jump to navigation

Indonesia Raya…”Disanalah aku berdiri” August 6, 2007

Posted by ruddyjs in : Harian , 3comments

Beberapa hari ini media masa dibuat sibuk oleh berita “ditemukannya” lagu indonesia raya yang asli versi 3 stanza (kuplet) oleh celebrities IT kita Roy Suryo (RS) . Setelah RS mengumumkan penemuannya berbagai pihak mulai ikut berbicara. Ada yang bilang bahwa sebenarnya itu bukanlah hal yang baru, karena naskah 3 stanza juga sudah ada di salah satu musium. Keponakan WR. Supratman pun ikut berbicara dan menyanggah keaslian lagi indonesia raya tersebut, sembari memperlihatkan bukti2 yang ia punyai. Ditengarai lagu indonesia raya yang ditemukan oleh RS tersebut adalah propaganda jepang untuk merebut hati rakyat indonesia, karena dari klip yang di putar…begitu banyak icon2 jepang berada didalamnya.

FYI, di youtube lagu indonesia raya yang diklaim ditemukan oleh roy suryo ternyata sudah publish oleh Arto4805 sejak 19 Desember 2006 :) hehehe…

Saya pribadi tidak tertarik untuk meributkan versi manakah yang asli, atau versi manakah yang harus kita gunakan dalam kehidupan sehari2 karena hal tersebut adalah domain pemerintah dan dpr sebagai pembuat undang-undang. Toh tinggal mengeluarkan undang2 untuk menetapkan versi resmi dari indonesia raya :)

Setahu saya versi pertama atau versi asli dari indonesia raya adalah versi yang diperdengarkan pertama kali waktu kongres pemuda tahun 1928 yang kita kenal dengan Sumpah Pemuda. Kalau saya tidak salah refrain lagu waktu itu ada “Indones…indones…mulia…mulia”, menurut sejarahwan kata mulia dipilih karena kata merdeka waktu itu masih alergi untuk digunakan. Ketika jaman jepang muncul versi 3 stanza dimana refrain nya sudah menjadi “Indonesia Raya…merdeka..merdeka” yang terus kita pakai sempai saat ini.

Berikut lirik lengkap versi 3 stanza :

Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku.
Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku.
Marilah kita berseru “Indonesia bersatu.”

Hiduplah tanahku, Hiduplah negriku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya.
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya.

Refrein: Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Tanahku, negriku yang kucinta.

Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya.

Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Tanahku, negriku yang kucinta.

Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya.

Indonesia! Tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya.
Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya.
Indonesia, Tanah pusaka, Pusaka Kita semuanya.
Marilah kita mendoa, “Indonesia bahagia!”

Suburlah Tanahnya, Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya semuanya.
Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya.

Refrein

Indonesia! Tanah yang suci, Tanah kita yang sakti.
Disanalah aku berdiri menjaga ibu sejati.
Indonesia! Tanah berseri, Tanah yang aku sayangi.
Marilah kita berjanji: “Indonesia abadi!”

Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya semuanya.
Majulah Negrinya, Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya.

Refrein

Kalau kita lihat lirik “Disanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku” …….. “Disanalah” itu maksud nya dimana ya ? Menurut hemat saya pada awal nya penggunaan kata “disana” karena memang pada saat itu indonesia belum merdeka……. tapi saat ini apakah lirik “disanalah” masih relevan ??? atau memang “Indonesia Merdeka” yang dimaksudkan memang belum tercapai ?? hehehe.. semoga kita punya jawabannya :)


Warning: mysql_fetch_row(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/blog/wp-content/mu-plugins/quickstats.php on line 346