Coloring the Global Research..

toswari Blog

Topik Riset Manajemen Operasi

Trigger utama seseorang atau perusahaan dalam memenuhi suatu
kebutuhan adalam mengoptimalkan manajemen dan opersionalnya.
Oleh karena itu misi sebuah perusahaan seyogyanya adalah
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, bukan karena memuaskan
keinginan untuk membuat sesuatu. Sebagai konsekuensinya
apapun upaya kita dalam perusahaan atau organisasi, hendaknya
kebutuhan pelanggan ini menjadi tujuan. Dengan basis pemahaman
seperti ini maka upaya memaksimalkan pencapaian tujuan
(efektivitas) menjadi prioritas utama. baru kemudian dengan
tingkat pencapaian tertentu kita dapat memikirkan bagaimana
upaya agar dapat menghemat penggunaan sumber daya (efisiensi).

Beberapa topik riset Manajemen Operasi adalah sebagai berikut:
1. Production & Planning Inventory Control

2. CDM (Clean Development Mechanism)

3. Procurement Negotiation & Contracting Strategy

4. Developing Supplier Relationship Management

5. Essential Supply Chain Management

6. e-Procurement: Aplikasi dan Implementasi

7. The Economics of Maintenance Management

8. Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance

Semoga bermanfaat..:)

Silahkan menanggapi?

Apa langkah reaktif pemerintah atas kebijakan RIM (Blackberry) dan Bosch yang akan

membuat pabrik di Malaysia tetapi tujuan pasarnya adalah Indonesia?

1. Apakah seharusnya pemerintah menggunakan ini sebagai alat Introspeksi dan Cambuk atas tidak tertariknya investor (FDI) menginvestasikan dananya untuk membangun sektor real di Indonesia. Infrastruktur, birokrasi dan law enforcement adalah hal lemah di dunia investasi Indonesia.

2. Apakah tidak tertariknya investor Ini sebagai Opportunity Lost bagi pebisnis yang seharusnya mampu ikut serta mendapatkan kesempatan berbisnis dengan masuknya Investor (FDI) ke Indonesia.

3. Apakah perlu membuat kebijakan dis-incentives bagi pemerintah karena kebijakan perdagangan FTA dan WTO sdh memberikan Nol Persen biaya masuk bagi barang elektronik tersebut terutama dari negara2 ASEAN.

4. Bagaimana jika Blackberry diberikan Dis-incentives berupa PPN ataupun PPN BM dan bagaimana pula nasib Nokia dan Apple products yg juga banyak dipakai di Indonesia?

5. Jangan-jangan ini strategy dan cara pemerintah agar dua industri dipaksa mau membangun pabriknya di Indonesia.. Hehehe..

  • 0 Comments
  • Filed under: General
  • Topik Riset Marketing Manajemen

    Mencermati riset perilaku konsumen dan pelayanan pemasaran dapat diperdalam pemahamannya dengan berbagai karakteristik dan keteraturan perilaku konsumen dalam menentukan apakah harus membeli barang atau tidak, menentukan waktu pembelian, kuantitas yang harus dibeli, pemilihan brand dan lain-lain. Pemahaman ini berguna bagi para peneliti dalam mengajukan berbagai macam strategi pemasaran pada akhirnya untuk menaikkan jumlah penjualan atau keuntungan perusahaan.

    Berikut beberapa Topik Riset Marketing Manajemen yang dapat dikembangkan baik secara kualitatif dan kuantitatif :

    1. Effective Public Relations Activities and Best Practice for Public Relations Officer

    2. Desain Media Presentasi

    3. Marketing For Non Marketer

    4. Social Media Marketing Strategy for Grasping Huge Customer

    5. Strategic Brand Building

    6. Effective Marketing Management

    7. Handling Customer Complaint

    Semoga bermanfaat. :)

    Terdengar hiruk-pikuk beberapa bulan yang lalu betapa sulitnya orang tuan mencari sekolah untuk anak-anak mereka. Masuk perguruan tinggi pun bingung + susah setengah mati. Kalaupun diterima, seperti lolos dari lubang jarum. Sudah masuk ternyata banyak yang “salah kamar”.. J. Ketika diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) muncul masalah, tidak diterima juga masalah.

    Kalau punya uang bias pilih kuliah maunya dimana saja ? Bagaimana kalau uang tak punya? Hampir semua orang ingin menjadi sarjana, bahkan masuk program S-2 dan S-3. Birokrat atau Militer pun sekarang banyak yang ingin punya gelar sampai S- 3… luar biasa.

    Saat ini, memilih SD, SMP dan SMA pun sama sulitnya, termasuk pindah sekolah, biaya yang begitu besar, padahal bangku sekolah masih banyak yang kosong. Masuk sekolah susah, pindah juga sulit, diterima di perguruan tinggi untung-untungan, cari kerja susahnya minta ampun.

    Lengkaplah sudah masalah pendidikan di Negara tercina ini. Sebuah slogan yang harus dibayar mahal “Ayo Sekolah…”. Dimana letak jembatan untuk mengangkat kesejahteraan dan daya saing bangsa, mengapa semuanya dibuat sulit? Lantas apa yang harus dilakukan orang tua? Sekolah untuk apa?

    Belajar, belajar dan belajar. Malaysia dijaman Mahatir memiliki komitmen yang tinggi membangun SDMnya dengan mengirim puluhan ribu sarjana mengambil gelar S-2 dan S-3 ke berbagai negara maju.

    China dalam kurun waktu 10 tahun, SDMnya pulang dan siap mengisi perekonomian negara. BUMN di negara itu dipimpin orang-orang hebat, demikian pula perusahaan swasta dan birokrasinya. Apa yang salah dalam sistem pendidikan di Indonesia???

  • 1 Comment
  • Filed under: General
  • Membangun Sistem dan Manajemen Career

    Suatu organisasi perlu memiliki sistem pengelolaan karir yang baik. Sistem pengelolaan karir yang baik akan membuat setiap karyawan yang ada di perusahaan/organisasi mempunyai kejelasan mengenai apa yang akan ia peroleh dalam karirnya di perusahaan/organisasi tersebut.

    Dengan adanya trend organisasi ke lean & flat organization maka para profesional SDM lebih ditantang lagi untuk dapat mengembangkan sebuah sistem pengembangan karir yang inovatif sehingga tidak membuat para staf yang diutamakan meninggalkan perusahaan/organisasi, sementara para deadwood justru yang tinggal.

    Menjaga objektivitas dari sistem adalah suatu challenge tersendiri dalam proses pengelolaan karir. Salah satu aspek pentingnya adalah memadukannya dengan proses pengelolaan para staf yang diunggulkan, talented people yang diperlukan untuk memimpin perusahaan/organisasi di masa yang akan datang.  Karenanya pengelolaan sistem karir dan talent menjadi crucial bagi kepentingan jangka panjang organisasi.

    Penting menumbuhkan peran seorang career & talent management, untuk memastikan terbentuknya suatu career management system yang dapat mendukung sasaran strategis perusahaan/organisasi, seperti:

    1. Menghubungkan antara strategi perusahaan dengan individual career development plan
    2. Menilai bagaimana kondisi struktur dan kebijakan SDM saat ini dapat di aliansikan dengan praktek2 pengembangan karir.
    3. Bagaimana setting suatu kondisi yang dapat memberdayakan setiap orang dalam organisasi untuk merencanakan karir yang realistis dengan bantuan manajer dan support dari organisasi
    4. Melakukan self-assessment sebagai sarana mengikuti perubahan yang terjadi di lingkungan kerja.
    5. Mengidentifikasikan talented people dalam organisasi dan mempertahankan serta mengembangkan kinerja mereka tanpa mengabaikan team work yang dibutuhkan organisasi.
    6. Mengembangkan framework yang sesuai untuk masing-masing organisasi dalam pengelolaan talent people.
    • 0 Comments
    • Filed under: Manajemen
    • Kemampuan Lobi & Negosiasi

      Berbisnis merupakan salah satu pilihan bagi kaula muda dalam mencapai kesuksesan dimasa yang akan datang. Banyak keutamaan dalam bisnis yang harus disiapkan oleh generasi muda yang merasa dirinya memiliki potensi untuk bersaing di dunia kerja, seperti harus mempersiapkan kemampuan untuk mencapai kesepakatan dengan berbagai pemegang kepentingan (stake holder) yang terkait dengannya, khususnya pihak2 diluar organisasi.

      Bentuk kesepakatan dan kemampuan yang perlu diasah seperti penjualan, perijinan ataupun kesepakatan-kesepakatan bisnis lainnya. Upaya untuk dapat mengoptimalkan posisi perusahaan dalam melakukan pendekatan dan transaksi tersebut, seorang manajer tidak hanya perlu mempersiapkan diri dalam proses formal saja seperti negosiasi, manajer juga perlu menguasai prinsip-prinsip dan ketrampilan dalam melakukan lobbying. Sehingga proses transaksi dapat sesuai arah seawal mungkin.

      Pengembangan wawasan, prinsip-prinsip dasar dan ketrampilan utama dalam melakukan lobi dan negosiasi dapat dilatih dengan melakukan role playing selalui:

      • Memahami prinsip-prinsip lobbying & negosiasi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat.
      • Memahami dan menguasai serta mampu mengembangkan teknik-teknik negosiasi secara efektif.
      • Memahami dan mampu menggunakan prinsip komunikasi yang tepat dalam bernegosiasi.
      • Memahami posisi ketika berkompetisi atau berintegrasi.
      • Memahami identifikasi kekuatan dan kelemahan serta aspek budaya yang ada.
      • Memutuskan kapan memulai persiapan negosiasi, proses yang sedang berjalan dan melakukan evaluasi hasil.

      Semoga bermanfaat :)

    • 2 Comments
    • Filed under: Manajemen
    • Prinsip-prinsip dalam menerapkan manajemen aktivitas bertujuan untuk meningkatkan produktivitas diri.  Prinsip manajemen aktivitas adalah kemampuan kita untuk melakukan analisa aktivitas, serta lebih mengalokasikan waktu secara produktif, dengan mengatasi time waster atau procrastination.

      Sedangkan time management, menambahkan prinsip-prinsip penting lainnya kedalam ketrampilan tersebut untuk memastikan terjadinya peningkatan produktivitas diri, yaitu: priority management, keterlibatan penuh dan getting things done.

      Prinsip dalam manajemen prioritas adalah memastikan bahwa input yang kita masukan dalam aktivitas sehari-hari adalah prioritas bagi pekerjaan. Pekerjaan yang perlu didelegasikan adalah salah satu kunci penting dalam prinsip manajemen prioritas.

      Prinsip produktivitas diri yang optimal bisa dicapai bila kita berhasil mengelola enerji kita pada dimensi fisik, emosi, mental dan spiritual. Prinsip ini mengacu pada best seller book dari Jim Loehr dan Tony Schwartz, ‘The Power of Full Engagement’.

      Semoga prinsip manajemen aktivitas tersebut dapat membantu memanfaatkan waktu, memilah aktivitas dan menyiapkan diri untuk terlibat secara penuh dan mempercepat proses kerja dengan optimal. :)

    • 0 Comments
    • Filed under: Manajemen
    • Sekumpulan keputusan dan tindakan strategis yang telah memperhitungkan tantangan perubahan lingkungan agar ditetapkan oleh pimpinan puncak untuk meningkatkan nilai tambah organisasi (seperti peningkatan goals untuk kesejahteraan) dengan mengalokasikan dan meng-utilisasi sumberdaya organisasi, serta dievaluasi proses pengelolaan strategisnya untuk peningkatan keefektifan organisasi dan kinerjanya.

      Hasil riset menunjukkan lebih dari 74% organisasi mengalami kegagalan karena tidak memperhatikan faktor budaya seperti nilai-nilai inti organisasi, yang merupakan sumber kekuatan penting yang diyakini dan dianut secara luas sesuai dengan tantangan perubahan lingkungan.

      Setelah ditelaah dan diamati, umumnya proses perubahan, terlebih perubahan budaya tidak mudah terjadi kecuali jika kegiatan memetakan PBO (Profil Budaya Organisasi) tersedia fasilitasnya sebagai acuan vital kepentingan manajemen puncak dalam menggerakkan & mengendalikan arah perubahan dan sekaligus mewarnai rencana strategis organisasi.

      Hasil pemetaan PBO bisa diperoleh hanya dalam waktu singkat. Jika dibandingkan dengan Standard Industrial Codes seperti organisasi Fortune 500 yang dikenal sebagai organisasi/perusahaan kelas dunia, tentunya akan memudahkan dalam mendiagnosis, memfasilitasi proses & arah perubahan budaya guna mempengaruhi peningkatan keefektifan organisasi dan kinerjanya.

      Apa yang harus dilakukan?

      • Mengidentifikasi dan menginterpretasi kekuatan dan jenis budaya yang dominan, ketidakserasian budaya dan arah perubahannya, serta  fokus tindak lanjutnya guna peningkatan keefektifan organisasi dan kinerjanya.
      • Membandingkan kesamaan & perbedaan PBO dengan organisasi sejenis lainnya ataupun dengan Standard Industrial Codes termasuk perusahaan Fortune 500 guna mempengaruhi peningkatan keefektifan organisasi dan kinerjanya.
      • Memeragakan kesesuaian serta ketidakserasian antara profil budaya organisasi dan profil individu atau pemimpinnya.

      Sumber inspirasi:

      • Mengenal lebih jauh budaya organisasi
      • Penetapan dimensi budaya organisasi
      • Profil dan Proses Budaya Organisasi (PBO)
      • Budaya, keefektifan organisasi dan kinerjanya
      • Pemetaan dan interpretasi PBO
      • Perancangan proses perubahan budaya organisasi
    • 0 Comments
    • Filed under: Manajemen
    • Setiap pemberian kredit tentunya dilakukan dengan perhitungan matang atas risiko yang mungkin ditimbulkannya. Namun ketika risiko tersebut benar terjadi, penanganan atas piutang/kredit bermasalah seharusnya dilakukan secara komprehensif dan melalui prosedur serta tata cara yang sesuai dengan jalur hukum yang ada, tanpa mengurangi prinsip untuk meminimalkan kerugian finansial yang ditimbulkan.

      Kesalahan dalam penanganan piutang/kredit bermasalah akan membawa dampak hukum dan lain-lain yang merugikan bagi semua pihak, baik dari aspek finansial maupun aspek bisnis dan dalam skala luas berpotensi menimbulkan bencana finansial nasional.

      Beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti:

      o Perjanjian dan perikatan dengan jaminan dan tanpa jaminan;

      o Alternatif penyelesaian hukum untuk piutang/kredit bermasalah yang berasal dari perjanjian dan perikatan dengan jaminan dan tanpa jaminan;

      o Prosedur dan tata cara eksekusi jaminan;

      o Pemahaman kasus dan antisipasi piutang/kredit bermasalah.

      Beberapa personil terkait yang diharapkan memahami penanganan kredit bermasalah adalah direktur, manager, supervisor dan staf di bagian hukum, bagian keuangan, bagian kredit dan bagian collection. Semoga bermanfaat :)

    • 0 Comments
    • Filed under: Perbankan
    • Manajemen risiko memungkinkan manajemen perusahaan mewujudkan sasaran-sasaran bisnis, operasional, dan keuangan pada proses pengadaan dan proyek dengan lebih baik dengan adanya pengambilan keputusan yang tepat dan aktivitas yang terkendali.

      Hal utama adalah karena manajemen risiko mendukung manajemen dalam membuat perencanaan dan merancang proses untuk mencegah atau menghindari risiko  sekaligus untuk menangkap dan mengeksploitasi peluang, menangani situasi yang benar-benar tidak diduga dengan adanya  contingency planning yang lebih baik.

      Manajemen risiko juga memungkinkan manajemen mengalokasikan sumber daya perusahaan yang terbatas secara efektif dan pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek atau kegiatan dapat memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki yang lebih besar.

      Perlunya pelatihan berstandar internasional yang banyak digunakan pada proses pengadaan dan manajemen proyek seperti di Australia dan New Zealand Standard (AS/NZS 4360:2004). Proses manajemen risiko yang digunakan oleh standar ini telah diadopsi ke dalam ISO 31000:2009 tentang manajemen risiko, sehingga pemahaman mengenai implementasi ISO 31000:2009 pada proses manajemen proyek dan pengadaan dapat meningkatkan kapabilitas manajer proyek dan project management office (PMO) dalam manajemen risiko proyek dan pengadaannya.

      Paradigma baru risiko dan manajemen risiko mejadi dasar identifikasi awal, memahami antara SKILL versus LUCK, Project KPIs versus Operational and Strategic KPIs, framework implementasi dan continues improvement manajemen risiko proyek, mendalami proses dan perencanaan proyek, sistem informasi dan pelaporan serta project risk based audit. Semoga bermanfaat :)

    • 2 Comments
    • Filed under: Manajemen
    • Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.