rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for the ‘Harapan’


Published September 5th, 2011

Makna Idul Fitri Dimata Anakku

Hari Minggu, 28 Agustus 2011 Dua hari sebelum Idul Fitri ( kami berlebaran hari selasa 30 agustus ), seperti keluarga yang lain kami sibuk mempersiapkannya. Hari itu kami berdua suami, pergi ke pasar di hari “Prepegan” yaitu hari dimana puncak kepadatan orang berbelanja di pasar tradisional menjelang hari Raya.

Segala keperluan memasak, mulai ketupat daging, ayam kampung, santan, kentang dll kami beli dengan berdesak-desakan. belum lagi terbayang memasaknya sendiri  tanpa bantuan Pembantu.  Perjuangan di pasar untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan adalah suatu perjuangan luarbiasa. Belum lagi Perjuangan dan pengorbanan harus rela bayar mahal berbagai barang yang harganya melambung tinggi.

Perjuangan belum usai…, sampai di rumah  jam 10.00 . ternyata  ke empat anaku belum ada yang bangun.  Wah wah… rasanya darah sontak mengalir ke ubun-ubun. Begitu juga suamiku.  Dengan nada tinggi, dan setengah berteriak … satu persatu anakku di bangunkan oleh suami. Namun dasar anak-anak, mereka susah untuk dibangunin, Dengan amarah yang memuncak…, suamiku ambil gayung berisi air , maka satu persatu anakku dibangunin dengan diguyur air. Lantai dan kamar menjadi berbasah-basah ria…, biarlah sebagai pelajaran. Sesekali harus keras terhadap anak  …., pikirku . Sekeras  dan seteguh itu mudah-mudahan kami sebagai orang tua berpegang teguh terhadap prinsip hidup, begitu anakku kelak.   “Sontak mereka bangun dan langsung  mandi…!!!”. Karena kamar mandi hanya ada 2, maka 2 anakku yang lain masih nunggu giliran. Anehnya dua anakku yang belum mandi kebetulan yang sudah besar ( satu berumur 16 h dan  kakaknya 18 th) mereka tidak ada wajah kesal sehabis diguyur air. Malah mereka tersenyum - senyum sambil ngeledek.

“lagi enak-enak mimpi.., kenapa dibangunin pak???” kata mereka berdua.  ” saya tadi rasanya pingin berenang, kok belum ke kolam sudah basah..? eh…, ternyata diguyur sama Bapak. Begitu canda anakku yang lelaki. Selanjutnya, malah dia berceloteh panjang lebar, demikian ” Mama dan Bapak baru pulang dari pasar, tempat pestanya para setan.., pantes pulang-pulang marah-marah, ada yang ngikut barangkali.  Kita jadi kena  batunya.  Ngapain juga  mama  dan papah maksain ke Pasar,  mau lebaran…???? atau  apa mau  Idul Fitri mah…?  Kalau Idul fitri  ngga harus pesta besar khan..? Beda kalau memang mau ngrayain Lebaran. Lebaran = bubaran puasa  sama dengan bubaran nahan makan , ceritanya mau ngrayain makan besar yang selama ini  ditahan-tahan ya mah…?  Pantes ya  orang-orang juga sama seperti  mamah “. celoteh anakku yang ngga habis habis.

Belum puas berargumen, kemudian dia lanjutkan lagi, “Kalau aku sih…,  Idul Fitri ini berarti aku mau tampil  beda. Bukan makan untuk kebutuhan jasmani yang diutamakan, namun makan  berbagai pelajaran sebagai kebutuhan rokhani .     Ibarat tadi aku tidur diguyur dengan air, mudah-mudahan  selama ini aku  sadari hidupku bagaikan lagi  tidur, sehingga saya tidak sadar ,  malas bangun, males sekolah, males mandi dll.

Setelahnya  diguyur dengan air yang bagaikan pelajaran yang mampu merubah  aku.  Bahkan aku mau  menjadi lebih baik. ngga apa-apa aku tadi diguyur, berarti menyadarkanku untuk ber Idul Fitri bukan untuk Berlebaran Seperti Mama.

Published August 18th, 2011

Penyakit Hati

Penyakit ada dua macamnya

Penyakit jasmani dan rukhani

dari dua itu, rukhani yang mengawali

Konsep ilahi telah pasti

Namun kita kurang memahami

bahwa isi hati , mestinya ajaran Ilahi

Ketika sahabat satu persatu telah pergi

Menghadap  sang  ilahi

Kita hanya meratap bagaimana menunnggu giliran ini

Mencari solusi kian kemari

Tak pernah dijumpai

Sampai habis umur  nanti

Mengapa ini bisa terjadi,,,,?

Karena Diri tak  menyadari

beberapa hal seperti ini

K E T I K A…………….!!!!!!!

Telah dibentangkan panjang membentang, namun kalian  menentang
Telah digelar menghampar luas, namun kalian merasa enggan dan malas
Telah ditiupkan  sampai memekakan telinga, namun ditutup dengan jari telunjuknya
Telah diturunkan didepan mata, namun kalian memang buta
Telah disodorkan, dedekatkan, sedekat-dekatnya , namun kalian tidak peka

Telah disentakkan, bagaikan kilat membahana
kamu hanya terpana

Telah digambarkan sedemikian rupa, kamu hanya bengong melompong saja

Telah disiramkan dalam seluruh hidup sejati, namun jiwamu telah mati

Telah dibesarkan jasmani, namun tidak di besarkan jiwamu yang suci

Telah di mekarkan bunga hatimu, kau campuradukan dengan motivasi egomu

Dan kau kembangbiakan turunanmu namun dirimu mandul terbelenggu

Ketika lalu lalang dihadapanmu kau sombong , menegurpun tak mau

Sering berteriak memanggilmu, namu kau berpaling dengan prinsip pendirianmu.

Dia selalu menemanimu pergi, namun kau  selalu merasa sendiri

Dia selalu mencintai, kau takut dan lari

Dia  sangat  sayang mengasihi, namun   kauselalu salah arti

Karena sejatinya dikau……

adalah berat dengan ego setengah mati

Karena selalu membawa Penyakit hatii

Published August 17th, 2011

17 Agustus dan 17 Ramadhan

Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus  1945  dulu jatuh pas  pada bulan Ramadhan. Pada bulan rhamadhan itu ada peristiwa  tanggal 17  Rhamadhan, yang diperingati sebagai tanggal turunnya AlQuran. Sudah 66 tahun yang lalu. Dua tanggal tersebut adalah tanggal yang istimewa. Tanggal 17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dimana bangsa Indonesia secara fisik telah  merdeka dari bangsa lain.  Bangsa Indonesia tidak lagi dijajah dari mulai Portugis Belanda maupun Jepang. Dan  Tanggal  17 Ramadhan  diperingati khususnya umat islam, sebagai umat terbesar yang  mengaku bangsa Indonesia, yaitu sebagai hari turunnya  Kitab Suci Al-Quran, sebagai pedoman hidupnya.

Apa Hubungannya, dua tanggal tersebut….???

Tuhan memberikan kemerdekaan  RI pas  pada bulan dimana  ada turunannya Al-Quran pada tahun 1945, kalau kita sebagai bangsa memahami dengan jernih pastilah ada makna dibalik itu semua.  Bahasa Tuhan banyak menggunakan  bahasa lambang /simbol. Dimana bahasa Lambanng adalah bagian  dari   bahasa sastra tinggi, yang hanya orang tertentu yang mau dan mampu memahaminya.

Coba kita analisa dengan kebersihan hati yang paling dalam…, Kalau 17 Agustus  1945 adalah bebasnya Bangsa Indonesia dari penjajahan Bangsa Barat, maka 17 Ramadhan adalah  hari turunnya  Al-Quran sebagai pedoman hidup ( ilmu ) yang mampu membebaskan bangsa Indonesia  dari pola pikir Dunia barat.    Jadi singkatnya….., kalau kita sering mendengar apakah kita masih’  di jajah…..? atau kita sudah merdeka…? Jawabannya selalu kita mendengar : ” kita belum merdeka, kita masih dijajah oleh Bangsa Sendiri!” Terus apa Arti kemerdekaan….? Ya kita baru secara fisik bangsa Barat hengkang dari Inonesia. namun pola pikir barat masihkah ada di Indonesia…?

Sebelum dijawab, apa pola pikir barat…?

1. Hidup individualisme, yaitu siapa yang  hidup nya secara Individu di junjung tnggi,  sehingga timbullah moto hidupku, hidupku, dan hidupmu adalah hidupmu, masa bodo amat. Singkatnya lu lu dan gue gue.

2. Hidup liberal, kehidupan bebas. Bebas sebebas bebasnya. sehinga di tafsirkan oleh sebagian gaya anak muda, menjadi  Pacaran bebas, Bergaul bebas, sexbebas, bebas mengexploitasi manusia, alam dan sumber-sumber  alam yang lain,  dll

3. Berlaku hukum Rimba, akibat kehidupan bebas maka kita lihat, siapa yang menang  adalah mereka yang kuat. Etika dan estetika yang dulu di junjung tinggi maka sudah diabaikan. yang uangnya banyak maka dia yang menang.

4. Timbul Strata Sosial. disadari atau tidak, golangan yang paling  miskin, susah untuk mencari sesuap nasi juga masih  banyak. Ada lagi golongan yang masih bisa makan namun tetep  miskin karena untuk sekolah tidak ada biaya dan ini banyak sekali di Indonesia. Jadi intinya ada kasta berdasarkan  harta dan kedudukan.

5. Timbul demokrasi dll.

Apakah yang disebutkan diatas ada dan masih di Indonesia…? itulah pola pikir model barat. disadari atau tidak  sudah menjiwai dan menjadi bagian dari diri kita. Benar kita merdeka fisiknya dari bangsa barat, tetapi Rokhani kita, jiwa kita adalah jiwa barat. Bagaimana yang beragama Islam, apakah yang punya Quran juga sudah merdeka ….? Samimawon, podo bae..!!!!  Apakah yang Islam juga sudah memahami yang diturunkan tanggal 17 Ramadhan…..? Jawaban Pastinya adalah B E L U U U U M M M……..banget.

” Ada ungkapan  telor bebek Belanda di kerami ayam Indonesia”

Kalau telor bebek, yang mengerami ayam jadinya apa…? ya tetep  bebek. saat kecil induknya ayam, tetapi dasar bebek ketika ada kolam dia berenang, ayam induknya bisa brenang ….?

itulah ungkapan yang pas untuk pola pikir kita. Tidak disadari kita dikerami atau dilahirkan oleh bangsa Indonesia, namun karena pola pikir asalnya adalah pola pikir barat (belanda) maka tetep  aja  kita berpola pikir seperti barat, seperti yang di ungkap kelima hal tersebut diatas.

Padahal hanya dengan Ajaran Allah sebagai pedoman hidup yang akan mampu membebaskan secara jasmani maupun rhokhani kepada kemerdekaan sejati. Pahamilah Quran, bukan sekedar bacaannya. Disitu sumber ilumu Luar biasa. Kebanyakan manusia bacapun belum fasih bagaimana tahu maknanya….., belum lagi maknanya banyak bahasa lambang yang perlu dikaji. Hanya yang berhati bersihlah yang mampu membebaskan diri   dari Penjajahan  jasmani dan Rokhani.   Sayang hanya sedikit.., yang mau untuk mengkaji…!! dan banyak yang kontra dengan hal semacam ini.

Published December 10th, 2010

Ketangguhan Hidup


1. Perlunya Ketangguhan Hidup.

Hidup manusia dari hari ke hari selalu mengalami perubahan. Perubahan yang diharapkan tentunya berubah kearah yang lebih baik. Dalam menuju kearah yang baik itu , biasanya tidak seperti melewati jalan tol yang bebas hambatan, namun djumpai banyak rintangan dan hambatan. Jika dalam perjalanan hidup kita menjumpai rintangan , tidak bijak jika kita balik arah. Kalau kita balik atau mundur dalam perjalanan, berarti kemungkinan untuk sampai ke tujuan adalah nol, yaitu sama dengan gagal total. Oleh karena itu, rintangan harus dihadapi karena perjalanan tidak boleh berhenti. Menghadapi rintangan kita butuh ilmu agar kuat bertahan. Dilihat dari ukurannya pastilah ada rintangan yang besar dan ada kalanya kita menjumpai rintangan yang kecil.

Menghadapi berbagai rintangan dalam perjalanan hidup agar sampai ke tujuan dengan selamat, perlu Ketangguahan hidup . Pertanyaan kita pada umunya, seperti apakah ketangguhan hidup yang mesti harus dilakukan…?

Pertama kita mesti faham peristilahan tentang hidup itu sendiri, dan ke dua masalah Tangguh. Hidup itu cirinya adalah gerak, maka sesuatu yang bergerak pastilah menuju perubahan. Perubahan yang sangat jelas terlihat adalah perubahan fisik nya menjadi lebih besar dari awalnya ketika masih bayi. Secara fitrahnya perubahan manusia , dengan bimbingan atau tanpa bimbbingan pasti kearah pertumbuhan yang lebih besar. Tidak pernah ada manusia menjadi bayi selamanya, hatta ada gangguan penyakit sekalipun manusia bayi akan berubah terus menerus tanpa hentinya.

Perubahan yang terjadi bukan hanya terlihat dari perubahan fisik manusia tetapi juga perubahan secara non fisiknya. Perubahan fisik bagi seorang anak akan terlihat jelas dari bayi yang kecil mungil hingga tumbuh menjadi dewasa, menjadi manuia yang normal sehat sempurna. Secara berat badan bertambah dari yang semula dikala bayi kurang lebih 3 kg hingga dapat mencapai 50 kg – 70 kg berat manusia normal dewasa pada umumnya. Tinggi badannya pun bertambah dari yang semula 50 cm dapat mencapai 150 -175 cm secara normal menjadi manusia yang sehat sempurna fisiknya.

Bagaimana perubahan non fisiknya….? Yaitu perubahan secara rokhaniyah yang tak tampak jelas dilihat dari penglihatan mata. Namun perubahan itu akan dapat dibedakan ketika seorang anak yang semua tidak dapat bicara menjadi dapat berbicara dengan lancar. Dari yang semula anak sangat tergantung dengan ke dua orangtuanya, namun kemudian menjadi manusia mandiri tak tergantung lagi dengan orang tua. Bahkan perkembangan non fisiknya akan melebihi kedua orang tuanya, karena selain tidak tergantung lagi dia bahkan mampu membimbing yang lain menjadi lebih mandiri misalnya. Sehingga kita dapat merasakan bahwa seorang anak tumbuh non fisikny a jauh lebih baik dari kedua orang tuanya.

Ke Dua, istilah tangguh. Sesuatu yang tangguh mengandung arti kuat. Tidak gampang patah. Dan yang jelas sesuatu dikatakan tangguh pastilah telah teruji berulang kali. Karena yang dibicarakan adalah ketangguahan hidup, maka hidup manusia dari segi fisik dan nanfisiknya harus kuat, tidak gampang patah (menyerah) dan teruji dalam kenyataan. Kalau ini sudah disadari dalam setiap diri manusia maka kearah itulah nantinya manusia menuju.

2. Ukuran Kwalitas Hidup manusia.

Lalu…, kemudian kita bertanya…! Hidup yang seperti apa yang seharusnya..? Sebagian orang akan beragam untuk menjawabnya. Banyak diantara mereka yang menginginkan hidup itu harus kaya,harus sehat, harus jadi orang besar, terpandang dan terhormat dan ada pula yang mengharapkan hidup itu haruslah bermanfaat bagi sesama. Yang mana yang semestinya di pilih…? Manusia pada umumnya ingin semuanya, tanpa kecuali. Adakah ranking prioritasnya…? Mana yang harus didahulukan antara kebutuhan jasmani dahulu atau kebutuhan rokhani dahulu yang diutamakan? Rupanya ini suatu pertanyaan sulit yang jarang difikirkan. Lalu…., kemana kita cari rujukan…?

Dikala kita masih bayi tumbuh sampai mejadi aqil baligh, tentunya kita melihat seorang ibu akan mengutamakan kebutuhan fisiknya. Dari keperluan makan yang bergizi, minum susu pelengkap hidup sehat, hingga pakaian bersih yang bebas kuman. Sangat terlihat sangat dominan pemenuhan kebutuhan fisik yang diutamakan. Begitu kita dewasa, kebutuhan mana yang didahulukan…..? Ketika seorang mama/ ibu mengajarkan kepada anaknya yang masih balita…” Kemana ayah pergi..?” Kerja! Cari Apa…? Duit…! Buat beli Apa…? susu…! Disini bukti nyata bahwa kwaliatas hidup manusia diutamakan fisiknya daripada non fisiknya.

Bukti lain yang Nampak jelas ketika disana sini, manusia berlomba untuk cari kekayaan dengan berbagai cara. Sehingga tidak mengherankan jika kemudian terjadi fenomena korupsi, kejahatan, pencurian dll, sebagian besar berlatar belakang ekonomi demi pemenuhan kebutuhan fisiknya. Ini adalah realita masyarakat yang terjadi sekarang ini.

Bagaimana kita melihat perintah Tuhan yang seharusnya dilakukan…? Disiplin yang mesti dilakukan pada Qs. Muzzamil adalah, malam belajar mencari ilmu umtuk kebutuhan rokhaninya bagaikan akan mati besok dan carilah keperluan hidup fisik disiang hari bagaikan hidup 1000 tahun lagi. Perintahnya sangat jelas bahwa pemenuhan kebutuhan rokhani disebut lebih dahulu diutamakan barulah pemenuhan kebutuhan jamani. Kedua kebutuhan ini , pemenuhannya seimbang tanpa berat sebelah. Fisik dan non fisik semuanya adalah penting dan utama. Namun harus digaris bawahi bahwa kebutuhan rokani yaitu ilmu disebut pertama baru kemudian kebutuhan jasmani. Kenyataan dalam kehidupan yang diutamakan adalah jasmani atau fisiknya yang ditonjolkan,hingga timbul semacam doktrin yang mengatakan bahwa didalam badan yang sehat, terdapat jiwa yag kuat! Benarkah……? Bagaimana dengan orang gila yang berbadan sehat wal afiat, namun rokhaninya demiian…? Mana yang mestinya didahulukan….? Kesimpulannya kebutuhan pokok yang diutamakan adalah kebutuhan jasmani pada umumnya , yaitu makan dan minum, maka makanan kebutuhan rokhani adalah ilmu yang mencerahkan, sering dilupakan.

3. Kebutuhan Rokhani

KeKebutahan rokhani itu apa …? Kalau kebutuhan jasmani adalah makanan yang utama maka kebutuhan rokhani juga makanan, yaitu ilmu Tuhan, yaitu Quran bagi yang beragama Islam. Kalau dalam hidup ini ingin tangguh , pastilah kita akan merujuk dengan aturan Tuhan, kembali ke Qu’ran . Tuhan telah memberikan perintah untuk mendahulukan Rokhani.

Ini terlihat pada waktu dua orang mau menikah dianjurkan untuk sekufu (sama). Sama yang dimaksud bukan sama kedudukannya sama-sama kekayaannya, sama pangkatnya atau sama derajat pendidikan s1 atau s2nya, namun sama yang dimaksud adalah sama pandangannya. Maka sudah kita ketahui bahwa nikah dari dua agama yang berbeda menjadi dipersulit bahkan kharam kata sebagian orang, hal ini dikarenakan tidak sama dalam pandangan. Pandangan yang berbeda berarti berbeda dalam hal pendidikan rokhani terutama, yang akan mempersulit hidup ke depannya nanti. Disini sebenarnya ada yang mau di angkat bahwa pernikahan adalah pendidkan awal sebagai kebutuhan rokhani manusia lebih diutamakan. Namun ini sayang ….., jarang yang berfikir demikian. Sadarilah bahwa Tuhan sudah mempunyai rancangan hidup tangguh dengan sistimatik yang luar biasa. Awal dimulai lahirnya manusia baru, sudah terdapat rancangan hebat yang demikian. Namun sekali lagi manusia pada umumnya sebatas memandang secara fisik saja sehingga hal yang demikian jarang difikirkan.

4. Isi Makanan Rokhani

Ketika kita menyadari bahwa makanan ilmu adalah ilmu, dari mana ilmu doperoleh…..? pastilah hasil dari belajar. Apakah belajar itu ? belajar bukan sekedar membaca, namun belajar itu memindahkan isi bacaan mejadi milik diri, pindah menjadi isi otak yang kemudian disimpan di hati. Jadi di dalam ilmu itu akan ditemukan berbagai rumusan-rumusan yang berguna dalam kehidupan. Rumusan-rumusan itu tidak selamanya harus berbentuk matematika, atau rumusan fisika kimia yang bikin pusing kepala, namun rumusan dapat berbentuk doktrin-doktrin yang tertulis dalam bahasa kitab, dengan rumusan yang mudah difahami. Biasanya rumusan itu berbentuk bahasa sastra yang indah sehingga bagi yang berhati lembut dan bersih akan mampu menangkap, sehingga mampu mengubah menjadi energy dahsyat menjelma menjadi semangat juang untuk menempuh perjalanan hidup. Contoh sastra sederhana yang tertulis dalam kitab, misalnya disitu terlukis cerita yang menjelaskan tentang perjalanan manusia yang bergonta ganti pandangan menjadi . “ Tsumma amanu, tsumma kafaru, tsumma amanu tsumma kafaru” ujung akhirnya adalah kafaru. Jadi kalau kita kadang baik, lalu jahat, baik lagi, jahat lagi, terus menerus demikian tanpa menyadari ini adalah rumusan, pastilah ujung perjalanan kita adalah kafaru. Celakalah hidup kita ini. Terus bagaimana…., padahal yang kita lakukan setiap hari juga demikian, seperti lagunya gigi” pagi beriman, sore lupalagi…., pagi beriman sore lupa lagi….!!!! Kalau kita menyadari bahwa memang demikian hidup kita, maka tanamkan bahwa hidup selalu berubah, kita dapat dan mau merubahnya. Dalam perjalanan merubah ke jalan yang lebih baik, tidaklah mudah, banyak rintangan. Oleh karena itu perlu ketangguhan. Ketangguhan pasti teruji, maka dikala kita diuji atau dapat cobaan janganlah gampang menyerah. Cari ilmunya agar menemukan rumusan yang membangkitkan semangat yang akan menjadikan kuat. Yaitu belajarlah sendiri atau cari guru untuk menjelaskan yang kita perlukan. Kalau ini dilakukan terus menerus insyaallah hidup tangguh itu akan didapatkan. Ammien. Walaupun kenyataan kita terlihat selalu salah benar-salah benar, tetapi kalau kesalahan itu adalah hasil dari upaya mencoba untuk berubah kepada yang baik maka ayat yang lain menjeladkan adalah sorga ujungnya. Jadi kesimpulannya bagi yang bergonta-ganti prinip atau pandangan karena selera, bukan upaya kerass maka itulah yang ujungnya kafaru, atau kafir pastilah neraka. Maka Janganlah menyerah, cari rujukan illmunya ….., dan selalu berusaha ….!!! menjadi kuncinya….!

disebutkan dalam Al-Bagarah 165, “annal Quwwata lillahi jami’a” sesungguhnya hidup tangguh (kuat ) itu adalah dengan ajaran Allah yang dipatuhi dengan setepat-tepatnya.

“Asyaithanu asyarifu anthariqil haq. Syaitan itu adalah yang merusak tatanan hidup yang hak atau yang benar.”

Published December 10th, 2010

SAYA IKHLAS BU…..!!!

Setiap kali jam makan siang, diruang makan tempat aku bekerja selalu kutanyakan keberadaan temanku sudahkah Ia pulang…..? Ia sedang naik haji tahun ini. Celetuk temanku, ” Hebat ya…., tukang cici piring dapat naik haji “.  Laporan dari seorang teman juga , Bukan cuma hebat , hajinya saja pakai plus-plus yang bayarnya dua kali lipat. Informasinya , dia naik haji dibayarin oleh adiknya  yang pengusaha kaya, dan pergi bersama kedua orang tuanya.  Pertimbangan Adiknya membiayai  dengan yang paling mahal karena dia sangat berbakti dan mencintai kedua orangtuanya., sehingga yang terbaik dilakukan demi orang tua. Beruntung temenku yang tukang cuci piring yang bertugas mendampingi sehingga ia bisa menikmati ibadah yang sama seperti orang tuanya.  Pertimbangan lain, mengapa ambil yang plu-plus juga agar waktu tempuhnya tidak terlalu lama, sehingga meninggalkan tugas kerjanya sebagai tukang cuci dan pelayan  juga tidak lama.

Hari senin kemarin , tgl 6 Desember 2010, saya mendengar dia sudah pulang, namun tidak ketemu. Tgl 7 libur, karena tahun Baru hijriyah. Dan tgl 8 Desember 2010, kami berniat akan kerumahnya untuk mendengar khabarnya. Alangkah terkejutnya hari itu juga saya ketemu dia.  Setelah kuucapkan selamat telah menunaikan Ibadah Haji, tiba-tiba  memegang erat tanganku yang belum terlepas berjabat tangan, sambil menangis….,” Saya  dipecat.., hari ini saya mau pamitan, mohon maaf kalau ada salah selama ini (selama 17 tahun Dia melayani makan kami). Dengan Spontan kutanyakan, kenapa di pecat…? Apa salahnya….?  “Saya juga menanyakan seperti itu bu….., katanya saya salah telah meninggalkan kerja selama 14 hr ke tanah suci”.  “saya dinilai minta ijinnya kurang sopan dll”.  lanjutnya dengan terbata dia mengatakan, “Intinya …,   saya ikhlas menerima ini. Doakan saya ya bu…, semoga saya kuat”. Begitu tuturnya.  “Astaghfirullahal adhiim……”!! Gumamku terpana…..” Sabar ya mba…”

Benarkah dia di pecat karena itu…? adakah kesalahan yang lain. …? Berdasarkan cerita temen pula, di bekerja paling cepet diantara yang lain. “lihat saja sekarang, keluar satu gantinya lebih dari satu, karena tidak ada yang sanggup menggatikan kerjanya dia seorang, maka perlu orang banyak”. Begitu penjelasan temenku yang lain.  Dalam wajahnya yang ditampakkan ceria, selalu terucap saya ikhlas, daripada diteruskan suasana kedepan tidak baik buat saya . maka saya harus ikhlas…..! Bener…, SAYA IKHLAS BU….!!!. Mudah-mudahan ini adalah titik balik buat saya. Saya tidak pantas lagi jadi tukang cuci. Allah akan mengangkat saya melalui ini. Doakan ya bu…….!!

” Ya Allah…., dapatkah saya ikhlas seperti dia jika musibah itu datang padaku…..? Inikah realita hidup…? Pasti sobat, Allah akan mengangkat derajat kalian berkali lipat. Mari kita saksikan dalam sepanjang perjalanan hidup kita, siapa sebenarnya yang salah dan yang benar. Mudah-mudahan umur kita sempat menyaksikan pembuktian kebenaran, sebagai pelajaran bagi yang hidup sadar.  Tetaplah berpegang teguh dalam iman, sehingga engkau kan menang. Doaku slalu…, mudah-mudahan menambah kuat imanmu, Amien…!

Published March 20th, 2010

Selamat Menempuh Ujian Nasional

Senin 22 Maret 2010 nanti, semua anak-anak SMA dan sederajatnya akan akan menempuh Ujian Nasonal. Tak terkecuali anak pertamaku juga mau menempuhnya.  Ujuan Nasional yang sempat diperdebatkan mudah-mudahan   tahun ini dapat berlangsung dengan baik, sehingga  sistem penyelenggaraan  UN yang sudah di revisi secara total akan memberi dampak positif bagi perkembangan Pendidikan bangsa. Sebagai Orangtua dan sekaligus sebagai guru mereka, pandangan saya terhadap UN adalah banyak positifnya, terlepas masih ada sisi negatif yang harus terus dibenahi.

Sebagai orang tua dalam mendampingi putra-putri yang akan menempuh UN , kami rela memprioritaskan segala persiapan menempuh UN diurutan pertama.  Dimulai pengawasan akan kesehatannya, cara belajarnya hingga mencari  Bimbel yang cukup memadai agar putra putriku berhasil. Begitu juga orang tua yang lain pasti demikian.  Dukungan orang tua dalam pendidikan sudah selayaknya dinomorsatukan.  Engkau sudah berjuang sekuat tenaga anakku…, berhari-hari selama tiga bulan terakhir ini, pulang larut malam dari tempat les adalah pemandangan biasa. Berkutat dengan buku di rumah ….., sebagai wujud keseriusanmu tidak mama ragukan,  mudah-mudahan Tuhan memastikan engkau menjadi salah Satu pemeneng dari kompetisi ini. Cita-citamu menjadi seorang Dokter di Universitas  terkemuka  di Indonesia mudah-mudahan terwujud. Semangat dan perjuanganmu  yang telah kau tempuh wahai anakku…., menambah keyakinan mama , engkaulah yang mengukir indah  impianmu sendiri. Selamat berjuang…, menempuh ujian….!!! Doa tulus dari mama tersayang…!!!

Khusus buat-anak-anakku di sebuah SMA Bumi Harapan, doa Ibu juga sama seperti pada anak kandungku sendiri.  Bersama kalian selama ini belajar bersama, berjuang menghantar cita kalian semua. Apapun usaha yang telah kalian tempuh,  ibu bangga dengan semangat kalian.  Dengan segala keterbatasan, segala perubahan, engkau bertahan, hingga kalian faham apa yang disampaikan.

Kamis, 18 maret lalu adalah pertemuan terakhirku dikelas dalam pembelajaran. “Assalamu’alaikum anak-anak….!!” Aku mengawali pembelajaran dikelas. “Wa’laikum salaaaammm……!!!!!” jawab mereka serempak ” Hari ini kita tidak usah belajar ya…???  ” Begitu saya mengaawali pembelajaran. ” Asyik…, Asyik……,  kita bersenang-senang. Hore…., Hore….,  kita bikin kenangan dan foto bersama ya bu….. !!”  Teriakan anak-anak dengan riang.

Sebelum foto-foto, saya mengingatkan dalam persiapan Ujian Nasional. Dari mempersiapkan alat tulis yang memadai sampai persiapan mental agar mereka tidak stres.  Mereka banyak terharu ketika saya maju ke depan kelas untuk menyatakan pesanm dan kesannya selama ini.

Dari Fikri Jajuli yang selama ini sering datang telat dan sering dihukum oleh Petugas piket, menyarankan harus sadar dan minta maaf pada pak Naswir yang selama marah padanya atas kesalahan sendiri. Guru disisni menyayangi kita semua, hanya saja kita suka jahil dan doakan mudah-mudahan kami bisa berubah katanya.

Dari Evi , kesan yang mendalam adalah dikala teman-temannya karena biaya tidak bisa sekolah lagi,  mereka ingin-dan ingin kembali kesekolah, mudah-mudahan semangatnya tidak kendur. Diluar  persepsi berbeda dengan kenyataan sekalah disini. Banyak yang tidak tahan dengan disiplin yang tegas, namun jika mereka faham…., kita menikmati hasilnya.

Dari Novi yang  sedikit tuna rungu, dengan berkaca-kaca, saya ingin terus dan terus disini  bu..!!.  Disini saya menemukan sosok orang tua yang melebihi dari fungsi orang tua saya sendiri….  Saya punya kepercayaan diri karena banyak yang menyayangi, selama ini saya sering dicaci karena keterbatasan ini…,  Terimakasih ibu…, mudah-mudahan saya dapat menempuh ujian dan kerjakraslah teman-teman…..!!

Banyak lagi nak-anak yang meninggalkan goresan hati atas ketulusan hati sebagai penolong temen-temenya yang sakit seperti ali abidin, Rima melati yang cerewet tapi selalu menyemangati temen, Nia Daniati yan g  rajin maju kedepan, Darnah yang kalem dan pinter, sikembar angga-anggi yang  rada males….., selamat berjuang anak-anakku semua. Semoga kalian sukses semua dan menjadi manusia harapan bangsa. Tidak disia-siakan Ilmu yang telah kau terima, Di pundakmu kalian topang  beban, dan ibu yakin kalian mampu mengatasi semua.  Selamat Menempuh Ujuan Nasinal anak-anak…., Doa ibu menyertai kalian semua….!!

Published March 16th, 2010

Rumpun Pisang

Teringat masa kecil di kampung, saya tinggal di sebuah Desa yang jauh dari kota. Masih banyak tanaman dihalaman rumahku dengan pekarangan yang cukup luas. Pekerjaan kakekku sebelum ke sawah, dia sealalu menanam pohon. Pohon yang paling sering dia tanam adalah pisang, Umbi-umbian ( seperti gadung, Suweg, Uwi dll.), kelapa dan bambu. Suatu ketika saya bertanya, “Mengapa sebelum kesawah selalu Kakek menaman pohon….?” “Untuk investasi…., kalau kita selalu makan setiap hari tidak pernah berhenti maka begitu juga menanam setiap hari juga tidak boleh berhenti !” Jawabnya dengan tenang. “Pohon kelapa ini jika berbuah nanti, Kakek sudah tidak ada. Mungkin juga pohon pisang ini…, besok berbuah Kakek sudah sudah pergi!” “Rawatlah rumpun pisang ini, kelak jadi harta yang tidak pernah putus”. Inilah pesan Kakekku yang tak pernah lekang karena waktu, tak dapat kulupakan sepanjang hayat. Betapa tidak……., sudah dua puluh tahun lebih…., rumpun pisang itu masih ada hingga kini.

Rumpun pisang itu berada dipojok kanan rumah Kakekku. Jenis pisangnya adalah pisang kepok Kuning, dengan pohonya yang tinggi besar dan begitu juga buahnya bertandan besar dan panjang dengan rasa pisangnya khas kering (tidak lembek) manis dan lezat. Jenis pisang Kepok Kuning sampai saat ini adalah jenis yang sering dicari dan merupakan pisang primadona, dan tentunya dijual dengan harga tinggi. Jenis pisang kepok kuning ini banyak digunakan dalam berbagai bahan pembuat kue-kue yang menggiurkan rasa.

Setiap ada tunas pisang baru pada rumpun pisang itu, pasti oleh Kakekku akan segera di pindah pada tempat yang baru. Pada rumpun itu hanya disisakan dua tiga tunas untuk kelangsungan hidupnya. Aku besar bersama beliau…, sehingga kenangan rumpun pisang itu melekat erat mengiringi perjalanan hidupku. Dari Rumpun pisang itu…, saya menemukan arti hidup dari berbagai petuah kakek.

1. Produktivitas Tinggi

Ternyata pohon pisang, tanpa kita memberi pupuk dan menyiram setiap hari, pohon pisang mampu menghasilkan buah yang terus menerus tanpa mengenal musim. Walaupun pohon pisang tidak termasuk tanaman keras, tetapi mampu memberikan hasil yang tidak kalah dengan tanaman keras yang lain seperti mangga, rambutan, dll. Ini mengajarkan kepada manusia bahwa pada hakekatnya manusia punya kemampuan. Tanpa harus sekolah yang tinggi kalau mampu menggunakan akal dan pikiran kita, serta mengoptimalkan kerja lembaga tubuh kita dengan benar dan maksimal, maka tidak mustahil kitapun akan produktif seperti halnya Rumpun Pisang.

2. Terus-Menerus.

Dengan munculnya tunas yang cukup banyak dan terus menerus, mampu memelihara keberlangsungan tumbuh dengan hasil yang tidak berubah rasa dan produktivitas. Hal ini mengajarkan pada manusia agar senantiasa kontinue atau terus menerus agar semangat dan hasil selalu terjaga setiap masa. Walaupun usia terus bertambah kalau kita mampu meregenerasi setiap yang kita miliki, maka keberlangsungan hidup akan terjadi menjadikan kita terus-menerus produktif tanpa mengenal usia.

3. Tunas yang harus segera dipisah.

Tunas pisang yang terlalu rimbun ternyata akan menghasilakan buah yang kecil dan tandan pisang yang tidak maksimal. Disini dapat diambil hikmahnya, bahwa kalau kita udah berumah tangga ngumpul terus dengan orang tua adalah hal yang kurang bagus. Dari Rumpun pisang ini kita diajarkan agar mandiri. Dan ini dapat dibuktikan semakin dipisah maka buahnya maksimal dan pohonnya tumbuh dengan subur. Dengan ini kita mestinya meninggalkan falsafah, enak-ora enak yen penting ngumpul. Kalau ini disadari maka, akan meringankan untuk dapat mandiri dimanapun kita berada

Published February 27th, 2010

Nilai Iman Seorang Wanita

Ada yang menggelisahkan sebagai seorang wanita,  istri, dan  ibu bagi anak-anak setelah mendengar ceramah yang di sampaikan seorang penceramah, pada acara FSG (Forum Silaturrakhmi Gunadarma) tanggal 25 Februari  yang lalu.  Intinya Beliau menceritakan bagaimana Akhlaq Rasululllah. Karena berbarengan dengan acara Maulid Nabi maka banyak sekali di paparkan bagaimana Akhlaq Mulia seorang Nabi.

Pada awanya l menceritakan kehebatan Nabi pada masalah Ekonomi, Pendidikan dan Bagaimana Memperlakukan Wanita. Shubhanallah…., kita pun ingin meneladaninya. trtapi begitu cerita tentang Iman Seorang wanita, hatiku tergores…, Benarkah maknanya demikian…??? Kurang lebih yang dipaparkan sebagai berikut :   Ketika seorang wanita dirtanya “apakah  percaya 100 % terhadap Al-Qur’an Dan Hadis Rasulullah….?” tanya sang ustad .   ” Ya Percaya..!!!” Jawab para wanita . ” Percaya 100%…!!! ” tanyanya lagi.    “yA 100 %”. Jawab para wanita.  Tetapi ketika  Sang Ustad membacakan Al-Quran yang intinya membolehkan seorang pria boleh nikah sampai 4 kali, masihkah seorang wanita masih percaya makna  dengan Qur ‘an dan Hadist……?

Terus terang saya sebagai salah satu pendegar…. , Berpikir…,!!!!     Benarkah maknanya Demikian….?. Saat disediakan waktu untuk bertanya saya sudah melontarkan pertanyaan, yang intinya mungin terjemahan nikah tidak demikian. Pertanyaan saya ada 3 hal, namun yang berkaitan dengan nikah tidak disinggung. Entahlah……, tidak terjawabnya karena waktu  habis atau tak mau manjawab. Jawaban pertanyaan tentang al-Quran adalah science saja belum Clear. Dimana kita dapat berdiskusi….?

Kesimpulan subyektifitas pribadi yang belum tentu benar ini, hati  kecil wanita memberontak.  Betapa tidak adilkah Tuhan menciptakan wanita yang kadang di puji setinggi bintang  dilangit, tetapi dikala suami di ambil orang, pastilah rasanya bagaikan dijatuhkan dari langit.  Baru mendengar saja langsung dari seorang ustad, hati terasa terkoyak-koyak,  Wanita sangat lemah posisinya.

Kalau dengan asumsi yang diterjemahkan oleh sang Ustad adalah benar,  mengapa kebenaran tidak membuat ketentraman di hati….? Mungkinkah terjemahan ini salah…..?  Kalau sampai saat ini belum ada yang mampu menterjemahkan ayat yang dimaksud oleh pak ustad,  usaha apapun seperti Emansipasi oleh Kartini adalah susah ditegakkan. Wajarlah adanya kalau sampai saat ini banyak wanita yang tertindas, dan sampai kapanpun akan terjadi penindasan  terhadap wanita.  Terjemahan semacam itu akan terus dikumandangkan, sehingga menjadi melembaga. “Wanita harus rela Suami menikah lagi sampai 4 kali” kalau mau Imannya 100 %…….!!!  Saya Tidak Setuju…!!!!!

Published February 23rd, 2010

Bersilaturakhmi Yuk….

Pada tanggal 25 Februari 2010, yang jatuh hari kamis  sore sekitar jam 15.30,  dari FSG  ( Forum Silaturakhmi Gunadarma ) berniat akan mengadakan silaturrakhmi bulanan yang selama ini sempat fakum.  Idealnya Silaturrakhmi ini akan dilakukan setiap bulan, namun karena berbagai kesibukan sempat tertunda sekian lama. Mudah-mudahan nanti di hari kamis sore  sekitar jam 15.30 selepas tugas kantor berakhir ,  kita dapat menyempatkan waktu bersilaturrakhmi sesama staff di Gunadarma  bagi siapa saja yang mengaku dirinya  beragama Islam.

Beberapa  alasan yang mendorong kita bersemangat untuk bersilaturrakhmi pada tanggal 25 di bulan Februari, karena pada bulan ini ada momen Maulid  Nabi, yang seharusnya kita wajib merayakannya. Kedua kita pilih tanggal 25 karena mayoritas pada tanggal tersebut hampir semua staff yang bertugas mengajar atau tidak biasanya pada rajin dateng ke kampus.  Dengan seiring harapan dan doa tentunya semua diberi kesehatan dan menyempatkan diri untuk bersama-sama bersilaturrakhmi.

Lokasi Kampus Bertambah dengan Jarak Yang Jauh

Tujuan silaturrakhmi  begitu mulia, kita ingin menggalang kebersamaan diantara kita. Membahas berbagai masalah, berbagai persoalan dilihat dari sudut agama agar kehidupan menjadi lebih  baik, juga diharapkan dengan silaturrakhmi mampu mendekatkan hati kita baik kepadaTuhan maupun sesama.  Kita menyadari betapa kesibukan kita semakin padat dari hari kehari. Lokasi tempat kita mengajar dan bekerja semakin berjauhan, kemungkinan untuk saling bertemu semakin berkurang. Terakhir ada kampus Bekasi Timur, kampus Tanggerang, dan kampus yang lain akan menyusul. Jarak jangan sampai menjauhkan hati kita. Dengan silaturakhmi yang kita jaga mudah-mudahan setiap bulan kita dapat berkumpul dengan menambah ilmu guna menambah wawasan keagamaan. Kita mayoritas beragama Islam, dapatkah setiap bulan kita jaga silaturakhmi walaupun berjauhan dan berbagai kesibukan….?

Harapan ke Depan

Selama ini silaturakhmi kita belum dapat berjalan secara rutin.  Berbagai alasan kesibukan sudah sering kita dengar, mungkinkah masih ada  alasan yang lain…..? Kalau yuang jadi alasan adalah  dana, dapatkah tanpa dana kita bisa berjalan…? Saya sering bermimpi bahwa nilai silaturakhmi yang demikian indah dapat terjaga dengan biaya yang minim. Misalnya seperti jaman dahulu pada awal awal terbentuknya FSG tanpa kita menganggarkan biay a konsumsi banyak para sahabat yang rela dengan ikhlas ketempatan untuk pertemuan sekaligus konsumsinya. Dan untuk memangkas  tranportasi penceramah dapat kita cari penceramah yang ikhlas  dari berbagai tempat, atau dapat juga dari kalangan temen-temen yang lebih kompeten seperti para Dosen Agama yang mengerti Bidang kajiannya.

Dalam  Qu’ran sendiri Silaturaakhmi di gambarkan bagaikan”Kaukabun Durriyyun” yaitu bagaikan bintang kemintang yang saling menyinari, kerlap-kerlip yang begitu indahnya, sehingga mereka yang hanya mempunyai sinar (Cahaya ilmu) yang kecil akan mendapat sinar dari yang lain sehingga tercerahkan karenanya. kapankah ini dapat terwujud…..? Andakah yang akan ikut mengembangkan dan menjaga silaturakhmi  ini…??


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.