Cara “Smart” Meninggalkan Anak (Balita) dengan Pembantu atau Baby Sitter



Terkadang, menjadi wanita karir adalah buah simalakama, di satu sisi ingin tetap eksis di pekerjaan, mengejar karir dan tingkatannya, tapi di sisi lain sebagai penanggungjawab “hitam-putih” nya kehidupan anak-anak dan keluarga. Sadarlah teman-teman wanita, kita bukanlah “manusia super” yang mampu mendapat kesuksesan keduanya dalam waktu yang sama bila kita tidak mendelegasikan tugas dan wewenang kita. Seperti kata seorang teman, ada saatnya kita harus memilih salah satu dunia, misalkan anak sakit, sementara pekerjaan menumpuk di kantor dan mendekati waktu tenggat. Di sini ujian terberat seorang wanita dan ibu. Seandainya kita memilih anak, otomatis warning pertama dari si bos kita dapat. Tapi bila pekerjaan yang kita pilih. cap “ibu kejam” pasti kita dapat……

Pendelegasian tugas kita untuk mengasuh putra-putri sering kita berikan pada pembantu or Baby sitter, tapi tentu saja harus ada batasannya… Ini dia sedikit tips-tips agar kita wanita karir sekaligus ibu tetap mendapat kedua “dunia” yang kita jalani secara paralel…Berbahagialah teman-teman….karena hanya kita, wanita, salah satu makhluk ciptaan Allah SWT, yang mampu melakukannya…

I. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Sudah banyak informasi di beberapa media massa dan buku-buku yang mengupas mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, namun yang perlu digaris bawahi adalah:

a. perkembangan kognitif anak paling optimal adalah pada usia 0 sampai 5 tahun/golden age (baca artikel/buku mengenai perkembangan otak dan intelegensia anak balita).

b. Perkembangan kognitif dan sosial anak tidak terlepas dari rangsangan-rangsangan yang diciptakan oleh lingkungan sekitarnya (lingkungan keluarga). Hal ini dapat diciptakan melalui : pengenalan, menciptakan pembiasaan-pembiasaan baik untuk kognitif maupun sosial (baca artikel memperkenalkan membaca, baca buku-buku yang mengupas belajar kognitif dan sosial pada anak usia 0 – 5 tahun).

II. Program Pendidikan Anak di rumah

Surga berada di bawah telapak kaki ibu. Saya yakin sebagian kita orang tua kenal kata-kata bijak tersebut. Namun hendaknya kita jangan hanya melihat dari salah satu sisi saja (sisi anak, yang mengartikan anak harus patuh pada orang tua terutama ibu) tapi kita juga harus melihat sisi yang lainnya yaitu sisi orang tua, yaitu bagaimana orang tua lebih berkewajiban menyediakan surga bagi nak-anak kita baik surga dunia maupun surga akhirat. Artinya tergantung dari apa yang kita berikan pada anak yang menentukan apakah anak kita akan memilih surga atau neraka. (cermati puisi mengenai “Children Learn What They Live With”, yang ditulis Dorothy Low Nolte, dan puisi “Anak” karya Khalil Gibran)

a. Orang tua harus belajar terlebih dahulu

Untuk memberikan dasar-dasar yang tepat dan benar pada anak-anak, kita sebagai orang tua (Bapak dan Ibu) sebelumnya haruslah mengetahui apa yang dibutuhkan dan sebaiknya di berikan pada anak kita. Untuk mendapatkan informasi itu semua sudah banyak bahan yang bisa kita dapatkan yaitu melalui ikut berbagai seminar perkembangan anak, mengikuti materi dari beberapa media massa, dan yang penting adalah membaca. Sayang di Indonesia belum ada lembaga formal yang memberikan pendidikan kepada orang tua secara tersistematis mengenai bagaimana kita memberikan pendidikan yang tepat bagi anak-anak kita mulai dari rumah, baik untuk perkembangan kognitif maupun untuk perkembangan sosial dan emosinya.

Dan kebanyakan orang tua (khususnya di Indonesia) masih sangat menggantungkan pendidikan anaknya pada lembaga pendidikan (mulai dari TK) dan di berikan setelah anak umur 4 tahun. Kondisi tersebut sebetulnya salah. (baca artikel “Memperkenalkan Membaca Pada Anak BalitadanMembangun Siswa Unggul di Rumah ).

Orang tua seharusnya tahu :

  • teori perkembangan dan pertumbuhan anak dari segi kognitif dan emosional
  • metoda pendidikan bagi Balita dan anak-anak
  • materi pengenalan pengetahuan pada anak balita
  • dapat membuat modul sesuai perkembangan anak dan kondisi keluarga.

b. Dimulai dengan orang tua

Dalam usaha mewujudkan / merealisasikan konsep pendidikan pada anak kita, sebagai orang tua harus menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangannya (surga) terlebih dahulu yaitu dengan kita memulai untuk menerapkan segala kebiasaan yang memberikan rangsangan kognitif dan kebiasan emosional intelgensia yang positif. Pembiasaan-pembiasaan hendaknya kita ciptakan mulai dari hal-hal yang terkecil, yaitu :

  • kebiasaan membaca. Membaca koran, majalah, buku (legenda dan informasi lainnya).
  • Kebiasaan mengamati lingkungan : munculnya pelangi, sarang burung, sarang laba-laba dan lain-lain.
  • Membiasakan mematikan lampu jika tidak digunakan (hemat energi).
  • Membiasakan menutup pintu setelah membuka dan tidak memerlukannya.
  • Membiasakan mengucap salam pada saat datang dan pergi.
  • Membiasakan membuang sampah pada tempatnya
  • dan pembiasaan pembiasaan yang sangat sepele lainnya.

c. Membuat Modul Program Pendidikan Bagi Anak Kita.

Tips Pembuatan modul belajar:

1). Dibuat secara tertulis
2). Disesuaikan pada tahapan perkembangan anak dan kondisi lingkungan keluarga.
3). Sediakan sarananya (peraga dan / buku untuk anak-anak sesuai umur)
4). Orang tua harus tahu lebih dahulu
5). Diberikan secara bertahap sesuai perkembangan dan daya penangkapan anak.
6). Pacu dengan berbagai rangsangan dan tanamkan kebiasaan, misalnya :

Untuk anak usia 1 – 2 tahun, kita bikin program :

    • Pengenalan lingkungan keluarga
    • Pengenalan jenis binatang
    • Pengenalan cara makan
    • Pengenalan komunikasi dengan orang lain
    • Pengenalan huruf
    • Pengenalan warna
    • dll

Untuk anak usia 2 tahun, 3 tahun, dst. Orang tua dapat membuat dengan mengacu pada perkembangan dan pertumbuhan anak (spt yang disampaikan diatas).

III. Peran Pembantu dan Babysitter

Kondisi ibu bekerja sudah menjadi hal yang wajar dewasa ini, dan kondisi ini pun dapat memberikan dampak yang positif bagi perkembangan anak (dari satu sisi: kemandirian), namun banyak sisi lain yang lebih penting untuk kita perhatikan.

Kehadiran pembantu dan baby sitter sudah menjadi budaya bagi sebagian besar rumah tangga kita di Indonesia. Ada yang perlu kita perhatikan apabila kita dalam kondisi seperti ini. Perlu beberapa tips yang tepat untuk menjaga kondisi perkembangan dan pertumbuhan anak kita aman dan sehat secara fisik maupun mental.

a. Berikan persyaratan mutlak bagi Pembantu dan Babysitter

Jika kita akan meninggalkan anak kita dan menitipkan pada pembantu/baby sitter maka syarat mutlak yang harus kita tetapkan adalah :

1). Jujur
2). Seiman (seagama) dengan kita
3). Menyayangi anak

Tips memilih Pembantu / Baby sitter untuk anak kita:

1). Usia 17-25 tahun, usia muda akan dapat kita ajak untuk berfikir bagaimana secara bersama–sama membimbing anak kita, jika kita mencari pembantu/BS untuk anak balita kita dengan usia yang tua (bibik/mbok) mereka akan lebih banyak menggurui dan kurang bisa menerima beberapa teori perkembangan anak.
2). Pendidikan minimal SLTP, usahakan SLTA (untuk BS).
3). Tidak senang menonton TV
4). Senang menyanyi
5). Senang memasak

b. Tips memberi batasan dan wewenang Pembantu dan Babysitter

Satu hal yang penting bagi mereka (pembantu dan BS) jika kita tidak ingin “kehilangan” anak kita adalah:

1). Berikan wewenang memegang anak kita sebatas kita tidak ada di rumah (siang hari)
2). Jangan sekali-kali membuat keputusan BS menemani tidur malam di kamar si kecil.
3). Ajak pembantu/BS untuk tetap mengenalkan/mengajarkan bahwa kita orang tuanya. (terutama bagi anak dibawah 2 tahun) dapat melalui foto, manyambut kita saat pulang dan memanggil kita dengan sebutan mama/ibu dan papa/bapak.
4). Usahakan sebisa mungkin pada saat awal dan akhir aktivitas (bangun tidur dan menjelang tidur) anak dengan pangkuan atau cerita/belaian kita. Sekali kita membiasakan Pembantu/BS menidurkan dan membangunkan anak kita maka siap-siaplah kita “kehilangan” anak kita (dalam arti setiap ada masalah anak kita akan mencari pembantu/BS kita).

c. Tips Mempertahankan Pembantu/BS untuk menjaga anak kita.

1). Anggap mereka sebagai saudara
2). Percayakan anak kita pada mereka dan jadikan mereka guru bagi anak kita di siang hari
3). Beri tanggung jawab penuh
4). Beri sarana untuk kepercayaan dan tugasnya sebagai guru

IV. Program Pendidikan untuk Anak kita Melalui Pembantu atau Babysitter

Dengan tips yang tepat untuk mempertahankan Pembantu/BS seperti diatas, dan memang mereka adalah pribadi seperti yang kita inginkan maka tidaklah berlebihan kita mempercayakan mereka sebagai guru bagi balita kita selama kita tidak ada dirumah. Tetapi jangan sekali-kali kita tidak memonitor perkembangan anak kita atas didikan mereka, dan kita wajib memberikan kurikulum sesuai yang kita buat secara bertahap sebagai bahan pendampingan pembantu/BS kita pada anak kita.

a. Didik Pembantu dan Babysitter anda

Sebagai pendamping anak kita perlu pembantu/BS kita beri pengertian mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak. Dan sampaikan program pendidikan untuk anak kita.

b. berikan materi yang sederhana mengenai teori perkembangan anak (misalnya dari majalah )

c. berikan materi/modul mengenai program pendidikan anak kita seperti yang telah kita buat dan berikan secara bertahap sesuai perkembangan anak kita. Berikan pengertian jangan sekali-kali memberikan informasi yang salah atau ragu-ragu pada anak kita dan perintahkan untuk ajak anak kita bertanya kepada kita (orang tua) bila ada sesuatu yang mereka tidak tahu (untuk itu orang tua harus cerdas dan selalu mencari tahu)

d. Pantau perkembangan anak kita hasil didikan mereka, evaluasi sebulan sekali mengenai cara mendidiknya.

e. Ajaklah memberikan contoh yang benar dan tepat, seperti cara berbicara, cara menyambut tamu, cara menyambut kedatangan kita, berdoa, sembahyang dan hal-hal lain mengenai tatacara kehidupan yang baik.

f. Tegur mereka mengenai informasi yang salah diberikan kepada anak kita didepan anak kita, agar anak kita tahu mengenai hal benar. Karena informasi pertama yang diterima anak akan lebih melekat dan dipertahankan sebagai sesuatu yang benar bagi anak Balita.

Dengan cara yang tepat seorang anak bisa menjadi seperti yang kita harapkan, ketaatan anak pada ibu menentukan surga atau neraka bagi anak, peran ibu untuk menentukan ke surga atau neraka seorang anak.

Oleh : Nuraini - FEDUs

5 Comments so far »

  1. evy said,

    Wrote on March 25, 2010 @ 2:32 pm

    trims atas infonya bu riyanti. isinya sangat bermanfaat buat saya yang ibu bekerja.. :)

  2. eva said,

    Wrote on March 2, 2011 @ 12:20 pm

    thx untuk info :)

  3. Devi said,

    Wrote on October 1, 2012 @ 7:11 am

    Terimakasih atas infonya Bu…ini sangat berguna sekali. Silahkan mampir ke tempat saya Bu…semoga bisa bertukar info… :)

    http://graciasstory.blogspot.com/

    Salam kenal ^-^

  4. tips cepat hamil said,

    Wrote on March 19, 2013 @ 11:15 pm

    Menitipkan anak pada seorang baby sitter atau pembantu memang pilihan yang sulit dan perlu kehati-hatian, terutama agar anak kita terlindungi secara fisik maupun mental.
    Terima kasih telah memberikan informasi yang sangat bermanfaat untuk kami.

  5. Tips Isteri Kesayangan said,

    Wrote on May 13, 2013 @ 12:06 pm

    Betul tu… saya setuju dgn awak … pos nih patut jadi
    lebih terkenal dengan artikel nie..

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment

Name: (Required)

E-mail: (Required)

Website:

Comment:

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.