rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

August 14th, 2011

Jangan Takut Tidur Hanya Sebentar

Cerita ini datang dari anakku tadi pagi…, Ketika bangun pagi  diruang tamu buku-buku berserakan,  tetapi yang kulihat bukan buku pelajaran. Melainkan buku-buku yang membahas tentang Ramdhan dan idul Fitri. Rupanya anakku sedang ada tugas sekolah tentang yang berkaitan dengan Sanlatnya (Pesantren kilat).

“Mengapa kamu tidak beresin Nak, ruang tamu jadi berantakan seperti ini….!!!”,  tanyaku . kemudian anakku menjawab :”Sengaja mama…, biar mama tahu kalau saya sudah berusaha rattil (belajar dengan segenap kemampuan). jawabnya . maka dengan spontan , setengah berteriak “Alkhamdulillah….! kamu lagi sadar….?” tanyaku keheranan.

“Bukan cuma itu mah…!”,     “saya lagi membuktikan teori baru  tentang  jumlah jam tidur , yang kata guru tidur paling tidak 8 jam.” itu ada pengecualian mah, tidak berlaku semua. dan aku punya teori baru.” Jawab anakku, sok pinter dengan lagak gayanya.

Kemudian  anakku melanjutkan ceritanya: “Kalau minimal tidur 8 jam dengan kondisi kegiatan kita normal, tidak ada masalah apapun. Namun ketika kita punya masalah/ tugas (tidak harus masalah itu jelek), jam tidur dapat dikurang juga tidak apa-apa.

Masalah yang saya maksud mah…,  adalah ,  saya lagi tertarik dengan tugas yang diberikan guru dan saya sendiri tertarik dengan tugas itu. Dengan senang hati tanpa henti saya tidur  mulai jam 01.00.  Saya Niyatkan betul mau bangun lagi sahur . saya berdoa ketika mamah bangunin saya sahur..,  ngga susah bangun lag  khan mah…!!i. dan  berarti benar, kalau tidur cuma sedikit kalau punya model, atau tipe ngga masalah .

Kesimpulan saya mah (dengan gayanya yang sok pinter :

1. tidur sebentar tidak jadi masalah, karena saya bangun sahur dan tidak tidur lagi ternyata seger-seger saja. Padahal saya baru tidur jam 01.00

2. tidur harus punya niyat atau harus diawali dengan niyat yang bener dan mohon dengan sangat dbangunin sesuai keinginan. (inilah bentuk model

3. Tidur itu harus berkualitas dan berisi

kualitas tidur itu adalah adanya setting pikiran yang positif diisi sesuatu ang positif yaitu diawali dari hasil belajar.

4. Ketika bangun besukurlah dan berjanji besoknya mau bangun lebih baik lagi.

5. Seting pikiran kita bahwa tidur sedikit itu juga menyehatkan asalkantiurnya berkualitas.

August 11th, 2011

Pertanyaan Anak Seputar Ramadhan


Pertanyaan Anak Seputar Ramadhan

Kesempatan dibulan Ramadhan adalah kesempatan baik untuk dapat saling sharing dalam keluarga. Kesempatan ini mudah dilakukan mengingat kebersamaan dirumah untuk makan bersama relative lebih sering dibandingkan pada hari-hari biasanya. Kesempatan ketika berbuka puasa dan shaur adalah kesempatan dapat bercengkerama dan bersendagurau bersama keluarga.

Spirit Ramadhan bagi yang menjalankan shaum adalah spirit menuju perbaikan hidup pribadi dan keluarga. Kesempatan dapat bebincang tentang hidup dan mati menjadi diskusi panjang menghiasi Bulan Ramadhan tahun ini. Dua Anakku sudah mulai tumbuh dewasa (Anak yang pertama perempuan duduk di bangku kuliah dan yang ke dua anak lelaki yang kini duduk di kelas tiga SMA ). Mereka berdua sedang mencari arti hidup yang sebenarnya, sehingga lewat diskusi menjelang dan setelah makan buka maupun sahur , mereka menanyakan tentang beberapa hal tentang hidup manusia.

Hal utama yang mereka pertanyakan oleh anak lelakiku adalah,

1. “sebenarnya puasa ini untuk Allah atau untuk siapa ma…? Jawabku: “ya untuk manusia yang menjalankan puasa nak..!” Kemudian lanjutnya bertanya,”Mengapa pada makna doa berbuka puasa ini untukMu (Allah), Apakah allah butuh puasa manusia…? Penjelasanku padanya:”Doa berbuka “Allahumma lakasumtu….” Artinya ya AAllah saya menjalankan Puasa ini adalah menurut perintahmu….:\”, “bukan Ya Allah puasa ini adalah untukmu….” Disini perbedaanya terletak pada huruf jar “la” ka. Kalau dalam bahasa Inggris setara dengan “in” yang maknanya tidak harus didalam. Begitu tentang “la” tidak selamanya maknanya adalah untuk, namun bisa juga maknanya menurut. “Mengapa makna yang ada bisa begitu ya Mah…? “Tanya anakkku lagi. “Dalam hidup diperintahkan kita terus belajar sayang…,” “Manusia diberi akal, sehinga mampu menilai mana yang pas dan mana yang tidak. Silahkan dipilih. Kamu sudah besar, pastilah dapat dengan jujur menetapkan pilihannya.

2. Kalau benar memang untuk kita shaum ini, lalu apa yang dapat kita ambil manfaatnya…? Shaum sendiri adalah pembinaan kesabaran iman. Tahukah sabar dan iman anakku ? Iman adalah menyatunya hati ucapan dan perbuatan. Untuk dapat menyatu menjadi demikian perlu pembentukan pandangan diri kita, seperti yang di ajarkan Allah sehingga sikap kita nantinya sama dengan pandangannya. Dimana sabar adalah berpegang teguh dengan ajaran allah dalam kondisi bagaimanapun. Jadi Intinya berpuasa / shaum itu adalah pembinaan kesabaran yang luarbisa karena iman. Inget bukan karena ketakutan suatu oknum”. Nakku langsung menyela :”Maksudnya mah…..?” jawabku selanjutnya: “yah…, kalau kamu menjalankan shaum karena takut sama mama, atau takut karena Allah…., itu ngga ada nilainya”. “Inti kesabaran disini adalah menjalankan sesuatu karena kesadaran diri menjalankan perintah Allah, sehingga melakukannya penuh dengan kecintaan. Karena sesungguhnya iman itu adalah cinta yaitu “Asyaddu hubballillah”

Pertanyaan lain muncul dari anakku yang Perempuan

1. “Kalau niyat puasa itu agar kita menjadi lebih kurus boleh ngga“ (Anakku tergolong agak gendut soalnya) . Jawabku kemudian :” Semua pebuatan itu adalah berpangkal pada niyat, jika niyat kurus itu hanya karena pingin langsing untuk menarik lawan jenis…, nilainya hanya menjadi laknat Allah nak…., namun niyatkanlah karena yang diperintahkan Allah (karena Allah). Apa yang diperintahkan oleh Allah berkaitan dengan pusa dan tubuh manusia…? Tanyaku selanjutnya! “Intinya supaya tubuhnya menjadi semakin sehat sehingga dengan begitu kita menjadi lebih bermanfaat terhadap sesama”. Anaku bertanya lagi :”Mengapa manusia cenderung tidak sehat baik fisik maupun non fisiknya…? Saya menjawab lagi :”Sebab jika tidak shaum, perut manusia tidak dapat dikendalikan, dan dari perut itulah sumber penyakit fisik maupun non fisik”. “sesungguhnya hampir 75 % aktivitas manusia ditujukan hanya untuk urusan perut. Lalu bagaimana yang 25 % lagi mah…? Jawabku :” sisanya adalah urusan sekitar perut. Atas perut dan bawah perut. Urusan atas perut meliputi urusan tentang, kehormatan, jabatan, harga diri kedudukan dll. Dan urusan bawah perut setelah itu urusan kedua yaitu urusan bawah, setelah urusan perut tersebut terpenuhi. Jadi urusan bawah perut, kemana lagi kalau bukan urusan sex, atau pasangannya.

2. Apa yang dikatakan guru dulu, katanya setan itu diikat ketika rhamadhan. Kok kejahatan masih tetep ada dibulan Ramadhan…? Bertanyaan bersambung tak ada hentinya dari putriku. Lalu jawabku panjang lebar demikian:” Bahasa Quran itu adalah bahasa tinggi nak…? Jadi memahami istilah tersebut harus klar….? Tidak boleh sepotong. Bahaya jadinya jika pemahaman tidak diarahkan kepada bahasa tinggi yaitu sastra. Sekarang luruskan dulu pengertian setan. Setan adalah yang membuat / menggeser manusia menjadi berbuat negative. Yang membuat negative itu ujudnya tidak kelihatan, namun dapat kita rasakan akibatnya. Contohnya angin juga begitu khan…? Jadi setan juga semacam itu, itulah makhluk gaya. Dia akan muncul ketika kita merasakan ditarik kearah negative. Jika kita bergerak kearah yang positif otomatis dia terpelanting. Maka di perintahkan kita supaya selalu berbuat positif agar setan itu seolah terikat. Karena positif dan negative sejatinya tidak dapat melebur, sehingga istilah mengikat jika kita meleburkan kedalam yang positif. Kemudian dia anakku nyerocos lagi…! :” jadi yang disebut dengan setan itu diikat di bulan ramadhan akibat manusia yang menahan hawa nafsunya = berbuat positif maka otomatisasinya nafsu manusia pasif = terikat. Bagitu bukan….?? Ya betul dan pinter anakku…! Wah…., hebat ya bahasa Quran, pakai istilah positif, negative, melebur dan terikat, yang dekat dengan bahasa fisika dan kimia”. Jawabku: “memang begitu bahasa Quran penuh dengan bahasa satra tinggi, sehingga bahaya sekali jika pemahaman kita dengan bahasa leter lek, sehingga dalam kehidupan selalu berbenturan dalam kehidupan.

August 9th, 2011

Lebih Baik Salah tetapi kuat dari pada Benar tetapi lemah

Berbuat salah selalu dihindari oleh setiap manusia yang sedang melakukan berusaha mencapai cita .  Kalau boleh memilih..,  kesalahan tidak mampir pada diri kita.  Berbuat kesalahan sekali dapat merusak semuanya. Dalam bahasa ungkapan  dinyatakan, “akibat nila setitik maka akan rusak susu sebelanga”    Pepatah ini megakar betul dalam setiap diri manusia, terutama saya pribadi.  Sehinga melakukan sekali kesalahan seolah telah mendapat  petaka yang luar biasa. Tidak jarang ketika  kita telah salah atau gagal  maka akan ditutup-tutupi agar orang lain tidak tahu atas apa yang terjadi “kesalahan atau kegagalan” dalam diri kita.  Tidak jarang  rela berbohong untuk menutupi atas kesalahan itu.

Nampaknya berbuat salah, adalah momok yang menakutkan, sehingga  mengakar ,  melebur dalam sanubari   jiwa manusia umumnya.  Karena dalam kenyataan di masyarakat  jika ,    bebuat  salah/gagal akan menjadi bahan olok-olokan dan gunjingan  dari tetangga teman ataupun saudara. Yang kami rasakan …..  olokan , gunjingan lebih menyakitkan dari akibat berbuat kesalahn  itu sendiri. Maka atas dasar itulah banyak dari kita yang menutup-nutupi dan bahkan rela berbohong jika telah  berbuat kesalahan.

Budaya memandang kesalahan seperti ini, sebenarnya banyak sekali kelemahannya. Pertama membuat   enteng   berbohong atau tidak jujur. Kedua  akan membuat manusia mejadi pasif dalam berbuat. Mengapa….? Karena setiap kali  akan berusaha selalu takut gagal/salah. sehingga menjadi banyak diamnya dari pada usahanya. Dan disadari atau tidak , sifat ini sebenarnya berbahaya karena model budaya yang seperti ini akan semakin jauh saja dari sukses. Jangankan sukses, bermimpi untuk suksespun takut. Sehingga target hidupnya menjadi rendah atau selalu dibawah. Takut dadal sama dengan takut mencoba, alias takut memulai sesuatu.

Untunglah sebelum Bapak “Mario Teguh” mengungkapkan tentang judul diatas, saya dan keluarga sudah menjalankan prinsip ini. Sebagai  pengalaman…, ketika Tahun lalu, anak sulungku bercita-cita setinggi langit ingin menjadi Dokter, dengan kuliah di universitas Negri yang favorit.   Saudara dan handai taulan melontarkan nada miring. Ada yang mengatakan bahwa kalau punya cita-cita lihatlah kemampuan, nanti kalau tidak diterima kecewa lho…… Ibarat memenjat pohon sangat tinggi pasti jatuhnya akan sangat sakit.

Komentarku saat itu (dalam hati)

1. Mengapa jauh lebih dulu memikirkan gagal dari pada sukses toh peluangnya sama besar…?

2. ” seandainya Jatuh setinggi apapun jika kita punya teknik dan alat/ilmuya pastilah akan mengurangi resiko sakit. Justru disitulah seseorang yang pernah jatuh, tentunya punya  barometer.

Barometer itu antara laian:

1. Apakah dirinya telah punya alat atau tidak  agar pada usaha yang lainnya dapat menjadi lebih baik.

2. sudahkah meletakkan niat yang kuat sebagai fondasi atau sekedar ikut-ikutan..!

3. Bagaimana rasanya jatuh dan mendapat cacian orang lain adalah pengalam berharga  untuk  hari kemudian.

3. Bagaimana memelihara semangat juang yang tinggi dan terus menerus agar nantinya menjadi lebih tangguh, juga butuh pengalaman.

Karena kuatnya keinginan menjadi dokter, sampai-sampai semua Perguruan Tinggi Negri yang didaftar hanya 2 pilihan, yaitu Pendidikan dokter, dan dokter gigi.  Singkat cerita usahanya gagal total.

Kecewa pastilah ada , namun dari situ semakin jelas kesalahan yang telah di perbuat.  Yang penting masih dalam kondisi sadar dalam kekalahan, tidak menyalahkan diri sendiri atau orang lain bagiku cukup . Namun …., seperti sudah tergambar sebelumnya bahwa harus siap menerima ocehan-ocean, seperti berikut.

1. Apakah anakmu tidak dibimbing dalam memilih fakultas…? Lain kali pilihnya jurusan yang paling sepi minatnya, insya Allah diterima.

2. Masuk saja di  universitas swasta……,  toh bayarnya   lebih murah. selain itu jangan sampai menganggur , sayang ….., lagian anakmu perempuan nanti keburu tua disekolah.

3. Jangan terlalu bermimpi…, lihatlah kemampuan…!!

Namunn….., karena kuatnya pendirian walaupun gagal  (salah). anakku tetep tidak mau ke swasta atau berpaling pada jurusan yang lain walaupun diterima di universitas negri.  Keputusan anakku tetap belajar lagi (Lest) dengan mencari tempat les yang dianggap bagus, walaupun dia harus Kost, biaya mahal dan lebih kerja keras.

Dari beberapa saudara menitipkan pesen, selalulah dipantau belajarnya jangan-jangan dia keluar rumah karena stress. Ada juga yang  menyarankan jangan ditunda nanti dia  akan tambah stres jika ternyata  tahun depan gagal juga. Sampai keluarga sendiri perpesan sangat jangan sampai daftar lagi  kedokteran pilihlah jurusan yang paling rendah, kalau memang ingin di Universitas negeri.

Sekali lagi…, anakku tetep teguh dengan kedokterannya.  Pada tahun berikutnya dari  9 universitas  Negeri favorit  dia ikuti test, 7 diantaranya pilihannya hanya dokter dan dokter gigi.  dan 2 lainnya pilihannya memasukkan  Fakultas teknik , selain kedokteran sebagai pokoknya.   Karena kuatnya keinginan di kedokteran kamipun mendaftar sampai ke Pulau Sumatera. Namun karena tidak ada fak. Keokteran gigi maka pilihan keduanya adalah teknik.

Mengapa tidak daftar fakultas yang jarang peminatnya…? nanti anakmu stress lho….., jika pahitnya tidak ada yang diterima  satupun…!!!  Logikanya iya juga ya….!!!  Namun sebagai ibu…, saya tidak dapat memaksakan apa yang dia pilih. saya sangat menghargai pilihannya. “Karena dia Pernah berkata ketika tahun lalupun dia diterima disalah  satu fakultas atas pilihan mamanya,  dia menyuruh mama aja yang kuliah, saya tetep  mau les lagi.  Tapi inget ya nak…, kesempatan kamu menganggur hanya tahun ini. tahun berikutnya mama harus ngurusin kuliah adikmu. Jika hal yang ter pahit terjadi apa yang kamu lakukan…? Iya mama…, saya akan nurut mama…, tetapi ijinkan saya berusaha sekuat tenaga mudah-mudahan usahaku pas /sesuai dengan yang di perintahkan olehNYA.  Kalau saya gagal…, karena kesalahanku saya janji tidak strees dan menerima dengan ikhlas apa yang menjadi kepastianku. Saya hanya mau mencoba dan mencoba. bukankah yang diperintahkan hanya usaha dan usaha…? Perkara nanti saya dimana di terima…, baru saya ikhlas menerima takdirku.

Bulan Juli 2011 lalu adalah Bulan dimana saya mengantar dia test di berbagai universitas negri pilihanya. Dan …Seprti tahun lalu pula…, kegagalan-dan kegagalan setelah kulihat pengumuman lewat web. Duh…Gusti….., berat menerima kenyataan ini, namun kulihat wajah anakku tidak stress seperti yang aku bayangkan. Sampai  pada tanggal 19 Juli 2011 ketika saya sedang menemani dia Test disalah satu universitas di sumatera,  hatiku terasa tidak enak ….!! Selain karena tidak ada sanak saudara di Pulau  seberang……, saya merasa kurang enak badan, perut terasa mules akibat tidur di lantai semalam karena menginap di rumah kontrakan kenalan yang  kondisinya seadanya.  Namun karena ketulusan dan kebaikkannya …, terasa seperti saudara sampai dingin dan sumpeknya ruangan tak terasakannya..

Jam 08.00 pagi…, tiba-tiba mendung dan gerimis , sehingga saya berteduh disebuah kantin dan memesan sarapan pagi. Lauk ikan tongkol sudah mateng menggiurkan selera, sehinga dengan nikmat saya  sarapan ditemani beberapa kucing yang mencium ikan pada berdatangan.

Hari itu pengumunan SIMAK UI,  Tak ada harapan sama sekali, Karena kemaren informasi testnya paling sulit diantara yang lain. Yang Mudah tesnya saja tidak diterima apalagi   yang susah sepeti UI pikir saya.  Ditambah lagi semua pilihannya tidak ada grade yang rendah.

Dengan pasrah …, lewat web yang ku buka dengan nomor  yang  saya sendiri tidak yakin apakah no ini benar…? karena ada beberapa nomor di kertas tesnya.  Dan Subkhanallah…..!!!! ternyata diterima di Fak. Teknik Metalugi.  Saya belum pecaya ….mungkin  Okky yang lain kali….! karena nomornya asal kumasukan. Tetapi setelah saya menuggu selesai test…, diulang dengan no yang lain tetep diterima. Sehingga saat itu anaku baru percaya.

Dalam perjalanan langsung  pulang menuju terminal…, anakku berkomentar…, untung aku memimih Teknih….,  coba kalau saya nurut orang lain fakultas yang grade rendah dan ternyata aku ngga suka…, apa jadinya ya….!!!  Dalam  diam termenungku aku membenarkan prinsip anakku. Dulu dia hanya  memilih  dua saja dan gagal…, namun karena kuatnya prinsip sehingga  menemukan jalan. setidaknya walaupun dia gagal di kedokteran namun mendapatkan fakultas Teknik Metalurgi di UI adalah jauh lebih tinggi dari pada dia benar diterima di fakultas yang lemah gradenya atas pilihan orang lain.  maka pada hari itu terasa indah ketika mengenang pesan dari  Mari0 Teguh yang pernah berkata “lebih baih  salah tetapi kuat dari pada benar tetapi lemah” SELAMAT ANAKKU.  tetaplah kuat dalam prinsp dan menjaga semangatmu.

August 8th, 2011

Kenangan Puasa Seorang Anak

Ramadhan selalu ditunggu……!!!!!, Benarkah…..? ketika kecil dahulu…, saya belum mengerti apa arti ramadhan itu …!!! yang ku ingat aku pasti akan berlapar-lapar ria…..!!  rasanya sangat menyiksa .  Berat sekali menjalankan kebiasaan tidak makan selama satu bulan , dimana bulan yang lain tidak demikian.  Ditambah lagi bangun sahur, adalah hal yang lebih berat lagi membuka mata walaupun untuk makan.  Dunia terasa dibalik 180 derajat.  disuruh makan begitu beratnya, apalagi disuruh tidak makan lebih berat lagi.

Ketika itu saya protes.., mengapa menjadi muslim harus menyiksa diri…? padahal agama lain tidak harus demikian.  Rasanya Tuhan tidak adil…..!!. Lingkungan keluarga  yang keras terhadap puasa mendorong rasa takut kalau tidak menjalankan puasa.  Selain ancaman Dosa…. , bisa tidak mendapat baju lebaran jika puasa tidak penuh dilakukan.  Karena rasa takut dan berpikir  berat menjalankan puasa itulah , yang lebih mendorong menjadi semakin lebih ingin untuk putus menjalankan puasa.    Maka ketika itu , saya sering ngumpet-ngumpet hanya sekedar minum saja ketika haus  dan mencicipi makanan yang dikumpulkan dari pagi hingga petang dan dari berbagai sumber untuk buka nanti.

Sepanjang hari sibuk mengumpulkan apa saja yang dapat dimakan  untuk buka nanti, sehinggga seringkali makanan mubazir tidak dimakan karena perut sudah kekenyangan.  Bayangan makanan apa saja disiang hari terasa lezat dan nikmat. Padahal sesungguhnya yang dibutuhkan tubuh cukup sedikit saja, dan belum tentu enak ketika dimakan malam harinya . Belum lagi nafsu makan yang luarbiasa …  akibat menahan lapar yang amat sangat , sehingga ketika beduq magrib tiba…., makan cepat dan terburu-buru  biasa dilakukan hingga perut terasa cepat penuh bahkan saking penuhnya terasa sampai hampir menyentuh dada.

Beberapa kali masih teringat ketika itu,  eyang membawa centong (alat mengambil nasi) diurutkan diperut perlahan-lahan, yang konon berhasiat mengendurkan urat  syarat diperut, agar berkurang rasa sakit akibat kekenyangan.

Hal lain yang menyebalkan bagi anak kecil ketika itu, saya harus shalat tarawih di rumah berjamaah dengan tetangga sekitar yang jumlah rakaatnya lebih banyak, sementara di mushala dekat rumah ada yang menjalankan shalat tarawih  rakaatnya lebih sedikit.  Untuk kesekian kalinya saya merasa Tuhan tidak Adil. Dan sampai saat inipun pertanyaan itu mengapa berbeda rakaatnya belum ditemukan jawaban.

Waktu itu saya teringat masih sekolah di Sekolah Dasar. Banyak hal konyol yang dilakukan namun merasa lumrah untuk dilakukan. Belajar dari pengalaman kecil itulah maka saya tidak ingin terjadi pada anak saya   menjalankan puasa seperti saya.

July 30th, 2011

S H A U M

Tanggal 1 Ramadhan insyaallah jatuh hari senin tgl 1 agustus 2011. Seluruh umat islam akan menjalankan Shaum. Shaum berbeda dengan puasa. Shaum adalah pembinaan diri secara tahunan agar terlahir menjadi mu’min yang sabar dan tagguh dalam menjalankan hidup. Mu’min harus tangguh secara fisik dan mental. Oleh karena itu mu’min butuh pembinaan.

Sifat pembinaan harus terus menerus, tidak boleh terputus-putus. Sebab kalau terputus, ibarat menempuh garis perjalanan (hidup) sama dengan terhenti. Kalau disamakan dengan garis bilangan, terhenti sama dengan 0. Terus menerus berarti maju sama dengan positif. kalau mundur sama dengan negatif.

Seperti halnya shalat sebagai Pembinaan harian yang dilakukan dari waktu ke waktu tidak boleh terhenti dalam rangka ke sana. Kalau ada pembinaaan harian dan ada pembinaan tahunan dengan SHAUM, lalu bagaimana denganpembinaan  mingguan dan Bulanan…? ya…..!!, saum dan shalat sebagai pembinaan mingguan kita sering mendengar istilah shaum ( puasa ) senin dan kamis, lalu ada shalat jumat yang dilakukan hanya sekali dalam seminggu dan itu wajib dilakukan. Kalau begitu pembinaan bulanan apa ya…? Kalau tidak salah kita sering mendengar istilah tahajud. Disiplin waktunya sebaiknya dilakukan tiga hari diawal bulan atau tiga hari diakhir bulan. inilah pembinaan bulanan.

Mengapa ya…., Pembinaan hidup ditekankan pada shalat dan S H A U M.? Kalau di perhatikan Shalat dan shaum bagaikan pasangan serasi yang tidak gampang dipisahkan. Lihat saja Shaum Ramadhan dan shalat lailnya, shalat jumat dan shaum senin kamisnya. Ada Rahasia apa sebenarnya bagi kita yang mau melaukan shalat dan shaum dengan sungguh sungguh …….? Apakah hanya imbalan pahala dan surga yang entah apa , kapan dan dimana ……???????

Mari kita kaji lebih dalam dari sisi yang lain. shalat dan shaum hanya ditujukan kepada manusia, maka manfaat langsungpun akan kita rasakan secara jasmani dan rokhani.

Sehatnya rokhani makanannya adalah ilmu yang ojektif ilmiah yaitu Quran, dan dan sehatnya jasmani juga karena makanan yang bersih dan sehat yang dikenal 4 sehat 5 sempurna.

Megapa kita sering sakit jasmani dan rokhani sepert  pusing dan stresss misalnya  ……..????? Perlu di sadari oleh karena makanan yang masuk kedalam jiwa dan badan kita juga tidak sehat.

Apa hubungannya dengan shaum / puasa dan shalat….? Shaum salah satunya adalah untuk mengendalikan makan dan minum yang selama ini ( diluar ramadhan ) tak terkendali.  Hidup  bukan hanya untuk  Makan, melainkan  makan hanya untuk sekedar kebutuhan hidup.  Kebutuhan makan yang utama justru adalah makanan rkhani yaitu  kita butuh ilmu agar dalam hidup ini menjadi sadar akan apa yang dimaksud dengan hidup yang sebenar-benar hidup.  Inilah kehidupan yang sesungguhnya yang berbeda dari kehidupan Binatang.

Jadikita melakukan Shaum dan shalat adalah untuk mengendalikan makanan baik jasmani maupun rokhani. namun sayang kebanyakan manusia masih terfokus pada makanan jasmani.  Maka dapat dirasakan bagi yang sadar apa makna shaum itu sendiri , yang selama ini hidup didominasi urusan seputar perut utamanya makan maka dengan shaum dapat di kendalikan. .

Lalu apa hubunganya shalat dengan makanan Rukhani…? Sejatinya shalat itu adalah pembukuan iman. Iman harus dengan ilmu. Maka yang perlu disadari disini bahwa ketika kita shalat , terutama setelah baca alfatihah yaitu membaca ayat-demi ayat, sebaiknya berganti-ganti. Bukan seperti yang dilakukan oleh saya pribadi, dhuhur baca annas, ashar baca alikhlas, maka dua ayat itu berulang selama 5 waktu dari hari kehari bahkan dari tahun ketahun…? kalau seperti itu yang di lakukan…., .saya khawatir ibarat pembangunan sebuah gedung hanya menggeser dua buah tumpukan batako dari depan ke belakang setiap waktu demikian.  Akankah tercipta  bangunan gedung yang megah…..? sepanjang hidup hanyalah impian gedung, impian membangun surga.   inilah shalat shahun yaitu shalat yang nilainya adalah NAAR. jadi lalainya  shalat bukan hanya karena waktu, tetapi karena faham atau tidaknya terhadap ayat-ayat al-Quran sebagai sumber ilmu yang nilainya obyektif ilmiah. Jadi intinya shalat pembukuan ilmu, yaitu satu konsepsi yang benar yang objektif ilmiah untuk hidup manusia.

Lalu bagaimana hubungannya dengan S H A U M. shaum itu adalah untuk membina secara fisik dan mental dalam aplikasi berbuat hidup menuju sabar. yaiatu terus menerus dibina dengan ilmu sebagai konsepsi . dan untuk menjadi  aplikasi hidup sesuai dengan konsep Quran dibutuhkan shaum. Jadi mengapa shalat dan shaum tak dapat dipisahkan, karena sejatinya pembinaan fisik dan mental juga tidak dapat dipisahkan.

Rasanya masih banyak yang belum menyadari sejauh itu fungsi shalat dan shaum. Kalau mau lebih jelas marilah diskusi, sharing, agar kita berbuat sesuatu bukan motif pahala dan dosa semata. mudah-mudahan kita mendapat Ridhanya.amien

July 16th, 2011

Menyambut Bulan Ramadahan

Bulan Ramadhan disambut dengan suka cita. Dulu…, ketika jaman Rasul konon hanpir sama dengan jaman sekarang dalam memuliakan bulan Ramadan. Semua gembira dan semua suka cita. Hanya bedanya kalau dulu Para nabi dan Rasul menyambut Ramadahan akibat faham betul hakekat puasa. Namun pada masa sekarang nilainya sudah bergeser. Yang menyebabkan demikian adalah karena adanya bayangan banyaknya aneka makanan di malam hari, yang menyebabkan Puasa menjadi bergairah. Begitu kira-kira inti ceramah kemaren. Begitukah…?

Pertanyaan ku yang tak pernah dijawab :

1.  mengapa pandangan tentang puasa / shaum bergeser…?

2. Lebih hebat mana antara  bulan puasa atau yang turun di bulan puasa…?

July 14th, 2011

Tentang Membaca

Ketika Rabu, tgl 13 juli 2011, saya mengantar anak ke sebuah sekolah SMA di bekasi dalam rangka Verifikasi Data. Saya tertegun dengan beberapa tulisan yang tergantung di sepanjag koridor untuk memberi motivasi para siswanya. Diantara tulisan yang menarik dan jumlahnya cukup banyak ditemui adalah “ Membaca yang tidak mengerti apa yang di baca sama dengan tidak melakukan apa-apa “ Tulisan ini sangat menarik bagiku karena saya pribadi sering melakukan demikian.  jadi yang menjadi pertanyaan apa arti membaca….?

Selama ini di pahami bahwa membaca adalah mengucapkan dengan lisan/mulut tentang yang di bacanya. Apakah yang dibaca itu harus ada obyeknya yang real / nyata..? Selama membaca identik dengan tulisan / buku yang jelas dapat dilihat dengan mata. …? Kalaupun tidak dapat dilihat dengan mata , karena buta maka membaca dengan meraba huruf braile.

Lalu bagaimana membaca yang tidak bersentuhan dengan obyek nyata, misalnya membaca Doa tertentu karena sudah hafal maka obyek bacaannya tidak diperlukan lagi…..! Perbuatan Konyol yang sering saya lakukan adalah  saya  sangat hafal bacaan itu, seperti membaca   salam , membaca doa-doa yang lain namun saya tidak mengerti apa yang saya baca. Apakah ini juga termasuk membaca atau mengucapkan……..????, apa bedanya…..? Kalau kita bandingkan dengan slogan di atas, yang tersebar disetiap koridor ” bahwa membaca yang tidak mengerti apa yang di baca sama dengan  tidak melakuan apa-apa..?

jadi bertahun-tahun apa yang selama ini saya baca tenyata sama dengan tidak melakukan apa-apa …..!!! Terimakasih atas motivasi yang ditulis di sebuah SMA di bekasi, menyadarkanku akan tindakan selama ini. mudah-mudahan kedepan saya berusaha mencari tahu agar yang ku baca aku pahami. Bagaimana dengan  sahabat yang sedang membaca ..?????

May 6th, 2011

Tanggapan, Sebuah Realitas

Tanggapan, Sebuah Realitas
Tulisan ini dibuat untuk melengkapi sebuah komentar saya di Blog Pak Bambang Wahyudi yang berjudul Realitas. Berdasarkan pengamatan beliau realitas yang terjadi dalam masyarakat pada umumnya apabila seseorang mempunyai konsep bagus tetapi kenyataan hidupnya tidak mencerminkan perilaku yang bagus, pada akhirnya orang berpaling darinya. Dicontohkan Dai Kondang AA , yang begitu luarbiasa isi dakwahnya, setelah dia dalam kenyataan hidupnya mempunyai istri dua, bahkan pada akhirnya dipilih istri yang lebih muda dan lebih cantik, umatnya super kecewa. Intinya dakwahnya, tidak laku lagi.

Dari salah satu contoh realitas seperti yang diceritakan diatas, ternyata dalam segi kehidupan yang lain kisah cerita serupa sering terjadi. Titik kuncinya bukan pada peristiwa beristri dua atau selingkuh, disini tekanannya adalah :
1. “Orang yang mempunyai konsep bagus belum tentu kenyataanya dalam hidupnya bagus”. Disini beliau menyimpulkan bahwa ini adalah bisa saja terjadi mengingat konsep “hubungan horizontal sesame manusia akan dapat terjadi seperti itu, namun hubungan manusia dengan Tuhannya, kemungkinan besar tidak berkurang keimannannya  bahkan bertambah, karena siapa yang dapat menduga hubungan seseorang dengan Tuhannya, karena Hubungan Tuhan dengan seseorang tidak Nampak terlihat. Hubungan hati yang tidak mungkin bisa ditebak. Ini adalah yang dapat saya tangkap dari Pak BW.
2. Lain Lagi dari Pak ATT, Beliau menyimpulkan bahwa percuma konsep bagus kalau tidak dibumikan, alias N A T O. Sepertinya beliau kecewa melihat konsep yang bagus namun realitas dilapangan tidak kunjung menyelesaikan masalah.

Komentar saya kepada Pak BW.
Bahwa intinya dari definisi “Hablumminallah wahablumnannas” konsep yang dipahami selama ini memisahkan …, pertama hubungan horizontal manusia dan manusia , kedua hubungan vertical manusia dengan Tuhannya. Karena konsepnya terpisah maka saya analogkan dua hubungan vertical dan horizontal tersebut seperti hubungan minyak dengan air. Hubungan yang terjadi sesama manusia, sama sekali tidak mencerminkan hubungan manusi terhadap Tuhannya.  Mengapa demikian ….? Iman yang ada wilayahnya hanya dihati, maka pantaslah yang mengetatuhi antara manusia dan Tuhannya , tidak dapat ditebak. Kalau Iman wilayahnya sampai kepada amalun bil arkan, maka hubungan manusia dengan Tuhannya jelas terlihat. Lihatlah  kata Allah bahwa jika manusia yang shalatnya Khasiun maka akan ” min astsarishujud” yang diterjemahkan  ada bekas sujut dikening manusia yang rajin shalat tersebut. Biasanya saya lihat banyak cowok yang ada hitam-hitamnya  di kening yang melambangkan seringnya dia berkomunikasi dengan Tuhan lewat Shalat.  Tahukah makna yang sebenarnya…? Siapa yang melakukan shalat khasi’un, atau dengan benar maka ada bekas sifat merunduk patuh  terhadap Tuhan dalam hidupnya.  Maka jelaslah disini bahwa hubungan manusia dengan Tuhannya dapat terlihat jelas sampai kepada tindakan setelah melakukan shalat. Kepatuhan di  tempat kerja pada aturan, rajin,  tidak pemalas, suka menolong. Ini contoh pengertian hablumminallah wahablumminannas. Tindakan kepatuhan dalam hububgan antar manusia merasa diperintah oleh  Allah.  Kalau pengertian iman  dan hubungan manusia dengan Tuhannya wilayahnya hanya di hati, contoh konkritnya seperti AA

Andai saja pengertian Iman wilayahnya sampai kepada tindakan dan pengertian “Hablumminallah wahablumnannas” dipahami  sebagai  “gerak horizontal sesama manusia sangat tergantung dari gerak vertikal manusia itu sendiri terhadap Allah” maka dua hubungan vertical dan horizontal menjadi satu kesatuan. Analog hubungan ini seperti air sirop dengan air putih. Dua hal ini menyatu menjadi sesuatu yang baru menyegarkan untuk diminum.

Bagaimana contoh konkritnya di lapangan…? Saya ambilkan contoh AA  lagi, JIka yang dipahami selama ini benar maka iapun akan mengajarkan konsep demikian:. Dalam Quran diceritakan bahwa Allah membikin hanya satu rongga dada hanya untuk satu hati. Disini Allah mengajarkan kepada manusia dengan bahasa lambang bahwa jika manusia dalam rongga dada diisi dua hati maka layaknya satu kapal dua nahkoda. Pasti ujungnya berantakan. Dan yatanya terbukti, bercerai , berantakan bak kapal pecah.. Jadi apa yang salah dari beliau..? Semua diawali dari p e  m a h a n k o n s ep    y a n g   s a l a h. Konsep salah maka aplikasinya juga salah. Andai saja Beliau paham dengan konsep yang saya ajukan , dan paham pula konsep yang lain seperti apa yang dimaui Allah yang sebenarnya…, pastilah akan takut melanggar perintah Allah untuk mengisi satu rongga dengan dua hati. Pasti mampu mempasifkan hawahunya.  setiap tindakan harus  selalu merujuk kepada konsep yang benar, dan berdoa ya Allah mudah-mudahan yang saya lakukan adalah memenuhi perintahmu. Jadi kalau sudah tahu bahwa ini salah maka segeralah bertaubat. Selama konsepnya yang demikian itu tidak tepat maka begitulah ujung akhir dari riwayatnya. Konsep Islam  datangnya Asing, dan konsep itu perginya juga asing.  Dan Saya jamin…, bahwa konsep yang lain dalam kehidupan juga masih asing. dan jika dipaparkan semua…, mampukah kita melaksanaknnya…..?

Komentar untuk Pak ATT.
Nampaknya Pak ATT telah muak dengan konsep bagus yang seolah meng awang awang. Perlu diketahui bahwa konsepsi yang bagus adalah yang methodis. Yaitu mempunyai bentuk berfikir/ model yang benar yaitu model  yang bersumber dari Ajaran Allah. Kedua Sistematis, Analitis dan Obyektif. Keempat elemen itu harus dipenuhi. Jadi sistimatika model dimulai dari konsep dengan rujukan dari Allah. Selama ini mengatakan dari Allah dari surat ini ayat ini, tetapi apakah mampu memenuhi  tiga unsure yang lain ? Harus diakui bahwa konsepsi yang dianut semacam AA , tidak memenuhi empat unsur diatas (akan panjang uraiannya karena menyangkut banyak hal). Bukan karena orangnya yang salah namun harus rendah hati mengakui bahwa yang dipahami selama ini perlu ditingkatkan. Tuntutan seperti Pak BW bahwa konsep harus dapat diujudkan, berarti ini adalah memenusi unsure obyektif. Pasnya satu konsep dengan kenyataan dilapangan. Konsep yang memenuhi 4 unsur tersebut akan memberi gambaran yang menenangkan bagi yang patuh. Dan akan memberi gambaran adzab yang maha pedih bagi yang ingkar. Namun sayang masal manusia maunya gambaran indah yang disuguhkan dan menghindari adzab pedih dari Tuhan. Namun dalam kenyataan tidak mau  ataukah tidak mampu  menyadari konsep apa yang digunakan. Biasanya  hanya berharap dan berdoa  tentang kebaikan namun tidak faham begaimana proses sampai menjadi baik.  Tak perlu didoakan jika konsepsinya memang salah otomatisasi salah juga ujungnya. Berdoalah selalu mencari mana konsep yang benar dari Mu  ya Allah, Dan mudah-mudahan ditajamkan hati untuk sanggup menerima petunjuk yang Engkau Maksudkan.

Jangan sampai pola pikir pak ATT, seperti mahasiswa…, banyak memahami konsep tetapi tidak dijalankan banyak dosa mendingan sedikit dipahami dan diamalkan sehingga dosanya sedikit. Banyak omong ujungnya NATO. Yang penting jalankan apa yang ada , tidak banyak omong , dan tidak banyak dosa.

Apa kelemahan dari prinsip ini.

1. menjauhi konsep yang dianggap rumit, tanpa menyadari bahwa konsep mampu memprediksi waktu yang akan datang. Bisa dibayangkan bagi nereka yang tidak tahu konsep bahwa besok gunung A mau meletus misalnya. bagi yang mengerti konsep ia tahu apa yang akan dilakukan.

2 Manusia yang faham dengan konsepsi , dapat dipastikan  berdoanya realitas dalam arti sesuai  harapannya sesuai dengan usaha uyang dilakukan. Bagi yang tidak faham konsepsi ia hanya pandai  berdoa ,  mohon hasil yang setinggi tingginya, namun usaha minimal sekali, dan biasanya baru sebatas  m e r a s a  telah berusaha maksimal.

3. Orang yang tak tahu konsepsi biasanya selalu mengeluh dan tidak tenang hidupnya. selalu menuntut lebih dari yang lain.

4. menjauhi konsep yang rumit dianggapnya, dikarenakan nantinya malu dengan konsep lama yang dimilinya ketahuan. padahal dia  ingin mempertahankannya. Biasanya manusia seperti ini karena egonya tinggi.

5. Sudah menjadi sifat manusia dengan posisi nyaman, akan sangat marah/tersinggung jika sesuatu yang menyangkut pribadi terusik  (konsepsi diri yang dipegangnya di ganggu.)

6. Konsep yang benar hanya milik hati orang yang bersih dalam hidupnya. Bagi mereka yang terlanjur berkarat besi, pastilah akan terdapat gaya yang tolak menolak.

7. Konsep yang benar diperlukan alat yang canggih, untuk dapat mengangkat /mengambilnya. namun sayang alat tersebut belum familiar bagi banyak orang.

8 dll. khawatir terlalu panjang  dan  menjemukan.

Catatan:

(Bagi laki-laki yang punya hasrat sama dengan AA  pasti akan mengkaunter, tuh nabi istrinya 4, terus bagaimana..? ).

Cobalah  jangan campur adukan dulu pembicaraan ini. Kita sadari dulu bahwa dari beberapa konsep yang selama ini saya kemukakan selalu mempunyai sisi yang berbeda dari pemahaman banyak orang. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa pandangan istri 4 nabi juga akan berbeda dari kebanyakan  orang. Mengapa demikian…? Berpuluh tahun dilakukan pengkajian, ternyata kita ada yang sengaja membikin kita menjadi demikian. Tidak dapat saya sebutkan A, B atau C. karena jawaban ditemukan dalam proses panjang yang akan pasti diperoleh setiap manusia yang akan sungguh-sungguh mencarinya. Butuh keikhlasan dan penyadaran diri bahwa diri  kita ini keliru. Jika kita masih merasa benar maka hidayah itu tidak mungkin didapatkan. Betapa susahnya mencapai hidayah ini, diungkapkan bagiakan sulitnya Onta mau masuk lubang jarum. Hampir mustahil bagi yang pesimis. Namun bagi yang tahu alat modern untuk menyerut benda sebesar Onta  sebesar itu ………semua tidak ada masalah. amien.

May 3rd, 2011

Ilmu dan Iman Bag II

Iman dan Ilmu (Bag2)

Cukup mengagetkan bila telah membaca dan mendapatkan kesimpulan akhir dari tulisan yang dipublis sebelumnya, yaitu masalah Iman dan Ilmu. Iman sebagai dasar ternyata ada pilihan. Dari berbagai sudut memandang ternyata Iman adalah mutlak harus dengan ilmu. Jika iman tanpa ilmu maka ibarat fondasi yang salah rancangan. Konsekwensi Iman dan ilmu bagaikan Gula dan manisnya yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Hanya dapat dibedakan dengan ketajaman dan kesehatan rasa. Kalau begitu…, apakah yang sudah melekat selama ini salah….? Terus….., bagaimana jadinya ini….?

Kembalikan pada mukadimah tulisan tentang iman dan ilmu. Kalau belum kenal maka tak cinta, karena tak cinta maka tak sayang , cinta harus wajar, cinta butuh pengetahuan sebagai syarat untuk membandingkan, nilai bandingan melahirkan pilihan. Alternatif pilihan banyak disuguhkan, maka mulailah niyat untuk dapat menempatkan. Dalam proses mencapai tujuan.

Inti yang akan disampaikan, bahwa bukan salah yang sudah ada, karena dua duanya berasal dari Allah yang menyuguhkan. Baik iman yang berasal dari kata kerja maupun dari kata benda. Disini hanya memaparkan sebagai perluasan dan pendalaman agar setiap diri mampu memilih dengan obyektif ilmiah. Pilihan yang disertai pengetahuan akan membuahkan buah kemantapan dalam pilihan. Melalui pengetahuan ilmiah, tidak lagi hampa dengan yang dilakukan. Kita diciptakan sebagai manusia yang informative, yang mampu menangkap berbagai informasi dari Allah. Dimana Allah selalu menyuguhkan dua pilihan, agar dimaksudkan manusia pilihan yaitu manusia yang mampu memilih. Itulah manusia yang diharapkan menjadi Khalifah dipermukaan bumi. Khalifah di permukaan bumi mesti tahu ilmu Yang benar dan yang salah.

Yang tidak tahu ilmu terkadang juga merusak tanpa disadarinya. Kalau diserukan agar janganlah menjadi perusak dipermukaan bumi, jawabnya saya adalah yang membangun kehidupan (Al-Baqarah :11). Sebagai contoh kecil sebagai ibu rumah tangga yang pekerjaan masak adalah pekerjaan rutinnya, jika diserukan janganlah masak dengan memakai bumbu masak yang berlebihan, atau jangan memakai minyak dan garam yang berlebihan, jawabnya inilah masakan yang enak memang harus demikian . Kasihan nanti roda perekonomian minyak, bumbu masak dan garam akan menjadi lesu, maka ibu rumahtanggalah sebagai pahlawan perekonomian. Begitu dengan Bapak / lelaki yang disuruh berhenti merokok pasti jawabannya tidak jauh demikian.

Iman dan Ilmu Sebagai warisan tidak mungkin ditampik/ditolak dari orang tua. Maka Warisan iman yang kita punya, adalah ibarat barang berharga yang baru sempat diserahkan demi keamanan dari orang tua dan nenek moyang kepada kita. Wajib kita syukuri karena modal utama telah didapatkan. Tugas kita adalah mencari tahu barang berharga ini untuk apa dan bagaimana mengasah dan memanfaatkannya agar menjadi lebih berguna.

Maka…, Iman dengan definisi baru, cobalah jangan reaktif dahulu. Apalagi langsung memfonis A, B, C. karena uraian belum selesai. Perlu digambarkan sisi lainnya yang memang belum pernah ada selama ini. Perlu step demi step memahami ini, dengan seiring harapan memberi pencerahan bukan menambah gundah gulana. Diperlukan bahasa sastra tinggi agar dapat menghaluskan rasa, hingga hati menjadi lembut , darah ikut mendesir, disertai gemeretak tulang yang menghantarkan niyat mulia mencapai yang diridhoi NYA.

Ibarat Pembangunan sebuah gedung megah yang melambangkan hasil peradaban tinggi di abad XXI ini, begitu kita membangun akhlak dan rokhani kita dengan iman. Selain dibutuhkan dasar, teknik, tujuan dan manajemen tinggi sebagai syarat utama dalam pembangunan ini, maka factor terpenting adalah menyiapkan mental hati untuk segera mengawali pembangunan diri agar tercipta bangunan jiwa laksana karya peradaban megah di abad ini. Mampukah Iman yang ada membangun sesama, mempersatukan jiwa bangsa, dengan doktrin ilmiah, bukan karena doktrin yang dipaksaan .

Apapun alasannya, berita akhir-akhir ini tentang bom, penculikan oleh NII, tawuran pengrusakan dan lain-lain adalah masalah serius yang perlu ditangani. Akar persoalan harus dicari. Dan dari pengamatan yang ada adalah berasal dari doktrin yang kaku, yang bersudut dari subyektifisme golongan tertentu. Benar dari golongan tertentu , kemudian menyalahkan golongan yang lainnya. Cobalah pandang bahwa apapun latar belakangnya adalah proses perjalanan yang belum selesai. Menuju benar dapat melewati yang salah. Begitu juga yang merasa benar hari ini ada kemungkinan besok tergelincir, karena sesungguhnya iman itu adalah yazid wayankus(naik-turun).

April 26th, 2011

ILMU dan IMAN

IMAN DAN ILMU
Sebelum mengupas masalah iman, satu keyakinan yang sudah lama melekat dihati, pastilah ada banyak hal baru yang belum banyak diketahui. Bukan untuk saling menyalahkan, dan merasa benar sendiri, akan tetapi mengkaji Iman guna lebih memantapkan diri, mencerahkan diri, menuju yang lebih diridhoi. Dengan pangkal kebersihan hati…, menuju kebenaran haqiki pastilah dapat dirasakan. Mana yang membawa kemantapan dan ketenangan jiwa, dan mana yang menyebabkan gundah gulana. Setiap pribadi pastilah punya modal itu semua. Mampu menangkap sinyal getaran jiwa, dari Pembimbing hidup yang punya Kuasa. Oleh karena itu…., Dalam mengkaji sesuatu, jauhkan filsafat yang mengatakan:
Tiada ada selain yang sudah diketahui
Tidak benar selain yang sudah dikaji
Tidak boleh ada lain dari yang sudah dikaji.

M a k a    h e n d a k n ya

Berpikir benar pastilah bertanya
Jikalau semua sudah diketahui , mengapa orang harus belajar lagi…?
Jikalau benar yang sudah dikaji, mengapa saling salah menyalahi….?
Jikalau tidak boleh ada lain dari yang sudah dikaji, Apakah yang telah dikaji mampu mempersatukan Bangsa Ini…?

Oleh karena itu saudaraku..……
Tidak kenal maka tak cinta
Salah paham sumber bencana
Karena kenal maka cinta
Cinta yang wajar hidup sadar
Sadar diri tahu segala
Pengetahuan luas sarat membanding
Nilai bandingan ukuran kebenaran.
Nilai yang benar mampu ditantang
Mimbar ilmu satu ujian
Ukuran ilmu dasar penilaian
Mudah-mudahan dicapai Kebenaran.

Ketika dibuka Al-Quran, pada Surat ke dua, ada hal yang paling utama dibicarakan adalah masalah iman. Kata-kata Iman bertebaran dimana-mana. Lalu timbul pertanyaan dalam benak hati.
Apakah itu Iman….?
Benarkah pengertian iman selama ini…?
Berdasarkan guru Agama dari SD sampai perguruan tinggi iman itu adalah percaya pada yang enam itu. Yaitu :
1. Iman kepada Allah,
2. Iman kepada Malaikat
3. Iman kepada Nabi dan Rasul,
4. Iman kepada Kitab Al-Quran
5. Iman kepada Hari Akhir dan
6. Iman kepada qadha dan qadhar.

Pada Surat Al-Baqarah ayat ke tiga” Aladzinayu’minu nabil ghaibi wayugimunashalata, wamimma razaqnahum yunfiquuun” disebut iman kepada yang ghaib, Mengapa Ghaib ini tidak termasuk rukun iman….? Begitu senada dengan pertanyaan anakku yang ke dua…, Kita hormat dan percaya pada orang tua, dan , Mengapa percaya pada orang tua dan guru tidak termasuk rukun iman…..? Pertanyaan anakku ini Kesimpulan jawabannya adalah “ Dari sananya ya sudah begitu. Masalah Iman tidak perlu ditanyakan, karena hanya hati yang tahu, yang penting diamalkan.” Jawaban mereka hampir sama seperti itu..

Dua pertanyaan inilah yang menggugah pikiranku untuk belajar tentang iman lebih jauh lagi, Kalau memang ini adalah benar, pastilah pertayaan ini dapat terjawab. Lama harus dicari jawaban. Dan dalam pencarian itu diringkas sbb:

1. Iman dilihat dari teori bentuk kata
Iman yang artinya “percaya” adalah berasal dari kata kerja Amina. Amuna dan Amana Sedangkan ada istilah iman iyang bukan dari kata kerja melainkan dari kata benda . Yang paling jelas terlihat pada hadist ibnu majjah bahwa iman adalah sesuatu yang ada dihati, menggema dalam ucapan dan menjelma dalam perbuatan.

2. Batasan Iman.
Iman yang asalnya dari kata kerja “ Percaya” batasannya hanya di hati
Iman dari kata benda “sesuatu yang ada dihati, menggema dalam ucapan dan menjelma dalam perbuatan.” Batasannya meliputi Hati, ucapan dan perbuatan. Apa jadinya kalau, masalah iman berkaitan dengan hidup, tetapi hanya seputar dihati. Masalah hidup pastilah meliputi masalah hati, ucapan dan perbuatan.

3. Iman dan Ilmu
Pada Al-Baqarah ayat 4, jelas sekali bahwa “aladzina yu’minu nabimaa unjila ilaika……” Yaitu yang beriman itu dengan apa yang telah diturunkan kepada Mukhammad, yaitu Qu’ran, yaitu satu ilmu bernama Quran. Jadi karena iman adalah untuk hidup manusia, maka hidup itu harus dengan ilmu yang diajarkan oleh Allah itu sendiri di dalam Al-Quran.

4. Kalau Iman sama dengan percaya, tidak dikaitkan dengan ilmu, sehingga iman terpisah enam seperti yang kita pahami selama ini. Namun jika iman dikaitkan dengan ilmu maka pengertian iman itu akan menjadi satu rangkaian kalimat yang utuh dan sempurna menjadi demikian.
Iman adalah maunya Allah yang diujudkan dalam satu ajaran, dimana maunya itu diajarankan kepada Malaikat , yang disampaikan kepada Nabi Muhammad, dan oleh Muhammad dibukukan kedalam Kitab, dimana isi kitab mempunyai tujuan akhir (khasanah fidunya wal akhirah), yang isi Kitab itu meliputi Qadha dan Qadhar.

Inilah yang menurut saya dapat menjawab pertanyaan diatas. Sehingga berpangkal dengan ilmu Allah, semua pertanyaan pastilah ada jawabannya. Barangkali iman yang hanya wilayahnya percaya dihati, tidak memprioritaskan untuk belajar dengan serius sehingga membawa kemundururan. Ada perintah untuk belajar…, namun karena keterangannya tercerai-beraikan maka focus belajar menjadi tidak  sempurna. Lihatlah akibat iman percaya saja dalam dunia nyata. Cukup dengan percaya akan janji manis pihak tertentu, sehingga tidak menyatu antara hati ucapan dan perbuatannya.

Semakin hari semakin mengerikan masalah ini. Berapa banyak yang hanya N A T O ( No Action Tolk Only ) ? Mengapa ini semua terjadi….? Ini…. Yang terasa berat ingin dikatakan…, masalah iman adalah masalah hidup, masalah dasar atau landasan dalam hidup. Kalau Dasar/ landasan rapuh (salah) maka runtuhlah bangunan yang dibentuk diatasnya. Maka kalau kita menyaksikan hiruk pikuknya persoalan hidup sekarang ini, sadar atau tidak ….., ini adalah masalah

“k e s a l a h a n     i m a n .”


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.