17
Jun

Kata2 Orang BiJaK ^_^

Kalo bertanya sama Orang BiJaK, pasti jawabannya bgini:

1. Uang bukan segalanya. Masih ada Mastercard dan Visa.

2. Kita seharusnya menyukai binatang. Mereka rasanya lezat.

3. Hematlah air. Mandilah di bawah shower bersama kekasih kita.

4. Di belakang setiap pria sukses ada seorang wanita hebat. Di belakang setiap pria yang tidak sukses, pasti ada dua.

5. Cintailah tetanggamu. Tetapi jangan sampai tertangkap basah.

6. Orang bijaksana tidak menikah, setelah menikah mereka menjadi bijaksana dan bijaksini.

7. Cinta itu photogenic. Dia memerlukan tempat gelap untuk berkembang.

8. Pakaian itu adalah pagar pelindung. Pagar itu seharusnya melindungi tanpa menghalangi pemandangan yang indah.

9. Semakin banyak belajar, semakin banyak yang kita tahu. Semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak yang kita lupa. Semakin banyak yang kita lupa, semakin sedikit yang kita tahu. Jadi, kenapa kita sibuk belajar ???

10. Masa depan tergantung pada impian kamu. Maka pergilah tidur saja sekarang !!!

NaH SeKaRaNg ReNungKaN N teRaPkaN….. ^_^

Fight ^_^

17
Jun

Kenapa AyAm Menyeberang JaLaN ?

Knapa AYAM NYEBRANG JALAN…???

Inilah Jawabannya, dari:

GURU TK: Supaya sampai ke ujung jalan.

PLATO: Untuk mencari kebaikan yang lebih baik.

POLISI: Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa setelah saya interogasi dia.

SBY: I don’t care about that chicken. Sistem kita sedang berjalan untuk mengawasinya. Lebih cepat lebih baik. Lanjutkan…!!!

MJK: Tidak perlu konvensi untuk menjawab mengapa ayam itu tetap menyebrangi jalan.

TUKUL ARWANA: Dasar ndeso, katrok… gak pernah liat ayam nyebrang jalan apa? itu namanya kristalisasi keringat. Puas? Puas?

ABDULLAH BADAWI: Ayam tu trully asia symbol. Rightcopy pekare ayam tu dalam kuase pemerintah malaysie.

AHMAD DHANI: Saya tidak akan memaafkan ayam itu, kalau dia tidak menyebrang balik kembali.

 A’A GYM: Biarkan ayam itu menyebrang jalan, jangan kita gunjingkan. Karena menggunjing itu dosa. Jagalah hati.

ABDURAHMAN WAHID (Gus Dur): Ayam itu pasti mencari anaknya, gitu aja kok repot!?

JOSE MOURINHO: Ayam itu akan menunggu bola di seberang jalan. Hadang dia dengan dua bek, agar kesulitan untuk menerima umpan.

ARISTOTELES: Karena merupakan sifat alami dari ayam, maka dari itu ia menyeberang.

KAPTEN JAMES T.KIRK (Star Trek): Karena dia ingin pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya.

MARTIN LUTHER KING, JR: Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyebrang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

MACHIAVELLI: Poin pentingnya adalah ayam menyebrang jalan! Siapa yang peduli kenapa? Akhir dari penyebrangan akan menentukan motivasi ayam itu.

GEORGE W.BUSH: Kami tidak peduli kenapa ayam itu mnyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami! Tidak ada pihak tengah di sini!

DARWIN: Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

EINSTEIN: Apakah ayam itu menyebrang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu? Itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri. Semuanya relatif.

NELSON MANDELA: Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyebrang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati.

MUGABE: Setelah sekian lama jalan dikuasai petani kulit putih, ayam miskin yang tertindas telah menanti terlalu lama agar jalan itu diberikan kepadanya dan sekarang dia menyebranginya dengan dorongan ayam2 veteran perang. Kami bertekad mengambil alih jalan tersebut dan memberikannya pada ayam, sehingga dia bisa menyebranginya tanpa ketakutan yang diberikan oleh pemerintahan inggris yang berjanji akan mereformasi jalan itu. Kami tidak akan berhenti sampai ayam yang tidak punya jalan itu punya jalan untuk diseberangi dan punya kemerdekaan untuk menyeberanginya!

ISAAC NEWTON: Semua ayam di bumi ini kan menyebrang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

SUTIYOSO: itu ayam pasti ingin naik busway.

PROGRAMMER J2EE: Tidak semua ayam dapat menyebrang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyebrangable, ayam2 yg ingin atau bisa menyebrang d haruskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.

ROBERT LANGDON (The Da Vinci Code): Kemungkinan ada konspirasi antara ayam dengan penguasa saat ini. Kita akan pantau jejak ayam di jalan sampai menemukan simbol-simbol yang bisa jadi titik terang.

BILL GATES: Tidak hanya akan ada satu ayam yang menyebrang jalan, akan ada ayam-ayam menyebrang di seluruh jalan di dunia karena kemudahan jalan untuk bisa disebrangi ayam dengan jalan versi 3000!

PUTRI DIANA: Ayam yang mana? Di jalan mana? Yang jelas jalanan di seluruh dunia harus dibersihkan dari ranjau darat.

JASON BOURNE (The Bourne Identity): Apa!!!? Ayam itu menyebrang jalan? Sudah kuperintahkan untuk menunggu sampai aku kembali, karena bahaya.

Dance

12
May

PeRnIkAhAn

Istri yang kamu khan nikahi
tidaklah semulia Khadijah
tidaklah setakwa Aisyah
pun tidak setabah Fatimah

Istrimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi sholehah.

Suami yang menikahimu
tidaklah semulia Muhammad SAW
tidaklah setakwa Ibrahim
pun tidak setakwa Ayyub
ataupun segagah Musa
apalagi setampan Yusuf
dan tidak sekaya Sulaiman

Suamimu hanyalah pria akhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan yang sholeh.

Pernikahan menginsyafkan kita perlunya iman dan takwa untuk meniti sabar dan ridho Allah SWT.

from where

12
May

CiNtA

Arti yang sesungguhnya kan kau dapat dari diriku,

meski aku bukanlah lelaki yang kau impi-impikan.

Bukan kata apalagi harta, tubuh & jiwa pasti untukmu.

Yang kupunya sejuta , yang kan membuatmu bahagia.

Karena kutahu yang kau butuh hanya .

Selama jantungku masih berdetak, selama itu pula engkau milikku.

Selama darahku masih mengalir, ku pasti takkan pernah berakhir.

Segalanya bisa kau punya, tapi apa arti hidupmu…

tanpa di dalam hati, pasti hidupmu tak bermakna…???

Sambutlah aku… dengar bisikan hatimu…

Temukanlah arti sejati di dalam ku. ^_^

 

09
Nov

VeTeRaN

Tuk Bahan Renungan ^_^

Bapak²… Ibu²…

Saya Punya cerita nih… Pada waktu itu setelah melalui kemacetan yang panjang dan lama di perempatan sebelum pintu kereta api (daerah JakPus), sepintas saya melihat ada Engkong-engkong A.K.A. Mbah-mbah A.K.A Kakek-kakek yang menggunakan sepeda (BMX), dan dia masih menggunakan atribut lengkap tentara (Veteran). Beliau tepat berada di depan motor saya pas sebelah paling kiri jalan, dan di depannya ada sedan yang parkir agak menjorok ke badan jalan separuh masuk ke pedestrian.

Sang Veteran tadi berhenti karena tidak ada jalan untuk meneruskan sepedanya. Tiba-tiba salah seorang dari pedagang KkL meneriaki “Pak mending lewat trotoar”. Sang kakek menjawab “Enggak Pak itu buat orang jalan, nanti ganggu”.

Duh… Saya yang mendengarnya langsung trenyuh (Sumpah dey…). Masih ada jiwa besar dari seorang Veteran untuk dapat mematuhi aturan lalu-lintas, bagaimana dengan kita yang muda-muda yang memakai sepeda motor…??? Tiap kali saya tegur, ada aja alasannya. Yang buru-buru-lah, kebelet pipis-lah, atau hanya tersenyum saja (itupun mungkin karna dia malu akan kesalahannya itu).

Akhirnya pada saat itu juga saya menyempatkan untuk menyalaminya dan berkata “Hebat Pak, anda masih sangat disiplin, Saya kagum dengan Bapak”.

Setelah itu saya mendahuluinya sembari mengacungkan jempol saya & sedikit berpikir “Jika saja semua pengguna motor di Jakarta seperti beliau, alangkah indahnya jakarta ini…”

Disiplin berlalu-lintas adalah cerminan diri… ^_^

KEREN itu kalau lampu merah berhenti di belakang garis putih.
KEREN itu kalau nyetir ora ugal²an.
KEREN itu numpak motor ora lewat trotoar.
KEREN itu wong yang tau dan taat peraturan lalu-lintas.
KEREN itu dapetin SIM’nya ora “NEMBAK”

Like i always says :
“BIKERs atau MONYET ???”
“BIKERs taat lalu-lintas”
“BIKERs selalu pakai HELM”

01
Oct

Sedikit Hikmah tuk direnungkan… ^_^

Sedikit hikmah untuk direnungkan…..

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”.

Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”.

“Apakah Itu?”, tanya Abubakar RA.

“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana “, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, “Siapakah kamu?”.

Abubakar RA menjawab, “Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).”

“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, bantah si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. ”

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Pesan :

Bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya? MasyaAllah….macam meter taxi… jalan terus.
Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.

1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.
2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah.
4. Bantu pendidikan seorang anak.
5. Ajarkan seseorang sebuah do’a. Pada setiap bacaan do’a itu, Anda dapat hasanah.
6. Bagi CD Quran atau Do’a.
7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.
8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.
9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung di bawahnya, Anda dapat hasanah.
10. Bagikan pesan ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.

Amiiiiin… ^_^

18
Sep

4 Bikers

Bila anda merasa :

1. Ndak Tahan Udara Panas:
Naik motor itu otomatis badan kita akan berinteraksi langsung dengan yang namanya matahari (kalo siang), panas itu bukan pilihan, panas dalam berkendara adalah sesuatu yang harus diterima. Berteduh di bawah pohon pada saat traffic light masih merah, dan menghalangi pengguna jalan lain adalah pekerjaan orang IDIOT.

2. Ndak Ngerti Sopan Santun:
Di jalan raya, bukan hanya kita penggunanya, masih banyak orang lain dengan skill berkendara yang variatif. Tanamkan motto “Saya yang harus antisipasi kendaraan lain ketika bermanuver, bukan kendaraan lain yang harus mengantisipasi manuver saya”. Optimalkan perlengkapan standar pada kendaraan bermotor anda, jangan gunakan spion yang lebih kecil dari standar yang ada, karena bisa membahayakan orang lain, dan diri anda sendiri.

3. Takut Rambut Acak2an or Pengap karena Helm Full-face atau Helm Half-face:
Salah satu alasan ndak mau pake helm half atau full face adalah, takut rambut acak-acakan, tidak mau pengap karena posisi muka ikut tertutup bagian dari helm. Sekali lagi, itu adalah pendapat orang IDIOT yang EGOIS. Hargai kepala anda, sayangi nyawa anda sendiri.

4. Takut Kehujanan:
Hujan adalah gejala alam yang sering terjadi akhir-akhir ini, perlengkapi kendaraan atau diri anda dengan jas hujan (jangan model ponco…”banyak terjadi korban”). Berhenti sebentar untuk pasang jas hujan, dan mulai kembali perjalanan anda, bila harus meneduh, pilihlah tempat yang tidak menghalangi pengguna jalan lain.

5. Ndak Mau Kena Macet dan di Belakang Bis kota:
Bis / kendaraan umum lainya adalah fenomena luar biasa dari ibu kota tercinta kita ini, para pejabat lalu-lintas sibuk mencari keuntungan pribadi dari pada mengatur kendaraan ini. Apabila memang keadaan memaksa anda berada di belakang knalpot “kurang ajar” kendaraan umum, tetaplah bersabar, gunakan selalu masker yang layak pakai dengan filter karbon, jangan memaksakan kehendak untuk mendahului kendaraan umum tersebut, jika pada akhirnya, membuat susah orang lain.

6. Ndak Mau Kena Macet, lalu nyusul lewat Trotoar:
Trotoar adalah fasilitas untuk pejalan kaki, tidak ada alasan lain. Apabila kita dapati penggunaan yang menyimpang dari trotoar, biarlah itu urusan pemerintah kita yang korup, pastikan diri kita menghormati pengguna trotoar (dalam hal ini pejalan kaki).

Bila anda termasuk yang di atas…atau anda merasa masuk ke dalam golongan bikers cengeng..silahkan pilih alat transportasi lain….yang memungkinkan anda nyaman dan tidak perlu bersusah payah.

Jangan coreng nama baik BIKERS…!!!

Disiplin berlalu-lintas adalah cerminan diri… ^_^

KEREN itu kalau lampu merah berhenti di belakang garis putih.
KEREN itu kalau nyetir ora ugal²an.
KEREN itu numpak motor ora lewat trotoar.
KEREN itu wong yang tau dan taat peraturan lalu-lintas.
KEREN itu dapetin SIM’nya ora “NEMBAK”

Like i always says :
“BIKERs atau MONYET ???”
“BIKERs taat lalu-lintas”
“BIKERs selalu pakai HELM”

13
Sep

Etos Kerja dalam Sepincuk Nasi Pecel. (TRUE STORY)

“Bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah. Dan sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung. Lebih-lebih kita, manusia……”

Untuk apakah kita hidup?

Tanyakanlah ini kepada Mak Paenah yang tiap hari berjualan pecel di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) di Medan. Dalam usianya yang–menurut pengakuannya–86 tahun, Mak Paenah masih setia mendorong-dorong kereta pecelnya demi mengumpulkan rupiah selembar demi selembar dari Rp 1.500 per pincuk (piring dari daun pisang) pecel jualannya itu.

Gerobaknya cukup berat dengan dua roda becak yang sering kempis anginnya. Sebuah topi bambu lebar
menemani tubuh ringkihnya menempuh jarak sekitar lima kilometer dari rumah cucunya di kawasan Glugur ke Gedung DPRD Sumut di Jalan Imam bonjol melewati jalanan aspal yang terik dan ramai.

Pernah suatu hari Mak Paenah tidak kunjung muncul pada jam makan siang, dan baru datang berjualan saat matahari sudah sangat condong ke Barat.

Aku diserempet mobil. Iki lho awakku babak bundas (lihat tubuhku babak belur),” katanya dalam ujaran yang selalu tercampur dengan bahasa Jawa kasar.

Setiap hari, biasanya sekitar pukul 11.00, ia sudah tiba menggelar dagangannya. Dan, beberapa jam
kemuadian, ia pulang lagi dengan kereta dorongnya yang sudah kosong dan segepok uang di dalam tas pinggang yang terbuat dari kain batik lusuh.

Soal berapa banyak uang dalam tas pinggangnya itu, Mak Paenah sering tidak tahu.Ia memang tidak peduli dapat uang berapa hari itu. Bahkan, sering ada beberapa lembar ribuan tercecer di bawah kakinya, yang selalu diambilkan orang lain. Yang ia tahu pasti, ia tidaklah pernah rugi.

Bathi kuwi ora usah okeh-okeh, Serakah jenenge…(kalau untung itu jangan besar-besar. Serakah namanya..),” katanya pelan. Tidak serakah ini pula yang membuat Mak Paenah cenderung royal dalam memberi nasi pecel saat dagangannya hampir habis. Kata orang, kalau beli di Mak Paenah, sebaiknya menjelang ia mau pulang. Pasti dapat pecel lebih banyak.

Dengan keyakinan pasti tidak rugi itu pula, sering Mak Paenah membelikan rokok untuk orang lain yang tampak memerlukannya. Andi Lubis, fotografer harian Analisa, Medan, yang perokok berat, beberapa kali diberi rokok oleh Mak Paenah kalau tampak sedang bengong dan tidak merokok.

Nyoh rokok. Kowe lagi ra nduwe duwit tho? (ini rokok kamu sedang tidak punya uang yaa?)” kata Mak Paenah tanpa basa-basi.

Bagi Mak Paenah, apa salahnya menyisihkan uang untuk menyenangkan orang lain. Tidak jarang ia berikan pecelnya secara gratis kalau ada yang lapar, tapi tak punya uang.

Jadi, untuk apa Mak Paenah berjualan dalam usianya yang sudah sangat senja itu? Di kota-kota besar, orang-orang yang jauh lebih muda darinya sudah santai-santai di rumah menikmati uang pensiun bersama cucu-cucu.

Aku bekerja karena memang manusia itu harus bekerja. Aku sakit kalau nganggur. Menganggur adalah bersahabat dengan setan. Kerja selalu ada kalau kita mau mencarinya. Jangan mau menganggur, sampai kita mati,” katanya seakan ahli filsafat.

Banyak yang meragukan apakah benar Mak Paenah telah berusia 86 tahun. Tapi, mendengar beberapa cerita yang sering diuangkapkannya sambil meracik pecel, apalagi mengamati wajahnya yang selalu teduh itu, kita yakin bahwa setidaknya ia sudah berusia di atas 80 tahun. Ia pernah bercerita bagaimana suaminya yang tentara terbunuh dalam perang kemerdekaan, sementara saat itu anak sulungnya berusia kira-kira belasan tahun.

Begitu suami meninggal, rasa tanggungjawab untuk menghidupi ketiga anaknya memaksa Mak Paenah yang lahir dan besar di Blitar, Jawa Timur, ini berjualan pecel. Baginya, tidak ada cerita untuk meminta belas kasihan dari orang lain.

Aku hanya bisa bikin pecel. Jadi, aku mencari makan dengan pecel ini.Sudah puluhan tahun tanganku bikin sambel pecel. Sampai kapalan mengulek he..he..,” kata Mak Paenah sambil memamerkan mulutnya yang sudah ompong.

Mengapa tidak menikah lagi setelah menjanda waktu itu?

Sopo sing gelem karo rondo bakul pecel…lethek. .he..he.. he..(siapa yang mau dengan janda penjual pecel yang lusuh dan bau),” katanya terkekeh.

Tapi, setelah anak-anaknya bisa mandiri, untuk apa uangnya?

Keuntungan penjualan, tiap hari saya simpan di bawah bantal. Uang itu saya pakai untuk menolong orang kalau ada yang membutuhkannya. Siapa tahun, kan?” katanya dengan arif.

Mak Paenah menceritakan, ia pernah menolong tetangganya yang mendadak membutuhkan uang. Tetangganya itu tidak menyangka ketika tiba-tiba Mak Paenah yang hanya berjualan pecel itu mampu meminjaminya uang dalam jumlah cukup besar, tanpa bunga pula.

Setiap pagi, Mak Paenah mengambil Rp 15.000 dari simpanannya untuk berbelanja di Pasar Glugur. Pukul 04.00, ia sudah bangun dan pada pukul 06.00 ia sudah mulai memasak bumbu-bumbu pecel dan juga sayurannya.

Bangun pagi membuat saya sehat. Tiap hari berbelanja dan menawar juga membuat saya tidak pikun,” paparnya.

Dalam usianya itu, Mak Paenah sering membuat kagum orang dengan kemampuannya mengitung dengan cepat.

Meja ini habis sembilan pincuk. Jadi, tiga belas ribu lima ratus,” katanya suatu kali saat menagih kepada para wartawan yang makan.

Pada bulan Juni dan Juli 2002, para wartawan Medan yang biasa mangkal di depan Gedung DPRD kehilangan Mak Paenah. Dua bulan lebih waita tua itu menghilang. Banyak yang kuatir kalau-kalau Mak Paenah sakit, atau bahkan sudah meninggal dunia. Dan, Mak Paenah baru muncul lagi pada akhir Juli.

Ternyata, Mak Paenah pulang ke Blitar menengok sanak saudaranya. Menurut dia, semua yang dikenalinya sudah meninggal.

Uangku habis Rp 3,5 juta untuk beli oleh-oleh. Tapi, aku senang bisa melihat Blitar lagi. Sudah sangat berubah. Aku sama sekali sudah tidak bisa mengenali tempat mana pun di sana,” katanya dengan mata berbinar-binar saat membicarakan kota yang ditinggalkannya pada awal tahun 1940-an ini.

Ketika diingatkan bahwa para wartawan kuatir dengan kepergiannya selama dua bulan itu, Mak Paenah justru marah.

Kamu yang muda-muda kok tidak punya perasaan. Kan, semua tahu di mana rumahku. Kalau kuatir, ya mbok menengok ke rumah. Coba, bagaimana kalau saya sakit betulan? Ya, kan?” kata Mak Paenah.

Namun, sejak awal Agustus ini, Mak Paenah menghilang kembali. Setelah ditengok ke rumahnya, ternyata ia tidak kurang suatu apa.

Aku pindah tempat jualan. Aku ngalah pada yang muda yang lebih perlu uang,” katanya yang kemudian menimbulkan tanda tanya.

Ternyata, Mak Paenah kini memilih berjualan di Lapangan Merdeka. Menurut dia, di depan Gedung DPRD itu sudah muncul seorang saingan. Seorang penjual pecel yang masih muda dilihatnya selalu berusaha menyainginya dalam merebut hati pembeli.

Aku tidak ingin bersaing. Rezeki sudah ada yang mengatur. Biarlah aku yang sudah tua ini pindah,” katanya tanpa emosi.

( Artikel ini saya temukan di Harian Kompas sekitar tahun 2002 )





Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.