Archive for the 'Ceritaku' Category

04 21st, 2011

peng-1

Universitas Gunadarma secara resmi melaksanakan Ujian Tengah Semester  tahun ajaran 2010/2011. Ujian mulai dilaksanakan Selasa, 19 April 2011. Kesibukan persiapan Ujian hari pertama terlihat di kampus J Kalimalang, office boy yang hilir mudik mengantar perlengkapan dan berkas-berkas soal ujian untuk di drop ke masing-masing lantai, para koordinator yang sibuk dengan pembagian pengawas hinggga ruang sekretariat dosen yang disibukkan dengan para mahasiswa yang menayakan tentang informasi  seputar ujian.

Universitas Gunadarma mengadakan ujian dalam satu hari bisa hingga 6 shift, 4 shift untuk kelas pagi dan 2 shift untuk kelas malam, 1 shift mempunyai waktu maksimal 90 menit. Di kampus J Kalimalang tedapat 6 lantai akan tetapi ruang  yang dipergunakan untuk pelaksanaan ujian hanya 5 lantai saja yaitu lantai 1 sampai dengan lantai 5.  Setiap 1 lantai terdiri dari ruang-ruang dengan penomoran  03 sampai 24, 1 kelas dalam satu ruang berjumlah kurang lebih 30  mahasiswa jika perkuliahan normal,  akan tetapi bila ujian tiba 1 kelas dipecah menjadi 2 ruang,  dimana 1 ruangnya  bisa terdiri atas 15 peserta ujian, Kampus yang terletak di jl. Kyai Haji Nur Ali jika ujian tiba aktifitas lebih sibuk dari pagi hingga malam hari.

pengawas-1

Ujian pertama kali ini terlihat banyak sekali pengawas-pengawas baru, meskipun baru tetapi mereka tampak antusias dan semangat untuk menjaga peserta ujian. Yang menjadi kendala adalah minimnya pengalaman saat mengawas, apalagi ujian hari pertama ini di shift ke 3 terdapat mata kuliah yang ujian nya 3 dosen hihihi… sekretariat harus kerja ektra mensosialisasikan tata tertibnya. Untuk meminimalisasi masalah dengan sigap Ibu Anita didampingi Bapak Martani mengadakan briefing dadakan kepada pengawas-pengawas baru. Dengan lugasnya Ibu Anita menerangkan apa saja tugas-tugas yang harus dilakukan para pengawas ujian dan apa saja yang tidak boleh dilakukan.

Ujian Tengah Semester kali ini memang dipenuhi banyak pengawas baru, pengawas-pengawas lama sebagian sudah tidak terlihat lagi karena beberapa dari  mereka ada  yang mengambil S3 ada juga yang sudah bekerja di luar  jadi tidak dapat mengawas lagi. Wach sepi dech.. hihihi.. Ada bagusnya pihak kampus menambah pengawas ujian karena kalau dilihat sekarang sepertinya masih kurang, 1 ruang rata-rata hanya 1 pengawas apalagi kebanyakan dari mereka masih baru dan membutuhkan pendamping dosen senior. Oke.. Selamat Bertugas bapak-bapak dan ibu ibu pengawas Ujian.. Sukses mengawasnya sampai selesai nanti.

04 12th, 2011

jamur-barat-1a1

Jamur merupakan makanan yang mempunyai cita rasa khas, rasanya sangat nikmat melebihi rasa ayam atau daging bagi sebagian masyarakat pecinta jamur, yang dimaksud disini adalah jamur barat. Jamur barat itu apa ya? Hihihi.. penulis juga tidak tau kenapa orang di kampung menamakannya jamur barat, tapi kalau dilihat dari asal katanya barat itu dalam bahasa jawa artinya “angin” jadi jamur barat itu adalah jamur angin, wajar saja kalau dinamakan jamur barat sebab jamur ini baru muncul saat adanya pergantian musim ditandai dengan tiupan angin baik saat siang, sore, pagi ataupun malam hari.

Anak-anak di kampung sangat gemar sekali mencari jamur barat, kepuasan didapat karena untuk mendapatkannya perlu sedikit usaha, jamur barat tumbuh ditempat-tempat yang dapat diprediksi keberadaanya, ia dapat tumbuh dibawah pohon-pohon, disemak-semak, ditimbunan daun-daun yang telah membusuk, di antara bebatuan, di jurang-jurang, di bukit bukit, dimana saja dia bisa tumbuh sesuai dengan tingkat kelembapan yang mereka inginkan, jika di daerah tertentu ia tumbuh maka bisa di pastikan ditempat itulah atau di  daerah-daerah sekitarnya jamur barat akan muncul,  yang membedakan dengan jamur budidaya adalah jamur barat mempunyai rasa yang lebih enak dan nikmat.

Jamur Barat mempunyai umur yang relative singkat, bila sore tiba dia membentuk satu kuncup paginya dia mekar dengan sempurna dan siangnya dia sudah membusuk dikerubuti ulat-ulat kecil, atau bisa juga juga akan membentuk kuncup pada pagi hari, sorenya mekar malam nya dia akan membusuk. Penulis bisa menyimpulkan hal itersebut sebab kebiasaan sewaktu SD hingga SMP senang sekali berburu Jamur Barat.

Bagi orang kampung, Jamur Barat biasanya hanya dimasak dengan bumbu ala kadarnya kemudian di goreng  atau lebih enak lagi kalau di bungkus daun pisang dikasih bumbu kemudian dibakar, aromanya sangatlah menggoda, makanan tanpa lauk kalau sudah dengan jamur barat, cukup sudah, tidak ingin merasakan lauk yang lain lagi.

Ciri-ciri Jamur Barat? Jamur barat mempunyai bentuk seperti payung, jamur barat yang dapat dimakan itu mempunyai dua warna atasnya, jamur barat dengan warna agak coklat keputih-putihan biasanya hidupnya tidak bergerombol dalam satu area tempat, paling-paling cuma satu atau dua, sedangkan yang atasnya agak kuning biasa orang kampung menyebutnya jamur Kidang (Jamur Kijang) sekali tumbuh bisa bergerombol sampai empat atau lebih, jamur barat jika terkena air selaput atasnya sangatlah licin, dengan warna putih mengkilap pada bagian bawah. Tapi hati-hati ada jamur yang memilki bentuk yang hampir mirip dengan jamur barat namanya Jamur Lethong, jamur ini atasnya mempunyai warna yang lebih hitam dan gelap kalau kita memakannya maka akan menyebabkan keracunan, mual dan pusing-pusing.

Berburu Jamur Barat ala Kampung? Jika pagi tiba sebelum pergi ke sekolah, anak-anak sudah siap untuk berburu, tidak perduli akan bertemu ular atau serangga lain, yang jelas seperti petualangan di game-game, mendapatkan jamur sebanyak-banyaknya bersaing dengan teman-teman sekampung dengan misi yang sama. Anak-anak dikampung rela menyeberangi sungai, rawa, lembah, menerobos barongan (sekumpulan pohon-pohon preng atau bamboo) karena di tempat-tempat itulah habitat jamur tumbuh dan hidup, sebelum pagi tiba biasanya sore hari mereka survey lokasi-lokasi yang ditumbuhi jamur, jika ada kuncup jamur mereka tandai, mereka tutup dengan daun djati atau daun-daun-daun lainnya, karena kesokan harinya kuncup tersebut akan mekar sempurna. Besarnya kuncup juga menandakan besarnya jamur yang akan mekar, semakin besar sebuah kuncup jamur semakin besar pula lebar diameter saat dia mekar, Tapi kadang kala, perburuan tidak sesuai dengan keinginan, Jamur rusak terinjak binatang malam, jamur tumbuh tidak secara maksimal, atau jamur telah membusuk karena proses pemekaran yang lebih cepat.

Jika mengenang masa lalu, kangen rasanya ingin menikmati lezatnya jamur barat buatan nenek, sayangnya sampai saat ini jamur barat hanya dapat tumbuh alami, belum ada yang bisa membudidayakannya, kaluapun ada pastinya mempunyai cita rasa yang berbeda, tidak selezat jamur barat yang tumbuh di habitat alaminya.

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.