Tua atau Dewasa?
Tua adalah Pasti, Dewasa adalah Pilihan, jadilah seorang yang Dewasa, bukan hanya sekedar seorang Tua yang belum tentu seorang yang Dewasa…
Tua adalah Pasti, Dewasa adalah Pilihan, jadilah seorang yang Dewasa, bukan hanya sekedar seorang Tua yang belum tentu seorang yang Dewasa…
Kebenaran adalah Hakiki, Kebenaran adalah Sejati, Kebenaran adalah Abadi, karena itu bersahabat dan hiduplah dengan Kebenaran…
Tiba di Bandara Adisutjipto Jogja, pukul 10.50, perjalanan yang tidak terlalu panjang karena berangkat dari Cengkareng itu jam menunjukkan pukul 10.00 WIB teng. Lumayan ada waktu untuk istirahat sebelum acara dimulai jam 19.00 nanti malam. Di hotel Inna Garuda ternyata baru kami (2 orang) dari Kopertis III yang check-in, teman-teman dari 11 Kopertis yang lain belum ada yang sampai di Jogja, sedangkan acara masih dimulai jam 19.00 nanti malam. Alhamdulillah ada waktu buat istirahat.
Ifthor (buka puasa) di Jogja hari ini jam 17.40, lebih cepat dari Jakarta. Ternyata di waktu berbuka puasa, teman-teman dari Kopertis lain sebagian besar sudah hadir, jadilah acara berbuka puasa disertai acara obrolan yang seru antar operator EPSBED dari tiap-tiap Kopertis.
Acara dibuka oleh Bapak Mulyono, SH., MM sebagai Kasubdit Evaluasi Akademik pada Direktorat Akademik mewakili Ditjen Dikti. Selanjutnya, diskusi yang alot mewarnai jalannya acara meeting kali ini. Masing-masing Kopertis mengeluarkan unek-unek dan keluhan mereka disertai saran untuk perbaikan dari masalah yang mereka hadapi dalam rangka perbaikan laman EPSBED yang baru. Bapak Ir Wahyu Catur Wibowo MSc., Ph.D selaku pengembang laman EPSBED baru dengan tekun mendengar dan mencatat semua yang disampaikan oleh para peserta meeting, termasuk dari kami Kopertis Wilayah III Jakarta. Akhirnya lepas juga unek-unek kami, masalahnya mulai dari jumlah dosen yang berbeda dengan data laporan EPSBED dari PTS, jumlah mahasiswa yang lebih banyak, sehingga mempengaruhi porses perpanjangan ijin prodi PTS yang bersangkutan.
Pak Mulyono menutup sesi meeting malam ini dengan janji bahwa Tim EPSBED Dikti akan memperbaiki semua hal yang kurang pada laman baru secara perlahan-lahan, semoga…..Dan keputusan lain yang didapat adalah bahwa PTS wajib melaporkan data EPSBED 2009/1 paling lambat tanggal 25 September 2010.

Waktu menunjukkan jam 23.30 saat acara dinyatakan selesai. Mudah-mudahan besok pagi meetingnya tidak terlalu lama sehingga ada waktu buat jalan-jalan, setidaknya ke Malioboro buat belanja oleh-oleh….
Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan bahkan jutaan pembaca dalam berita-berita media massa…
Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu …’siapa calon bapak si jabang bayi?’
Weleh-weleh,,……mungkin kita bisa berkata; “ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi”. Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.
Wuiiih……ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan bahkan jutaan orang saat ini sedang menikmati aktivitasnya [apapun] diketahui orang, dikomentarin orang bahkan [mohon maaf].. dilecehkan’ orang. Dan lebih herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan,,.
Fenomena itu bernama FACEBOOK.
Setiap saat para facebooker meng-update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja, hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga atau rahasia menjadi kebanggaan di statusnya. Mungkin beberapa contoh status facebook bisa diperhatikan dibawah ini:
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya…..?”——kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh…”
Seorang wanita lainnya menuliskan ” Bangun tidur, badan sakit semua, biasa….habis malam jumat ya begini…:” kemudian komen2 nakal bermunculan…
Ada yang menulis “Bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi….”,—-kemudian komen2 pelecehan bermunculan. Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “Habis minum jamu nih…., ada yang mau menerima tantangan ?’—-langsung berpuluh2 komen datang.
Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit…”
Ada juga yang nulis ” mau tidur nih, panas banget…bakal tidur pake dalaman lagi nih” …. dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya yg tidak pantas dilakukan oleh seorang mukmin seperti kita. Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita. Ada lagi yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitivitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.
Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru saja diupload dialbumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah-raga memakai kaos dan celana pendek…..padahal sebagian besar yg ada didalam foto tersebut saat ini sudah berjilbab.
Ada seorang wanita meng-upload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria…. Ada pula seorang pria meng-upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang. Rasanya hilang; apa yang telah diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah SWT…., yaitu Muhammad Rasulullah SAW kepada umatnya, seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya.
Ingatkah kita ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha
” Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Aisyah menjawab ” wahai Rasulullah, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasulullah dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Jadi, tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah Rasulullah.
Ingatkah kita; Abdurrahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari Mekah ke Madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukkan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Malu itu sebagian dari iman”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita, hegemoni `kesenangan semu’ dan dibungkus dengan `persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.
Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita “Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (HR. Bukhari).
Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.
Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan `kesenangan’, `gurauan’ membuat kehormatan kita luntur tak berbekas.
Beberapa orang sering dgn mudahnya meng-up date status mereka dgn kata-kata yg tidak jelas; entah apa tujuannya selain untuk numpang beken, cari perhatian dan pengin ada komen-komen dari lainnya”.
Dingin . . .
B.E.T.E. . . .
Kangen . .
Puanass buaget neh !Arghhh .. . !!!!
Gile tuh org !
Aku masih menanti . . .
etc….
Mari kita jaga martabat dan akhlaq kita sbg orang beriman dgn selalu menjaga segala sesuatu yg tdk pantas kita lakukan.. Semoga Alloh memberikan selalu pencerahan iman untuk kita smua, amien.
Alhamdulillahi jazaa kumullohu khoiron.
[by ishaq m ]
From milis :Al-Ikhwan@yahoogroups.com, Selasa, 27 Oktober 2009
Bulan Juni 2008 adalah pertama kali saya mengendarai kendaraan bermotor milik sendiri berupa sebuah skuter matik keluaran tahun itu juga. Namanya barang gres, maunya yang terbaik buat skutik tersebut. Jadilah bahan bakar tanpa timbal menjadi pilihan.
Kebetulan Pertamina punya produk Pertamax, akhirnya Pertamax menjadi BBM favorit untuk skutik saya. Saat itu harga Pertama masih berada pada kisaran diatas Rp 10.000/liter. Kadangkala ketika kondisi kantong tidak memungkinkan, terisilah tangki BBM saya dengan Premium.
Alhamdulillah dengan pekerjaan tetap yang saya miliki sekarang, persoalan Pertamax atau Premium sudah tidak menjadi masalah lagi. Ngga tahu kenapa, saya merasa lebih comfort menggunakan Pertamax daripada menggunakan BBM lain yang bertimbal, sekalian juga bisa ikut berkontribusi dalam mengurangi Global Warming. Harapan saya semoga harga Pertamax bisa turun lagi.
Banyak manfaat yang saya dapatkan ketika telah memiliki kendaraan sendiri, yang paling utama tentunya kemudahan mobilitas ke berbagai tempat dengan cepat, mudah, dan murah. yang pasti menggunakan kendaraan sendiri membuat saya bisa selalu On-Time sampai di kantor dan dapat bekerja keras dengan lebih berenergi.

Pertanyaan
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mohon pencerahan dari ustadz tentang ramainya SMS tentang kecocokan antara jam terjadinya gempa dengan nomor ayat Quran yang kelihatan ada keterkaitannya. Pertanyaannya : apakah hal ini bisa diterima atau hanya kebetulan saja. Dan bolehkah kita mempercayai hal-hal seperti ini?
Terima kasih atas jawabannya.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jawaban
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kita harus mendoakan para korban dan keluarganya agar tabah menjalani cobaan dari Allah. Kita juga harus mengambil banyak pelajaran dari musibah gempa di Padang dan Sumatera umumnya. Pasti ada banyak hikmah di balik peristiwa itu. Kita yakin bahwa tiap kejadian pasti tidak lepas dari qadha’ dan qadar dari Allah SWT.
Tapi mengait-ngaitkan jam kejadian gempa dengan nomor dan ayat Quran, rasanya aneh. Saya memang berkali-kali menerima pertanyaan serupa, baik lewat SMS, email, atau pun pertanyaan langsung.
Jawaban singkatnya hal itu tidak benar dan tidak ada hubungannya. Hanya orang yang kurang wawasan dan pengetahuan dengan ilmu-ilmu Al-Quran yang mudah terjebak dengan otak-atik angka ayat dan surat di Quran.
Mengapa saya katakan demikian?
Sederhana saja, karena ternyata penomoran surat dan ayat di Al-Quran bukan ditetapkan langsung dari langit, alias bukan atas ketetapan dari Allah. Penomoran itu dilakukan oleh manusia, tentu para ulama Quran. Tetapi yang jelas kalau penomoran itu dilakukan manusia, maka nomor-nomor kode surat dan ayat itu buan termasuk wahyu dari Allah. Sebagaimana perbedaan penulisan teks Al-Quran di sekian banyak mushaf yang pasti berbeda jumlah halamannya. Jadi bukan firman Allah.
Lafadz Al-Quran itu memang dari Allah, tetapi penomoran surat dan ayat hanya buatan manusia, meski tetap berdasarkan petunjuk dari Rasulullah SAW. Tetapi penomoran itu tidak baku, sangat mungkin berbeda dan bervariasi.
Jadi sangat tidak relevan kalau dikaitkan dengan jam kejadian Gempa di Padang yang katanya terjadi jam 17.16. Kebetulan saja kalau kita buka Al-Quran pada surat yang ke-17 ayat ke-16, kita akan dapati terjemahannya sbb):
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
Oleh mereka yang kurang paham, ayat yang bercerita tentang penghancuran suatu negeri ini ternyata dikait-kaitkan dengan gempa di Padang. Hanya lantaran nomor ayat dan suratnya cocok dengan jam kejadiannya, yaitu jam 17:16. Hmm, kok lucu ya? Kok bisa-bisanya nomor ayat dikait-kaitkan dengan jam kejadian gempa?
Kemudian, terjadi ladi gempa susulan di tempat yang sama. Konon katanya terjadi pada jam 17.58. Kalau kita buka surat ke-17, Al Israa’ ayat 58, kita akan menemukan terjemahanannya sbb :
“Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”
Wah, kok kayak kebetulan ya, kok ngepas sekali ayat itu dengan jam kejadian gempa susulan? Kira-kira begitu kita diajak berpikir. Apalagi masih ditambah dengan info yang berikutnya :
Yang tambah bikin penasaran, esoknya terjadi gempa lain, kali ini di di Jambi. Konon kejadiannya pada pukul 8.52. Surat ke-8 itu adalah Surat Al Anfaa. Kalau kita buka ayat nomor 52, terjemahannya sbb :
“(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”
Tidak Nyambung
Jawaban saya tetap bahwa intinya hal itu tidak benar. Malahan sangat tidak benar Kenapa? Ada banyak ketidak-sesuaian dan ketidak-sambungan logika meski terasa sangat dipaksakan.
Bukti sederhana ketida-nyambungnya adalah ketika kita bandingakn dengan sejarah gempa lain di negeri kita. Ambillah contoh gempa di Yogya 27 Mei 2006 yang terjadi jam 05.55 pagi. Coba buka ayat Quran surat ke-5 (Al-Maidah) ayat 55, apa isinya?

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).
Tidak nyambung kan? Tidak ada kaitannya dengan gempa-gempaan atau musibah atau hal-hal sejenis. Alih-alih bicara gempa, ayat di atas malah bicara tentang sistem kepemimpinan. Mana gempanya?
Kita buktikan lagi dengan Gempa dan Tsunami di Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004. Dalam catatan kejadiannya tepat pada pukul 7:58. Coba buka surat ketujuh yaitu Al-A’raf ayat 58, apa isinya?

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
Sekali lagi, mana gempanya? Mana mushibahnya? Mana adzabnya? Nggak ada tuh. Ayat ini sama sekali tidak menyebut-nyebut gempa atau mushibah. Jadi memang tidak ada kaitannya.
Ada begitu banyak ketidak-sesuaian, ketidak-sambungan, dan juga pemaksaan atas sebuah logika yang tidak nyambung. Apalagi kalau kita mau telaah lebih dalam lagi, maka akan semakin tidak nyambung.
Coba kita lihat fakta-fakta berikut ini :
Pertama : Al-Quran Tidak Mengenal Penghitungan Jam
Sistem penghitungan waktu yang dikenal Al-Quran hanya penghitungan hari, bulan dan tahun. Misalnya :
Tapi tidak pernah sekali pun Al-Quran menyebut-nyebut ukuran waktu dengan format jam. Kenapa?
Mudah saya, karena sistem penghitungan waktu dengan jam yang kita gunakan saat ini, hanya buatan manusia. Berlakunya hanya berlaku di zaman kita ini saja.
Pada saat Al-Quran diturunkan 14 abad yang lalu, manusia belum mengenal pembagian waktu yang sehari 24 jam. Di satu sisi, Al-Quran adalah kitab yang abadi, sementara penggunaan sistem waktu dan jam akan selalu berubah. Bagaimana mungkin Al-Quran menyimpan pesan yang hanya dikhususkan untuk satu zaman saja?
Di masa mendatang boleh jadi kita akan meninggalkan sistem penghitugan jam yang sekarang ini dengan sitem yang lain. Kalau sehari sekarang ini kita hitung menjadi 24 jam, boleh jadi kapan-kapan kita buat menjadi 100 jam dengan ukuran sama yaitu sehari semalam.
Atau boleh jadi kita akan menggunakan sistem jam bintang (baca:stardate) seperti yang diperkenalkan dalam serial film StarTrek. Kalau pakai stardate, gempa di Padang yang jam 17:16 itu adalah -313252.8234398783. Masih minus karena stardate baru akan dimulai pada 1 Januari tahun 2323.
Lalu siapa yang menetapkan bahwa satu hari terdiri dari 24 jam, 1 jam terdiri dari 60 menit, dan 1 menit terdiri dari 60 detik? Yang pasti ketentuan itu tidak datang dari langit sebagai wahyu. Konon besaran itu diambil dari peradaban Babylonia yang mengenal sistem penghitungan sexagesimal yang berbasis angka (60). Sedangkan istilah `jam` konon sudah digunakan oleh peradaban Mesir kuno sebagai 1/24 dari mean matahari.
Yang jadi pertanyaan, apakah Al-Quran mengakui hitungan-hitungan itu lalu menyelipkan informasi di sela-sela nomor ayat? Kok jadi mirip film X-files?
Kedua : Jam Kita Adalah Jam Politis
Selain Al-Quran tidak mengenal penghitungan waktu dengan jam, pada dasarnya sistem jam yang kita gunakan ini bersifat politis. Gempa di Padang itu hanya dianggap terjadi pada jam 17:16 kalau menurut hitungan waktu Indonesia Bagian Barat. Karena Padang itu terdapat di wilayah NKRI.
Tapi seandainya -ini hanya seandainya- kota Padang itu bukan bagian dari Negara Indonesia, tentu gempa tidak terjadi pada jam 17:16, tetapi bisa saja malah jam 18:16 atau jam 16:16. Semua tergantung kebijakan pemerintahannya.
Kok gitu?
Ya memang begitu. Mari kita buat pengandaian. Seandainya kota Padang itu bagian dari Singapura, maka kejadian gempa itu pastinya bukan jam 17:16, tetapi jam 18:16. Sebab meski letaknya lebih di Barat dari Jakarta, tapi secara kebijakan Pemerintah Singapura menetapkan jam mereka lebih dulu dari Indonesia. Kalau Jakarta atau WIB itu GMT+7, ternyata Singapura malah GMT+8.
Padahal posisi Singapura lebih ke Barat dibandingkan Jakarta. Seharusnya Jakarta lebih dulu dari Singapura. Tapi sekali lagi karena ini hanya urusan politis dua negara yang beda pemerintahan, maka akhirnya Singapura yang lebih dekat ke kota Padang malah punya jam yang lebih dulu dari jam Jakarta.
Jadi angka 17:16 yang katanya merupakan surat ke-17 ayat ke-16, kalau dikait-kaitkan dengan jam kejadian gempa Padang, tentu 100% dusta, hanyalah ilusi, hayal, dan tidak tepat. Kenapa? Karena penetapan hitungan jam itu bersifat nisbi.
Salah satu bukti bahwa penetapan jam itu semata-mata politis adalah kalau kita berada di negeri sub-tropis. Setiap ganti musim baik dari musim panas ke musim dingin atau sebaliknya, pemerintah punya kebijakan untuk mengubah atau melompat jam secara massal. Yang tadinya jam 07.00 pagi, secara massal di bawah perintah penguasa, rakyat diminta mengubah jamnya jadi jam 08.00. Heboh kan?
Konon sejarah gonta-ganti jam ini belum lama. Awalnya dimulai pada saat krisis minyak pada tahun 1970-an. Waktu krisis minyak tersebut, harga minyak menjadi berlipat ganda dan minyak pun menjadi barang langka. Berhubung minyak diperlukan untuk seluruh industri dan berbagai keperluan sehari-hari lainnya, pemerintah Swiss (dan beberapa negara Eropa lainnya, kalau nggak salah) memutuskan memajukan satu jam.
Dengan cara itu berarti negara ini menghemat satu jam pemakaian minyak, lantaran satu jam dianggap hilang. Jadi kalau ditetapkan pada tanggal sekian waktu dimajukan satu jam pada jam 12 malam, pada waktu jam menunjukkan 24.00, semua jam dimajukan menjadi jam 01.00. Ini artinya waktu antara 24.00-01.00 tidak eksis alias hilang.
Tapi kemudian `hilang`-nya waktu ini pun diganti pada waktu pergantian jam di musim dingin, dengan diundurnya waktu selama satu jam. Artinya kalau tanggal X harus ganti waktu musim dingin pada jam 12 malam, sewaktu jam menunjukkan pukul 24.00, seluruh jam diundur menjadi 23.00. Artinya waktu 23.00-24.00 berulang dua kali, dua jam. Impas kan. Ribet ya?
Tapi intinya saya cuma mau bilang bahwa penghitungan jam itu sangat nisbi dan sangat politis. Tidak layak Al-Quran memberi informasi berdasark kebijakan politis sebuah pemerintahan.
Ketiga : Sistem Penomoran Ayat Quran Cuma Ijtihad Manusia
Lafadz Al-Quran memang dari Allah SWT yang sampai kepada kita sepanjang 14 abad dengan proses periwayatan yang mutawatir. Tetapi urusan penomoran ayat-ayatnya ternyata tidak merupakan ketetapan dari Allah SWT.
Karena itulah kita menemukan para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan jumlah total ayat Al-Quran. Ternyata jumlahnya yang konon 6.666 ayat itu malah tidak ada rujukannya. Cobalah iseng-iseng ambil kalkulator lalu jumlahkan semua ayat yang ada di 114 surat, hasilnya pasti bukan 6.666.
Lho kok?
Nah, biar mudahnya silahkan baca tulisan saya sebelumnya tentang perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang jumlah total ayat Al-quran, silahkan klik di link ini.
Perbedaan dalam menghitung jumlah ayat ini sama sekali tidak menodai Al-Quran. Kasusnya sama dengan perbedaan jumlah halaman mushaf dari berbagai versi percetakan. Ada mushfah yang tipis dan sedikit mengandung halaman, tapi juga ada mushfah yang tebal dan mengandung banyak halaman.
Yang membedakanya adalah ukuran font, jenis dan tata letak (lay out) halaman mushaf. Tidak ada ketetapan dari Nabi SAW bahwa Al-Quran itu harus dicetak dengan jumlah halaman tertentu.
Lalu apa kaitannya dengan tema yang kita sedang bahas?
Kaitannya adalah bahwa nomor ayat itu juga bersifat nisbi. Kalau angka jam digital menyebutkan 17:16, lalu dianggap itu merupakan kode isyarat nomor surat dan ayat di Al-Quran, maka nomor itu mau menggunakan versi yang mana?
Kalau pakai mushaf yang umumnya kita pakai memang barangkali ada kebetulannya untuk cocok, tetapi kita harus ingat bahwa ada berjuta jenis dan versi mushaf di dunia ini, dimana nomor surat dan ayat 17:16 belum tentu terkait dengan musibah gempa.
Keempat : Al-Quran Bukan Buku BMG
Al-Quran sejak awal diturunkan tidak pernah disebutkan mengandung informasi dunia teknologi. Apalagi hanya dikaitkan dengan nomor-nomor surat atau nomor-nomor ayat di dalamnya. Nomor-nomor itu 100% buatan manusia, sama sekali tidak datang dari Allah SWT. Jadi kalau dipercayai sebagai bagian dari wahyu, sungguh sebuah kekeliruan yang fatal.
Memang benar bahwa Al-Quran adalah kitab petunjuk, tetapi tentu saja bukan petunjuk yang terkait dengan hal-hal teknis. Kita tidak akan menemukan tatacara membangun gedung, membikin mobil, menangkap ikan, menanam padi di sawah, atau mengetahui kapan terjadi bencana alam. Jelas sekali Al-Quran tidak diturunkan untuk kebutuhan seperti itu.
Kalau Al-Quran diyakini sebagai buku referensi teknologi, berarti kita secara tidak langsung telah menuduh Nabi Muhammad SAW telah zalim atau tidak mengerti Al-Quran.
Kok gitu?
Ya, karena Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang sah ditugaskan untuk menjelaskan isi Al-Quran, bahkan disebutkan bahwa beliau adalah Al-Quran yang berjalan. Kalau di dalam Al-Quran itu ada info tentang kapan terjadi bencana alam, lalu Nabi SAW diam saja tidak bilang apa-apa, berarti Nabi SAW itu zalim, karena tidak memberikan peringatan dini. Itu kalau kita anggap Nabi SAW tahu semua isi Al-Quran.
Tapi kalau kita bilang bahwa Nabi SAW tidak tahu ada informasi seperti itu di dalam Al-Quran, maka kita juga telah menuduh yang salah kepada beliau. Masak ada info tentang gempa di dalam Al-Quran, Nabi SAW malah tidak tahu? Lalu buat apa jadi nabi? Nabi kok tidak tahu info dalam Al-Quran?
Lebih parah lagi, kenapa Allah SWT terkesan `menyembunyikan` info akan terjadi gempa di dalam Al-Quran? Apakah Al-Quran itu merupakan buku teka-teki? Apakah kita disuruh untuk bermain puzzle dengan nomor ayat Quran? Untuk itukah Quran diturunkan?
Betapa naifnya kalau memang begitu. Quran kitab yang agung itu ternyata tidak lebih hanya dijadikan buku teka-teki yang angka di dalamnya diotak-atik, mirip orang kecanduan judi buntut.
Astaghfirullahal-Adzhiem.
Jadi kesimpulannya, informasi bahwa ayat Al-Quran mengandung misteri terselubung yang berupa data-data akan terjadi gempa tidak lain hanyalah klenik abad 21 yang dimainkan oleh mereka yang bermental Bani Israil, karena tidak lebih dari sekedar asathir (dongeng), levelnya sederajat dengan kisah-kisah israiliyat versi yahudi laknatullahi alaihim. Sayangnya, banyak juga yang terkecoh dengan ilusi model beginian.
Kepercayaan semacam itu sama sekali tidak memberikan nilai tambah apa pun buat Al-Quran. Malah sebaliknya, Quran jadi direndahkan selevel dengan kitab primbon atau mujarobat. Naudzu billah tsumma nauzdu billah.
Wallahu a’lam bishshawab, wasalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
from url:
Bahkan Google pun tak akan sanggup melacak Facebook. Itulah yang sedang dicanangkan oleh Mark Zuckerberg—pendiri Facebook. Seperti kita ketahui, Google adalah mesin pencari paling populer di internet saat ini, dan untuk menemukan segala hal di dunia maya, maka Google menjadi solusi utamanya. Namun, oleh Zuckerberg yang seorang Yahudi, hal itu sedang diusahakan tak akan terjadi di Facebook. Artinya, Google tak akan bisa mengakses daleman Facebook. Zuckerberg tengah membangun sebuah megaproyek: menjadikan Facebook sebagai internet itu sendiri. Kepopuleran Facebook tampaknya sekarang sudah melindas semua situs sejenis, seperti Twitter, My Space, Friendster (oh, masih ada ya?), dan sebagainya. Untuk semakin membuatnya dominan di dunia maya, Zuckerberg telah berkerjasama dengan FriendFeed yang diyakini akan semakin melebar-luaskan Facebook yang saat ini mempunyai “umat” sekitar 250 juta orang di seluruh dunia. Tujuan dari Zuckerberg sudah terlihat begitu jelas, bahwa Facebook akan bisa mengontrol jalan pikiran setiap orang pemakainya. Bayangkan, jika semua pengguna menggunakan internet memiliki akun di Facebook, maka dunia pun akan semakin mudah digenggam. Tanda-tanda Facebook menjadi gurita dan menjadi “one man show” di internet sudah semakin jelas. Tahun ini, seperti dikutip dari Reuters, keuntungan Facebook mencapai 500 juta Dolar Amerika. Bahkan, menurut Marc Andreessen, salah satu pemilik saham Facebook, tidak lama lagi keuntungannya akan menyentuh angka milyaran dolar. Pendapatan ini tak hanya diraup dari keuntungan iklan, melainkan juga dari koneksi yang dibuat oleh situs-situs lain. Saat ini, jaringan koneksi Facebook telah mencapai 10.000 situs. Dengan pengguna sekitar 200 juta jiwa, situs semacam ini bahkan bisa saja mendirikan negara online. Tahun lalu Zuckerberg berhasil menempati posisi teratas dalam jajaran pengusaha terkaya paling muda versi Forbes. Perusahaannya bahkan bisa bertahan, dan meningkatkan pendapatannya di saat krisis finansial melanda dunia. Dalam krisis finansial beberapa waktu lalu, nilai penjualan Facebook mencapai 300 juta Dolar Amerika. Tahun ini, dengan jumlah karyawan mencapai 1000 orang, nilai penjualan Facebook pada tutup tahun 2009 nanti diperkirakan mencapai 500 juta Dolar Amerika atau setara dengan Rp. 5 Trilyun! Satu hal yang harap dicatat, bagi kita kaum Muslim adalah jangan sampai kita menjadi sesuatu yang idle dalam berinteaksi di internet, menyatakan bahkan hal kecil yang kita alami dan rasakan, sementara “tangan-tangan besar” yang tak terlihat sedang mempersiapkan skenario terhadap dunia Islam. (sa/reuters/guardian)
from url http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/negara-facebook-menguasai-dunia.htm

Tanggal 30 Juli saya ditelepon Mba Op dari BAPSI, katanya blog saya jadi nominasi Lomba Blog Dosen dalam rangka UG Fiesta. Alhamdulillah, padahal ngga pernah ngerasa daftar, abis itu ngga kepikiran sih. Trus, hari Sabtu tanggal 1 Agustus, waktu maen ke kampus Kalimalang dikasi tau sama asisten dari BAPSI klo Blog saya jadi salah satu blg yang dapet hadiah. Alhamdulillah lagi.
Akhirnya, hari Sabtu tanggal 8 Agustus saya ambil deh itu hadiah di Bagian E-Learning, ketemu dengan Pak Edi.
Ini nih hadiahnya…

Thanks ya Gunadarma, sering aja ada acara kayak gini, mudah-mudahan saya bisa dapet lagi……
t
tes
tes
Pengembangan dari postingan sebelumnya yang membahas Mplayer, kali ini saya membahas SMplayer. Merupakan aplikasi alternative front end dari aplikasi Mplayer, tampilan lebih user friendly dan navigasinya cukup mudah digunakan.
$ sudo apt-get install mplayer-nogui smplayer
Berhubung Komputer di rumah saya tidak terhubung ke Internet,
maka saya perlu mengunduh terlebih dahulu file-file .deb yang saya butuhkan
(download dari Packages.ubuntu.com).
Adapun file-file yang saya butuhkan untuk instalasi adalah:
Kenapa begitu banyak, soalnya file-file tersebut satu sama lain saling
ber-depedency karena ubuntu 7.10 saya tidak pernah diupdate.
Ok, buka terminal, kemudia ketikkan perintah untuk instalasi manual-nya:
root@noviyanto:/media/V-GEN# dpkg -i smplayer_0.5.20-0ubuntu1_i386.deb
Selecting previously deselected package smplayer.
(Reading database … 92746 files and directories currently installed.)
Unpacking smplayer (from smplayer_0.5.20-0ubuntu1_i386.deb) …
dpkg: dependency problems prevent configuration of smplayer:
smplayer depends on kdelibs4c2a (>= 4:3.5.7-1); however:
Package kdelibs4c2a is not installed.
smplayer depends on libqt3-mt (>= 3:3.3.8really3.3.7); however:
Package libqt3-mt is not installed.
Jika ada comment “dpkg: dependency problems….”, berarti file dependency-nya harus diinstal terlebih dahulu.
Kalau sudah selesai, SMplayer akan terdapat pda menu Application - Sounds & Video - SMplayer
Untuk menjalankan aplikasi audacious klik menu Applications - Sound & Video - SMPlayer.

Dibawah ini merupakan tabel tombol navigasi pada panel SMPlayer.

Salah satu fitur yang paling menarik dari SMPlayer: ia akan mengingat pengaturan semua file yang pernah dimainkan. Sehingga jika kita mulai menonton film, namun kita harus pergi … jangan khawatir, bila kita buka film lagi SMplayer akan melanjutkan pada titik yang sama saat kita tinggalkan, dan dengan pengaturan yang sama: audio track, subtitle, volume …
SMPlayer dikembangkan dengan Qt toolkit, sehingga multi-platform. Program executable untuk Windows juga tersedia
Sedikit fitur tambahan yang menarik:

Suatu hari di pertengahan tahun 2008, biasalah, browsing cari2 kesempatan kerja yang lebih baik. Bukannya kerjaan sekarang ngga enak, tapi berusaha nyari yang lebih baik aja. Dapet info dari salah satu web milik sebuah instansi pemerintah bahwa ada pembukaan penerimaan CPNS. Setelah melengkapi semua persyaratan yang diminta oleh instansi tersebut dimulailah perjuangan untuk mengikuti seleksi.
Akhirnya, di akhir 2008, seleksi terakhir yang diumumkan menempatkanku sebagai salah satu peserta seleksi yang diterima. Thanks God, setelah 2 tahun dan beberapa kali mengikuti seleksi, akhirnya bisa juga deh jadi PNS.
Andai saja Mr. Tim Berners-Lee tidak menciptakan World Wide Web, mungkin banyak informasi penting yang ngedapetinnya aja harus susah payah. Thanks juga yah Mr. Tim, berkat dikau bisa juga deh jadi PNS di Republik ini.
July 23rd, 2009
Note:
Tulisan ini memenangkan hadiah harian tanggal 23 Juli 2009 berupa Voucher Starone senilai 200rb berikut StarterPack pada kontes ‘My Life & Internet’ persembahan StarOne dan I-Radio Jakarta di http://www.jagongirit.com