Archive for August 8, 2015

Menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri - Sharing Siang -08-08-2015 15:19

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, “Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!”

Penjaga kuburan itu menganggukan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.

Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, “Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang

telah menolong saya.”

“O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda.” jawab pria itu.

“Apa, maaf?” tanya wanita itu denga gusar.

“Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang.

Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya,” jawab pria itu.

Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.

Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.

“Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal..

Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.

Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!”

Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.

INDAHNYA NIAT BAIK - Sharing Siang - 08-08-2015 15:15

(inspirasi sederhana di sekitar wong cilik)

**********

SUPIR ANGKOT

Pagi itu supir2 angkot saling menyalip berebut penumpang. Tak jauh di depan angkot yang kutumpangi seorang ibu dan 3 anaknya berdiri di tepi jalan. Setiap angkot yang berhenti dan berbicara dengan si ibu, langsung melaju kembali. Kejadian ini terus terulang ber-kali2….

Saat angkot yang kutumpangi berhenti, si ibu bertanya, “Dik, lewat terminal bis ya?” Supir menjawab, “Ya bu!” Si ibu tak segera naik, dan berkata lirih, “Tapi saya bertiga dengan anak2 tidak punya ongkos?”

Sambil tersenyum, supir itu menjawab, “Tidak apa2 Bu, naik saja!”

Si ibu tampak ragu2. Sang supir mengulangi perkataannya, “Ayo bu, naik saja, tidak apa-apa!”

Di saat angkot lain berlomba mencari penumpang mengejar setoran, supir yang satu ini rela 4 kursi penumpangnya digratiskan. Sampai di Terminal Bis, 4 orang penumpang itu pun turun, dan mengucapkan terima kasih kepada sang sopir.

Namun di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun dan membayar Rp. 25.000,-

Ketika Supir akan memberi kembalian, pria itu berkata , “Untuk ongkosku dan 4 orang penumpang tadi. Teruslah jadi orang baik ya dik “, kata pria tsb kepada supir angkot muda itu.

- Seorang Ibu yang jujur.

- Seorang Supir yang baik hati.

- Seorang Penumpang yang dermawan.

Mereka saling mendukung dalam berbuat kebaikan.

Hidup ini hanya sekali dan begitu singkat, marilah kita terus berbuat baik.

Jangan berhenti dan jangan pernah merasa lelah untuk berbuat kebaikan.

Semuanya hanya berupa kertas!! - Sharing Siang - 06-08-2015 15:10

Akte kelahiran… adalah kertas.

Kartu imunisasi… kertas.

Piagam kelulusan… kertas.

Ijazah… juga kertas.

— semuanya hanya berupa kertas!! —

Akad nikah… kertas.

Paspor… kertas.

Surat kepemilikan rumah… juga kertas.

Resep dokter… kertas.

Undangan acara… juga kertas.

Sertifikat tanah…kertas jua

Kehidupan kita layaknya kertas-kertas.

Seiring waktu berlaku, dirobek, kemudian dibuang.

Dunia itu semuanya terdiri dari kertas2.

Berapa banyak orang bersedih karena “kertas-kertas” yang dimilikinya.

Dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan “kertas-kertas” yang dimilikinya.

Tetapi, ada satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat manusia selamanya, yaitu:

SURAT KEMATIAN.

Maka persiapkanlah untuk menghadapi kematian, karena itu adalah “KERTAS” terpenting.

Ali bin Abi Thalib berkata:

Dua hal yang tidak akan kekal dalam diri seorang mukmin: “masa mudanya dan kekuatannya.”

Dan dua hal yang berguna untuk setiap mukmin: “akhlak yang mulia dan jiwa yang lapang”.

Dan dua hal pula yang akan mengangkat derajat seorang mukmin: “sikap tawadhu (rendah hati) dan menolong kesulitan orang lain”.

Dan dua hal pula yang menjadi penolak bala’: “sedekah dan silaturahmi”

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.