Archive for the 'Tips dan Trik' Category

03 1st, 2011

Seperti kita ketahuai foursquare merupakan jejaring social yang berbasis lokasi, kita dapat menandai posisi kita pada suatu waktu tertentu kemudian membagikan informasi kepada teman baik melalui facebook, twitter maupun secara personal.

Sudahkan anda mengupgrade facebook bawaan blackberry menjadi 1.9.0.20? Jika sudah anda pasti akan merasakan ada yang baru pada versi ini. Bagi anda yang belum meng upgrade anda dapat mendownload nya dari Blackberry App World secara gratis, App World seperti halnya Android Market tempat mengunduh aplikasi dan file-file baik yang gratisan maupun berbayar.

Foursquare rasa Blackberry tersebut bernama Facebook Place, jadi seandainya anda login ke Facebook akan ada fitur tambahan  di paling ujung namanya “Place”, dengan fitur ini kita bisa berbagi kepada teman tentang keberadaan lokasi kita, kita bisa men-tag teman kita yang berada di lokasi yang sama dan memberikan keterangan seperti halnya kita meng update status sehingga teman pun bisa menkomentari status kita. Berikut contoh tampilanya di Pearl 9105:

pearl9105c

Saat kita tekan icon Facebook Place, maka kita akan melihat tulisan “Chek In, Nearby dan Elsewhere” jika kita pilih “Chek In” maka facebook akan menampilkan beberapa lokasi yang sudah tercatat dalam database facebook place, yang paling dekat dengan lokasi kita, selanjutanya kita tinggal memilih salah satu tempat tersebut atau jika belum ada kita bisa menambahkan sendiri. Berikut contoh tampilanya di Pearl 9105:

pearl9105a

Sedangkan “Nearby” menerangkan teman-teman kita yang telah mempergunakan facebook place pada jarak kurang lebih 2 Km, untuk Elsewhere” menerangkan lokasi kawan kita yang mempunyai jarak lebih jauh dan yang telah menggunakan facebook place. Berikut contoh tampilanya di Pearl 9105:

pearl9105b

Selain fitur baru facebook place, dengan mengupgrade facebook ke versi 1.9.0.20, foto-foto teman kita di fitur “Friends” juga sudah bisa di tampilkan, di versi sebelumnya yang tampil hanyalah nama-nama nya saja. Berikut contoh tampilanya di Pearl 9105:

pearl91051

Oke, Selamat mencoba.

02 23rd, 2011

Dunia ponsel perkembanganya sangat pesat, cara mengemasnya pun beragam, dari yang hanya mengandalkan bentuk, fitur serta harganya, hingga sekarang ini pergerakan styles ponsel begitu nyata, dari fungsi utamanya yang hanya sekedar untuk telpon dan SMS kini berubah fungsi sebagai sarana koneksi internet dengan kecepatan data yang menjanjikan bermodelkan layar sentuh, Kalau kita membeli sebuah ponsel dengan harga yang mahal pastinya banyak fitur yang telah terbenam didalamnya, namun bagaimana dengan ponsel-ponsel yang berkelas menengah ke bawah? Mmm… biasanya dalam setiap seri atau beberapa model yang dikeluarkan jeroan suatu model mempunya isi sama tapi karena perbedaan harga ponsel yang berharga rendah pastinya oleh vendor yang bersangkutan di pangkas isinya oleh sebab itu ponsel yang berharga rendah terlihat minimalis dari segi fitur.

Biasanya saat kita membeli ponsel dalam hal ini saya mengambil contoh “Sony Ericsson” fitur yang ditawarkan adalah Telpon, SMS, Radio, Mp3, Kamera, Game Java, Video, Aplikasi view Data dan beberapa fitur standar lainya. Fungsi2 tersebut sudah bisa didapatkan dari pabriknya, tentunya sesuai dengan spesifikasi masing masing tipe ponsel. Tetapi sebagai manusia, kita tidak pernah puas. Termasuk dalam hal kecanggihan fitur2 bawaan pabrik. Kita ingin menambah fitur fitur baru, suara yang lebih jernih dan keras, kualitas hasil jepretan kamera ponsel yg lebih tajam, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan semua itu?  Ya gampang saja, tinggal beli ponsel yang lebih canggih, kalau itu sech semua juga bisa tapi harga dan kreatifitas kan jadi prioritas, Di sini lah modding diperlukan.

Istilah modding sendiri artinya modifikasi sebuah posel atau oprek-mengoprek jeroan dari ponsel. Dimana kita memodifikasi ponsel baik secara software (perangkat lunak) yang biasa disebut firmware, ataupun hardware (perangkat keras) yaitu fisik ponsel itu sendiri, atau dengan Modding kita bisa menyulap sebuah ponsel standar menjadi tidak satandar.

Contoh Modding Ponsel SONY ERICSSON J108i menjadi W108i:

rotasi

Modding pada level software relatif lebih aman dibandingkan dengan modding pada level hardware. Sebab jika terjadi masalah / kesalahan pada proses modding, kita bisa dengan mudah mengembalikan kondisi firmware seperti semula (dengan catatan kita sudah melakukan proses backup data), kecuali untuk kasus2 tertentu. Sedangkan untuk modding pada level hardware, jika terjadi kesalahan pada prosesnya, resiko kerusakan ponsel akan lebih besar dan lebih sulit diperbaiki. Dengan seni modding kita bisa memaksimalkan fitur sebuah ponsel, contoh sederhanyanya pada Sony Ericsson misalkan, ponsel type seri K biasanya lebih mengedapankan multimedia camera berbeda dengan seri W yang di khususkan untuk pecinta music, karena itulah para penggemar sony ericsson memoding seri K agar ponsel nya tampil layaknya seri W.

Contoh Modding Ponsel SIEMENS Tipe SXG75 menjadi SL91:

dc-1a

Berikut Istilah Istilah Modding:

Firmware : Software / perangkat lunak yang dibuat oleh vendor (perusahaan pembuat ponsel) untuk mengoperasikan fitur-fitur ponsel, yang terdiri dari beberapa bagian yang lebih kecil.

Flashing : Proses memasukkan firmware ke ponsel.

Patching : Proses memodifikasi sebagian dari firmware dengan mengganti byte-byte data yang sudah ada dengan nilai yang baru, dengan tujuan memanipulasi sistem ponsel untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Misal: fitur baru, menon-aktifkan suatu fitur yang dianggap mengganggu, dan lainsebagainya.

FS (File System) : Bagian dari firmware yang berfungsi untuk menyimpan file-file konfigurasi agar ponsel dapat digunakan sebagaimana mestinya, yang sekaligus berfungsi sebagai tempat internal memory/phone memory ponsel.

MAIN / FLASH : Bagian utama firmware yang berfungsi sebagai Operating System (OS) ponsel yang mengoperasikan fungsi fungsi ponsel itu sendiri.

Backup : Membuat salinan -data / file-file penting, sebelum melakukan modifikasi terhadap ponsel, agar jika hasilnya tidak sesuai keinginan maka file-file yang sudah dibackup tadi dapat dikembalikan/di-restore lagi ke ponsel.

Restore : Mengembalikan file-file / data-data yang sudah di-backup dengan tujuan mengembalikan keadaan seperti sebelumnya.

Upload : Mengcopy file dari komputer ke FS (File System) ponsel.

Download : Mengcopy file dari FS (File System) ponsel ke komputer untuk dimodifikasi atau di-backup.

Finalize / Finalizing : Tahap terakhir dalam proses full flashing, yaitu proses mengcopy file-file konfigurasi / settingan ponsel yang paling utama, beserta file-file sertifikat Java ke FS (File System) ponsel, agar ponsel dapat digunakan kembali setelah mengalami full flashing.

Full flashing : Proses flashing yang dilakukan pada bagian MAIN dan FSponsel.

Partial flashing : Proses flashing yang dilakukan hanya pada bagian MAIN saja, atau hanya pada bagian FS saja.

Cross flash : Flashing suatu tipe ponsel dengan menggunakan firmware tipe ponsel lain yang memiliki spesifikasi sama dengan ponsel tersebut. Misal : Cross flash K750i dengan firmware W800i.

Update firmware : Proses meng-update firmware ponsel dengan firmware yang versinya lebih baru / aktual, dengan tujuan menghilangkan bugs-bugs pada versi firmware sebelumnya.

Bug : masalah masalah yang tidak terdeteksi (tidak diketahui) sebelumnya, biasanya pihak vendor baru mengetahui terjadinya bugs pada saat ponsel telah diluncurkan di pasaran. Masalah ini dikarenakan oleh kesalahan firmware ponsel. Sehingga semua ponsel dengan tipe yang sama yang menggunakan versi firmware yang sama, akan mengalami masalah yang sama. Misal: Baterai yang tidak dapat di-charge sampai 100% penuh.

Customize / Customizing : Modding yang dilakukan pada FS (File System) ponsel dengan tujuan mengkostumisasi tampilan ponsel. Biasanya dilakukan untuk mengganti tampilan icon-icon menu yang  sifatnya standar menjadi lebih menarik.

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.