Coloring the Global Research..

toswari Blog

Archive for the ‘Manajemen’ Category

Membangun Sistem dan Manajemen Career

Suatu organisasi perlu memiliki sistem pengelolaan karir yang baik. Sistem pengelolaan karir yang baik akan membuat setiap karyawan yang ada di perusahaan/organisasi mempunyai kejelasan mengenai apa yang akan ia peroleh dalam karirnya di perusahaan/organisasi tersebut.

Dengan adanya trend organisasi ke lean & flat organization maka para profesional SDM lebih ditantang lagi untuk dapat mengembangkan sebuah sistem pengembangan karir yang inovatif sehingga tidak membuat para staf yang diutamakan meninggalkan perusahaan/organisasi, sementara para deadwood justru yang tinggal.

Menjaga objektivitas dari sistem adalah suatu challenge tersendiri dalam proses pengelolaan karir. Salah satu aspek pentingnya adalah memadukannya dengan proses pengelolaan para staf yang diunggulkan, talented people yang diperlukan untuk memimpin perusahaan/organisasi di masa yang akan datang.  Karenanya pengelolaan sistem karir dan talent menjadi crucial bagi kepentingan jangka panjang organisasi.

Penting menumbuhkan peran seorang career & talent management, untuk memastikan terbentuknya suatu career management system yang dapat mendukung sasaran strategis perusahaan/organisasi, seperti:

  1. Menghubungkan antara strategi perusahaan dengan individual career development plan
  2. Menilai bagaimana kondisi struktur dan kebijakan SDM saat ini dapat di aliansikan dengan praktek2 pengembangan karir.
  3. Bagaimana setting suatu kondisi yang dapat memberdayakan setiap orang dalam organisasi untuk merencanakan karir yang realistis dengan bantuan manajer dan support dari organisasi
  4. Melakukan self-assessment sebagai sarana mengikuti perubahan yang terjadi di lingkungan kerja.
  5. Mengidentifikasikan talented people dalam organisasi dan mempertahankan serta mengembangkan kinerja mereka tanpa mengabaikan team work yang dibutuhkan organisasi.
  6. Mengembangkan framework yang sesuai untuk masing-masing organisasi dalam pengelolaan talent people.
  • 0 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • Kemampuan Lobi & Negosiasi

    Berbisnis merupakan salah satu pilihan bagi kaula muda dalam mencapai kesuksesan dimasa yang akan datang. Banyak keutamaan dalam bisnis yang harus disiapkan oleh generasi muda yang merasa dirinya memiliki potensi untuk bersaing di dunia kerja, seperti harus mempersiapkan kemampuan untuk mencapai kesepakatan dengan berbagai pemegang kepentingan (stake holder) yang terkait dengannya, khususnya pihak2 diluar organisasi.

    Bentuk kesepakatan dan kemampuan yang perlu diasah seperti penjualan, perijinan ataupun kesepakatan-kesepakatan bisnis lainnya. Upaya untuk dapat mengoptimalkan posisi perusahaan dalam melakukan pendekatan dan transaksi tersebut, seorang manajer tidak hanya perlu mempersiapkan diri dalam proses formal saja seperti negosiasi, manajer juga perlu menguasai prinsip-prinsip dan ketrampilan dalam melakukan lobbying. Sehingga proses transaksi dapat sesuai arah seawal mungkin.

    Pengembangan wawasan, prinsip-prinsip dasar dan ketrampilan utama dalam melakukan lobi dan negosiasi dapat dilatih dengan melakukan role playing selalui:

    • Memahami prinsip-prinsip lobbying & negosiasi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat.
    • Memahami dan menguasai serta mampu mengembangkan teknik-teknik negosiasi secara efektif.
    • Memahami dan mampu menggunakan prinsip komunikasi yang tepat dalam bernegosiasi.
    • Memahami posisi ketika berkompetisi atau berintegrasi.
    • Memahami identifikasi kekuatan dan kelemahan serta aspek budaya yang ada.
    • Memutuskan kapan memulai persiapan negosiasi, proses yang sedang berjalan dan melakukan evaluasi hasil.

    Semoga bermanfaat :)

  • 2 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • Prinsip-prinsip dalam menerapkan manajemen aktivitas bertujuan untuk meningkatkan produktivitas diri.  Prinsip manajemen aktivitas adalah kemampuan kita untuk melakukan analisa aktivitas, serta lebih mengalokasikan waktu secara produktif, dengan mengatasi time waster atau procrastination.

    Sedangkan time management, menambahkan prinsip-prinsip penting lainnya kedalam ketrampilan tersebut untuk memastikan terjadinya peningkatan produktivitas diri, yaitu: priority management, keterlibatan penuh dan getting things done.

    Prinsip dalam manajemen prioritas adalah memastikan bahwa input yang kita masukan dalam aktivitas sehari-hari adalah prioritas bagi pekerjaan. Pekerjaan yang perlu didelegasikan adalah salah satu kunci penting dalam prinsip manajemen prioritas.

    Prinsip produktivitas diri yang optimal bisa dicapai bila kita berhasil mengelola enerji kita pada dimensi fisik, emosi, mental dan spiritual. Prinsip ini mengacu pada best seller book dari Jim Loehr dan Tony Schwartz, ‘The Power of Full Engagement’.

    Semoga prinsip manajemen aktivitas tersebut dapat membantu memanfaatkan waktu, memilah aktivitas dan menyiapkan diri untuk terlibat secara penuh dan mempercepat proses kerja dengan optimal. :)

  • 0 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • Sekumpulan keputusan dan tindakan strategis yang telah memperhitungkan tantangan perubahan lingkungan agar ditetapkan oleh pimpinan puncak untuk meningkatkan nilai tambah organisasi (seperti peningkatan goals untuk kesejahteraan) dengan mengalokasikan dan meng-utilisasi sumberdaya organisasi, serta dievaluasi proses pengelolaan strategisnya untuk peningkatan keefektifan organisasi dan kinerjanya.

    Hasil riset menunjukkan lebih dari 74% organisasi mengalami kegagalan karena tidak memperhatikan faktor budaya seperti nilai-nilai inti organisasi, yang merupakan sumber kekuatan penting yang diyakini dan dianut secara luas sesuai dengan tantangan perubahan lingkungan.

    Setelah ditelaah dan diamati, umumnya proses perubahan, terlebih perubahan budaya tidak mudah terjadi kecuali jika kegiatan memetakan PBO (Profil Budaya Organisasi) tersedia fasilitasnya sebagai acuan vital kepentingan manajemen puncak dalam menggerakkan & mengendalikan arah perubahan dan sekaligus mewarnai rencana strategis organisasi.

    Hasil pemetaan PBO bisa diperoleh hanya dalam waktu singkat. Jika dibandingkan dengan Standard Industrial Codes seperti organisasi Fortune 500 yang dikenal sebagai organisasi/perusahaan kelas dunia, tentunya akan memudahkan dalam mendiagnosis, memfasilitasi proses & arah perubahan budaya guna mempengaruhi peningkatan keefektifan organisasi dan kinerjanya.

    Apa yang harus dilakukan?

    • Mengidentifikasi dan menginterpretasi kekuatan dan jenis budaya yang dominan, ketidakserasian budaya dan arah perubahannya, serta  fokus tindak lanjutnya guna peningkatan keefektifan organisasi dan kinerjanya.
    • Membandingkan kesamaan & perbedaan PBO dengan organisasi sejenis lainnya ataupun dengan Standard Industrial Codes termasuk perusahaan Fortune 500 guna mempengaruhi peningkatan keefektifan organisasi dan kinerjanya.
    • Memeragakan kesesuaian serta ketidakserasian antara profil budaya organisasi dan profil individu atau pemimpinnya.

    Sumber inspirasi:

    • Mengenal lebih jauh budaya organisasi
    • Penetapan dimensi budaya organisasi
    • Profil dan Proses Budaya Organisasi (PBO)
    • Budaya, keefektifan organisasi dan kinerjanya
    • Pemetaan dan interpretasi PBO
    • Perancangan proses perubahan budaya organisasi
  • 0 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • Manajemen risiko memungkinkan manajemen perusahaan mewujudkan sasaran-sasaran bisnis, operasional, dan keuangan pada proses pengadaan dan proyek dengan lebih baik dengan adanya pengambilan keputusan yang tepat dan aktivitas yang terkendali.

    Hal utama adalah karena manajemen risiko mendukung manajemen dalam membuat perencanaan dan merancang proses untuk mencegah atau menghindari risiko  sekaligus untuk menangkap dan mengeksploitasi peluang, menangani situasi yang benar-benar tidak diduga dengan adanya  contingency planning yang lebih baik.

    Manajemen risiko juga memungkinkan manajemen mengalokasikan sumber daya perusahaan yang terbatas secara efektif dan pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek atau kegiatan dapat memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki yang lebih besar.

    Perlunya pelatihan berstandar internasional yang banyak digunakan pada proses pengadaan dan manajemen proyek seperti di Australia dan New Zealand Standard (AS/NZS 4360:2004). Proses manajemen risiko yang digunakan oleh standar ini telah diadopsi ke dalam ISO 31000:2009 tentang manajemen risiko, sehingga pemahaman mengenai implementasi ISO 31000:2009 pada proses manajemen proyek dan pengadaan dapat meningkatkan kapabilitas manajer proyek dan project management office (PMO) dalam manajemen risiko proyek dan pengadaannya.

    Paradigma baru risiko dan manajemen risiko mejadi dasar identifikasi awal, memahami antara SKILL versus LUCK, Project KPIs versus Operational and Strategic KPIs, framework implementasi dan continues improvement manajemen risiko proyek, mendalami proses dan perencanaan proyek, sistem informasi dan pelaporan serta project risk based audit. Semoga bermanfaat :)

  • 2 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • Seputar Clean Development Mechanism

    Banyaknya pelaku industri di Indonesia memperoleh kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam issue global warming melalui program Clean Development Mechanism. Mengaku pada kesepakatan Kyoto Protocol bahwa sebanyak 55 negara maju di dunia sepakat untuk menurunkan Green House Gases atau gas rumah kaca sebesar 5%. Salah satu dampaknya adalah melalui program Clean Development Mechanism di negara berkembang termasuk di Indonesia.

    Indonesia dituntut untuk dapat berperan lebih, karena mempunyai banyak industri besar, seperti: pembangkit listrik, industri tambang, industri manufaktur, industri penerbangan, industri perkebunan, industri peternakan yang diharapkan dapat menjalankan program Clean Development Mechanism ini misalnya dengan mengganti bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, memasang anaerobic system dalam pengolahan limbah, program energy saving dan sebagainya.

    Melalui project tersebut PBB lewat badan UNFCCC akan memberikan CER (Certified Emission Reduction) kepada pelaku industri yang dihargai setara dengan sejumlah berat CO2 yang bisa di turunkan. 1 CER = 1 ton CO2 berharga sekitar 5 – 50 USD.

    Kondisi saat ini, penurunan Green House Gases dan proyek Clean Development Mechanism adalah langkah yang paling baik ditempuh untuk menurunkan biaya operasi dengan cara-cara yang lebih hemat, terukur dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

    Banyak pelaku industri yang sudah dan sedang melakukan aktifitas ini, tetapi karena kurang memahami prosedur claim Clean Development Mechanism secara keseluruhan, bisa-bisa kesempatan untuk mendapatkan jutaan dolar bisa terbuang percuma… :)

  • 0 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • Performance Appraisal Training

    Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menuntut sumber daya manusia untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kompetensi dalam mengelola usaha guna menghadapi persaingan yang semakin ketat, baik dalam menambah nasabah baru maupun penggunaan dana pihak ketiga secara tepat dan komprehensif. Fungsi operasional manajemen personalia pada Credit Union (CU) yang telah diterapkan seperti pengadaan tenaga kerja bagi keperluan organisasi atau perusahaan diharapkan pada masa yang akan datang dapat didelegasikan kepada staf ahli di bagian personalia. Sedangkan untuk perusahaan-perusahaan kecil seringkali fungsi ini dijalankan sendiri oleh pimpinan perusahaan. Untuk menentukan kebutuhan akan tenaga kerja ini lebih dulu diperlukan jenis/mutu karyawan yang diinginkan sesuai dengan persyaratan jabatannya dan jumlah tenaga kerja.

    Badan Koordinasi Credit Union Kalimantan (BKCU-K) berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam melakukan semua tugas dan dapat berkembang seiring dengan tuntutan persaingan.  Performance Appraisal Training ini dilaksanakan selama 3 hari, dari tanggal 2 – 4 Agustus 2010 di Hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kalimantan Barat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia Credit Union agar memiliki komitmen kerja yang kuat,  untuk meningkatkan fungsi analisa jabatan kepada seluruh staf Credit Union dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai karyawan yang berdedikasi tinggi dan meningkatkan pemahaman deskripsi jabatan karyawan dengan penuh rasa tanggung jawab.

    img_9423

    img_9491

    img_9476img_9545

    Pelatihan ini diikuti sebanyak 42 orang yang terdiri dari manajer dan staf Credit Union dan BKCU Kalimantan. Materi pelatihan yang diberikan oleh fasilitator dari Universitas Gunadarma adalah Organisasi dan Kepemimpinan, Penilaian Prestasi Kerja, Perencanaan Karir dan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Selama tiga hari pelatihan, peserta mengikuti curah pikiran dan diskusi selama fasilitator memberikan materi, implementasi dilakukan melalui berbagai bentuk seperti: simulasi, games, latihan, tugas dan eksperimen. Diawal pelatihan peserta sudah membentuk kelompok guna menciptakan diskusi yang efektif dan menghasilkan output sesuai tugas dan latihan yang diberikan. Pelatihan penilaian kinerja yang telah dilakukan secara komprehensif berjalan dengan baik. Diharapakn para peserta pelatihan memperoleh pengkayaan wawasan, informasi dan pengalaman untuk dapat menerapkan berbagai contoh kasus yang dianalisa sesuai dengan arah dan pencapaian peningkatan kinerja.

  • 0 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • Service with a heart

    Pelayanan merupakan satu aspek bisnis yang sangat penting disamping harga dan mutu suatu produk atau jasa. Bahkan saat ini terjadi persaingan sangat ketat dalam memperebutkan pasar dan sumberdaya yang ada. Pelayanan menjadi aspek diferensiasi yang sangat menentukan kelangsungan satu bisnis dan sangat baik sekali jika bersedia mengevaluasi setiap aspek yang cukup kontekstual dalam suatu perusahaan seperti, strategi menghadapi persaingan, budaya perusahaan yang perlu diperbaiki dan lingkungan kerja.

    Tujuan perusahaan dapat dicapai dengan optimal, jika menerapkan konsep-konsep pelayanan dalam berbagai bidang kerja dengan baik dan menjadikan standar suatu keterampilan yang memadai dalam pelayanan dengan menggunakan konsep tertentu.

    Hal ini dapat mengantisipasi:

    • Sumber daya/pelanggan agar tidak hilang
    • Perubahan paradigma dalam pelayanan
    • Kontrol diri yang tidak konsisten
    • Rasa empati
    • Mendengar dan bertiondak dengan aktif

    Upaya atau cara yang dapat dilakukan adalah dengan metode diskusi, games, group work. Pencapaian yang diharapkan dapat memunculkan manfaat untuk para manajer maupun front liners yang langsung bertemu dengan sumber daya/pelanggan di tempat kerja maupun melalui telepon atau media komunikasi lain…semoga :)

  • 0 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • Jadi ingat dimasa tahun 1997an masa-masa menjadi peserta sebuah pelatihan di berbagai kota, melalui kegiatan kemahasiswaan tentunya, seperti di UMB Jakarta, UNTAN Pontianak, UNHALU Kendari, UMS Surakarta, UNIBRAW Malang, UDAYANA Bali, Le Meredien Hotel Jakarta, UI Depok, UGM Yogya dll, maklum mau jadi manajer tentunya.  Saat ini manajer dituntut untuk mengembangkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan pada saat bersamaan.  Kemampuan manajerial terkait dengan kemampuan untuk mengelola resource secara optimal sehingga diperoleh minimum input maximum result.  Sedangkan kemampuan leadership terkait dengan kemampuan mengembangkan visi, mempengaruhi dan mendorong tim secara optimal untuk mencapai target yang diharapkan.

    Sebuah pelatihan biasanya memberikan pengenalan singkat pada pesertanya untuk mengenali potensi kepemimpinan yang dimilikinya serta memahami berbagai pendekatan terhadap kepemimpinan dari mulai Transactional Leadership, Situational Leadership sampai pada Transformational Leadership.

    Beberapa self assessment tools disertai didalam pelatihan ini agar peserta dapat lebih mengenal potensi kepemimpinan yang dimilikinya.  Berbagai games terkait dengan pengembangan visi ataupun kepemimpinan juga akan dilaksanakan sebagai bagian dari simulasi tentunya.

    Apa tujuannya, tujuannya adalah agar peserta memahami, mengenali potensi kepemimpinan dan mampu mengembangkannya secara praktis dan teori tentunya. Kira-kira modal dasar yang perlu didalami adalah:

    • Antara kemampuan ‘managing’ dan ‘leading’
    • Mengapa kepemimpinan penting di dalam organisasi
    • Self assessment: Situational Leadership
    • Latihan mengembangkan visi dan inisiatif sebagai Pemimpin
    • Karakteristik diri yang penting sebagai seorang Pemimpin
    • Menjadi Pemimpin yang men-transform tim nya untuk mandiri dan perform
    • Kepemimpinan dalam konsep Situational Leadership & Transactional Leadership
    • Overview aspek-aspek kemampuan Transformational Leader
      • Attributed Charisma: mengutamakan kepentingan kelompok
      • Idealized Influence:be a Role Model
      • Inspirational Leadership: envision the future, encouraging emotional involvement
      • Individualized Consideration: recognize individual contributions.
      • Intellectual Stimulation: challenging the process, performance stretching.
      • Extra Effort: Work smart not hard.

    Berbagi pengalaman dan sharing tentunya adalah hal yang layak dilakukan, sebagai bentuk pengabdian… :)

  • 0 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • Pemberdayaan Dalam Dunia Kerja

    An empowered organization
    is one in which individuals have the
    knowledge, skill, desire, and opportunity
    to personally succeed in a way that leads to
    collective organizational success.”

    — Stephen R. Covey —

    Kata “memberdayakan” memiliki potensi dan kekuatan. Sering digunakan akhir-akhir ini oleh banyak kalangan dan ada beberapa yang mengatakan overused “digunakan secara berlebihan.” Ini juga sering disalahgunakan. Mirip dengan sebuah konsep “motivasi,” yang paling umum dari ide penyalahgunaan pemberdayaan adalah bahwa satu orang dapat memberdayakan orang lain..apakah betul :)

    Pemberdayaan adalah suatu inner-to-outer dynamic, sangat berguna bila didahului dengan keheningan dan kesadaran bimbingan batiniah. Pemberdayaan bukan hanya suatu cara untuk “mendapatkan” sesuatu, tetapi suatu kondisi yang mendukung kita untuk dapat aktivitas dengan sepenuhnya.

    Empowered Persons

    Memberdayakan orang-orang yang penuh seimbang, percaya diri, sadar, kepedulian dan selalu siap sangat dibutuhkan di dunia kerja. Sebaliknya mereka yang diberdayakan tidak kuat dengan tekanan, bingung, sangat agresif, memecah belah, atau plin-plan sangat banyak menemukan kesulitan di dunia kerja. Tentu saja, bahkan orang akan diberdayakan jika suatu hari atau saat-saat mengalami kebingungan, frustrasi atau keraguan, tetapi ekspresi dominan adalah salah satu kekuatan, rasa percaya diri dan pertimbangan diri sendiri untuk orang lain. Selain itu, pemberdayaan dapat berada pada situasional artinya, kita mungkin merasa dan diberdayakan dalam suatu situasi tidak kita disadari.

    Empowered Organizations

    Memberdayakan organisasi terdiri dari empowered persons, meskipun itu tidak selalu benar bahwa sekelompok orang diberdayakan oleh orang lain secara otomatis dalam sebuah organisasi. Organisasi yang benar-benar diberdayakan telah pindah keluar dari paradigma persaingan yang negatif dan keyakinan dalam keterbatasan dan kelangkaan. Banyak orang mempertimbangkan jika diberdayakan dalam suatu lingkungan kerja, karena pemberdayaan bergerak menuju pada suatu “new paradigm” untuk arah yang mobile atau dinamis.

    Moving from there to here

    Kebanyakan orang setuju dengan keinginan atau tujuan konsep-konsep seperti “komunikasi terbuka,” “kolaborasi,” dan “berorientasi pelanggan”. Namun, norma-norma yang sering mencegah mewujudkan tindakan yang membawa konsep-konsep ini ke dalam sesuatu yang dapat menghasilkan. Ketidakpercayaan masih berlaku di banyak lingkungan kerja/organisasi, terutama yang dihadapi dengan upaya perampingan yang telah atau sedang dilaksanakan dengan metode yang brutal. Banyak juga keyakinan sebuah organisasi bisnis dengan tujuan sangat komersil terus terjebak dalam pola-pola disfungsional. Best wishes.

    Who is empowered?

    You are empowered because of who you are,
    not because of your relationship to others.

    Empowerment comes from inside, not outside.
    Guided by high intention, this power is used for the good of all.

    Competition leads you to believe that resources are limited.
    When you turn within, you recognize that creativity is unlimited,
    leading you to unlimited resources.

    You compete with a belief in limited power.
    You are empowered by unlimited power.

    Today, help someone else to be empowered.
    Such an act might help you find your own power.

  • 0 Comments
  • Filed under: Manajemen
  • Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.