Tety Elida
Universitas Gunadarma Staff Blog

October 6th, 2016

Lagi-lagi kalah dengan Gadget

Posted in Buku Anak by tety

Sambil menyusuri pinggiran kali Ciliwung, pikiran saya melayang membayangkan seperti apa reaksi anak-anak nanti atas sejumlah buku yang telah saya siapkan tadi malam. Setelah meminta ijin kepada perawat yang bertugas, saya menyusuri lorong berdinding putih, dan membuka pintu salah satu pintu. Suasana kamar hening sekali, ternyata anak-anak yang berada di ruang tersebut masih tidur.
Memasuki pintu berikutnya saya mendapati 3 anak yang terjaga, 2 diantaranya sangat asyik dengan gadgetnya. Saya hampiri salah satu dari mereka, dan menanyakan apakah mereka mau saya bacakan cerita. Jawaban cepat keluat dari mulut si anak, “Tidak”. Bahkan tidak sedikitpun dia memalingkan mukanya dari layar gadgetnya. Si Ibu mencoba membujuk “ Ayo …tutup dulu, tuuh Ibu mau dongeng”. Si anak tetap bergeming. Tersenyum sambil mengusap punggung si Anak, saya pindah ke tempat tidur sebelahnya. Lagi-lagi saya di tolak……..ternyata game pada gadget lebih menarik dari sebuah buku cerita bagi mereka. Saya urung mendekati anak yang ketiga, karena sedang dikelilingi oleh sejumlah perawat dan dokter.
Tiba di ruang yang terletak paling tengah, hati saya mulai bimbang….., akankah saya di tolak lagi? Saya datangi seorang anak perempuan berusia kira-kira 5 tahun. Dia memilih cerita tentang “Telinga Kelinci yang Terkulai”, dan saya teruskan dengan cerita “2 Sahabat” menggunakan origami. Si anak perempuan tadi tersenyum kepada ibunya memperlihatkan kelincinya yang berwarna kuning. Menurut si Ibu, dia memang senang dengan cerita binatang.
Pindah ke tempat tidur yang lain, seorang anak laki-laki berusia 2 tahun terbaring lemah……dan sedang di beri perlakuan oleh seorang perawat. Matanya melirik pada sejumlah buku yang ada ditangan saya….. Saya berikan salah satu buku yang dipilih oleh si Ibu. “Nanti…..bisa Ibu bacakan..ya”, pesan saya.
Keluar dari lorong ruang perawatan, dalam perjalanan menuju kampus, sejumlah ide tuk membuat cerita berbasis android mulai muncul……

Jakarta, 1 Oktober 2016
(corat-coret sambil dengerin mahasiswa presentasi)

December 29th, 2009

Tempat terindah

Posted in e-curhat by tety

rasanya masih terasa genggaman tangan hangat,
masih terbayang mimik wajah sayu,
masih terngiang kayal dan angan,
kerisauan akan kesendirian,
dan kegalauan akan ketidakhadiran seorang imam,
tetapi senyum itu selalu ada,

Saat aku berdiri disamping badan yang telah terbujur kaku,
aku bersyukur Allah telah meringankan deritamu,
aku bersaksi bahwa engkau salah satu kalifahNya yang terbaik,
aku yakin betapa sibuknya malaikat mencatat kebaikanmu,
dan aku yakin Allah menyiapkan tempat terindahnya untukmu,
tetapi, aku tetap saja ingin menangis …….!!!

Selamat jalan sahabat,
Pergilah ke tempat terindah…
tempat dimana kau tidak akan merasa sakit,
dan selalu ditemani oleh bidadari cantik……

Pergilah sayang, Allah telah menyiapkkannya untukmu,
tempatNya yang terindah….

September 12th, 2007

Terapi Buku 2

Posted in Buku Anak by tety

Setelah bercerita dengan seorang teman kemarin, saya kok jadi pengen posting cerita ini.

Sabtu, 23 Juni ini saya, Ari dan Siwi dari Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) bertugas dongeng di RSCM.  Malam sebelumnya saya mulai coba memelototi koleksi buku cerita yang kami punya di rumah.  Hampir semua picture book yang kami punya sudah pernah kami bawa ke RSCM.  Saya kemudian membolakbalik kumpulan cerita yang kami miliki, guna mencari ide untuk kegiatan dongeng besok.  Setelah beberapa saat akhirnya saya memutuskan kegiatan besok akan diisi dengan  2 dongeng  gambar dan cerita si Tofu sakit.

 Siwi ternyata tidak bisa ikut, karena sakit.  Pagi  hari sebelum berangkat Ari meyiapkan whiteboard dan saya belanja sayur untuk cerita si Tofu.  Kami tiba di RSCM pukul 9.15, lebih awal 15 menit dari jadual yang seharusnya.  Tetapi suster jaga diruangan tersebut mempersilahkan kami “ Gak apa-apa sekarang aja…., gak ganggu kok !”.  Di ruang rawat kelas 3 yang kami masuki saat itu ada kurang lebih 14 anak yang sedang menjalani  perawatan, umur mereka bervariasi antara 1 tahun sampai 12 tahun. 

 Cerita pertama adalah dongeng gambar “Ikan terbang”.  Dongeng gambar adalah salah satu cara bercerita  yang dibawakan sambil menggambar melalui media papan tulis, whiteboard atau kertas.   Cerita ikan terbang yang saya bawakan saya dawali dengan kalimat ” Ada sepasang kakek dan nenek yang tinggal disebuah rumah yang berbentuk bulat !”  Sambil mengucapkan kalimat tersebut, tangan saya membentuk bulatan kecil disebelah kiri atas whiteboard.  Begitu seterusnya, setiap kalimat yang saya ucapkan selalu diikuti dengan gerakan tangan yang sesuai.  Cerita ”Ikan terbang” ini menceritakan tentang sepasang suami istri (kakek dan nenek) yang merasa terganggu oleh suara berisik yang berasal dari sebuah kolam di dekat rumah mereka.  Di akhir cerita si nenek berteriak ”Kakek, coba lihat ikan-ikan di kolam berterbangan keluar !”  Si kakek keluar dari rumah dan berkata ” Aduh Nenek, itu bukan ikan, itu kan seekor burung!”  dan memang gambar yang terbentuk adalah gambar seekor burung.

Eko, salah satu anak bersedia mencoba apa yang saya lakukan. Ibunya membantu melepaskan tali infus dari tiang dan memegang botol infus itu selama Eko bercerita. Dengan agak tersendat karena lupa, Eko tetap terus mencoba bercerita.  Meskipun mempergunakan tangan kiri, gambar Eko sangat bagus,  sehingga Ibu-Ibu yang berada didekat kami spontan bertepuk tangan pada saat gambar burung terbentuk. 

Cerita gambar kedua adalah ”Beruang”.  Seorang anak yang sedang berjalan-jalan tiba-tiba terperosok kedalam sebuah lubang gelap, sehingga kepalanya benjol.  Pada saat anak itu berusaha keluar dari lubang, ia kembali terperosok ke lubang yang lebih dalam lagi dan benjolan kepalanya semakin besar.  Di akhir cerita terbentuklah kepala seekor beruang.  Kali ini Danu yang semangat mencoba menirukan cerita saya.  Tetapi rupanya Danu berceritanya dalam hati, sehingga yang terlihat hanya tangannya saja yang menggambar.

Cerita berikutnya adalah ”Si Tofu Sakit”.  Saya dan Ari membawakan cerita ini.  Sambil memegang  sebuah tahu, saya buka cerita dengan keluhan si tofu yang sedang sakit tetapi tidak ada satupun temannya yang membesuk.  Kemudian datang lobak menjenguk dan menceritakan kenapa teman-teman mereka tidak bisa datang.   Sewaktu lobak mengajak Wortel ternyata Wortelpun sedang sakit.  Kulitnya kemerahan karena tersengat sinar Matahari.  Demikian juga dengan Terong, ia terjatuh sehingga badanya lebam sampai berwarna ungu.  Si Pare tidak boleh keluar rumah karena kulit tubuhnya banyak timbul benjolan akibat terserang cacar  Satu persatu satu, sayuran yang kami peroleh pagi itu  memerankan tokoh teman si Tofu yang ternyata mereka semua juga sakit.  

Awalnya saya akan menutup kegiatan dongeng hari itu dengan cerita si Tofu, tetapi tiba-tiba seorang anak nyeletuk  ”Dongeng gambar lagi !”  Untunglah cerita ”Kucing, Tommy dan Sally” masih ada dalam ingatan saya.    Setelah selesai bercerita , lagi-lagi si Eko yang penasaran ingin mencoba.  Menurut ibunya, dia memang senang menggambar dan diantara anak-anak yang sedang dirawat saat itu, dia yang paling seneng ngomong. 

Tidak terasa sudah jam 9.50.  Kami pamit pulang sambil membagikan sekotak pensil warna bagi mereka.    “Kak  besok  datang lagi   ???? “  tanya seorang  anak.

September 12th, 2007

Kegitan RSCM

Posted in Cerita Anak by tety

Laporan kegiatan di RSCM

19.05.07/ 09.20 – 10.00

Tim ; Sisca, Nurul, Nita

 

 “Story Telling’s Tool”

 

Pengantar

Tim KPBA kali ini adalah Sisca, Nurul dan Nita. Kegiatan kali ini dimulai lebih cepat 10 menit dari jadwal rutin, yakni pukul 09.20 atas inisiatif Sisca melihat banyaknya personel dengan kaos putih oranye bertuliskan “Smart Kids” wira wiri di lantai bawah, menuju bangsal anak. Dan betul saja, kegiatan kali ini memakan waktu hanya 30 menit karena pada pukul 10.00 di aula yang berada di sayap kiri telah disiapkan acara khusus bagi anak-anak pengidap kanker - di adakan oleh Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) bekerjasama dengan perusahaan IBM dalam rangka peringatan 70 tahun perusahaan tersebut.

 

 

Agenda

Sisca memulai acara dengan cerita “Burung kecil berlatih bernyanyi”. Cerita yang memakai berbagai alat peraga ini menceritakan seekor burung yang sedih mendengar suara yang dikeluarkannya: kgraaakk.. kgraaakk. Kemudian si burung kecil mencari tempat berguru, berturut2, binatang yang ditemuinya dimintai mengajari nya bernyanyi : burung hantu yang bernyanyi “houuuu..”, tikus yang bernyanyi dengan mencicit, kodok dengan suara “wroggg..wrooggg”-nya, sampai akhirnya siburung kecil hinggap di pohon yang rindang dan mencoba mengulang yang diajarkan binatang-binatang yang ditemuinya sambil bersiul dan terkaget kaget pada dirinya sendiri karena ternyata akhirnya dapat menyiulkan lagu riang : cuwiittt…cuwittt dan akhirnya bernyanyi : trilili lili lili….

 

Sisca membawakan cerita dengan menggunakan alat peraga yang dipegang oleh penulis dan penulis “menempatkan diri” sebagai stuntman : menirukan suara2 sesuai gambar yang dipegang diatas karton besar, mengajak anak-anak untuk menirukan bunyi bunyian sesuai gambar.

Pesan Moral :

Practice makes perfect. Semua harus dipelajari, tak ada yang instant.

 

 

Cerita cepat berganti ke “Kambing dibukit” yang dibawakan Nurul setelah sebelumnya anak2 diajak bernyanyi “Kalau kau senang hati”. Nurul menggunakan kedua jari telunjuk yang terus digerakkan untuk cerita ini. Cerita yang berasal dari eropa timur ini mengisahkan 2 ekor kambing : putih dan coklat yang tinggal di 2 bukit yang berseberangan dan dipisahkan jembatan kayu. Seperti halnya manusia yang selalu menganggap “milik tetangga lebih hijau”, kambing2 ini melihat rumput yang dipunyai lainnya lah yang lebih kelihatan enak. Jadilah masing masing kambing tersebut menuruni bukit dan menyeberang melalui jembatan ke bukit lainnya untuk mendapatkan rumput sampai suatu ketika mereka berpapasan dan tak ada yang mau memberikan jalannya. Salah satu diantaranya akhirnya meminta untuk masing-masing mengempiskan perut dan bergeser kearah yang berlawanan agar keduanya dapat melewati jembatan kayu tersebut. Pada cerita ini, penulis mengajak anak2 untuk mengempiskan perut dengan mendatangi anak-anak (dan mereka terlihat aktif mengikuti gerakan gerakan yang dilakukan penulis – juga pada saat menyanyi)

Pesan Moral:

Pentingnya mengalahkan ego, tak ada gunanya saling berkeras (pada kasus tak mau mengalah saat menyeberang jembatan)

 

 

 

Penutup

Setelah cerita kambing tersebut, Sisca menutup acara sabtu ini karena beberapa anak telah “siap dijemput” panitia ulang tahun YOAI dan IBM diatas dengan mengajak anak-anak menyanyikan versi Indonesia dari lagu “Mc. Donald’s Farm”. Lagi lagi dengan mengajak anak-anak menirukan suara suara binatang yang ada dipeternakan. Tak dirancang sebelumnya, hari ini semua bercerita dan bernyanyi tentang binatang. Ketika berpamitan, tim KPBA kembali memberikan bingkisan kecil pinsil hias. Tak seperti pengalaman pertama penulis dalam kegiatan mendongeng di RSCM yang menggunakan “bed to bed method”, kali ini penulis mendapatkan pelajaran baru “using tool method”: mendongeng menggunakan alat peraga : kertas bergambar binatang dan penggunaan telunjuk untuk membuat “cerita tanpa buku” sama menariknya dengan mendongeng dengan gambar/buku. Ini merupakan pengalaman baru juga bagi penulis setelah bulan sebelumnya juga menjadi “stuntman  dengan niat menjadi tenaga panggilan menggantikan rekan yang berhalangan pada bulan sebelumnya dan tidak jadi “berakting” karena acara telah penuh terisi. Saat itu, yang menarik perhatian penulis adalah penggunaan kertas warna yang kemudian diketahui sebagai “storygami method”.

 

Sesuai acara, penulis menyempatkan mampir keacara ulang tahun “kolaborasi” diatas dan diketahui mereka (YOAI) ternyata mempunyai program serupa yang diadakan setiap hari sabtu (seminggu sekali) dengan membacakan cerita cerita pada pasien anak-anak. Acara tersebut, menurut 2 orang aktifisnya yang sempat penulis sapa, Ibu Maya Erikowati dan  Ibu Masindah dilakukan sekitar jam 10.30 sampai tiba saat makan siang. Acara yang dilakukan tersebut berupa membacakan buku-buku yang dilakukan from bed to bed, juga meminjamkan berbagai macam mainan untuk kemudian dikumpulkan kembali untuk digunakan minggu berikutnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin YOAI yang selain dengan RS Cipto Mangunkusumo juga mengadakan kerjasama dengan RS Kanker Dharmais, RS Fatmawati, RS Harapan Kita, RSPAD Gatot Subroto. Namun hanya di RS Cipto Mangunkusumo, kegiatan rutin seperti yang dilakukan KPBA, dijalankan.

September 12th, 2007

Tentang Saya

Posted in My Family by tety

Mulai belajar di TK Sanggar Wanita Tebet nerusin ke SDN 11 Pagi yang juga di Tebet. Lanjut ke SMP43 JKT and terus ke SMAN 8 JKT (waku itu belum banjir). Dapet PMDK ke IPB masuk jurusan Gizi Masyarat dan Sumber Daya Keluarga dan begitu lulus sempet kerja setahun di Overseas Bank. Mulai Februari 1992 bergabung di Universitas Gunadarma (waktu itu namanya masih STMIK Gunadarma).

Tahun 1994 merupakan tahun yang bersejarah, karena di tahun tersebut pada bulan Maret saya menikah dengan seseorang yang alhamdulillah sangat sayang pada keluarganya. Sekarang kami dikaruniai tiga orang anak yang ganteng, cantik dan cantik.

Selain mengajar di Gunadarma, saya juga aktif di Society for Children Literatur. Sebuah lembaga swadaya masyarakat yang concern pada bacaan anak-anak terutama di Indonesia. Saat ini saya menjabat sebagai vice president pada lembaga tersebut.

May 2nd, 2007

Terapi melalui Buku

Posted in Buku Anak by tety

Kak, Minggu depan datang lagi khan ? ujar salah satu anak yang sedang terbaring di tempat tidur ruang perawatan kelas 3 RSCM. Saya menatap anak itu…., nanti , Minggu sekali lagi Kakak datang ya……! Dimas baca cerita yang ini aja dulu…..

Hampir semua anak yang berada di ruang perawatan kelas 3 RSCM mengalami sakit yang membutuhkan perawatan yang lama. Oleh karena itu mungkin kedatangan kami kesana diharapkan oleh mereka. Saya dan teman-temen yang tergabung dalam Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) secara rutin mengatur jadual 2 minggu sekali mengunjungi mereka untuk membacakan cerita. Biasanya kami menggunakan Picture Book, yang gambarnya cukup besar sehingga mereka dapat melihat ilustrasi cerita dari tempat tidur mereka. Kalau ternyata kami ketemu cerita yang cukup bagus, tetapi gambarnya tidak cukup besar bagi mereka, kami olah ilustrasinya ke sebuah papan……nah kami pakai teknik cerita ala Jepang “Kamicibai” Tidak cuma bercerita dengan buku lho ! Terkadang kami bercerita menggunakan tali…, kertas origami.., kertas gambar…, atau boneka….. Yang terakhir ini ahlinya Pak Raden (masih inget……tokoh dalam cerita si Unyil) Sayangnya Pak Raden tidak setiap saat bisa ikut, kadang masih ada jadual syuting…!

Tidak cuma anak-anak yang ikut dengerin cerita kami, Ibu atau Bapak mereka yang menunggui merekapun biasanya ikut gabung… ” Ikut denger dongeng juga boleh khan?” ujar mereka sambil ambil posisi yang enak….

Awalnya kami ingin anak-anak seneng membaca….! mereka tidak melupakan buku meskipun berbulan-bulan ada di tempat tidur……… Tetapi kemudian melihat respon yang mereka berikan setiap kami datang .. ada harapan lain yang muncul….. semangat juang mereka untuk sembuh semakin kuat……!

Kak…. besok kita ketemu kalau Kakak dongeng di Ancol ya…….!!!

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.