Archive for the 'Istana Kuliner' Category

04 21st, 2011
Awas Ada Ayam Lepaas
Author: sugenk

ayam_lepas

Ketika kita mendengar ada ayam lepass, pemikiran kita pasti tertuju pada ayam yang terlepas dari kandangnya, kemudian orang beramai-ramai mengejar berusaha menangkap si ayam tersebut. Ayam lepaas yang dimaksud bukan yang itu tetapi yang lagi penulis bicarakan? disini adalah salah satu kedai makan yang ada di Jalan Raya Kalimalang Bekasi, sesudah Universitas Gunadarma sebelum Rumah Sakit Global.

Uniknya ya namanya, saat penulis mengunjungi tempat tersebut pembeli luar biasa banyaknya, sampai-sampai untuk dapat tempat duduk saja harus mengantri, jadi makin penasaran seperti apa rasa ayam lepas tersebut. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya dapat tempat duduk, saat di sodorkan menu masakan terlihat tidak terlalu istimewa, lauk utama hanya terdiri atas tiga pilihan: Ayam, Burung dan Ikan Lele, paket (Nasi, Lauk, ?Lalap, Sambal) harganya Rp 14.000,- non paket (Lauk, Lalap, Sambal) harganya Rp 12.000,- mmm… harga standar ya tidak terlalu mahal juga, disamping itu ada beberapa menu sayur khas nusantara seperti cah kangkung, tempe, tahu, toge, brokoli ?dan beberapa sayur lainnya.? Sayapun tertarik untuk memesan paket ayam, paket ayam ada dua pilihan ayam lepas dan ayam lemas. Bedanya apa? Kalau ayam lepas sambelnya super pedas sementara yang lemas sambelnya agak manis, saya pesan yang lepas saja.

Setelah menu disajikan sayapun tak sabar ingin mencobanya, seperti apakah rasa ayam lepas tersebut, ternyata rasanya memang unik, empuk, lunak sampai tulang-tulangnya pun dapat dimakan, sambalnya pun terasa nikmat dengan aroma-aroma terasi yang lumayan pedas, mantap rasanya, sampai-sampai saya harus nambah satu porsi nasi lagi hihihi…

Kedai Ayam Lepas identik dengan slogan “Pertama Di Dunia”, bagi penulis ini sangatlah wajar karena memang cara olahan lauknya sedikit beda dari yang lainnya. Apa yang beda? yang paling mencolok adalah tepungnya, karena tepung yang dipergunakan seperti rasa tepung untuk membuat rempeyek ikan atau kacang, balutannya tidak terlalu banyak, jadi ayam tersebut terlihat besar ya memang karena besar ?dari segi ukuran bukan karena tumpukan tepung? yang suka kita rasakan di restoran-restoran cepat saji, rasanya pun nusantara banget apalagi sambalnya beda dari kebanyakan sambal di tempat lain.

Bila kita ingin pesan untuk di bungkus, disini juga mempunyai cara yang unik, kita tidak bisa langsung pesan pada saat kita makan, ada tempat khusus, kita harus mengambil nomor urut, setelah itu kita serahkan nomor antrian kita, baru mereka proses? untuk dibuatkan menunya. Oke, setiap lidah masing-masing orang pastinya berbeda, enak bagi saya belum tentu enak bagi anda, tetapi kalau anda pecinta kuliner alangkah bagusnya ada mencoba masakan yang satu ini, Selamat Mencoba.

05 3rd, 2010

es-cincau

Setiap kali matahari bersinar di siang nan terik, saya selalu menunggu kedatangan pak Asep, yup, pak asep merupakan penjual cincau keliling yang selalu lewat di depan kostn-ku. Cincaunya lembut, warnanya hijau.. siang-siang begini, asiknya istirahat di temani segelas cincau, wuih.. nikmat seakali..

Mmm.. kok belum  datang ya? siang ini sangatlah menyengat, panas dalam dan sariawan pula, es cincau sepertinya bisa mengobati. Cincau itu apa ya? Cincau adalah gel serupa agar-agar yang diperoleh dari perendaman daun dalam air. Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung karbohidrat yang mampu mengikat molekul-molekul air.  Cincau kandungan seratnya sangatlah tinggi, cincau itu jenisnya macam-macam, tapi di Indonesia yang terkenal adalah cincau hijau dan cincau hitam. Kata “cincau” berasal dari bahasa Hokkian sienchau… Oh begitu toch..

Cincau hijau, berdasarkan peneltian mengandung karbohidrat, polifenol, saponin, flavonoida dan lemak. Kalsium, fosfor, vitamin A dan B juga ditemukan dalam daun cincau hijau. Kandungan-kandungannya memungkinkan cincau hijau dimanfaatkan sebagai bahan pembuat obat-obatan, di samping digunakan sebagai minuman penyegar. Penyakit radang lambung, demam dan tekanan darah tinggi bisa disembuhkan dengan cincau hijau. Waduch kok jadi cerita ya.. Lagi nunggu Es Cincau nich.. kok abang penjualnya belum muncul-muncul ya…

Ting..ting..ting..ting.. (Bunyi gelas dipukul dengan sendok), Nach tuch dia, Es Cincaunya udah datang, tak berapa lama munculah Gerobak Cincau beserta tukangnya, gerobak mirip gerobak es doger, susunan gelas juga sama, yang membedakan adalah ramuannya, kalu es doger warna warni, kalu cincau ini hanya terdiri atas tiga warna, cincau (hijau), gula merah (coklat tua) dan santan (putih), saat ketiganya di campurkan, warnanya menarik sekali apalagi kalu di campur di serpihan-serpihan es, waduch udah ga sabar nech.. Pak Asep Es Cincaunya satu ya! Teriakku…

Tak berapa lama, jadilah es cincau yang kupesen, Ini Mas! “pak asep berkata”, oh iya pak, makasih. Pak Asep ini asalnya dari garut, dia di Jakarta mengontrak, dan istrinya ditinggal dikampung halaman. Pak Asep mulai menjajakan Ec Cincau keliling, sejak tiga tahun lalu, ia mengaku untuk berjualan es cincau modal yang ia butuhkan kurang lebih Rp 1.000.000, dana sebanyak itu dia pakai untuk membeli gerobak, ember, gelas, sendok dan bahan-bahan pembuat es cincau.

Setiap hari, ia harus mengeluarakan uang sekitar Rp 60.000,  untuk beli daun cincau Rp 25.000, dan sisanya untuk beli Es, Gula, Santan dan bahan pendukung lain, dalam sehari pak asep bisa menghabiskan cincau hingga 80 gelas, kalau harga es cincau Rp 1.500 maka penghasilanya adalah Rp 120.000 perhari, dan jika cuaca panas pak asep bisa mengantongi uang yang lebih besar lagi.

Uang tersebut digunakan pak asep untuk membayar kontrakan bersama teman-teman biar ngirit dan sisanya ia tabung dan dikirim untuk istrinya yang di garut. Mmm..perjuangan hidup pak asep yang boleh dibilang tidak mudah, tapi melihat senyum dan cara berbicaranya, terkesan tak ada beban, tak nampak raut muka yang kecewa dalam dirinya. Sepertinya pak asep tegar sekali mengahadapi hidup ini.. Terus berjuang dan semangat pak asep…

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.