Sandiwara Radio Saur Sepuh

bra1

Mengenang masa-masa kecil ternyata mengharukan, di kampung yang elok, listrik yang belum ada, media informasi melalui radio dan siaran TV nya hanya TVRI saja tapi berkesan sekali.  Saat itu kelas 6 SD, sandiwara radio jadi suguhan cerita yang fenomenal dan menarik, anak-anak, remaja, orang tua, nenek kakek semua menyukainya..

Mari kita buka ingatan kita tentang sandiwara yang Berjaya pada era itu.. Apalagi kalu bukan SAUR SEPUH, saya begitu terobsesi menjadi pemain utama kala itu, di sekolah, di rumah selalu bergaya ala brama kumbara huhahahaha..

Geli juga rasanya, di sekolahan main perang-perangan, tapi jadi ribut gara-gara semuanya pengen jadi brama kumbara sang kesatria madangkara itu. Kamipun kalu perang-perangan seakan-akan masuk dalam dunia sandiwara, berhayal tingkat tinggi, bisa mengeluarkan ilmu kincir metu (padahal cuma sarung di putar-putar),  Ilmu gelang-gelang (kami menggambarkanya sang tokoh mengunakan ratusan gelang besi yang di pakai di lengan) atau Ajian serat jiwa (Kalu yang ini susah untuk menggambarkanya karna saking dasyatnya) he3x.. kadang-kadang kamipun suka penasaran, wujudnya ajian serat jiwa itu kayak apa ya.. Ajian gelang-gelang tuch yang bagaimana ya..benar-benar terhipnotis kala itu.

Di setiap gelombang radio pasti memutar sandiwara ini, ada yang pagi, siang, sore ataupun malam, kalu lagi seru-serunya, udah ngedenger di siangnya, tetep aja sore ataupun malamnya cari gelombang yang masih memutar episode tersebut.  Apesnya waktu itu adalah, episode yang paling baru itu di putarnya jam setengah 12 siang, jadinya ya kalu lagi sekolah jam 11 an udach pada gelisah dan risau… Menjelang bel pulang, langsung pada ngibrit ampe sepatunya pada di lepas biar bisa lari cepet he9x.. setidaknya nyampe rumah masih punya sisa waktu 15 menit untuk mengikuti jalan cerita he3x.. pokoknya seru banget dech.. Kalu udach selesai, bukanya makan atau ganti baju tapi cerita cerita dulu, ampe di omelin dech he3x.. ga berhenti di situ sore ampe malam juga masih cerita, sampe-sampe pada meragain saat brama beginilah, mantili begitulah..

Sandiwara tersebut entah mengapa kayaknya mempengaruhi kesehari-harian kami, kalu brama sedih satu kelas ikutan sedih.. ga semangat belajar, tapi kalu bramanya menang bertarung, atau si brama sedang bahagia suasana di kelas kayaknya ikutan ceria dan bahagia pula.. apa ini perasaan penulis saja ya.. tapi beneran kok..begitulah suasana kala itu.

Berikut Sinopsis Serial Sandiwara Saur Sepuh (Sumber: http://id.wikipedia.org)

radioku

Ceritanya berpusat pada Brama Kumbara, seorang pewaris tahta kerajaan Madangkara yang pada awal kisah diceritakan tengah dijajah oleh kerajaan Kuntala. Setelah kemudian Brama berhasil menumbangkan kekuasaan Kuntala dan memulihkan kedaulatan Madangkara, kisah berlanjut dengan permusuhan antara Brama dengan Gardika yang ingin mengembalikan kekuasaan Kuntala.

Dalam sebuah pertarungan dengan Gardika, Brama yang terluka parah oleh ajian serat jiwa milik Gardika diselamatkan oleh seekor burung Rajawali raksasa. Burung rajawali ini kemudian menjadi sahabat Brama. Rajawali bahkan kemudian menunjukkan kepada Brama di mana tersimpan kitab asli ajian Serat Jiwa, yang ternyata adalah milik kakek Astagina, kakek dari Brama. Secara tidak sadar, ilmu yang selama ini dipelajari oleh Brama dari Kakek Astagina (ajian Tapak Saketi, ajian Gelang Gelang, dan ajian Bayu Bajra) adalah bagian dari ajian Serat Jiwa. Brama berhasil menguasai ajian Serat Jiwa hingga ke tingkat paling tinggi (Tingkat 10).

Permusuhan Brama dan Gardika akhirnya mencapai puncaknya ketika keduanya berduel mempertaruhkan antara hidup dan mati, berakhir dengan tewasnya Gardika di tangan Brama. Gardika yang sepanjang hidupnya banyak melakukan kejahatan digambarkan tubuhnya hancur menjadi tepung.

Dalam perjalanannya, Gardika detemani oleh seorang bernama Kendala. Pada dasarnya Kendala adalah orang baik. Setelah Gardika tewas di tangan Brama, Kendala mendapat pengampunan dari Brama dan kemudian mengabdi kepada Madangkara.

Kisah dilanjutkan dengan perseteruan antara Brama dengan Panembahan Gunung Saba, pada bagian ini dikisahkan bahwa Ajian Serat jiwa yang sebelumnya dianggap sebagai ilmu tertinggi menemukan tandingannya yaitu ajian Waringin Sungsang. Brama yang hampir tewas setelah bertarung hidup mati dengan dua murid Panembahan Gunung Saba (Kijara dan Lugina) malah secara tidak sengaja mendapatkan ajian Lampah Lumpuh yang digambarkan tidak dapat dikalahkan. Dalam perjalan cerita dikisahkan pula ada ajian Cipta Dewa yang merupakan olahan dari intisari dari ajian serat jiwa yang dikuasai oleh Lasmini,ilmu ini diperkirakan lebih hebat dari ajian lampah lumpuh milik Brama ,namun tidak pernah terbukti mengalahkan Brama secara langsung.Sampai akhir cerita ajian lampah lumpuh tidak terkalahkan, hanya 1 kali bertanding imbang dengan ilmu Ikatan Roh milik biksu Tibet.

Brama pernah mencintai seorang wanita. Kisah cinta ini muncul dalam episode Bara di Bumi Ankara, Brama jatuh cinta dengan seorang putri raja bernama Putri Doria. Tapi putri tersebut terbunuh dalam sebuah pertempuran. Sosok Brama yang gagah, tampan, dan karismatik banyak menarik perhatian wanita, termasuk Lasmini yang pada akhirnya menjadi musuh bebuyutannya. Di antaranya banyak wanita akhirnya Harnumlah yang dapat  mengambil hati Brama setelah meninggalnya puteri Doria. D ewi Harnum hampir selalu menjadi pendamping Brama dalam perjalanannya. Dia juga yang menjadi satu-satunya saksi pertarungan dahsyat Ajian Serat Jiwa tingkat 10 melawan Ajian Serat Jiwa tingkat 10 antara Brama dengan Gardika (musuh bebuyutan Brama).

Brama dan Harnum kemudin bertemu dengan Paramita, seorang janda beranak 2 (Raden Bentar dan Garnis) yang juga menaruh hati kepada Brama Kumbara. Harnum kemudian bersahabat erat dengan Paramita. Dan ketika Brama kemudian menyunting Harnum, Harnum setuju dengan satu syarat jika Brama juga menyunting Paramita.

Brama mempunyai adik bernama Mantili, Si Mantili ini mempunyai pedang setan dan pedang perak. Pedang setan akan mengeluarkan asap beracun sementara pedang perak mampu mengeluarkan sinar dan sinar tersebut dapat membutakan mata.

Wach kalu saja sandiwara seperti ini ada yang mau membuat versi kartunya pasti seru nech asalkan jangan di buat kayak film nya, asli ga bagus banget.. lebih menonjolkan unsur sensualitasnya ketimbang unsur moralnya, padahal serial brama ini menurutku yang paling kental itu dalam versi radionya adalah unsur pendidikanya, melatih sifat sabar dan bijaksana.

8 Responses to “Sandiwara Radio Saur Sepuh”
  1. Alfan Says:

    Saya mau tanya. Seri pertama di radio itu judulnya DARAH BIRU ya? (buikan titisan darah biru loh).

    Dulu saya pernah punya kasetnya. Ceritanya tentang masa kecil Brama di kampung Jamparing bersama ibunya Gayatri. Brama nekat mencegat iring2an panglima Bernawa dan menyatakan kalau dia juga Panglima di Jamparing. Saat itulah patih Bernawa memberikan Pedang Biru (yg memang sudah diminta oleh kakek Astagina agar Bernawa memberikannya pada Brama)….dll

  2. sugenk Says:

    Ha..ha..ha.. Betul Mas.. judulnya “darah biru”, Waduch masih ingat banget tuch.. ceritanya, pedang biru kayaknya kurang pamornya.. kalah pamor sama pedang setan dan pedang perak.. he3x..

  3. taufiq Says:

    hiat,awas ajian gelang-gelang,sayang kalah sama gardika,capek deh,mau nanya di mana bisa downlaod saursepuh mp3 kompli,dari darah biru sampai…ahkir

  4. sugenk Says:

    Mang ada mas MP3? bener banget musik lagi sedih, lagi perang ..pas banget kayaknya dalam sandiwara tersebut.. Dimana ya bisa dapat intruments2 klasiknya.. lagu penutup dan pembukanya.. kalu ada yang punya bpleh juga share link nya..

  5. ARBAI KEDIRI Says:

    Sampurasun…..! Eh itu tuh ada yang judulnya SENGKETA TANAH LELUHUR. Konon ceritanya “terlahir dini” sebelum Satria Madangkara. Isi critanya persengketaan antara anak Dewi Harnum dengan anak Mantili. Tentu ada pihak-pihak eks Kerajaan Kuntala yang jadi pihak pengadu domba. Benar begitu kan Pak Niki Kosasih ?

  6. krisna damanik Says:

    mengingat kan kala berkumpul bersama temen temen dengerin sandiwara radio…..thanks buat yang udah ingetin syang setelah bentar ke tibet saya dah ga tau lagi kabarnya adayang bisa ceritain gaaaaaa

  7. wahyudi Says:

    Apa bara di bumi angkara termasuk saur sepuh? Bukannya yg paling awal darah biru?

  8. aris Says:

    saya mulai rutin mendengarkan sandiwara radio ini sejak Brama sudah “turun gunung” waktu itu sedang ada tragedi di Desa Halimun, yang diserang segerombolan kelelawar.
    Setahu saya, di sanalah Brama ketemu cinta pertamanya yang bernama dewi Utari..
    Dewi utari meninggal oleh serangan gerombolan kelelawar..
    Brama yang menyembunyikan

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.