Archive for February, 2010

02 25th, 2010

Ketika kecilku, kakek suka bercerita, setiap selesai belajar dan waktu tidur tiba, kisah pun dimulai:

Gunung Kelud orang mengenalnya, dari cerita turun temurun, Gunung Kelud lahir dari sebuah penghianatan. Dewi Kalisuci, putri yang cantik jelita, berasal dari Jenggolo Manik. Karena parasnya yang aduhai, dua orang raja jatuh hati terhadapnya dan kedua raja tersebut berlomba untuk dapat menyunting sang putri Dewi Kalisuci.

Sayang seribu kali sayang, Kedua raja tersebut bukan manusia normal, yang satu berkepala sapi dan satu lagi berkepala kerbau. Yang berkapala sapi bernama Lembu Suro dan yang berkepala kerbau bernama Maheso Suro.

Dewi Kalisuci yang terkenal cantik pun menolak jika harus mempunyai pendamping yang berkepala binatang, Penolakanpun dilakukan secara halus, Sang puteri membuat sebuah sayembara. Kedua raja tersebuat harus membuat sebuah sumur di puncak Gunung Kelud dalam waktu satu hari dengan catatan harus selesai sebelum ayam berkokok. Sumurnya pun sangat aneh, yang satu harus berbau amis sedang sumur yang satu lagi harus ber aroma wangi, siapa yang bisa memenuhi syarat tersebut barulah sang putri bersedia di lamar.

Berhubung kedua raja mempunyai kesaktian yang luar biasa, permintaan tersebut mudah dilakukan, dan sebelum matahari terbit pekerjaan membuat sumur telah selesai dikerjakan sesuai dengan permintaan sang puteri, sang puteripun kebingungan, dia pun mengajukan syarat kedua, yaitu untuk membuktikan apakah betul sumur yang dibuat benar-benar amis dan wangi, karna sumur-sumur tersebut sangat dalam maka sang raja sendiri yang harus masuk dan mencium baunya.

Ke dua rajapun terperdaya dan menyanggupi, mereka pun terjun kedalam sumur yang dibuatnya sendiri, setelah sang raja masuk kedalam, langsung saja sang puteri memrintahkan Prajurit Jenggala untuk menimbun kedua sumur dengan batu-batu dan mengubur hidup-hidup ke dua raja tersebut.

Meskipun sakti, kedua raja tersebut akhirnya mati, sebelum tiada Raja Lembu Suro sempat berucap sumpah:

“Orang di Kerajaan Kediri akan dikutuk, Kediri akan jadi Sungai, Blitar akan jadi daratan dan Tulung agung akan jadi danau”

Seperti yang orang ketahui: Kediri, Blitar dan Tulungagung merupakan daerah-daerah yang berhubungan dengan Dewi Kalisuci.  Sampai sekarang tradisi Larung Sesaji setiap tanggal 23 bulan Suro masih dilakukan oleh masyarakat sekitar tujuannya adalah sebagai tolak bala atas sumpah dari Lembu Suro.

Terlepas dari benar apa tidaknya legenda tersebut, tetapi  kisah ini merupakan bagian cerita rakyat jawa timur yang akan terus melegenda,  satu dari ribuan dongeng masa kecil yang telah terlupakan tergerus oleh perkembangan waktu dan jaman.

02 23rd, 2010
Mengenal Akuntansi
Author: sugenk

Bagi anda yang tidak punya latar belakang ekonomi ataupun akuntansi mungkin Anda bertanya-tanya mengapa harus ada laporan keuangan. Pertanyaan ini memang wajar bagi Anda yang tidak mendapatkan pendidikan Akuntansi dan Ekonomi, apalagi bagi yang belum pernah bersentuhan dengan dunia bisnis.

Kesan banyak orang, akuntan adalah orang yang suka menghitung angka-angka keuangan tetapi tidak ada uangnya.

Pada awalnya, akuntansi adalah bagian dari mate-matika. Ilmu ini dikembangkan oleh seorang ilmuwan mate-matika yang berasal dari Negara Perancis bernama Luca Pacioli. Oleh karena itu, Luca Pacioli di kenal sebagai Bapak Akuntansi Dunia. Pada tahun 1914, Luca Pacioli menerbitkan buku berjudul “Summa de Arithmatica Geometri, Propotetioni et Proportionalita” yang di dalamnya terdapat dua Bab yang membahas tentang pembukuan Double Entry (de Computis et Scripturis).

Apabila di lihat dari sejarah, ilmu yang berhubungan dengan proses pencatatan dalam dunia bisnis sudah di mulai sejak zaman Babilonia dengan ditemukannya catatan para pedagang Babilonia tentang usaha perdagangan yang dilakukan. Walaupun telah teerjadi sejak Zaman tersebut, tetapi system pembukuan seperti yang ada saat ini (Double Entry) merupakan praktik yang ada di Venesia. Sehingga dalam bukunya Luca Pacioli menyebutkan metode Double Entry di kenal dengan Metode Venesia.

Dalam perjalanya Ilmu Akuntansi telah berkembang pesat sejak di mulainya Revolusi Industri di Inggris yang mengakibatkan tumbuhnya banyak perusahaan. Pada masa itulah banyak pemilik modal yang menyerahkan roda perusahaan pada kaum professional sehingga pelaksanaan wewenang harus sepenuhnya di pertanggungjawabkan pada pemilik modal dalam bentuk informasi tentang usahanya. Sejak itulah akuntansi berkembang sebagai alat informasi tentang keuangan perusahaan.

Definisi akuntansi mulai melebar, American Institute of Certified Public Accountants (AICPA = Ikatan Akuntan Publik Amerika Serikat) mendifinisakan Akuntansi sebagai “Seni pencatatan, penggolongan, dan peringkasan dengan cara yang informative dan bentuk uang,transaksi, atau kejadian keuangan perusahaan dan interprestasi atas hasilnya”, dari definisi di atas dapat di simpulkan akuntansi merupakan proses mencatat (jurnal), menggolongkan (buku besar), meringkas atau menjumlah (neraca saldo) kemudian melaporkan kegiatan ekonomi atau keuangan perusahaan dengan cara yang informative yang berguna bagi pengambilan keputusan (pelaporan)

Dari Definisi di atas kemudian berkembang lagi bahwa akuntansi tidak hanya kegiatan mencatat, menggolongkan dan melaporkan tetapi akuntansi merupakan aktifitas jasa, aktifitas yang berfungsi untuk menyajikan informasi kuantitatif, khususnya bersifat keuangan mengenai entitas ekonomi yang berguna bagi pengambilan keputusan (APB Statement No.4 1970), dari definisi tersebut bisa disimpulkan, secara implicit akuntansi adalah alat untuk:

  • Pertanggungjawaban
  • Memprediksi Harga saham
  • Memprediksi Arus Kas
  • Alat pengambilan keputusan di masa depan.

(Sumber: Pedoman Praktis Memahami  Laporan Keuangan)

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.