Pemikiran atas tanggapan atas pidato Presiden RI tentang hubungan dengan Malaysia

Satu hal yang tidak dapat dipungkiri, Presiden SBY selalu mencoba melakukan cara untuk membuka wawasan masyarakat Indonesia dalam menyikapi berbagai hal dengan hati-hati dan berprinsip. Kita tahu bahwa masalah
Indonesia tidak hanya dengan Malaysia. Indonesia dalam melakukan keputusan apapun selalu dinilai kurang tepat, (termasuk tegas saja juga kurang tepat) hal ini biasa, karena kita sudah dibiasakan oleh komunitas masyarakat
yg memiliki kepentingan sendiri/kelompok.

Saya rasa kita perlu dan harus memberikan pencerahan kepada siapa saja sejauh itu baik bagi kemaslahatan rakyat Indonesia. Saya selalu mencoba memberikan pemikiran positif siapapun presiden RI, sejauh memiliki keseriusan
membangun sistem dan memperbaiki mental masyarakat.

Sayangnya usaha2 perbaikan perilaku, sikap, arah dan lain-lain yang membutuhkan proses selalu kalah tren dengan sikap yg tidak sabar, ingin praktis dan lain-lain. Apalagi masyarakat media di Indonesia sendiri tidak pernah bangga untuk bersama-sama memperbaiki Indonesia kedepan, selalu mencari berita yg konsumtif belaka.

Pengalaman mampir ke 6 negara, membuat saya belajar untuk memahami banyak hal positif, tidak pernah terlihat media-media disana kebablasan seperti di Indonesia (menurut media di Indonesia, ini belum kebablasan). Kita ingin maju tetapi kita belum siap melakukan usaha-usaha terbaik secara kontinuitas.

Semoga Indonesia semakin lebih baik.