rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for November, 2009


Published November 23rd, 2009

Harapan dibalik “Kiamat 2012″

Begitu meresahkan mendengar kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Bukan sekedar fiksi dalam sebuah film, namun semua telah berbicara kemungkinan itu dari mulai seorang kyai, peramal dan para pemikir Ilmiah. Semua dari mereka mempunyai alasan masing-masing. Hasil akhir kita sebagai orang awam merasa takut kalau benar itu terjadi.

Biasanya kalau rasa takut mendera seseorang biasanya karena merasa harapan ke depan tidak ada lagi, tetapi bagi mereka yang merasa tidak takut karena ke depan ada harapan yang meyakinkan.

Sekedar untuk membangun harapan, agar terbangun suatu keyakinan dimasa yang akan datang, satu - satunya jalan kita harus punya ilmu tentang itu. Yaitu Ilmu yang secara objektif ilmiah bisa dipertanggungjawabkan. Ilmu yang benar akan menenangkan di hati, tetapi ilmu yang salah akan membuat sebaliknya. Merasa gundah gulana tidak karuan.

Dalam persoalan kiamat saya ingin melihat dari sisi bahasa. Kata kiamat adalah ditemukan dalam Al-Qur’an. Dasar atau akar kata dari kiamat adalah Qawama, menjadi qaama. (karena ini adalah huruf  “ilat”  maka waw berubah jadi alif ). Dalam Bahasa Quran kata dasar  dapat  dibentuk menjadi kata yang lain. seperti dalam bahasa apapun juga begitu.  Dalam Bahasa Indonesia misalnya dari kata dasar  “kerja”  dapat berubah menjadi kata kerja telah, atau kata kerja lagi/akan, atau akan menjadi kata yang lain lagi mempunyai aturan tersendiri.   Kalau dalam Bahasa Indonesia  kata dasar “kerja”  menjadi sedang kerja, atau telah kerja, atau menjadi kata pelaku “pekerja”.

Dalam Bahasa Al-Qur’an Juga ada pembentukan semacam itu. Disini saya tidak mengupas panjang lebar, namun setelah bolak balik saya pelajari ternyata kata Qaama, dapat menjadi Iqaamatan (dibaca Iqomat, yang sering kita kenal dalam panggilan sholat), maknanya dasarnya adalah berdiri atau tegak atau bangun.  Disisi lain Qaama dapat menjadi Qiyamatan ( dibaca Qiyamat) dimaknai hancur atau musnah.

Intinya Qaama dapat berarti  berdiri atau tegak atau bangun atau hancur atau musnah. Mengapa satu kata dapat mempunyai arti yang berlawanan ? Itulah hebatnya bahasa Qu’ran. Contoh kata Al-Quran yang lain lagi yang mempunyai makna  saling berlawanan namun kita tidak menyadari kesalahan yang terjadi. yaitu kata Rodhi dan Ridho. Kata Rodhi kita kenal istilah itu pada saat jaman jepang ada kerja Rodhi. Kita terjemahkan kerja paksa. Karena  sebagai pekerja tidak dibayar dituntut dengan disiplin yang tidak manusiawi.  Padahal kalau dilihat dari sisi Subyeknya yaitu orang jepang, maksudnya adalah kerja secara Ikhlas, Kerja secara Ridho ( Kerja Ridho) tanpa bayaran, tetap dengan disiplin dan dedikasi yang tinggi karena jalan adalah  sarana umum.  Jadi Rodhi dan Ridho ( ditulisnya Raadhi dan  Riidha mestinya, karena bahasa Quran tidak mengenal vokal “O”) adalah kata yang berasal dari kata yang sama yaitu radhaya, yang mempunyai arti yang sangat berlawanan.

Begitu juga dengan kata Qiyamat, mempunyai makna yang sangat berlawanan, disisi lain ada yang tegak  ada yang hancur. Ada yang musnah ada yang membangun. Kalau kita pinjam istilah Presiden Pertama RI adalah semakna dengan “Revolusi”  Pembangunan sekaligus penghancuran.  Jadi janganlah kita takut dengan penghancuran kalau yang dihancurkan adalah yang batil, namun bangunlah harapan dengan ilmunya Allah untuk kehidupan yang akan datang. Yakinlah yang benar adalah yang selamat. Sudah menjadi sunahnya bahwa untuk memasuki dunia yang baru nanti perbandingannya adalah seribu satu. dan dikatakan juga dari tujuhpuluh dua golongan hanya ada satu yang benar maka carilah yang satu itu. Yang satu adalah yang menjadi sumber, kalau itu adalah ibarat pohon carilah batangnya bukan cabangnya. Carilah Ilmu Tuhan Yang Haq itu., Semoga terbangun harapan.

Published November 1st, 2009

Catatan Harian 11 Januari 2009, “Dua Kuda Dalam Mimpi dan Impian_

Tanggal 10 januari 2009 dalam mimpi tidurku saya bertemu mbah Duwur, ( Sebutan Eyang/Kakek yang merawatku dari kecil dengan postur tubuh tinggi jangkung, tegap , ganteng dan berwibawa).  Dalam mimpiku saya merasa sedang bersama-sama beliau ketika  usia  SMP dulu. Ketika itu saya seolah sedang membantu beliau memperbaiki  pagar di samping rumah  (Saya cucu satus-atunya yang selalu setia kemana kakekku pergi walau saya seorang perempuan).  Dalam mimpiku saya asyik berbincang-bincang dengan beliau, dan  kemudian yang saya ingat  dalam perbincangan itu ada dua kuda putih diserahkan kepadaku.  Saya tidak ingat  apa  jenis kelaminnya.   Merasa diberi sesuatu yang aneh dan tidak pernah dilakukan sebelumnya saya tertegun dan diam….!!! Selanjutnya saya berusaha menolak dan tidak begitu saja menerima.  “Untuk apa eyang ..”, Tanyaku dalam hati  Tetapi Eyangku tak menjawab hanya menatap dengan tatapan mata  tajam dan serius bagaikan burung elang yang siap mau menerkam. Tatapan mata itu  membuatku  tertunduk,  merinding, bingung  dan penuh dengan keheranan. ditengah keherananku itulah  aku terbangun.  Apa maksud mimpiku itu….?

Sebagian orang  mengatakan bahwa bermimpi adalah bunga tidur yang tiada makna dan tidak ada arti.  Bermimpi  dapat  disebabkan  aktivitas siang hari  yang begitu  padat dan  biasanya yang  sangat  menggores  dihati sehingga sampai terbawa mimpi dalam tidur malamnya.  Hal itu bisa aku mengerti. Tapi kalau mimpi saya ini bertemu dengan  eyang ( biasa disebut mbah Duwur) jujur saya tidak bisa melupakan begitu saja. Ini mungkin disebabkan sebagian besar masa kecil ku diwarnai dengan aktivitas bersama beliau sampai saya keluar rumah untuk  kost sekolah sekitar umur 14 tahun.    Memori kecilku diwarnai dengan putaran film tentang beliau, sehingga semuanya itu kelak menjadi dasar budaya hidup hingga dewasa kini.

Kemana Saya pergi pikiran belum bisa lepas dengan mimpi dua kuda itu . Tiba-tiba dalam perjalanan menemani adik yang sedang sakit, saya ditelepon anakku  katanya ada kiriman  dua  ranjang tua dari kampung dateng.  Ranjang tua….?  ”Ya…”, Jawabku dalam telp. Apakah ini ada hubungan  mimpiku dengan dua kuda itu…?  tanyaku dalam hati.  Selanjutnya saya teruskan menjawab dalam telephon dengan anakku.  ”Katakan terima kasih Nak…, terima saja barang itu, nanti Ranjang itu untuk kamu ( maksudnya satu untuk Seva dan arul, anak-anak laki-laki  ku ) dan satu lagi untuk Oky dan laras  (anak - anak perempuan  ku).   Pada hari itu Tgl 10 Januari 2009, ranjang besi Jaman Bahela tea dipaketin dengan berat masing-masing  35 Kg. Waww…. berapa sudah Orang tuaku bayar…? Dan ranjang itu terlalu jadul banget untuk ukuran orang jaman sekarang.

Jujur saya amat senang dengan ranjang itu,  karena di dua ranjang itu dulu saya menghabiskan tidurku dari SD sampai dengan usiaku duduk di bangku SMP.   Masa itu bagi saya amat menentukan hidupku kini. Karena setelah SMP (1979-1982) an masuk SMA(1982-1985) sampai perguruan tinggi (1985-1990) saya kost tidak tinggal dirumah lagi. Tahun berikutnya 1991 saya diterima kerja di Gunadarma. Kemudian tahun 1992 menikah dan sampai sekarang dikaruniai 4 anak dengan 2 wanita dan 2 pria . Otomotis dari lulus SMP saya telah meninggalkan rumah sampai sekarang. Dan Ranjang tua itu adalah ukiran perjalanan hidupku sewaktu anak-anak.
Kenangan-kenangan dalam ranjang tua mengingatkan semangat dikala saya masih anak-anak yang pada waktu itu  mempunyai impian, cita-cita  setinggi langit .  Dengan bekal nasehat mbah duwur yang merawatku, aku berjuang menempuh cita-cita. Kekuatan semangat waktu masa kecil itu selalu terbayang, begitu lekat dan tak mungkin terhapuskan. Dengan telah hadirnya dua ranjang tua dan kini selesai terpasang,  seolah membentangkan Film masa kecil terputar indah……!! Begitu ranjang tua berdiri kokoh di sudut kamar kedua anakku, aku mencoba tidur disitu. Laksana bintang film yang sedang akting, disitulah saya berperan. Ingatanku terbangun…, yang menyadarkan semangat juang begitu tinggi dikala kecil,  dengan energi penuh dan penuh kekuatan  maksimal yang pernah aku lakukan.

Terbayang pada saat malam-malam ( sekitar jam 2 pagi ) ketika saya mempunyai impian menjadi seorang guru, saya rajin sholat, rajin kemesjid untuk mengaji.  Saya biasa terbangun untuk sholat tahajud, berdoa dan sujud dengan penuh linangan air mata.  Doaku kala itu….,” Ya Allah…., aku tidak mau berlama-lama tinggal di kampung ini…, saya mau sekolah yang tinggiiii… sekali. Aku tidak mau hanya seperti temen-temenku yang setelah SD atau SMP lalu nikah dan punya anak. Aku mau jadi Orang, aku tidak mau jadi sampah masyarakat. Kalaupun saya harus jadi petani aku mau pinter, punya sawah,  pekarangan yang luas, dan ternak ayam, kerbau yang buanyak…… !!  Begitu Impian semasa SMP dulu.   Karena tingginya semangat itulah yang mampu mengalahkan rasa ketakutanku kepada pocong,   hantu , dan maling yang berkeliaran malam-malam.  Sehingga saya berjuang pergi berwudu keluar sendirian sekitar jam 02.00 malam dengan jantung  berdebar-debar menahan rasa takut yang tiada terkira. Tidak jauh di belakang rumahku, kurang lebih jarak 100 m terbentang kuburan kampung yang gelap gulita yang konon anker sekali.

Setelah sholat malam barulah belajar dengan mata terkantuk-kantuk. Pada waktu itu belum ada listrik di desaku, sehingga saya belajar hanya dengan nyala senthir yang remang-remang (lampu dari minyak tanah). Saya ingat perjuangan masa kecilku dulu begitu berat. Tidak saja saya berjuang melawan kebodohon dalam diri tetapi juga melawan kebodohan budaya kampung, yang cenderung nrimo ( terlalu pasrah pada nasib). Kalau suatu saat nilai pelajaranku jelek,  orang dirumah  selain eyang akan ngoceh   ”ya…sudah lah…. ngga apa-apa nilainya jelek, lho wong kamu ini anak perempuan, mau jadi apa sich…..!! sudahhh… terima saja, lamarannya (sebut saja) si A …dan nanti hidupmu pasti enak. Dia keluarga kaya, sawah pekarangan dan ternaknya buaanyak” Begitu nasehat menyebalkan saudara –saudara dan tetangga-tetanggaku dulu. Perasaan campur aduk tak menentu dikala  itu tertumpah ruah di ranjang tua. Kalau dia bisa bicara, terlalu berat beban pikiran anak sekecil kamu, sabar ya… nak.., dan teruslah berjuang. Tangis dan harapanku ku meledak dan tertumpah tanpa henti di temani ranjang tua itu. Sebenarnya mau jadi apa saya nanti…….?????

Dan kini …. seribu pertanyaan dan doa terdahulu terjawab sudah, terukir indah  kenangan perjalanan yang membayang ….., begitu panjang….. , melelahkan dan pada akhirnya kini amat menyenangkan….. !!!  Mimpi ternyata bukan hayalan. Banyak mimpi yang kini jadi kenyataan.  Andai saja dulu mimpiku lebih tinggi lagi……, aku akan lebih dari ini..!!   Anak-anakku…, janganlah takut bermimpi !!!

Dua malam sudah anakku menempati kamarnya masing-masing dengan ranjang baru yang jadul. Dari semula keempat  anakku juga suamiku yang  tidak  setuju dengan kedatangan ranjang itu  karena jadul barang kali .  Dan pada akhirnya kini  cinta dan sayang  dengan ranjang itu, sampai-sampai mereka  enggan keluar kamar .   Saya perhatikan ngapain dia di kamar, ternyata mereka banyak jungkir balik  dengan belajar diatas tempat tidur itu sambil mendengarkan suara musik nan syahdu.  Kok saya pikir-pikir  sama ya.. seperti aku dulu… !!!   Mudah-mudahan  Ya Allah cerita perjuangan terulang pada anak-anakku . Duh…, anak –anakku…. diatas ranjang itu mama  menemukan semanga dan mencapai keberhasilan  kini.  Mama  pun mau seperti itu pada kalian nanti, temukan semangat dan enegi yang maksimal disitu. Gunakan waktumu tuk berjuang seperti  mama  dalam kehidupan. Jangan takut dengan cita-citamu yang tinggi itu.  Inikah makna dua ekor kuda putih dalam mimpiku…? Konon kuda adalah lambang  kekuatan.  Mudah-mudahan ini lambang kekuatan semangat berjuang yang tanpa menyerah bagaikan kekuatan kuda yang akan terukir lewat ranjang itu pada perjuangan anak-anakku.

Seva yang ingin jadi dokter walau sekarang (11 Januari 2009, baru kelas 3 SMP dan OKY kelas 2 SMA , ingin jadi akhli kimia perminyakan janganlah menyerah.!!  mama  dukung nak….kalian semua!
Mimpi dua kuda yang ibarat lambang kekuatan tercermin jelas pada dua ranjang tua warisan dari almarhum eyangku, sebagai sumber kekuatan. Semoga Saya juga seperti eyang yang mampu melandasi anak-anakku untuk mencapai mimpi-mimpi yang mulia itu. Berilah Kekuatan ya Allah agar saya mampu menjadi sumber kekuatan jiwa raga bagi ke 4 putra-putriku.  Anak-anakku bagaikan kuda-kudaku dalam mimpi yang diberikan Allah sebagai ukiran impian harapan, merenda masa depan, seperti ”Dua kuda dalam mimpi dan Impian” Amin!!.

Depok , 11 januari 2009


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.