TAMAN RT : “MANTEB TENAN..!”

Dari segi desain taman ini biasa saja. Hanya terdiri dari ruang duduk dengan dua gazebo berbahan bambu dan atap klaras, kursi-kursi taman yang diletakkan di atas permukaan lahan dilapis batuan seluas 6×6 meter, kebun tanaman buah-buahan tropis dan lintasan jogging 60 meter.

Namun taman ini menjadi penting karena ternyata warga sangat antusias untuk membiayai dan mengerjakannya sendiri secara “gotong royong”: sebuah kegiatan khas “Indonesia?” yang tampak mulai hilang dalam keseharian hidup masyarakat kita.

Kini dengan sentuhan sangat sederhana: Taman telah menjadi tempat berbagi empati.

Karena taman, warga tidak tersekat-sekat dalam etnis, agama, harta dan jabatan. Taman telah memberi ruang yang nyaman bagi tumbuhnya kasih sayang. Anak-anak, remaja, orang tua, majikan dan sahaya lebur dalam ikatan yang saling memanusiakan. Eksistensi taman secara fisikal telah bertransformasi menjadi sebuah atmosfer ruang yang memberi pelayanan pendidikan yang hidup.

Sebelumnya lahan ini berupa alang-alang tak terawat dan menjadi sarang ular. Lahan ini, lahan mati yang dibiarkan terbuka karena dilintasi Saluran Listrik Utama Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

RT-nya punya inisiatif mengembangkan ini sebagai lahan yang memberi manfaat.  Dan Berhasil..Manteb tenan…!!



About this entry