Dilatarbelakangi dari pengetahuan dan wawasan yang luas, civitas akademika (khususnya mahasiswa) dapat memahami kewirausahaan secara menyeluruh. Jiwa wirausaha yang mulai dibangun saat kuliah dapat ditingkatkan dengan menjalin kerjasama dengan berbagai sumber seperti, para pelaku usaha, industri dan institusi. Namun, kendala yang biasa dihadapi adalah terbatasnya tempat, waktu dan media komunikasi yang tersedia. Untuk itu perlu dicari alternatif solusi yang inovatif yang bisa mempertemukan dunia pendidikan dan dunia industri. Salah satunya adalah melalui pemanfaatan teknologi informasi (ICT) yang bisa dijadikan media komunikasi dan alih pengetahuan dan teknologi yang tidak terbatas ruang dan waktu. Salah satu jenis industri yang bisa dijadikan contoh dalam pengembangan kewirausahaan adalah usaha kecil. Usaha kecil di Indonesia mempunyai peranan penting dalam perekonomian nasional, dilihat dari jumlah perusahaan dan tenaga kerja yang terlibat dalam usahanya.

Sebagai sebuah lembaga pendidikan, Universitas Gunadarma menyadari peran yang diembannya tidak hanya sebatas memberikan bekal pendidikan formal terbaik bagi mahasiswanya tetapi termasuk juga mengembangkan prasarana yang memadai untuk pembekalan mahasiswa dan alumni dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan. Sarana yang dibangun untuk pembekalan mahasiswa itu adalah sebuah aplikasi (web based) yang menjembatani antara civitas akademika dengan pihak industri, dalam hal ini adalah dengan usaha kecil.

Iklim kompetisi ilmiah dosen secara nasional dan internasional terus meningkat dari tahun ke tahun, lantas bagaimana dengan peningkatan kompetisi ilmiah mahasiswa ?

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

Sangat disadari bahwa, berbagai upaya terus dilakukan untuk mendorong dan memotivasi mahasiswa agar memiliki keberanian berkompetisi melalui ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang setiap tahunnya didanai oleh Dirjen DIKTI. PKM adalah salah satu ajang bergengsi mahasiswa untuk bisa berbicara pada level Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Diawali dengan keberanian untuk berpikir kreatif dan berpikir inovatif dalam merancang berbagai ide dan kreativitas, apalagi mampu memanfaatkan ICT, tentunya memberikan nilai tambah terhadap luaran dan pembaruan suatu program yang akan dilakukan.

Sekilas Karakteristik PKM

Karakteristik PKM PENELITIAN (PKMP)

1. Menemukan hasil karya melalui penelitian pada bidang profesi masing-masing

2. Menemukan kebaruan

3. Membuktikan suatu hipotesis

4. Ketepatan metode penelitian

5. Pertimbangan utama à memberikan sumbangan informasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan

Karakteristik PKM TEKNOLOGI (PKMT)

1. Menciptakan suatu karya teknologi yang dibutuhkan oleh suatu kelompok masyarakat

2. Mahasiswa bertukar pikiran dengan mitra

3. Produk PKMT merupakan solusi atas persoalan yang diprioritaskan mitra

4. Dasar Teknologi yang akan diterapkan sudah tersedia, bukan dicari melalui penelitian dalam program ini.

5. Pendekatan : uji coba – kalibrasi – adaptasi teknologi

6. Karya teknologi — prototipe, model, peralatan, proses, perangkat lunak

7. Kelompok masyarakat — kelompok tani, industri kecil, pedagang, koperasi, pelajar, kelompok produktif lain

Karakteristik PKM KEWIRAUSAHAAN (PKMK)

1. Penciptaan keterampilan berwirausaha

2. Berorientasi pada profit

3. Didahului oleh survai pasar,

a. karena relevansinya yang tinggi terhadap terbukanya peluang perolehan

b. profit bagi pengusul (MAHASISWA)

4. Pengusul bisa bermitra dengan kelompok masyarakat produktif, tapi kegiatan usaha yang didanai adalah kegiatan usaha dari mahasiswa pengusul

5. Ada perencanaan usaha.

6. Sebagian besar dana yang diajukan akan teralokasikan untuk operasional usaha — sebagai modal usaha.

7. Tidak ada kegiatan penelitian

Karakteristik PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKMM)

1. Program membantu masyarakat

2. Program yang memberikan peningkatan kecerdasan, keterampilan, dan pengetahuan masyarakat

3. Menetapkan masyarakat sasaran strategis dan persoalannya sebelum menyusun proposal.

4. Tidak ada kegiatan penelitian.

5. Program — penataan dan perbaikan lingkungan, pelatihan keterampilan kelompok masyarakat, pengembangan kelembagaan masyarakat, penciptaan karya seni, olah raga dll.

Namun, upaya-upaya yang telah dilakukan tetap menunjukkan kurangnya kontribusi mahasiswa yang berani berkompetisi melalui ajang Program Kreativitas Mahasiswa dari tahun ke tahun, mengapa demikian ? apakah kendala terbesarnya ?