Sama halnya dengan perusahaan lainnya, perbankan perlu mengelola manajemen risiko dengan baik, apalagi jika termasuk klasifikasi perusahaan besar dan mempunyai beberapa anak perusahaan yang tersebar di berbagai titik. Perlunya suatu proses identifikasi, analisis, penilaian dan monitoring suatu risiko yang sangat cepat perubahannya pada perbankan dan kemudian perlu segera dilakukan pengukuran atas mitigasi risiko untuk kepentingan stakeholder’s dan dalam menyeimbangkan risk and reward.

Ada beberapa alasan mengapa manajemen risiko diperlukan dalam perbankan:
1. Merupakan salah satu aspek dalam good corporate govermance
2. Membantu Top Management Bank dalam proses pengambilan keputusan bisnis
3. Tersedianya ukuran penilaian secara kualitatif dan kuantitatif
4. Mendorong bank beroperasi secara lebih efisien (more developed risk measurement)
5. Mengantisipasi penerapan internal model (standard s.d advanced)
6. Sebagai sarana early warning system bagi risk management unit dan risk management committee
7. Meningkatkan shareholder’s value (ultimate objective)

Para manajer dan pimpinan perbankan yang merupakan risk taking unit, bertanggung jawab pada operasional sehari-hari. Pada umumnya perbankan telah membuat prosedur standard, lengkap dengan built in control agar implementasinya dapat dilakukan sesuai kebijakan. Selanjutnya, perbankan membuat limit dan toleransi risiko yang dapat diterima. Pembuat kebijakan terpisah dengan manajer operasional, sehingga terdapat independensi dalam membuat kebijakan, yang telah memasukkan unsur manajemen risiko. Lantas, perbankan mengoptimalkan internal audit, yang akan memantau apakah implementasi yang dilakukan telah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.

Tabel berikut terlihat apa tugas dari masing-masing fungsi, serta apa yang diperlukan oleh masing-masing unit bisnis perbankan. Pembagian peran dan tanggung jawab memang sangat penting dan harus dipahami agar tidak terjadi risiko yang tak diperhitungkan sebelumnya.

Uraian diatas terlihat betapa kompleknya manajemen risiko di suatu perbankan, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang memahami benar, bagaimana mengidentifikasi, mengukur, memonitor, agar risiko bisa diminimalisir…