rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for May, 2011


Published May 6th, 2011

Tanggapan, Sebuah Realitas

Tanggapan, Sebuah Realitas
Tulisan ini dibuat untuk melengkapi sebuah komentar saya di Blog Pak Bambang Wahyudi yang berjudul Realitas. Berdasarkan pengamatan beliau realitas yang terjadi dalam masyarakat pada umumnya apabila seseorang mempunyai konsep bagus tetapi kenyataan hidupnya tidak mencerminkan perilaku yang bagus, pada akhirnya orang berpaling darinya. Dicontohkan Dai Kondang AA , yang begitu luarbiasa isi dakwahnya, setelah dia dalam kenyataan hidupnya mempunyai istri dua, bahkan pada akhirnya dipilih istri yang lebih muda dan lebih cantik, umatnya super kecewa. Intinya dakwahnya, tidak laku lagi.

Dari salah satu contoh realitas seperti yang diceritakan diatas, ternyata dalam segi kehidupan yang lain kisah cerita serupa sering terjadi. Titik kuncinya bukan pada peristiwa beristri dua atau selingkuh, disini tekanannya adalah :
1. “Orang yang mempunyai konsep bagus belum tentu kenyataanya dalam hidupnya bagus”. Disini beliau menyimpulkan bahwa ini adalah bisa saja terjadi mengingat konsep “hubungan horizontal sesame manusia akan dapat terjadi seperti itu, namun hubungan manusia dengan Tuhannya, kemungkinan besar tidak berkurang keimannannya  bahkan bertambah, karena siapa yang dapat menduga hubungan seseorang dengan Tuhannya, karena Hubungan Tuhan dengan seseorang tidak Nampak terlihat. Hubungan hati yang tidak mungkin bisa ditebak. Ini adalah yang dapat saya tangkap dari Pak BW.
2. Lain Lagi dari Pak ATT, Beliau menyimpulkan bahwa percuma konsep bagus kalau tidak dibumikan, alias N A T O. Sepertinya beliau kecewa melihat konsep yang bagus namun realitas dilapangan tidak kunjung menyelesaikan masalah.

Komentar saya kepada Pak BW.
Bahwa intinya dari definisi “Hablumminallah wahablumnannas” konsep yang dipahami selama ini memisahkan …, pertama hubungan horizontal manusia dan manusia , kedua hubungan vertical manusia dengan Tuhannya. Karena konsepnya terpisah maka saya analogkan dua hubungan vertical dan horizontal tersebut seperti hubungan minyak dengan air. Hubungan yang terjadi sesama manusia, sama sekali tidak mencerminkan hubungan manusi terhadap Tuhannya.  Mengapa demikian ….? Iman yang ada wilayahnya hanya dihati, maka pantaslah yang mengetatuhi antara manusia dan Tuhannya , tidak dapat ditebak. Kalau Iman wilayahnya sampai kepada amalun bil arkan, maka hubungan manusia dengan Tuhannya jelas terlihat. Lihatlah  kata Allah bahwa jika manusia yang shalatnya Khasiun maka akan ” min astsarishujud” yang diterjemahkan  ada bekas sujut dikening manusia yang rajin shalat tersebut. Biasanya saya lihat banyak cowok yang ada hitam-hitamnya  di kening yang melambangkan seringnya dia berkomunikasi dengan Tuhan lewat Shalat.  Tahukah makna yang sebenarnya…? Siapa yang melakukan shalat khasi’un, atau dengan benar maka ada bekas sifat merunduk patuh  terhadap Tuhan dalam hidupnya.  Maka jelaslah disini bahwa hubungan manusia dengan Tuhannya dapat terlihat jelas sampai kepada tindakan setelah melakukan shalat. Kepatuhan di  tempat kerja pada aturan, rajin,  tidak pemalas, suka menolong. Ini contoh pengertian hablumminallah wahablumminannas. Tindakan kepatuhan dalam hububgan antar manusia merasa diperintah oleh  Allah.  Kalau pengertian iman  dan hubungan manusia dengan Tuhannya wilayahnya hanya di hati, contoh konkritnya seperti AA

Andai saja pengertian Iman wilayahnya sampai kepada tindakan dan pengertian “Hablumminallah wahablumnannas” dipahami  sebagai  “gerak horizontal sesama manusia sangat tergantung dari gerak vertikal manusia itu sendiri terhadap Allah” maka dua hubungan vertical dan horizontal menjadi satu kesatuan. Analog hubungan ini seperti air sirop dengan air putih. Dua hal ini menyatu menjadi sesuatu yang baru menyegarkan untuk diminum.

Bagaimana contoh konkritnya di lapangan…? Saya ambilkan contoh AA  lagi, JIka yang dipahami selama ini benar maka iapun akan mengajarkan konsep demikian:. Dalam Quran diceritakan bahwa Allah membikin hanya satu rongga dada hanya untuk satu hati. Disini Allah mengajarkan kepada manusia dengan bahasa lambang bahwa jika manusia dalam rongga dada diisi dua hati maka layaknya satu kapal dua nahkoda. Pasti ujungnya berantakan. Dan yatanya terbukti, bercerai , berantakan bak kapal pecah.. Jadi apa yang salah dari beliau..? Semua diawali dari p e  m a h a n k o n s ep    y a n g   s a l a h. Konsep salah maka aplikasinya juga salah. Andai saja Beliau paham dengan konsep yang saya ajukan , dan paham pula konsep yang lain seperti apa yang dimaui Allah yang sebenarnya…, pastilah akan takut melanggar perintah Allah untuk mengisi satu rongga dengan dua hati. Pasti mampu mempasifkan hawahunya.  setiap tindakan harus  selalu merujuk kepada konsep yang benar, dan berdoa ya Allah mudah-mudahan yang saya lakukan adalah memenuhi perintahmu. Jadi kalau sudah tahu bahwa ini salah maka segeralah bertaubat. Selama konsepnya yang demikian itu tidak tepat maka begitulah ujung akhir dari riwayatnya. Konsep Islam  datangnya Asing, dan konsep itu perginya juga asing.  Dan Saya jamin…, bahwa konsep yang lain dalam kehidupan juga masih asing. dan jika dipaparkan semua…, mampukah kita melaksanaknnya…..?

Komentar untuk Pak ATT.
Nampaknya Pak ATT telah muak dengan konsep bagus yang seolah meng awang awang. Perlu diketahui bahwa konsepsi yang bagus adalah yang methodis. Yaitu mempunyai bentuk berfikir/ model yang benar yaitu model  yang bersumber dari Ajaran Allah. Kedua Sistematis, Analitis dan Obyektif. Keempat elemen itu harus dipenuhi. Jadi sistimatika model dimulai dari konsep dengan rujukan dari Allah. Selama ini mengatakan dari Allah dari surat ini ayat ini, tetapi apakah mampu memenuhi  tiga unsure yang lain ? Harus diakui bahwa konsepsi yang dianut semacam AA , tidak memenuhi empat unsur diatas (akan panjang uraiannya karena menyangkut banyak hal). Bukan karena orangnya yang salah namun harus rendah hati mengakui bahwa yang dipahami selama ini perlu ditingkatkan. Tuntutan seperti Pak BW bahwa konsep harus dapat diujudkan, berarti ini adalah memenusi unsure obyektif. Pasnya satu konsep dengan kenyataan dilapangan. Konsep yang memenuhi 4 unsur tersebut akan memberi gambaran yang menenangkan bagi yang patuh. Dan akan memberi gambaran adzab yang maha pedih bagi yang ingkar. Namun sayang masal manusia maunya gambaran indah yang disuguhkan dan menghindari adzab pedih dari Tuhan. Namun dalam kenyataan tidak mau  ataukah tidak mampu  menyadari konsep apa yang digunakan. Biasanya  hanya berharap dan berdoa  tentang kebaikan namun tidak faham begaimana proses sampai menjadi baik.  Tak perlu didoakan jika konsepsinya memang salah otomatisasi salah juga ujungnya. Berdoalah selalu mencari mana konsep yang benar dari Mu  ya Allah, Dan mudah-mudahan ditajamkan hati untuk sanggup menerima petunjuk yang Engkau Maksudkan.

Jangan sampai pola pikir pak ATT, seperti mahasiswa…, banyak memahami konsep tetapi tidak dijalankan banyak dosa mendingan sedikit dipahami dan diamalkan sehingga dosanya sedikit. Banyak omong ujungnya NATO. Yang penting jalankan apa yang ada , tidak banyak omong , dan tidak banyak dosa.

Apa kelemahan dari prinsip ini.

1. menjauhi konsep yang dianggap rumit, tanpa menyadari bahwa konsep mampu memprediksi waktu yang akan datang. Bisa dibayangkan bagi nereka yang tidak tahu konsep bahwa besok gunung A mau meletus misalnya. bagi yang mengerti konsep ia tahu apa yang akan dilakukan.

2 Manusia yang faham dengan konsepsi , dapat dipastikan  berdoanya realitas dalam arti sesuai  harapannya sesuai dengan usaha uyang dilakukan. Bagi yang tidak faham konsepsi ia hanya pandai  berdoa ,  mohon hasil yang setinggi tingginya, namun usaha minimal sekali, dan biasanya baru sebatas  m e r a s a  telah berusaha maksimal.

3. Orang yang tak tahu konsepsi biasanya selalu mengeluh dan tidak tenang hidupnya. selalu menuntut lebih dari yang lain.

4. menjauhi konsep yang rumit dianggapnya, dikarenakan nantinya malu dengan konsep lama yang dimilinya ketahuan. padahal dia  ingin mempertahankannya. Biasanya manusia seperti ini karena egonya tinggi.

5. Sudah menjadi sifat manusia dengan posisi nyaman, akan sangat marah/tersinggung jika sesuatu yang menyangkut pribadi terusik  (konsepsi diri yang dipegangnya di ganggu.)

6. Konsep yang benar hanya milik hati orang yang bersih dalam hidupnya. Bagi mereka yang terlanjur berkarat besi, pastilah akan terdapat gaya yang tolak menolak.

7. Konsep yang benar diperlukan alat yang canggih, untuk dapat mengangkat /mengambilnya. namun sayang alat tersebut belum familiar bagi banyak orang.

8 dll. khawatir terlalu panjang  dan  menjemukan.

Catatan:

(Bagi laki-laki yang punya hasrat sama dengan AA  pasti akan mengkaunter, tuh nabi istrinya 4, terus bagaimana..? ).

Cobalah  jangan campur adukan dulu pembicaraan ini. Kita sadari dulu bahwa dari beberapa konsep yang selama ini saya kemukakan selalu mempunyai sisi yang berbeda dari pemahaman banyak orang. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa pandangan istri 4 nabi juga akan berbeda dari kebanyakan  orang. Mengapa demikian…? Berpuluh tahun dilakukan pengkajian, ternyata kita ada yang sengaja membikin kita menjadi demikian. Tidak dapat saya sebutkan A, B atau C. karena jawaban ditemukan dalam proses panjang yang akan pasti diperoleh setiap manusia yang akan sungguh-sungguh mencarinya. Butuh keikhlasan dan penyadaran diri bahwa diri  kita ini keliru. Jika kita masih merasa benar maka hidayah itu tidak mungkin didapatkan. Betapa susahnya mencapai hidayah ini, diungkapkan bagiakan sulitnya Onta mau masuk lubang jarum. Hampir mustahil bagi yang pesimis. Namun bagi yang tahu alat modern untuk menyerut benda sebesar Onta  sebesar itu ………semua tidak ada masalah. amien.

Published May 3rd, 2011

Ilmu dan Iman Bag II

Iman dan Ilmu (Bag2)

Cukup mengagetkan bila telah membaca dan mendapatkan kesimpulan akhir dari tulisan yang dipublis sebelumnya, yaitu masalah Iman dan Ilmu. Iman sebagai dasar ternyata ada pilihan. Dari berbagai sudut memandang ternyata Iman adalah mutlak harus dengan ilmu. Jika iman tanpa ilmu maka ibarat fondasi yang salah rancangan. Konsekwensi Iman dan ilmu bagaikan Gula dan manisnya yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Hanya dapat dibedakan dengan ketajaman dan kesehatan rasa. Kalau begitu…, apakah yang sudah melekat selama ini salah….? Terus….., bagaimana jadinya ini….?

Kembalikan pada mukadimah tulisan tentang iman dan ilmu. Kalau belum kenal maka tak cinta, karena tak cinta maka tak sayang , cinta harus wajar, cinta butuh pengetahuan sebagai syarat untuk membandingkan, nilai bandingan melahirkan pilihan. Alternatif pilihan banyak disuguhkan, maka mulailah niyat untuk dapat menempatkan. Dalam proses mencapai tujuan.

Inti yang akan disampaikan, bahwa bukan salah yang sudah ada, karena dua duanya berasal dari Allah yang menyuguhkan. Baik iman yang berasal dari kata kerja maupun dari kata benda. Disini hanya memaparkan sebagai perluasan dan pendalaman agar setiap diri mampu memilih dengan obyektif ilmiah. Pilihan yang disertai pengetahuan akan membuahkan buah kemantapan dalam pilihan. Melalui pengetahuan ilmiah, tidak lagi hampa dengan yang dilakukan. Kita diciptakan sebagai manusia yang informative, yang mampu menangkap berbagai informasi dari Allah. Dimana Allah selalu menyuguhkan dua pilihan, agar dimaksudkan manusia pilihan yaitu manusia yang mampu memilih. Itulah manusia yang diharapkan menjadi Khalifah dipermukaan bumi. Khalifah di permukaan bumi mesti tahu ilmu Yang benar dan yang salah.

Yang tidak tahu ilmu terkadang juga merusak tanpa disadarinya. Kalau diserukan agar janganlah menjadi perusak dipermukaan bumi, jawabnya saya adalah yang membangun kehidupan (Al-Baqarah :11). Sebagai contoh kecil sebagai ibu rumah tangga yang pekerjaan masak adalah pekerjaan rutinnya, jika diserukan janganlah masak dengan memakai bumbu masak yang berlebihan, atau jangan memakai minyak dan garam yang berlebihan, jawabnya inilah masakan yang enak memang harus demikian . Kasihan nanti roda perekonomian minyak, bumbu masak dan garam akan menjadi lesu, maka ibu rumahtanggalah sebagai pahlawan perekonomian. Begitu dengan Bapak / lelaki yang disuruh berhenti merokok pasti jawabannya tidak jauh demikian.

Iman dan Ilmu Sebagai warisan tidak mungkin ditampik/ditolak dari orang tua. Maka Warisan iman yang kita punya, adalah ibarat barang berharga yang baru sempat diserahkan demi keamanan dari orang tua dan nenek moyang kepada kita. Wajib kita syukuri karena modal utama telah didapatkan. Tugas kita adalah mencari tahu barang berharga ini untuk apa dan bagaimana mengasah dan memanfaatkannya agar menjadi lebih berguna.

Maka…, Iman dengan definisi baru, cobalah jangan reaktif dahulu. Apalagi langsung memfonis A, B, C. karena uraian belum selesai. Perlu digambarkan sisi lainnya yang memang belum pernah ada selama ini. Perlu step demi step memahami ini, dengan seiring harapan memberi pencerahan bukan menambah gundah gulana. Diperlukan bahasa sastra tinggi agar dapat menghaluskan rasa, hingga hati menjadi lembut , darah ikut mendesir, disertai gemeretak tulang yang menghantarkan niyat mulia mencapai yang diridhoi NYA.

Ibarat Pembangunan sebuah gedung megah yang melambangkan hasil peradaban tinggi di abad XXI ini, begitu kita membangun akhlak dan rokhani kita dengan iman. Selain dibutuhkan dasar, teknik, tujuan dan manajemen tinggi sebagai syarat utama dalam pembangunan ini, maka factor terpenting adalah menyiapkan mental hati untuk segera mengawali pembangunan diri agar tercipta bangunan jiwa laksana karya peradaban megah di abad ini. Mampukah Iman yang ada membangun sesama, mempersatukan jiwa bangsa, dengan doktrin ilmiah, bukan karena doktrin yang dipaksaan .

Apapun alasannya, berita akhir-akhir ini tentang bom, penculikan oleh NII, tawuran pengrusakan dan lain-lain adalah masalah serius yang perlu ditangani. Akar persoalan harus dicari. Dan dari pengamatan yang ada adalah berasal dari doktrin yang kaku, yang bersudut dari subyektifisme golongan tertentu. Benar dari golongan tertentu , kemudian menyalahkan golongan yang lainnya. Cobalah pandang bahwa apapun latar belakangnya adalah proses perjalanan yang belum selesai. Menuju benar dapat melewati yang salah. Begitu juga yang merasa benar hari ini ada kemungkinan besok tergelincir, karena sesungguhnya iman itu adalah yazid wayankus(naik-turun).


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.