Apa yang Menarik dari Rokok?
Tidak bisa disangkal lagi, rokok itu ubiquitous. Nampaknya, lebih mudah cari rokok, daripada cari ubi goreng. Apalagi di negeri ini, rokok mudah dicari dan didapat di mana saja. Bahkan, saking ngebetnya ngerokok, orang naik motor yang udah disemprot kenalpot bus pun masih juga ngerokok. Luar biasa. Belum lagi yang dalam bus, yang ber-AC pulak. Biasanya supirnya yang merokok. Kalau penumpang yang merokok di bus AC mungkin mukanya akan mengalami penataan ulang.
Sebenarnya, apa yang mendasari seseorang merokok? Ada yang bilang merokok itu mengendurkan syaraf yang tegang. Ada yang bilang rasanya enak. Jujur saja, saya sudah mencoba merokok dari masih SMP. Waktu kuliah pun, oleh karena lingkungan, saya juga merokok. Tapi, pada akhirnya, saya tidak menemukan apa yang enak dari batang yang penuh zat kimia itu. Yang saya lihat hanya asap, dan bau yang tidak begitu mempesona.
Baru-baru ini, ada sebuah artikel yang mengatakan bahwa orang yang merokok mempunyai IQ yang rendah. Hasil riset yang disebutkan di artikel itu pasti akan mendatangkan perdebatan. Contoh yang paling gampang, akan ada yang bilang bahwa Einstein saja merokok. Tapi, apakah artinya dengan merokok jadi jenius? Tidak juga. Wong, tukang becak dan tukang ojek juga ngerokok koq. Jadi, gak bisa dicari relevansi antara rokok dengan IQ. Walaupun, membaca isi artikel tersebut menarik hati untuk diteruskan lagi ke orang-orang lain.
Kalau dipikir-pikir, apa yang membuat rokok itu begitu tenar? Saya membuat kuis kecil-kecilan untuk menguji ketenaran rokok. Kuis ini ditujukan untuk Anda yang merokok, baik kecil-kecilan maupun perokok berat.
Coba bayangkan Anda berada di dunia baru. Dunia ini bersih. Alamnya bagus, pemandangan bersih, tidak ada kabut asap, banyak pohon hijau, rumput rapi bak karpet berwarna hijau. Pokoknya nyaman dan bersih. Anda belum pernah melihat rokok seumur hidup Anda; apalagi mencicipinya.
Lalu, seiring jalannya waktu dan perkembangan zaman, Anda melihat iklan rokok di tivi. Oleh karena peraturan, maka dilaranglah rokok itu ditampilkan di tivi. Coba bayangkan, bagaimana Anda mendapatkan bayangan sesuatu barang yang diiklankan, tapi barang itu dilarang ditampilkan?
Tapi itulah yang terjadi dengan rokok. Walau barangnya tidak diiklankan secara eksplisit, tapi banyak juga orang yang beli. Coba bayangkan, kalau tidak ada iklan rokok di tivi, akankah orang terus membelinya?
Nah, sekarang kembali ke kuis saya. Pertanyaannya begini, Anda berada di dunia baru yang sudah tersebut di atas. Anda belum pernah melihat orang merokok. Orang-orang di sekeliling Anda pun gak ada yang merokok. Lalu, ada makhluk luar angkasa dari bumi memperkenalkan rokok. Anda tahu rokok itu terdiri dari zat kimia dan bisa membahayakan kesehatan Anda. Makhluk-makhluk luar angkasa ini pun tidak menjanjikan apa-apa dari menghisap rokok itu. Mereka gak bilang rokok akan membuat senang. Mereka gak bilang rokok itu rasanya manis. Mereka gak bilang rokok itu akan mengendurkan saraf yang tegang. Rokok itu juga gak akan menghilangkan noda di baju. Rokok itu juga gak akan mengharumkan baju yang sudah apek. Apa keputusan Anda? Ingat, Anda belum pernah tahu apa-apa mengenai rokok sebelumnya.
Apa arah pertanyaan kuis ini? Tidak ada. Hanya untuk direnungi saja. Apakah rokok akan tetap ada apabila Anda menyadari bahwa tidak ada yang didapat dari rokok. Kalau memang ada, berarti memang ada sisi positifnya. Tapi, apakah bisa mengimbangi efek negatifnya? Kalau tidak ada sisi positifnya, cobalah renungi, apakah ada bedanya membakar selembaran seribu rupiah dengan membakar sebatang rokok? Bayangkan dalam sehari Anda membakar 10 lembar. Bayangkan dalam sebulan Anda membakar 300 lembar. Bayangkan apabila duit tersebut sebenarnya bisa dipakai untuk membeli alat yang benar-benar meredekan ketegangan. Alat yang bisa memberikan ketenangan.
Demikianlah semoga kuis ini bisa dijadikan bahan renungan. Soal khawatir apabila industri rokok akan mengancam pegawai-pegawainya, itu hanyalah mitos. Sudah pernah dengar daftar orang-orang terkaya di Indonesia tahun 2009? Tiga orang teratas adalah pengusaha rokok. Artinya, mereka itu pintar dan cukup tahu bahwa rokok itu adalah barang yang banyak di cari di negeri ini, dan banyak yang merelakan uangnya untuk disumbangkan ke pengusaha-pengusaha rokok itu. Ingat, saya tidak mengajak Anda untuk berhenti merokok. Bahkan di negeri yang mayoritas muslim dan sudah ada ulama yang memfatwakan bahwa rokok itu mutlak haram saja masih ada yang terus merokok. Sekali lagi, saya hanya mengajak Anda semua untuk merenungkan apa yang sudah saya sampaikan di atas. Apabila ada yang benar, itu akan menguntungkan kita semua. Apabila ada yang salah, mari kita cari, di mana kita bisa cari titik temunya.
About this entry
You’re currently reading “Apa yang Menarik dari Rokok?,” an entry on MT Wilson, SKom., MKom.
- Published:
- 04.06.10 / 11am
- Category:
- Personal
2 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]