rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for the ‘peristiwa’


Published July 20th, 2012

Dua Kuda Dalam Mimpi dan Kenyataan

Dua Kuda Mimpi Dan Kenyataan
Dua tahun lalu ( July 2010 ) ketika anak Pertama ku gagal meraih impiannya, masuk Perguruan tinggi Favorite Pilihannya, Sebagai Oeang tua akupun Sangat sedih. Sedihnya itu bener-bener menyentuh kalbu yang paling dalam. Pandangan mataku seolah gelap menatap masa depan. Terbayang jika anak pertamaku gagal, bagaimana menciptakan figure bagi ke 4 adiknya? Seolah dunia kiamat, saya gagal mendidik anak.
Namun aku punya Tuhan, aku tidak boleh larut dalam kesedihan. Aku bersimpuh dalam shalat, memohon petunjuk terbaikNya. Aku gunakan naluri hati, kemana Tuhan membimbing Putri dan putra kami. Dan saat itu , ketetapan putriku untuk mengulang untuk ikut lest lagi selama satu tahun, dan minta untuk Kost di daerah Tebet. Hatiku sebenarnya sangat teriris, betapa luka anakku, harus dibayar dengan perjuangan panjang. Dan pastinya konsekwensi perhatian, tenaga, waktu, dan biaya harus aku berikan. Hampir aku tidak kuat, putus asa menerima cobaan ini. Hanya keyakinannu, bahwa ujian ini adalah upaya Tuhan untuk menaikkan derajatku yang lebih tinggi.
Suatu malam aku bermimpi dua kuda putih, tegap, gagah, lari kencang saling ber iringan. Saaat itu aku menerjemahkan dua kuda putih adalah dua anakku yang beriringan sedang menempuh perjuangan. Aku yakin kuda putih tegap itu akan mencapai tujuan. Begitu juga kedua anakku yang sedang berjuang mencapai 2 perguruan tinggi negri idaman, keyakinanku akan sampai pada tujuan. Perasaan saat itu aku tulis dalam bolg dengan judul : dua kuda dalam impian”. Kini Kenyaataan itu setelah 2 tahun berselang, aku akhirnya menulis 2 kuda dalam kenyataan. Alkham dulillah ditahun 2011, anakku yang pertama masuk Fakultas Teknik Universitas Indonesia, lewat Jalur Ujian SIMAK, dan Satu lagi anakku yang ke dua tahun 2012 ini dapat masuk Fakultas Teknik Kimia, Universitas Indonesia Melalui Jalur SNMPTN. Alkhamdulillah Ya allah Akhirnya Dua Kuda dalam mimpi itu akhirnya menjadi Kenyataan.

Published August 17th, 2011

17 Agustus dan 17 Ramadhan

Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus  1945  dulu jatuh pas  pada bulan Ramadhan. Pada bulan rhamadhan itu ada peristiwa  tanggal 17  Rhamadhan, yang diperingati sebagai tanggal turunnya AlQuran. Sudah 66 tahun yang lalu. Dua tanggal tersebut adalah tanggal yang istimewa. Tanggal 17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dimana bangsa Indonesia secara fisik telah  merdeka dari bangsa lain.  Bangsa Indonesia tidak lagi dijajah dari mulai Portugis Belanda maupun Jepang. Dan  Tanggal  17 Ramadhan  diperingati khususnya umat islam, sebagai umat terbesar yang  mengaku bangsa Indonesia, yaitu sebagai hari turunnya  Kitab Suci Al-Quran, sebagai pedoman hidupnya.

Apa Hubungannya, dua tanggal tersebut….???

Tuhan memberikan kemerdekaan  RI pas  pada bulan dimana  ada turunannya Al-Quran pada tahun 1945, kalau kita sebagai bangsa memahami dengan jernih pastilah ada makna dibalik itu semua.  Bahasa Tuhan banyak menggunakan  bahasa lambang /simbol. Dimana bahasa Lambanng adalah bagian  dari   bahasa sastra tinggi, yang hanya orang tertentu yang mau dan mampu memahaminya.

Coba kita analisa dengan kebersihan hati yang paling dalam…, Kalau 17 Agustus  1945 adalah bebasnya Bangsa Indonesia dari penjajahan Bangsa Barat, maka 17 Ramadhan adalah  hari turunnya  Al-Quran sebagai pedoman hidup ( ilmu ) yang mampu membebaskan bangsa Indonesia  dari pola pikir Dunia barat.    Jadi singkatnya….., kalau kita sering mendengar apakah kita masih’  di jajah…..? atau kita sudah merdeka…? Jawabannya selalu kita mendengar : ” kita belum merdeka, kita masih dijajah oleh Bangsa Sendiri!” Terus apa Arti kemerdekaan….? Ya kita baru secara fisik bangsa Barat hengkang dari Inonesia. namun pola pikir barat masihkah ada di Indonesia…?

Sebelum dijawab, apa pola pikir barat…?

1. Hidup individualisme, yaitu siapa yang  hidup nya secara Individu di junjung tnggi,  sehingga timbullah moto hidupku, hidupku, dan hidupmu adalah hidupmu, masa bodo amat. Singkatnya lu lu dan gue gue.

2. Hidup liberal, kehidupan bebas. Bebas sebebas bebasnya. sehinga di tafsirkan oleh sebagian gaya anak muda, menjadi  Pacaran bebas, Bergaul bebas, sexbebas, bebas mengexploitasi manusia, alam dan sumber-sumber  alam yang lain,  dll

3. Berlaku hukum Rimba, akibat kehidupan bebas maka kita lihat, siapa yang menang  adalah mereka yang kuat. Etika dan estetika yang dulu di junjung tinggi maka sudah diabaikan. yang uangnya banyak maka dia yang menang.

4. Timbul Strata Sosial. disadari atau tidak, golangan yang paling  miskin, susah untuk mencari sesuap nasi juga masih  banyak. Ada lagi golongan yang masih bisa makan namun tetep  miskin karena untuk sekolah tidak ada biaya dan ini banyak sekali di Indonesia. Jadi intinya ada kasta berdasarkan  harta dan kedudukan.

5. Timbul demokrasi dll.

Apakah yang disebutkan diatas ada dan masih di Indonesia…? itulah pola pikir model barat. disadari atau tidak  sudah menjiwai dan menjadi bagian dari diri kita. Benar kita merdeka fisiknya dari bangsa barat, tetapi Rokhani kita, jiwa kita adalah jiwa barat. Bagaimana yang beragama Islam, apakah yang punya Quran juga sudah merdeka ….? Samimawon, podo bae..!!!!  Apakah yang Islam juga sudah memahami yang diturunkan tanggal 17 Ramadhan…..? Jawaban Pastinya adalah B E L U U U U M M M……..banget.

” Ada ungkapan  telor bebek Belanda di kerami ayam Indonesia”

Kalau telor bebek, yang mengerami ayam jadinya apa…? ya tetep  bebek. saat kecil induknya ayam, tetapi dasar bebek ketika ada kolam dia berenang, ayam induknya bisa brenang ….?

itulah ungkapan yang pas untuk pola pikir kita. Tidak disadari kita dikerami atau dilahirkan oleh bangsa Indonesia, namun karena pola pikir asalnya adalah pola pikir barat (belanda) maka tetep  aja  kita berpola pikir seperti barat, seperti yang di ungkap kelima hal tersebut diatas.

Padahal hanya dengan Ajaran Allah sebagai pedoman hidup yang akan mampu membebaskan secara jasmani maupun rhokhani kepada kemerdekaan sejati. Pahamilah Quran, bukan sekedar bacaannya. Disitu sumber ilumu Luar biasa. Kebanyakan manusia bacapun belum fasih bagaimana tahu maknanya….., belum lagi maknanya banyak bahasa lambang yang perlu dikaji. Hanya yang berhati bersihlah yang mampu membebaskan diri   dari Penjajahan  jasmani dan Rokhani.   Sayang hanya sedikit.., yang mau untuk mengkaji…!! dan banyak yang kontra dengan hal semacam ini.

Published August 16th, 2011

Bersih-Bersih di Bulan Ramadhan

Ramadhan dikenal sebagai Bulan suci yang identik dengan kebersihan.  Kebersihan hati dibina dengan shaum dan shalat. Kebersihan hati otomatisasi kebersihan diri seutuhnya yang mencakup  kebersihan jasmani dan kebersihan  lingkungan dirinya.

Sambil menunggu buka maghrib, kemarin kamis  11 agustus 2011 , berkesmpatan bersih-bersih rumah.  Tidak saja menyapu dan mengepel, tapi kuperhatikan barang-barang apa  saja yang patut dibersihkan. Saat itu terbersit membersihkan kamar, lemari gudang dan seisinya. Dari mulai buku bekas, baju bekas dan barang bekas saya kumpulkan dengan rapi. Mau diapakan ya….?

Pertama adalah buku pelajaran anak-anak. Cukup banyak buku yang terkumpul sampai hampir 7 dus besar. Kalau dikilo lebih dari 70 kg. Maaklum anakku ada 4 orang. Kebetulan sekolahnya berurutan antara yang satu dan dua dengan yang ke tiga dan ke empat. Saya cukup rajin mengumpulkan buku bekas, dengan harapan dapat dipakai oleh adiknya. namun dalam kenyataan terkadang kebijakan sekolah mengharuskan kita harus beli. maka buku-buku itu akhirnya menumpuk.  Ada terfikir untuk di jual, namun begitu tukang sampah lewat.., dan mereka meminta maka dengan ikhlas saya berikan. Mudah-mudahan bermanfaat ya …bang. Beliau sangat kegirangan dengan ucapan terimakasih ber ulang-ulang. Bener Bu…, buat saya. tidak dijual saja bu…., khan mahal…? Bener Bang saya ikhlas untuk Abang.  Alkhamdulillah…, satu ruangan buku telah bersih dan lega.

Kedua adlah lemari baju saya bongkar. baju baju seragam anak-anak juga menumpuk banyak sekali. saya fikir baju kakak dapat dipakai adiknnya, ternyata kedua adiknya baik yang laki-laki maupun perempuan diusia yang sama badannya jauh lebih besar. Sehingga baju-baju seragam saja menumpuk banyak karena dari 4 orang anak yang saya kumpulin dari SD sampai SMA. Sebelum saya berikan ke orang lain, bauju-baju tersebut saya satukan dengan baju-baju non seragam anak-anak dan saya cuci bersih dan harum. Subkhanallah…., jumlahnya banyak sekali. Hari itu samapai 5 kali mencuci pakain yang kapasitasnya persekali cuci sekitar 30 potong.  Sambil cucian tersebut saya jemur di luar  , saya gelar diatas  mobil . Saya ambil kertas dan saya tempel sebuah tulisan” Baju seragam dan baju bekas lainnya sudah dicuci bersih, yang butuh silahkan ambil ).

Satu- persatu tetangga berdatangan dan memilih beberapa baju yang dibutuhkan. Duh…., senangnya berbagi..!!! Mereka sangat kegirangan. Beberapa dari mereka berterima kasih dan bersyukur tak terhingga. dan dari sebagian mereka ada yang minta tas, sepatu dan daster dan baju yang lainnya. Satu persatu melayani permintaan mereka dengan membongkar -bongkar gudang dan lemari. Alkahamdulillah…, apa yang mereka minta ada. Walaupun sebenarnya masih dipakai seperti tas, jaket dan baju, namun karena jumlah yang dimiliki cukup maka saya rela diberikan .

Hatiku tersentuh…, karena yang minta sepatu itu…, memiliki dua oranganak-laki-laki yang katanya sepatunya sudah kekecilan dan yang satu sudak sobek, sampai anakknya merengek tetapi belum mampu membelikan.  Rasanya  saya menjadi berdosa ,  bila barang-barang seperti sepatu, tas dan baju serta barang lainnya menumpuk, sementara tetangga sampai bermimmpi hanya unutk sebuah barang baru.

Begitu dengan nenek sebelah yang merengek  minta baju dan kerudung bekas untuk mengaji…!!  sementara tetangga 2 rumah kekanan.., memohon-mohon kalau ada baju daleman untuk ganti. Dalam hatiku berjanji…, ini yang ada terimalah dulu.., suatu saat nanti saya ingin membelikan yang baru untuk mereka. mudah=mudahan di lebaran ini ada rejeki.

Lain-lagi ada dua orang anak yang ditinggalkan emaknya pergi begitu saja. Dia sudah mulai tumbuh dewasa (Kelas 1 SMP) dan kelas 6 SD.  Saudaranya memintakan baju-baju daleman buat mereka. “Lihat bu…, mereka sudah besar-besar .., sampai tidak pakai miniset. Jangan-jangan pakain daleman yang lainpun ia tidak pakai..! Duh…., kemiskinan hidup…!

Alkhamdulillah…, lebih 3/4 dari barang  bekas yang tadi kukumpulkan sudah habis, tinggal sisa beberapa potong yang memang  belum menemukan ukuran yang pas. Begitu 2 orang anakku yang kecil pulang…, mereka berteriak-teriak. “mama…mama…., mengapa sore ini dari ujung-keujung pada pakai  baju aku dan mba Laras…? Mereka pada kesenengan…!!! ok mama kasih-kasihkan baju aku…??. Jawabku kemudian” Coba kamu inget.., sudah berapa lama kamu tidak pakai baju itu…, walaupun masih muat…, terlalu lama menunggu giliran untuk dipakai. sedangkan yang lain tidak seperti kamu. Biar aja ya…, kita beramal buat mereka. Kita mohon saja sama Allah mudah-mudahan, Arul-dan laras dalam ramadhan ini, mendapat berkah.

Iya deh mah…, saya ikhlas, saya sudah kebanyakan baju dan sepatu ya…!! Alkhamdulillah ya Allah.., akhirnya anakku mau mengerti.

Published August 14th, 2011

Puisi Selamat jalan

Ya Allah…, ya Rabbiii…….
Ya Allah…, ya Rabbiii…….
Innalillahi wainnailaihi raaji’uuuuuunnnnn ……!!!!
Mendesir darah , dan merinding bulu roma
Tak terasa berlinang, air mataku

Sempat tertegun, melihat banyaknya email masuk…
Apa dan siapa yang sedang mendapat giliran…..??
Ternyata hari ini 13 agustus 2011
Sahabat, dan saudaraku telah pergi……
Meningalkan kami tuk selama-lamanya

Ku kenang….., dikau wahai sahabat!!
Terkenang perjuanganmu, sebagai seorang ibu sejati,
Perjuangan mulia tak tertandingi

Ketabahan dan kepasrahan melawan sakitmu
Adalah Perjuangan hebat , memberi pelajaran bagiku
Ketika saya akan menyusulmu nanti.

Selamat jalan sahabat….
Kuteruskan perjuanganmu, sebagai ibu
Dan pengajar sejati, untuk mengabdi
Mudah-mudahan, doaku ini
Mempertemukan jannah diakhirat , istana Ilahi
Amien

Published August 9th, 2011

Lebih Baik Salah tetapi kuat dari pada Benar tetapi lemah

Berbuat salah selalu dihindari oleh setiap manusia yang sedang melakukan berusaha mencapai cita .  Kalau boleh memilih..,  kesalahan tidak mampir pada diri kita.  Berbuat kesalahan sekali dapat merusak semuanya. Dalam bahasa ungkapan  dinyatakan, “akibat nila setitik maka akan rusak susu sebelanga”    Pepatah ini megakar betul dalam setiap diri manusia, terutama saya pribadi.  Sehinga melakukan sekali kesalahan seolah telah mendapat  petaka yang luar biasa. Tidak jarang ketika  kita telah salah atau gagal  maka akan ditutup-tutupi agar orang lain tidak tahu atas apa yang terjadi “kesalahan atau kegagalan” dalam diri kita.  Tidak jarang  rela berbohong untuk menutupi atas kesalahan itu.

Nampaknya berbuat salah, adalah momok yang menakutkan, sehingga  mengakar ,  melebur dalam sanubari   jiwa manusia umumnya.  Karena dalam kenyataan di masyarakat  jika ,    bebuat  salah/gagal akan menjadi bahan olok-olokan dan gunjingan  dari tetangga teman ataupun saudara. Yang kami rasakan …..  olokan , gunjingan lebih menyakitkan dari akibat berbuat kesalahn  itu sendiri. Maka atas dasar itulah banyak dari kita yang menutup-nutupi dan bahkan rela berbohong jika telah  berbuat kesalahan.

Budaya memandang kesalahan seperti ini, sebenarnya banyak sekali kelemahannya. Pertama membuat   enteng   berbohong atau tidak jujur. Kedua  akan membuat manusia mejadi pasif dalam berbuat. Mengapa….? Karena setiap kali  akan berusaha selalu takut gagal/salah. sehingga menjadi banyak diamnya dari pada usahanya. Dan disadari atau tidak , sifat ini sebenarnya berbahaya karena model budaya yang seperti ini akan semakin jauh saja dari sukses. Jangankan sukses, bermimpi untuk suksespun takut. Sehingga target hidupnya menjadi rendah atau selalu dibawah. Takut dadal sama dengan takut mencoba, alias takut memulai sesuatu.

Untunglah sebelum Bapak “Mario Teguh” mengungkapkan tentang judul diatas, saya dan keluarga sudah menjalankan prinsip ini. Sebagai  pengalaman…, ketika Tahun lalu, anak sulungku bercita-cita setinggi langit ingin menjadi Dokter, dengan kuliah di universitas Negri yang favorit.   Saudara dan handai taulan melontarkan nada miring. Ada yang mengatakan bahwa kalau punya cita-cita lihatlah kemampuan, nanti kalau tidak diterima kecewa lho…… Ibarat memenjat pohon sangat tinggi pasti jatuhnya akan sangat sakit.

Komentarku saat itu (dalam hati)

1. Mengapa jauh lebih dulu memikirkan gagal dari pada sukses toh peluangnya sama besar…?

2. ” seandainya Jatuh setinggi apapun jika kita punya teknik dan alat/ilmuya pastilah akan mengurangi resiko sakit. Justru disitulah seseorang yang pernah jatuh, tentunya punya  barometer.

Barometer itu antara laian:

1. Apakah dirinya telah punya alat atau tidak  agar pada usaha yang lainnya dapat menjadi lebih baik.

2. sudahkah meletakkan niat yang kuat sebagai fondasi atau sekedar ikut-ikutan..!

3. Bagaimana rasanya jatuh dan mendapat cacian orang lain adalah pengalam berharga  untuk  hari kemudian.

3. Bagaimana memelihara semangat juang yang tinggi dan terus menerus agar nantinya menjadi lebih tangguh, juga butuh pengalaman.

Karena kuatnya keinginan menjadi dokter, sampai-sampai semua Perguruan Tinggi Negri yang didaftar hanya 2 pilihan, yaitu Pendidikan dokter, dan dokter gigi.  Singkat cerita usahanya gagal total.

Kecewa pastilah ada , namun dari situ semakin jelas kesalahan yang telah di perbuat.  Yang penting masih dalam kondisi sadar dalam kekalahan, tidak menyalahkan diri sendiri atau orang lain bagiku cukup . Namun …., seperti sudah tergambar sebelumnya bahwa harus siap menerima ocehan-ocean, seperti berikut.

1. Apakah anakmu tidak dibimbing dalam memilih fakultas…? Lain kali pilihnya jurusan yang paling sepi minatnya, insya Allah diterima.

2. Masuk saja di  universitas swasta……,  toh bayarnya   lebih murah. selain itu jangan sampai menganggur , sayang ….., lagian anakmu perempuan nanti keburu tua disekolah.

3. Jangan terlalu bermimpi…, lihatlah kemampuan…!!

Namunn….., karena kuatnya pendirian walaupun gagal  (salah). anakku tetep tidak mau ke swasta atau berpaling pada jurusan yang lain walaupun diterima di universitas negri.  Keputusan anakku tetap belajar lagi (Lest) dengan mencari tempat les yang dianggap bagus, walaupun dia harus Kost, biaya mahal dan lebih kerja keras.

Dari beberapa saudara menitipkan pesen, selalulah dipantau belajarnya jangan-jangan dia keluar rumah karena stress. Ada juga yang  menyarankan jangan ditunda nanti dia  akan tambah stres jika ternyata  tahun depan gagal juga. Sampai keluarga sendiri perpesan sangat jangan sampai daftar lagi  kedokteran pilihlah jurusan yang paling rendah, kalau memang ingin di Universitas negeri.

Sekali lagi…, anakku tetep teguh dengan kedokterannya.  Pada tahun berikutnya dari  9 universitas  Negeri favorit  dia ikuti test, 7 diantaranya pilihannya hanya dokter dan dokter gigi.  dan 2 lainnya pilihannya memasukkan  Fakultas teknik , selain kedokteran sebagai pokoknya.   Karena kuatnya keinginan di kedokteran kamipun mendaftar sampai ke Pulau Sumatera. Namun karena tidak ada fak. Keokteran gigi maka pilihan keduanya adalah teknik.

Mengapa tidak daftar fakultas yang jarang peminatnya…? nanti anakmu stress lho….., jika pahitnya tidak ada yang diterima  satupun…!!!  Logikanya iya juga ya….!!!  Namun sebagai ibu…, saya tidak dapat memaksakan apa yang dia pilih. saya sangat menghargai pilihannya. “Karena dia Pernah berkata ketika tahun lalupun dia diterima disalah  satu fakultas atas pilihan mamanya,  dia menyuruh mama aja yang kuliah, saya tetep  mau les lagi.  Tapi inget ya nak…, kesempatan kamu menganggur hanya tahun ini. tahun berikutnya mama harus ngurusin kuliah adikmu. Jika hal yang ter pahit terjadi apa yang kamu lakukan…? Iya mama…, saya akan nurut mama…, tetapi ijinkan saya berusaha sekuat tenaga mudah-mudahan usahaku pas /sesuai dengan yang di perintahkan olehNYA.  Kalau saya gagal…, karena kesalahanku saya janji tidak strees dan menerima dengan ikhlas apa yang menjadi kepastianku. Saya hanya mau mencoba dan mencoba. bukankah yang diperintahkan hanya usaha dan usaha…? Perkara nanti saya dimana di terima…, baru saya ikhlas menerima takdirku.

Bulan Juli 2011 lalu adalah Bulan dimana saya mengantar dia test di berbagai universitas negri pilihanya. Dan …Seprti tahun lalu pula…, kegagalan-dan kegagalan setelah kulihat pengumuman lewat web. Duh…Gusti….., berat menerima kenyataan ini, namun kulihat wajah anakku tidak stress seperti yang aku bayangkan. Sampai  pada tanggal 19 Juli 2011 ketika saya sedang menemani dia Test disalah satu universitas di sumatera,  hatiku terasa tidak enak ….!! Selain karena tidak ada sanak saudara di Pulau  seberang……, saya merasa kurang enak badan, perut terasa mules akibat tidur di lantai semalam karena menginap di rumah kontrakan kenalan yang  kondisinya seadanya.  Namun karena ketulusan dan kebaikkannya …, terasa seperti saudara sampai dingin dan sumpeknya ruangan tak terasakannya..

Jam 08.00 pagi…, tiba-tiba mendung dan gerimis , sehingga saya berteduh disebuah kantin dan memesan sarapan pagi. Lauk ikan tongkol sudah mateng menggiurkan selera, sehinga dengan nikmat saya  sarapan ditemani beberapa kucing yang mencium ikan pada berdatangan.

Hari itu pengumunan SIMAK UI,  Tak ada harapan sama sekali, Karena kemaren informasi testnya paling sulit diantara yang lain. Yang Mudah tesnya saja tidak diterima apalagi   yang susah sepeti UI pikir saya.  Ditambah lagi semua pilihannya tidak ada grade yang rendah.

Dengan pasrah …, lewat web yang ku buka dengan nomor  yang  saya sendiri tidak yakin apakah no ini benar…? karena ada beberapa nomor di kertas tesnya.  Dan Subkhanallah…..!!!! ternyata diterima di Fak. Teknik Metalugi.  Saya belum pecaya ….mungkin  Okky yang lain kali….! karena nomornya asal kumasukan. Tetapi setelah saya menuggu selesai test…, diulang dengan no yang lain tetep diterima. Sehingga saat itu anaku baru percaya.

Dalam perjalanan langsung  pulang menuju terminal…, anakku berkomentar…, untung aku memimih Teknih….,  coba kalau saya nurut orang lain fakultas yang grade rendah dan ternyata aku ngga suka…, apa jadinya ya….!!!  Dalam  diam termenungku aku membenarkan prinsip anakku. Dulu dia hanya  memilih  dua saja dan gagal…, namun karena kuatnya prinsip sehingga  menemukan jalan. setidaknya walaupun dia gagal di kedokteran namun mendapatkan fakultas Teknik Metalurgi di UI adalah jauh lebih tinggi dari pada dia benar diterima di fakultas yang lemah gradenya atas pilihan orang lain.  maka pada hari itu terasa indah ketika mengenang pesan dari  Mari0 Teguh yang pernah berkata “lebih baih  salah tetapi kuat dari pada benar tetapi lemah” SELAMAT ANAKKU.  tetaplah kuat dalam prinsp dan menjaga semangatmu.

Published August 8th, 2011

Kenangan Puasa Seorang Anak

Ramadhan selalu ditunggu……!!!!!, Benarkah…..? ketika kecil dahulu…, saya belum mengerti apa arti ramadhan itu …!!! yang ku ingat aku pasti akan berlapar-lapar ria…..!!  rasanya sangat menyiksa .  Berat sekali menjalankan kebiasaan tidak makan selama satu bulan , dimana bulan yang lain tidak demikian.  Ditambah lagi bangun sahur, adalah hal yang lebih berat lagi membuka mata walaupun untuk makan.  Dunia terasa dibalik 180 derajat.  disuruh makan begitu beratnya, apalagi disuruh tidak makan lebih berat lagi.

Ketika itu saya protes.., mengapa menjadi muslim harus menyiksa diri…? padahal agama lain tidak harus demikian.  Rasanya Tuhan tidak adil…..!!. Lingkungan keluarga  yang keras terhadap puasa mendorong rasa takut kalau tidak menjalankan puasa.  Selain ancaman Dosa…. , bisa tidak mendapat baju lebaran jika puasa tidak penuh dilakukan.  Karena rasa takut dan berpikir  berat menjalankan puasa itulah , yang lebih mendorong menjadi semakin lebih ingin untuk putus menjalankan puasa.    Maka ketika itu , saya sering ngumpet-ngumpet hanya sekedar minum saja ketika haus  dan mencicipi makanan yang dikumpulkan dari pagi hingga petang dan dari berbagai sumber untuk buka nanti.

Sepanjang hari sibuk mengumpulkan apa saja yang dapat dimakan  untuk buka nanti, sehinggga seringkali makanan mubazir tidak dimakan karena perut sudah kekenyangan.  Bayangan makanan apa saja disiang hari terasa lezat dan nikmat. Padahal sesungguhnya yang dibutuhkan tubuh cukup sedikit saja, dan belum tentu enak ketika dimakan malam harinya . Belum lagi nafsu makan yang luarbiasa …  akibat menahan lapar yang amat sangat , sehingga ketika beduq magrib tiba…., makan cepat dan terburu-buru  biasa dilakukan hingga perut terasa cepat penuh bahkan saking penuhnya terasa sampai hampir menyentuh dada.

Beberapa kali masih teringat ketika itu,  eyang membawa centong (alat mengambil nasi) diurutkan diperut perlahan-lahan, yang konon berhasiat mengendurkan urat  syarat diperut, agar berkurang rasa sakit akibat kekenyangan.

Hal lain yang menyebalkan bagi anak kecil ketika itu, saya harus shalat tarawih di rumah berjamaah dengan tetangga sekitar yang jumlah rakaatnya lebih banyak, sementara di mushala dekat rumah ada yang menjalankan shalat tarawih  rakaatnya lebih sedikit.  Untuk kesekian kalinya saya merasa Tuhan tidak Adil. Dan sampai saat inipun pertanyaan itu mengapa berbeda rakaatnya belum ditemukan jawaban.

Waktu itu saya teringat masih sekolah di Sekolah Dasar. Banyak hal konyol yang dilakukan namun merasa lumrah untuk dilakukan. Belajar dari pengalaman kecil itulah maka saya tidak ingin terjadi pada anak saya   menjalankan puasa seperti saya.

Published July 30th, 2011

S H A U M

Tanggal 1 Ramadhan insyaallah jatuh hari senin tgl 1 agustus 2011. Seluruh umat islam akan menjalankan Shaum. Shaum berbeda dengan puasa. Shaum adalah pembinaan diri secara tahunan agar terlahir menjadi mu’min yang sabar dan tagguh dalam menjalankan hidup. Mu’min harus tangguh secara fisik dan mental. Oleh karena itu mu’min butuh pembinaan.

Sifat pembinaan harus terus menerus, tidak boleh terputus-putus. Sebab kalau terputus, ibarat menempuh garis perjalanan (hidup) sama dengan terhenti. Kalau disamakan dengan garis bilangan, terhenti sama dengan 0. Terus menerus berarti maju sama dengan positif. kalau mundur sama dengan negatif.

Seperti halnya shalat sebagai Pembinaan harian yang dilakukan dari waktu ke waktu tidak boleh terhenti dalam rangka ke sana. Kalau ada pembinaaan harian dan ada pembinaan tahunan dengan SHAUM, lalu bagaimana denganpembinaan  mingguan dan Bulanan…? ya…..!!, saum dan shalat sebagai pembinaan mingguan kita sering mendengar istilah shaum ( puasa ) senin dan kamis, lalu ada shalat jumat yang dilakukan hanya sekali dalam seminggu dan itu wajib dilakukan. Kalau begitu pembinaan bulanan apa ya…? Kalau tidak salah kita sering mendengar istilah tahajud. Disiplin waktunya sebaiknya dilakukan tiga hari diawal bulan atau tiga hari diakhir bulan. inilah pembinaan bulanan.

Mengapa ya…., Pembinaan hidup ditekankan pada shalat dan S H A U M.? Kalau di perhatikan Shalat dan shaum bagaikan pasangan serasi yang tidak gampang dipisahkan. Lihat saja Shaum Ramadhan dan shalat lailnya, shalat jumat dan shaum senin kamisnya. Ada Rahasia apa sebenarnya bagi kita yang mau melaukan shalat dan shaum dengan sungguh sungguh …….? Apakah hanya imbalan pahala dan surga yang entah apa , kapan dan dimana ……???????

Mari kita kaji lebih dalam dari sisi yang lain. shalat dan shaum hanya ditujukan kepada manusia, maka manfaat langsungpun akan kita rasakan secara jasmani dan rokhani.

Sehatnya rokhani makanannya adalah ilmu yang ojektif ilmiah yaitu Quran, dan dan sehatnya jasmani juga karena makanan yang bersih dan sehat yang dikenal 4 sehat 5 sempurna.

Megapa kita sering sakit jasmani dan rokhani sepert  pusing dan stresss misalnya  ……..????? Perlu di sadari oleh karena makanan yang masuk kedalam jiwa dan badan kita juga tidak sehat.

Apa hubungannya dengan shaum / puasa dan shalat….? Shaum salah satunya adalah untuk mengendalikan makan dan minum yang selama ini ( diluar ramadhan ) tak terkendali.  Hidup  bukan hanya untuk  Makan, melainkan  makan hanya untuk sekedar kebutuhan hidup.  Kebutuhan makan yang utama justru adalah makanan rkhani yaitu  kita butuh ilmu agar dalam hidup ini menjadi sadar akan apa yang dimaksud dengan hidup yang sebenar-benar hidup.  Inilah kehidupan yang sesungguhnya yang berbeda dari kehidupan Binatang.

Jadikita melakukan Shaum dan shalat adalah untuk mengendalikan makanan baik jasmani maupun rokhani. namun sayang kebanyakan manusia masih terfokus pada makanan jasmani.  Maka dapat dirasakan bagi yang sadar apa makna shaum itu sendiri , yang selama ini hidup didominasi urusan seputar perut utamanya makan maka dengan shaum dapat di kendalikan. .

Lalu apa hubunganya shalat dengan makanan Rukhani…? Sejatinya shalat itu adalah pembukuan iman. Iman harus dengan ilmu. Maka yang perlu disadari disini bahwa ketika kita shalat , terutama setelah baca alfatihah yaitu membaca ayat-demi ayat, sebaiknya berganti-ganti. Bukan seperti yang dilakukan oleh saya pribadi, dhuhur baca annas, ashar baca alikhlas, maka dua ayat itu berulang selama 5 waktu dari hari kehari bahkan dari tahun ketahun…? kalau seperti itu yang di lakukan…., .saya khawatir ibarat pembangunan sebuah gedung hanya menggeser dua buah tumpukan batako dari depan ke belakang setiap waktu demikian.  Akankah tercipta  bangunan gedung yang megah…..? sepanjang hidup hanyalah impian gedung, impian membangun surga.   inilah shalat shahun yaitu shalat yang nilainya adalah NAAR. jadi lalainya  shalat bukan hanya karena waktu, tetapi karena faham atau tidaknya terhadap ayat-ayat al-Quran sebagai sumber ilmu yang nilainya obyektif ilmiah. Jadi intinya shalat pembukuan ilmu, yaitu satu konsepsi yang benar yang objektif ilmiah untuk hidup manusia.

Lalu bagaimana hubungannya dengan S H A U M. shaum itu adalah untuk membina secara fisik dan mental dalam aplikasi berbuat hidup menuju sabar. yaiatu terus menerus dibina dengan ilmu sebagai konsepsi . dan untuk menjadi  aplikasi hidup sesuai dengan konsep Quran dibutuhkan shaum. Jadi mengapa shalat dan shaum tak dapat dipisahkan, karena sejatinya pembinaan fisik dan mental juga tidak dapat dipisahkan.

Rasanya masih banyak yang belum menyadari sejauh itu fungsi shalat dan shaum. Kalau mau lebih jelas marilah diskusi, sharing, agar kita berbuat sesuatu bukan motif pahala dan dosa semata. mudah-mudahan kita mendapat Ridhanya.amien

Published July 14th, 2011

Tentang Membaca

Ketika Rabu, tgl 13 juli 2011, saya mengantar anak ke sebuah sekolah SMA di bekasi dalam rangka Verifikasi Data. Saya tertegun dengan beberapa tulisan yang tergantung di sepanjag koridor untuk memberi motivasi para siswanya. Diantara tulisan yang menarik dan jumlahnya cukup banyak ditemui adalah “ Membaca yang tidak mengerti apa yang di baca sama dengan tidak melakukan apa-apa “ Tulisan ini sangat menarik bagiku karena saya pribadi sering melakukan demikian.  jadi yang menjadi pertanyaan apa arti membaca….?

Selama ini di pahami bahwa membaca adalah mengucapkan dengan lisan/mulut tentang yang di bacanya. Apakah yang dibaca itu harus ada obyeknya yang real / nyata..? Selama membaca identik dengan tulisan / buku yang jelas dapat dilihat dengan mata. …? Kalaupun tidak dapat dilihat dengan mata , karena buta maka membaca dengan meraba huruf braile.

Lalu bagaimana membaca yang tidak bersentuhan dengan obyek nyata, misalnya membaca Doa tertentu karena sudah hafal maka obyek bacaannya tidak diperlukan lagi…..! Perbuatan Konyol yang sering saya lakukan adalah  saya  sangat hafal bacaan itu, seperti membaca   salam , membaca doa-doa yang lain namun saya tidak mengerti apa yang saya baca. Apakah ini juga termasuk membaca atau mengucapkan……..????, apa bedanya…..? Kalau kita bandingkan dengan slogan di atas, yang tersebar disetiap koridor ” bahwa membaca yang tidak mengerti apa yang di baca sama dengan  tidak melakuan apa-apa..?

jadi bertahun-tahun apa yang selama ini saya baca tenyata sama dengan tidak melakukan apa-apa …..!!! Terimakasih atas motivasi yang ditulis di sebuah SMA di bekasi, menyadarkanku akan tindakan selama ini. mudah-mudahan kedepan saya berusaha mencari tahu agar yang ku baca aku pahami. Bagaimana dengan  sahabat yang sedang membaca ..?????

Published December 10th, 2010

SAYA IKHLAS BU…..!!!

Setiap kali jam makan siang, diruang makan tempat aku bekerja selalu kutanyakan keberadaan temanku sudahkah Ia pulang…..? Ia sedang naik haji tahun ini. Celetuk temanku, ” Hebat ya…., tukang cici piring dapat naik haji “.  Laporan dari seorang teman juga , Bukan cuma hebat , hajinya saja pakai plus-plus yang bayarnya dua kali lipat. Informasinya , dia naik haji dibayarin oleh adiknya  yang pengusaha kaya, dan pergi bersama kedua orang tuanya.  Pertimbangan Adiknya membiayai  dengan yang paling mahal karena dia sangat berbakti dan mencintai kedua orangtuanya., sehingga yang terbaik dilakukan demi orang tua. Beruntung temenku yang tukang cuci piring yang bertugas mendampingi sehingga ia bisa menikmati ibadah yang sama seperti orang tuanya.  Pertimbangan lain, mengapa ambil yang plu-plus juga agar waktu tempuhnya tidak terlalu lama, sehingga meninggalkan tugas kerjanya sebagai tukang cuci dan pelayan  juga tidak lama.

Hari senin kemarin , tgl 6 Desember 2010, saya mendengar dia sudah pulang, namun tidak ketemu. Tgl 7 libur, karena tahun Baru hijriyah. Dan tgl 8 Desember 2010, kami berniat akan kerumahnya untuk mendengar khabarnya. Alangkah terkejutnya hari itu juga saya ketemu dia.  Setelah kuucapkan selamat telah menunaikan Ibadah Haji, tiba-tiba  memegang erat tanganku yang belum terlepas berjabat tangan, sambil menangis….,” Saya  dipecat.., hari ini saya mau pamitan, mohon maaf kalau ada salah selama ini (selama 17 tahun Dia melayani makan kami). Dengan Spontan kutanyakan, kenapa di pecat…? Apa salahnya….?  “Saya juga menanyakan seperti itu bu….., katanya saya salah telah meninggalkan kerja selama 14 hr ke tanah suci”.  “saya dinilai minta ijinnya kurang sopan dll”.  lanjutnya dengan terbata dia mengatakan, “Intinya …,   saya ikhlas menerima ini. Doakan saya ya bu…, semoga saya kuat”. Begitu tuturnya.  “Astaghfirullahal adhiim……”!! Gumamku terpana…..” Sabar ya mba…”

Benarkah dia di pecat karena itu…? adakah kesalahan yang lain. …? Berdasarkan cerita temen pula, di bekerja paling cepet diantara yang lain. “lihat saja sekarang, keluar satu gantinya lebih dari satu, karena tidak ada yang sanggup menggatikan kerjanya dia seorang, maka perlu orang banyak”. Begitu penjelasan temenku yang lain.  Dalam wajahnya yang ditampakkan ceria, selalu terucap saya ikhlas, daripada diteruskan suasana kedepan tidak baik buat saya . maka saya harus ikhlas…..! Bener…, SAYA IKHLAS BU….!!!. Mudah-mudahan ini adalah titik balik buat saya. Saya tidak pantas lagi jadi tukang cuci. Allah akan mengangkat saya melalui ini. Doakan ya bu…….!!

” Ya Allah…., dapatkah saya ikhlas seperti dia jika musibah itu datang padaku…..? Inikah realita hidup…? Pasti sobat, Allah akan mengangkat derajat kalian berkali lipat. Mari kita saksikan dalam sepanjang perjalanan hidup kita, siapa sebenarnya yang salah dan yang benar. Mudah-mudahan umur kita sempat menyaksikan pembuktian kebenaran, sebagai pelajaran bagi yang hidup sadar.  Tetaplah berpegang teguh dalam iman, sehingga engkau kan menang. Doaku slalu…, mudah-mudahan menambah kuat imanmu, Amien…!

Published January 2nd, 2010

Hari Pertama Di tahun 2010

Bagi yang menyempatkan malam Tahun Baru merasakan detik-detik pergantian tahun 2009 dan tahun 2010,  biasanya diawal tahun baru 2010 akan bangun kesiangan.  Terbukti di jalan tempat kami tinggal dan jalan raya utama di daerah Depok juga terasa lengang di pagi itu.  Hari pertama tahun 2010 menrut saya adalah hari yang sangat menentukan, oleh karena itu sejak dari malam hari saya  berdoa untuk dapat dibangunkan untuk bisa melakukan sholat shubuh. Alkhamdulillah dengan mata berat saya bisa melakukan sholat itu.

Mengapa begitu perlu bangun pagi…? Ajaran nenek moyang jaman dahulu yang berdendang ditelinga hingga sampai setua ini, bangun pagi tidak boleh keduluan dengan Sinar Matahari, nanti rejekinya bisa dipatok ayam.  Selain itu guru  gajiku juga perpesan yang hampir sama, beliau menambahkan bahwa bangun pagi dan melakukan sholat shubuh maka akan disaksikan para malaikat.

Terlepas dari dikasih rejeki atau disaksikan oleh para malaikat,  secara sadar kita juga faham bahwa siapa yang paling cepat ( cepat bangun ) maka ia akan dapat.  Bangun lebih pagi di awal tahun baru bagiku menjadi sangat berarti karena merupakan hari yang paling awal di tahun itu akan menjadi dasar pada hari-hari berikutnya.  Kalau dari dasarnya saja kita sudah terlambat bangun dan memaklumi yang berkepanjangan (tentang bangun siang), ibarat bangunan yang fondasinya rapuh maka segala upaya pembangunan  selanjutnya menjadi sia-sia.

Hampir semua orang ditahun baru ini berharap akan lebih baik dari tahun lalu.  Lalu…, dengan apa kita bisa menjadi lebih baik…? Tentunya untuk menjadi lebih baik butuh pengetahuan, butuh dukungan, butuh konsep, butuh sarana dan juga butuh komitmen yang kuat dalam diri untuk menuju kesana.

Tiupan terompet yang kita kumandangkan mestinya sekuat janji dan komitmen kita untuk berjuang menuju cita.  Biasanya yang menjadi penyakit  kambuhan yaitu  semangat melempem, seperti halnya  semangat kerupuk.  Awalnya renyah, keras…, namun dengan berlalunya waktu baru sebentar sudah melempem.  Kita pastinya ingin tidak demikian.  Untuk menjaga semangat itu tetap menyala maka butuh ruang yang kondusif. Kalau kerupuk butuh kaleng maka kita butuh ruang dimana orang-orang yang berada disekitar  kita mampu menjaga kita dengan nasihat dan perilaku-perilaku yang baik tentunya.

Mumpung kita baru melangkah diawal tahun, awal bulan, awal minggu dan bahkan masih dihari yang awal ini, belum terlambat kita menyusun strategi baru dan menetapkan ruang yang kondusif demi terciptanya semangat yang menyala.  Pada akhirnya kita akan dihantar pada tujuan yang memang kita tetapkan semula.

Penyesalan-penyesalan ditahun - tahun lalu akibat kelalaian kita sendiri mudah-mudahan tidak terulang lagi. Dengan persiapan dan komitmen yang telah dikumandangkan mudah-mudahan akan berjalan seiring ridho-Nya.


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.