelumnya tentang perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang jumlah total ayat Al-quran, silahkan klik di link ini.

Perbedaan dalam menghitung jumlah ayat ini sama sekali tidak menodai Al-Quran. Kasusnya sama dengan perbedaan jumlah halaman mushaf dari berbagai versi percetakan. Ada mushfah yang tipis dan sedikit mengandung halaman, tapi juga ada mushfah yang tebal dan mengandung banyak halaman.

Yang membedakanya adalah ukuran font, jenis dan tata letak (lay out) halaman mushaf. Tidak ada ketetapan dari Nabi SAW bahwa Al-Quran itu harus dicetak dengan jumlah halaman tertentu.

Lalu apa kaitannya dengan tema yang kita sedang bahas?

Kaitannya adalah bahwa nomor ayat itu juga bersifat nisbi. Kalau angka jam digital menyebutkan 17:16, lalu dianggap itu merupakan kode isyarat nomor surat dan ayat di Al-Quran, maka nomor itu mau menggunakan versi yang mana?

Kalau pakai mushaf yang umumnya kita pakai memang barangkali ada kebetulannya untuk cocok, tetapi kita harus ingat bahwa ada berjuta jenis dan versi mushaf di dunia ini, dimana nomor surat dan ayat 17:16 belum tentu terkait dengan musibah gempa.

Keempat : Al-Quran Bukan Buku BMG

Al-Quran sejak awal diturunkan tidak pernah disebutkan mengandung informasi dunia teknologi. Apalagi hanya dikaitkan dengan nomor-nomor surat atau nomor-nomor ayat di dalamnya. Nomor-nomor itu 100% buatan manusia, sama sekali tidak datang dari Allah SWT. Jadi kalau dipercayai sebagai bagian dari wahyu, sungguh sebuah kekeliruan yang fatal.

Memang benar bahwa Al-Quran adalah kitab petunjuk, tetapi tentu saja bukan petunjuk yang terkait dengan hal-hal teknis. Kita tidak akan menemukan tatacara membangun gedung, membikin mobil, menangkap ikan, menanam padi di sawah, atau mengetahui kapan terjadi bencana alam. Jelas sekali Al-Quran tidak diturunkan untuk kebutuhan seperti itu.

Kalau Al-Quran diyakini sebagai buku referensi teknologi, berarti kita secara tidak langsung telah menuduh Nabi Muhammad SAW telah zalim atau tidak mengerti Al-Quran.

Kok gitu?

Ya, karena Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang sah ditugaskan untuk menjelaskan isi Al-Quran, bahkan disebutkan bahwa beliau adalah Al-Quran yang berjalan. Kalau di dalam Al-Quran itu ada info tentang kapan terjadi bencana alam, lalu Nabi SAW diam saja tidak bilang apa-apa, berarti Nabi SAW itu zalim, karena tidak memberikan peringatan dini. Itu kalau kita anggap Nabi SAW tahu semua isi Al-Quran.

Tapi kalau kita bilang bahwa Nabi SAW tidak tahu ada informasi seperti itu di dalam Al-Quran, maka kita juga telah menuduh yang salah kepada beliau. Masak ada info tentang gempa di dalam Al-Quran, Nabi SAW malah tidak tahu? Lalu buat apa jadi nabi? Nabi kok tidak tahu info dalam Al-Quran?

Lebih parah lagi, kenapa Allah SWT terkesan `menyembunyikan` info akan terjadi gempa di dalam Al-Quran? Apakah Al-Quran itu merupakan buku teka-teki? Apakah kita disuruh untuk bermain puzzle dengan nomor ayat Quran? Untuk itukah Quran diturunkan?

Betapa naifnya kalau memang begitu. Quran kitab yang agung itu ternyata tidak lebih hanya dijadikan buku teka-teki yang angka di dalamnya diotak-atik, mirip orang kecanduan judi buntut.

Astaghfirullahal-Adzhiem.

Jadi kesimpulannya, informasi bahwa ayat Al-Quran mengandung misteri terselubung yang berupa data-data akan terjadi gempa tidak lain hanyalah klenik abad 21 yang dimainkan oleh mereka yang bermental Bani Israil, karena tidak lebih dari sekedar asathir (dongeng), levelnya sederajat dengan kisah-kisah israiliyat versi yahudi laknatullahi alaihim. Sayangnya, banyak juga yang terkecoh dengan ilusi model beginian.

Kepercayaan semacam itu sama sekali tidak memberikan nilai tambah apa pun buat Al-Quran. Malah sebaliknya, Quran jadi direndahkan selevel dengan kitab primbon atau mujarobat. Naudzu billah tsumma nauzdu billah.

Wallahu a’lam bishshawab, wasalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

from url:

http://warnaislam.com/syariah/thaharah/2009/10/9/29880/Jam_Gempa_dan_Nomor_Ayat_Quran_Kok_Tidak_Cocok.htm

Renungan 3

doa

Ya Rabb………….

Hadirkanlah cahya kebenaranMU di dalam qolbu

Tuntunlah tapak kaki dalam menyusuri DienMU

Kuatkanlah jiwa untuk selalu memegang teguh SyariatMU

Hanya untuk mencapai mardhotillah….

Ya Rahman…………..

Ampunkan segala maksiat yang telah diperbuat

Dosa-dosa begitu banyak memenuhi hidup

Neraka sangat membayang, Surga sangat terharap

Hanya demi meraih mardhotillah…

Ya Rahim……………

Leraikanlah segala nafsu yang berlebihan pada duniawi

Tatapkanlah basariyah pada kebaikan

Perdengarkanlah alunan nada keinsyafan

Pada diri hamba yang dhoif ini

Untuk keindahan negeri akhiratMU

Ya Ghofur……………….

Sesakilah dada deengan sinar imanMU

Hiasilah akhlak dengan pancaran kesempurnaanMU

Luhurkanlah jiwa dengan keagunganMU

Lepaskanlah diri dari kemunafikan

JannahMU adalah keinginan terbesarku

Syahid adalah impian citaku

Bertemu denganMU adalah tujuanku

Ya Rabb………………

Keindahan hidup adalah suatu ketidakniscayaan….

Jika syariatMU terabaikan

Kesejahteraan hidup adalah suatu kemustahilan…

Jika aturanMU ternafikan

Kenikmatan hidup adalah ketidakmungkinan…..

Jika rahmatMU tak pernah terharapkan

“Penegakkan syariat adalah solusi kehidupan

(2000, kelas 3 SMU)

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.