Manajemen risiko memungkinkan manajemen perusahaan mewujudkan sasaran-sasaran bisnis, operasional, dan keuangan pada proses pengadaan dan proyek dengan lebih baik dengan adanya pengambilan keputusan yang tepat dan aktivitas yang terkendali.

Hal utama adalah karena manajemen risiko mendukung manajemen dalam membuat perencanaan dan merancang proses untuk mencegah atau menghindari risiko  sekaligus untuk menangkap dan mengeksploitasi peluang, menangani situasi yang benar-benar tidak diduga dengan adanya  contingency planning yang lebih baik.

Manajemen risiko juga memungkinkan manajemen mengalokasikan sumber daya perusahaan yang terbatas secara efektif dan pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek atau kegiatan dapat memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki yang lebih besar.

Perlunya pelatihan berstandar internasional yang banyak digunakan pada proses pengadaan dan manajemen proyek seperti di Australia dan New Zealand Standard (AS/NZS 4360:2004). Proses manajemen risiko yang digunakan oleh standar ini telah diadopsi ke dalam ISO 31000:2009 tentang manajemen risiko, sehingga pemahaman mengenai implementasi ISO 31000:2009 pada proses manajemen proyek dan pengadaan dapat meningkatkan kapabilitas manajer proyek dan project management office (PMO) dalam manajemen risiko proyek dan pengadaannya.

Paradigma baru risiko dan manajemen risiko mejadi dasar identifikasi awal, memahami antara SKILL versus LUCK, Project KPIs versus Operational and Strategic KPIs, framework implementasi dan continues improvement manajemen risiko proyek, mendalami proses dan perencanaan proyek, sistem informasi dan pelaporan serta project risk based audit. Semoga bermanfaat :)