rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for March, 2010


Published March 21st, 2010

Detik-Detik Ujian Nasional

Menghadapi ujian kali ini……,

Mestinya Aku bahagia

Tanda  datangnya  kesempatan berharga

Aku berani mengejar asa

Demi masa depan nan Mulia

Semakin resah….

tanda kelam tak sempurna

atau biasa saja tanda tak  faham karenanya.

Bahkan tak peduli juga bisa

Anak-anakku semua…..

Kita tlah berusaha sekuat tenaga

Mengerahkan yang kita punya

Tinggal pasrah yang diminta

Kepada Tuhan yang maha Kuasa

Published March 20th, 2010

Selamat Menempuh Ujian Nasional

Senin 22 Maret 2010 nanti, semua anak-anak SMA dan sederajatnya akan akan menempuh Ujian Nasonal. Tak terkecuali anak pertamaku juga mau menempuhnya.  Ujuan Nasional yang sempat diperdebatkan mudah-mudahan   tahun ini dapat berlangsung dengan baik, sehingga  sistem penyelenggaraan  UN yang sudah di revisi secara total akan memberi dampak positif bagi perkembangan Pendidikan bangsa. Sebagai Orangtua dan sekaligus sebagai guru mereka, pandangan saya terhadap UN adalah banyak positifnya, terlepas masih ada sisi negatif yang harus terus dibenahi.

Sebagai orang tua dalam mendampingi putra-putri yang akan menempuh UN , kami rela memprioritaskan segala persiapan menempuh UN diurutan pertama.  Dimulai pengawasan akan kesehatannya, cara belajarnya hingga mencari  Bimbel yang cukup memadai agar putra putriku berhasil. Begitu juga orang tua yang lain pasti demikian.  Dukungan orang tua dalam pendidikan sudah selayaknya dinomorsatukan.  Engkau sudah berjuang sekuat tenaga anakku…, berhari-hari selama tiga bulan terakhir ini, pulang larut malam dari tempat les adalah pemandangan biasa. Berkutat dengan buku di rumah ….., sebagai wujud keseriusanmu tidak mama ragukan,  mudah-mudahan Tuhan memastikan engkau menjadi salah Satu pemeneng dari kompetisi ini. Cita-citamu menjadi seorang Dokter di Universitas  terkemuka  di Indonesia mudah-mudahan terwujud. Semangat dan perjuanganmu  yang telah kau tempuh wahai anakku…., menambah keyakinan mama , engkaulah yang mengukir indah  impianmu sendiri. Selamat berjuang…, menempuh ujian….!!! Doa tulus dari mama tersayang…!!!

Khusus buat-anak-anakku di sebuah SMA Bumi Harapan, doa Ibu juga sama seperti pada anak kandungku sendiri.  Bersama kalian selama ini belajar bersama, berjuang menghantar cita kalian semua. Apapun usaha yang telah kalian tempuh,  ibu bangga dengan semangat kalian.  Dengan segala keterbatasan, segala perubahan, engkau bertahan, hingga kalian faham apa yang disampaikan.

Kamis, 18 maret lalu adalah pertemuan terakhirku dikelas dalam pembelajaran. “Assalamu’alaikum anak-anak….!!” Aku mengawali pembelajaran dikelas. “Wa’laikum salaaaammm……!!!!!” jawab mereka serempak ” Hari ini kita tidak usah belajar ya…???  ” Begitu saya mengaawali pembelajaran. ” Asyik…, Asyik……,  kita bersenang-senang. Hore…., Hore….,  kita bikin kenangan dan foto bersama ya bu….. !!”  Teriakan anak-anak dengan riang.

Sebelum foto-foto, saya mengingatkan dalam persiapan Ujian Nasional. Dari mempersiapkan alat tulis yang memadai sampai persiapan mental agar mereka tidak stres.  Mereka banyak terharu ketika saya maju ke depan kelas untuk menyatakan pesanm dan kesannya selama ini.

Dari Fikri Jajuli yang selama ini sering datang telat dan sering dihukum oleh Petugas piket, menyarankan harus sadar dan minta maaf pada pak Naswir yang selama marah padanya atas kesalahan sendiri. Guru disisni menyayangi kita semua, hanya saja kita suka jahil dan doakan mudah-mudahan kami bisa berubah katanya.

Dari Evi , kesan yang mendalam adalah dikala teman-temannya karena biaya tidak bisa sekolah lagi,  mereka ingin-dan ingin kembali kesekolah, mudah-mudahan semangatnya tidak kendur. Diluar  persepsi berbeda dengan kenyataan sekalah disini. Banyak yang tidak tahan dengan disiplin yang tegas, namun jika mereka faham…., kita menikmati hasilnya.

Dari Novi yang  sedikit tuna rungu, dengan berkaca-kaca, saya ingin terus dan terus disini  bu..!!.  Disini saya menemukan sosok orang tua yang melebihi dari fungsi orang tua saya sendiri….  Saya punya kepercayaan diri karena banyak yang menyayangi, selama ini saya sering dicaci karena keterbatasan ini…,  Terimakasih ibu…, mudah-mudahan saya dapat menempuh ujian dan kerjakraslah teman-teman…..!!

Banyak lagi nak-anak yang meninggalkan goresan hati atas ketulusan hati sebagai penolong temen-temenya yang sakit seperti ali abidin, Rima melati yang cerewet tapi selalu menyemangati temen, Nia Daniati yan g  rajin maju kedepan, Darnah yang kalem dan pinter, sikembar angga-anggi yang  rada males….., selamat berjuang anak-anakku semua. Semoga kalian sukses semua dan menjadi manusia harapan bangsa. Tidak disia-siakan Ilmu yang telah kau terima, Di pundakmu kalian topang  beban, dan ibu yakin kalian mampu mengatasi semua.  Selamat Menempuh Ujuan Nasinal anak-anak…., Doa ibu menyertai kalian semua….!!

Published March 19th, 2010

Magnet

Asal Kemampuan Magnet

Magnet adalah suatu benda yang mempunyai kemampuan untuk menarik benda lain. Kemampuan magnet ini dapat dibentuk secara alami atau dengan cara buatan. Cara alami berarti ada kemampuan dari alam itu sendiri dan kemampuan buatan melalui dengan cara digosok atau di aliri listrik ( induksi )

Kalau kemampuan seperti magnet dapat menarik sesuatu, maka inipun dapat terjadi pada diri manusia, mungkinkah….? Dengan teori magnet ini, sebagai peristiwa alam dimana kita oleh TUHAN telah di perintahkan belajar terhadap alam semesta ini, maka teori tentang magnet ini dapat diaplikasikan pada kehidupan. Dari sifat magnet yang utama adalah mempunyai kemampuan menarik benda yang lain maka, sebagai manusia juga akan mampu menarik orang lain dalam arti budaya bukan dalam arti fisik. Kalau kita mampu menarik dalam arti budaya berari kita mampu menarik orang lain, dimana kita menjadi pusat perhatiannya. Pusat perhatian memang bisa negatif namun yang dimaksudkan disini adalah kemampuan apa saja yang positif, bermanfaat bagi orang lain yang akhirnya orang akan memperhatikan kita, bagaikan terkena magnet. Karena disekitar kita seperti terbentuk medan magnet maka orang yang berada disekitar kita akan terpesona, dan mengaguminya. Tentunya pesona yang ditimbulkan bukan bersifat sementara namun kita berharap abadi seperti halnya magnet juga ada yang abadi sifatnya.

Sifat magnet juga dapat hilang kalau magnet ini di pukul-pukul dengan keras secara terus berulang-ulang. Selain itu sifat magnet dapat hilang juga akibat dibakar. Ini pun berlaku pada manusia yang mempunyai banyak persoalan yang bagaikan terkena benturan yang dapat menjadikan musibah yang berkepanjangan. Kemampuan yang dimiliki akan hilang dengan sendirinya. Contohnya seorang penyanyi misalnya, dikala sakit tenggorokan pastilah bagaikan terkena benturran. Jika sakitnya berkepanjangan maka kemampuan menyanyinya akan hilang. Sealain itu panas api akan menghilangkan sifat magnet. Api selama ini adalah lambang nar atau neraka yang didalamnya banyak setannya. Kehidupan setan seiring dengan nafsu yang jahat. Maka semua kejadian yang ditimbulkan oleh keserakahan nafsu, disadari atau tidak disdadari maka dia sudah terbakar syetan yang ujung akhirnya adalah menurunkan bahkan menghilangkan segala kemampuan

1. Asal kemampuan magnet dibentuk

a. Kemampuan Alami.

Kalau kemampuan pada magnet dapat dibentuk dari 3 cara, yaitu dengan cara alami, melalui gosokan dan melalu induksi atau aliran listrik, maka kemampuan manusia juga ada yang alami atau bawaan dari waktu lahir, yaitu kemampuan karena keturunan dari bapak atau ibunya, atau mungkin memang karunia dari Yang Maha Kuasa. Bagi yang secara alami telah mendapatkan kemampuan dari lahir, berarti ini adalah karunia yang tak ternilai. Seperti kemampuan seseorang untuk dapat menghitung lebih cepat yang diturunkan dari ke dua orang tuanya, atau darah seni yang begitu kuat mengalir dari eyang atau orang tua dll. Sebenarnya semua orang diberi kemampuan, namun seringkali kita tidak menyadari akan kemampun tersebut. Hanya saja kemampuan yang diperoleh pada manusia pasti berbeda-beda, tergantung faktor dominan yang di berikan dari orang tuanya. Namun jika kita merasa tidak memiliki kemampuan bagaikan magnet secara alami, mungkin karena kita tidak menyadari atau kita menyadari namun tidak mensyukuri. Selalu ada perasaan ingin seperti yang lain. Seolah kemampuan yang dimiliki orang lain lebih baik dari yang dimilikinya.

b. Kemampuan Melalui Gosokan.

Kalau pada magnet dengan cara digosok secara teratur, maka sifat magnet akan terbebtuk seperti aslinya. Bagaimana pada manusia, dalam arti budaya jika manusia mau mengosok atau mengasah salah satu bidang ilmu yang menjadi pilihannya dengan baik, pastilah seseorang akan memiliki kemampuan lebih seperti diinginkannya. Sebagai contoh orang dagang, jika dia mampu mengasah atau menggosok ilmu dagangnya maka lambat laun, akan mengubah cara dagangnya yang semula masih tradisional menjadi lebih maju, sehingga bagaikan magnet akan mampu menyerap atau menyedot langgannanya dengan banyak yang datang. Ini akan berlaku pada semua bidang lini ilmu. Kalau ini disadari dan semua manusia mau mengasah maka semua orang akan mempunyai kemampuan seperti halnya magnet.

c. Dengan cara Induksi atau dialiri Listrik.

Seperti halnya magnet, yang mempunyai kemampuan dapat menarik benda lain dengan cara dialiri listrik. Maka ini menggambarkan dalam budaya manusia akan dapat seperti sifat magnet yang mempunyai kemampuan menarik benda lain yaitu dengan dialiri ilmu tentunya. Jika ada orang yang ahli dalam bidang tertentu dan kita dapat dekat dalam kehidupannya , maka kita pun akan ketularan pinternya. Secara disadari atau tidak jika kita berada disekitar seseorang yang mempunyai kemampuan tertentu dalam jangka waktu tertentu maka kemungkinan kita seperti dalam medan magnet itu ada. Sebagai bukti kita sering mendengar dikala ada anak menjadi pinter ndalang karena tumbuh di lingkungan keluarga dalang. Anak menjadi dokter karena ada saudara yang menjadi dokter dan sebaginya. Hanya saja kemampuan magnet secara induksi bersifat sementara, selama aliran itu ada magnet itu terbentuk. Begitu aliran listrik hilang maka medan magnet juga tidak terbentuk. Ini Memberikan petunjuk bahwa, semangat menjalankan sesuatu jika pusat aliran masih ada maka menjadi membara, namun jika yang menjadi pusat hilang atau tiada maka akan hilang perhatian ke arah itu. Jika gambaran diatas seperti halnya dokter, maka selain ada aliran yang mendukung juga kombinasi dari ketiga sumber, baik dari keturunan diasah maupun adanya aliran.

Kesimpulan yang dapat dipahami dari ketiga sumber tersebut, memungkinkan semua orang untuk dapat mempunyai kemampuan. Hanya saja jika kemampuan dari alam kurang dan aliran tidak ada maka kita perlu mengasah diri secara terus-menerus dan teratur agar dapat menciptakan kemampuan yang mempesonakan, sehingga lahir jiwa-jiwa yang matang dalam kehidupan. Tidak ada sesuatu yang tak mungkin jika kita mau berusaha. Mengasah tidak Cuma belajar dari buku atau orang lain, namun juga belajar dari berbagai pengalaman yang akan memantapkan kemampuan yang dimiliki. Terus menerus dalam usaha adalah kunci utama. Maka seperti dalam pembentukkan magnet yang harus teratur tanpa henti maka demikian pula manusia.

Published March 18th, 2010

Bimbang

Manakala, kita dihadapkan pada dua
mana yang kau suka
tibalah rasa……
menjadi bimbang adanya

seandainya faham….
dikuasainya gambaran temaram
ujung pangkal yang mendalam
gambaran tidak lagi hitam
pergilah kelam
tak lagi bimbang…

Published March 16th, 2010

Rumpun Pisang

Teringat masa kecil di kampung, saya tinggal di sebuah Desa yang jauh dari kota. Masih banyak tanaman dihalaman rumahku dengan pekarangan yang cukup luas. Pekerjaan kakekku sebelum ke sawah, dia sealalu menanam pohon. Pohon yang paling sering dia tanam adalah pisang, Umbi-umbian ( seperti gadung, Suweg, Uwi dll.), kelapa dan bambu. Suatu ketika saya bertanya, “Mengapa sebelum kesawah selalu Kakek menaman pohon….?” “Untuk investasi…., kalau kita selalu makan setiap hari tidak pernah berhenti maka begitu juga menanam setiap hari juga tidak boleh berhenti !” Jawabnya dengan tenang. “Pohon kelapa ini jika berbuah nanti, Kakek sudah tidak ada. Mungkin juga pohon pisang ini…, besok berbuah Kakek sudah sudah pergi!” “Rawatlah rumpun pisang ini, kelak jadi harta yang tidak pernah putus”. Inilah pesan Kakekku yang tak pernah lekang karena waktu, tak dapat kulupakan sepanjang hayat. Betapa tidak……., sudah dua puluh tahun lebih…., rumpun pisang itu masih ada hingga kini.

Rumpun pisang itu berada dipojok kanan rumah Kakekku. Jenis pisangnya adalah pisang kepok Kuning, dengan pohonya yang tinggi besar dan begitu juga buahnya bertandan besar dan panjang dengan rasa pisangnya khas kering (tidak lembek) manis dan lezat. Jenis pisang Kepok Kuning sampai saat ini adalah jenis yang sering dicari dan merupakan pisang primadona, dan tentunya dijual dengan harga tinggi. Jenis pisang kepok kuning ini banyak digunakan dalam berbagai bahan pembuat kue-kue yang menggiurkan rasa.

Setiap ada tunas pisang baru pada rumpun pisang itu, pasti oleh Kakekku akan segera di pindah pada tempat yang baru. Pada rumpun itu hanya disisakan dua tiga tunas untuk kelangsungan hidupnya. Aku besar bersama beliau…, sehingga kenangan rumpun pisang itu melekat erat mengiringi perjalanan hidupku. Dari Rumpun pisang itu…, saya menemukan arti hidup dari berbagai petuah kakek.

1. Produktivitas Tinggi

Ternyata pohon pisang, tanpa kita memberi pupuk dan menyiram setiap hari, pohon pisang mampu menghasilkan buah yang terus menerus tanpa mengenal musim. Walaupun pohon pisang tidak termasuk tanaman keras, tetapi mampu memberikan hasil yang tidak kalah dengan tanaman keras yang lain seperti mangga, rambutan, dll. Ini mengajarkan kepada manusia bahwa pada hakekatnya manusia punya kemampuan. Tanpa harus sekolah yang tinggi kalau mampu menggunakan akal dan pikiran kita, serta mengoptimalkan kerja lembaga tubuh kita dengan benar dan maksimal, maka tidak mustahil kitapun akan produktif seperti halnya Rumpun Pisang.

2. Terus-Menerus.

Dengan munculnya tunas yang cukup banyak dan terus menerus, mampu memelihara keberlangsungan tumbuh dengan hasil yang tidak berubah rasa dan produktivitas. Hal ini mengajarkan pada manusia agar senantiasa kontinue atau terus menerus agar semangat dan hasil selalu terjaga setiap masa. Walaupun usia terus bertambah kalau kita mampu meregenerasi setiap yang kita miliki, maka keberlangsungan hidup akan terjadi menjadikan kita terus-menerus produktif tanpa mengenal usia.

3. Tunas yang harus segera dipisah.

Tunas pisang yang terlalu rimbun ternyata akan menghasilakan buah yang kecil dan tandan pisang yang tidak maksimal. Disini dapat diambil hikmahnya, bahwa kalau kita udah berumah tangga ngumpul terus dengan orang tua adalah hal yang kurang bagus. Dari Rumpun pisang ini kita diajarkan agar mandiri. Dan ini dapat dibuktikan semakin dipisah maka buahnya maksimal dan pohonnya tumbuh dengan subur. Dengan ini kita mestinya meninggalkan falsafah, enak-ora enak yen penting ngumpul. Kalau ini disadari maka, akan meringankan untuk dapat mandiri dimanapun kita berada


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.