Coloring the Global Research..

toswari Blog

Archive for the ‘Komunikasi’ Category

Kemampuan Negosiasi dan Lobi

Negosiasi dan lobi menjadi ujung tombak seseorang dalam mewujudkan tujuan dan sasaran kegiatan. Tugas penting dalam mencapai kesepakatan dengan berbagai pemegang kepentingan (stake holder) yang terkait dengannya harus berjalan sesuai rencana, khususnya pihak-pihak diluar organisasi. Baik dalam kaitan dengan penjualan, perijinan ataupun kesepakatan-kesepakatan bisnis lainnya.

Mengoptimalkan posisi perusahaan dalam suatu transaksi/bisnis tersebut, tidak cukup bagi seorang manajer hanya mempersiapkan diri dalam proses formal-nya (negosiasi), ia juga perlu menguasai prinsip-prinsip dan ketrampilan dalam melakukan lobbying. Sehingga proses transaksi/bisnis dapat diterapkan sedini mungkin.

Perlunya pemberian wawasan, prinsip-prinsip dasar dan ketrampilan utama dalam melakukan lobi dan negosiasi. Anggap saja banyaknya diskusi disana-sini merupakan suatu latihan yang aplikatif dalam menerapkan lobi dan negosiasi, supaya:

1. Memahami prinsip-prinsip lobbying and negotiation skills yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat.

2. Menguasai dan mampu mengembangkan teknik-teknik negosiasi secara efektif.

3. Mampu menggunakan prinsip komunikasi yang tepat sasaran

Seperti mengenal dan memahami masalah, tantangan, tentu arahnya juga kompetisi supaya memperoleh kepercayaan… :) Bisa juga kita temukan apa saja kriteria sukses dan tidak sukses dalam lobbying and negotiation sekaligus mengukur kelemahan dan kekuatan serta mamahami budaya personal sebagai pengenalan karakteristik seseorang yang dijadikan sasaran. Setelah sering mencoba, barulah dievaluasi…  :)

Selamat melakukan nego dan lobi … :)

  • 2 Comments
  • Filed under: Komunikasi
  • Manusia dan Komunikasi Ilmiah

    ) he..he.. akibat dijuluki gelar ‘kategori serius ilmiah‘ pada Lomba Blog Dosen Terbaik UG Fiesta - UG ICT Award 2009 nih….terlanjur deh jadinya….)

    Tulisan ini menceritakan tentang menyajikan pengalaman partisipasi ketika menulis dalam berbagai konferensi di dalam dan luar negeri, terutama yang berkaitan dengan miskomunikasi dan mispersepsi dalam penggunaan internet antara penyaji makalah dengan panitia penyelenggara…)

    Menurut Klein dan Jervis (1996), komunikasi yang paling efektif adalah komunikasi paling primitif, yaitu komunikasi tatap muka yang dapat meminimalkan kesalahpahaman. Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi justru menghasilkan kesalahpamahan, karena komunikasi tatap muka telah dibatasi oleh produk teknologi.

    Berdasarkan pengalaman, Pada pembahasan tentang beberapa kesalahpahaman komunikasi antara penyaji malalah dengan panitia penyelenggara akan dibatasi pada era pasca krisis ekonomi yang dimulai pada tahun 2005. Hal ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, sebelum krisis ekonomi penggunaan teknologi informasi masih terbatas pada penggunaan faksimili dan surat-menyurat melalui pos. Kedua, selama krisis ekonomi beberapa forum ilmiah tidak dapat diselenggarakan karena alasan tertentu.

    Beberapa kesalaahpahaman yang terjadi pada setiap tahap antara lain adalah:
    Tahap 1: Pengumuman
    Pada tahap ini, penyelenggara acapkali memberikan informasi yang membingungkan penyaji makalah. Beberapa hal yang membingungkan adalah:
    ? Penyelenggara membuat website lebih dari satu - bisa berasal dari pengurus asosiasi dan tuan rumah penyelenggara – namun dengan versi yang berbeda-beda
    ? Penyelenggara telah membuat website, namun tidak pernah membalas email dari penyaji. Salah satu pengalaman Penulis bahkan menemukan forum ilmiah yang sudah diumumkan ternyata tidak pernah diselenggarakan.
    ? Penyelenggara kadang-kadang tidak memberikan informasi tentang: perlu tidaknya penyaji menyusun makalah lengkap, ada tidaknya prosiding atau kumpulan makalah, ada tidaknya sertifikat bagi penyaji.

    Tahap 2: Deadline pengumpulan abstrak/full paper
    Tidak banyak kesalahpahaman pada tahap ini. Adakalanya penyaji mengirimkan abstrak atau makalahnya melalui email setelah deadline, namun panitia tetap dapat menerimanya karena keterbatasan jumlah asbtrak. Adakalanya, panitia kebingungan karena jumlah abstrak yang masuk sangat terbatas sehingga memberikan pengumuman tambahan dengan mengundurkan jadwal.
    Masalah penting dalam tahap ini adalah umpan balik panitia sesegera mungkin kepada penyaji bahwa abstraknya telah diterima panitia dan akan dilanjutkan proses review. Sayangnya umpan balik seperti ini tidak banyak dilakukan.

    Tahap 3: Pengumuman abstrak/full paper
    Pada tahap ini, terdapat kontinum informasi yang diberikan oleh panitia. Semakin tidak lengkap informasi yang diberikan, semakin membuat kesalahpahaman. Beberapa temuan pada tahap ini adalah:
    ? Panitia hanya memberitahukan bahwa abstrak diterima
    ? Panitia tidak memberikan informasi tentang perlu tidaknya pengumpulan makalah lengkap
    ? Panitia tidak memberikan informasi tentang deadline pengumpulan makalah lengkap
    ? Panitia tidak memberikan informasi tentang ada tidaknya prosiding
    ? Panitia tidak memberikan informasi tentang perlu tidaknya revisi makalah setelah pengumpulan makalah lengkap
    ? Panitia memberikan informasi keberadaan prosiding, namun tidak memberikan informasi bahwa penyaji harus membayar terlebih dahulu agar makalahnya dapat dimuat dalam prosiding
    ? Panitia memberikan informasi keberadaan prosiding, namun tidak memberikan informasi bahwa penyaji harus membayar terlebih dahulu dan menyajikan makalahnya agar makalahnya dapat dimuat dalam prosiding
    ? Panitia memberikan informasi keberadaan prosiding, namun tidak memberikan informasi tentang penerbitan (pada saat pelaksanaan atau setelah pelaksanaan)

    Tahap 4: Deadline pengumpulan makalah lengkap
    Beberapa informasi dari panitia penyelenggara bisa jadi membuat kesalahpahaman bagi penyaji, seperti:
    ? Ada tidaknya revisi makalah
    ? Ada pengumuman revisi makalah, namun tidak dikirim lewat email tetapi dari website. Menjadi semakin membingungkan bagi penyaji jika websitenya lebih dari satu.
    ? Kelengkapan pedoman penulisan makalah lengkap; adakalanya panitia hanya memberikan pedoman secara global, atau sudah memberikan pedoman secara rinci namun tidak disertai contoh.

    Tahap 5: Pelaksanaan
    Kesalahpahaman pada tahap ini merupakan buah dari kesalahpahaman pada tahap-tahap sebelumnya, di antaranya:
    ? Penyaji hadir dalam pelaksanaan, namun ternyata namanya tidak tercantum karena panitia menganggap penyaji tidak merevisi makalahnya
    ? Penyaji hadir dalam pelaksanaan, namun ternyata namanya tidak tercantum dalam prosiding karena panitia menganggap penyaji tidak membayar sebelumnya
    ? Penyaji hadir dalam pelaksanaan dan sudah mengirimkan makalah lengkap, namun yang dijumpai hanya kumpulan abstrak
    ? Penyaji tidak hadir dalam pelaksanaan, dan berharap dapat membeli prosiding setelah pelaksanaan namun ditolak karena tidak hadir

    Secara umum, menyimpulkan bahwa tidak disiplinnya panitia dalam membuka email menjadi faktor kunci munculnya kesalahpahaman…he..he.. )

  • 6 Comments
  • Filed under: Komunikasi
  • Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.