rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for the ‘puisi’


Published August 19th, 2011

MENEMPUH AJAL

Berita duka saudaraku

Adalah juga gambaran diriku

Membuatku sedih dan pilu

Tak tahu apa yang sebenarnya aku mau


Aku takut ketika nanti ajal menjemput

Karena semua duniaku kan larut

Semua yang kumiliki tak pernah  luput

Duniaku…, hartaku…, orang-orang disekelilingku dan semuanya akan hanyut


Aku tidak kuasa menghindari

Hatta aku membentengi diri jeruji besi

Malaikat maut akan menghampiri

Entah kapan.., tak tahulah aku ini

Kepastian ajal dari Mu, rancangan pasti

Menjemputku suatu saat nanti….

Takkan pernah permisi

Datang pada setiap diri


Ya Rabbi……

Tulangku bergemeretak mengingat ini

Darah mendesir.., spontan bulu kuduk tegak berdiri….

Aku gemetar …, menerawang yang akan terjadi


Ketika ajalku tiba nanti

Adalah sebagai pintu pembuka alam akhirat yang abadi

Hanya dua model yang disajikan Ilahi

Apakah saya akan istirahat atau yang di istirahatkan nanti


Doaku adalah istirahat panjang

Karena tugas telah selesai tuntas dengan tenang

Maka ketika malaikat penjemput datang

Yang ku terima Salam , senyum riang

Tanda bagahagia menjelang

Namun jika kepastian diistirahatkan

Tidur panjangku menggelisahkan

Ketika film hidupku diputarkan

Penyesalan panjang tak terbantahkan


Ya rabbi….., beri waktu sesaat lagi

Aku ingin memperbaiki

Semua yang pernah terjadi, takkan kuulangi

Itu dia (syaitan) yang datang setiap hari

Datang menghampiri tanpa henti

Hingga aku terjerumus kini


Ya rabbi….

Setelah waktu di perpanjang lagi

Aku lupa dan lupa akan janji

Aku sibuk kian kemari

Mencari dan mencari

Dengan dalih sesuap nasi

Padahal kenyataanya rakus sekali


Gambaran ini

Janganlah menghampiri

Jeritan taubatku dari Nurani

Taat Patuh, atas Perintah Ilahi


Aku tak mau…

Ternyata taubatku palsu

Taubatku akan banyak membantu

Hingga akhir waktu

Dengan ketajaman ilmu , menenangkan kalbu

Membuat aku siap , atas pilihan dan keputusanku.


Menempuh ajal dengan terang

Bukan bayangan suram, menakutkan orang.

Karena ajal pasti kan datang.

Kusambut dengan riang

Published August 18th, 2011

Penyakit Hati

Penyakit ada dua macamnya

Penyakit jasmani dan rukhani

dari dua itu, rukhani yang mengawali

Konsep ilahi telah pasti

Namun kita kurang memahami

bahwa isi hati , mestinya ajaran Ilahi

Ketika sahabat satu persatu telah pergi

Menghadap  sang  ilahi

Kita hanya meratap bagaimana menunnggu giliran ini

Mencari solusi kian kemari

Tak pernah dijumpai

Sampai habis umur  nanti

Mengapa ini bisa terjadi,,,,?

Karena Diri tak  menyadari

beberapa hal seperti ini

K E T I K A…………….!!!!!!!

Telah dibentangkan panjang membentang, namun kalian  menentang
Telah digelar menghampar luas, namun kalian merasa enggan dan malas
Telah ditiupkan  sampai memekakan telinga, namun ditutup dengan jari telunjuknya
Telah diturunkan didepan mata, namun kalian memang buta
Telah disodorkan, dedekatkan, sedekat-dekatnya , namun kalian tidak peka

Telah disentakkan, bagaikan kilat membahana
kamu hanya terpana

Telah digambarkan sedemikian rupa, kamu hanya bengong melompong saja

Telah disiramkan dalam seluruh hidup sejati, namun jiwamu telah mati

Telah dibesarkan jasmani, namun tidak di besarkan jiwamu yang suci

Telah di mekarkan bunga hatimu, kau campuradukan dengan motivasi egomu

Dan kau kembangbiakan turunanmu namun dirimu mandul terbelenggu

Ketika lalu lalang dihadapanmu kau sombong , menegurpun tak mau

Sering berteriak memanggilmu, namu kau berpaling dengan prinsip pendirianmu.

Dia selalu menemanimu pergi, namun kau  selalu merasa sendiri

Dia selalu mencintai, kau takut dan lari

Dia  sangat  sayang mengasihi, namun   kauselalu salah arti

Karena sejatinya dikau……

adalah berat dengan ego setengah mati

Karena selalu membawa Penyakit hatii

Published August 14th, 2011

Puisi Selamat jalan

Ya Allah…, ya Rabbiii…….
Ya Allah…, ya Rabbiii…….
Innalillahi wainnailaihi raaji’uuuuuunnnnn ……!!!!
Mendesir darah , dan merinding bulu roma
Tak terasa berlinang, air mataku

Sempat tertegun, melihat banyaknya email masuk…
Apa dan siapa yang sedang mendapat giliran…..??
Ternyata hari ini 13 agustus 2011
Sahabat, dan saudaraku telah pergi……
Meningalkan kami tuk selama-lamanya

Ku kenang….., dikau wahai sahabat!!
Terkenang perjuanganmu, sebagai seorang ibu sejati,
Perjuangan mulia tak tertandingi

Ketabahan dan kepasrahan melawan sakitmu
Adalah Perjuangan hebat , memberi pelajaran bagiku
Ketika saya akan menyusulmu nanti.

Selamat jalan sahabat….
Kuteruskan perjuanganmu, sebagai ibu
Dan pengajar sejati, untuk mengabdi
Mudah-mudahan, doaku ini
Mempertemukan jannah diakhirat , istana Ilahi
Amien

Published December 12th, 2010

shalatlah anakku

Shalatlah anakku…..

Ketika kau mulai beranjak dewasa……
Mulai belajar tentang kehidupan….
Mulai hidup mandiri di tempat orang
Pesen mama dan papa yang utama
Shalatlah anakku…… !!!

Ketika kau mulai bertanya …..
Mengapa hanya shalat pesen mama papa
Mengapa tidak pesen yang lainnya
Jangan nakal, jangan males, jangan pacaran, jangan gaul sembarangan… atau
Jangan.., ini. Jangan itu.., mengapa tidak demikian…?
Anakmu butuh jawaban….!!!

Anakku sayang….
Shalat bukan menyembah Tuhan…,
Shalat bukan memuja-muji Tuhan…
Shalat tidak sama dengan sembahyang…..
Dan shalat bukan bertemu dengan Tuhan…
Juga bukan menghadap Tuhan, seperti pengertian banyak orang

Anakku sayang…….
Shalat adalah Yaaddu’a , shalat adalah Doa
Yaitu senandung Doa , harapan , antara Hamba Sang khalik, dan Rasulnya.
Berpadu, menyatu dan meleburnya menjadi harap an Tuhan
Yang disampaikan, diajarkan harapan
Kepada umatnya sebagai hamba Tuhan

Ketika kau belum puas jawaban, Timbulllah pertanyaan…
Apa gerangan harapan Tuhan dan Rasul kepada hambanya…..??

Anakku sayang…….
Dari mulai wudu, ada harapan suci tersembunyi
Ketika Membersihkan kedua tangan, sambil berharap di hati..
Ya Tuhan, bikinlah kedua tangan hamba ini tidak lagi menyentuh yang Anda larang
Membersihkan muka juga sambil berharap
Ya Tuhan, bikinlah muka atau wajah saya tidak lagi memandang yang Anda larang
Dan seterusnya sampai membersihkan kedua kaki sambil berharap
Ya Tuhan…., bikinlah kedua kaki saya tidak lagi melangkah terhadap yang Anda larang

Lalu …..apa lagi harapan, Tuhan dan Rasul kepada hambanya ketika shalat ditegakkan……!!
Mengapa diawali Iqamat terlebih dahulu…..?

Anakku sayang….
Panggilan Iqamat , yang artinya Doa untuk tegakkan atau dirikan shalat
Bukan sekedar harapan kepada hamba untuk berdiri tegak melakukan shalat saja
Melainkan menegakkan , mendirikan sama dengan mengujudkan aplikasi wudhu
Yaitu harapan setelah shalat dilakukan, hingga terjaga dimulainya lagi shalat berikutnya
Yaitu Harapan mengujudkan janji wudu dalam kehidupan nyata
Buktikan jari-jari tanganmu , mulut, hidung, muka, lengan, kepala, telinga, dan kaki
Adalah menurut Mau Nya

Apalagi Maunya Tuhan pada Hambanya …..?
Ashalatu mi’rajul mu’minin
Dengan shalat mengajak hambanya hijrah mejadi mu’min.
Yaitu Mu’min, yang berharap dalam shalat
Dimulai takbir hingga salam

Allah huakbar…..
Adalah doa mu’min untuk hidup menjadi besar, agung dan Mulia
Salam, asalaamu’alaikum
Adalah doa mu’min agar menjadi selamat , dan sejahtera
Seperti doa attahiyat yang istimewa
Attakhiyat, yaitu hidup saling hormat
Mubarakah, yaitu hidup saling memakmurkan
Ashalawah, yaitu hidup saling memenuhi harapan bersama
Tayibah, yaitu hidup saling bisa mencapai tujuan bersama
Hanyalah Lillah…!!!

Anakku sayang….

Dalam shalat, semua doa dipanjatkan

Memenuhi semua kebutuhan

Seperti melodi kehidupan

Bagi semua yang sanggup memaikan

Sanggupkan engkau melakukkan…?

Walau pesen mama papa  hanya shalat kepada Tuhan.

Anakku sayang…

Harapan mama papa ada pada kalian

Semoga sanggup melakukan,

Sampai akhir ajal kematian

Published December 7th, 2010

al-Quran Bicara

Sebelum membaca puisiku ini, mohon dilihat dari bahasa sastra. memang fisiknya quran benda mati dan tidak dapat bicara layaknya manusia. namun Quran punya bahasa, bahasa ada makna, dan makna itulah jika difahami yang akan bicara. Begitu kira-kira maksudnya.

Al-Qur’an Bicara

Aku selalu mengingat siapa yang merinduku…
Aku berteman dekat dengan mu
Dari kamu kecil dulu hingga usiamu menuju
Engkau kecil, adalah anak-anak lugu
Yang menyentuh , menjunjung, mempelajari , lalu membaca dan menciumku

Aku senang engkau tumbuh seiring denganku, laksana teman sejati
Tetapi itu dulu…, dan lain kini
Mengapa ini bisa terjadi…
Karena engkau tak memahamiku sepenuh hati

Engkau pahami … , sebuah buku benda mati
Yakinlah sahabat sejati….
Aku bisa bicara ini …..,
Namun kamu tak mengenal sandi
Yaitu Bahasa Sastra yang kaya Makna Tinggi
Membawa Peradaban murni , Ridho Sang Illahi

Tulisan yang kau pelajari…, dan kau baca berulang kali….
Tak mampu membawa peradaban murni Islami

Hafal Mukadimah (alfatihah), sudah menjadi rumusan pasti…
Begitu juga kesimpulan ( jus ‘amma) pasti engkau mengerti…
Hanya itu dan itu lagi…..
Dari kecil, hingga kini, dan nanti….

Pantaslah tak ngujudkan kini…..
Hampa …, bosan…, Jenuh.., lupa selalu menghinggapi
Berulangkali.., terjadi lagi dan lagi…

Ketahuilah…..!!!
Aku bukan bacaan usang seperti yang diajarkan orang
Aku bukan sekedar kumpulan cerita kenangan silam
Aku bukan dongeng kata orang
Aku bukan bacaan mati tak berpengetahuan
Aku bukan bacaan mantra pengusir setan
Aku bukan bacaan kesedihan
Aku bukan benda mainan anak kecil yang membuat girang
Dan Aku bukan B A C A A N O R A N G S E M B A R A N G

Aku Adalah Ilmu….., Kalam Illahi
wa’allama Adama al-Asma….
Yaitu ilmu yang di ajarkan kepada Adam manusia Pertama
Bukan diajarkan nama-nama……
Aku adalah Imam , Ilmu yang mampu menjadi Sang Pemimpin
Menjadi hudan.., pedoman dikala hidup
Dan ketika ajal memnjemput ….
Nanti ditanya , Manrabbuka…..?
Jawabnya Allahurabbi..
Wama nabiyuka…?
Muhammad Nabiyyi…
Mahuwal Imam……?
Al-Qur’anul karim Imami…

Kalau engkau sadari ini…
Akan menghantarkan manusia menuju rakhmatan lil’alamin
Akan menjadikan manusia Khalifah di bumi, sebagai mu’min
Menjadi sahabat setia , melebur satu dalam rongga , alkhamdulillahirabbil’alamin

Jangan lagi….Engkau menempatkan Aku sendiri….
Seolah teman sejati….Namun diletakkan dalam meja, lemari , tas dan sepi
Terkadang ditempat yang tinggi sebagai pajangan
Seperti menyayangiku, hingga aku tersimpan rapi dalam laci
Selalu dekat namun sendiri…..

Jika Engkau kawan sejati….
Pindahkan mak’naku …..kedalam hati..
Dalam makna ada rumusan-rumusan yang perlu kau ketahui
Rumusan-rumusan , sebagi pedoman hidupmu nanti
Menjadi mahkota kalbu seiring hari sampai mati

Tak cukup aku dibaca dengan lafal panjang dan pendek saja
Dan tak perlu aku senandung merdu mendayu belaka
Menjadi tak guna, tak kenal makna
Ada sastra menghantarkan harapan sorga
Yang tak dikenal manusia biasa

by rakhma

Published March 18th, 2010

Bimbang

Manakala, kita dihadapkan pada dua
mana yang kau suka
tibalah rasa……
menjadi bimbang adanya

seandainya faham….
dikuasainya gambaran temaram
ujung pangkal yang mendalam
gambaran tidak lagi hitam
pergilah kelam
tak lagi bimbang…

Published October 13th, 2009

MENYAMBUT KEDATANGAN HUJAN

Hujan , Sahabatku….

Di Musim tahun ini engkau telah datang

Hampir disetiap siang dan petang

Dan.. mestinya aku menyambutmu dengan senang

Kedatanganmu menyirami bumi

menyirami hati nurani

penyejuk dan pelipur hati insani

Kedatanganmu menyuburkan ladang-ladang petani

Menyuburkan bumi pertiwi

Hingga menumbuhkan jiwa-jiwa yang telah lama mati

Kini aku khawatir menanti….

Dari gelap mendungmu yang tidak ramah lagi

semendung duka negeri ini

Anginmu datang tanpa kompromi

Mampu memporak-porandakan seluruh isi

Dan arah datangmu, aku tak pahami

Membawa segala yang pernah kumiliki

Kilat petir berkali-kali menyambar

Memecah keramaian yang hingar bingar

Memekakkan telinga, hingga tak sanggup dengar

Sekali dan berulang kali menggelegar

Menunjukkan KuasaMu,  Wahai yang Maha Besar

Hujan Sahabatku…

Mungkinkah engkau tengah marah

Pada penghuni Bumi yang tidak amanah

Penghuni Bumi  yang tidak lagi ramah

Selalu bikin susah dan amarah

Yang selalu berulah…. dan bertingkah

Bagaikan tumpukan sampah-sampah

Dalam kehidupan yang siap  berubah

Menuju kemakmuran yang berlimpah

Bagi siapa saja yang pantang menyerah

Hujan Sahabatku….

Dibalik itu aku merindukanmu

Aku mengerti dan memahamimu

membaca segala isyarat dan tenda-tandamu

untukku dan kehidupan Bumiku

Janjiku padamu…

Kusirami kesadaranku

Kuat dan teguh bertahan atas badaimu

Tak  larut angin kencang ajakanmu

Tak menutup telinga , menjawab sapa petirmu

Hingga aku tumbuh, berkembang, berbuah..

Melezatkan kehidupan nan melimpah ruah

Janjiku…., membuka ladang hati

Menyambut kedatanganmu yang penuh arti

Published October 1st, 2009

BUMIKU MENGGELIAT LAGI

Di Bumi ini…
Aku Hidup
Di Bumi ini…
Aku tumbuh dan tegak berdiri
Di Bumi ini…
Kelak aku akan mati

Alasku tanah lempung ini
Disitulah aku berawal
Satu senyawa, unsur yang sama
Satu nafas satu jiwa semestinya

Namun sayang…
Aku lupa…
Aku Sibuk…
Hingga aku tak punya waktu karenanya!!

Siapakah Aku…
Dari mana Aku …
Dan mau kemana gerangan Aku ini…!!!

Irama langkahku kian kacau dan gontai ….
Berderap maju hanya mengejar bayangan
yang tak pernah kesampaian

Engkau menggeliat …, menggeliat … dan engkau menggeliat lagi….!!!
Dari mulai Aceh, Jogja, Tasik, Tanah Minang hingga Jambi ini…
Memberi tanda pada semua

Engkau tidak mati…
Engkau telah menjadi  tua..
Terlalu banyak beban persoalan
Selalu diabaikan !!!
Bahkan selalu diinjak tanpa perasaan….!!!

Perhatikan Hai… Semua…!!!!
Pekik teriakkmu membahana …. angkasa
aku menggeliat… dan aku akan terusssss…. menggeliat lagi!!!
hingga…,
Mata mampu memandang…!!
Telinga mampu mendengar…!!
dan hati mampu menanggapi…!!

D a L a m    s e m u a   a s p e k      k e h i d u p  a n      i n i ….. !!!

Published June 23rd, 2009

Menyambut Pagi

Desah nafas jibril mengetuk hati

Memecah malam menjelang pagi

Adzan surau tlah terdengar kini

Menunggu  dikau yang lagi bermimpi

Bersiap si kakek tua berjalan sendiri

Menuju surau nan sepi….

Terbatuk-batuk ia perlahan bernyanyi

Menyanjung tinggi sebagai pemuji

Kemanakah wahai engkau pemuda dan pemudi  ?

Harapan bangsa  penyejuk hati

Selalu sibuk di siang hari

mencari rejeki

Kian kemari

Sampai lupa diri

Menyambut pagi

Gelap di malam hari

Susah dibedakan  ini……

Betulkah hari menjelang pagi ?

Adakah yang menyadari ?

Ini ulangan Sejati

Kita harus menyambut pagi !!!

Published June 4th, 2009

“Indonesiaku Tersayang”

Menuju cita Indonesia tersayang

Butuh waktu lama menjelang

Wajar bila sabar menjadi kurang

Karena tak tahan menjadi meradang

 

Gelombang laut yang garang

Berkejar-kejaran dilaut lapang

Lahirkan pelaut-pelaut ulung sebagai pemenang

Gagah berani, tangguh dan bukan pecundang

 

Sebaliknya laut biru membentang

Tanpa ombak  dan  terlihat tenang

Hanya menjadikan Nelayan   semakin bimbang

Karena hasil tangkapan ikan tak  seimbang

                                      

Dibalik berbagai gelombang

Seperti habisnya dana melayang

Pemimpin sibuk berjanji lantang

Kawan saling bertolak pinggang

Datangnya Banjir Bandang

Tanah yang kering kerontang

Bencana pesawat terbang

Kabut asap membubung terbang

Sampai pengorbanan nyawa yang melayang

 

Adalah petunjuk dengan isyarat apa yang  datang

Mata harus mampu memandang

Pikiran harus mampu juga menimbang

Seiring hati ikhlas dan  tenang

Lembaga tangan, kaki  harus terus mampu bergoyang

 

Kutiup teropet nafas jibril meliuk terbang

Kudendangkan Sholawat sang Mustafa bintang

Membentuk barisan panjang

Menyeragamkan langkah menabuh genderang

Bangunkan sanak dan kadang

Menyambut “Indonesiaku tersayang”


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.