Archive for Linux and Networking

SMPlayer untuk menyetel DVD di Linux, Merupakan aplikasi alternative front end dari aplikasi Mplayer

Pengembangan dari postingan sebelumnya yang membahas Mplayer, kali ini saya membahas SMplayer. Merupakan aplikasi alternative front end dari aplikasi Mplayer, tampilan lebih user friendly dan navigasinya cukup mudah digunakan.

Instalasi

  1. Buka aplikasi Synaptic Package Manager dengan meng-klik menu System –> Administrations –> Synaptic Package Manager;
  2. Search dengan keyword “mplayer-nogui” dan smplayer ;
  3. Klik kanan pada paket mplayer-nogui dan smplayer, kemudian pilih Mark For Installation dan klik tombol Apply;
  4. Atau melalui terminal, dengan mengetikkan perintah berikut :
 $ sudo apt-get install mplayer-nogui smplayer
               
Berhubung Komputer di rumah saya tidak terhubung ke Internet,
maka saya perlu mengunduh terlebih dahulu file-file .deb yang saya butuhkan
(download dari Packages.ubuntu.com).
Adapun file-file yang saya butuhkan untuk instalasi adalah:
  • smplayer_0.5.20-0ubuntu1_i386.deb
  • hicolor-icon-theme_0.10-1ubuntu1_all.deb
  • kdelibs-data_3.5.10-0ubuntu1~hardy1.1_all.deb
  • kdelibs4c2a_3.5.10-0ubuntu1~hardy1.1_i386.deb
  • libarts1c2a_1.5.9-0ubuntu2_i386.deb
  • libavahi-qt3-1_0.6.22-2ubuntu4.1_i386.deb
  • libc6_2.7-10ubuntu3_i386.deb
  • libcupsys2_1.3.7-1ubuntu3.4_i386.deb
  • libglib2.0-0_2.16.6-0ubuntu1.1_i386.deb
  • libgnutls13_2.0.4-1ubuntu2.3_i386.deb
  • libkrb53_1.6.dfsg.3~beta1-2ubuntu1.1_i386.deb
  • liblua50_5.0.3-3_i386.deb
  • liblualib50_5.0.3-3_i386.deb
  • libopencdk10_0.6.6-1ubuntu1_i386.deb
  • libopenexr2ldbl_1.2.2-4.4ubuntu1_i386.deb
  • libpcre3_7.4-1ubuntu2.1_i386.deb
  • libqt3-mt_3.3.8-b-0ubuntu3_i386.deb
  • tzdata_2008b-1ubuntu1_all.deb
 
Kenapa begitu banyak, soalnya file-file tersebut satu sama lain saling
ber-depedency karena ubuntu 7.10 saya tidak pernah diupdate.
 
Ok, buka terminal, kemudia ketikkan perintah untuk instalasi manual-nya:

root@noviyanto:/media/V-GEN# dpkg -i
smplayer_0.5.20-0ubuntu1_i386.deb

Selecting previously deselected package smplayer.

(Reading database … 92746 files and directories currently installed.)

Unpacking smplayer (from smplayer_0.5.20-0ubuntu1_i386.deb) …

dpkg: dependency problems prevent configuration of smplayer:

smplayer depends on kdelibs4c2a (>= 4:3.5.7-1); however:

Package kdelibs4c2a is not installed.

smplayer depends on libqt3-mt (>= 3:3.3.8really3.3.7); however:

Package libqt3-mt is not installed.

 
Jika ada comment “dpkg: dependency problems….”, berarti file dependency-nya harus diinstal terlebih dahulu.
 
Kalau sudah selesai, SMplayer akan terdapat pda menu Application -
Sounds & Video - SMplayer                               

Penggunaan

Untuk menjalankan aplikasi audacious klik menu Applications - Sound & Video - SMPlayer.

smplayer


Dibawah ini merupakan tabel tombol navigasi pada panel SMPlayer.

ket_smplayer

Salah satu fitur yang paling menarik dari SMPlayer: ia akan mengingat pengaturan semua file yang pernah dimainkan. Sehingga jika kita mulai menonton film, namun kita harus pergi … jangan khawatir, bila kita buka film lagi SMplayer akan melanjutkan pada titik yang sama saat kita tinggalkan, dan dengan pengaturan yang sama: audio track, subtitle, volume …

SMPlayer dikembangkan dengan Qt toolkit, sehingga multi-platform. Program executable untuk Windows juga tersedia

Sedikit fitur tambahan yang menarik:

  • Subtitle yang dapat dikonfigurasi. Kita dapat memilih huruf dan ukurannya, dan bahkan warna untuk subtitle
  • Audio track switching. Kita dapat memilih audio track yang ingin kita dengarkan. Bekerja dengan avi dan mkv. Dan tentu saja DVD
  • Delay audio dan subtitle dapat disesuaikan. Memngkan kita untuk sinkronisasi audio dan subtitle
  • SMPlayer berada dalam GPL license.

Peer to Peer antar Laptop

Dalam suatu pertemuan di kelas untuk mata kuliah Jarkom Lanjut, ada seorang mahasiswa yang bertanya bagaimana sih menghubungkan laptop dengan wifi-nya (tanpa kabel) untuk koneksi Peer to Peer. Saya pikir gimana ya?Blm pernah nih, jadi pengen nyoba. Setelah mencari tahu, akhirnya diperolehlah setting seperti di bawah ini (pake windows XP)

Jaringan wireless ad hoc sangat cocok dilakukan pada saat saat penting untuk menghubungkan dua buah laptop atau lebih secara langsung tanpa membutuhkan peralatan tambahan seperti wireless router atau access point. Tidak hanya untuk keperluan File Sharing, bisa juga untuk share koneksi internet.

Konfigurasi yang dibutuhkan tidaklah rumit. Untuk membuat jaringan wireless ad hoc, tiap wireless adapter cukup di setting menjadi Mode Ad Hoc (mode standart adalah infrastructure mode).

Cara mensetting laptop utama.
- Klik Start> Control Panel> Network Connections.
- Klik kanan pada wireless network connection, lalu klik Properties

- Pada Wireless Network Connection Properties, klik tab Wireless Networks
- Klik Add pada bagian Preferred networks

- Selanjutnya isilah Network Name (SSID) untuk jaringan yang akan anda buat
- Jangan lupa untuk mencentang check box This is a computer-to-computer (ad hoc)network: wireless access point are not used
- Anda juga dapat membubuhkan WEP Password agar koneksi anda aman.

- Klik OK dan OK lagi untuk menyimpan konfigurasi anda.

Cara mensetting laptop lainnya.
Windows XP otomatis akan mendeteksi jika ada Wireless Network yang aktif
adhoc4.JPG

- Klik kanan pada icon Wireless Network yang berada pada taskbar, lalu klik View Available Wireless Networks.
adhoc5.JPG
- Wireless Network Connection akan menampilkan list SSID wireless anda. Klik SSID wireless anda lalu klik Connect.
adhoc6.JPG

Jika pada laptop utama anda bubuhkan WEP Password maka windows XP akan meminta anda untuk mengisi password sebelum anda terkoneksi ke jaringan ad hoc anda.

update:
Windows XP yang tidak mempunyai DHCP Server service membuat user harus membuat IP secara manual, baik yang broadcast maupun client yang melakukan koneksi.

Pada kasus dilapangan… Ad Hoc Connection ini satu buah ad hoc service bisa menampung multi user (tidak hanya 1 user)

From url http://www.hinamagazine.com/index.php/2007/12/08/ad-hoc-wireless-connection/

DHCP Server with Debian

Ruang staf labTI kalimalang seringkali dikunjungi oleh asisten buat kumpul-kumpul,  maklumlah ngga ada ruang asisten, jadi ngumpulnya di ruang staf. Terkadang beberapa dari mereka yang membawa laptop ingin terkoneksi ke Internet tapi tidak dengan Hotspot-nya Kampus J, katanya sih di ruangan J1222 sinyalnya lemah. So, saya sediakan aja 1 kabel UTP untuk mereka, jadi yang mau nge-net pake kabel di ruangan staf harus gantian. Masalahnya, sangat tidak praktis klo saya harus memberitahukan IP Address yang bisa mereka gunakan berikut Gateway-nya setiap kali mereka nyolok kabel. Pikiran pertama saya adalah menyediakan IP DHCP untuk mereka, jadi saya harus menjalankan Router ruang staff sekaligus sebagai DHCP Server.

Menginstal DHCP
debian-labtixm:/etc#apt-get install dhcp3

debian-labtixm:/etc# cd dhcp3

debian-labtixm:/etc/dhcp3# ls

dhclient-enter-hooks.d dhcpd.conf dhcpd.conf.dpkg-old

 

Saya buka script konfigurasi dhcpd.conf dan saya isi value sesuai dengan kondisi network ruang staf

debian-labtixm:/etc/dhcp3# vi dhcpd.conf

# A slightly different configuration for an internal subnet.

subnet 10.xx.x.x netmask 255.255.255.0 { # definisikan subnet berikut netmask-nya

range 10.xx.x.x 10.xx.x.x; # range IP yang disediakan untuk client

option domain-name-servers 192.xxx.xxx.x, 222.xxx.xxx.xx; # definisikan dns-nya

# option domain-name “internal.example.org”;

option routers 10.xx.x.x; # IP private router ruang staf

option broadcast-address 10.xx.x.xxx; # Broadcast address

default-lease-time 600; # Waktu default lease IP client selama 600 detik

max-lease-time 7200; # Waktu maximal lease time IP client selama 7200 detik

}

:wq

 

Restart DHCP3-server yang ada di direktori /etc/init.d/

debian-labtixm:/etc/dhcp3# /etc/init.d/dhcp3-server restart

Stopping DHCP server: dhcpd3.

Starting DHCP server: dhcpd3.

debian-labtixm:/etc/dhcp3#

Jadi deh DHCP Server

RTO dan Speed/duplex setting

Suatu saat, saya merasa bingung dengan kondisi jaringan pada labTI kalimalang. Di suatu komputer (pake Windows) tertentu tidak bisa dilakukan perintah ping ke komputer lain atau ping ke komputer tersebut alias RTO.

Setelah dicek fisik, dengan melihat kabel network pada CPU dimaksud, terpasang atau tercabut dari slot NIC, ternyata terpasang, kemudian dilihatlah lampu indikator NIC tersebut berwarna orange atau hijau, rupanya orange, ada kemungkinan paket data dari CPU tersebut lost dengan status Request Time Out setiap di ping.

Solusi yang saya coba adalah:
Buka window Local Area Conection Status yang ada di pojok kanan bawah layar monitor berupa ikon 2 monitor kecil, klik Properties-Configure-Advance, pada list Property pilih Speed/duplex setting, jika Value-nya adalah Full autonegotiation, rubah menjadi Force 10 Full Duplex-OK. Tunggu beberapa saat dan saya coba tes ping kembali ke komputer yang lain.

duplex

Ternyata bisa di ping…

Menjalankan Aplikasi Windows di Ubuntu dengan Wine

Wine Is Not an Emulator. Wine adalah implementasi Open Source dari Windows API yang bekerja di atas X dan Unix. Kita dapat membayangkan Wine sebagai compatibility layer untuk menjalankan program Windows. Wine tidak membutuhkan Microsoft Windows, Wine adalah implementasi alternatif yang bebas dari Windows API terdiri atas 100% kode yang bukan berasal dari Microsoft, akan tetapi Wine dapat memilih untuk menggunakan Windows DLLs jika ini tersedia.

Dengan kata lain, Wine dapat membuat kita menjalankan aplikasi Windows di Linux.

(dari wiki.ubuntu-id.org)

Versi Ubuntu saya adalah Ubuntu 7.10 yang kebetulan tidak terkoneksi ke Internet. Seperti biasa, saya harus mendownload packages Wine yg saya butuhkan satu-persatu. Packages-packages yang saya butuhkan adalah:

1. binfmt-support_1.2.10_all.deb

2. linux-libc-dev_2.6.22-15.56_i386.deb

3. libc6-dev_2.6.1-1ubuntu9_i386.deb

4. winbind_3.0.26a-1ubuntu2.5_i386.deb

5. samba-common_3.0.26a-1ubuntu2.5_i386.deb

6. wine_1.0.0~winehq0~ubuntu~7.10-2_i386.deb

7. wine-dev_1.0.0~winehq0~ubuntu~7.10-2_i386.deb

Semuanya dapat ditemukan di http://packages.ubuntu.com

Trus instal manual satu persatu dengan urutan seperti diatas

root@noviyanto:/media/CRUZER# dpkg -i binfmt-support_1.2.10_all.deb

Kemudian setelah wine terinstall, wine dapat dijalankan melalui terminal (Applications > Accessories > Terminal). Setelah itu kita dapat menginstall/menjalankan program Windows dengan Wine

1. Siapkan berkas EXE, dalam hal ini saya coba menginstal WInamp
2. Arahkan terminal ke direktori dimana berkas exe berada dengan menggunakan perintah cd

contoh:

root@noviyanto:/# cd media/disk/Software\ Mentahan/Program/Multimedia\ Tools/Winamp\ 5.22/

3. Gunakan perintah: wine nama-berkas.exe
contoh:

root@noviyanto:/media/disk/Software Mentahan/Program/Multimedia Tools/Winamp 5.22# wine  winamp554_full_emusic-7plus_en-us.exe

screenshoot1

 Di bawah ini adalah Screenshoot ketikaWinamp dengan sukses dijalankan di Ubuntu 7.10 saya

screenshoot2

Nonton video .avi di Ubuntu

Salah satu permasalahan yang saya alami ketika saya menggunakan Ubuntu 7.10 GutsyGibbon adalah tidak bisanya saya memutar file video  yang ber-extention .avi . Wah sayang sekali kalau .avi ga bisa saya tonton, padahal hasil gambarnya biasanya bagus. Kemudian saya cari info lagi  ternyata  solusi terbaik katanya pake mplayer itu bisa buka .avi. Selanjutnya saya buktikan dengan berbagai cara, ya mau gimana lagi hanya download package satu persatu yang bisa saya lakukan (packages.ubuntu.com).
mplayer
Berikut package-package yang dibutuhkan untuk install MPlayer:
1.    libartsc0
2.    libaudio2
3.    libdvdread3
4.    libmp4v2-0
5.    libfaac0
6.    libgii1-target-x
7.    libgii1
8.    libggi2
9.    liblame0
10.    liblzo1
11.    libungif4g
12.    libx264-54
13.    libxvidcore4
14.    mplayer-skins
15.    libmad0
16.    libmpcdec3
17.    libpulse0
18.    mplayer

Itu adalah urutan install Mplayer.

caranya :
+ masuk terminalnya Ubuntu
+ masuk ke root dengan $ su -
+ masukan password root
+ lalu, ketikan $ sudo dpkg -i libartsc0_1.5.8-0ubuntu1_i386.deb
lakukan instal satu persatu, seperti diatas, kalo sudah selesai, coba lihat di Application–>Sound & Video–>Mplayer

Mudah koq, yang bikin pusing cuman harus instal satu persatu packages diatas. Sekarang saya juga sudah bisa menjalankan .avi di komputer saya.

Dengerin MP3 pake XMMS di Ubuntu

Cari tau gmn caranya dengerin MP3 di Ubuntu, dapet deh solusinya. Katanya bisa dengan menginstal XMMS kemudian cari-cari info tentang itu. XMMS adalah aplikasi untuk memutar file mp3 di linux yang open source

.xmms

Wah jadi semangat beralih kelinux, terutama UBUNTU :-)
Buat saya yang komputernya tidak selalu OL ke Internet, saya cukup unduh file-file berikut (ada di packages.ubuntu.com) :
* libglib1.2_1.2.10-10.1build1_i386.deb
* libgtk1.2-common_1.2.10-18_all.deb
* libgtk1.2_1.2.10-18_i386.deb
* xmms_1.2.10+cvs20050809-4ubuntu5_i386.deb
* xmms-skins_0.6-1_all.deb
kemudian instalkan satu persatu, sesuai dengan urutan di atas.
caranya :
+ masuk terminalnya Ubuntu
+ masuk ke root dengan $ su -
+ masukan password root
+ lalu, ketikan $ sudo dpkg -i libglib1.2_1.2.10-10.1build1_i386.deb
lakukan instal satu persatu, seperti diatas, kalo sudah selesai, coba lihat di Application–>Sound & Video–>XMMS
untuk mengubah skin, sama halnya dengan mengubah skin pada winamp

Setting Samba pada Ubuntu

Saat baru mencoba dan “ketagihan” untuk terus mencoba, membuat saya sadar bahwa seharusnya hasil “percobaan” saya tersebut selayaknya dibuatkan dokumentasi. Itulah yang terjadi ketika saya menginstal Linux pada komputer kerja saya. Open Suse adalah distro pertama yang saya install, tapi dalam perjalanannya, saya merasakan banyak kesulitan dalam melakukan konfigurasi. Maklumlah, namanya juga baru kenal dan baru belajar, inginnya sih langsung belajar konfigurasi dari konsole linux, tidak menggunakan aplikasi GUI-nya. Tapi ternyata kebanyakan mentok-nya, so…, beralihlah ke distro “sejuta umat” yaitu Ubuntu. Alhamdulillah, di distro ini saya merasa agak lebih mudah untuk melakukan konfigurasi sesuai keinginan saya, yaitu di konsole.

 

Setting ini mungkin sudah sangat mudah bagi pengguna Linux yang sudah lama menggunakan OS tersebut. Tapi kembali kepada maksud awal saya, mendokumentasikan hal-hal yang baru saya pelajari, untuk itulah tulisan ini tertuang.

 

Setting Samba pada Ubuntu

Waktu saya menginstal, Ubuntu saya belum ada Samba-nya. Gimana cara saya tahu? waktu saya kasih perintah:

# etc/init.d/samba start

 

Service tersebut tidak bisa jalan, yo wis, akhirnya saya coba install langsung dari terminal.

# apt-get install samba

 

Eh, ternyata ngga bisa juga, akhirnya saya sadar kalau Ubuntu saya belum di-update.

# apt-get update

 

Oh iya, dua perintah terakhir dapat dijalankan jika koneksi internet tersambung, kalau ngga? ya ngga bisa.

Selanjutnya saya ulang perintah:

# apt-get install samba

 

Berhasil. Selanjutnya saya ingin men-sharing sebuah folder, folder yang ingin saya sharing adalah /home/documents/. Saya jalankan nautilus dari terminal.

# nautilus

 

Saya menuju ke /home/documents/ , klik kanan dan pilih share options, langsung saya OK.

 

Lalu tugas saya selanjutnya adalah menambahkan samba user pada system

# useradd namauser

# smbpasswd -a namauser

Kemudian membuat file konfigurasi yang akan digunakan untuk menampung samba user

# pico /etc/samba/smbusers

sisipkan baris dibawah ini :

system_username = “namauser”

simpan dan keluar dari editan

Script dibawah ini untuk membuat folder sharing kita bila diakses pada komputer lain akan meminta diisikan pssword. Cari baris:

; security = user

 

ganti dengan:

 

security = user

username map = /etc/samba/smbusers

 

simpan dan keluar

 

 

Untuk security level = share (tidak membutuhkan password dalam mengakses samba): pastikan ada script ini:

security = share
domain master=yes
domain logons=yes
encrypt password=yes
security = share

Untuk mengetes apakah konfigurasinya telah berhasil, ketikkan perintah:

# testparm

kemudian restart sambanya

# /etc/init.d/samba restart

Mensharing folder home dengan opsi read and write

edit file smb.conf

cari baris

# By default, the home directories are exported read-only. Change next

# parameter to ‘yes’ if you want to be able to write to them.

writable = no

ganti dengan

# By default, the home directories are exported read-only. Change next

# parameter to ‘yes’ if you want to be able to write to them.

writable = yes

restart samba-nya

Untuk mengakses linux komputer linux saya dari komputer windows, pada start menuà run, saya ketikkan //ip_address, sama seperti mengakses komputer windows lainnya.

Dari sesama linux, cukup ketikkan: smb:///ip_address pada nautilus-nya ubuntu.

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.