Archive for the 'Ekologi' Category

04 13th, 2011

lingkungan2

Sungai di sepanjang kalimalang tepatnya di samping  Jl. Kyai Haji Nur Ali hari ini terlihat hitam dan kotor (Rabu, 13 April 2011). Entah apa penyebabnya boleh dibilang air sekeruh itu dapat membahayakan biota sungai. Biasanya sungai yang melintas di depan Universitas Gunadarma tersebut menjadi tempat bagi orang yang suka memancing untuk menyalurkan hobby mereka, tidak jarang pula para pencari cacing maupun pencari ikan turut ambil bagian menikmati rejeki yang melimpah untuk menopang kehidupan mereka.

Sungai kalimalang merupakan surganya cacing sutera, cacing-cacing tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan hias oleh masyarakat, sementera ikan sapu-sapu bagi sebagian orang dapat diolah menjadi lauk sebagai pengganti lauk lain yang menurut mereka tidak terjangkau harganya, ikan sapu-sapu juga dapat di olah sebagai bahan campuran karena ikan sapu-sapu mempunyai harga yang sangat ekonomis bila dibandingkan dengan harga ikan lainnya. Bagi masyarakat yang kurang mampu biasanya sungai dipergunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci sampai untuk kebutuhan memasak.

Apa yang terjadi hari ini sangat ironi, sungai yang bagi sebagian warga menjadi tempat sumber mencari nafkah berubah menjadi hitam dan kotor, biasanya sungai tersebut agak bening meskipun terlihat coklat, telah terjadi pencemaran di ambang batas kewajaran dan membahayakan. Kalau di ikuti jalur pencemarannya terlihat sangat panjang, kemungkinan besar ada industri di bekasi yang membuang limbahnya secara illegal ke sungai, ini sangat memprihatinkan.

Pemandangan yang sekarang terlihat adalah anak-anak maupun bapak-bapak sedang asik mengambili ikan yang keracunan, ikan tersebut melompat ke pinggir sungai, ke rumput-rumput yang tidak ada airnya, dapat dibayangkan betapa sakitnya sungai tersebut sampai-sampai satwa airpun memilih lari ke darat untuk menghindar padahal itu habitat mereka, tidak hanya jenis ikan, satwa lainpun ikut terkena imbasnya, satwa-satwa tersebut menjauh dari sungai.

Bersih tidaknya suatu lingkungan bisa di lihat dari satwa yang tinggal disekitarnya, semakin banyak dan beragam semakin bagus pula ekosistem di tempat tersebut, sayang sekali masyarakat jarang yang perduli, keberadaan mereka terabaikan, masyarakat  tidak pernah berpikir dampak yang terjadi jika mereka membuang bahan-bahan berbahaya di sungai tersebut. Kurangnya kesadaran akan lingkungan membuat bangsa ini didera masalah akibat ulah mereka sendiri.

04 12th, 2011

jamur-barat-1a1

Jamur merupakan makanan yang mempunyai cita rasa khas, rasanya sangat nikmat melebihi rasa ayam atau daging bagi sebagian masyarakat pecinta jamur, yang dimaksud disini adalah jamur barat. Jamur barat itu apa ya? Hihihi.. penulis juga tidak tau kenapa orang di kampung menamakannya jamur barat, tapi kalau dilihat dari asal katanya barat itu dalam bahasa jawa artinya “angin” jadi jamur barat itu adalah jamur angin, wajar saja kalau dinamakan jamur barat sebab jamur ini baru muncul saat adanya pergantian musim ditandai dengan tiupan angin baik saat siang, sore, pagi ataupun malam hari.

Anak-anak di kampung sangat gemar sekali mencari jamur barat, kepuasan didapat karena untuk mendapatkannya perlu sedikit usaha, jamur barat tumbuh ditempat-tempat yang dapat diprediksi keberadaanya, ia dapat tumbuh dibawah pohon-pohon, disemak-semak, ditimbunan daun-daun yang telah membusuk, di antara bebatuan, di jurang-jurang, di bukit bukit, dimana saja dia bisa tumbuh sesuai dengan tingkat kelembapan yang mereka inginkan, jika di daerah tertentu ia tumbuh maka bisa di pastikan ditempat itulah atau di  daerah-daerah sekitarnya jamur barat akan muncul,  yang membedakan dengan jamur budidaya adalah jamur barat mempunyai rasa yang lebih enak dan nikmat.

Jamur Barat mempunyai umur yang relative singkat, bila sore tiba dia membentuk satu kuncup paginya dia mekar dengan sempurna dan siangnya dia sudah membusuk dikerubuti ulat-ulat kecil, atau bisa juga juga akan membentuk kuncup pada pagi hari, sorenya mekar malam nya dia akan membusuk. Penulis bisa menyimpulkan hal itersebut sebab kebiasaan sewaktu SD hingga SMP senang sekali berburu Jamur Barat.

Bagi orang kampung, Jamur Barat biasanya hanya dimasak dengan bumbu ala kadarnya kemudian di goreng  atau lebih enak lagi kalau di bungkus daun pisang dikasih bumbu kemudian dibakar, aromanya sangatlah menggoda, makanan tanpa lauk kalau sudah dengan jamur barat, cukup sudah, tidak ingin merasakan lauk yang lain lagi.

Ciri-ciri Jamur Barat? Jamur barat mempunyai bentuk seperti payung, jamur barat yang dapat dimakan itu mempunyai dua warna atasnya, jamur barat dengan warna agak coklat keputih-putihan biasanya hidupnya tidak bergerombol dalam satu area tempat, paling-paling cuma satu atau dua, sedangkan yang atasnya agak kuning biasa orang kampung menyebutnya jamur Kidang (Jamur Kijang) sekali tumbuh bisa bergerombol sampai empat atau lebih, jamur barat jika terkena air selaput atasnya sangatlah licin, dengan warna putih mengkilap pada bagian bawah. Tapi hati-hati ada jamur yang memilki bentuk yang hampir mirip dengan jamur barat namanya Jamur Lethong, jamur ini atasnya mempunyai warna yang lebih hitam dan gelap kalau kita memakannya maka akan menyebabkan keracunan, mual dan pusing-pusing.

Berburu Jamur Barat ala Kampung? Jika pagi tiba sebelum pergi ke sekolah, anak-anak sudah siap untuk berburu, tidak perduli akan bertemu ular atau serangga lain, yang jelas seperti petualangan di game-game, mendapatkan jamur sebanyak-banyaknya bersaing dengan teman-teman sekampung dengan misi yang sama. Anak-anak dikampung rela menyeberangi sungai, rawa, lembah, menerobos barongan (sekumpulan pohon-pohon preng atau bamboo) karena di tempat-tempat itulah habitat jamur tumbuh dan hidup, sebelum pagi tiba biasanya sore hari mereka survey lokasi-lokasi yang ditumbuhi jamur, jika ada kuncup jamur mereka tandai, mereka tutup dengan daun djati atau daun-daun-daun lainnya, karena kesokan harinya kuncup tersebut akan mekar sempurna. Besarnya kuncup juga menandakan besarnya jamur yang akan mekar, semakin besar sebuah kuncup jamur semakin besar pula lebar diameter saat dia mekar, Tapi kadang kala, perburuan tidak sesuai dengan keinginan, Jamur rusak terinjak binatang malam, jamur tumbuh tidak secara maksimal, atau jamur telah membusuk karena proses pemekaran yang lebih cepat.

Jika mengenang masa lalu, kangen rasanya ingin menikmati lezatnya jamur barat buatan nenek, sayangnya sampai saat ini jamur barat hanya dapat tumbuh alami, belum ada yang bisa membudidayakannya, kaluapun ada pastinya mempunyai cita rasa yang berbeda, tidak selezat jamur barat yang tumbuh di habitat alaminya.

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.