rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for August, 2011


Published August 19th, 2011

MENEMPUH AJAL

Berita duka saudaraku

Adalah juga gambaran diriku

Membuatku sedih dan pilu

Tak tahu apa yang sebenarnya aku mau


Aku takut ketika nanti ajal menjemput

Karena semua duniaku kan larut

Semua yang kumiliki tak pernah  luput

Duniaku…, hartaku…, orang-orang disekelilingku dan semuanya akan hanyut


Aku tidak kuasa menghindari

Hatta aku membentengi diri jeruji besi

Malaikat maut akan menghampiri

Entah kapan.., tak tahulah aku ini

Kepastian ajal dari Mu, rancangan pasti

Menjemputku suatu saat nanti….

Takkan pernah permisi

Datang pada setiap diri


Ya Rabbi……

Tulangku bergemeretak mengingat ini

Darah mendesir.., spontan bulu kuduk tegak berdiri….

Aku gemetar …, menerawang yang akan terjadi


Ketika ajalku tiba nanti

Adalah sebagai pintu pembuka alam akhirat yang abadi

Hanya dua model yang disajikan Ilahi

Apakah saya akan istirahat atau yang di istirahatkan nanti


Doaku adalah istirahat panjang

Karena tugas telah selesai tuntas dengan tenang

Maka ketika malaikat penjemput datang

Yang ku terima Salam , senyum riang

Tanda bagahagia menjelang

Namun jika kepastian diistirahatkan

Tidur panjangku menggelisahkan

Ketika film hidupku diputarkan

Penyesalan panjang tak terbantahkan


Ya rabbi….., beri waktu sesaat lagi

Aku ingin memperbaiki

Semua yang pernah terjadi, takkan kuulangi

Itu dia (syaitan) yang datang setiap hari

Datang menghampiri tanpa henti

Hingga aku terjerumus kini


Ya rabbi….

Setelah waktu di perpanjang lagi

Aku lupa dan lupa akan janji

Aku sibuk kian kemari

Mencari dan mencari

Dengan dalih sesuap nasi

Padahal kenyataanya rakus sekali


Gambaran ini

Janganlah menghampiri

Jeritan taubatku dari Nurani

Taat Patuh, atas Perintah Ilahi


Aku tak mau…

Ternyata taubatku palsu

Taubatku akan banyak membantu

Hingga akhir waktu

Dengan ketajaman ilmu , menenangkan kalbu

Membuat aku siap , atas pilihan dan keputusanku.


Menempuh ajal dengan terang

Bukan bayangan suram, menakutkan orang.

Karena ajal pasti kan datang.

Kusambut dengan riang

Published August 18th, 2011

Penyakit Hati

Penyakit ada dua macamnya

Penyakit jasmani dan rukhani

dari dua itu, rukhani yang mengawali

Konsep ilahi telah pasti

Namun kita kurang memahami

bahwa isi hati , mestinya ajaran Ilahi

Ketika sahabat satu persatu telah pergi

Menghadap  sang  ilahi

Kita hanya meratap bagaimana menunnggu giliran ini

Mencari solusi kian kemari

Tak pernah dijumpai

Sampai habis umur  nanti

Mengapa ini bisa terjadi,,,,?

Karena Diri tak  menyadari

beberapa hal seperti ini

K E T I K A…………….!!!!!!!

Telah dibentangkan panjang membentang, namun kalian  menentang
Telah digelar menghampar luas, namun kalian merasa enggan dan malas
Telah ditiupkan  sampai memekakan telinga, namun ditutup dengan jari telunjuknya
Telah diturunkan didepan mata, namun kalian memang buta
Telah disodorkan, dedekatkan, sedekat-dekatnya , namun kalian tidak peka

Telah disentakkan, bagaikan kilat membahana
kamu hanya terpana

Telah digambarkan sedemikian rupa, kamu hanya bengong melompong saja

Telah disiramkan dalam seluruh hidup sejati, namun jiwamu telah mati

Telah dibesarkan jasmani, namun tidak di besarkan jiwamu yang suci

Telah di mekarkan bunga hatimu, kau campuradukan dengan motivasi egomu

Dan kau kembangbiakan turunanmu namun dirimu mandul terbelenggu

Ketika lalu lalang dihadapanmu kau sombong , menegurpun tak mau

Sering berteriak memanggilmu, namu kau berpaling dengan prinsip pendirianmu.

Dia selalu menemanimu pergi, namun kau  selalu merasa sendiri

Dia selalu mencintai, kau takut dan lari

Dia  sangat  sayang mengasihi, namun   kauselalu salah arti

Karena sejatinya dikau……

adalah berat dengan ego setengah mati

Karena selalu membawa Penyakit hatii

Published August 17th, 2011

17 Agustus dan 17 Ramadhan

Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus  1945  dulu jatuh pas  pada bulan Ramadhan. Pada bulan rhamadhan itu ada peristiwa  tanggal 17  Rhamadhan, yang diperingati sebagai tanggal turunnya AlQuran. Sudah 66 tahun yang lalu. Dua tanggal tersebut adalah tanggal yang istimewa. Tanggal 17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dimana bangsa Indonesia secara fisik telah  merdeka dari bangsa lain.  Bangsa Indonesia tidak lagi dijajah dari mulai Portugis Belanda maupun Jepang. Dan  Tanggal  17 Ramadhan  diperingati khususnya umat islam, sebagai umat terbesar yang  mengaku bangsa Indonesia, yaitu sebagai hari turunnya  Kitab Suci Al-Quran, sebagai pedoman hidupnya.

Apa Hubungannya, dua tanggal tersebut….???

Tuhan memberikan kemerdekaan  RI pas  pada bulan dimana  ada turunannya Al-Quran pada tahun 1945, kalau kita sebagai bangsa memahami dengan jernih pastilah ada makna dibalik itu semua.  Bahasa Tuhan banyak menggunakan  bahasa lambang /simbol. Dimana bahasa Lambanng adalah bagian  dari   bahasa sastra tinggi, yang hanya orang tertentu yang mau dan mampu memahaminya.

Coba kita analisa dengan kebersihan hati yang paling dalam…, Kalau 17 Agustus  1945 adalah bebasnya Bangsa Indonesia dari penjajahan Bangsa Barat, maka 17 Ramadhan adalah  hari turunnya  Al-Quran sebagai pedoman hidup ( ilmu ) yang mampu membebaskan bangsa Indonesia  dari pola pikir Dunia barat.    Jadi singkatnya….., kalau kita sering mendengar apakah kita masih’  di jajah…..? atau kita sudah merdeka…? Jawabannya selalu kita mendengar : ” kita belum merdeka, kita masih dijajah oleh Bangsa Sendiri!” Terus apa Arti kemerdekaan….? Ya kita baru secara fisik bangsa Barat hengkang dari Inonesia. namun pola pikir barat masihkah ada di Indonesia…?

Sebelum dijawab, apa pola pikir barat…?

1. Hidup individualisme, yaitu siapa yang  hidup nya secara Individu di junjung tnggi,  sehingga timbullah moto hidupku, hidupku, dan hidupmu adalah hidupmu, masa bodo amat. Singkatnya lu lu dan gue gue.

2. Hidup liberal, kehidupan bebas. Bebas sebebas bebasnya. sehinga di tafsirkan oleh sebagian gaya anak muda, menjadi  Pacaran bebas, Bergaul bebas, sexbebas, bebas mengexploitasi manusia, alam dan sumber-sumber  alam yang lain,  dll

3. Berlaku hukum Rimba, akibat kehidupan bebas maka kita lihat, siapa yang menang  adalah mereka yang kuat. Etika dan estetika yang dulu di junjung tinggi maka sudah diabaikan. yang uangnya banyak maka dia yang menang.

4. Timbul Strata Sosial. disadari atau tidak, golangan yang paling  miskin, susah untuk mencari sesuap nasi juga masih  banyak. Ada lagi golongan yang masih bisa makan namun tetep  miskin karena untuk sekolah tidak ada biaya dan ini banyak sekali di Indonesia. Jadi intinya ada kasta berdasarkan  harta dan kedudukan.

5. Timbul demokrasi dll.

Apakah yang disebutkan diatas ada dan masih di Indonesia…? itulah pola pikir model barat. disadari atau tidak  sudah menjiwai dan menjadi bagian dari diri kita. Benar kita merdeka fisiknya dari bangsa barat, tetapi Rokhani kita, jiwa kita adalah jiwa barat. Bagaimana yang beragama Islam, apakah yang punya Quran juga sudah merdeka ….? Samimawon, podo bae..!!!!  Apakah yang Islam juga sudah memahami yang diturunkan tanggal 17 Ramadhan…..? Jawaban Pastinya adalah B E L U U U U M M M……..banget.

” Ada ungkapan  telor bebek Belanda di kerami ayam Indonesia”

Kalau telor bebek, yang mengerami ayam jadinya apa…? ya tetep  bebek. saat kecil induknya ayam, tetapi dasar bebek ketika ada kolam dia berenang, ayam induknya bisa brenang ….?

itulah ungkapan yang pas untuk pola pikir kita. Tidak disadari kita dikerami atau dilahirkan oleh bangsa Indonesia, namun karena pola pikir asalnya adalah pola pikir barat (belanda) maka tetep  aja  kita berpola pikir seperti barat, seperti yang di ungkap kelima hal tersebut diatas.

Padahal hanya dengan Ajaran Allah sebagai pedoman hidup yang akan mampu membebaskan secara jasmani maupun rhokhani kepada kemerdekaan sejati. Pahamilah Quran, bukan sekedar bacaannya. Disitu sumber ilumu Luar biasa. Kebanyakan manusia bacapun belum fasih bagaimana tahu maknanya….., belum lagi maknanya banyak bahasa lambang yang perlu dikaji. Hanya yang berhati bersihlah yang mampu membebaskan diri   dari Penjajahan  jasmani dan Rokhani.   Sayang hanya sedikit.., yang mau untuk mengkaji…!! dan banyak yang kontra dengan hal semacam ini.

Published August 16th, 2011

Bersih-Bersih di Bulan Ramadhan

Ramadhan dikenal sebagai Bulan suci yang identik dengan kebersihan.  Kebersihan hati dibina dengan shaum dan shalat. Kebersihan hati otomatisasi kebersihan diri seutuhnya yang mencakup  kebersihan jasmani dan kebersihan  lingkungan dirinya.

Sambil menunggu buka maghrib, kemarin kamis  11 agustus 2011 , berkesmpatan bersih-bersih rumah.  Tidak saja menyapu dan mengepel, tapi kuperhatikan barang-barang apa  saja yang patut dibersihkan. Saat itu terbersit membersihkan kamar, lemari gudang dan seisinya. Dari mulai buku bekas, baju bekas dan barang bekas saya kumpulkan dengan rapi. Mau diapakan ya….?

Pertama adalah buku pelajaran anak-anak. Cukup banyak buku yang terkumpul sampai hampir 7 dus besar. Kalau dikilo lebih dari 70 kg. Maaklum anakku ada 4 orang. Kebetulan sekolahnya berurutan antara yang satu dan dua dengan yang ke tiga dan ke empat. Saya cukup rajin mengumpulkan buku bekas, dengan harapan dapat dipakai oleh adiknya. namun dalam kenyataan terkadang kebijakan sekolah mengharuskan kita harus beli. maka buku-buku itu akhirnya menumpuk.  Ada terfikir untuk di jual, namun begitu tukang sampah lewat.., dan mereka meminta maka dengan ikhlas saya berikan. Mudah-mudahan bermanfaat ya …bang. Beliau sangat kegirangan dengan ucapan terimakasih ber ulang-ulang. Bener Bu…, buat saya. tidak dijual saja bu…., khan mahal…? Bener Bang saya ikhlas untuk Abang.  Alkhamdulillah…, satu ruangan buku telah bersih dan lega.

Kedua adlah lemari baju saya bongkar. baju baju seragam anak-anak juga menumpuk banyak sekali. saya fikir baju kakak dapat dipakai adiknnya, ternyata kedua adiknya baik yang laki-laki maupun perempuan diusia yang sama badannya jauh lebih besar. Sehingga baju-baju seragam saja menumpuk banyak karena dari 4 orang anak yang saya kumpulin dari SD sampai SMA. Sebelum saya berikan ke orang lain, bauju-baju tersebut saya satukan dengan baju-baju non seragam anak-anak dan saya cuci bersih dan harum. Subkhanallah…., jumlahnya banyak sekali. Hari itu samapai 5 kali mencuci pakain yang kapasitasnya persekali cuci sekitar 30 potong.  Sambil cucian tersebut saya jemur di luar  , saya gelar diatas  mobil . Saya ambil kertas dan saya tempel sebuah tulisan” Baju seragam dan baju bekas lainnya sudah dicuci bersih, yang butuh silahkan ambil ).

Satu- persatu tetangga berdatangan dan memilih beberapa baju yang dibutuhkan. Duh…., senangnya berbagi..!!! Mereka sangat kegirangan. Beberapa dari mereka berterima kasih dan bersyukur tak terhingga. dan dari sebagian mereka ada yang minta tas, sepatu dan daster dan baju yang lainnya. Satu persatu melayani permintaan mereka dengan membongkar -bongkar gudang dan lemari. Alkahamdulillah…, apa yang mereka minta ada. Walaupun sebenarnya masih dipakai seperti tas, jaket dan baju, namun karena jumlah yang dimiliki cukup maka saya rela diberikan .

Hatiku tersentuh…, karena yang minta sepatu itu…, memiliki dua oranganak-laki-laki yang katanya sepatunya sudah kekecilan dan yang satu sudak sobek, sampai anakknya merengek tetapi belum mampu membelikan.  Rasanya  saya menjadi berdosa ,  bila barang-barang seperti sepatu, tas dan baju serta barang lainnya menumpuk, sementara tetangga sampai bermimmpi hanya unutk sebuah barang baru.

Begitu dengan nenek sebelah yang merengek  minta baju dan kerudung bekas untuk mengaji…!!  sementara tetangga 2 rumah kekanan.., memohon-mohon kalau ada baju daleman untuk ganti. Dalam hatiku berjanji…, ini yang ada terimalah dulu.., suatu saat nanti saya ingin membelikan yang baru untuk mereka. mudah=mudahan di lebaran ini ada rejeki.

Lain-lagi ada dua orang anak yang ditinggalkan emaknya pergi begitu saja. Dia sudah mulai tumbuh dewasa (Kelas 1 SMP) dan kelas 6 SD.  Saudaranya memintakan baju-baju daleman buat mereka. “Lihat bu…, mereka sudah besar-besar .., sampai tidak pakai miniset. Jangan-jangan pakain daleman yang lainpun ia tidak pakai..! Duh…., kemiskinan hidup…!

Alkhamdulillah…, lebih 3/4 dari barang  bekas yang tadi kukumpulkan sudah habis, tinggal sisa beberapa potong yang memang  belum menemukan ukuran yang pas. Begitu 2 orang anakku yang kecil pulang…, mereka berteriak-teriak. “mama…mama…., mengapa sore ini dari ujung-keujung pada pakai  baju aku dan mba Laras…? Mereka pada kesenengan…!!! ok mama kasih-kasihkan baju aku…??. Jawabku kemudian” Coba kamu inget.., sudah berapa lama kamu tidak pakai baju itu…, walaupun masih muat…, terlalu lama menunggu giliran untuk dipakai. sedangkan yang lain tidak seperti kamu. Biar aja ya…, kita beramal buat mereka. Kita mohon saja sama Allah mudah-mudahan, Arul-dan laras dalam ramadhan ini, mendapat berkah.

Iya deh mah…, saya ikhlas, saya sudah kebanyakan baju dan sepatu ya…!! Alkhamdulillah ya Allah.., akhirnya anakku mau mengerti.

Published August 14th, 2011

Puisi Selamat jalan

Ya Allah…, ya Rabbiii…….
Ya Allah…, ya Rabbiii…….
Innalillahi wainnailaihi raaji’uuuuuunnnnn ……!!!!
Mendesir darah , dan merinding bulu roma
Tak terasa berlinang, air mataku

Sempat tertegun, melihat banyaknya email masuk…
Apa dan siapa yang sedang mendapat giliran…..??
Ternyata hari ini 13 agustus 2011
Sahabat, dan saudaraku telah pergi……
Meningalkan kami tuk selama-lamanya

Ku kenang….., dikau wahai sahabat!!
Terkenang perjuanganmu, sebagai seorang ibu sejati,
Perjuangan mulia tak tertandingi

Ketabahan dan kepasrahan melawan sakitmu
Adalah Perjuangan hebat , memberi pelajaran bagiku
Ketika saya akan menyusulmu nanti.

Selamat jalan sahabat….
Kuteruskan perjuanganmu, sebagai ibu
Dan pengajar sejati, untuk mengabdi
Mudah-mudahan, doaku ini
Mempertemukan jannah diakhirat , istana Ilahi
Amien

Published August 14th, 2011

Jangan Takut Tidur Hanya Sebentar

Cerita ini datang dari anakku tadi pagi…, Ketika bangun pagi  diruang tamu buku-buku berserakan,  tetapi yang kulihat bukan buku pelajaran. Melainkan buku-buku yang membahas tentang Ramdhan dan idul Fitri. Rupanya anakku sedang ada tugas sekolah tentang yang berkaitan dengan Sanlatnya (Pesantren kilat).

“Mengapa kamu tidak beresin Nak, ruang tamu jadi berantakan seperti ini….!!!”,  tanyaku . kemudian anakku menjawab :”Sengaja mama…, biar mama tahu kalau saya sudah berusaha rattil (belajar dengan segenap kemampuan). jawabnya . maka dengan spontan , setengah berteriak “Alkhamdulillah….! kamu lagi sadar….?” tanyaku keheranan.

“Bukan cuma itu mah…!”,     “saya lagi membuktikan teori baru  tentang  jumlah jam tidur , yang kata guru tidur paling tidak 8 jam.” itu ada pengecualian mah, tidak berlaku semua. dan aku punya teori baru.” Jawab anakku, sok pinter dengan lagak gayanya.

Kemudian  anakku melanjutkan ceritanya: “Kalau minimal tidur 8 jam dengan kondisi kegiatan kita normal, tidak ada masalah apapun. Namun ketika kita punya masalah/ tugas (tidak harus masalah itu jelek), jam tidur dapat dikurang juga tidak apa-apa.

Masalah yang saya maksud mah…,  adalah ,  saya lagi tertarik dengan tugas yang diberikan guru dan saya sendiri tertarik dengan tugas itu. Dengan senang hati tanpa henti saya tidur  mulai jam 01.00.  Saya Niyatkan betul mau bangun lagi sahur . saya berdoa ketika mamah bangunin saya sahur..,  ngga susah bangun lag  khan mah…!!i. dan  berarti benar, kalau tidur cuma sedikit kalau punya model, atau tipe ngga masalah .

Kesimpulan saya mah (dengan gayanya yang sok pinter :

1. tidur sebentar tidak jadi masalah, karena saya bangun sahur dan tidak tidur lagi ternyata seger-seger saja. Padahal saya baru tidur jam 01.00

2. tidur harus punya niyat atau harus diawali dengan niyat yang bener dan mohon dengan sangat dbangunin sesuai keinginan. (inilah bentuk model

3. Tidur itu harus berkualitas dan berisi

kualitas tidur itu adalah adanya setting pikiran yang positif diisi sesuatu ang positif yaitu diawali dari hasil belajar.

4. Ketika bangun besukurlah dan berjanji besoknya mau bangun lebih baik lagi.

5. Seting pikiran kita bahwa tidur sedikit itu juga menyehatkan asalkantiurnya berkualitas.

Published August 11th, 2011

Pertanyaan Anak Seputar Ramadhan


Pertanyaan Anak Seputar Ramadhan

Kesempatan dibulan Ramadhan adalah kesempatan baik untuk dapat saling sharing dalam keluarga. Kesempatan ini mudah dilakukan mengingat kebersamaan dirumah untuk makan bersama relative lebih sering dibandingkan pada hari-hari biasanya. Kesempatan ketika berbuka puasa dan shaur adalah kesempatan dapat bercengkerama dan bersendagurau bersama keluarga.

Spirit Ramadhan bagi yang menjalankan shaum adalah spirit menuju perbaikan hidup pribadi dan keluarga. Kesempatan dapat bebincang tentang hidup dan mati menjadi diskusi panjang menghiasi Bulan Ramadhan tahun ini. Dua Anakku sudah mulai tumbuh dewasa (Anak yang pertama perempuan duduk di bangku kuliah dan yang ke dua anak lelaki yang kini duduk di kelas tiga SMA ). Mereka berdua sedang mencari arti hidup yang sebenarnya, sehingga lewat diskusi menjelang dan setelah makan buka maupun sahur , mereka menanyakan tentang beberapa hal tentang hidup manusia.

Hal utama yang mereka pertanyakan oleh anak lelakiku adalah,

1. “sebenarnya puasa ini untuk Allah atau untuk siapa ma…? Jawabku: “ya untuk manusia yang menjalankan puasa nak..!” Kemudian lanjutnya bertanya,”Mengapa pada makna doa berbuka puasa ini untukMu (Allah), Apakah allah butuh puasa manusia…? Penjelasanku padanya:”Doa berbuka “Allahumma lakasumtu….” Artinya ya AAllah saya menjalankan Puasa ini adalah menurut perintahmu….:\”, “bukan Ya Allah puasa ini adalah untukmu….” Disini perbedaanya terletak pada huruf jar “la” ka. Kalau dalam bahasa Inggris setara dengan “in” yang maknanya tidak harus didalam. Begitu tentang “la” tidak selamanya maknanya adalah untuk, namun bisa juga maknanya menurut. “Mengapa makna yang ada bisa begitu ya Mah…? “Tanya anakkku lagi. “Dalam hidup diperintahkan kita terus belajar sayang…,” “Manusia diberi akal, sehinga mampu menilai mana yang pas dan mana yang tidak. Silahkan dipilih. Kamu sudah besar, pastilah dapat dengan jujur menetapkan pilihannya.

2. Kalau benar memang untuk kita shaum ini, lalu apa yang dapat kita ambil manfaatnya…? Shaum sendiri adalah pembinaan kesabaran iman. Tahukah sabar dan iman anakku ? Iman adalah menyatunya hati ucapan dan perbuatan. Untuk dapat menyatu menjadi demikian perlu pembentukan pandangan diri kita, seperti yang di ajarkan Allah sehingga sikap kita nantinya sama dengan pandangannya. Dimana sabar adalah berpegang teguh dengan ajaran allah dalam kondisi bagaimanapun. Jadi Intinya berpuasa / shaum itu adalah pembinaan kesabaran yang luarbisa karena iman. Inget bukan karena ketakutan suatu oknum”. Nakku langsung menyela :”Maksudnya mah…..?” jawabku selanjutnya: “yah…, kalau kamu menjalankan shaum karena takut sama mama, atau takut karena Allah…., itu ngga ada nilainya”. “Inti kesabaran disini adalah menjalankan sesuatu karena kesadaran diri menjalankan perintah Allah, sehingga melakukannya penuh dengan kecintaan. Karena sesungguhnya iman itu adalah cinta yaitu “Asyaddu hubballillah”

Pertanyaan lain muncul dari anakku yang Perempuan

1. “Kalau niyat puasa itu agar kita menjadi lebih kurus boleh ngga“ (Anakku tergolong agak gendut soalnya) . Jawabku kemudian :” Semua pebuatan itu adalah berpangkal pada niyat, jika niyat kurus itu hanya karena pingin langsing untuk menarik lawan jenis…, nilainya hanya menjadi laknat Allah nak…., namun niyatkanlah karena yang diperintahkan Allah (karena Allah). Apa yang diperintahkan oleh Allah berkaitan dengan pusa dan tubuh manusia…? Tanyaku selanjutnya! “Intinya supaya tubuhnya menjadi semakin sehat sehingga dengan begitu kita menjadi lebih bermanfaat terhadap sesama”. Anaku bertanya lagi :”Mengapa manusia cenderung tidak sehat baik fisik maupun non fisiknya…? Saya menjawab lagi :”Sebab jika tidak shaum, perut manusia tidak dapat dikendalikan, dan dari perut itulah sumber penyakit fisik maupun non fisik”. “sesungguhnya hampir 75 % aktivitas manusia ditujukan hanya untuk urusan perut. Lalu bagaimana yang 25 % lagi mah…? Jawabku :” sisanya adalah urusan sekitar perut. Atas perut dan bawah perut. Urusan atas perut meliputi urusan tentang, kehormatan, jabatan, harga diri kedudukan dll. Dan urusan bawah perut setelah itu urusan kedua yaitu urusan bawah, setelah urusan perut tersebut terpenuhi. Jadi urusan bawah perut, kemana lagi kalau bukan urusan sex, atau pasangannya.

2. Apa yang dikatakan guru dulu, katanya setan itu diikat ketika rhamadhan. Kok kejahatan masih tetep ada dibulan Ramadhan…? Bertanyaan bersambung tak ada hentinya dari putriku. Lalu jawabku panjang lebar demikian:” Bahasa Quran itu adalah bahasa tinggi nak…? Jadi memahami istilah tersebut harus klar….? Tidak boleh sepotong. Bahaya jadinya jika pemahaman tidak diarahkan kepada bahasa tinggi yaitu sastra. Sekarang luruskan dulu pengertian setan. Setan adalah yang membuat / menggeser manusia menjadi berbuat negative. Yang membuat negative itu ujudnya tidak kelihatan, namun dapat kita rasakan akibatnya. Contohnya angin juga begitu khan…? Jadi setan juga semacam itu, itulah makhluk gaya. Dia akan muncul ketika kita merasakan ditarik kearah negative. Jika kita bergerak kearah yang positif otomatis dia terpelanting. Maka di perintahkan kita supaya selalu berbuat positif agar setan itu seolah terikat. Karena positif dan negative sejatinya tidak dapat melebur, sehingga istilah mengikat jika kita meleburkan kedalam yang positif. Kemudian dia anakku nyerocos lagi…! :” jadi yang disebut dengan setan itu diikat di bulan ramadhan akibat manusia yang menahan hawa nafsunya = berbuat positif maka otomatisasinya nafsu manusia pasif = terikat. Bagitu bukan….?? Ya betul dan pinter anakku…! Wah…., hebat ya bahasa Quran, pakai istilah positif, negative, melebur dan terikat, yang dekat dengan bahasa fisika dan kimia”. Jawabku: “memang begitu bahasa Quran penuh dengan bahasa satra tinggi, sehingga bahaya sekali jika pemahaman kita dengan bahasa leter lek, sehingga dalam kehidupan selalu berbenturan dalam kehidupan.

Published August 9th, 2011

Lebih Baik Salah tetapi kuat dari pada Benar tetapi lemah

Berbuat salah selalu dihindari oleh setiap manusia yang sedang melakukan berusaha mencapai cita .  Kalau boleh memilih..,  kesalahan tidak mampir pada diri kita.  Berbuat kesalahan sekali dapat merusak semuanya. Dalam bahasa ungkapan  dinyatakan, “akibat nila setitik maka akan rusak susu sebelanga”    Pepatah ini megakar betul dalam setiap diri manusia, terutama saya pribadi.  Sehinga melakukan sekali kesalahan seolah telah mendapat  petaka yang luar biasa. Tidak jarang ketika  kita telah salah atau gagal  maka akan ditutup-tutupi agar orang lain tidak tahu atas apa yang terjadi “kesalahan atau kegagalan” dalam diri kita.  Tidak jarang  rela berbohong untuk menutupi atas kesalahan itu.

Nampaknya berbuat salah, adalah momok yang menakutkan, sehingga  mengakar ,  melebur dalam sanubari   jiwa manusia umumnya.  Karena dalam kenyataan di masyarakat  jika ,    bebuat  salah/gagal akan menjadi bahan olok-olokan dan gunjingan  dari tetangga teman ataupun saudara. Yang kami rasakan …..  olokan , gunjingan lebih menyakitkan dari akibat berbuat kesalahn  itu sendiri. Maka atas dasar itulah banyak dari kita yang menutup-nutupi dan bahkan rela berbohong jika telah  berbuat kesalahan.

Budaya memandang kesalahan seperti ini, sebenarnya banyak sekali kelemahannya. Pertama membuat   enteng   berbohong atau tidak jujur. Kedua  akan membuat manusia mejadi pasif dalam berbuat. Mengapa….? Karena setiap kali  akan berusaha selalu takut gagal/salah. sehingga menjadi banyak diamnya dari pada usahanya. Dan disadari atau tidak , sifat ini sebenarnya berbahaya karena model budaya yang seperti ini akan semakin jauh saja dari sukses. Jangankan sukses, bermimpi untuk suksespun takut. Sehingga target hidupnya menjadi rendah atau selalu dibawah. Takut dadal sama dengan takut mencoba, alias takut memulai sesuatu.

Untunglah sebelum Bapak “Mario Teguh” mengungkapkan tentang judul diatas, saya dan keluarga sudah menjalankan prinsip ini. Sebagai  pengalaman…, ketika Tahun lalu, anak sulungku bercita-cita setinggi langit ingin menjadi Dokter, dengan kuliah di universitas Negri yang favorit.   Saudara dan handai taulan melontarkan nada miring. Ada yang mengatakan bahwa kalau punya cita-cita lihatlah kemampuan, nanti kalau tidak diterima kecewa lho…… Ibarat memenjat pohon sangat tinggi pasti jatuhnya akan sangat sakit.

Komentarku saat itu (dalam hati)

1. Mengapa jauh lebih dulu memikirkan gagal dari pada sukses toh peluangnya sama besar…?

2. ” seandainya Jatuh setinggi apapun jika kita punya teknik dan alat/ilmuya pastilah akan mengurangi resiko sakit. Justru disitulah seseorang yang pernah jatuh, tentunya punya  barometer.

Barometer itu antara laian:

1. Apakah dirinya telah punya alat atau tidak  agar pada usaha yang lainnya dapat menjadi lebih baik.

2. sudahkah meletakkan niat yang kuat sebagai fondasi atau sekedar ikut-ikutan..!

3. Bagaimana rasanya jatuh dan mendapat cacian orang lain adalah pengalam berharga  untuk  hari kemudian.

3. Bagaimana memelihara semangat juang yang tinggi dan terus menerus agar nantinya menjadi lebih tangguh, juga butuh pengalaman.

Karena kuatnya keinginan menjadi dokter, sampai-sampai semua Perguruan Tinggi Negri yang didaftar hanya 2 pilihan, yaitu Pendidikan dokter, dan dokter gigi.  Singkat cerita usahanya gagal total.

Kecewa pastilah ada , namun dari situ semakin jelas kesalahan yang telah di perbuat.  Yang penting masih dalam kondisi sadar dalam kekalahan, tidak menyalahkan diri sendiri atau orang lain bagiku cukup . Namun …., seperti sudah tergambar sebelumnya bahwa harus siap menerima ocehan-ocean, seperti berikut.

1. Apakah anakmu tidak dibimbing dalam memilih fakultas…? Lain kali pilihnya jurusan yang paling sepi minatnya, insya Allah diterima.

2. Masuk saja di  universitas swasta……,  toh bayarnya   lebih murah. selain itu jangan sampai menganggur , sayang ….., lagian anakmu perempuan nanti keburu tua disekolah.

3. Jangan terlalu bermimpi…, lihatlah kemampuan…!!

Namunn….., karena kuatnya pendirian walaupun gagal  (salah). anakku tetep tidak mau ke swasta atau berpaling pada jurusan yang lain walaupun diterima di universitas negri.  Keputusan anakku tetap belajar lagi (Lest) dengan mencari tempat les yang dianggap bagus, walaupun dia harus Kost, biaya mahal dan lebih kerja keras.

Dari beberapa saudara menitipkan pesen, selalulah dipantau belajarnya jangan-jangan dia keluar rumah karena stress. Ada juga yang  menyarankan jangan ditunda nanti dia  akan tambah stres jika ternyata  tahun depan gagal juga. Sampai keluarga sendiri perpesan sangat jangan sampai daftar lagi  kedokteran pilihlah jurusan yang paling rendah, kalau memang ingin di Universitas negeri.

Sekali lagi…, anakku tetep teguh dengan kedokterannya.  Pada tahun berikutnya dari  9 universitas  Negeri favorit  dia ikuti test, 7 diantaranya pilihannya hanya dokter dan dokter gigi.  dan 2 lainnya pilihannya memasukkan  Fakultas teknik , selain kedokteran sebagai pokoknya.   Karena kuatnya keinginan di kedokteran kamipun mendaftar sampai ke Pulau Sumatera. Namun karena tidak ada fak. Keokteran gigi maka pilihan keduanya adalah teknik.

Mengapa tidak daftar fakultas yang jarang peminatnya…? nanti anakmu stress lho….., jika pahitnya tidak ada yang diterima  satupun…!!!  Logikanya iya juga ya….!!!  Namun sebagai ibu…, saya tidak dapat memaksakan apa yang dia pilih. saya sangat menghargai pilihannya. “Karena dia Pernah berkata ketika tahun lalupun dia diterima disalah  satu fakultas atas pilihan mamanya,  dia menyuruh mama aja yang kuliah, saya tetep  mau les lagi.  Tapi inget ya nak…, kesempatan kamu menganggur hanya tahun ini. tahun berikutnya mama harus ngurusin kuliah adikmu. Jika hal yang ter pahit terjadi apa yang kamu lakukan…? Iya mama…, saya akan nurut mama…, tetapi ijinkan saya berusaha sekuat tenaga mudah-mudahan usahaku pas /sesuai dengan yang di perintahkan olehNYA.  Kalau saya gagal…, karena kesalahanku saya janji tidak strees dan menerima dengan ikhlas apa yang menjadi kepastianku. Saya hanya mau mencoba dan mencoba. bukankah yang diperintahkan hanya usaha dan usaha…? Perkara nanti saya dimana di terima…, baru saya ikhlas menerima takdirku.

Bulan Juli 2011 lalu adalah Bulan dimana saya mengantar dia test di berbagai universitas negri pilihanya. Dan …Seprti tahun lalu pula…, kegagalan-dan kegagalan setelah kulihat pengumuman lewat web. Duh…Gusti….., berat menerima kenyataan ini, namun kulihat wajah anakku tidak stress seperti yang aku bayangkan. Sampai  pada tanggal 19 Juli 2011 ketika saya sedang menemani dia Test disalah satu universitas di sumatera,  hatiku terasa tidak enak ….!! Selain karena tidak ada sanak saudara di Pulau  seberang……, saya merasa kurang enak badan, perut terasa mules akibat tidur di lantai semalam karena menginap di rumah kontrakan kenalan yang  kondisinya seadanya.  Namun karena ketulusan dan kebaikkannya …, terasa seperti saudara sampai dingin dan sumpeknya ruangan tak terasakannya..

Jam 08.00 pagi…, tiba-tiba mendung dan gerimis , sehingga saya berteduh disebuah kantin dan memesan sarapan pagi. Lauk ikan tongkol sudah mateng menggiurkan selera, sehinga dengan nikmat saya  sarapan ditemani beberapa kucing yang mencium ikan pada berdatangan.

Hari itu pengumunan SIMAK UI,  Tak ada harapan sama sekali, Karena kemaren informasi testnya paling sulit diantara yang lain. Yang Mudah tesnya saja tidak diterima apalagi   yang susah sepeti UI pikir saya.  Ditambah lagi semua pilihannya tidak ada grade yang rendah.

Dengan pasrah …, lewat web yang ku buka dengan nomor  yang  saya sendiri tidak yakin apakah no ini benar…? karena ada beberapa nomor di kertas tesnya.  Dan Subkhanallah…..!!!! ternyata diterima di Fak. Teknik Metalugi.  Saya belum pecaya ….mungkin  Okky yang lain kali….! karena nomornya asal kumasukan. Tetapi setelah saya menuggu selesai test…, diulang dengan no yang lain tetep diterima. Sehingga saat itu anaku baru percaya.

Dalam perjalanan langsung  pulang menuju terminal…, anakku berkomentar…, untung aku memimih Teknih….,  coba kalau saya nurut orang lain fakultas yang grade rendah dan ternyata aku ngga suka…, apa jadinya ya….!!!  Dalam  diam termenungku aku membenarkan prinsip anakku. Dulu dia hanya  memilih  dua saja dan gagal…, namun karena kuatnya prinsip sehingga  menemukan jalan. setidaknya walaupun dia gagal di kedokteran namun mendapatkan fakultas Teknik Metalurgi di UI adalah jauh lebih tinggi dari pada dia benar diterima di fakultas yang lemah gradenya atas pilihan orang lain.  maka pada hari itu terasa indah ketika mengenang pesan dari  Mari0 Teguh yang pernah berkata “lebih baih  salah tetapi kuat dari pada benar tetapi lemah” SELAMAT ANAKKU.  tetaplah kuat dalam prinsp dan menjaga semangatmu.

Published August 8th, 2011

Kenangan Puasa Seorang Anak

Ramadhan selalu ditunggu……!!!!!, Benarkah…..? ketika kecil dahulu…, saya belum mengerti apa arti ramadhan itu …!!! yang ku ingat aku pasti akan berlapar-lapar ria…..!!  rasanya sangat menyiksa .  Berat sekali menjalankan kebiasaan tidak makan selama satu bulan , dimana bulan yang lain tidak demikian.  Ditambah lagi bangun sahur, adalah hal yang lebih berat lagi membuka mata walaupun untuk makan.  Dunia terasa dibalik 180 derajat.  disuruh makan begitu beratnya, apalagi disuruh tidak makan lebih berat lagi.

Ketika itu saya protes.., mengapa menjadi muslim harus menyiksa diri…? padahal agama lain tidak harus demikian.  Rasanya Tuhan tidak adil…..!!. Lingkungan keluarga  yang keras terhadap puasa mendorong rasa takut kalau tidak menjalankan puasa.  Selain ancaman Dosa…. , bisa tidak mendapat baju lebaran jika puasa tidak penuh dilakukan.  Karena rasa takut dan berpikir  berat menjalankan puasa itulah , yang lebih mendorong menjadi semakin lebih ingin untuk putus menjalankan puasa.    Maka ketika itu , saya sering ngumpet-ngumpet hanya sekedar minum saja ketika haus  dan mencicipi makanan yang dikumpulkan dari pagi hingga petang dan dari berbagai sumber untuk buka nanti.

Sepanjang hari sibuk mengumpulkan apa saja yang dapat dimakan  untuk buka nanti, sehinggga seringkali makanan mubazir tidak dimakan karena perut sudah kekenyangan.  Bayangan makanan apa saja disiang hari terasa lezat dan nikmat. Padahal sesungguhnya yang dibutuhkan tubuh cukup sedikit saja, dan belum tentu enak ketika dimakan malam harinya . Belum lagi nafsu makan yang luarbiasa …  akibat menahan lapar yang amat sangat , sehingga ketika beduq magrib tiba…., makan cepat dan terburu-buru  biasa dilakukan hingga perut terasa cepat penuh bahkan saking penuhnya terasa sampai hampir menyentuh dada.

Beberapa kali masih teringat ketika itu,  eyang membawa centong (alat mengambil nasi) diurutkan diperut perlahan-lahan, yang konon berhasiat mengendurkan urat  syarat diperut, agar berkurang rasa sakit akibat kekenyangan.

Hal lain yang menyebalkan bagi anak kecil ketika itu, saya harus shalat tarawih di rumah berjamaah dengan tetangga sekitar yang jumlah rakaatnya lebih banyak, sementara di mushala dekat rumah ada yang menjalankan shalat tarawih  rakaatnya lebih sedikit.  Untuk kesekian kalinya saya merasa Tuhan tidak Adil. Dan sampai saat inipun pertanyaan itu mengapa berbeda rakaatnya belum ditemukan jawaban.

Waktu itu saya teringat masih sekolah di Sekolah Dasar. Banyak hal konyol yang dilakukan namun merasa lumrah untuk dilakukan. Belajar dari pengalaman kecil itulah maka saya tidak ingin terjadi pada anak saya   menjalankan puasa seperti saya.


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.