Cerita Ibu dan Anak (Episode khitan)

Hari Minggu, Tanggal 13 Juni 2010, Najwan, anak saya paling besar disunat. Sudah ada niat memang, tapi kemarin-kemarin rencana “eksekusi” akan dilakukan saat Najwan duduk di bangku kelas 2 atau 3 SD. Jadi bisa dikatakan ini dadakan, mumpung Najwan mau dan mumpung liburan sekolah. Seminggu sebelumnya dengan bantuan Mr. Google, kami memperlihatkan foto-foto yang berkaitan. Kami memilih metode “smart Klamp” dengan pertimbangan “katanya” metode ini bisa langsung beraktivitas sesaat setelah “dieksekusi” dan meminimalisir rasa sakit dan nyaris tidak keluar darah.

Mungkin karena Najwan melihat bahwa Khitan itu tidak begitu menyeramkan seperti dalam bayangannya (sebelum melihat hasil pencarian dari Mr. Google Najwan sangat ketakutan begitu mendengar kata “sunat” or “khitan”). Maka seharian Sabtu itu bila ditanya dia senyum dan mengangguk mau. Saya dan suami berulang-ulang bertanya untuk meyakinkan…., Saya liat Najwan mantap sekali…MAU..katanya.

Jadilah Minggu pagi ke Rumah Sunatan di RTM kelapa dua, tepatnya di TMC (Tugu Medical Center), sekali lagi kami tanya, Najwan tetap jawab MAU. Setibanya di tempat, karena disediakan tempat mainan, Najwan dan adiknya, Aliyyah bermain terlebih dahulu. Riang sekali wajahnya. Sementara itu saya mengisi formulir-formulir sebagai kelengkapan administrasi. Tarif untuk smart klamp 850 ribu, katanya dibayarkan setelah anaknya disunat.

Lalu saatnya tiba, Najwan dipanggil untuk “eksekusi”. Mulai terlihat sedikit “panik”, saya pegang tangannya terasa dingin…duhhh kasian anak saya, pasti takut. Kemudian ditidurkan, uniknya di rumah sunat ini disediakan layar monitor plus headset agar anak bisa menonton film kartun, jadi mungkin supaya anak jadi relax. Najwan sedikit relax memang, tapi pas dokternya periksa dan akan menyuntik supaya kebal, mulai deh berontak…waduh…teriakannya, kerudung saya ditarik, pipi saya digigit, masyaAlloh….baru saya melihat Najwan ngamuk seperti itu, sampai saya bilang sama suami, mungkin ditunda saja…(ga tega juga deh lihatnya, walau saya tipe Bunda yang galak à kata anak saya). Yang pegangin sampe 5 orang, hehehe..jagoan saya…..trus dokternya bilang, udah masuk Bu obatnya….tapi Najwan tetap teriak (padahal sudah mati rasa yah…)..trus ga lama kemudian “eksekusi” pemotongan berlangsung, najwan masih teriak-teriak, saya berusaha menenangkan…ga berapa lama dokternya bilang “sudah Bu…”, wahh cepet amat ya, pas saya lirik, ternyata alat bernama “smart klamp” sudah terpasang deh…..Memang sangat cepat dan saya tidak melihat darah. Ya sudah prosesnya selesai, Najwan bisa langsung pakai celana dan jalan ke mobil.

Hari Rabunya kita kontrol dan kata dokternya bisa dilepas alat smart klampnya. Saya pikir sudah selesai ga sakit-sakit lagi, eh malamnya bengkak deh, sampai besoknya tambah bengkak, memang sebelumnya dokter bilang, daerah “ini” akan bengkak tapi biarkan saja yah Bu nanti kempes sendiri, saya ga nyangka bakal sebesar itu, kasian….waduh rewelnya minta ampun, tapi karena melihat anak kesakitan, kita jadi lebih sabar yah….tadi pagi saya lihat agak sedikit kempes, dan Najwan tidak terlihat kesakitan seperti kemarin…..Mudah-mudahan cepat sembuh yah Nak…..

6 Comments so far »

  1. rakhma said,

    Wrote on June 19, 2010 @ 8:42 am

    mungkin uuntuk menghindari yang demikian, pengalaman menyunati anak diwaktu bayi akan lebih baik sesuai dengan sunah rasul, tapi agak berat sich…., kadang ngga tega.!

  2. dina pratama said,

    Wrote on April 9, 2011 @ 11:08 am

    aku jadi takuuttt…
    rencana pengen nyunatin juga, meski si mas masih 2 thn,tp kcian kalo liat dia ngronta-ronta…

  3. dudi said,

    Wrote on July 7, 2011 @ 2:44 pm

    ibu riyanti,

    bengkaknya berapa lama ya hingga kempes? dan apakah bengkaknya ada di daerah bawah kepala penis?

    anak saya juga baru saja sunat menggunakan smart klamp.

    tapi sejak dilepas smart klampnya (3 hari yang lalu), bengkaknya masih belum mengecil.

  4. Rahsia Suami Isteri Hebat said,

    Wrote on November 4, 2013 @ 11:34 am

    Isu nie dah makin meluas di bincangkan .. terima kasih kepada admin
    blog nie… artikel awak menjelaskan hal nie dengan lebih baik…
    tahniah

  5. endang said,

    Wrote on January 9, 2014 @ 9:56 am

    Terus itu bengkak setelah lepas tabung brp lama ya ? Anak ku mengalami hal yg sama nih. Jd khawatir kr sdh 5hari tp gak berkurang.

  6. ikha bunda idris said,

    Wrote on March 17, 2015 @ 2:57 pm

    Bun minta tips bagaimana menangani si anak stelah klamp di buka dan membengkak.. Anak ku usia 2th udh hampir 5hri bengkaknya gak kempes bun aku jdi khawatir

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment

Name: (Required)

E-mail: (Required)

Website:

Comment:

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.