rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for July, 2011


Published July 30th, 2011

S H A U M

Tanggal 1 Ramadhan insyaallah jatuh hari senin tgl 1 agustus 2011. Seluruh umat islam akan menjalankan Shaum. Shaum berbeda dengan puasa. Shaum adalah pembinaan diri secara tahunan agar terlahir menjadi mu’min yang sabar dan tagguh dalam menjalankan hidup. Mu’min harus tangguh secara fisik dan mental. Oleh karena itu mu’min butuh pembinaan.

Sifat pembinaan harus terus menerus, tidak boleh terputus-putus. Sebab kalau terputus, ibarat menempuh garis perjalanan (hidup) sama dengan terhenti. Kalau disamakan dengan garis bilangan, terhenti sama dengan 0. Terus menerus berarti maju sama dengan positif. kalau mundur sama dengan negatif.

Seperti halnya shalat sebagai Pembinaan harian yang dilakukan dari waktu ke waktu tidak boleh terhenti dalam rangka ke sana. Kalau ada pembinaaan harian dan ada pembinaan tahunan dengan SHAUM, lalu bagaimana denganpembinaan  mingguan dan Bulanan…? ya…..!!, saum dan shalat sebagai pembinaan mingguan kita sering mendengar istilah shaum ( puasa ) senin dan kamis, lalu ada shalat jumat yang dilakukan hanya sekali dalam seminggu dan itu wajib dilakukan. Kalau begitu pembinaan bulanan apa ya…? Kalau tidak salah kita sering mendengar istilah tahajud. Disiplin waktunya sebaiknya dilakukan tiga hari diawal bulan atau tiga hari diakhir bulan. inilah pembinaan bulanan.

Mengapa ya…., Pembinaan hidup ditekankan pada shalat dan S H A U M.? Kalau di perhatikan Shalat dan shaum bagaikan pasangan serasi yang tidak gampang dipisahkan. Lihat saja Shaum Ramadhan dan shalat lailnya, shalat jumat dan shaum senin kamisnya. Ada Rahasia apa sebenarnya bagi kita yang mau melaukan shalat dan shaum dengan sungguh sungguh …….? Apakah hanya imbalan pahala dan surga yang entah apa , kapan dan dimana ……???????

Mari kita kaji lebih dalam dari sisi yang lain. shalat dan shaum hanya ditujukan kepada manusia, maka manfaat langsungpun akan kita rasakan secara jasmani dan rokhani.

Sehatnya rokhani makanannya adalah ilmu yang ojektif ilmiah yaitu Quran, dan dan sehatnya jasmani juga karena makanan yang bersih dan sehat yang dikenal 4 sehat 5 sempurna.

Megapa kita sering sakit jasmani dan rokhani sepert  pusing dan stresss misalnya  ……..????? Perlu di sadari oleh karena makanan yang masuk kedalam jiwa dan badan kita juga tidak sehat.

Apa hubungannya dengan shaum / puasa dan shalat….? Shaum salah satunya adalah untuk mengendalikan makan dan minum yang selama ini ( diluar ramadhan ) tak terkendali.  Hidup  bukan hanya untuk  Makan, melainkan  makan hanya untuk sekedar kebutuhan hidup.  Kebutuhan makan yang utama justru adalah makanan rkhani yaitu  kita butuh ilmu agar dalam hidup ini menjadi sadar akan apa yang dimaksud dengan hidup yang sebenar-benar hidup.  Inilah kehidupan yang sesungguhnya yang berbeda dari kehidupan Binatang.

Jadikita melakukan Shaum dan shalat adalah untuk mengendalikan makanan baik jasmani maupun rokhani. namun sayang kebanyakan manusia masih terfokus pada makanan jasmani.  Maka dapat dirasakan bagi yang sadar apa makna shaum itu sendiri , yang selama ini hidup didominasi urusan seputar perut utamanya makan maka dengan shaum dapat di kendalikan. .

Lalu apa hubunganya shalat dengan makanan Rukhani…? Sejatinya shalat itu adalah pembukuan iman. Iman harus dengan ilmu. Maka yang perlu disadari disini bahwa ketika kita shalat , terutama setelah baca alfatihah yaitu membaca ayat-demi ayat, sebaiknya berganti-ganti. Bukan seperti yang dilakukan oleh saya pribadi, dhuhur baca annas, ashar baca alikhlas, maka dua ayat itu berulang selama 5 waktu dari hari kehari bahkan dari tahun ketahun…? kalau seperti itu yang di lakukan…., .saya khawatir ibarat pembangunan sebuah gedung hanya menggeser dua buah tumpukan batako dari depan ke belakang setiap waktu demikian.  Akankah tercipta  bangunan gedung yang megah…..? sepanjang hidup hanyalah impian gedung, impian membangun surga.   inilah shalat shahun yaitu shalat yang nilainya adalah NAAR. jadi lalainya  shalat bukan hanya karena waktu, tetapi karena faham atau tidaknya terhadap ayat-ayat al-Quran sebagai sumber ilmu yang nilainya obyektif ilmiah. Jadi intinya shalat pembukuan ilmu, yaitu satu konsepsi yang benar yang objektif ilmiah untuk hidup manusia.

Lalu bagaimana hubungannya dengan S H A U M. shaum itu adalah untuk membina secara fisik dan mental dalam aplikasi berbuat hidup menuju sabar. yaiatu terus menerus dibina dengan ilmu sebagai konsepsi . dan untuk menjadi  aplikasi hidup sesuai dengan konsep Quran dibutuhkan shaum. Jadi mengapa shalat dan shaum tak dapat dipisahkan, karena sejatinya pembinaan fisik dan mental juga tidak dapat dipisahkan.

Rasanya masih banyak yang belum menyadari sejauh itu fungsi shalat dan shaum. Kalau mau lebih jelas marilah diskusi, sharing, agar kita berbuat sesuatu bukan motif pahala dan dosa semata. mudah-mudahan kita mendapat Ridhanya.amien

Published July 16th, 2011

Menyambut Bulan Ramadahan

Bulan Ramadhan disambut dengan suka cita. Dulu…, ketika jaman Rasul konon hanpir sama dengan jaman sekarang dalam memuliakan bulan Ramadan. Semua gembira dan semua suka cita. Hanya bedanya kalau dulu Para nabi dan Rasul menyambut Ramadahan akibat faham betul hakekat puasa. Namun pada masa sekarang nilainya sudah bergeser. Yang menyebabkan demikian adalah karena adanya bayangan banyaknya aneka makanan di malam hari, yang menyebabkan Puasa menjadi bergairah. Begitu kira-kira inti ceramah kemaren. Begitukah…?

Pertanyaan ku yang tak pernah dijawab :

1.  mengapa pandangan tentang puasa / shaum bergeser…?

2. Lebih hebat mana antara  bulan puasa atau yang turun di bulan puasa…?

Published July 14th, 2011

Tentang Membaca

Ketika Rabu, tgl 13 juli 2011, saya mengantar anak ke sebuah sekolah SMA di bekasi dalam rangka Verifikasi Data. Saya tertegun dengan beberapa tulisan yang tergantung di sepanjag koridor untuk memberi motivasi para siswanya. Diantara tulisan yang menarik dan jumlahnya cukup banyak ditemui adalah “ Membaca yang tidak mengerti apa yang di baca sama dengan tidak melakukan apa-apa “ Tulisan ini sangat menarik bagiku karena saya pribadi sering melakukan demikian.  jadi yang menjadi pertanyaan apa arti membaca….?

Selama ini di pahami bahwa membaca adalah mengucapkan dengan lisan/mulut tentang yang di bacanya. Apakah yang dibaca itu harus ada obyeknya yang real / nyata..? Selama membaca identik dengan tulisan / buku yang jelas dapat dilihat dengan mata. …? Kalaupun tidak dapat dilihat dengan mata , karena buta maka membaca dengan meraba huruf braile.

Lalu bagaimana membaca yang tidak bersentuhan dengan obyek nyata, misalnya membaca Doa tertentu karena sudah hafal maka obyek bacaannya tidak diperlukan lagi…..! Perbuatan Konyol yang sering saya lakukan adalah  saya  sangat hafal bacaan itu, seperti membaca   salam , membaca doa-doa yang lain namun saya tidak mengerti apa yang saya baca. Apakah ini juga termasuk membaca atau mengucapkan……..????, apa bedanya…..? Kalau kita bandingkan dengan slogan di atas, yang tersebar disetiap koridor ” bahwa membaca yang tidak mengerti apa yang di baca sama dengan  tidak melakuan apa-apa..?

jadi bertahun-tahun apa yang selama ini saya baca tenyata sama dengan tidak melakukan apa-apa …..!!! Terimakasih atas motivasi yang ditulis di sebuah SMA di bekasi, menyadarkanku akan tindakan selama ini. mudah-mudahan kedepan saya berusaha mencari tahu agar yang ku baca aku pahami. Bagaimana dengan  sahabat yang sedang membaca ..?????


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.