rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for the ‘Pengetahuan’


Published August 16th, 2011

Bersih-Bersih di Bulan Ramadhan

Ramadhan dikenal sebagai Bulan suci yang identik dengan kebersihan.  Kebersihan hati dibina dengan shaum dan shalat. Kebersihan hati otomatisasi kebersihan diri seutuhnya yang mencakup  kebersihan jasmani dan kebersihan  lingkungan dirinya.

Sambil menunggu buka maghrib, kemarin kamis  11 agustus 2011 , berkesmpatan bersih-bersih rumah.  Tidak saja menyapu dan mengepel, tapi kuperhatikan barang-barang apa  saja yang patut dibersihkan. Saat itu terbersit membersihkan kamar, lemari gudang dan seisinya. Dari mulai buku bekas, baju bekas dan barang bekas saya kumpulkan dengan rapi. Mau diapakan ya….?

Pertama adalah buku pelajaran anak-anak. Cukup banyak buku yang terkumpul sampai hampir 7 dus besar. Kalau dikilo lebih dari 70 kg. Maaklum anakku ada 4 orang. Kebetulan sekolahnya berurutan antara yang satu dan dua dengan yang ke tiga dan ke empat. Saya cukup rajin mengumpulkan buku bekas, dengan harapan dapat dipakai oleh adiknya. namun dalam kenyataan terkadang kebijakan sekolah mengharuskan kita harus beli. maka buku-buku itu akhirnya menumpuk.  Ada terfikir untuk di jual, namun begitu tukang sampah lewat.., dan mereka meminta maka dengan ikhlas saya berikan. Mudah-mudahan bermanfaat ya …bang. Beliau sangat kegirangan dengan ucapan terimakasih ber ulang-ulang. Bener Bu…, buat saya. tidak dijual saja bu…., khan mahal…? Bener Bang saya ikhlas untuk Abang.  Alkhamdulillah…, satu ruangan buku telah bersih dan lega.

Kedua adlah lemari baju saya bongkar. baju baju seragam anak-anak juga menumpuk banyak sekali. saya fikir baju kakak dapat dipakai adiknnya, ternyata kedua adiknya baik yang laki-laki maupun perempuan diusia yang sama badannya jauh lebih besar. Sehingga baju-baju seragam saja menumpuk banyak karena dari 4 orang anak yang saya kumpulin dari SD sampai SMA. Sebelum saya berikan ke orang lain, bauju-baju tersebut saya satukan dengan baju-baju non seragam anak-anak dan saya cuci bersih dan harum. Subkhanallah…., jumlahnya banyak sekali. Hari itu samapai 5 kali mencuci pakain yang kapasitasnya persekali cuci sekitar 30 potong.  Sambil cucian tersebut saya jemur di luar  , saya gelar diatas  mobil . Saya ambil kertas dan saya tempel sebuah tulisan” Baju seragam dan baju bekas lainnya sudah dicuci bersih, yang butuh silahkan ambil ).

Satu- persatu tetangga berdatangan dan memilih beberapa baju yang dibutuhkan. Duh…., senangnya berbagi..!!! Mereka sangat kegirangan. Beberapa dari mereka berterima kasih dan bersyukur tak terhingga. dan dari sebagian mereka ada yang minta tas, sepatu dan daster dan baju yang lainnya. Satu persatu melayani permintaan mereka dengan membongkar -bongkar gudang dan lemari. Alkahamdulillah…, apa yang mereka minta ada. Walaupun sebenarnya masih dipakai seperti tas, jaket dan baju, namun karena jumlah yang dimiliki cukup maka saya rela diberikan .

Hatiku tersentuh…, karena yang minta sepatu itu…, memiliki dua oranganak-laki-laki yang katanya sepatunya sudah kekecilan dan yang satu sudak sobek, sampai anakknya merengek tetapi belum mampu membelikan.  Rasanya  saya menjadi berdosa ,  bila barang-barang seperti sepatu, tas dan baju serta barang lainnya menumpuk, sementara tetangga sampai bermimmpi hanya unutk sebuah barang baru.

Begitu dengan nenek sebelah yang merengek  minta baju dan kerudung bekas untuk mengaji…!!  sementara tetangga 2 rumah kekanan.., memohon-mohon kalau ada baju daleman untuk ganti. Dalam hatiku berjanji…, ini yang ada terimalah dulu.., suatu saat nanti saya ingin membelikan yang baru untuk mereka. mudah=mudahan di lebaran ini ada rejeki.

Lain-lagi ada dua orang anak yang ditinggalkan emaknya pergi begitu saja. Dia sudah mulai tumbuh dewasa (Kelas 1 SMP) dan kelas 6 SD.  Saudaranya memintakan baju-baju daleman buat mereka. “Lihat bu…, mereka sudah besar-besar .., sampai tidak pakai miniset. Jangan-jangan pakain daleman yang lainpun ia tidak pakai..! Duh…., kemiskinan hidup…!

Alkhamdulillah…, lebih 3/4 dari barang  bekas yang tadi kukumpulkan sudah habis, tinggal sisa beberapa potong yang memang  belum menemukan ukuran yang pas. Begitu 2 orang anakku yang kecil pulang…, mereka berteriak-teriak. “mama…mama…., mengapa sore ini dari ujung-keujung pada pakai  baju aku dan mba Laras…? Mereka pada kesenengan…!!! ok mama kasih-kasihkan baju aku…??. Jawabku kemudian” Coba kamu inget.., sudah berapa lama kamu tidak pakai baju itu…, walaupun masih muat…, terlalu lama menunggu giliran untuk dipakai. sedangkan yang lain tidak seperti kamu. Biar aja ya…, kita beramal buat mereka. Kita mohon saja sama Allah mudah-mudahan, Arul-dan laras dalam ramadhan ini, mendapat berkah.

Iya deh mah…, saya ikhlas, saya sudah kebanyakan baju dan sepatu ya…!! Alkhamdulillah ya Allah.., akhirnya anakku mau mengerti.

Published October 25th, 2009

Hukum Aksi Reaksi

Hukum tentang aksi reaksi biasanya dikupas dalam ilmu dinamika bagian dari limu Fisika. Hukum ini terkenal dengan Hukum Newton 3. Bunyi Hukum Newton 3 adalah sebagai berikut. ” Apabila sebuah benda pertama mengerjakan sebuah gaya pada benda ke dua , maka benda kedua akan memberikan gaya dengan besar yang sama kepada benda pertama, namun dengan arah yang berlawanan.

Contoh gampang yang sering dapat dilihat ketika kita mendorong tembok. Pada saat tangan mendorong tembok, maka tangan memberikan gaya dorong kepada tembok sebesar F tangan. Sebaliknya tembok memberikan gaya reaksi sebesar F tembok dengan arah yang berlawanan. Gaya dorong tangan bekerja di tembok dan gaya reaksi tembok bekerja di tangan sehingga tangan terlihat menegang. Kalau ndorongnya kuat bahkan tangan akan terasa sakit. rasa sakit itulah sebagai bukti tembok  memberi gaya reaksi, sehingga gaya tembok bekerja di tangan.

Gaya aksi reaksi ini kalau dibawa dalam ilmu sosial hampir sama dengan hukum “sebab akibat “. Aksi nilainya sebanding dengan sebab dan reaksi sebanding dengan akibat. Sering menjadi bahan pertanyaan siapa yang menjadi sebab dari segala sebab…..? Tentunya Allah Aza wajalla dengan segala kemampuan ilmunya. Kalau ayam dan telor duluan mana ….? hayooo siapa yang bisa jawab……. ?

Gaya aksi dan reaksi ini adalah gaya sentuh antara benda satu dengan benda yang lain. Gaya ini setiap hari kita lakukan tanpa kita sadari. Gaya ini dapat bekerja diudara, di darat atupun di air.   Pada saat kita berenang tangan dan kaki kita mendorong air kolam kebelakang. Sebagai gaya reaksinya air mendorong dengan arah yang berlawanan yaitu mendorong tangan dan kaki kita ke depan sehingga kita dapat berenang maju ke depan.

Gaya aksi dan reaksi ini tidak hanya berlaku pada sentuhan benda fisik saja, namun juga dapat berlaku gaya tak sentuh yang tidak dapat dilihat oleh mata. Contohnya seperti gaya grafitasi bumi ketika mangga jatuh dari pohon ke tanah. Walaupun tidak dapat dilihat secara kasat mata namun sebenarnya ada  gaya bumi  menarik  mangga   dan  mangga  membalas juga gaya tarik bumi, dimana gaya itu sama namun dengan arah yang berlawanan.

Selain itu gaya tak sentuh (yang non fisik )  dapat berlaku pada ilmu Sosial dimana Pasti Alam adalah ungkapan Budaya. Kita dapat melihat contoh dalam kehidupan sehari-hari.  Barang siapa yang akan berusaha keras  ( Gaya atau usahanya besar) dan positif maka hasil yang akan diperolehpun akan sebanding dengan yang diusahakannya.  Begitu sebaliknya apabila kita enggan berusaha (gaya dan usahanya kecil) maka hasil yang diperoleh juga kecil. Tanpa harus berdebat panjang lebar maka kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dapat membuktikannya  dengan jelas.

Tetapi bagaimana kita sudah berusaha kok seperti tidak ada hasilnya? Apakah gaya atau enegi kita sia-sia ? Karena besarnya gaya adalah sama berarti kalau usahanya belum berhasil, secara teori usahanya belum sampai pada batas yang di perlukan, maka disitulah letaknya sabar dan tawakal. Tetap berpegang teguh dan terus mengusahakan secara maksimal.

Kalau kita amati hukum aksi reaksi atau sebab akibat kalau kita ikuti terus menerus dapat menjadikan teori seperti pertanyaan   “Duluan mana ayam dan telor ? Duluan Ayam Dong…? karena disebut duluan. begitu juga kalau ditanya duluan mana telor dengan ayam telor….?  Bingung  khaann….? Mengapa jadi seolah tidak ditemukan jawaban ?  Karena disini mana ujung dan mana yang pangkal tidak diketahui.  Sama dalam kehidupan apabila kita tidak mengetahui ujung dan pangkalnya dalam hidup maka kehidupan bagaikan benang kusut. sama seperti  teori ayam dan telor tadi.

Kalau kita ingin menemukan mana ujung dan pangkalnya, atau mana sebab dan akibatnya, maka kita harus mencari sebab dari segala sebab yaitu Allah Aza wajalla dengan segala kemampuan ilmunya.  Berarti disini Allah dengan segala kemampuan ilmunya berfungsi sebagai Subyek Penentu. dimana yang dicptakan adalah Obyek atau yang ditentukan.  Kita dilarang membicarakan person Allah maka yang kita bicarakan adalah segala kemampuan ilmunya.

Apa sebenarnya yang akan saya kemukakan disini, kalau kita sudah terjebak dalam hukum aksi reaksi tanpa sadar kita tidak faham  mana subyek dan mana obyek maka kita masuk dalam kehidupan yang bagaikan benang kusut, seperti teori ayam dan telor.  Untuk itu agar kita tidak seperti itu kembalikan setiap persoalan menurut ilmu yang benar sehingga akan memancangkan tonggak sebagai pangkal, atau dasar agar menjadi landasan yang kokoh dalam membangaun  suatau bangunan . Jadikan ilmu yang benar menjadi penuntun gerak, kearah kehidupan yang lebih baik, bukan semakin kusut.

Published September 29th, 2009

MENGAJAR dan HUKUM NEWTON PADA ILMU DINAMIKA

Ilmu Dinamika adalah bagian dari ilmu Fisika yang membahas tentang gerak suatu benda beserta penyebabnya. Disadari atau tidak ketika kita sedang mengajar di depan kelas adalah bagian dari benda yang bergerak dengan berbagai penyebabnya. Dalam hal ini kita namakan Dinamika mengajar. Pengamatan yang panjang dalam mengajar ( hampir 18 tahun mengajar) ternyata erat sekali hubungannya dengan Ilmu Dinamika itu sendiri khusussnya Hukum I, dan II Newton pada ilmu fisika.

Seperti yang kita rasakan sekarang sedang libur dari mengajar atau dapat dikatakan diam dari mengajar menuju tanggal 26 September 2009 saatnya kita harus megajar kembali rasanya agak males. Apalagi yang liburan dengan pulang ke kampung halaman yang sedang melepas rindu, pasti terasa berat untuk memulai aktivitas mengajar kembali. Bagi yang ikut merasakan hal yang demikian itu berarti hukum Newton I berlaku yang mengatakan demikian.

Sebuah benda yang diam cenderung tetap diam dan benda yang bergerak cenderung tetap bergerak dengan kecepatan tetap jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda itu.

Bagi sebagian orang bila yang demikian tidak berlaku berarti ada gaya luar yang bekerja pada benda itu. Apakah yang dimaksud gaya dalam hal ini? Gaya adalah kekuatan untuk gerak, jadi kalau ada kekuatan yang luar biasa dari seorang dosen untuk mengajar pada tanggal 26 september  berarti ada kekuatan atau dorongan pada benda itu. Kekuatan seperti apakah? Hal ini dapat ditanyakan pada pengajar yang mengalaminya. Hal sebaliknya dikala mengajar kita sering kebablasan/ kehabisan waktu. Seolah waktu yang disediakan kurang sehingga ingin terus dan terus mengajar.  Berarti ini termasuk benda bergerak yang cenderung ingin terus bergerak. Terus bagai mana kalau pada saat mengajar kok  tidak nyaman mengajar, malah seolah kehabisan materi untuk diajarkan atau bahkan hanya absen saja di kelas, ini juga termasuk ada gaya yang bekerja pada benda tersebut. Yang harus diperhatikan gaya ada dua macam bisa negatif dan positip.

Pada Hukum Newton II berbunyi ” Besar percepatan sebuah benda sebanding dengan besarnya gaya yang bekerja pada benda , dengan arah yang sama dengan arah gaya dan berbanding terbalik dengan masanya. Arah percepatan benda sama dengan arah gaya yang bekerja”.

Bagimana memahami percepatan pada dinamika mengajar. Percepatan sama dengan perubahan kecepatan persatu satuan waktu. Kecepatan itu sendiri adalah jarak yang ditempuh dibagi lamanya waktu.  Jarak yang di tempuh sama dengan jarak mencapai tujuan. Tujuan mengajar adalah memindahkan ilmu kepada mahasiswa atau istilahnya Transforming. Proses memindahkan ilmu butuh waktu,  oleh karena itu akan lahir kecepatan mengajar yang efektif. Tentunya dengan pengalaman mengajar yang semakin lama harusnya percepatan semakin tinggi . Jika lamanya waktu tidak berpengaruh, dimana pola percepatannya tidak jelas maka bisa dipastikan hukum Newton I berlaku yaitu adanya gaya luar yang berlaku pada benda tersebut. Sebagai contoh mungkin Dia tidak suka mengajar.

Inti dari Hukum Newton II ini adalah jika kita Mengajar mahasiswa yang pinter mereka akan cepat memahami, tetapi jika mengajar pada mahasiswa yang kurang pinter mereka lambat memahami. Karena Percepatan memahami akan bernbanding terbalik dengan beban atau massanya.

Mengajar sama dengan mendorong motivasi (dengan sejumlah Kekuatan Gaya tertentu ) . Mahasiswa yang pinter yaitu mahasiswa yang mempunyai beban ringan, atau mahasiswa yang tanpa beban dalam kuliah.  Secara fisika dapat dikatakan bebannya atau massanya ringan. Dimana kecepatan memahami apa yang disampaikan dosen adalah diujudkan dalam kecepatan , dan menjadi percepatan jika dilakukan dalam sejumlah waktu dengan berbagai perubahan.

Disini terlihat bahwa mengajar dengan percepatan yang besar artinya mengajar membuat mahasiswa lebih semakin cepat memahami pelajaran berbanding terbalik dengan bebannya, yaitu mengajar pada mahasiswa yang tanpa beban alias maha siswa pinter akan lebih gampang dari pada mengajar mahasiswa yang kuarang pinter. Oleh karena itu dengan memahami Hukum Newton ini akan menjadi sadar kala menghadapi mahasiswa yang beragam maka kita harus siap dengan berbagai teknik mengajar agar sampai pada tujuan yang diinginkan.

Published September 16th, 2009

Doa Ibu Ketika Memasak

Memasak di dapur adalah kewajiban seorang ibu untuk menyajikan makanan buat anak-anak dan keluarganya. Makanan itu enak, bergizi, bermanfaat atau tidak sangat tergantung dari doa yang memasaknya. Rasa enak, bergizi bukan hanya ditentukan dari bahan makanan yang berkualitas ataupun karena ada penyedap rasa atau teknik memasak yang jitu, melainkan akan menjadi lengkap ditambah jiwa memasak yang mengandung spirit doa. Aneh ya kelihatannya. Apa salahnya jika kita mencoba sesuatu yang baik, setelah itu praktekan dan perhatikan apa yang terjadi.

Perbedaan dari keduanya akan menghasilkan sesuatu yang berbeda. Bila memasak hanya mempertimbangkan kwalitas bahan makanan yang dimasak maupun tambahan berbagai penyedap ataupun teknik memasak yang paling modern hanya menghasilakan masakan yang enak dimulut dan belum tentu juga menyehatkan badan , tetapi dengan memasak diiringi doa sepenuh jiwa sekaligus menghasilakn makanan yang enak akan menyehatkan tubuh juga perkembangan jiwa anak-anak dan keluarga . Doa yang disenandungkan meliputi seluruh rangkaian memasak dari mulai bahan dibeli sampai makanan siap disajikan. kira-kira urutannya sebagai berikut:

1. Doa ketika membeli bahan makanan.

2. Doa ketika memisahkan bahan makanan baik dengan yang buruk

3. Doa ketika mencuci bahan makanan

4. Doa ketika bahan makanan mulai dimasak

5. Doa ketika bahan makanan mulai dicampur dengan bahan yang lain

6. Doa ketika bahan makanan mulai diaduk

7. Doa ketika makanan matang dipindahkan ke mangkok atau piring

8. Doa ketika makanan disajikan untuk dimakan.

Doa ini terlalu panjang, tidak harus diucapkan dan tidak perlu dihafal. Cukup dihayati dan tanamkan dalam kesadaran sehingga setiap gerak dalam memasak penuh tawadhu yang otomatis tergambar senandung harap buat keluarga dan anak-anak. Perlu latihan hingga menjadi budaya memasak yang menyenangkan.

1. Doa ketika membeli bahan makanan.

Ya Allah…, ketika saya membeli bahan makanan yang berkwalitas , begitu besar harga yang harus saya bayar, apalagi disaat menghadapi Idul Fitri. Seperti itulah ya Allah …., saya membayar atau berkorban untuk mendapatkan keluarga dan anak-anak yang berkualitas menuju Idul Fitri untuk kembali kepada Fitrahmu.

2. Doa ketika memisahkan bahan makanan baik dengan yang buruk

Ya Allah…, bahan makanan yang telah dibeli harus dipisahkan dari bahan yang tidak berkwalitas. Maka begitulah saya mengklasifikasikan keluarga dan anak-anakku menjadi manusia yang berkwalitas. Jauhkanlah ya Allah….., kami dari orang-orang yang tidak berguna yang hanya membuat prahara dimuka bumi.

3. Doa ketika mencuci bahan makanan

Ya Allah…., selanjutnya bahan makanan saya cuci dengan air yang bersih agar hilang semua kotoran yang menempel. Dengan begitulah ya Rabbi… saya membersihkan hati keluarga dan anak-anakku dari segala kekotoran hati yang selalu menempel dengan ajaranMu. Bikinlah Kami berhati bersih penuh keikhlasan dalam menjalankan perintahmu. Jauhkan kami dari berbagai motif jahat dan motif kebendaan yang banyak menyengsarakan.

4. Doa ketika bahan makanan mulai dimasak

Ya Allah …, bahan makanan yang telah bersih saya panaskan dengan panas api. Seperti itulah untuk mendapatkan kematang jiwa dari anak dan keluargaku. perlu panasnya semangat yang membakar hingga membentuk kematang pribadi yang sempurna.

5. Doa ketika bahan makanan mulai dicampur dengan bahan yang lain

Ketika memanaskan dengan api sekaligus mencampurkan berbagai bahan makanan lain agar masakan yang dibuat menjadi lebih enak dan menggugah rasa. Seperti itulah ya Allah.., saya membantu mematangkan jiwa keluarga dan anak-anak terkadang sangat mebutuhkan orang lain untuk saling melezatkan (saling melengkapi, saling menasehati dan saling membantu) agar kematangan anak dan keluargaku mengugah yang lain pantas menjadi suri tauladan.

6. Doa ketika bahan makanan mulai diaduk atau dibalik

Untuk mendapatkan sayur yang lezat mesti diaduk dan kadang di bolak balik agar kelezatannya sempurna. Begitu ya Allah setiap ujian yang datang pada Kami sering membolak balik situasi dan kondisi. Perasaan terkadang bercampur aduk membuat gamang dalang menghadapi berbagai persoalan. Kuatkanlah ya Allah ketika kami harus mengalami berbagai ujian. Tuntunlah kami…, bimbinglah kami menuju sempurnanya dalam kehidupan, karena pada hakekatnya semua ujian akan meningkatkan umatnya menuju derajat yang lebih baik.

7. Doa ketika sayur matang dipindahkan ke mangkok atau piring

Ketika sayur mulai matang bau semerbak tercium dari jarak kejauhan. segera saya pindahkan pada tempat cantik yang diletakkan diatas meja makan. Mudah-mudahan begitulah saya dan keluarga nanti ya Allah..!! Setelah diaduk, dibolak-balik dengan panas api membara menghantarkan pada janjimu menjadi keluarga yang matang, bermanfaat bagi yang nusa dan bangsa, membuat semerbak pada semua. Mudah-mudahan menghijrahkan kami sekeluarga pada puncak kesuksesan ditempat yang terhormat dan mulia, seperti makanan dipindah menuju piring dimeja makan.

8. Doa ketika sayur disajikan dihidangkan dimeja makan.

Masakan yang kami sajikan diatas meja saya susun dengan cantik hingga yang mau makan penuh selera menyantapnya. Begitu saya menata anak dan keluarga dengan proses yang indah dan cantik. Mudah-mudahan kami ikhlas menyiapkan keluarga dan anak-anak untuk kepentingan siapa saja yang membutuhkan. Kami ingin terus berkarya hingga terhidang manfaat untuk semua. Ya… Allah perkenankanlah. Doa tulus dari seorang ibu untuk menghantarkan anak dan Keluarganya !!! Amin…, amin…, Ya Allah Rabbal’alamin !!

Published May 11th, 2009

Segera belok kanan dan terus jalan lurus kedepan

Secara tidak sengaja ketika sedang bertamu di rumah saudara untuk menghadiri Tahlilan hari ke tiga , ditelevisi sedang berlangsung acara yang dibawakan oleh Mario Teguh yang sangat menjadi favorit keluarga. Namun belum selesai kami menonton, harus segera menutup televisi karena tamu undangan Tahlilan sudah berdatangan. Ada kalimat yang membekas untuk dipahami “Segera belok kanan dan terus jalan lurus ke depan” Disitu di gambarkan garis yang menggambarkan kehidupan.

Sempat ada penanya yang kurang lebih menanyakan sbb: Untuk mencapai tujuan yang baik terkadang harus menempuh jalan berliku, bagaimana jalan lurus seperti yang bapak sarankan? Sebelum mendengar jawaban dari Mario Teguh TV dimatikan. Duh jadi bikin semakin penasaran.
“Segera Belok Kanan”, mungkin ini yang dimaksud kita sering dalam kondisi salah namun sering tidak menyadari, jadi harus segera taubat dan cari kebenaran. Apakah kita salah ? mungkin ini bisa diukur dari seringnya gagal menempuh cita-cita, dan tidak sukses dalam hidup. Tapi dimana ya tempat belok kanan,  dengan apa kita belok, siapa yang tahu tempat berbelok  ?

” Dan terus jalan lurus kedepan” Kalau kedepan ya, pastilah, artinya hidup itu harus maju, Siapa yang mau jalan ke belakang alias mundur dalam hidup.

“Terus Jalan Lurus” digambarkan seperti garis yang menggambarkan ada ujung dan ada pangkal. Jadi dimana ujung dan pangkal itu ? Garis itu sendiri kumpulan titik-titik yang terus-menerus besambung membentuk suatau garis. Titik-titik menggambarkan langkah-demi langkah dalam hidup yang mesti dijalani. Sambung menyambung menggambarkan kontinyu suatu pekerjaan kalau tidak ingin terputus di tengan jalan.

Menjadi jalan yang lurus, lebih baik dari jalan berbelok belok tentunya. Jalan lurus akan semakin cepat mencapai tujuan dibandingkan jalan berbelok-belok. Dimana jalan yang lurus itu ?


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.