rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for January, 2010


Published January 4th, 2010

Membentuk Rasa (Bagian I)

1. Definisi Rasa

Rasa adalah karunia dari Tuhan. Dengan rasa kita menjadi indah dalam menikmati hidup.  Rasa adalah semacam isyarat  atau respon yang  diberikan  oleh indera  maupun organ tubuh  atas suatu rangsangan yang datang.

2. Contoh Rasa

Sebagai contoh dari organ lambung , kita  mendapat isyarat lapar akibat terdapat respon lambung yang sudah kosong. 

Dari indera pengecap yaitu lidah yang berfungsi untuk merasakan rangsangan rasa dari benda-benda yang masuk ke dalam mulut kita. Lidah dapat merespon berbagai jenis dan macam rasa,  seperti rasa manis, rasa pahit, rasa asam dan rasa asin. Kita dapat menikmati makanan dan minuman karena adanya indra pengecap ini.  Lidah yang depan berguna untuk merasakan rasa asin, bagian yang sebelah samping untuk rasa asam, bagian tepi depan berfungsi untuk merasakan rasa manis dan bagian lidah yang belakang untuk rasa pait. Namun ada organ yang dapat merasakan segala rasa yaitu Hati

3. Rasa hati

Kehebatan lembaga atau organ hati ini adalah merasakan segala rasa, rasa sakit,  panas, dingin yang biasa diberikan oleh kulit dapat pula di isyaratkan oleh hati. Begitu juga rasa enak manis dan pahit yang biasa di isyaratkan oleh lidah dapat pula diberikan oleh hati.

Oleh karena itu apa sebenarnya perbedaan antara hati dengan organ yang lain atau dengan alat indera yang lain…?  Persamaan dari keduanya sudah jelas, setiap ada rangsangan pasti akan mampu merespon rasa.  Dimana perbedaan dari keduanya ..?  Kalau organ (selain organ hati) maupun alat indera manusia hanya mampu memberikan respon atas rangsangan yang berupa fisikatau benda .   Sperti  makanan yang masuk kedalam mulut maka lidah mampu merespon enak , pedas, asin  dan lain-lain setelah dikunyah. Namun  organ hati tanpa ada rangsangan fisik ia akan mampu merespon sedemikian rupa . Sebagai contoh,  hanya gara-gara mimpi dalam tidur …, hati dapat merasakan bahagia atau rasa rindu yang amat dalam terhadap orang yang tergambar dalam mimpinya. Disini mimpi bukan benda fisik dan tidak bersentuhan dengan hati namun hati mampu merespon rasa sedemikian rupa. Dan hebatnya hati karena dia mampu merespon segala rasa , hati juga merupakan lembanga penentu seluruh gerak dalam  sistim tubuh manusia.  Apapun gerak kita seperti membeli sesuatu, mengajar, makan, minum dll, membutuhkan keputusan dihati. Disitulah hati amat sangat menentukan.

4. Membentuk Rasa

Untuk dapat menangkap rangsangan dan memberikan respon rasa dengan baik pada panca indera maupun organ tubuh syarat utama adalah kesehatannya. sebagai contoh pada kulit kita, tatkala kena penyakit gatal-gatal misalnya,  maka dia tidak mampu menangkap rangsangan dengan baik hingga tidak mampu membedakan dengan jelas mana rasa halus atau kasar. Mengapa tidak mampu  ?  Karena rasa gatal atau rasa sakit yang dominan akan mengaburkan rasa yang lain walaupun rangsangan itu yang datang akan sangat banyak dan bertubi-tubi.

Begitu juga dengan Organ Hati, Untuk dapat hati ini dapat menerima rangsangan dengan baik maka syaratnya hati juga harus sehat. Bagaimana membedakan hati yang sehat dengan hati yang sakit ? hati yang sehat ia akan mempunyai kemantapan dalam mengambil segala keputusan. Sedangkan hati yang sakit ia akan selalu bimbang dan ragu dalam setiap keputusan. Hati yang sehat membuat hidupnya sehat dan gembira. namun yang hatinya sakit dia akan selalu sering sakit baik fisik maupun non fisik. Masa sich…..? Coba saja kita buktikan…! Ada yang mengatakan dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat kuat , Benarkah…? Coba kita lihat orang gila , dia tubuhnya sehat apakah ada jiwa yang sehat…? So.., pangkal kesehatan adalah dari hati, maka hatta  seseorang sedang  sakit fisiknya sekalipun karena ada dorongan yang amat sangat ingin sembuh dalam hatinya , maka biasanya  akan cepet sembuh, kecuali memang ajal sudah menjemput persoalannya akan menjadi lain.

Contoh diatas cukup jelas  membuktikan bahwa hati adalah penentu dan pangkal dari sehat itu sendiri. Kalau begitu untuk menjadi hati yang sehat yang punya kemantapan dengan cara apa…?   Yang berkemantapan pasti berpikiran tetapi yang berpikiran belum tentu punya kemantapan. Jadi pangkal dari kemantapan adalah pengetahuan yang berulangkali di ujicobakan dalam kehidupan. Dan pengetahuan ada dalam pikiran, yang nantinya mengendap dalam hati yang berbuah kemantapan.

Sebagai contoh seorang perokok pasti punya pikiran bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatan, namun mengapa ia merokok karena dia tidak mantap untuk tidak merokok.  Mengapa tidak mantap…? untuk dapat mantap butuh bukti dan ilmu atau pengetahuan. Kalau hanya ilmu yang dimiliki, maka ia hanya punya pikiran, kalau dia punya bukti betapa dia merasakan akibat merokok baik langsung atau tidak langsung maka ia akan mampu menghentikan rokok akibat punya bukti dan ilmu. Nah…. biasanya kalau orang yang sudah mantap terhadap keputusan sesuatu maka ia tidak lagi akan mencoba- coba lagi walaupun diiming-imingi berbagai cita  rasa. Karena itu ada pilihan dalam hidup.

Apa sebenarnya yang akan dapat saya katakan disini, untuk dapat membentuk rasa terhadap sesuatu itu menjadi enak atau tidak enak dibelakang itu ada ilmu dan bukti.  Rasa enak terhadap rokok ketika ilmu atau pengetahuan tentang  rokok baru segian kecil dikuasai dan tidak ada bukti yang diujudkan. Namun ketika rasa rokok menjadi berganti  tidak enak disebabkan ilmu dan pengetahuannya  tentang rokok cukup lengkap  yang diikuti bukti-bukti akibat rokok dapat menyaksikan sendiri akibatnya menjadi semakin jelas.

Jadi untuk dapat membentuk rasa jadi enak atau tidak enak amat sangat tergantung terhadap ilmu atau pengetahuan dan bukti yang diperoleh. Ini pendapat pribadi saja  maka akan wajar kalau manusia disuruh terus belajar dan belajar serta berusaha terus menerus agar rasa kehidupan bagaikan asam garam telah dapat dilaluinya.  Mudah-mudahan ada manfaatnya , dan yang mau  melengkapi demi sempurnanya tulisan ini ditunggu dengan segenap kerendahan hati.

Published January 3rd, 2010

Mempasifkan Hawahu

Setiap manusia secara fitrahnya pasti memiliki hawa nafsu. Dan hawa nafsu yang dikaruniakan kepada manusia tidak mungkin dihilangkan. Yang dapat kita perbuat hanyalah mengendalikan supaya dia tidak dominan menguasai diri kita. Kalau dia tidak dikendalikan ibarat sebuah bara ia akan berkobar menyala dan mampu menghabiskan segala. Begitulah kira-kira sifat dari nafsu itu, selayaknya bara api.

Jadi apa sebenarnya yang disebut Hawa nafsu? Hawa nafsu adalah suatu kecenderungan diri kepada kemauan-kemauan yang sesuai dengan selera atau keinginan dirinya.  Keinginan ini menuju pada kecenderungan tanpa batas.  Sudah memiliki satu kepingin dua, tiga dan seterusnya. Tapi kalau naafsu itu dihilangkan 100% itu tidak mungkin. Karena kita memerlukan makan, minum, pakaian dan benda lainnya. Kalau tanpa keinginan akan hambar jadinya.  Oleh karena itu, sifat nafsu yang akan selalu membara maka perlu dipasifkan agar tidak menguasai diri kita.

Bagaimana Cara Mempasifkan ?

1. Jadilah Obyek, Kita sebagai hamba Allah janganlah melampaui batas. Kita harus sadar bahwa Allah adalah sebagai hakim/atau penentu Yang Maha Adil, maka hanya dialah yang patut menjadi Subyek.  Tugas kita sebagai hamba adalah berusaha, berikhtiar atau merancang semaksimal mungkin, namun segala keputusan serahkan kepada Yang Maha Adil.

2. Awali dan akhiri dengan Doa. Kesadaran sebagai hamba, mestinya mengawali kegiatan selalu dengan doa, minimal terucap mudah-mudahan. Seringkali kita menginginkan harus seperti ini dan seperti itu. Dikala keinginan itu tidak sesuai dengan dirinya ia akan frustasi yang pada akhirnya Tuhan disalahkan. Tidak jarang kita mendengar keluahan apa salah saya….? sehingga saya menjadi begini  ? Bila kita sudah selesai mengerjakan  sesuatu kegiatan kita tutup dengan doa, berarti kita menerima segala keputusan. Maka apapun keputusannya ia akan memandang dengan positif.

3. Berpikir Ilmiah.  Berpikir ilmiah adalah orang yang mendasarkan diri pada ilmu. Ia akan menguasai segala ilmu atau pengetahuan atas apa yang dilakukannya. Cara berpikir ilmiah akan selalu seimbang antara input dan output,  selalu seimbang antara hasil dan usaha.  Kalau pada titik tertentu kita belum berhasil, maka harus berpikir ilmiah mungkin ini usahanya masih kurang atau berusaha mencari tahu dimana kekurangan dan kesalahan yang terjadi.

3. Butuh Kesabaran. Nafsu amarah, sedih dan kesal  akan seringkali muncul manakala perjalanan menempuh cita banyak mengalami rintangan. Kesabaran bukan cuma menunggu, melainkan kesabaran itu adalah teguh bertahan untuk melanjutkan usaha dengan terus berpikir ilmiah. Dan tentuanya disertai Doa kepadanya.

4. Penuh Rasa Syukur. Bersyukur bukan hanya mengucapkan dibibir saja.  dalam bersyukur juga harus tahu sistimatik dan ilmu tentunya. Apapun yang diberikan kepada kita, kalau kita mampu menggunakan secara optimal sesuai dengan fungsi dan tugasnya, adalah rasa syukur yang tak pernah mengenal putus asa.  Mengapa kita terkadang sulit bersyukur, karena kita tidak menyadari apa yang kita miliki. Yang terlihat milik  orang lain lebih baik dari yang kita punya. Melahirkan kesadaran seperti ini hingga timbul rasya syukur butuh proses panjang, seiring dengan pengalaman, dan pengetahuan yang dimiliki.

5. Kuasai Bahasa Perumpamaan. Kok lari ke bahasa ….? Agak aneh mungkin bagi mereka yang baru dengar.  Disadari atau tidak dengan bahasa perumpamaan agar kita lebih tajam mengenal persoalan.  Bahasa ini diajarkan oleh Allah itu sendiri, seperti halnya saya sebut bahwa nafsu itu bagaikan bara api, karena dalam kitab Allah menyebut demikian.  Pada proses penciptaan Alam semesta, semula alam ini berupa Bara yang menyala.

Hal Ini juga merupakan  perumpamaan kita yang merupakan bagian dari alam, bahwa kita sebelumnya bagaikan bara. Artinya manusia yang belum baligh ( seperti anak kecil ) masih sangat dikuasai nafsunya bagaikan bara. sebagai contoh, dikasih satu minta dua. dikasih dua minta ganti lagi seperti milik temanya. Begitu teman yang lain punya sesuatu yang lain dia juga ingin begitu…, dan seterusnya begitulah dunia anak kecil yang dipenuhi dengan nafsu. Sering merengeknya dari pada berpikir ilmiah.

Bara api kalau dia terus ditiup maka akan berkobar menyala-nyala dan menghabiskan segala. Begitu dengan nafsu yang kita miliki ada yang menggosok atau meniup maka keinginan akan menjadi-jadi. Sebaliknya kalau Bara itu dibiarkan begitu saja maka lama-lama akan jadi Abu. Keinginan kita juga begitu, kalau kita untuk sekedar menginginkan sesuatu saja kita takut maka lihat saja debu, maka perumpamaannyauntuk kita  seperti itu.

Dengan menguasai bahasa perumpamaan maka sebenarnya kita mampu menangkap apa yang tersirat maupun yang tersurat dalam segala persoalan kehidupan.

.

Published January 2nd, 2010

Hari Pertama Di tahun 2010

Bagi yang menyempatkan malam Tahun Baru merasakan detik-detik pergantian tahun 2009 dan tahun 2010,  biasanya diawal tahun baru 2010 akan bangun kesiangan.  Terbukti di jalan tempat kami tinggal dan jalan raya utama di daerah Depok juga terasa lengang di pagi itu.  Hari pertama tahun 2010 menrut saya adalah hari yang sangat menentukan, oleh karena itu sejak dari malam hari saya  berdoa untuk dapat dibangunkan untuk bisa melakukan sholat shubuh. Alkhamdulillah dengan mata berat saya bisa melakukan sholat itu.

Mengapa begitu perlu bangun pagi…? Ajaran nenek moyang jaman dahulu yang berdendang ditelinga hingga sampai setua ini, bangun pagi tidak boleh keduluan dengan Sinar Matahari, nanti rejekinya bisa dipatok ayam.  Selain itu guru  gajiku juga perpesan yang hampir sama, beliau menambahkan bahwa bangun pagi dan melakukan sholat shubuh maka akan disaksikan para malaikat.

Terlepas dari dikasih rejeki atau disaksikan oleh para malaikat,  secara sadar kita juga faham bahwa siapa yang paling cepat ( cepat bangun ) maka ia akan dapat.  Bangun lebih pagi di awal tahun baru bagiku menjadi sangat berarti karena merupakan hari yang paling awal di tahun itu akan menjadi dasar pada hari-hari berikutnya.  Kalau dari dasarnya saja kita sudah terlambat bangun dan memaklumi yang berkepanjangan (tentang bangun siang), ibarat bangunan yang fondasinya rapuh maka segala upaya pembangunan  selanjutnya menjadi sia-sia.

Hampir semua orang ditahun baru ini berharap akan lebih baik dari tahun lalu.  Lalu…, dengan apa kita bisa menjadi lebih baik…? Tentunya untuk menjadi lebih baik butuh pengetahuan, butuh dukungan, butuh konsep, butuh sarana dan juga butuh komitmen yang kuat dalam diri untuk menuju kesana.

Tiupan terompet yang kita kumandangkan mestinya sekuat janji dan komitmen kita untuk berjuang menuju cita.  Biasanya yang menjadi penyakit  kambuhan yaitu  semangat melempem, seperti halnya  semangat kerupuk.  Awalnya renyah, keras…, namun dengan berlalunya waktu baru sebentar sudah melempem.  Kita pastinya ingin tidak demikian.  Untuk menjaga semangat itu tetap menyala maka butuh ruang yang kondusif. Kalau kerupuk butuh kaleng maka kita butuh ruang dimana orang-orang yang berada disekitar  kita mampu menjaga kita dengan nasihat dan perilaku-perilaku yang baik tentunya.

Mumpung kita baru melangkah diawal tahun, awal bulan, awal minggu dan bahkan masih dihari yang awal ini, belum terlambat kita menyusun strategi baru dan menetapkan ruang yang kondusif demi terciptanya semangat yang menyala.  Pada akhirnya kita akan dihantar pada tujuan yang memang kita tetapkan semula.

Penyesalan-penyesalan ditahun - tahun lalu akibat kelalaian kita sendiri mudah-mudahan tidak terulang lagi. Dengan persiapan dan komitmen yang telah dikumandangkan mudah-mudahan akan berjalan seiring ridho-Nya.

Published January 1st, 2010

Renungan Malam Tahun Baru

Pergantian  tahun 2009/2010,  kami melewatkan di rumah bersama keluarga.  Hingga larut malam, sepanjang jalan di depan rumah ramai orang berlalu lalang.  Disana-sini terdengar suara teropet yang membahana, hingga memekakkan telinga.  Suara petasan bertubu-tubi mengagetkan sesama.  Semua di maklumi karena mereka sedang berbahagia.  Tidak ada hak untuk melarang mereka, walaupun agak terganggu karenanya.  Disadarikah   semua yang dilakukan…?

Mereka sibuk lalu lalang , semoga karena  mereka sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut tahun 2010 nanti dengan segala persiapan matang agar tak terulang lagi atas berbagai kesalahan di tahun 2009.  Dengan beramai-ramai  membakar kembang api dan berbagai petasan, mudah-mudahan adalah lambang  betapa semangat yang membara, membakar menjadi cerminan jiwa yang siap untuk berubah dengan semangat yang menyala-nyala laksana kembang api.  Petasan yang mengagetkan dan sekaligus ada kebahagian itu  adalah impian kekagetan atas prestasi yang mudah-mudahan dapat mengejutkan semua orang di masa datang.  Ya Allah, bimbinglah menuju kesana.

Terompet yang membahana adalah laksana janji yang dikumandangkan pada diri, keluarga dan bangsa akan mampu merubah diri di masa mendatang.  Semakin kencang tiupan terompet, mudah-mudahan  lambang keseriusan untuk menata diri lagi.  Alangkah  merdunya bila janjinya seragam, satu arah, satu cita menggema nusantara.

Malam itu saya tidak meniup teropet maupun menyalakan kembang api.  Kami asik menonton acara Film Spider Man 3,  hingga larut malam juga.  Ada kesan yang mendalam dari Film tersebut  pada beberapa karekter pemain. Cukup bagi saya dan anak-anak  sebagai bahan perenungan dalam menyambut tahun baru 2010.  Akhir dari Film tersebut menggambarkan betapa hidup ini adalah pilihan yang begitu sulit, yang harus dipertanggungjawabkan bagi setiap manusia.  Ada 3 pilihan yang selalu disajikan dalam hidup ini.

Plihan pertama adalah menjadi manusia yang suka menolong  (baik ) karena mempunyai  kelebihan kemampuan akibat perubahan sel.  Perubahan  ini mampu  merevolusikan spiderman dengan  dilambangkan  pakaian atau kostum warna merah biru.  Pakaian inilah  yang mengingatkan  pada perubahan laba-laba  Generasi Baru dengan warna merah dan biru yang sanggup merubah menjadi  spiderman  mampu menjadi  manusia luar biasa dengan cara digigit.

Pilihan ke Dua adalah  bersumber dari  lahar api yang panas.  Lahar ini akan mmampu menjadi pakaian hitam yang seperti dikenakan Spiderman, namun Siapa saja yang mengenakan pakaian tersebut menjadi jahat.  Kekuatan jahat ini juga mampu melekat pada yang baik seperti spiderman yang akhirnya menjadi manusiajahat pula hingga mampu membunuh dan balas dendam.  Akan tetapi disitu diceritakan bahwa apabila yang baik yang dominan pada manusia maka sehebat apapun lawan  yang jahat pasti ujungnya akan kalah.  Lambang yang jahat bukan saja seperti Baju Spiderman yang berwarna hitam namun  juga sahabatnya yang hebat dengan latar belakang ilmuwan dan keluarga kaya  tetapi punya motivasi jahat ujungnya juga kalah dalam kehidupan.  Tapi walaupun kalah pada akhirnya , namun  dalam kehidupan yang menggunakan pakaian hitam (baik sahabatnya sewaktu SMA maupun kekuatan spiderman hitam) mampu menikmati kesuksesan walaupun sebentar.  Sanggup mempesonakan siapa saja, dan terkadang juga menjadi pilihan utama pada manusia pada umumnya.

Pilihan Ketiga

Pilihan ketiga ini, dilambangkan dengan manusia Debu, Yaitu manusia yang dapat dikatakan sumbernya dari debu.  Disitu diperankan manusia perampok yang sangat dicari-cari polisi.  Dia mencuri tidak dilatar belakangi jahat, namun karena terdesak penderitaan anaknya yang sakit tak kunjung sembuh dengan keterbatasan yang luarbiasa.  Intinya yang dapat saya tangkap, apapun mulianya alasan yang melatarbelakangi tindakan jahat maka nilainya hanya sebagai debu. Tidak bermakna, bahkan kadang menggangu yang lain. Mampu mengganggu yang baik maupun menggangu yang jahat.  Pilihan ini tidak mampu eksis di dunia. namun merupakan pilihan manusia pada umumnya yang tidak pernah disadarinya.

Published January 1st, 2010

Perkalian dan Penjumlahan

Menerima raport anak dengan  beberapa nilai  di bawah KKM, tentunya bukan kabar baik bagi orang tuanya.  Ada rasa marah yang tersimpan mengapa sampai anaknya mendapat nilai demikian.  Hal ini terjadi pada anakku yang no 2. namun saya akhirnya tidak bisa marah tapi terkaget dengan jawabannya yang santai tanpa merasa bersalah.

Ketika saya tanya mengapa sampai ada 4 mata pelajaran yang nilainya di bawah KKM sampai nilai di raport masih kosong. Dengan enaknya dia jawab ” lihat saja mah itu adalah mata pelajaran yang tidak saya sukai”. ( Pelajaran Geografi, Ekonomi, Bhs Sunda dan Sejarah)  “Semua Pelajaran harus disukai nak, tidak boleh pilih sesukahati begitu!” Jawabku menasehati.  Mamah jangan cuma merisaukan nilai pelajaran yang itu dong….! coba lihat  dari nilai pelajaran yang lain.” Jawab anakku ketus.  Jujur saya sendiri juga bingung dibuatnya, karena nilai pelajaran matematik, biologi, fisika, kimia dan Bhs Inggris  dll selain yang ke empat tadi nilai rata-ratanya diatas 8,5 , kenapa dengan  anak ini ? Pikir saya.

“Belajar sesuatu karena suka nilainya perkalian mah, tapi kalau kita belajar pada yang tidak suka nilainya penjumlahan” kata anakku.  “Kenapa bisa begitu?” Jawabku tambah bingung.  Sifat perkalian kata eyang dulu itu khan  melebur, artinya menyatu menjadi jiwa. masa mamah lupa. ” Sesuatu yang menyatu , melebur menjadi jiwa artinya kita suka berarti cinta, berarti senang.   Maka dari itu nilainya berkali lipat. ” Gara-gara nilai matematika ,  fisika dan kimiaku tinggi  aku di kelas terkenal pinter. sekarang temen-temen mulai mencari-cari saya kalau ada PR mah, di perhiyungkan deh…!” jawab anakku dengan Geernya.  “Tapi yang nilai Pelajaran Geografi, Ekonomi, Bhs Sunda dan Sejarahnya tinggi ngga terkenal tuh! katanya berceloteh lagi . “Iya sih tapi kamu khan bisa ngga naik gara-gara itu!” kataku menasehati.

“Tenang saja mah, itu hanya sifat penjumlahan saja kok,  sebenarnya saya sudah tuntas remedialnya, hanya gurunya aja yang males …., karena waktu itu saya ngumpulinnya terakhir !  jawabnya berkilah. Kalau semua mata pelajaran yang bermacam-macam itu harus saya paksakan nilanya bisa negatif.  Sifat penjumlahan khan “Plural”, beraneka ragam. maka tidak melebur dan tidak berkali lipat. Kalau nilai saya yang kurang itu khan sudah ketutup dengan yang  multiplayer. begitu alasanya.

Mungkin bahasa anakku ini agak susah dimengerti, tapi dari pembelaanya saya dapat memahami bahwa dia akan mendahulukan sesuatu yang dia suka, karena ini sifat perkalian. mendatangkan banyak berkah. Tadinya dia anak yang minder, dengan nilainya yang menonjol pada pelajaran yang dia suka maka dia  jadi ngga minder lagi, terkenal pinter katanya dan  sekarang yang paling  membanggakannya  dapat kesempatan lagi untuk persiapan OSN (Olimpiade Sain Nasional) untuk bidang fisika bulan maret 2010.

Sifat penjumlahan katanya plural, bermacam-macam, gado-gado katanya. kalaupun menghasilkan nilainya tidak seberapa. bahkan bisa negatif memang, tapi dia yakin akan tertutup dari nilai yang multiplayer. Nasehat pada ibunya, bekerjalah fokus pada yang dicintai maka akan mendatangkan yang nilainya multiplyer. dan jangan ragu mengurangi dalam arti tidak fokus pada yang tidak disukai, toh nanti akan tertutup. Jangan dipaksakan mengerjakan yang bermacam-macam itu tanpa ada yang prioritas katanya. nanti semua jadi berantakan.  Bingungkan kalau anaknya sudah berceloteh panjang lebar, mau marah jadi ngga jadi!!


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.