Coloring the Global Research..

toswari Blog

Rapat… Rapat…

Rapat terlalu sering diadakan sehingga yang terjadi adala belum sempat melaksanakan hasil rapat terdahulu, sudah disusul dengan rapat yang baru…hehehe :) ; atau yang terjadi sebaliknya yaitu rapat baru diadakan jika ada masalah.

Kasus lain yang terjadi jika rapat dilangsungkan berjam-jam, bertele-tele, serta melenceng dari sasaran yang telah ditetapkan atau pimpinan rapat membiarkan perdebatan silang di antara peserta sehingga bukan membuat suasana rapat hidup, tapi menjadi ramai dengan debat kusir bahkan rapat seringkali bukan menjaring saran dari peserta tapi hanya menyampaikan sikap yang sudah ditetapkan pemimpin rapat. Kadang-kadang meeting berubah menjadi briefing. :)

  • 2 Comments
  • Filed under: General
  • Seputar Clean Development Mechanism

    Banyaknya pelaku industri di Indonesia memperoleh kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam issue global warming melalui program Clean Development Mechanism. Mengaku pada kesepakatan Kyoto Protocol bahwa sebanyak 55 negara maju di dunia sepakat untuk menurunkan Green House Gases atau gas rumah kaca sebesar 5%. Salah satu dampaknya adalah melalui program Clean Development Mechanism di negara berkembang termasuk di Indonesia.

    Indonesia dituntut untuk dapat berperan lebih, karena mempunyai banyak industri besar, seperti: pembangkit listrik, industri tambang, industri manufaktur, industri penerbangan, industri perkebunan, industri peternakan yang diharapkan dapat menjalankan program Clean Development Mechanism ini misalnya dengan mengganti bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, memasang anaerobic system dalam pengolahan limbah, program energy saving dan sebagainya.

    Melalui project tersebut PBB lewat badan UNFCCC akan memberikan CER (Certified Emission Reduction) kepada pelaku industri yang dihargai setara dengan sejumlah berat CO2 yang bisa di turunkan. 1 CER = 1 ton CO2 berharga sekitar 5 – 50 USD.

    Kondisi saat ini, penurunan Green House Gases dan proyek Clean Development Mechanism adalah langkah yang paling baik ditempuh untuk menurunkan biaya operasi dengan cara-cara yang lebih hemat, terukur dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

    Banyak pelaku industri yang sudah dan sedang melakukan aktifitas ini, tetapi karena kurang memahami prosedur claim Clean Development Mechanism secara keseluruhan, bisa-bisa kesempatan untuk mendapatkan jutaan dolar bisa terbuang percuma… :)

  • 0 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • Sebuah media di Asia (http://asia360news.com) merilis beberapa berita teratas diseputar Negara Asia minggu ini, berikut info singkatnya:

    1. Kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama di beberapa Negara Asia Memperoleh 85 %

    2. Erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta dan jawa Tengah, Indonesia Memperoleh 58 %

    3. Gangguan Cuaca Buruk di Thailand Memperoleh 43 %

    4. Bocornya Video Rekaman Peristiwa Pulau Senkaku di Jepang Memperoleh 39 %

    5. Ribuan Orang Tertangkan pada Operasi Anti Narkotika di Sri Lanka Memperoleh 20 %

    Browse and give comment :)

  • 7 Comments
  • Filed under: General
  • dsc00117Hadirnya Prof. Roderick James Macdonald dari Universite du Quebec at Montreal, Canada di Universitas Gunadarma dalam kunjungan dan penelitiannya di beberapa negara ASIA. Selain mengisi rangkaian acara seminar, kerjasama dengan Universitas Gunadarma, Prof. Rod juga mendapat kesempatan mengisi acara Seminar di UMN Al-washliyah, Medan.


    dsc00083

    Hadirnya saya dan Prof. Rod sebagai nara sumber pada acara Seminar Ekonomi di Kampus UMN Al-washliyah, Medan cukup memberikan wawasan bagi mahasiswa dan peserta lainnya. Acara yang berlangsung pada tanggal 24 September 2010 itu dijadikan ajang diskusi karena

    kesempatan datangnya pakar manajemen dari Canada dan juga sebagai pakar Riset

    Grup FOSHEMA di Universitas Gunadarma.

    Seperti dikutip Medan Pos, seminar dan serangkaian acara lainnya dapat menjadikan rasa pengembangan potensi mahasiswa dalam mempersipakan komunikasi global khususnya dalam bidang ekonomi.

    dsc00127Setelah mengisi seminar, keesokan harinya perjalanan mengelilingi kota Medan dan mendapat kesempatan berkunjung ke kawasan Berastagi dan Gunung Sinabung, yang baru tiga minggu mengeluarkan awan panas.

  • 0 Comments
  • Filed under: Jalan-jalan
  • foshema4

    Tingginya kebutuhan hasil penelitian bidang ekonomi di Indonesia menjadikan Fakultas Ekonomi dan Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Gunadarma turut menggiatkan sumber daya manusianya untuk berlomba-lomba melakukan tri dharma perguruan tinggi yang berintegrasi. Penelitian sebagai tri dharma yang kedua merupakan ujung tombak dalam melahirkan peneliti unggulan dan diharapkan menghasilkan penelitian yang berkualitas serta memiliki kebermanfaatan dalam penerapannya di masyarakat luas.

    FOSHEMA sebagai kelompok penelitian di bidang ekonomi, manajemen dan akuntansi diharapkan mampu menciptakan peneliti-peneliti yang kompetitif dan unggul dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas dengan kompetensi dan sikap akademik yang kreatif, kemampuan meneliti secara mandiri dan mengembangkan kontribusi keilmuan yang berarti di masyarakat.

    Grup Riset FOSHEMA sebagai wadah diskusi bagi para peneliti bidang ekonomi, manajemen dan akuntansi yang sedang melakukan persiapan proposal penelitian atau diskusi/diseminasi hasil penelitian baik di tingkat nasional maupun internasional.

    Visi:

    “Menjadi Grup Riset FOSHEMA yang menghasilkan penelitian di bidang ekonomi, manajemen dan akuntansi kompetitif, mandiri dan unggul dan dapat diaplikasikan serta dimanfaatkan oleh para stake holder”.

    Misi:

    1. Meningkatkan produktivitas dan efektifitas perencanaan dan pelaksanaan penelitian di bidang ekonomi, manajemen, akuntansi yang memiliki relevansi dan nilai terapan tinggi.

    2. Mempercepat akselerasi proses pembelajaran dan pendidikan di bidang ekonomi, manajemen dan akuntansi melalui peningkatan SDM dan aplikasi pendukungnya.

    3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui transformasi hasil-hasil penelitian yang relevan sebagai bentuk university social responsibility.

    4. Menyelenggarakan kegiatan penelitian yang dapat meningkatkan mutu akademik dan citra Universitas Gunadarma di tingkat nasional dan internasional.

    Tujuan:

    1. Meningkatkan kemampuan SDM peneliti di bidang ekonomi, manajemen dan akuntansi dengan memanfaatkan teknologi.

    2. Menumbuhkan iklim penelitian yang profesional dan berintegrasi dengan bidang-bidang lain.

    3. Meningkatkan peran dan partisipasi FOSHEMA dalam kegiatan penelitian yang bertaraf nasional dan internasional.

    4. Meningkatkan kualitas grup riset FOSHEMA agar memiliki kontribusi tinggi di masyarakat.

    5. Meningkatkan nilai akademis dan ekonomis melalui kegiatan penelitian aplikatif dan pengabdian pada masyarakat.

    Pakar Riset Grup:

    1. Prof. Dr. Roderick J. Macdonald (Universite du Quebec at Montreal, Canada)

    2. Prof. Dr. Tov Assogbavi (Laurentian University, Canada)

    Rancangan dan Target Kedepan:

    1. Meningkatkan relevansi pengabdian kepada masyarakat melalui transformasi hasil-hasil penelitian unggulan.

    2. Meningkatkan produktivitas pengabdian kepada masyarakat dengan (1) menggiatkan pembuatan proposal pengabdian, (2) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ekonomi melalui social planning, (3) mensosialisasikan hasil pengabdian melalui penerbitan dalam jurnal terakreditasi dan jurnal internasional.

    3. Meningkatkan citra Universitas Gunadarma melalui pembentukan unit-unit penelitian ekonomi kreatif sebagai produk intelektual bidang ekonomi.

    4. Menjadikan Pusat-pusat Studi Manajemen Industri Kecil & Mikro, Ekonomi Pertanian, Ekonomi Syariah, Ekonomi Industri, Keuangan Syariah dapat memperkaya dan meningkatkan kontribusi penelitian bagi Universitas Gunadarma dan Masyarakat Internasional.

    Sukses dan selamat berkarya.. :)

  • 0 Comments
  • Filed under: Uncategorized
  • Pemikiran atas tanggapan atas pidato Presiden RI tentang hubungan dengan Malaysia

    Satu hal yang tidak dapat dipungkiri, Presiden SBY selalu mencoba melakukan cara untuk membuka wawasan masyarakat Indonesia dalam menyikapi berbagai hal dengan hati-hati dan berprinsip. Kita tahu bahwa masalah
    Indonesia tidak hanya dengan Malaysia. Indonesia dalam melakukan keputusan apapun selalu dinilai kurang tepat, (termasuk tegas saja juga kurang tepat) hal ini biasa, karena kita sudah dibiasakan oleh komunitas masyarakat
    yg memiliki kepentingan sendiri/kelompok.

    Saya rasa kita perlu dan harus memberikan pencerahan kepada siapa saja sejauh itu baik bagi kemaslahatan rakyat Indonesia. Saya selalu mencoba memberikan pemikiran positif siapapun presiden RI, sejauh memiliki keseriusan
    membangun sistem dan memperbaiki mental masyarakat.

    Sayangnya usaha2 perbaikan perilaku, sikap, arah dan lain-lain yang membutuhkan proses selalu kalah tren dengan sikap yg tidak sabar, ingin praktis dan lain-lain. Apalagi masyarakat media di Indonesia sendiri tidak pernah bangga untuk bersama-sama memperbaiki Indonesia kedepan, selalu mencari berita yg konsumtif belaka.

    Pengalaman mampir ke 6 negara, membuat saya belajar untuk memahami banyak hal positif, tidak pernah terlihat media-media disana kebablasan seperti di Indonesia (menurut media di Indonesia, ini belum kebablasan). Kita ingin maju tetapi kita belum siap melakukan usaha-usaha terbaik secara kontinuitas.

    Semoga Indonesia semakin lebih baik.

    img_9635Asia-Pacific Productivity Conference merupakan acara tahunan yang kali ini tahun ketujuh dilaksanakan di negara Taiwan. Conference ini membahas pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pacific. Acara ini di kelola oleh Institute of Economics, Academia Sinica (IEAS), the Institute of Advanced studies in Humanities and Social Science, National Taiwan University (IHS/NTU) dan disponsori oleh beberapa universitas ternama di Taiwan.

    Pada kesempatan ini saya memperoleh hibah dari seminar bantuan luar negeri melalui DP2M DIKTI  untuk mempresentasikan hasil penelitian dengan judul artikel adalah: Influence of Analysis Credit Risk Management System with Organization Performance of the Commercial Banking in Indonesia.

    img_9627International conference ini telah diselenggarakan pada tanggal 21–23 Juli 2010 di Institute of Economic, Academia Sinica, National Taiwan University, Taipei, Taiwan. Acara ini diikuti lebih dari 70 peserta dari 27 negara, seperti Brazil, Amerika Serikat, Chili, Canada, Spanyol, Jerman, Inggris, Francis, Jepang, Swedia, Swiss, Korea Selatan, China, Singapura, Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Iran, India, Australia, Hngkong, Vietnam, Thailand, Philipina dan Taiwan. Saya hadir sendiri pada acara ini mewakili Universitas Gunadarma dan hanya satu-satunya dari Indonesia.

    img_9650Paper atau artikel ilmiah yang lolos seleksi berjumlah 56 paper dari 27 negara, umumnya peserta pemakalah yang hadir adalah peneliti yang selalu berpartisipasi dalam setiap dua tahunan, dengan tempat penyelenggaraan yang bergantian, tahun 2010 di Bangkok dan mudah-mudahan Gunadarma University dapat menjadi tuan rumah untuk next conference 2014, semoga :)

  • 1 Comment
  • Filed under: Jalan-jalan
  • Performance Appraisal Training

    Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menuntut sumber daya manusia untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kompetensi dalam mengelola usaha guna menghadapi persaingan yang semakin ketat, baik dalam menambah nasabah baru maupun penggunaan dana pihak ketiga secara tepat dan komprehensif. Fungsi operasional manajemen personalia pada Credit Union (CU) yang telah diterapkan seperti pengadaan tenaga kerja bagi keperluan organisasi atau perusahaan diharapkan pada masa yang akan datang dapat didelegasikan kepada staf ahli di bagian personalia. Sedangkan untuk perusahaan-perusahaan kecil seringkali fungsi ini dijalankan sendiri oleh pimpinan perusahaan. Untuk menentukan kebutuhan akan tenaga kerja ini lebih dulu diperlukan jenis/mutu karyawan yang diinginkan sesuai dengan persyaratan jabatannya dan jumlah tenaga kerja.

    Badan Koordinasi Credit Union Kalimantan (BKCU-K) berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam melakukan semua tugas dan dapat berkembang seiring dengan tuntutan persaingan.  Performance Appraisal Training ini dilaksanakan selama 3 hari, dari tanggal 2 – 4 Agustus 2010 di Hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kalimantan Barat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia Credit Union agar memiliki komitmen kerja yang kuat,  untuk meningkatkan fungsi analisa jabatan kepada seluruh staf Credit Union dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai karyawan yang berdedikasi tinggi dan meningkatkan pemahaman deskripsi jabatan karyawan dengan penuh rasa tanggung jawab.

    img_9423

    img_9491

    img_9476img_9545

    Pelatihan ini diikuti sebanyak 42 orang yang terdiri dari manajer dan staf Credit Union dan BKCU Kalimantan. Materi pelatihan yang diberikan oleh fasilitator dari Universitas Gunadarma adalah Organisasi dan Kepemimpinan, Penilaian Prestasi Kerja, Perencanaan Karir dan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Selama tiga hari pelatihan, peserta mengikuti curah pikiran dan diskusi selama fasilitator memberikan materi, implementasi dilakukan melalui berbagai bentuk seperti: simulasi, games, latihan, tugas dan eksperimen. Diawal pelatihan peserta sudah membentuk kelompok guna menciptakan diskusi yang efektif dan menghasilkan output sesuai tugas dan latihan yang diberikan. Pelatihan penilaian kinerja yang telah dilakukan secara komprehensif berjalan dengan baik. Diharapakn para peserta pelatihan memperoleh pengkayaan wawasan, informasi dan pengalaman untuk dapat menerapkan berbagai contoh kasus yang dianalisa sesuai dengan arah dan pencapaian peningkatan kinerja.

  • 0 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • THE FUTURE DEFENSE LEADER

    _sby9020edit23

    Workshop The Future Defense Leader ini dimulai pada tanggal 25 – 30 Juli 2010. Registrasi peserta dlaksanakan di PUSDIKZI TNI AD, Jalan A. Yani, Bogor pada pagi hari dan peserta mengikuti acara perkenalan sambil berolah raga di lapangan PUSDIKZI TNI AD. Workshop yang diikuti oleh 88 peserta terdiri atas 4 perwira TNI berpangkat Letnan Kolonel, 49 Mayor dan Kapten, dan 35 peserta sipil dari berbagai institusi, di antaranya Perguruan Tinggi, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Luar Negeri, KNPI, Kowani, Pramuka, dan media.

    Workshop atau lokakarya ini memiliki tujuan untuk membentuk karakter pemimpin bangsa yang kuat dan membuka wawasan sebagai patriot bangsa. Beberapa hal yang menjadi bahasan dalam lokakarya tersebut adalah perkembangan lingkungan strategis, pembangunan karakter dan kapasitas kepemimpinan, ekonomi pertahanan, pertahanan militer, dan pertahanan menghadapi ancaman nonmiliter. Setiap sore dan malam hari seluruh peserta mengadakan diskusi kelompok hingga malam hari.

    Selama kegiatan peserta menginap di barak prajurit PUSDIKZI TNI AD dan setiap pagi hingga sore hari mengikuti kegiatan workshop di kantor Kementerian Pertahanan RI dan Mabes TNI Jakarta. Acara dibuka oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan sekaligus memberikan keynote speech, dilanjutkan dengan diskusi materi dan dilanjutkan diskusi kelompok serta pembagian tugas untuk mereview semua materi yang diberikan panelis.

    _sby88511Hasil diskusi yang telah dilakukan selama 6 hari tersebut diserahkan kepada Presiden RI di Istana Negara Jakarta pada tanggal 30 Juli 2010.

    Menurut Presiden, sebagai patriot bangsa, para calon pemimpin bangsa tak hanya memiliki sikap dan karakter yang kuat baik dan memiliki integritas. Akan tetapi juga harus bisa membawa kemajuan bangsa dan negara. Patriot bangsa tidak selalu angkat senjata, patriotisme dan nasionalisme masa kini adalah apa yang bisa generasi muda dilakukan untuk menghadapi masalah-masalah persaingan dimasa mendatang.

    asw_0146Dalam acara itu hadir Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Gubernur Lemhannas Muladi, Menko Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto Mendiknas M. Nuh, Semua Ka Staf TNI dan menteri terkait lainnya. Hadir pula sebagai peserta putera sulung Presiden Yudhoyono, Kapten (Infanteri) Agus Harimurti dan semua peserta workshop.

  • 0 Comments
  • Filed under: Kepemimpinan
  • Tulisan ini hasil riset disertasi yang telah diseminarkan di beberapa ajang International Conference/Journals. Selamat membaca.

    Belajar dari sering terjadinya kebocoran finansial perbankan di Indonesia, tidak dipungkiri ini merupakan kelemahan sistem pengawasan perbankan yang selam ini terjadi. Bank Indonesia harus melakukan terobosan dan menciptakan model pengawasan yang lebih akurat, dengan memperhatikan faktor lain yang selama ini turut memberikan pengaruh terhadap perilaku pemilik/pengelola perbankan dalam menghasilkan kebijakan yang kurang tepat dan masih menciptakan celah untuk bermain di gray area.

    Munculnya puluhan kasus perbankan di Indonesia dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, membuat masyarakat bingung sebagai pemilik dana karena semua diarahkan pada penyelesaian secara politik. Kasus Bank Century yang kembali menjadi contoh permasalahan yang terkatung-katung karena arah kebijakan yang tidak jelas.

    Basel Committee untuk pengawasan perbankan telah mengeluarkan Prinsip Dasar Basel (Basel Core Principles/BCP) untuk memperbaiki kekuatan sistem keuangan. Salah satu aturan penting dari Prinsip Dasar Basel adalah untuk melindungi bank agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab serta mewajibkan pengawas perbankan untuk dapat menentukan apakah suatu bank telah memiliki kebijakan, praktek, dan prosedur perbankan yang standar dan layak, termasuk juga dengan aturan Prinsip Mengenal Nasabah (PMN). Aturan ini sangat mendukung kerjasama internasional dalam memberantas kejahatan pencucian uang dan keuangan terorisme. (Basel Committee on Banking Supervision, 2001a)Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, menyatakan industri perbankan nasional telah memiliki Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang merupakan blueprint mengenai arah dan tatanan perbankan nasional jangka panjang. Tujuan API sangat fundamental yaitu terciptanya industri perbankan nasional yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

    Membangun struktur perbankan yang sehat dan kuat dapat dilakukan dengan upaya memperkuat permodalan perbankan untuk mendukung pertumbuhan kredit yang tinggi. Peningkatan modal usaha akan mampu meningkatkan skala usaha maupun skill level yang dimiliki serta mengantisipasi risko-risiko yang dihadapi. Hasil penelitian Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Bank Indonesia, menyimpulkan bahwa pelaku perbankan di Indonesia cenderung menghindari risiko (risk averse) karena adanya sanksi dari Bank Indonesia terhadap pelanggaran keputusan penyaluran kredit yang berisiko macet, yang seharusnya hanya dikenakan ketentuan ketidakhati-hatian. Sanksi tersebut berdampak pada keputusan manajemen bank dalam penyaluran kredit masih terbatas pada sektor konsumsi dan demand di sektor riil. (Kajian Stabilitas Keuangan BI, 2005)

    Fenomena adanya disintermediasi yang terjadi di Amerika merupakan awal dari munculnya credit crunch issue, terhambatnya penyaluran kredit perbankan sebagai akibat dari kebijakan moneter sangat ketat untuk mengatasi inflasi yang dilakukan oleh Federal Reserve. Hasil rangkuman beberapa penelitian, seperti Stiglitz dan Weiss (1981); Bernanke dan Lown (1991); Agung et., al. (2001); Lesmana (2006) mengungkapkan terjadinya penurunan penyaluran kredit perbankan secara tajam sebagai akibat dari menurunnya kegiatan perbankan dalam penyaluran kredit pada dunia usaha dan mendorong pihak perbankan untuk mengatasi risiko kredit secara lebih berhati-hati dengan sarana yang lebih memadai.

    Penelitian secara empiris telah dilakukan oleh Agung et., al. (2001) menyimpulkan terjadinya penurunan kredit yang tajam dari sektor perbankan di Indonesia sebagai akibat dari credit crunch yang disebabkan oleh lemahnya permintaan kredit sebagai konsekuensi resesi. Polonchek dan Miller (1999); Allen dan Gale (2000) melalui penelitinnya, menyimpulkan bahwa terjadinya dampak kelemahan finansial suatu departemen yang akan memperlemah finansial departemen terkait lainnya. Hal ini memerlukan suatu sistem pengamanan dan bentuk pengawasan terpisah oleh lembaga keuangan/perbankan terkait dengan penyaluran kreditnya, agar dampak penularan kelemahan finansial debitur kepada krediturnya dapat dihindari. Kunreuther dan Heal (2002); Giesecke (2002) mengemukakan penelitian tentang kegagalan pemenuhan kewajiban oleh debitur dengan melihat salah satu faktor penyebabnya adalah tidak sempurnanya informasi yang dimiliki investor atau perbankan.

    Adanya hambatan dalam penyaluran kredit perbankan, mendorong pemerintah untuk mengeluarkan suatu kebijakan perkreditan khusus guna mendorong peningkatan penyaluran kredit seperti melakukan penjaminan kredit dan evaluasi terhadap rencana bisnis perbankan. Evaluasi rencana bisnis tersebut akan melihat seberapa jauh upaya perbankan melakukan penanganan atas risiko kredit yang mungkin terjadi. Tahun 1997 dan 1998 Indonesia dilanda krisis moneter yang berdampak pada lemahnya kebijakan dan pengelolaan kredit perbankan sehingga banyak bank yang mengalami kesulitan dalam penentuan kebijakan kredit. Hal ini menunjukkan masih minimnya keseriusan mengenai penanganan risiko kredit dalam perbankan di Indonesia, sehingga diperlukan suatu penelitian guna mengantisipasi permasalahan tersebut, salah satu alternatifnya adalah mencari model antisipasi manajemen risiko kredit perbankan….continued

  • 0 Comments
  • Filed under: Perbankan
  • Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.