rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for December, 2010


Published December 16th, 2010

Tidak Tahu atau Tidak Mau

Diam…, adalah emas. Begitu pepatah mengatakan. Pada situasi yang memungkinkan untuk berbicara akan menambah buruk keadaan, mungkin pepatah ini  dapat digunakan secara tepat. Namun ketika ada persoalan yang membutuhkan seseorang harus memberikan komentar, namun kemudian yang dilakukan hanya diam seribu bahasa, maka diam itu akibat  tidak tahu atau karena tidak mau menjadi sulit dibedakan.

Sulit memang untuk, dapat mengerti bahwa diam itu diakibatkan karena  tidak tahu atau karena tidak mau. Namun kalau kita lihat dari model bahasa percakapan, dimana bahasa percakapan itu  sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya nada bicara,   ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya, maka mestinya kita dapat memahaminya.

Karena diam tidak mengeluarkan suara, maka dilihat dari tinggi rendahnya nada bicara tidak dapat dikenali arti diamnya itu. Oleh karena itu kita dapat mempelajari dari ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya.

Dari Ekspresi wajah, biasanya yang kaya mengandung makna, adalah dilihat dari ketajaman sorot matanya. Biasanya kalau orang tersebut diam karena tidak tahu, maka ekspresi matanya akan kosong, tidak dapat menatap tajam, dan tidak fokus. Lain halnya kalau seseorang hanya diam , tetapi sebenarnya dia tahu dan tak mau menjawab atau tak bisa menjawab karena ada sesuatu persolan maka tatapan matanya pasti tidak kosong. Diiringi oleh bahasa  tubuhnya biasanya akan memberikan isyarat tertentu melalui gerakan tangan, gerakan kaki, kepala dll.

Kalau diamnya seseorang kita melihat langsung ekspresi wajahnya, pastilah setiap orang akan lebih dapat menangkap mengapa ia diam. karena tidak tahu atau karena tidak mau.

Namun akan menjadi tingkatannya sulit, jika menebak mengapa seseorang diam, tanpa melihat langsung ekspresi wajahnya, misalnya hanya cerita orang.  Misalnya , diceritakan oleh temen bahwa mahasiswa yang diajar hanya diam saja. Mengapa mahasiswa diam…? ini susah dijawab karena kita tidak melihat langsung. Kalau kita melihat langsung pastilah ada isyarat dari ekspresi wajah atau bahasa lembaga tubuhnya yang lain sehingga kita akan menemukan jawaban. apakah dia diam karena tidak  tahu atau karena  tidak mau.

Kita perlu mempelajari lagi mengapa seseorang tidak mau menjawab . Dengan ilmu apalagi kita dapat mengenali jawaban yang ia mau….?

Published December 12th, 2010

shalatlah anakku

Shalatlah anakku…..

Ketika kau mulai beranjak dewasa……
Mulai belajar tentang kehidupan….
Mulai hidup mandiri di tempat orang
Pesen mama dan papa yang utama
Shalatlah anakku…… !!!

Ketika kau mulai bertanya …..
Mengapa hanya shalat pesen mama papa
Mengapa tidak pesen yang lainnya
Jangan nakal, jangan males, jangan pacaran, jangan gaul sembarangan… atau
Jangan.., ini. Jangan itu.., mengapa tidak demikian…?
Anakmu butuh jawaban….!!!

Anakku sayang….
Shalat bukan menyembah Tuhan…,
Shalat bukan memuja-muji Tuhan…
Shalat tidak sama dengan sembahyang…..
Dan shalat bukan bertemu dengan Tuhan…
Juga bukan menghadap Tuhan, seperti pengertian banyak orang

Anakku sayang…….
Shalat adalah Yaaddu’a , shalat adalah Doa
Yaitu senandung Doa , harapan , antara Hamba Sang khalik, dan Rasulnya.
Berpadu, menyatu dan meleburnya menjadi harap an Tuhan
Yang disampaikan, diajarkan harapan
Kepada umatnya sebagai hamba Tuhan

Ketika kau belum puas jawaban, Timbulllah pertanyaan…
Apa gerangan harapan Tuhan dan Rasul kepada hambanya…..??

Anakku sayang…….
Dari mulai wudu, ada harapan suci tersembunyi
Ketika Membersihkan kedua tangan, sambil berharap di hati..
Ya Tuhan, bikinlah kedua tangan hamba ini tidak lagi menyentuh yang Anda larang
Membersihkan muka juga sambil berharap
Ya Tuhan, bikinlah muka atau wajah saya tidak lagi memandang yang Anda larang
Dan seterusnya sampai membersihkan kedua kaki sambil berharap
Ya Tuhan…., bikinlah kedua kaki saya tidak lagi melangkah terhadap yang Anda larang

Lalu …..apa lagi harapan, Tuhan dan Rasul kepada hambanya ketika shalat ditegakkan……!!
Mengapa diawali Iqamat terlebih dahulu…..?

Anakku sayang….
Panggilan Iqamat , yang artinya Doa untuk tegakkan atau dirikan shalat
Bukan sekedar harapan kepada hamba untuk berdiri tegak melakukan shalat saja
Melainkan menegakkan , mendirikan sama dengan mengujudkan aplikasi wudhu
Yaitu harapan setelah shalat dilakukan, hingga terjaga dimulainya lagi shalat berikutnya
Yaitu Harapan mengujudkan janji wudu dalam kehidupan nyata
Buktikan jari-jari tanganmu , mulut, hidung, muka, lengan, kepala, telinga, dan kaki
Adalah menurut Mau Nya

Apalagi Maunya Tuhan pada Hambanya …..?
Ashalatu mi’rajul mu’minin
Dengan shalat mengajak hambanya hijrah mejadi mu’min.
Yaitu Mu’min, yang berharap dalam shalat
Dimulai takbir hingga salam

Allah huakbar…..
Adalah doa mu’min untuk hidup menjadi besar, agung dan Mulia
Salam, asalaamu’alaikum
Adalah doa mu’min agar menjadi selamat , dan sejahtera
Seperti doa attahiyat yang istimewa
Attakhiyat, yaitu hidup saling hormat
Mubarakah, yaitu hidup saling memakmurkan
Ashalawah, yaitu hidup saling memenuhi harapan bersama
Tayibah, yaitu hidup saling bisa mencapai tujuan bersama
Hanyalah Lillah…!!!

Anakku sayang….

Dalam shalat, semua doa dipanjatkan

Memenuhi semua kebutuhan

Seperti melodi kehidupan

Bagi semua yang sanggup memaikan

Sanggupkan engkau melakukkan…?

Walau pesen mama papa  hanya shalat kepada Tuhan.

Anakku sayang…

Harapan mama papa ada pada kalian

Semoga sanggup melakukan,

Sampai akhir ajal kematian

Published December 10th, 2010

Ketangguhan Hidup


1. Perlunya Ketangguhan Hidup.

Hidup manusia dari hari ke hari selalu mengalami perubahan. Perubahan yang diharapkan tentunya berubah kearah yang lebih baik. Dalam menuju kearah yang baik itu , biasanya tidak seperti melewati jalan tol yang bebas hambatan, namun djumpai banyak rintangan dan hambatan. Jika dalam perjalanan hidup kita menjumpai rintangan , tidak bijak jika kita balik arah. Kalau kita balik atau mundur dalam perjalanan, berarti kemungkinan untuk sampai ke tujuan adalah nol, yaitu sama dengan gagal total. Oleh karena itu, rintangan harus dihadapi karena perjalanan tidak boleh berhenti. Menghadapi rintangan kita butuh ilmu agar kuat bertahan. Dilihat dari ukurannya pastilah ada rintangan yang besar dan ada kalanya kita menjumpai rintangan yang kecil.

Menghadapi berbagai rintangan dalam perjalanan hidup agar sampai ke tujuan dengan selamat, perlu Ketangguahan hidup . Pertanyaan kita pada umunya, seperti apakah ketangguhan hidup yang mesti harus dilakukan…?

Pertama kita mesti faham peristilahan tentang hidup itu sendiri, dan ke dua masalah Tangguh. Hidup itu cirinya adalah gerak, maka sesuatu yang bergerak pastilah menuju perubahan. Perubahan yang sangat jelas terlihat adalah perubahan fisik nya menjadi lebih besar dari awalnya ketika masih bayi. Secara fitrahnya perubahan manusia , dengan bimbingan atau tanpa bimbbingan pasti kearah pertumbuhan yang lebih besar. Tidak pernah ada manusia menjadi bayi selamanya, hatta ada gangguan penyakit sekalipun manusia bayi akan berubah terus menerus tanpa hentinya.

Perubahan yang terjadi bukan hanya terlihat dari perubahan fisik manusia tetapi juga perubahan secara non fisiknya. Perubahan fisik bagi seorang anak akan terlihat jelas dari bayi yang kecil mungil hingga tumbuh menjadi dewasa, menjadi manuia yang normal sehat sempurna. Secara berat badan bertambah dari yang semula dikala bayi kurang lebih 3 kg hingga dapat mencapai 50 kg – 70 kg berat manusia normal dewasa pada umumnya. Tinggi badannya pun bertambah dari yang semula 50 cm dapat mencapai 150 -175 cm secara normal menjadi manusia yang sehat sempurna fisiknya.

Bagaimana perubahan non fisiknya….? Yaitu perubahan secara rokhaniyah yang tak tampak jelas dilihat dari penglihatan mata. Namun perubahan itu akan dapat dibedakan ketika seorang anak yang semua tidak dapat bicara menjadi dapat berbicara dengan lancar. Dari yang semula anak sangat tergantung dengan ke dua orangtuanya, namun kemudian menjadi manusia mandiri tak tergantung lagi dengan orang tua. Bahkan perkembangan non fisiknya akan melebihi kedua orang tuanya, karena selain tidak tergantung lagi dia bahkan mampu membimbing yang lain menjadi lebih mandiri misalnya. Sehingga kita dapat merasakan bahwa seorang anak tumbuh non fisikny a jauh lebih baik dari kedua orang tuanya.

Ke Dua, istilah tangguh. Sesuatu yang tangguh mengandung arti kuat. Tidak gampang patah. Dan yang jelas sesuatu dikatakan tangguh pastilah telah teruji berulang kali. Karena yang dibicarakan adalah ketangguahan hidup, maka hidup manusia dari segi fisik dan nanfisiknya harus kuat, tidak gampang patah (menyerah) dan teruji dalam kenyataan. Kalau ini sudah disadari dalam setiap diri manusia maka kearah itulah nantinya manusia menuju.

2. Ukuran Kwalitas Hidup manusia.

Lalu…, kemudian kita bertanya…! Hidup yang seperti apa yang seharusnya..? Sebagian orang akan beragam untuk menjawabnya. Banyak diantara mereka yang menginginkan hidup itu harus kaya,harus sehat, harus jadi orang besar, terpandang dan terhormat dan ada pula yang mengharapkan hidup itu haruslah bermanfaat bagi sesama. Yang mana yang semestinya di pilih…? Manusia pada umumnya ingin semuanya, tanpa kecuali. Adakah ranking prioritasnya…? Mana yang harus didahulukan antara kebutuhan jasmani dahulu atau kebutuhan rokhani dahulu yang diutamakan? Rupanya ini suatu pertanyaan sulit yang jarang difikirkan. Lalu…., kemana kita cari rujukan…?

Dikala kita masih bayi tumbuh sampai mejadi aqil baligh, tentunya kita melihat seorang ibu akan mengutamakan kebutuhan fisiknya. Dari keperluan makan yang bergizi, minum susu pelengkap hidup sehat, hingga pakaian bersih yang bebas kuman. Sangat terlihat sangat dominan pemenuhan kebutuhan fisik yang diutamakan. Begitu kita dewasa, kebutuhan mana yang didahulukan…..? Ketika seorang mama/ ibu mengajarkan kepada anaknya yang masih balita…” Kemana ayah pergi..?” Kerja! Cari Apa…? Duit…! Buat beli Apa…? susu…! Disini bukti nyata bahwa kwaliatas hidup manusia diutamakan fisiknya daripada non fisiknya.

Bukti lain yang Nampak jelas ketika disana sini, manusia berlomba untuk cari kekayaan dengan berbagai cara. Sehingga tidak mengherankan jika kemudian terjadi fenomena korupsi, kejahatan, pencurian dll, sebagian besar berlatar belakang ekonomi demi pemenuhan kebutuhan fisiknya. Ini adalah realita masyarakat yang terjadi sekarang ini.

Bagaimana kita melihat perintah Tuhan yang seharusnya dilakukan…? Disiplin yang mesti dilakukan pada Qs. Muzzamil adalah, malam belajar mencari ilmu umtuk kebutuhan rokhaninya bagaikan akan mati besok dan carilah keperluan hidup fisik disiang hari bagaikan hidup 1000 tahun lagi. Perintahnya sangat jelas bahwa pemenuhan kebutuhan rokhani disebut lebih dahulu diutamakan barulah pemenuhan kebutuhan jamani. Kedua kebutuhan ini , pemenuhannya seimbang tanpa berat sebelah. Fisik dan non fisik semuanya adalah penting dan utama. Namun harus digaris bawahi bahwa kebutuhan rokani yaitu ilmu disebut pertama baru kemudian kebutuhan jasmani. Kenyataan dalam kehidupan yang diutamakan adalah jasmani atau fisiknya yang ditonjolkan,hingga timbul semacam doktrin yang mengatakan bahwa didalam badan yang sehat, terdapat jiwa yag kuat! Benarkah……? Bagaimana dengan orang gila yang berbadan sehat wal afiat, namun rokhaninya demiian…? Mana yang mestinya didahulukan….? Kesimpulannya kebutuhan pokok yang diutamakan adalah kebutuhan jasmani pada umumnya , yaitu makan dan minum, maka makanan kebutuhan rokhani adalah ilmu yang mencerahkan, sering dilupakan.

3. Kebutuhan Rokhani

KeKebutahan rokhani itu apa …? Kalau kebutuhan jasmani adalah makanan yang utama maka kebutuhan rokhani juga makanan, yaitu ilmu Tuhan, yaitu Quran bagi yang beragama Islam. Kalau dalam hidup ini ingin tangguh , pastilah kita akan merujuk dengan aturan Tuhan, kembali ke Qu’ran . Tuhan telah memberikan perintah untuk mendahulukan Rokhani.

Ini terlihat pada waktu dua orang mau menikah dianjurkan untuk sekufu (sama). Sama yang dimaksud bukan sama kedudukannya sama-sama kekayaannya, sama pangkatnya atau sama derajat pendidikan s1 atau s2nya, namun sama yang dimaksud adalah sama pandangannya. Maka sudah kita ketahui bahwa nikah dari dua agama yang berbeda menjadi dipersulit bahkan kharam kata sebagian orang, hal ini dikarenakan tidak sama dalam pandangan. Pandangan yang berbeda berarti berbeda dalam hal pendidikan rokhani terutama, yang akan mempersulit hidup ke depannya nanti. Disini sebenarnya ada yang mau di angkat bahwa pernikahan adalah pendidkan awal sebagai kebutuhan rokhani manusia lebih diutamakan. Namun ini sayang ….., jarang yang berfikir demikian. Sadarilah bahwa Tuhan sudah mempunyai rancangan hidup tangguh dengan sistimatik yang luar biasa. Awal dimulai lahirnya manusia baru, sudah terdapat rancangan hebat yang demikian. Namun sekali lagi manusia pada umumnya sebatas memandang secara fisik saja sehingga hal yang demikian jarang difikirkan.

4. Isi Makanan Rokhani

Ketika kita menyadari bahwa makanan ilmu adalah ilmu, dari mana ilmu doperoleh…..? pastilah hasil dari belajar. Apakah belajar itu ? belajar bukan sekedar membaca, namun belajar itu memindahkan isi bacaan mejadi milik diri, pindah menjadi isi otak yang kemudian disimpan di hati. Jadi di dalam ilmu itu akan ditemukan berbagai rumusan-rumusan yang berguna dalam kehidupan. Rumusan-rumusan itu tidak selamanya harus berbentuk matematika, atau rumusan fisika kimia yang bikin pusing kepala, namun rumusan dapat berbentuk doktrin-doktrin yang tertulis dalam bahasa kitab, dengan rumusan yang mudah difahami. Biasanya rumusan itu berbentuk bahasa sastra yang indah sehingga bagi yang berhati lembut dan bersih akan mampu menangkap, sehingga mampu mengubah menjadi energy dahsyat menjelma menjadi semangat juang untuk menempuh perjalanan hidup. Contoh sastra sederhana yang tertulis dalam kitab, misalnya disitu terlukis cerita yang menjelaskan tentang perjalanan manusia yang bergonta ganti pandangan menjadi . “ Tsumma amanu, tsumma kafaru, tsumma amanu tsumma kafaru” ujung akhirnya adalah kafaru. Jadi kalau kita kadang baik, lalu jahat, baik lagi, jahat lagi, terus menerus demikian tanpa menyadari ini adalah rumusan, pastilah ujung perjalanan kita adalah kafaru. Celakalah hidup kita ini. Terus bagaimana…., padahal yang kita lakukan setiap hari juga demikian, seperti lagunya gigi” pagi beriman, sore lupalagi…., pagi beriman sore lupa lagi….!!!! Kalau kita menyadari bahwa memang demikian hidup kita, maka tanamkan bahwa hidup selalu berubah, kita dapat dan mau merubahnya. Dalam perjalanan merubah ke jalan yang lebih baik, tidaklah mudah, banyak rintangan. Oleh karena itu perlu ketangguhan. Ketangguhan pasti teruji, maka dikala kita diuji atau dapat cobaan janganlah gampang menyerah. Cari ilmunya agar menemukan rumusan yang membangkitkan semangat yang akan menjadikan kuat. Yaitu belajarlah sendiri atau cari guru untuk menjelaskan yang kita perlukan. Kalau ini dilakukan terus menerus insyaallah hidup tangguh itu akan didapatkan. Ammien. Walaupun kenyataan kita terlihat selalu salah benar-salah benar, tetapi kalau kesalahan itu adalah hasil dari upaya mencoba untuk berubah kepada yang baik maka ayat yang lain menjeladkan adalah sorga ujungnya. Jadi kesimpulannya bagi yang bergonta-ganti prinip atau pandangan karena selera, bukan upaya kerass maka itulah yang ujungnya kafaru, atau kafir pastilah neraka. Maka Janganlah menyerah, cari rujukan illmunya ….., dan selalu berusaha ….!!! menjadi kuncinya….!

disebutkan dalam Al-Bagarah 165, “annal Quwwata lillahi jami’a” sesungguhnya hidup tangguh (kuat ) itu adalah dengan ajaran Allah yang dipatuhi dengan setepat-tepatnya.

“Asyaithanu asyarifu anthariqil haq. Syaitan itu adalah yang merusak tatanan hidup yang hak atau yang benar.”

Published December 10th, 2010

SAYA IKHLAS BU…..!!!

Setiap kali jam makan siang, diruang makan tempat aku bekerja selalu kutanyakan keberadaan temanku sudahkah Ia pulang…..? Ia sedang naik haji tahun ini. Celetuk temanku, ” Hebat ya…., tukang cici piring dapat naik haji “.  Laporan dari seorang teman juga , Bukan cuma hebat , hajinya saja pakai plus-plus yang bayarnya dua kali lipat. Informasinya , dia naik haji dibayarin oleh adiknya  yang pengusaha kaya, dan pergi bersama kedua orang tuanya.  Pertimbangan Adiknya membiayai  dengan yang paling mahal karena dia sangat berbakti dan mencintai kedua orangtuanya., sehingga yang terbaik dilakukan demi orang tua. Beruntung temenku yang tukang cuci piring yang bertugas mendampingi sehingga ia bisa menikmati ibadah yang sama seperti orang tuanya.  Pertimbangan lain, mengapa ambil yang plu-plus juga agar waktu tempuhnya tidak terlalu lama, sehingga meninggalkan tugas kerjanya sebagai tukang cuci dan pelayan  juga tidak lama.

Hari senin kemarin , tgl 6 Desember 2010, saya mendengar dia sudah pulang, namun tidak ketemu. Tgl 7 libur, karena tahun Baru hijriyah. Dan tgl 8 Desember 2010, kami berniat akan kerumahnya untuk mendengar khabarnya. Alangkah terkejutnya hari itu juga saya ketemu dia.  Setelah kuucapkan selamat telah menunaikan Ibadah Haji, tiba-tiba  memegang erat tanganku yang belum terlepas berjabat tangan, sambil menangis….,” Saya  dipecat.., hari ini saya mau pamitan, mohon maaf kalau ada salah selama ini (selama 17 tahun Dia melayani makan kami). Dengan Spontan kutanyakan, kenapa di pecat…? Apa salahnya….?  “Saya juga menanyakan seperti itu bu….., katanya saya salah telah meninggalkan kerja selama 14 hr ke tanah suci”.  “saya dinilai minta ijinnya kurang sopan dll”.  lanjutnya dengan terbata dia mengatakan, “Intinya …,   saya ikhlas menerima ini. Doakan saya ya bu…, semoga saya kuat”. Begitu tuturnya.  “Astaghfirullahal adhiim……”!! Gumamku terpana…..” Sabar ya mba…”

Benarkah dia di pecat karena itu…? adakah kesalahan yang lain. …? Berdasarkan cerita temen pula, di bekerja paling cepet diantara yang lain. “lihat saja sekarang, keluar satu gantinya lebih dari satu, karena tidak ada yang sanggup menggatikan kerjanya dia seorang, maka perlu orang banyak”. Begitu penjelasan temenku yang lain.  Dalam wajahnya yang ditampakkan ceria, selalu terucap saya ikhlas, daripada diteruskan suasana kedepan tidak baik buat saya . maka saya harus ikhlas…..! Bener…, SAYA IKHLAS BU….!!!. Mudah-mudahan ini adalah titik balik buat saya. Saya tidak pantas lagi jadi tukang cuci. Allah akan mengangkat saya melalui ini. Doakan ya bu…….!!

” Ya Allah…., dapatkah saya ikhlas seperti dia jika musibah itu datang padaku…..? Inikah realita hidup…? Pasti sobat, Allah akan mengangkat derajat kalian berkali lipat. Mari kita saksikan dalam sepanjang perjalanan hidup kita, siapa sebenarnya yang salah dan yang benar. Mudah-mudahan umur kita sempat menyaksikan pembuktian kebenaran, sebagai pelajaran bagi yang hidup sadar.  Tetaplah berpegang teguh dalam iman, sehingga engkau kan menang. Doaku slalu…, mudah-mudahan menambah kuat imanmu, Amien…!

Published December 7th, 2010

al-Quran Bicara

Sebelum membaca puisiku ini, mohon dilihat dari bahasa sastra. memang fisiknya quran benda mati dan tidak dapat bicara layaknya manusia. namun Quran punya bahasa, bahasa ada makna, dan makna itulah jika difahami yang akan bicara. Begitu kira-kira maksudnya.

Al-Qur’an Bicara

Aku selalu mengingat siapa yang merinduku…
Aku berteman dekat dengan mu
Dari kamu kecil dulu hingga usiamu menuju
Engkau kecil, adalah anak-anak lugu
Yang menyentuh , menjunjung, mempelajari , lalu membaca dan menciumku

Aku senang engkau tumbuh seiring denganku, laksana teman sejati
Tetapi itu dulu…, dan lain kini
Mengapa ini bisa terjadi…
Karena engkau tak memahamiku sepenuh hati

Engkau pahami … , sebuah buku benda mati
Yakinlah sahabat sejati….
Aku bisa bicara ini …..,
Namun kamu tak mengenal sandi
Yaitu Bahasa Sastra yang kaya Makna Tinggi
Membawa Peradaban murni , Ridho Sang Illahi

Tulisan yang kau pelajari…, dan kau baca berulang kali….
Tak mampu membawa peradaban murni Islami

Hafal Mukadimah (alfatihah), sudah menjadi rumusan pasti…
Begitu juga kesimpulan ( jus ‘amma) pasti engkau mengerti…
Hanya itu dan itu lagi…..
Dari kecil, hingga kini, dan nanti….

Pantaslah tak ngujudkan kini…..
Hampa …, bosan…, Jenuh.., lupa selalu menghinggapi
Berulangkali.., terjadi lagi dan lagi…

Ketahuilah…..!!!
Aku bukan bacaan usang seperti yang diajarkan orang
Aku bukan sekedar kumpulan cerita kenangan silam
Aku bukan dongeng kata orang
Aku bukan bacaan mati tak berpengetahuan
Aku bukan bacaan mantra pengusir setan
Aku bukan bacaan kesedihan
Aku bukan benda mainan anak kecil yang membuat girang
Dan Aku bukan B A C A A N O R A N G S E M B A R A N G

Aku Adalah Ilmu….., Kalam Illahi
wa’allama Adama al-Asma….
Yaitu ilmu yang di ajarkan kepada Adam manusia Pertama
Bukan diajarkan nama-nama……
Aku adalah Imam , Ilmu yang mampu menjadi Sang Pemimpin
Menjadi hudan.., pedoman dikala hidup
Dan ketika ajal memnjemput ….
Nanti ditanya , Manrabbuka…..?
Jawabnya Allahurabbi..
Wama nabiyuka…?
Muhammad Nabiyyi…
Mahuwal Imam……?
Al-Qur’anul karim Imami…

Kalau engkau sadari ini…
Akan menghantarkan manusia menuju rakhmatan lil’alamin
Akan menjadikan manusia Khalifah di bumi, sebagai mu’min
Menjadi sahabat setia , melebur satu dalam rongga , alkhamdulillahirabbil’alamin

Jangan lagi….Engkau menempatkan Aku sendiri….
Seolah teman sejati….Namun diletakkan dalam meja, lemari , tas dan sepi
Terkadang ditempat yang tinggi sebagai pajangan
Seperti menyayangiku, hingga aku tersimpan rapi dalam laci
Selalu dekat namun sendiri…..

Jika Engkau kawan sejati….
Pindahkan mak’naku …..kedalam hati..
Dalam makna ada rumusan-rumusan yang perlu kau ketahui
Rumusan-rumusan , sebagi pedoman hidupmu nanti
Menjadi mahkota kalbu seiring hari sampai mati

Tak cukup aku dibaca dengan lafal panjang dan pendek saja
Dan tak perlu aku senandung merdu mendayu belaka
Menjadi tak guna, tak kenal makna
Ada sastra menghantarkan harapan sorga
Yang tak dikenal manusia biasa

by rakhma


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.