Silahkan menanggapi?

Apa langkah reaktif pemerintah atas kebijakan RIM (Blackberry) dan Bosch yang akan

membuat pabrik di Malaysia tetapi tujuan pasarnya adalah Indonesia?

1. Apakah seharusnya pemerintah menggunakan ini sebagai alat Introspeksi dan Cambuk atas tidak tertariknya investor (FDI) menginvestasikan dananya untuk membangun sektor real di Indonesia. Infrastruktur, birokrasi dan law enforcement adalah hal lemah di dunia investasi Indonesia.

2. Apakah tidak tertariknya investor Ini sebagai Opportunity Lost bagi pebisnis yang seharusnya mampu ikut serta mendapatkan kesempatan berbisnis dengan masuknya Investor (FDI) ke Indonesia.

3. Apakah perlu membuat kebijakan dis-incentives bagi pemerintah karena kebijakan perdagangan FTA dan WTO sdh memberikan Nol Persen biaya masuk bagi barang elektronik tersebut terutama dari negara2 ASEAN.

4. Bagaimana jika Blackberry diberikan Dis-incentives berupa PPN ataupun PPN BM dan bagaimana pula nasib Nokia dan Apple products yg juga banyak dipakai di Indonesia?

5. Jangan-jangan ini strategy dan cara pemerintah agar dua industri dipaksa mau membangun pabriknya di Indonesia.. Hehehe..