Suatu organisasi perlu memiliki sistem pengelolaan karir yang baik. Sistem pengelolaan karir yang baik akan membuat setiap karyawan yang ada di perusahaan/organisasi mempunyai kejelasan mengenai apa yang akan ia peroleh dalam karirnya di perusahaan/organisasi tersebut.

Dengan adanya trend organisasi ke lean & flat organization maka para profesional SDM lebih ditantang lagi untuk dapat mengembangkan sebuah sistem pengembangan karir yang inovatif sehingga tidak membuat para staf yang diutamakan meninggalkan perusahaan/organisasi, sementara para deadwood justru yang tinggal.

Menjaga objektivitas dari sistem adalah suatu challenge tersendiri dalam proses pengelolaan karir. Salah satu aspek pentingnya adalah memadukannya dengan proses pengelolaan para staf yang diunggulkan, talented people yang diperlukan untuk memimpin perusahaan/organisasi di masa yang akan datang.  Karenanya pengelolaan sistem karir dan talent menjadi crucial bagi kepentingan jangka panjang organisasi.

Penting menumbuhkan peran seorang career & talent management, untuk memastikan terbentuknya suatu career management system yang dapat mendukung sasaran strategis perusahaan/organisasi, seperti:

  1. Menghubungkan antara strategi perusahaan dengan individual career development plan
  2. Menilai bagaimana kondisi struktur dan kebijakan SDM saat ini dapat di aliansikan dengan praktek2 pengembangan karir.
  3. Bagaimana setting suatu kondisi yang dapat memberdayakan setiap orang dalam organisasi untuk merencanakan karir yang realistis dengan bantuan manajer dan support dari organisasi
  4. Melakukan self-assessment sebagai sarana mengikuti perubahan yang terjadi di lingkungan kerja.
  5. Mengidentifikasikan talented people dalam organisasi dan mempertahankan serta mengembangkan kinerja mereka tanpa mengabaikan team work yang dibutuhkan organisasi.
  6. Mengembangkan framework yang sesuai untuk masing-masing organisasi dalam pengelolaan talent people.