Coloring the Global Research..

toswari Blog

Archive for May, 2009

Indahnya tanah kelahiran nan sejuk di Kota Curup, Rejang Lebong, sampai sekarang tak pernah henti muncul tumbuhan yang jarang tumbuh di kota lain…

TACCA CHANTERII - Very Rare!! This tropical plant, hardy in Zone 10, needs a minimum winter temperature between 55 and 60 degrees F at night with a daytime temperature 5 to 15 degress higher. It is best suited for growing in a greenhouse or a humid sunroom. Plant individually in 6″ to 8″ pots in coarse, rich, loamy soil that is well-drained. Fertilize weekly from spring to fall with half-strength liquid fertilizer. In cold climates, let the plant to go dormant in winter, water sparingly. Zones 10-11 or indoors.

Lets take a look how unique this creature. Very beutifull even in black colour !

Photo located at Talang Rimbo Lama, Curup.

Technical info on Tacca :
It is very important to know where to get good, quality Tacca plants. The roots on the plants should be bright white and firm, not black, brown or soft.

* Tacca Chantrieri Andre`
* Common Name: Devil Flower, Bat Flower
* Family: Taccaceae Dumort.
* Country of Origin: Indonesia,Malaysia
* Habitat: Photo above at rejang land, sumatra highland
* Description: Curious, bat-like inflorescence both in shape and color, with wide spreading, wing-like bracts of rich maroon-black, accompanied by long trailing filaments or “whiskers”; the small black flowers are succeeded by heavy berries; corrugated olive-green leaves with oblique base.
* Accession #: 199300422
* Source: Smith College - Plant
* Accession Date: 10/18/93
* Bench: 1102 - Aroids, Marantaceae
* Qty: 2 confirmed on 11/08/99
* Accession History
* Classification:
* Division: Magnoliophyta
* Class: Liliopsida
* SubClass: Liliidae
* Order: Dioscoreales
* SubOrder:
* Family: Taccaceae
* SubFamily:
* Tribe:
* SubTribe:
* Based upon: Watson, L., and Dallwitz, M. J. (1992 onwards). ‘The Families of Flowering Plants: Descriptions, Illustrations, Identification, and
* Information Retrieval.’ Version: 19th August 1999. http://biodiversity.uno.edu/delta/.
* Internet Resources for this taxon
* Credits: Information on this page has been compiled from:
* Exotica 4, by AB Graf, 1982
* Information found at http://florawww.eeb.uconn.edu/acc_num/199300422.html

Reference :
http://www.birdfarm. net/MistysPassiflora/tacca.htm
http://www.rareflora. com/taccachablack.htm
http://www.tropicaflore.com/boutique/enter.html?lang=fr&target=d234.html
http://www.orchidboard.com/community/orchid-lounge/5715-tacca-chanterii-bat-flower.html

Belajar dari Fenomena…..

Mencoba dengan perlahan memahami perlunya penerapan manajemen risiko pada kegiatan usaha bank, memang membutuhkan sharing dan diskusi dengan banyak pihak. Diawali dengan memahami banyak hal yang melatarbelakangi perlunya penerapan manajemen risiko pada kegiatan perbankan di dunia, yang berdampak pada krisis ekonomi dunia tahun 1997an yang melanda Negara Meksiko dan Benua Asia, seperti kasus Barings yang memicu sebagai pendorong bagi neraga-negara G-seven dengan alasan untuk meningkatkan kerjasama internasional. Alasan-alasan tersebut dituangkan dalam pengembangan security, standards, transparencies dan system untuk memantau dan mengakomodasi risiko-risiko secara global dan terintegrasi.

Kita ketahui bahwa, kegiatan usaha bank senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan segala perkembangan produk perbankan yang terkait dengan fungsi bank sebagai lembaga intermediasi keuangan. Banyak kasus yang terjadi di Indonesia terkait terdapatnya celah dalam kegiatan operasional bank seperti, kasus Bapindo dengan Edi Tansil-nya yang merugikan negara Rp. 1,3 triliun, kasus Bank BNI Kc. Kebayoran Baru yang merugikan negara Rp. 1,2 triliun dan banyak kasus-kasus lain yang menimpa hampir seluruh bank yang ada di Indonesia dan membuat masyarakat sulit mempercayai.

Normal Business risk dan Criminal risk

Sementara itu di lain pihak, banyak muncul kasus beberapa bankir senior terkait pemberian kredit perbankan dan ada juga yang masih menjalankan proses peradilan. Membaca berbagai kasus tersebut, memang akan menimbulkan tanda tanya besar “Sejauh mana batas antara normal business risk dan criminal risk ?”

Terkait dengan pertanyaan diatas, guna melaksanakan seluruh aktivitas secara terintegrasi dalam suatu pengelolaan risiko yang akurat dan komprehensif, memang harus diperlukan menerapkan manajemen risiko, sesuai dan sejalan dengan rekomendasi BIS (Bank for International Settlements) melalui Basle Committee on Banking Supervision yang sudah tertuang dalam peraturan Bank Indonesia No.5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.

Perbankan sudah memiliki dasar yang cukup kuat, namun sekali lagi kesiapan sumber daya manusia dalam peningkatan kinerja sistem perbankan secara keseluruhan merupakan pekerjaan yang sangat berat.. Tulisan ini me-refresh awal mula dan fenomena yang pernah menyelimuti dunia perbankan…..

  • 2 Comments
  • Filed under: Perbankan
  • Triwulan pertama kondisi perbankan nasional tahun 2009 sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan, seperti terlihat pada meningkatnya rasio kecukupan modal (CAR) diatas 17 persen dan rata-rata non performing loan (NPL) yang masih cukup dapat dikendalikan sebesar 3,9 persen. Kondisi seperti ini diharapkan tidak membuat industri perbankan mengendurkan tali ikat pinggang kreditnya, karena bagaimanapun secara nasional, lembaga keuangan tetap mengantisipasi kemungkinan gejolak lanjutan krisis keuangan global.

    Adanya prediksi dari berbagai pihak, bahwa kedit macet perbankan pada triwulan kedua tahun 2009 diperkirakan naik dari 4,3 persen manjadi 5 persen. Maka diperkirakan akan muncul lagi permasalahan baru untuk para pengelola perbankan yang akan dihadapkan pada dua pilihan, yaitu: (1) Menyelamatkan kredit macet dengan menurunkan bunga kredit otomatis laba bersih juga menurun nantnya, atau (2) Bertahan dengan tingkat suku bunga yang tinggi, namun potensi kredit macet yang terus meningkat.

    Dengan adanya terobosan dari kebijakan Bank Indonesia yang tetap ditunggu pihak perbankan, diharapakan pihak perbankan nasional dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya prediksi tersebut, terkait dengan belum stabilnya krisis keuangan walaupun Indonesia dinilai saat ini memiliki fundamental yang cukup kuat dalam menghadapi krisis keuangan global dibandingkan banyak negara. ?

  • 0 Comments
  • Filed under: Perbankan
  • Smart System Politik Indonesia

    Belajar dari banyak hal, khususnya pemikiran-pemikiran pemimpin negara maju untuk membangun suatu konsep smart system yang dapat diterapkan pada pembelajaran politik di Indonesia. Sebagai negara berkembang, Indonesia sudah saatnya dipimpin oleh seorang yang berani bersikap dan mampu memperkuat suatu sistem politik dan secara tidak langsung memberikan contoh kepada negara lain tentang pembangunan sistem politik di Indonesia dan diikuti oleh penguatan sistem-sistem lainnya, seperti: hokum, ekonomi, sosial dan budaya.

    Saat ini tidak hanya figur seorang pemimpin yang diinginkan dan direkomendasikan masyarakat untuk memimpin Indonesia kedepan. Memiliki nilai plus dan bermodalkan integritas, kepabilitas serta keseriusan menjadi kekuatan utama, selain visi dan misi.

    Menurut pendapat saya, kekuatan diatas dapat menjadi kekokohan bagi fundamental berbagai sektor yang harus tumbuh secara sinergi, seperti sektor ekonomi, sektor sosial dan sektor lainnya. Hal penting yang harus dilakukan oleh para pemimpin untuk memimpin Indonesia kedepan adalah pemimpin yang harus memiliki mental siap kalah dan siap menang. Siap kalah menunjukkan komitmennya untuk mendukung, membantu pemikiran dan solusi arah pembangunan berbagai bidang. Siap menang berarti tidak lengah terhadap tugas dan tanggung jawab pencapaian dan peningkatan kinerja Indonesia kedepan. Sehingga smart system politik Indonesia dapat menjadi acuan pemimpin politik dan birokrasi di semua daerah yang tentunya sangat memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kinerja Indonesia di masa yang akan datang. Akankah ini tercapai dengan baik??

    Sebuah pertanyaan yang tidak gampang dijawab…. Mensinergaikan perkembangan sektor perbankan dengan sektor riil tidaklah mudah, karena terkait dengan keadaan keuangan perusahaan di sektor riil itu sendiri dan tingkat risikonya. Bank tidak lagi menjadi sarana pembangunan seperti sebelumnya, tetapi menjadi entitas bisnis yang mengikuti kaidah-kaidahnya sendiri dalam perkembangannya kedepan.

    Kita ketahui bahwa, perkembangan perbankan bisa sejalan dan juga bisa tidak sejalan karena tuntutan pembangunan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan pertumbuhan yang tinggi, penciptaan kesempatan kerja dan investasi tentunya, perbankan harus tetap melihat dari tingkat risiko dan kredit investasi kedepan seiring terjadinya dampak krisis finansial global.

    Bagaimanapun sinergi perkembangan perbankan dan sektor riil harus dioptimalkan agar potensi perkembangan ekonomi juga optimal. Tentu saja sumber pendanaan lain, terutama dari pasar modal dan pasar obligasi perlu terus dikembangkan, walau mengangkatnya juga memerlukan keseriusan semua pihak dan masyarakat.

    Rencana pemerintah untuk mempermudah perusahaan yang masuk pasar modal, antara lain dengan keringanan persyaratan perpajakan adalah salah satu cara yang akan ditempuh. Sedangkan bagi perusahaan yang akan menerbitkan obligasi persyaratannya untuk berhasil sebenarnya lebih berat daripada mendapatkan kredit dari perbankan. Jadi selama perkembangan pasar modal dan pasar obligasi masih terbatas, perkembangan sektor riil masih akan sangat bergantung pada perbankan..memang menarik untuk terus dicermati..

  • 0 Comments
  • Filed under: Perbankan
  • Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.