Archive for May, 2010

05 24th, 2010
Rusaknya Bumi
Author: sugenk

banjir3

Fenomena alam yang tidak dapat lagi di bantah, Pemanasan Global menunjukkan jati dirinya, Penipisan lapisan es Kutub Utara hingga menghilangnya lapisan es di berbagai titik Pegunungan Alpen, Eropa. Frekuensi Gempa yang kerap terjadi, tornado yang melanda di berbagai belahan dunia, Ledakan Gunung berapi, banjir, pergantian musim yang sudah tidak lazim dan tak mampu di prediksi, kekeringan, semua hal tersebut merupakan penyimpangan iklim,  Gejala alam tanpa tanding, hanya sang pencipta yang tahu segala maksud dan isinya.

Sejak isu globalisme dan modernisasi di dengungkan  jumlah konsumsi meningkat tajam, Negara-negara berlomba mempercantik negerinya, saling bersaing untuk dapat di sebut sebagai  Negara paling modern dan paling maju. Semua kawasan sebisa mungkin di sulap menjadi gedung dan bangunan-bangunan megah dan berkelas tinggi, teknologi yang terlalu over, kecanggihan yang terlalu revolusioner membuat Negara miskin dan berkembang, jadi kembang kempis bagai bernafas dalam lumpur, di hadapkan pada situasi dilematis, tidak mampu mencipta, dan akhirnya hanya sebagai penikmat semu dan pengkonsumsi sejati.

Ada yang terlupakan dari semua kegilaan itu, pembangunan yang tidak santun, dalam dekade terakhir, sekitar setengah dari sumber energy terpakai oleh manusia dan akibatnya lebih dari setengah hutan dunia hancur. Negara miskin dan berkembanglah yang akhirnya memetik buahnya, buah penderitaan berupa bencana. Negara miskin dan berkembang hanya 30 persen menyedot energy bumi, sedangkan 70 persennya merupakan pemborosan sumber alam yang dilakukan oleh Negara maju. Negara-negara maju menyuruh Negara-negara miskin dan berkembang untuk menjaga hutannya, sementara di sisi lain mereka tidak intropeksi apa yang harus mereka lakukan pada negaranya, Ini adalah fakta yang tragis, terutama kita sebagai masyarakat Indonesia.

Manusia harus membatasi keserakahan konsumsi dan hasrat materi (kebendaan) yang berlebih. Industrialisasi harus di imbangi dengan perawatan lingkungan, semakin majunya teknologi secara tidak langsung malah mempersulit manusia itu sendiri, bandingkan dengan kesederhanaan masyarakat jaman dulu, secara ilmu mereka lebih pintar tapi kepintaran mereka  tidak digunakan untuk merusak lingkungan.

Satu pesan yang mungkin dapat di petik dari musibah yang terus mendera dan menimpa bumi, masyarakat di belahan dunia manapun harus berbenah dan berfikir tentang  fungsi alam, kelestarianya bermanfaat bagi  kelangsungan hidup manusia selama manusia masih ada. Generasi kita di tuntut untuk menjaga, demi kelangsungan generasi kita selanjutnya. Konsumerisme hanya akan merusak kesehatan ekonomi dan ekologi secara perlahan dan pasti.

05 20th, 2010

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi mengangkat Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan menggantikan posisi Sri Mulyani Indrawati.  Selamat Ya Pak.. Jalankan pekerjaan dengan hati dan nurani.. bukan kepentingan kelompok tertentu.. semoga dirimu bersih dan menjalankan reformasi birokrasi seperti menteri keuangan sebelumnya..

Agus Martowardojo lahir di Amsterdam, Belanda, pada 24 Januari 1956. Dia adalah alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1984). Selesai  kuliah, Agus Martowardojo bekerja di Bank of America (1986), kemudian  karirnya di teruskan di Bank Niaga hingga 1994, dari Bank Niaga ia pindah karir di Bank Bumiputera sebagai Direktur Utama hingga 1998.

Agus Martowardojo mulai bekerja di Bank Mandiri (1998), ia menduduki jabatan Managing Director Risk Management and Credit Restructuring (1999), Managing Director Retail Banking and Operation Coordinator (2000), dan Managing Director Human Resources and Support Services (2001) dan Sejak Mei 2005, Dia terpilih menjadi  Direktur Utama Bank Mandiri, menggantikan ECW Neloe yang terlibat kasus korupsi.

Kok baru bekerja di Bank Mandiri Tahun 1998 ya? Bank Mandiri memang baru ada tanggal 2 Oktober 1998,  pada mulanya kalau dilihat dari sejarah, Tahun 1997 -1998 terjadi krisis keuangan yang sangat parah di Indonesia, banyak masyarakat yang tidak percaya dengan perbankan akhirnya beramai-ramai mereka mengambil dan memindahkan uang nya ke Bank asing, saat masyarakat menarik dana banyak bank-bank yang tidak mampu membayar dan akhirnya banyak bank-bank yang terlikuidasi. Untuk membuat pondasi perbankan yang kokoh Pemerintah membuat program restrukturisasi perbankan. Empat bank milik Pemerintah yaitu, Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), di lebur dan lahirlah Bank Mandiri.

Sekali Lagi Selamat ya pak.. semoga sesuai dengan harapan.. menjadi menteri yang bersih mewakili aspirasi rakyat dalam arti yang luas dan sebenarnya.. amin…

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.