Beberapa Tips untuk para Suami agar Istrinya tidak uring-uringan

Beberapa hari terakhir ini saya merasa hampa, tidak tahu penyebabnya apa, rasanya kok hidup ini rutinitas sekali, hati ini datar-datar saja, sementara sang amarah malah mendominasi, “kesenggol” sedikit langsung sedih, menangis, kesal, marah dan uring-uringan. Yang kasihan dan selalu kena getahnya adalah anak-anak karena merekalah yang selalu berada di rumah. Kalau suami pulang, rasanya datar saja, atau ketika dia menelepon, mungkin karena sudah biasa dan rutinitas. Kadang bertanya dalam hati, kemana suasana waktu awal-awal pernikahan dulu, saat-saat dimana bertemu dengan suami adalah saat-saat yang paling dinantikan, mendengar dering telepon selalu membuat hati berbunga apalagi begitu tahu dari suami, melihatnya kelelahan dengan keringat yang belum juga kering saat kembali dari “jihad”nya bekerja untuk menghidupi keluarganya merupakan salah satu hal yang semakin menambah kecintaan saya padanya. rasanya semakin bertambah usia pernikahan, semakin pudar saja “warna-warni” itu. Sering dalam lamunan hadir pertanyaan kemana perginya suasana itu? Suasana yang membuat hidup ini selalu bersemangat dan terasa sangat berarti? Apakah karena ada anak-anak? Saya tidak mau menyalahkan anak-anak. Seorang teman mengatakan, Anak-anak itu adalah rejeki, bukan malah menjadi penghalang atau pemudaran “warna warni” itu. Seharusnya malah menambah keharmonisan dalam keluarga. Tapi kok yah seakan dalam kenyataannya memang karena kesibukan oleh dan untuk anak-anaklah yang menjadi penghalang dan semakin pudarnya “warna-warni” itu. Komunikasi sering dilakukan, baik dengan face to face, by phone, by email, dll. Kebersamaan sering diciptakan, baik makan di luar, jalan di Mall, berkunjung ke famili. Tapi masih saja tidak ada titik temu. Suami adalah tipe yang “mengikuti arus air sungai”, tetap tenang walau dibawa kemanapun dan tak pernah mau menentang arus. Menurutnya seperti itulah hidup, ikuti saja maunya gimana asalkan tidak keluar dari jalan Alloh dan Rosul-Nya. Sedangkan saya tipe yang suka dengan “kejutan-kejutan” suasana dan tidak terlalu betah dengan rutinitas. Tapi sekeras apapun saya berusaha memperbaiki keadaan tetap tidak ada ketenangan. Saya tidak mengerti apa yang salah dan harus bagaimana.

Sampai akhirnya, tadi pagi ada sms masuk di HP saya. “ Halo istri aa sayang….sedang apa?”. Subhanallah…..sudah lama sekali dia tidak pernah mengirimkan sms kata-kata itu, kata-katanya biasa, pendek dan ringan, tapi saya merasa saat itu dia memikirkan saya, dengan mata berkaca-kaca dan rasa haru, saya membacanya berulang-ulang…seakan jantung saya memompa lebih kencang sehingga seluruh tubuh terasa hangat. Seluruh kebosanan, kehampaan, ketidakberartian, seakan hilang sudah, berganti dengan rasa cinta yang sangat seperti awal-awal pernikahan dulu. Mungkin ini jawabnnya, Alhamdulillah, Alloh sudah membuka hati suami saya dan memberikan jalan bagaimana keluar dari masalah ini.

Lihatlah para suami, hanya dengan sms yang tidak terlalu panjang, sesuatu yang mungkin biasa dan sepele, mampu merubah suasana hati para istri. Mampu mengembalikan keutuhan cinta pada suami. Dan berikan itu dengan sesekali, karena terlalu seringpun malah akan menjadi suatu rutinitas dan kehilangan makna. Kejutan-kejutan tidak selalu harus memberikannya sebuah bunga, coklat, perhiasan, atau hadiah-hadiah mahal. Berikan penghargaan pada istri-istrimu. Seperti saat istrimu melahirkan misalnya, walaupun melahirkan itu hal biasa, semua wanita mengalaminya, jangan terlalu cuek, mudah saja kan hanya dengan mengatakan “terimakasih” dengan lembut di telinganya…Percayalah, segala sakit yang dideritanya akan tidak terasa. Atau seperti kegiatan rutinitas lainnya memasak, memandikan anak-anak, menyusui, mengurus rumah tangga. Dan yakin sekali itu adalah pekerjaan “perempuan”, hal biasa, tidak istimewa, tidak hebat. Tapi tunjukan sesekali perhatianmu dengan penghargaan kata-kata sederhana. Tidak perlu merangkai puisi kalau memang tak sanggup (walaupun sesekali bolehlah copy-paste untuk menyenangkan istrimu), atau membuat surat cinta berlembar-lembar, atau membuatkan dia sebuah lagu….cukup dengan penghargaannya dengan kata-kata sederhana. Perhatian yang mungkin menurutmu kecil bisa membuat istrimu sangat berarti…berikanlah itu….

Depok, April 2010

18 Comments so far »

  1. ben said,

    Wrote on April 2, 2010 @ 10:27 pm

    Begitu ya Mbak Riyanti, terimakasih sudah mau berbagi… saya sebagai seorang suami juga kadang merasa semua rutinitas, masa-masa berbunga seperti jaman pacaran memang sudah lama hilang dan bagi saya memang hal itu wajar saja, karena memang eranya sudah berganti. Saya kira masa masa romantis memang ada saatnya untuk dinikmati tapi tidak selamanya. Mengatakan sayang, honey, kangen, rindu … dll yang sejenis bisa saja dilakukan tapi kalau ini hanya untuk memoles lama kelamaan juga akan pudar. Bagi saya yang penting masa berumahtangga adalah masa dewasa di mana kita dituntut untuk mengerti apa makna kehidupan ini, apakah hanya selalu ingin dalam suasana romantis sedangkan ada tahap yang lebih lanjut dalam pertumbuhan pribadi seseorang berkaitan dengan tanggung jawab mendalami arti kehidupan yang diberikan olehNya, atau memaknai hidup ini dengan tujuan. Memang menyangkut tujuan kehidupan adalah tidak sederhana untuk dikatakan, karena tentu saja sangat erat hubungannya dengan keyakinan, paradigma dan karakter. Satu hal yang saya alami dan mau saya bagikan bahwa mendekatkan diri kepada Pencipta, mengerti kehendakNya dan melakukan perintahNya adalah jawaban dari kedataran dan kekosongan hidup ini. Apapun yang terjadi kalau kita bersama Pencipta kita, apa yang akan kita resahkan? Pencipta paling tahu setiap ciptaanNya. Saya berdoa untuk Mbak Riyanti, kiranya diberikan pencerahan untuk menangkap sekaligus merespon karya Kasih Pencipta Agung kita. Amin. Wassalam.

  2. Riyanti Sundari said,

    Wrote on April 12, 2010 @ 12:04 pm

    Terimakasih atas saran dan doanya Mas Ben. Untuk sarannya terasa sangat familiar karena sang suami sudah sangat sering mengingatkan saya dengan saran itu. Memang sangat ampuh, namun kadang-kadang tidak mempan juga, mungkin saat itu memang iman saya sedang minim yah Mas Ben? Mungkin saya hanya ingin berbagi dan memberitahukan kepada Mas Ben dan para suami bahwa sedikit apapun PERHATIAN yang diberikan, itu akan sangat berpengaruh terhadap suasana hati para istri. Bila suasana hati sang istri dalam keadaan baik maka suasana hati anak-anak pun akan ikut baik, karena ibunya menjadi sangat lebih sabar. Itu yang saya alami Mas Ben. Memang betul dengan mengingat dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta kita tidak akan merasa kuatir, resah ataupun hampa itu sudah “makanan utama” nya. Tapi terkadang sang hati ingin mendapatkan “camilan sehat” untuk menambah keragaman warna hidup. Saya sih melihat bagaimana Rasululloh “memperlakukan” istri-istrinya, bagaimana beliau “mampu” membuat para istri tersebut merasa “lebih istimewa” dibandingkan yang lain, itu karena (pasti) beliau sangat kreatif dan selalu berusaha menyenangkan istri-istrinya. Jadi bukan hanya tugas istri yang harus menyenangkan suami, tapi merupakan tugas suami juga untuk menyenangkan istri, menafkahi bathinnya, jangan selalu diartikan sebagai hubungan badani saja berarti sudah cukup menafkahi bathin istri. Atau yang penting kebutuhan materi istri sudah terpenuhi berarti tugas suami sudah selesai. Begitu Mas Ben….

  3. alimurtadlo said,

    Wrote on May 25, 2010 @ 10:05 pm

    Mba riyanti,setelah saya baca artikel mba…aku jadi teringat
    dengan problem yang selama ini ada dalam rumah tangga kami,intinya si yang sebagai kendala adalah masalah ekonomi karena antara aku dan istri bisa di bilang penghasilan lebih besar istri dari pada aku,tolong mba ryanti kasih tips agar hubungan kita tetap romantis seperti halnya dulu sebelum dan saat-saat kita baru nikah.tks

  4. Riyanti Sundari said,

    Wrote on May 27, 2010 @ 2:20 pm

    Halo Mas Ali, terimakasih sudah mau kasih komentar, kondisi Mas mungkin tidak terjadi di saya Mas, jadi mohon maaf tidak bisa memberikan tips-tips nya, intinya sih menurut saya (seperti kata para pakar) emang KOMUNIKASI…dan tidak malu n sungkan n males membicarakan apapun dengan pasangan kita. kalo itu sudah saya buktikan, memang untuk bicara jujur sekali seperti yang kita inginkan sangat sulit…tapi percaya deh, kalo sudah keluar n pasangan kita mengerti dan kita sepakat, serasa dunia milik kita berdua deh…seneng…terus bawaannya…begitu Mas Ali..

  5. yudi said,

    Wrote on September 1, 2010 @ 12:40 pm

    kalo istri g mw di cium atau disayang itu tandanya apa?

  6. rizqy amalia said,

    Wrote on January 18, 2011 @ 10:13 pm

    Mba riyanti yg terhormat,setelah saya membaca artikel mba… aku jadi pengen curhat ney… masalah ku memang tdk sama tapi sekedar minta arahan ke mba saja . begini lho, istri saya ini mudah sekali ngambek an jika saya kebagian piket jaga di kantor,kenapa ya seperti itu….

    padahal sejak awal pacaran dulu sudah saya ceritakan tentang pekerjaan saya dikantor semisal : lemburan ga jelas dari bos, nginep di kantor karena kebagian tugas piket, keluar daerah 2 atau 3 hari lamanya.

    tapi tetap aja istri ngambek, terkadang saya sbagai suami dicuekin 24 jam, yang mau sy tanyakan bagaimana caranya memberikan pengertian kepada nya agar tidak ngambekan lagi…
    terimakasih

  7. Riyanti Sundari said,

    Wrote on January 19, 2011 @ 10:10 pm

    Mas Yudi…kalo istri ga mo disayang atau dicium…mungkin ada rasa kesal dihatinya…mungkin mas bisa menunggu beberapa saat.baru dicoba lagi…, kalo masih ga mau..terus ajah dicoba, dan kalo sudah mau, ditanyakan “mas punya salah ya..? kasi tau dong mas salahnya dimana? ” begitu mas Yudi (hanya saran, soale suami seakrang begitu, kalo saya ngambek.., dan biasanya saya juga ga tega terus ngebiarin, menghargai “perjuangannya”…walaupun suka masih kesel..hehehe. semoga bermanfaat)

  8. Riyanti Sundari said,

    Wrote on January 19, 2011 @ 10:24 pm

    Mas Rizky…makasih mau curhat ke saya, berarti dipercaya niy, tapi bukan berarti saya lebih pinter yah mas, sharing ajah…membayangkan seandainya suami saya yang kerja malem terus…
    Kalo suami saya pulangnya 2 minggu sekali mas..hehehehe, lebih parah yah, mas Rizky masih mending walaupun malem masih tetep pulang. Saya juga kadang2 suka kesel sampe suka ngambek,marah2 malah…disaat saya butuh pendamping, pas dia di lokasi…kalo anak sakit, wah jadi single parent, sibuk kedokter, ke lab ke apotik sendiri..,suami telpon suka marah2..yah pelampiasan stress dan cape ajah siy sebenernya.rasanya kok ga adil gitu, cape ngurusin anak2 sendirian. Suami cuman bilang “sabaarrr” wah kalo lagi mumet ga mempan tuh kata2 itu. MUngkin bisa ditanyain sama istri mas (mencari suasana enak gitu), misalnya ajak istrinya makan di luar (tanpa anak-anak). berterimakasih sudah menjaga anak2, bersimpati karena dia 24jam menjaga anak2, dll. terus tanya, kalo boleh bermimpi, mimpi dia itu bagaimana? tentang pekerjaan mas Rizky tanya pendapatnya, kalo dia menginginkan mas pindah kerja, terangkan konsekuensinya…simple siy mas, KOMUNIKASI dengan baik2 intinya. Alhamdulillah, sekarang saya ngerti setelah suami menjelaskan konsekuensi seandainya pindah kerja. saya jadibisa lebih real menimbang, pasti ada konsekuensi dibalik setiap pilihan. dan berhubung saya menimbang lebih banyak ruginya (terutama soal penghasilan dan suami kayaknya sangat menikmati “medan” dan pekerjaannya), jadi ga tega juga “memaksanya” terus mendampingi setiap hari..jadi tetep niy mas skedul 2 minggu jadi single parent..hehehehe..smoga berhasil mas…

  9. james bond said,

    Wrote on March 22, 2011 @ 3:33 pm

    kok… mulut saya kadang kelu atau susah untuk memuji istri?????

  10. Niko said,

    Wrote on April 5, 2011 @ 1:38 am

    Wanita makhluk Tuhan yang sempurna yang diciptakan Tuhan untuk melengkapi pria. Orang meyakini, wanita (secara emosional) berbeda dengan pria. Jelas sekali… Saya, seorang suami, dari seorang istri, kewalahan sekali pada saat saya tidak bisa memberikan makanan yang dia ingikan. Sederhana bukan penyebab marahnya? dan marah ini bisa berlangsung berjam-jam, berhari-hari, atau bahkan labih dari itu. Wanita…kau ku damba, tp kadang kala tak ku duga… merepotkan, tetapi tanpa dirimu ku tak bisa apa… nah itulah istri. Terima kasih untuk tulisan2 ini yang sangat membantu memahami wanita, terutama istri kita, mencintai mereka apa adanya.

  11. Riyanti Sundari said,

    Wrote on April 15, 2011 @ 8:51 pm

    Mas James Bond…hehehehe, susah mas emang kalo dah bawaan, kalo ga bisa ngomong, mungkin bisa nulis? medianya bisa email, surat biasa, or sms (kalo pendek ajah)…kejutan yang menyenangkan saya rasa buat istri mas…yah ga usah lebay.com, tapi utarakan saja apa yang ada dalam hati, InsyaAlloh….kalo terus berusaha dengan niat ingin menyenangkan istri, Alloh akan kasi jalan…(Bisa ngomong karena suami saya begitu, tipe yang tidak bisa berkata2, tapi Alhamdulillah karena saya lihat dia selalu berusaha, akhirnya bisa juga dengan tetap jadi dirinya sendiri, hasilnya menakjubkan mas….rasanya saya seneng terus tiap hari ..hehehehe..

  12. Riyanti Sundari said,

    Wrote on April 15, 2011 @ 9:02 pm

    Mas Niko, trims commentnya, bener mas, setuju pendapatnya..kalo saya, biarpun wanita, saya ga suka kalo terlalu lebay.com juga, maksudnya ga suka kalo suami terlalu memuji or berkata2 yang berlebihan juga, biasa ajah, cuman perlu dihargain aja kok, walaupun dimata suami kerjaan ngurus anak itu biasa dan sepele, tapi coba deh sendiri…pasti repot…jadi yahhh dengan kata terimakasih aja udah cukup rasanya, walaupun sesekali dikasi kejutan hadiah seneng juga n ga nolak…n trims infonya, saya juga suka gitu, ngambek ga jelas…hehehe, ternyata begitu yah perasaan para suami kalo kita ngambek, boleh dong ngambek batesnya kan 3 hari, hadooohhh boro2 3 hari ya, beberapa menit didiemin ajah udah ga tenang….n bingung ..so pasti.mungkin bilang “MAAF” sudah cukup yah Mas(walaupun mas ga tau salah mas apaan…? boong dikit kan gpp daripada didiemin 3 hari? hehehehe), kalo buat saya siy pengennya begitu, biar masih kesel, kalo udah bilang maaf biasanya rada reda, tinggal tunggu beberapa saat sampe hilang banget keselnya..jadi bisa senyum manis lagi deeehhh…

  13. jonathan said,

    Wrote on May 8, 2011 @ 8:52 am

    mba yanti yg terhormat, terima kasih untuk kesempatan ini..saya mau share nih tolong dibantu yah atas kebingungan hati saya..saya orangnya ngak bisa memaafkan istri yang pernah melakukan percakapan dengan mantan pacarnya di saat mlm hari pkl.1 dini hari ketika itu..sampai sekarang walaupun sudah kumaafkan namun hati saya seperti tersiksa…bagaimana nih mba solusinya..

  14. azie sarjie suryanto said,

    Wrote on August 30, 2013 @ 8:10 am

    mba uring uringan hal yang normatif tetapi kalau keseringan menjadi abnormal, acapkali terjadi terkadang kebingungan apa yang harus dilakukan ” permasalah kami adalah : masa lalu selalu di bawa bawa setiap menghadapi masalah ” terkadang membingungkan kami punya pendapat masa lalu adalah referensi masa kini adalah perjuangan serta pengambdian masa yang akan datang itu harapan, tetapi bagaimana untuk mencapai harapan sedangkan masa kini dibarengi uring uringan sikap kami pasif karena bingung apa yang harus kami lakukan mohon info (suami bingung serba salah).

  15. Tika puspita said,

    Wrote on October 30, 2013 @ 7:55 pm

    Bingung ya kalo lg kesel sama anak,kadang pelampiasannya suka ke suami,padahal suami ga salah apa2,gmn ya cara ngilangin itu?

  16. Kaedah Hebat Di Kamar said,

    Wrote on November 4, 2013 @ 11:36 am

    Isk… betul ke nie ??? apa pon tahniah atas info
    ni.. saya hargai penulisan awak.

  17. hendrik said,

    Wrote on February 3, 2014 @ 3:57 am

    ?????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????… Mugkin masalah sy terlalu rumit dan bingung,sy seorang suami kerja jauh di tangerang.suatu saat sy ajak anak dan istri ngontrak,sy waktu itu sangat ß?h??î?.. Walaupun pertengkaran kadang menghampiri kami.viie suatu hari anak sy sakit sakitan terus dan itri sy minta pulang dan tinggal di kampung.singkatnya sy izinkan dia pulang walau sebenarnya sy tdk rela dan saya antar sampai terminal dan sampai bis itu berangkat.selang beberapa minggu sy dapat kabar anak sy terkena leukimia dan dirujuk ke rmh skt hasan sadikin bandung,sy terkejut sekali dan tdk percaya.singkatnya lg sy pulang dan antar berobat ke bandung.setelah diperiksa memang benar terkena leukimia dan harus cek stiap seminggu sekali menjalani kemoterapi.setelah beberapa bulan berlalu istri sy sangat berbeda dari perilaku dan tutur bahasanya sangat berbeda,seakan sy sdh tdk dibutuhkan lg oleh dirinya,saya tanya masalahnya apa malah pertengkaran yg sy dapatkan,hingga rumah tangga sy diambang perceraian,sampai sekarang pun tetap begitu.sy sms sangat jarang dibalas.ada sekali balas paling jawabnya Î??™ atw engga.ternyata dibandung dia ada rumah singgah yg bantu proses pengobatan,mungkin salah satunya itu dia berani bicara walau gak ada saya masih bisa makan.pdhl sy tiap bulan ?è???ü kirim uang buat mereka,sampai sampai sy jarang sekali pulang,karena ada ù?tü? kirim gak ada ù?tü? ongkos.???ªª memang jumlahnya gak begitu besar karna sy cuma kerja di rumah mkn.sy sangat merindukan masa masa indah dulu,merindukan kasih sayang dia,merindukan dukungan dia,sy masih mencintainya sampai saat ini.viie istri sy tetap tidak berubah.sikapnya sangat dingin bahkan ketika sy pulang pun tdk ada basa basinya.sms? mesra sdh sy coba,minta maaf sdh setiap hari.sampai sy bingung ??? gmna lg.sy merindukan mereka.terimakasih sy cm curhat,sebenarnya cerita sy msh kurang jelas cm sy singkat,pastinya akan sangat panjang

  18. tempat toko jual coklat di malang online said,

    Wrote on March 3, 2015 @ 12:27 pm

    I think this is one of the most significant information for me.
    And i’m glad reading your article. But wanna remark on few general things, The website style is ideal,
    the articles is really great : D. Good job, cheers

    Have a look at my weblog - tempat toko jual coklat di malang online

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment

Name: (Required)

E-mail: (Required)

Website:

Comment:

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.