Review Galaxy S dari Mantan Pengguna Hape Winmo

Tulisan ini diterjemahkan dengan bebas dari tulisan saya sendiri di http://majolelo.tumblr.com/post/2521077688/a-former-winmo-owners-take-on-androids-galaxy-s?ref=nf

Sebelumnya dan yang paling utama, perlu saya sampaikan bahwa hape Winmo 6.1 saya yang sebelumnya sudah berfungsi cukup baik. Dia bisa push email (M$ Exchange) dan menangani email-email dengan baik; saya bisa bermain dengan Faceb**k dengan baik juga, bisa update status dengan cepat; saya bisa baca berita di G**gle Reader; dia bisa membaca dan menangani file-file M$ (M$ Word, M$ Excel, M$ PowerPoint) dengan sempurna. Ya kenapa enggak? Kan sama-sama Micro$oft.

Hanya saja, waktunya sudah tiba untuk memiliki sesuatu yang baru. Hal yang kurang dari Winmo 6.1 saya yang sebelumnya adalah dia itu full QWERTY dan gak touch screen. Kalau saja saya masih punya i780, saya mungkin gak perlu ganti ke B7320. i780 itu udah cukup bagus karena dia ini QWERTY dan touch screen juga. Pokoknya sepantar dengan harganya.

Tapi itu semua masa lalu.

Jadi, sebagai mantan pengguna hape Winmo, inilah review saya terhadap Galaxy S yang berbasis Android.

1. Baterai. Saya taruh ini di yang pertama karena, jujur nih, baterainya payah abis. Saya gak bisa jauh-jauh dari colokan listrik atau komputer yang ada USBnya lebih dari 8-10 jam. Waktu masih punya i780, saya punya baterai tambahan plus desktop charger. Jadi saya cukup pede karena ada baterai tambahan itu. B7320 saya lebih hebat lagi. Dia bisa nyala sampai 2 hari dengan kegiatan nenetan yang cukup agresif. Tapi, pagi ini, selagi saya menulis review ini, baterai Galaxy S saya masih menunjukkan 100% setelah 3.5 jam! Ini gak biasanya loh. Coba kita lihat gimana kinerjanya hari ini. Untuk sekarang ini, catet aja kalau baterainya payah. Tapi, ini sepantaran sih. Saya akan bahas sepantaran dengan apa di poin berikutnya. -UPDATE- Ternyata, baterainya emang benar-benar payah. Dan, lebih jauh lagi, penunjuk baterainya macet dan menipu saya karena mengira punya baterai 100% setelah 5++ jam dicabut dari charger! Hahaha, saya jadi ngetawain diri sendiri deh :P

2. Display. Inilah alasannya saya memilih gadget ini: Super AMOLEDnya. Tapi ada harga yang harus dibayar untuk display yang bagus ini: umur baterai. Saya sudah jelaskan ini di atas. Walau begitu, setelah melakukan kegiatan browsing, membaca dokumen, dan melakukan permainan dengan Super AMOLED ini, saya gak akan lagi balik ke LCD biasa, apalagi TFT yang kurang dari 16juta warna. Bahkan iPh*ne dengan yang katanya retina-display yang cuman TFT pun gak akan sebanding (catat: ini pendapat saya sendiri dan ini blog saya sendiri. Jadi sebelum protes, simpan saja pendapat Anda yang berbeda itu :). Jadi, saya nampaknya harus menerima kelemahan baterai demi keindahan Super AMOLED ini.

3. Lagging (Lambat/ Patah-patah). Ketika sebuah aplikasi dijalankan pertama kali, nampaknya Galaxy S mengalami lagging. Tapi, seiring jalannya waktu, saya dapati bahwa memang begitulah cara kerjanya Android. Dia akan memuat program ke dalam RAM dan akan tinggal di situ. Jadi, pada saat berikutnya dijalankan, aplikasi akan berjalan dengan cepat. Yang menariknya, Android punya mekanisme internal di mana dia akan mematikan dan membersihkan memori aplikasi yang sudah tidak aktif lagi dan aplikasi yang baru sangat membutuhkan RAM. Singkatnya, dia punya pengelola RAM dan baterai yang cukup baik. Jadi, nampaknya Anda tidak butuh aplikasi seperti Advanced Task Killer atau sejenisnya itu. Dan, dari yang saya pelajari, memang sebaiknya Anda tidak menggunakan aplikasi macam itu karena ketika Anda mematikan sebuah aplikasi dan akan menjalankannya lagi, Anda akan mengalami lagging dan, pada akhirnya akan membuat baterai cepat habis.

4. Kegiatan Latar. Saya pikir Anda harus cermat mengamati aktifitas latar yang ada di bawah display cantik ini. Beberapa aktifitas berjalan di latar dan memakan baterai Anda. Dari pertama keluar dari kardus, beberapa aplikasi berjalan di latar dan terus terkoneksi ke Internet, seperti Gmail dan GTalk. Anda punya opsi untuk mematikannya. Saya menginstal aplikasi manajemen baterai dan memori. Sangat memungkinkan, inilah yang membantu kinerjai baterai Galaxy S yang sudah saya sebut di poin 1. Secara umum, Anda perlu memastikan Anda mematikan aktifitas data latar dan sejenisnya.

5. Microsoft Exchange. Sebagai mantan pengguna 2 hape Winmo, saya bisa bilang Android punya push email yang sama. Harap dicatat bahwa tempat saya bekerja email servernya menggunakan Microsoft Exchange. Jadi, fitur ini cukup penting untuk saya. Dia bahkan juga punya push email berumur 3 hari. Maksudnya, Anda punya pilihan untuk TIDAK mendownload inbox Anda seluruhnya. Anda punya pilihan untuk mendownload email 3 hari ke belakang saja. Ini cocok untuk yang nenetan pakai prabayar. Tapi, saya belum lagi mengeksplor apakah Android ini punya email berbatas seperti M$ Mobile Outlook. Di M$ Mobile Outlook, saya punya pilihan untuk tidak mendownload email seutuhnya. Saya punya pilihan untuk membatasi download, sebagai contoh, cukup 1kb per email.

6. Kamera. Dari yang hape kameranya cuman 3MP, ke Galaxy S yang 5MP kayaknya gak banyak perubahan kan ya? Gak juga sih. Walau Galaxy S gak ada flash, dia bisa menangani cahaya cukup baik. Dengan hanya ketukan sedikit di touchscreen, dia akan secara otomatis melakukan autofocus di area tersebut. Dia bahkan bisa memfoto objek yang cukup kecil seperti mobil-mobilan sebesar kotak korek api dan hasilnya cukup mengesankan. Dari software kamera bawaan, dia mendukung pengambilan gambar panorama. Jadi, Anda bisa mengambil foto yang hasil akhirnya seperti mata ikan.

7. Video. Saya belum menguji fitur video. Katanya, video ini mendukung rekanam HD 720p. Saya akan berencana membuat rekaman kapan-kapan. Sementara ini, saya masih mengeksplor fitur-fitur gadget ini.

8. Android Market. Ada 2 market untuk Galaxy S (entah apakah ini juga berlaku untuk semua hape Android Samsung): Androir Market dan Samsung Apps. Tentu saja Android Market itu jaaauh lebih besar daripada Samsung Apps. Saya kurang yakin kalau apa yang ada di Samsung Apps ada juga di Android Market. Tapi, di Samsung Apps, saya menginstal dengan gratis Facebook for Samsung Mobile (entah apakah ini eksklusif untuk hape Androis Samsung saja) dan Asphalt 5. Aplikasi standard Facebook for Android tidak(?) mendukung upload video sementara, Facebook for Samsung Mobile iya. Sebagai tambahan, dia mendukung geo-tagging untuk update status Facebook yang saat ini, Facebook for Android belum mendukung untuk Indonesia. Dari yang terakhir yang saya baca, Android Market saat ini punya lebih dari 200,000 aplikasi.

9. Augmented Reality. Rasanya ini gak ekslusif untuk Galaxy S saja, malah semua hape Android. Saya sudah menguji proximity sensing nya dan, hasilnya saya melihat balon-balon teks twitter macam di komik dengan kamera hape saya di sekeliling saya. Dia juga menunjukkan lokasi restoran-restoran lengkap dengan alamatnya dan berapa meter saya akan mencapai lokasi tertentu.

Rasanya masih banyak yang bisa dibahas mengenai Galaxy S dan hape-hape berbasis Android. Untuk saat ini, poin-poin di atas adalah hal-hal yang patut diangkat jika Anda mempertimbangkan untuk berpindah dari hape Winmo. Saya tidak bermaksud untuk mengarahkan, hanya berbagi pandangan saja.

Mengingat harga Galaxy S, saya sebenarnya bisa saja beralih ke iPh*ne atau Bl*ckberry. Dan kenapa saya malah memilih hape Android? Saya senang akan kebebasan dan tidak suka eksklusifitas. iPh*ne, pada tingkat tertentu, adalah produk yang bagus. Ya kenapa enggak? Galaxy S itu katanya kan meniru iPh*ne. Tapi yang membedakan adalah displaynya yang Super Amoled (sekali lagi, ini pandangan pribadi dan blog saya ;). Kekurangannya adalah Anda hanya bisa mendownload aplikasi dari Apps Store resminya saja. Untuk bisa bebas download aplikasi di luar itu, Anda harus jailbreak yang mana akan menghanguskan garansi Anda.

Gimana dengan Bl*ckberry? Dalam pandangan pribadi saya seseorang JANGAN sampai pernah BELI Bl*ckberry. Bl*ckberry itu harus diberi sebagai hadiah (contohnya, karena jadi pegawai sebuah perusahaan dan perangkat ini diberikan satu paket) atau Anda dipaksa pakai karena sedang ditodong senjata. Saya tidak melihat nilai tambah dari produk ini selain BB Messenger nya (saya ingatkan lagi ya, ini pendapat PRIBADI saya ;) yang seperti yang sudah saya sebutkan eksklusif untuk pengguna BB saja. Messenger itu harusnya cross platform. Saya pikir konyol kalau kita harus membeli smartphone hanya karena kita ingin tetap ‘IN’ dan bisa tetap up-to-date dengan komunitas Anda dan harus mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya bulanan yang lebih mahal padahal ada biaya bulanan yang lebih murah dengan menggunakan perangkat lain.

Kesimpulannya, tidak ada sesuatu yang sempurna. Anda harus mengkompromikan beberapa hal. Setelah Anda melakukan kompromi, barulah Anda akan memiliki hal yang sempurna (atau gadget, untuk kasus kali ini) di tangan Anda. Inilah pandangan saya atas hape Android Galaxy S.


About this entry