Aug11th

Cara Root Android Phone [Nexian A850]

Hingga hari ini, jika googling rooting Nexian Energy A850, saya belum juga menemukan cara yang pas. Hari ini, saya berhasil melakukan rooting pada smartphone low-end saya tersebut. Cara ini mungkin, saya tekankan MUNGKIN juga bisa dipakai untuk android phone yang lain. Tapi tidak ada jaminan juga sih. Caranya? Terus terang, saya tidak begitu ingat :P Ini karena saya banyak ambil referensi untuk keperluan rooting ini.

Lagipula, Anda pikir-pikir baik dululah, untuk keperluan apa Anda mau root untuk Android phone Anda itu. Kalau mau cuman uninstal bloatware bawaan pabrik ada cara yang semi-halus koq. Koq semi-halus? Karena uninstal software bawaan pabrik bisa membuat Android Anda jadi nge-brick atawa kagak bisa dipakai lagi!  Mau itu terjadi? Asalkan Anda hati-hati dan tahu apa yang Anda kerjakan, silahkan teruskan baca.

Oh iya, persyaratan untuk bisa rooting yang utama adalah Anda harus download dan install ADB. Kalau Anda gak tahu apa itu ADB, mendingan jangan lanjut yaa :)  Tapi, kalau mau belajar juga, googling ‘ADB android’. Mudah-mudahan bertambah ilmu.

Selanjutnya, Anda butuh PDANet. Ini gak harus sih. Tapi, kalau Anda bernasib sama seperti saya: Android phone Anda kagak dikenali sama ADB, maka saat ini, PDANet dibutuhkan biar PC Anda bisa kenal sama Android phone Anda.

Memang, dengan melakukan rooting, pilihan aplikasi jadi tambah banyak. Tapi, itu semua datang bersamaan dengan resiko yang harus ditanggung. Ada maksudnya Google gak kasih permission untuk hal-hal tertentu ke user biasa. Tapi, kalau Anda pakai Android lama, dan mentok di stock ROM bawaan yang masih Eclair, kagak bisa screenshot? Itu berlebihan! Hehehe…

Jadi, saya akan bantu seingat saya cara-cara untuk melakukan rooting Android phone. Tapi sebelum itu:

DISCLAIMER: TULISAN INI HANYA BERSIFAT INFORMASI SAJA, TIDAK UNTUK DIIKUTI. SEGALA BENTUK KERUSAKAN YANG DIAKIBATKAN DARI MELAKUKAN TULISAN INI DI LUAR TANGGUNG JAWAB SAYA. ANDA SUDAH DIPERINGATKAN.

Ngeri gak baca disclaimer-nya? Hehehe. Baik, mari kita lanjut. Ini adalah link referensi saya:

http://www.erodov.com/forums/how-root-any-android-device-manually/43325-page2.html

http://yeahh.web.id/linux/tutorial-root-android-nexian-nx-a895-cosmo-journey.aspx dan

http://androidforums.com/droid-all-things-root/25252-how-root-your-droid-non-linux-non-geeks.html

Kalau dibuat singkat, proses rooting itu cuman 3 langkah.

  1. Salin file busybox dan su ke /system/bin/ dan salin file Superuser.apk ke /system/apk/
  2. Change mode semua file tersebut
  3. Restart

Gampang toooh? ;P Detailnya ada di kedua referensi tersebut di atas.

Waktu saya ikuti salah satu referensi, root tidak berhasil. Maka saya cari referensi yang lain. Maka berhasillah. Mari kita bahas satu per satu

Salin file busybox, su dan Superuser.apk. Pertanyaan pertama adalah “Di mana cara dapetin file-file ini, bos?” Hehehe.. iya yak. Main salin aja. Lah, dapetinnya dari mana? Hayo, gak nyimak ya. Klik dulu link di atas, dik. Lihat, ada link-nya toh? Di reference ereodov.com, download ada link untuk download 3 file ini. Download semua dah, tuh. Nih link langsungnya dah, kalau kagak mau repot-repot [klik]

Kalau udah, nah sekarang yang agak ribetnya nih. Driver untuk Nexian A850, bijimana? Naah, untungnya, dah ada temen kita yang orang Indonesia juga yang dah nemu cara untuk ngakalin soal driver ini nih, biar PC kita bisa akrab sama Nexian kita.

Klik referensi yeah.web.id di atas. Ikutin tutorial di sana [klik]. Cukup sampai instalasi PDANet aja, kagak perlu ikutin cara rooting. Karena, walaupun diikutin toh gak berhasil juga. Paling gak, di kompie XP saya, aplikasi rootingnya gak jalan. Entah kalau Anda punya Windows 7, jalan apa kagak tuh rootingnya.

Nah, udah instal PDANet? Sekarang, coba colok Android phone Anda ke USB PC deh. Pastikan mode USB debugging di Android sudah aktif. Harusnya, kalau pencolokan berhasil, Nexian a850 Anda akan dikenali. Dah, beres deh setengah tahap 1 ini.

Nah, sekarang, kita perlu salin file-file di atas ke dalam Android phone. Nah, balik lagi deh ke erodov.com tadi. Ikutin cara-cara menyalin ketiga file ini ke /data/local/tmp Jangan dibantah. Wah, di situ koq pake Nautilus di Linux segala? Tenang, walaupun saya juga pakai Ubuntu, Nexian A850 kayaknya emang kagak ada download mode juga koq.

Untuk amannya, Anda backup lah ketiga file asli dalam Android Anda tersebut.

Nah, kita akalin pakai cara lain untuk menyalin file-file tersebut. Di situ kan intinya sebenarnya gimana caranya menyalin file yang dah ada di /data/local/tmp ke /system/bin/ dan /system/app/ Kita pakai aja cara lain, gak musti yang visual. Kalau Anda ngerti sedikit (atau malah banyak? Kalau banyak kagak bakal baca tulisan ini kali :P) command line Linux, Anda tahu perintah copy file kan? Naah, di Android kagak ada tuh perintah cp. Jadi, kita akalin pakai command cat. Jadi, untuk menyalin file su dari /data/local/tmp/ ke /system/bin/ kita lakukan dengan masukkan command ini

cat /data/local/tmp/su > /system/bin/su

Lakukan hal yang sama (perhatikan juga disalin ke direktori mana) ke dua file yang lain. Udah beres? Belum. Cobain aja kalau gak percaya. Hayo, percaya gak sekarang kalau Android Anda belum rooted.

Emang gimana caranya untuk tahu kalau Android kita udah rooted? Kalau Anda di ADB, jalankan command su, lihat shell prompt-nya, berubah gak dari ‘$’ jadi ‘#’. Kalau berubah, tandanya udah rooted. Kalau belum, access denied. Kalau belum berubah juga, jangan khawatir. Tibala saatnya untuk overwrite file su tadi.

Klik referensi  androidforums.com [klik]. Di situ si Jarek kasih link banyak kan? Gak perlu download semua, cukup yang ada su.zip aja dari magicandroidapps.com [klik].

Kalau dah donlot, tinggal diekstrak di PC, salin ke Android. Dah beres semua deh. Tinggal matiin hape, copot batere (sebenernya gak ngerti juga kenapa musti copot batere, tapi referensi bilang gitu sih), nyalain lagi. Dan voila! Your Nexian A850 (dan Android phone lain, mungkin, kalau berhasil) is officialy rooted!

Semoga berhasil. Mohon jangan bentak-bentak kalau gagal.  Semua di luar tanggung jawab saya. Toh, pilihan Anda sendiri yang mau utak-atik Android phone ;)

Sep21st

Rok Mini Ketemu Otak Mini? Klop Dong

tanzir Personal Read on

Pagi ini, dalam perjalanan menuju tempat kerja, seperti biasa saya naik Transjakarta koridor VI. Suasana bus tidak terlalu padat ketika meninggalkan halte Ragunan. Saya sempat memperhatikan sekilas para penumpang. Yah, habis mau lihat ke mana lagi? Di seberang bangku tempat saya duduk ada seorang wanita yang duduk dengan memakai rok yang agak pendek, tapi tidak mini. Mungkin kalau wanita ini sedang berdiri, batas bawah roknya kira-kira 15cm di atas lutut.

Tak pelak, saya jadi teringat akan komentar Gubernur kita mengenai rok mini dan angkot. Walaupun si Gubernur sudah meminta maaf akan kesalahtafsiran yang timbul akibat komentarnya, para aktifis perempuan mengadakan demonstrasi dan menantang bahwa tidak ada hubungan antara rok mini dengan perkosaan. Sebuah langkah yang kontraproduktif, menurut saya. Apa yang terjadi selanjutnya (mungkin) sama sekali tidak membuat para korban menjadi tenang.

Rok Mini Ketemu Otak Mini

Pun demikian dengan perempuan, apakah dengan demo seperti itu, dengan memakai rok mini, mereka menjadi aman? Saya sempat membaca kutipan “Bukan Otak Kami yang Salah, Tapi Otak Kalian yang Mini“. Boleh aja pasang slogan seperti itu. Teruskanlah kenakan rok mini, dan tunggulah sampai ketemu otak mini. Ketika ada pria iseng, katakanlah pria itu tidak memperkosa, tapi colek paha Anda, apakah dengan berteriak ‘otak ngeres’ atau ‘otak mini’, Anda akan jadi aman? Si pria mungkin babak belur dihajar massa, digelandang ke polsek, tapi dia sudah mencicipi paha Anda. Untuk apa menantang keadaan? Bayangkan pula kalau kejadiannya di tempat sepi, siapa yang membela Anda? Mudah-mudahan Anda punya ilmu bela diri yang tinggi yang bisa menyambangi kepercayaan diri Anda dalam mengenakan rok mini di tengah malam buta dengan naik angkutan umum.

Banyak orang jahat di luar sana, untuk apa mengundang bahaya? Itu sama saja Anda pakai perhiasan emas di leher, pergelangan tangan dan pergelangan kaki, berjalan sendirian di malam hari dan berharap semuanya akan aman-aman saja. Ada orang jahat yang berharap harta saja, ada orang jahat yang berharap dapat bonus dari berharap harta. Karena dianggap lemah, wanita lebih sering dijadikan target kejahatan. Jadi, dengan kecenderungan seperti itu, untuk apa menantang bahaya?

Aktifis Perempuan ke mana Aja Tadinya?

Ketika ramai diberitakan mengenai kasus perkosaan sebulan belakangan ini, baik yang terjadi pada mahasiswi Binus (belakangan diberitakan bahwa dia diperkosa sesudah tewas) maupun yang terjadi pada seorang karyawati yang pulang malam (belakangan diberitakan bahwa dia memang sudah janjian dengan pelaku), tidak ada (sedikit?) suara dari Komnas Perempuan ataupun aktifis perempuan lainnya yang masuk sampai ke media.

Tapi, ketika si Gubernur melontarkan bola panas dengan komentar mengenai rok mini di angkot, ditanggapi dengan serius oleh Komnas Perempuan dan para aktifis perempuan. Mereka protes karena tidak ada hubungan antara rok mini dengan perkosaan. Begitu panasnya mereka sampai perlu demonstrasi di jantung ibukota dengan mengenakan rok mini dan tanktop.

Pertanyaan saya, ke mana mereka ketika korban perkosaan sedang divisum di rumah sakit? Sedang memperjuangkan apa mereka ketika korban perkosaan sedang dimakamkan?

Yang tampak oleh saya Komnas Perempuan dan aktifis perempuan lebih senang memperjuangkan hak untuk mempertontokan belahan dada, paha dan bokong. Mereka adalah orang-orang yang juga menentang UU Pornografi.

Intinya, kalau urusan buka-bukaan anggota badan, mereka paling maju! Tapi, kalau urusan korban perkosaan (catat: mereka semua perempuan) mereka malah baru bersuara kalau pakaiannya disalahkan. Jadi, yang penting untuk mereka adalah urusan PAKAIAN.

Bagaimana dengan restorasi trauma korban perkosaan? Adakah mereka memperjuangkan hukuman yang lebih berat untuk pelaku pemerkosaan? Dengan mendemo rok mini seperti di Bundaran HI seperti itu apakah akan meringankan perasaan korban?

Prihatin dengan Perlindungan Perempuan

Tanpa bermaksud klise, saya prihatin dengan lemahnya negara ini melindungi perempuan. Saya prihatin dengan para korban perkosaan, bahkan sampai ada yang kehilangan nyawa. Dalam pandangan saya, Komnas Perempuan dan para aktifis perempuan adalah lembaga yang paling tepat untuk mencapai misi ini: melindungi perempuan dari kekerasan, bukannya repot protes ngurusin rok mini sampai demonstrasi bersifat menantang segala. Tunjukkan usaha yang nyata.

Usahakanlah agar pelaku perkosaan mendapat hukuman yang berat. Diperlukan langkah-langkah agar peluang seseorang melakukan kekerasan terhadap perempuan diperkecil. Bahkan, bila memungkinkan, ditiadakan sama sekali.

Pendidikan moral dan kesusilaan perlu juga ditanamkan sejak dini. Ini agar supaya generasi-generasi muda tidak mudah kesengsem kalau lihat cewek dan bikin kepala berdenyut-denyut. Coba lihat tontonan kita sekarang ini, sudahkah mengusung norma-norma kesusilaan? Singkatnya, kita tentu tidak ingin mereka (generasi muda) cepet gede; tumbuh sebelum waktunya. Pergaulan bebas yang sudah jadi praktik keseharian adalah indikasi bahwa ada sesuatu yang salah. Bahkan, kalau sampai hal itu kita anggap wajar, ada sesuatu yang salah dan rusah parah.

Saya kuno? Boleh saja sebut saya begitu. Coba bandingkan dengan keadaan tahun 1990-an. Waktu itu, cara berpakaian cewek-cewek masih ‘normal’. Kalau keluar rumah pake hot pants dipastiin bakalan jadi obrolan sepanjang masa. Kalau ada acara malam, mana ada tahun segituan yang pakai gaun dada rendah sampai belahan dada (kalau ada, itu juga) kelihatan. Tahun segitu pun juga belum ada belahan gaun yang menampakkan paha, malah sampai tembus ke pinggang. Semua relatif masih tampak tertutup.

Buat yang tahun segitu masih culun (muda banget), coba liat video-video musik tahun segituan deh. Cewek paling funky jaman itu pakai rok panjang, jarang yang ada keliatan dengkulnya. Pada masa itu, tentu saja tercatat terjadi kekerasan terhadap perempuan. Tapi akses kita terhadap televisi hanya satu: TVRI Nasional. Tontonannya pun boleh dibilang membosankan. Tapi, bisa jadi justru itu menjadi faktor yang menentukan generasi yang masih muda pada jaman itu menjadi generasi yang sekarang. Saya tidak punya data statistik, tapi saya berani bertaruh prosentase kejahatan terhadap wanita makin meningkat mendekati masa kini. Dan saya yakin bahwa cara berpakaian wanita yang dipertontonkan di media, baik tivi nasional, majalah, dsb yang menjadikan faktor penentunya.

Jadi, saya cenderung menyalahkan tontonan yang dibombardir kepada kita. Akses Internet atas konten porno pun sekarang tambah mudah. Makanya, saya agak aneh dengan orang-orang yang mentertawakan usaha Menkominfo yang memblokir konten porno dari Internet. Suatu usaha yang bisa dibilang mustahil, tapi apa langkah-langkah orang-orang itu dalam melindungi keluarganya dari konten porno?

Untuk itu, saya menghimbau untuk kita semua agar melindungi perempuan di mana saja mereka berada. Untuk para perempuan, bantu kita melindungi dengan tidak menantang bahaya. Boleh saja pakai rok mini, saya sendiri juga enjoy koq, asalkan kakinya bagus, mulus, gak gede dan gak varises (banyak syaratnya yah; hehehe…), tapi lihat juga situasi di mana kalian memakainya. Di kantor tentu relatif gak akan ada yang komen, tapi pulangnya jangan naik angkot kecuali kalian punya ilmu bela diri setingkat Karen Mok atau Shu Qi. Teruslah berpenampilan menarik dan wajar, wahai para wanita :)

Apr20th

Cara Menekan Pelanggaran Lampu Merah

tanzir Personal Read on

Tulisan ini diterjemahkan dari blog saya sendiri di http://majolelo.tumblr.com/post/4755916527/whats-stopping-them-from-squeezing-the-gas.

Begundal Jalanan. Jalanan bukan tempat balapan, woi [http://fotolepas.blogspot.com/2011/03/pelanggaran-berjamaah.html]

Di lampu merah, pemotor tampak lagi ikut balapan. Padahal, kalau beneran balapan, mereka harusnya didiskualifikasi karena mereka suka curi start. Lampu belum juga nyala hijau mereka udah tancap gas.

Saya sendiri padahal naik motor tapi saya gak punya adrenalin untuk mengendari motor saya secara buru-buru untuk mencapai tempat tujuan. Kira-kira apa yang ada di otak orang-orang kayak gitu ya? Atau pertanyaan yang tepat, mereka punya otak gak sih?

Selagi merenungi ini, saya punya 2 teori.

1. Kenyamanan Hidup

Saya tidak perlu membangga-banggakan kesejahteraan hidup saya sendiri. Tapi, kalau diperhatikan jenis-jenis motor yang melanggar lampu merah bisa dikatakan bahwa mereka tidak memiliki jaminan kenyamanan hidup. Dengan kata lain mereka adalah golongan bawah. Bisa dikatakan mereka tidak memiliki jaminan kenyamanan hidup. Bos mereka mungkin sering mencaci mereka karena hasil pekerjaan yang buruk. Rekan kerja mereka mungkin sering nusuk dari belakang. Jadi, mereka merasa perlu merasa hebat di satu tempat. Jalananlah tempatnya. Mereka perlu merasa hebat di jalanan. Toh, mereka pikir, hidup mereka itu sudah susah. Jadi, ngelanggar lampu merah gak bakalan bikin mereka tambah susah lagi.

Coba bandingkan dengan pengendara di negara-negara maju. Pasti, biaya hidup di sana tinggi dan mereka memiliki bos-bos yang lebih penuntut. Tapi mereka memiliki jaminan kenyamanan hidup yang lebih baik. Jadi, akan lebih sulit menentukan berandalan yang suka melanggar lampu merah di sana. Jadi, menurut pendapat saya, untuk bisa mencapai ketertiban di jalan, orang-orang sebaiknya memiliki jaminan kenyamanan hidup.

2. Beraninya Keroyokan

Jarang sekali kita temukan kasus di mana hanya ada SATU SAJA pelanggar lampu merah. Mereka selalu beramai-ramai. Jadi, gak perlu dibayangin betapa barbarnya situasi lampu merah di sini. Lampu lalin itu harusnya berfungsi sebagai pengatur arus kendaraan dengan syarat pengendara itu mematuhi peraturan: merah itu berhenti dan hijau itu jalan. Gak ada yang bilang kalau situasi aman, walaupun lampu merah menyala, Anda boleh jalan. Tapi kenyataannya gak seperti itu. Mereka selalu melanggar. Dan mereka berani karena jumlah mereka sudah terlalu banyak. Coba, siapa yang bisa menahan mereka? Bahkan kalau kita dari arah lampu hijau, kita gak bisa gilas mereka. Polisi malah akan menahan kita walau kita di pihak yang benar.

Anda mungkin akan berpendapat tipe pemotor seperti ini adalah monster gila. Saya setuju banget. Coa deh, lepas dari lampu hijau, saya bisa aja tuh nyusul pemotor-pemotor yang tadinya ngelanggar lampu merah. Jadi, buat apa ngelanggar kalau emang bukan monster gila?

Jadi, solusi apa untuk mengatasi masalah ini?

Pertama, mari kita bahas dulu penyebab kelakuan idiot ini. Saya cenderung menyalahkan cuaca. Ha, apa? Kata Anda. Tenang, baca dulu dan jangan nganga dulu. Saya akan coba buat hal ini jadi masuk akal. Kita tahu kalau cuaca kota ini panas dan lembab. Pastinya bukan tempat yang enak untuk jalan santai dengan kendaraan. Jadi, memakai jaket di cuaca yang panas dan lembab pastinya akan membuat pengalaman menaiki motor menjadi setara dengan mandi spa. Jadi, kunci elemen cuaca adalah panas dan lembab sehingga membuat pemotor menjadi tidak nyaman di jalanan. Berhenti di lampu lalin belum sampai 10 detik di bawah garing dan teriknya matahari pasti akan membuat mereka keringetan. Jadi, mereka perlu buru-buru jalan untuk bisa segera menikmati hembusan angin setelah mereka memeras setang gas. Maka diterabaslah lampu merah.

Solusi

Anda mungkin akan mentertawai solusi yang akan saya tawarkan. Tapi, kalau Anda punya ide yang lebih baik untuk mengatasi problem ini, saya akan amat sangat tertarik untuk mendengarnya. Untuk sekarang ini, hipotesa saya mengenai mengapa mereka suka melanggar adalah karena cuaca yang amat tidak nyaman. Kita perlu membuat mereka tetap di tempat mereka (lampu lalin) ketika lampu merah masih menyala.

Di beberapa lalin di kota ini ada display timer yang menghitung mundur sampai waktunya lampu hijai. Di beberapa persimpangan, nampaknya cara ini berhasil. Tapi, masih bisa ditemui pengendara yang melanggar lampu merah.

Saya menawarkan 2 solusi untuk ini.

1. Kawat Jalanan Otomatis (Spike)

Tahu kawat jalanan kan? Itu loh, yang suka ada di TV yang dipakai polisi untuk melumpuhkan penjahat yang kabur dengan mobil dan diletusin bannya dengan spike. Nah, terinspirasi dari situ, spike secara otomatis terbuka di jalan ketika lampu merah menyala. Ketika lampu hijau menyala, secara otomatis spike menutup. Prinsipnya sama dengan palang pintu kereta api, hanya saja bukannya dengan palang, kita gunakan spike. Saya jamin ini akan membuat pemotor-pemotor idiot itu berpikir 2 kali kalau mau melanggar lampu merah. Pastinya akan keluar biaya untuk ide seperti ini. Tapi, anggaplah ini sebagai investasi. Untuk ide seperti ini, siapa coba yang mau protes? Orang-orang akan setuju.

2. Video Stripping Sebagai Pengganti Lampu Merah

Di jalanan gak ada itu diskriminasi jenis kelamin: baik yang perempuan ataupun laki-laki sama saja bodohnya. Tapi, tidak pelak lagi jumlah pemotor laki-laki lebih banyak di jalanan. Jadi, saya tawarkan ide, selain memasang lampu lalin, dipasang juga display yang menampilkan cewek seksi melepas pakainnya selagi lampu merah. Idenya sama seperti timer yang menghitung mundur yang saya sebut di atas. Tapi, sebagai gantinya timer, kita pakai video cewek seksi yang stripping. Dijamin, akan banyak pengendara berhenti di lampu merah. Malah, yang dari arah lampu hijau mungkin akan merelakan diri masuk ke arah yang lampu merah untuk bisa menikmati pertunjukan semacam ini.

Ya saya tahu, ide cewek seksi yang stripping mungkin berlebihan. Tapi, Anda harusnya bisa menangkap maksud saya. Kita perlu memastikan monster-monster gila itu tetap di tempat mereka ketika lampu merah menyala. Harus ada yang melakukan tindakan untuk mengatasi problem ini. Harus ada yang ambil inisiatif. Saya hanyalah warga biasa yang tidak punya kuasa atau wewenang untuk menjalankan rencana saya di atas. Saya hanya berharap mereka yang punya kuasa atau wewenang bisa menangkap rencana saya dan bisa memiliki ide yang lebih baik lagi. Kita lihat saja.

Jan24th

Tipe Pemotor Berdasarkan Spion

tanzir Personal Read on

Berkendara di Jakarta, udahlah banyak kendaraan, gak ada tertibnya pulak. Ini berlaku untuk semua, baik pengendara mobil dan juga pemotor. Kenapa banyak pelanggaran dilakukan oleh pemotor, itu dikarenakan ukuran kendaraannya yang kecil dan lebih mudah melakukan banyak manuver dibanding mobil. Jangan bilang gak ada mobil ngelawan arus. Jangan bilang gak ada mobil nerobos lampu merah. Semua sama saja. Tapi saya gak akan bahas soal mobil vs motor di sini, melainkan memberikan tips mengkategorikan pemotor berdasarkan spion motor yang dikendarainya.

Kategori ini dibuat berdasarkan pengalaman saya yang juga pemotor tapi juga weekend driver alias nyetir mobil kalau Sabtu-Minggu doang. Saya harapkan kategori ini jadi pegangan buat pemobil dalam melakukan manuver di jalan dalam menghadapi pemotor. Karena, dalam setiap kecelakaan mobil vs motor, pemobil selalu dalam posisi salah. Akibat paradigma inilah makanya pemotor bisa seenak jidatnya. Jadi, sebagai pemobil, baiknya mengalah sajalah.

  1. Biker Sejati. Tipe pemotor ini spionnya lengkap, kiri dan kanan. Bukan saja lengkap, tapi diposisikan dengan benar. Tahu dari mana posisinya benar? Apabila Anda berkendara di belakangnya dan bisa melihat muka si pemotor maka spionnya sudah benar. Nilai tambah akan diberikan untuk si pemotor apabila ketika Anda sedang melihat mukanya lewat spion dan dia balas melihat. Sukur-sukur kalau pemotornya cantik (yang mana jarang banget pemotor cantik itu biker sejati), kalau bukan, ya jangan sampai didadahin deh. Amit amiit. Tentunya ini terlepas apakah dia pakai helem dan kelengkapan pengaman lainnya ya. Kan fokusnya di sini adalah spion. Intinya, kalau dia balas melihat berarti dia sudah menggunakan spion dengan benar.
  2. Pemotor Setengah Hati. Tipe pemotor ini sebenarnya punya spion lengkap kiri dan kanan tapi posisinya gak benar. Kebanyakan dilipat ke tengah. Mungkin maksudnya biar gak kesenggol spion mobil. Tapi, hasilnya adalah pemotor ini practically sama aja gak punya spion. Yah, paling enggak tipe ini masih bisa diinsafkan dengan bimbingan yang intensif untuk menuju jalan yang lurus dan benar. Intinya, spion lengkap tetap dipelihara hanya semata-mata untuk menghindari razia kelengkapan motor. Saran untuk pemobil, pastikan aki mobil Anda dalam keadaan bagus karena Anda butuh untuk mengklakson pemotor seperti ini karena bisa belok secara tiba-tiba. Tipe pemotor ini sederajat dengan pengendara bajaj karena sifatnya yang suka belok sesuka hatinya, tapi tidak mau tidur di aspal sekehendak gejolak jiwanya.
  3. Begundal Jalanan. Ini tipe paling parah. Pemotor ini sengaja mencopot kedua spionnya. Most likely, motornya butut dan udah banyak  body partnya ditrondolin. Di jalanan, tipe pemotor yang motornya seperti ini gak segan-segan nerobos lampu merah walaupun situasi jalanan dari arah yang dipotong sedang ramai/ kencang. Pemobil disarankan jauh-jauh aja dari tipe Begundal ini karena mereka memiliki hidup yang susah dan ingin melampiaskannya di jalan dan menyalahkan mobil-mobil yang memenuhi jalan.

Apabila Anda berada di perempatan lampu merah, perhatikanlah tipe-tipe pemotor mana saja yang akan menerobos lampu merah. Apakah si Biker Sejati, Pemotor Setengah Hati atau si Begundal Jalanan. Most likely, Biker Sejati akan menunggu sampai lampu hijau untuk jalan.

Pengkategorian ini diharapkan bisa membantu pemobil untuk mengantisipasi manuver pemotor. Karena, untungnya, untuk tipe Pemotor Setengah Hati dan Begundal Jalanan, mereka dianugerahi pendengaran yang sempurna. Jadi, kalau mereka tahu-tahu motong jalanan, asal diklakson biasanya masih minggir. Kecuali, mungkin tipe Begundal Jalanan.

Baik pemotor maupun pemobil, mari sama-sama hati-hati di jalan. Tetap ikuti peraturan, termasuk juga pasang lagi spion. Spion itu bukan aksesoris, tapi kelengkapan pengamanan berkendara. Gak semua pemobil juga pengemudi yang baik. Bisa aja kalau pemobil itu panikan, gak sempet klakson malah injek pedal gas. Walaupun dia (di)salah(in), kalau lu dah benjut, tetap aja gak ada gunanya. Safety riding ya!

Jan23rd

Hidup Tanpa Facebook

tanzir Personal Read on

Tulisan ini diterjemahkan dari tulisan saya sendiri di http://majolelo.tumblr.com/post/2826045367/life-without-facebook

Pernah gak ngebayangin, kayak apa hidup kita sekarang tanpa Facebook? Kalau Anda sering menggunakannya, apalagi Anda adalah pengguna yang agresif, apakah Anda yakin bisa kembali ke kehidupan di mana Facebook itu belum ada?

Sekarang ini kan tahu kalau kabar burung kalau Facebook bakal ditutup itu benar-benar gak mungkin. Tapi hal ini membuat saya jadi merenung, bagaimana kalau itu ternyata benar? Kita semua ada kebutuhan untuk narsis. Foto-foto yang udah di-share. Link-link dan judul-judul berita yang udah di-share. Kalau kita nemuin sesuatu yang menarik di Internet, mau diapain ya?

Oh iya, saya lupa. Ada Twitter. Tapi Twitter itu aseli jelek. Benar, saya memang menggunakannya. Tapi, itu bukan berarti Twitter jadi bagus. Dia gak memiliki fungsi yang sama dengan Facebook.

Sentuhan manusia adalah konsep dasar teknologi sekarang ini karena sifatnya yang personal. Kalau udah personal, bakalan ngejual deh. Cisco aja memiliki visi human network. Kebanyakan gadget dewasa ini sifatnya touchscreen. Sentuhan manusia, itu dia kuncinya.

Saya pikir, setelah Facebook, segalanya jadi beda. Permainan jadi berubah. Awalnya, butuh waktu beberapa lama untuk saya gabung ke Facebook. Saya emang selalu yang telat untuk soal ikut-ikutan. Orang-orang waktu itu udah Facebook sini, Facebook sana. Saya cuek aja. Lalu, suatu hari seorang teman nge-tag saya di salah satu foto yang dia share. Karena penasaran, supaya bisa liat fotonya, saya harus register. Dan itulah awalnya. Saya jadi mulai sering share foto, link dan notes. Saya juga jadi bisa menghubungi teman lama yang udah gak ketawan kabarnya.

Emang, hidup pasti akan terus berjalan tanpa Facebook. Tapi beneran deh, kalau Anda membaca ini di Facebook gak usah ngebohongin diri sendiri dengan bilang segalanya akan tetap sama aja, karena pada kenyataannya gak bakalan.

Facebook udah mendulang duit banyak banget sejauh ini. Kalau dia ditutup, siapapun yang ada di urutan kedua akan menjadi raja socnet. Saya gak yakin Mark ingin menaruh mahkotanya.

Jan11th

Twitter itu Ugly; Facebook Menyempurnakannya

Buat yang udah sering pake tool socmed harusnya dah tahu maksud judul tulisan ini apa. Keduanya adalah batas karakter yang bisa dimasukkan untuk update status Twitter dan Facebook. Kebetulan saya menggunakan 2 tools ini dan mulai membanding-bandingkan keduanya dan menganalisa sendiri kenapa keduanya tetap eksis sampai sekarang ini.

Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk mengunggulkan satu atas yang lainnya. Keduanya serve the purpose apabila digunakan sebagaimana mestinya. Ada beberapa hal yang membuat saya tidak mengerti mengapa orang lebih menggunakan Twitter daripada Facebook. Mungkin saya lebih suka Facebook, tapi itu belum tentu. Buktinya saya juga menggunakan Twitter koq. Tapi bukan karena suka. Jadi, ikuti dulu pembahasan saya berikut ini.

Apa yang Ada di Twitter sudah Disempurnakan oleh Facebook

Jumlah batas karakter

Coba buktikan sub-heading di atas adalah salah. Di Twitter dan di Facebook kita bisa meng-update status. Bedanya ya itu, sesuai judul tulisan ini. Twitter membatasi sampai 140 karakter, Facebook bisa sampai 420. Loh, yang pakai Twitter udah pada protes, bisa koq lebih panjang. Stop. Jangan salah, untuk bisa lebih panjang dari 140 karakter pengguna Twitter harus menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Nah, inilah yang membuat saya berpikir keras, kenapa masih banyak juga orang ngotot untuk menggunakan Twitter padahal batasannya keciiil sekali. Kalau pun mau panjang, harus klik dulu. Dengan kata lain, kita harus keluar dari Twitter yang asli untuk melihat kalimat yang panjang. Sungguh tidak praktis. Di Facebook, kita bisa nulis apa sih yang bisa lebih banyak dari 250 karakter? Kalau mau nulis banyak ada Notes. Gak perlu ke luar situs Facebook.

Implikasi lain dari hal ini adalah walaupun tweet kita terprotek, dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga, siapa pun jadi bisa membaca. Walau, kalau mau, follower-nya bisa saja me-retweet dari tweep yang memprotek tweetnya.

Share foto dan link

Gara-gara Twitter makanya sekarang banyak penyingkat URL. Ada bit.ly ada… wah banyak deh. Mereka semua ada gara-gara Twitter dibatasin, sehingga kalau mau share URL harus disingkat. Kalau di Facebook? Tinggal paste aja URL nya, bakalan keluar snapshot websitenya dan ada deskripsi singkat. Kalau paste URL dari Youtube lebih mangstab lagi, kita bisa putar video langsung di Facebook, gak perlu ke Youtube.

Twitter TIDAK mendukung upload foto. Loh, koq kita bisa liat foto di timeline kita? Coba liat dulu, fotonya di-host di mana. Ada di Yfrog ada… yah banyak lagi deh.

Mekanisme komen vs timeline

Sifat kedua networking tools ini sebenarnya pada dasarnya beda. Hanya saja, banyak orang salah tanggap karakter keduanya dan membuat Twitter yang buruk rupa itu tambah buruk rupa. Pada dasarnya, ada maksudnya status Twitter itu dibatasi hingga 140 karakter. Coba, tipe komunikasi apalagi yang dibatasi mendekati sampai 140 karakter? Yak. SMS. Ide awal Twitter adalah agar para penggunanya mendapat update dari orang yang dia follow melalui SMS. Loh, batas karakter SMS kan sampai 160? Sisa ruang 20 itu dimanfaatkan untuk nama user. Jadi, dengan keterbatasan itulah ide awal Twitter agar penggunanya menyampaikan ide yang besar ke dalam ruang yang sempit.

Ide Twitter juga seharusnya untuk satu arah saja. Dengan kata lain, misalkan kita follow Tweet-nya detikcom. Kita jadi tahu headline-headline apa saja yang diberitakan dalam hitungan mendekati realtime. Kita tidak perlu membalas status detikcom karena memang tidak ada istilah reply/ comment di Tweet seperti halnya Facebook.

Oleh sebab sifatnya yang satu arah itulah makanya istilah daftar status di Twitter dinamakan timeline. Apabila kita merasa sangat perlu membalas sebuah status di Twitter, umumnya kita akan mengklik Retweet dengan maksud agar status yang sebelumnya terbawa dalam tweet kita dengan memasukkan komen kita sendiri.

Padahal, di Facebook mekanisme komen sudah sempurna. Sesungguhnya mekanisme komen Twitter sangat ugly dan kacau. Perlu dicatat, BENAR saya menggunakan Twitter dengan basis tiap saat dan tiap waktu. Itu bukan karena saya suka Twitter melainkan karena saya juga banyak berkomunikasi dengan teman-teman di Twitter. Mudah-mudahan mereka baca artikel ini dan insaf dan kembali ke jalan yang benar (baca: menggunakan Facebook kalau mau kirim komen atas status-satus update tertentu).

Bayangkan membaca ’saya: hai bagaimana jadinya RT @dia: lagi di tempat dokter’ di Twitter dan bandingkan dengan membaca ini di Facebook

DIA: ladi di tempat dokter
SAYA: hai bagaimana jadinya.

Lebih terstruktur, bukan? Itu kalau kita mau menanggapi. Kalau cuman follow seperti halnya tweet berita ya gak perlu diapa-apain toch.

Jadi, singkatnya, Twitter untuk satu arah, Facebook untuk dua arah.

Follower vs Friends

Dari istilah penggunanya, nampaknya sudah jelas bahwa Facebook itu adalah social utility yang sebenarnya. Di Facebook yang berhubungan dengan kita disebut Friends. Di Twitter yang berhubungan dengan kita disebut Followers. Itu karena apa yang ada di news feed kita memang cuman yang dari teman kita yang sudah di-approved. Demikian juga, status-status yang kita post, cuman bisa dibaca teman kita.

Oke oke. Di twitter juga begitu. Yang ada di timeline kita cuman dari yang kita follow. Tapi, jangan lupa. Bahwa kita juga bisa lihat hasil retweet orang yang kita follow, dari tweet orang lain yang tidak kita follow, bahkan mungkin yang tadinya seharusnya terprotek. Sebagai tambahan, status-status kita bisa dibaca semua orang, kecuali kalau terprotek. Itu pun juga tidak bisa terjamin apa benar-benar terprotek atau tidak.

Oleh karena sifatnya ini, Twitter itu lebih cocok untuk seleb, figur publik atau sejenisnya di mana gagasan-gagasan dia ingin kita ikuti. Untuk bisa follow pun sebenarnya kita tidak perlu register sebagai pengguna Twitter. Karena umumnya seleb itu tidak memprotek tweet-nya. Lagian, untuk apa memprotek tweet apabila kita figur publik? Untuk kasus seleb, mungkin ada orang yang cukup maniak ingin tahu apakah si Seleb lagi makan tempe bacem atau sayur asem karena isi tweet dia ya yang ‘penting-penting’ macam itu. Untuk alasan ini, Twitter memenuhi tujuannya.

Pada kasus yang parah, ada yang mengkonek Twitter ke Facebook. Jadi, orang-orang ini membawa the ugliness-nya Twitter ke Facebook. Mudah-mudahan juga teman-teman Facebook yang mengkonek Twitter agar mencabut koneksi itu. Kalau mau ada yang komen di Facebook dan juga ada yang meretweet di Twitter mendingan gunakan aplikasi yang bisa melakukan cross-posting seperti Tweetdeck.

Kesimpulan

Tidak ada yang unggul satu pun dari dua tool socnet ini. Karena tujuan awal tulisan ini membandingkan Facebook dan Twitter bukan untuk mencari mana yang terbaik. Masing-masing punya kelebihannya. Yang saya kritik di sini adalah menggunakan Twitter seperti halnya menggunakan Facebook. Apabila ingin upload foto, gunakanlah Facebook. Twitter tidak mendukung upload foto. Apabila mau share link, gunakanlah Facebook. Link yang di-share tidak perlu dibuat URL shortener. Terlebih lagi, link yang di-share akan menampilkan deskripsi singkat URL yang di-share sehingga teman-teman kita tidak perlu mengklik link untuk tahu lebih lanjut mengenai link yang di-share. Malah, kalau memang ada, akan tampil thumbnail foto dari link tersebut juga.

Belum lagi share Youtube. Video yang di-share bisa diplay langsung di halaman news feed, tidak perlu klik link untuk keluar dari halaman web yang kita lihat.

Mungkin ada yang tambeng akan bilang, loh di Twitter bisa lihat foto koq. Coba perhatikan, apakah Anda menggunakan sebuah aplikasi untuk mengakses Twitter? Yang saya bahas di sini adalah Twitter dalam bentuk aslinya. BUKAN yang menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Jadi, mari kita kembalikan fungsi awal Facebook dan Twitter. Jangan bawa ugliness si Twitter ke Facebook. Saya sendiri mungkin masih akan tetap gunakan Twitter untuk cuap-cuap sama teman-teman di sana. Soalnya banyak happening juga di situ. Lagipula, seperti saya sebut. Twitter bertujuan satu arah. Saya biasanya mengkomunikasikan keberadaan saya apabila pada hari itu saya akan memberikan kuliah atau tidak kepada para mahasiswa. Yah, mau gimana lagi. Begitu terjadi deviasi kegunaan sesuatu dan deviasi itu dibiarkan, bisa apa lagi kita selain kita ikut-ikutan main di sana?

Dec30th

Review Galaxy S dari Mantan Pengguna Hape Winmo

Tulisan ini diterjemahkan dengan bebas dari tulisan saya sendiri di http://majolelo.tumblr.com/post/2521077688/a-former-winmo-owners-take-on-androids-galaxy-s?ref=nf

Sebelumnya dan yang paling utama, perlu saya sampaikan bahwa hape Winmo 6.1 saya yang sebelumnya sudah berfungsi cukup baik. Dia bisa push email (M$ Exchange) dan menangani email-email dengan baik; saya bisa bermain dengan Faceb**k dengan baik juga, bisa update status dengan cepat; saya bisa baca berita di G**gle Reader; dia bisa membaca dan menangani file-file M$ (M$ Word, M$ Excel, M$ PowerPoint) dengan sempurna. Ya kenapa enggak? Kan sama-sama Micro$oft.

Hanya saja, waktunya sudah tiba untuk memiliki sesuatu yang baru. Hal yang kurang dari Winmo 6.1 saya yang sebelumnya adalah dia itu full QWERTY dan gak touch screen. Kalau saja saya masih punya i780, saya mungkin gak perlu ganti ke B7320. i780 itu udah cukup bagus karena dia ini QWERTY dan touch screen juga. Pokoknya sepantar dengan harganya.

Tapi itu semua masa lalu.

Jadi, sebagai mantan pengguna hape Winmo, inilah review saya terhadap Galaxy S yang berbasis Android.

1. Baterai. Saya taruh ini di yang pertama karena, jujur nih, baterainya payah abis. Saya gak bisa jauh-jauh dari colokan listrik atau komputer yang ada USBnya lebih dari 8-10 jam. Waktu masih punya i780, saya punya baterai tambahan plus desktop charger. Jadi saya cukup pede karena ada baterai tambahan itu. B7320 saya lebih hebat lagi. Dia bisa nyala sampai 2 hari dengan kegiatan nenetan yang cukup agresif. Tapi, pagi ini, selagi saya menulis review ini, baterai Galaxy S saya masih menunjukkan 100% setelah 3.5 jam! Ini gak biasanya loh. Coba kita lihat gimana kinerjanya hari ini. Untuk sekarang ini, catet aja kalau baterainya payah. Tapi, ini sepantaran sih. Saya akan bahas sepantaran dengan apa di poin berikutnya. -UPDATE- Ternyata, baterainya emang benar-benar payah. Dan, lebih jauh lagi, penunjuk baterainya macet dan menipu saya karena mengira punya baterai 100% setelah 5++ jam dicabut dari charger! Hahaha, saya jadi ngetawain diri sendiri deh :P

2. Display. Inilah alasannya saya memilih gadget ini: Super AMOLEDnya. Tapi ada harga yang harus dibayar untuk display yang bagus ini: umur baterai. Saya sudah jelaskan ini di atas. Walau begitu, setelah melakukan kegiatan browsing, membaca dokumen, dan melakukan permainan dengan Super AMOLED ini, saya gak akan lagi balik ke LCD biasa, apalagi TFT yang kurang dari 16juta warna. Bahkan iPh*ne dengan yang katanya retina-display yang cuman TFT pun gak akan sebanding (catat: ini pendapat saya sendiri dan ini blog saya sendiri. Jadi sebelum protes, simpan saja pendapat Anda yang berbeda itu :). Jadi, saya nampaknya harus menerima kelemahan baterai demi keindahan Super AMOLED ini.

3. Lagging (Lambat/ Patah-patah). Ketika sebuah aplikasi dijalankan pertama kali, nampaknya Galaxy S mengalami lagging. Tapi, seiring jalannya waktu, saya dapati bahwa memang begitulah cara kerjanya Android. Dia akan memuat program ke dalam RAM dan akan tinggal di situ. Jadi, pada saat berikutnya dijalankan, aplikasi akan berjalan dengan cepat. Yang menariknya, Android punya mekanisme internal di mana dia akan mematikan dan membersihkan memori aplikasi yang sudah tidak aktif lagi dan aplikasi yang baru sangat membutuhkan RAM. Singkatnya, dia punya pengelola RAM dan baterai yang cukup baik. Jadi, nampaknya Anda tidak butuh aplikasi seperti Advanced Task Killer atau sejenisnya itu. Dan, dari yang saya pelajari, memang sebaiknya Anda tidak menggunakan aplikasi macam itu karena ketika Anda mematikan sebuah aplikasi dan akan menjalankannya lagi, Anda akan mengalami lagging dan, pada akhirnya akan membuat baterai cepat habis.

4. Kegiatan Latar. Saya pikir Anda harus cermat mengamati aktifitas latar yang ada di bawah display cantik ini. Beberapa aktifitas berjalan di latar dan memakan baterai Anda. Dari pertama keluar dari kardus, beberapa aplikasi berjalan di latar dan terus terkoneksi ke Internet, seperti Gmail dan GTalk. Anda punya opsi untuk mematikannya. Saya menginstal aplikasi manajemen baterai dan memori. Sangat memungkinkan, inilah yang membantu kinerjai baterai Galaxy S yang sudah saya sebut di poin 1. Secara umum, Anda perlu memastikan Anda mematikan aktifitas data latar dan sejenisnya.

5. Microsoft Exchange. Sebagai mantan pengguna 2 hape Winmo, saya bisa bilang Android punya push email yang sama. Harap dicatat bahwa tempat saya bekerja email servernya menggunakan Microsoft Exchange. Jadi, fitur ini cukup penting untuk saya. Dia bahkan juga punya push email berumur 3 hari. Maksudnya, Anda punya pilihan untuk TIDAK mendownload inbox Anda seluruhnya. Anda punya pilihan untuk mendownload email 3 hari ke belakang saja. Ini cocok untuk yang nenetan pakai prabayar. Tapi, saya belum lagi mengeksplor apakah Android ini punya email berbatas seperti M$ Mobile Outlook. Di M$ Mobile Outlook, saya punya pilihan untuk tidak mendownload email seutuhnya. Saya punya pilihan untuk membatasi download, sebagai contoh, cukup 1kb per email.

6. Kamera. Dari yang hape kameranya cuman 3MP, ke Galaxy S yang 5MP kayaknya gak banyak perubahan kan ya? Gak juga sih. Walau Galaxy S gak ada flash, dia bisa menangani cahaya cukup baik. Dengan hanya ketukan sedikit di touchscreen, dia akan secara otomatis melakukan autofocus di area tersebut. Dia bahkan bisa memfoto objek yang cukup kecil seperti mobil-mobilan sebesar kotak korek api dan hasilnya cukup mengesankan. Dari software kamera bawaan, dia mendukung pengambilan gambar panorama. Jadi, Anda bisa mengambil foto yang hasil akhirnya seperti mata ikan.

7. Video. Saya belum menguji fitur video. Katanya, video ini mendukung rekanam HD 720p. Saya akan berencana membuat rekaman kapan-kapan. Sementara ini, saya masih mengeksplor fitur-fitur gadget ini.

8. Android Market. Ada 2 market untuk Galaxy S (entah apakah ini juga berlaku untuk semua hape Android Samsung): Androir Market dan Samsung Apps. Tentu saja Android Market itu jaaauh lebih besar daripada Samsung Apps. Saya kurang yakin kalau apa yang ada di Samsung Apps ada juga di Android Market. Tapi, di Samsung Apps, saya menginstal dengan gratis Facebook for Samsung Mobile (entah apakah ini eksklusif untuk hape Androis Samsung saja) dan Asphalt 5. Aplikasi standard Facebook for Android tidak(?) mendukung upload video sementara, Facebook for Samsung Mobile iya. Sebagai tambahan, dia mendukung geo-tagging untuk update status Facebook yang saat ini, Facebook for Android belum mendukung untuk Indonesia. Dari yang terakhir yang saya baca, Android Market saat ini punya lebih dari 200,000 aplikasi.

9. Augmented Reality. Rasanya ini gak ekslusif untuk Galaxy S saja, malah semua hape Android. Saya sudah menguji proximity sensing nya dan, hasilnya saya melihat balon-balon teks twitter macam di komik dengan kamera hape saya di sekeliling saya. Dia juga menunjukkan lokasi restoran-restoran lengkap dengan alamatnya dan berapa meter saya akan mencapai lokasi tertentu.

Rasanya masih banyak yang bisa dibahas mengenai Galaxy S dan hape-hape berbasis Android. Untuk saat ini, poin-poin di atas adalah hal-hal yang patut diangkat jika Anda mempertimbangkan untuk berpindah dari hape Winmo. Saya tidak bermaksud untuk mengarahkan, hanya berbagi pandangan saja.

Mengingat harga Galaxy S, saya sebenarnya bisa saja beralih ke iPh*ne atau Bl*ckberry. Dan kenapa saya malah memilih hape Android? Saya senang akan kebebasan dan tidak suka eksklusifitas. iPh*ne, pada tingkat tertentu, adalah produk yang bagus. Ya kenapa enggak? Galaxy S itu katanya kan meniru iPh*ne. Tapi yang membedakan adalah displaynya yang Super Amoled (sekali lagi, ini pandangan pribadi dan blog saya ;). Kekurangannya adalah Anda hanya bisa mendownload aplikasi dari Apps Store resminya saja. Untuk bisa bebas download aplikasi di luar itu, Anda harus jailbreak yang mana akan menghanguskan garansi Anda.

Gimana dengan Bl*ckberry? Dalam pandangan pribadi saya seseorang JANGAN sampai pernah BELI Bl*ckberry. Bl*ckberry itu harus diberi sebagai hadiah (contohnya, karena jadi pegawai sebuah perusahaan dan perangkat ini diberikan satu paket) atau Anda dipaksa pakai karena sedang ditodong senjata. Saya tidak melihat nilai tambah dari produk ini selain BB Messenger nya (saya ingatkan lagi ya, ini pendapat PRIBADI saya ;) yang seperti yang sudah saya sebutkan eksklusif untuk pengguna BB saja. Messenger itu harusnya cross platform. Saya pikir konyol kalau kita harus membeli smartphone hanya karena kita ingin tetap ‘IN’ dan bisa tetap up-to-date dengan komunitas Anda dan harus mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya bulanan yang lebih mahal padahal ada biaya bulanan yang lebih murah dengan menggunakan perangkat lain.

Kesimpulannya, tidak ada sesuatu yang sempurna. Anda harus mengkompromikan beberapa hal. Setelah Anda melakukan kompromi, barulah Anda akan memiliki hal yang sempurna (atau gadget, untuk kasus kali ini) di tangan Anda. Inilah pandangan saya atas hape Android Galaxy S.

Nov18th

Efek Link Hovering dengan Delphi

Tulisan ini dico-pas dari tulisan saya sendiri di http://majolelo.tumblr.com/post/1178723848/efek-link-hovering-dengan-delphi

Banyak website menggunakan efek link hovering. Maksudnya adalah ketika kita mengarahkan mouse ke sebuah link, kursor akan berubah menjadi handpoint dan teksnya akan memiliki garisbawah (underline).

Nah, kalau di web sih, yang seperti itu biasa. Sekarang, mari kita terapkan efek tersebut ke dalam aplikasi desktop yang dikembankan dengan menggunakan Delphi.

Pertanyaannya, ngapain juga sih pakai efek link seperti itu? Dalam pandangan saya, ada nilai estetika dalam menggunakan efek seperti itu. Dalam aplikasi desktop, setiap aksi biasanya dipicu oleh penekanan tombol. Sekarang, seiring jalannya waktu, kita manfaatkan komponen label untuk memicu sebuah event. Tulisan ini akan mengarahkan para pemula programmer Delphi untuk membuat efek link hovering seperti halaman web.

Siapkan Komponen

Mari mulai dengan yang mudah dulu. Saya anggap Anda sudah buka Delphi dan membuat aplikasi baru.

Di atas form yang baru, letakkan komponen label. Ubah property ‘Caption’ menjadi, ‘About’ dan ubah property ‘Font’->’Color’ menjadi clBlue. Secara default, property ‘Name’ label ini adalah ‘Label1’. Untuk keperluan contoh, biarkan nama ini seperti adanya.

Siapkan Event

Setelah itu, pada jendela Object Inspector label tadi, klik tab Events. Double-click event ‘OnMouseEnter’. Secara otomatis Delphi membuat procedure yang menangani event ketika kursor mouse berada di atas label tersebut. Di sinilah kita akan mengubah property label itu secara program.

Kita tahu nama label itu adalah ‘Label1’. Untuk merubah agar fontnya menjadi underscore sangat mudah. Ketikkan satu baris ini di procedure yang sudah dibuat tadi. Kita tahu setiap komponen label mempunyai property ‘Font’ dan setiap property ini memiliki property ‘Style’. Jadi,

Label1.Font.Style

Nah, sekarang kita bisa berikan nilai property ‘Style’. Property ini bersifat enumerasi, oleh sebab itu, kita memberikan nilai diawali ‘[’ dan diakhiri ‘]’. Silahkan baca dokumentasi yang ada di Delphi untuk keterangan nilai apa saja yang bisa dimasukkan untuk property ini. Untuk keperluan contoh, masukkan nilai ‘fsUnderline’. Jadi, baris lengkap kode di atas akan menjadi,

Label1.Font.Style:=[fsUnderline];

Pada titik ini, kalau aplikasi dijalankan, label ‘About’ akan menjadi ‘About’ kalau dijalankan. Tapi, kalau mouse digerakkan keluar dari label, underline masih berlaku. Ini bukan yang kita inginkan. Oleh sebab itu, kita perlu akses satu event lagi, ‘OnMouseLeave’. Kita tinggal co-pas kode di atas dan mengubahnya menjadi seperti ini,

Label1.Font.Style:=[];

Dengan bahasa manusia, ketika mouse pergi, hilangkan style font.

Pada saat ini, label kita sudah bersifat seperti link hovering di web. Tinggal kita beri satu sentuhan sedikit lagi. Pada property ‘Cursor’ beri nilai ‘crHandpoint’.

Tantangan Banyak Label (Advanced Level)

Mudah bukan? Sekarang, misalkan Anda punya banyak label, dengan cara di atas, Anda akan harus meng-assign masing-masing label dengan event onMouseEnter dan onMouseLeave. Cara tersebut bisa saja berhasil, tapi gak praktis dan gak elegan. Tulisan berikutnya akan menjelaskan gimana caranya agar banyak label mempunyai efek yang sama dengan hanya meng-assign satu kali event saja.

Kembali ke contoh yang sudah dibuat di atas, kita buat tambah lagi komponen label ke atas Form. Secara default, label ini akan memiliki property ‘Name’ dengan nilai ‘Label2’. Ubah property ‘Caption’ menjadi ‘Help’, untuk contoh.

Pada event ‘OnMouseEnter’, jangan double-click, tapi klik tombol panah bawah pada dropdown combo box, dan pilih ‘Label1MouseEnter’.

Pada event ‘OnMouseLeave’, klik juga tombol panah bawah dan pilih ‘Label1MouseLeave’.

Pada titik ini, tugas Anda belum selesai. Ketika Anda mengarahkan kursor mouse di atas label ‘Help’, malah label ‘About’ yang memiliki underline. Tentunya, bukan ini yang kita inginkan. Kita perlu memodifikasi kode yang ada pada procedure Label1MouseEnter dan juga Label1MouseLeave.

Label1MouseEnter

Kita mulai dari sini. Kode kita pada awalnya adalah,

Label1.Font.Style:=[fsUnderline];

Di sini kita perlu mengubah Label1 menjadi sesuatu yang umum. Sesuatu yang mana, siapapun yang memicu event OnMouseEvent akan memiliki font underline. Ini bisa diselesaikan dengan melakukan typecasting. Typecasting terhadap apa? Di sini situasi menjadi menarik.

Anda perhatian procedure OnMouseEnter memiliki parameter Sender? Nah, inilah yang akan kita typecasting. Jadi, Label1, kita typecasting menggunakan TLabel. Kode di atas menjadi seperti ini.

TLabel(Sender).Font.Style:=[fsUnderline];

Label1MouseLeave

Dengan cara yang sama di atas, kita juga melakukan typecasting di procedure Label1MouseLeave, sehingga kodenya menjadi seperti ini.

TLabel(Sender).Font.Style:=[];

Dan, jadilah sudah. Mau seberapa banyakpun label yang ada dalam Form Anda, selama event OnMouseEnter dan OnMouseLeave diarahkan ke procedure yang sama, mereka akan memiliki efek link hovering yang sama.

Semoga berguna :)

Oct26th

Pada Maki si F*ke Sih? (Ini Bukan Ngebela Yaa;)

[Tulisan ini di-copas dari http://majolelo.tumblr.com/post/1404697394/tulisan-ini-bukan-bermaxud-ngebela-f-ke-ngapain dengan tanpa judul.]

Tulisan ini bukan bermaxud ngebela F*ke. Ngapain juga. Gak asik. Lagian, salah sendiri juga sih dulu pada milih dia. Padahal waktu pilkadal calon yang satunya bilang bakalan beresin banjir. Nah, si F*ke malah ngeledek, ‘banjir koq diberesin’. Ya udah rasain sendiri kan? Nggak, gw gak belain dia.

Gini. Katanya banjir semalam adalah banjir terparah di ibukota ini. Gw sendiri nyang naik motor juga ngerasain susahnya nyempil-nyempil di antara motor-motor dan mobil-mobil. Kayaknya udah banyak juga yang kapok naik mobil dan beralih naik motor. Saking padetnya motor, ampe tumpah ruah menuhin trotoir juga. Dalam keadaan normal sih, gw gak akan naik trotoir. Tapi, mengingat selamam itu adalah kejadian luar biasa, bakalan tablo (tampang bloon) kalau gua ikutan ngantri berjam-jam padahal gua bisa ngeliwatin kendaraan di depan gua dengan naik trotoir. Kalau cuman 5-10 menit gw kagak bakalan naik trotoir dah.

Nah, sekarang nih ye, orang-orang pada nyumpahin si kumis. Pada nyalah-nyalahin. Ya iyalah, cuy, doski katanya kan bilang ‘serahkan pada ahlinya’. Masalahnya, dia kan gak pernah berkoar-koar kalau dia ahlinya? Coba sebutin di iklan kampanya dia yang mana kalau nyebutin dia ahlinya? Pan dia cuman bilang, serahkan pada ahlinya. Padahal, bisa aja ahlinya itu adalah lawan kandidatnya dia dulu. Tapi sudahlah itu semua adalah masa lalu.

Terus, mo ngomongin apa sekarang? Gini, daripada lu semua maki-maki F*ke, coba dah lu pada introspeksi diri. Lu sendiri udah berbuat sesuatu belum? Lihat tadi pagi deh. Udahlah malemnya macet parah, pagi-paginya orang-orang masih juga bawa mobil ke kantor. Ada yang sendirian, ada yang cuman berdua. Ayo dong, Jack. Ni kota udah kebanyakan mobil. Di mana-mana yang bikin macet tu mobil. Masak sih kagak kapok kena macet? Masak sih kagak rela ngelepas empugnya jok ademnya AC? Naik angkot gitu loh. Naik metro mini gitu loh. Naik ojek gitu loh. Masak sih malu naik angkutan? Ya kalau emang gengsi banget, jangan ngeluh kalau kena macet. Emang itu udah resiko. Apalagi kalau ujan, tambah gede lagi resikonya. Mau maki-maki kayak apa tetep dia juga gubernurnya. Kagak ada istilah impeach pula lagi. Plus, lu tetep bayar pajak juga.

Terus nih, gan, coba deh kelakuan lu sama lingkungan hidup diintrospexi juga. Dari hal yang kecil aja. Makan permen. Bungkusnya lu apain? Buang gitu aja ke jalan? Minum air gelas plastik. Glug glug glug. Ahh lega, haus hilang. Tu gelas plastik di kemanain? Buang ke jalan? Ooh oke deh, lu buang ke tempat sampah. Bagus. Terus, kalau orang lain yang berbuat begitu gimana, gan? Ha? Lu biarin aja? Ya udah, berarti lu emang harus terima kalau elu tinggal di lingkungan yang bejat sama lingkungan hidup. Mother Nature sebenernya gak jahat, gan. Dia cuman nge-balance apa yang udah dilakuin ke dia.

Jadi, besok-besok kalau kena macet dan rasa-rasa mo maki-maki si Kumis, coba mulai dari diri sendiri dulu deh ye. Mulai naik angkot dulu. Ogah becek kagak bakal dapet apa-apa. No pain no gain. Selamat nempuh macet aja kalau gitu. Tetap terjebak lingkaran setan: hujan-macet-ngomel-hujan-macet-ngomel. Pilihannya 2 mau berkorban atau tetap mau nyaman tapi tiba di rumah udah tanggal baru.

Aug30th

Nyeleneh Biar Dilirik Orang

Dico-pas dari http://majolelo.tumblr.com/post/1028487274/nyeleneh-biar-dilirik-orang

Gw: payah deh, gue udah nge-post lagu-lagu karangan gue sendiri di nyutub, kagak banyak view-nya juga.
Otong: lagu nyang mana, bang?
Gw: laah, lo lagi. udah gue share di pesbuk juga. lo ndiri kagak nonton ye?
Otong: ehehe, kagak bang. video shinjon lebih seru, bang. mereka pade imut-imut.
Gw: imut. emang elo kedinginan?
Otong: yee, itu mah selimut, bang. emang abang kagak tahu shinjon.
Gw: tahu gw, itu kan videonya shinta jojon kan? nyang nge-lypsinc lagu ‘keong racun’?
Otong: ah, abang sirik aje, bukan jojon kali. jojo.
Gw: nah, elu juga nyebutnya shinjon.
Otong: oh iya, bang. ane yang salah. hahaha..
Gw: payah, video lagu-lagu gue kalah sama video orang yang kagak punya bakat sama sekali.
Otong: nyang pasti mereka punya sesuatu yang abang kagak punya, bang.
Gw: apaan tu, tong?
Otong: nah, ane udah bilang pan tadi, mereka bedua tu pade imut-imut.
Gw: anjrit. bener juga lu, tong. kalau soal fisik gw emang kalah abis deh. dari awalnya aja udah ketawan, gw cuman lelaki imut. nah, mereka cewek-cewek imut.
Otong: itulah, bang. tapi imut aje kagak cukup.
Gw: butuh apean lagi emangannya?
Otong: yah, butuh nyeleneh lah.
Gw: nyeleneh bijimana, tong?
Otong: bang, katanya ada pepatah arab, nyelenehlah kamu, kamu akan terkenal
Gw: koq kedengerannya kayak pepatah indonesia tuh
Otong: haduuh, penting banget gak sih, bang ngebahas bahasanya, ane kagak tahu juga kali bunyinya dalam bahasa arab
Gw: hehehe… jangan ngambek dong, tong. ayo terusin deh ceritanya. oke, gue emang kurang nyeleneh sih. video gue emang datar-datar aja.
Otong: naah, kalau abang mau videonya banyak dilihat orang belajar dari cara-cara mereka terkenal, bang.
Gw: gimana aja tu caranya, tong?
Otong: biar nyeleneh, abang harus mulai menggunakan tampang aneh-aneh. contoh moymoy playboy.
Gw: ooh, itu pan yang suka bikin video-video lipsying juga pan ye.
Otong: bener, bang. abang tahu gak mereka asalnya dari mane?
Gw: dari filipin bukan?
Otong: naah. padahal mereka modalnya cuman nyutub. kagak punya acara di teve, koq kita-kita bisa pada tahu?
Gw: iye ye, gimana tu tong?
Otong: ane juga kagak tahu, bang.
Gw: aah, bijimane sih ente.
Otong: tenang, bang. tapi aneh tahu gimana caranya shinjo bisa terkenal kayak sekarang.
Gw: bijimana tu, tong?
Otong: lewat media, bang.
Gw: lah, gw kan juga pake media. media nyutub.
Otong: bang, di nyutub itu udah ribuan video kali diaplot tiap harinya. siapa juga yang bakalan perhatiin video abang yang cuman gambar main gitar sama mulut doang. hambar.
Gw: sial luh. tapi bener juga, tong. terus gimana dong?
Otong: nah, balik lagi nih, bang. musti nyeleneh. sebenernya tampang shinjo sih pada biasa-biasa aja kan?
Gw: bener sih, kalau gue naik angkot ke kantor, ketemu sama mereka paling juga bakalan ngelengos, tampang mereka kan pasaran.
Otong: hahaha, abang sirik aje ama mereka, bang. tapi mereka emang biasa-biasa aja. nah, menurut abang, apa yang ngebuat mereka jadi tenar?
Gw: yaah, kalau pendapat gue sih ya media.
Otong: bener, bang. mereka sebenernya sih kagak pernah ngiklanin diri mereka sendiri. kagak cukup dengan ngaplot video ke nyutub. musti ada faktor lain, bang
Gw: bener, tong. tuh video pertama gue tahu sih dari kakus
Otong: koq kakus, maksudnya kaskus kali, bang.
Gw: iye ye, kaskus. waktu itu padahal gue gak ambil pusing sama tu link video. koq jadi tenar juga ya?
Otong: nah, selain forum yang usernya udah ribuan, atau sekarang udah jutaan kali ya, abang kudu punya channel ke situs-situs berita gak penting.
Gw: wah, pinter amat lu tong. bener. gue pernah baca beritanya masuk menit.com
Otong: abang main pelesetan molo, entar jatoh loh. maksudnya detik dot kom, bang?
Gw: iye bener. gue kagak ngerti emang, gimana situs berita kayak gitu bisa ngemuat berita dari kakus.
Otong: kaskus baaang. nah, inti pelajaran yang bisa diambil, abang harus punya channel ke media. musti ada seseorang yang punya akses ke corong media yang mau ngangkat abang. tapi, sebelumnya, abang harus nyeleneh.
Gw: betul juga lu, tong. apa buat gue pake shinjo aja ya?
Otong: yaah, telat kalau sekarang mah, bang. kalau mau pake mereka bayarannya udah ratusan juta kali. coba, sekarang stasiun-stasiun tepe udah pada nyari-nyari mereka, bang buat ngisi acara-acara mereka.
Gw: iye juga ya, tong. padahal mereka kagak bisa ngapa-ngapain. nyanyi beneran aja kagak bisa.
Otong: itulah, bang. yang dicari orang itu bukan orang-orang yang bakat nyanyi, apalagi bisa nulis lagu. abang cukup modal nyeleneh, terus mangap-mangap depan kamera pake lagu orang. pake rumus ini, abang bakal terkenal deh.
Gw: gitu ya, tong.
Otong: iya, bang. nah, sekarang, kalau abang mau tenar, coba deh bang bikin videonya yang nyeleneh, tapi jangan vulgar ya bang.
Gw: wah, padahal gue baru aja tersirat mau pake kancut doang bikin videonya.
Otong: jangan deh bang. selain gak bikin napsu, orang-orang juga keburu nge-close videonya kali.
Gw: bener lu tong. apa gue pake model cewek imut juga ya, buat ngangkat harkat dan martabat video gue?
Otong: itu juga bisa bang. pokoknya, prinsip dasarnya: nyelenehlah kamu, kamu akan terkenal.
Gw: pinter banget sih lu, tong. kalau lo besok nyalonin diri jadi presiden, gue bakalan milih lo deh, tong.
Otong: amiin. udah dulu ye, bang. sekarang ane mo bobo dulu. belon tidur lagi abis sahur. assalamu alaikum!
Gw: oke deh, tong. sampe ketemu lagi, tong. wa alaikum salam

Recently

Recent Comments

Categories


Monthly Archives


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.