Selamat Berjihad Anakku … sayang

Tepat sebulan yang lalu … selasa 28 Juni 2011, Allah SWT memberikan izin waktu kepadaku untuk menemani anakku dikhitan. Seperti halnya slogan ” Like mother like son”, maka peristiwa tersebut jauh-jauh hari, sudah ku persiapkan mental anakku … sedangkan do’a sudah kupanjatkan pada Mu Ya .. Robb… sejak setahun yang lalu, agar peristiwa besar ini segera terlaksana.

Dengan perasaan yang penuh dengan harapan besar, ku teteskan air mata saat ku bersujud di waktu subuh pada hari itu, ku mohon hanya pada Mu …. lancarkanlah usaha kami ya Allah …

Dengan baju koko putih, kugenggam erat tangan kanannya menuju meja pendaftaran untuk memperoleh nomer urut 1 (satu), kuantar anakku ke ruang tunggu ruang Dahlia Departemen Perdagangan dan Perindustrian, duduk bersama-sama dengan anak-anak yang lain, yang berjumlah 44 anak.

Tak lama kemudian, ada informasi bahwa menteri DEPERINDAG akan hadir membuka kegiatan sosial tersebut, … wah … tambah lama nih … batinkku berkata mengingat jika ada pejabat, maka acara seremonial akan berjalan sesuai acara protokoler …. dan benarnya saja, acara mundur 1 jam, sehingga dibuka tepat pukul 08.30 wib. Sambutan diberikan Ibu Menteri Mari Elka Pangestu dengan harapan agar anak-anak kelak menjadi orang yang berguna dan salah satunya ada yang bisa menggantikan posisi beliau saat ini.

Tidak disangka, secara simbolik, panita memanggil 3 orang anak untuk maju ke depan menerima bingkisan dari Ibu Menteri, dan yang pertama dipanggil adalah anakku … Amrullah Muhammad Dzaky …, terharu ku melihatnya berjabat tangan dan bercakap dengan Ibu Menteri, seraya menerima map …  Ya … Allah SWT …. terima kasih atas karunia Mu … semoga peristiwa besar ini dapat memaju semangatnya ketika anakku tumbuh menjadi dewasa kelak.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tindakan medis khitanan, anakku mendapat gelombang ke-2 atau urutan ke-5, tak apalah … urutan menjadi tidak sesuai karena satu dan lain hal …., ku genggam erat kembali tangan kanannya menuju ruang depan …, anakku mencium tangan dokter untuk bersalaman dan selanjutnya ku baringkan di tempat tidur…. setelah alat kelaminnya dibersihkan, mulailah saat yang paling menegangkan yaitu suntikan bius sebanyak 2 kali …. ke dua tangannya menggenggam erat ke dua tanganku … kecang sekali …. dengan mata terpejam menahan rasa sakit … ku bisikan kalimat yang pertama ada dalam pikiranku ke telinga kanan anakku seraya berkata ” Nak ….. Mintalah tolong pada Alloh”  dan ku bacakan surat Al Ikhlas, pada ayat ke dua surat tersebut, batinku berteriak memohon pertolongan Alloh … Ya … Allah SWT ringankanlah sakit anakku … tak terasa air mata akan jatuh ke pipi anakku … ku bisikan kalimat bahwa tidak apa-apa: ” Nak …. jika ingin teriak sakit…. teriaklah, bahkan … sampai menangis sekalipun, tetapi Subhannalloh … Maha besar Allah SWT … anakku menjawab ” Aku tidak apa-apa Bun …”, terharu aku mendengar jawabannya, ku tahan air mata yang akan jatuh ke pipi nya, Ya … Allah SWT …. betapa tegar semangat anakku ….  tak terasa kekebalan obat tersebut bereaksi …. dan tindakan khitan pun dilanjutkan ….

Ya … Allah  SWT … semoga kalimat pertama yang didengar oleh anakku .. akan  selalu dia ingat, bahwa meminta pertolongan hanya pada-Mu, baik ketika aku masih ada mendamping hidupnya, maupun ketika aku tiada lagi nantinya …

Dan sungguh besar arti peristiwa ini bagiku, secara utama adalah Jihad yang dilakukan oleh seorang anak laki-laki muslim dan arti lainnya untuk kesehatan.

Terima kasih… Ya Allah … SWT atas karunia semua ini. Sungguh Engkau Maha Kasih Lagi Maha Penyayang. Amin

Marhaban … Ya … Ramadhan

Marhaban ya … Ramadhan …

Selamat datang bulan mulia, bulan penuh keberkahan …, bulan penuh ampunan, … sehatkan jasmani dan rohani ku … Ya … Allah SWT …

Optimalkan waktu ku … untuk selalu dekat dengan Mu …., rinduku pada Ramadhan … bulan yang penuh ibadah … dengan lipat ganda pahala yang Engkau berikan.

Satu pinta Ku pada Mu … Ya Rabb… izinkan hamba membimbing buah hati untuk berlatih berpuasa hanya untuk Mu …., kuatkan iman islam anakku … untuk dapat menahan lapar dan haus, dan belajar bertaqwa pada Mu …

Terangi malam Ku dengan cahaya iman Mu …, limpahkan kesabaran yang luas … Ya … Rabb …

Ya … Allah SWT … bukakan pintu ma’af untuk Ku … yang seluas-luasnya … akan kesalahan ku pada teman-temanku, baik yang bisa ku jabat tangannya, maupun yang  jauh hingga tidak sempat terucap namanya …

Demi masa, waktu adalah uang

Demi masa, sesungguhnya waktu memang berharga sangat mahal ….,tidak tersa sebentar lagi kita akan sambut datangnya BUlan Suci Ramadhan , BUlan Mulia … , Marhaban ya … Ramadhan

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.