rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for September, 2009


Published September 29th, 2009

MENGAJAR dan HUKUM NEWTON PADA ILMU DINAMIKA

Ilmu Dinamika adalah bagian dari ilmu Fisika yang membahas tentang gerak suatu benda beserta penyebabnya. Disadari atau tidak ketika kita sedang mengajar di depan kelas adalah bagian dari benda yang bergerak dengan berbagai penyebabnya. Dalam hal ini kita namakan Dinamika mengajar. Pengamatan yang panjang dalam mengajar ( hampir 18 tahun mengajar) ternyata erat sekali hubungannya dengan Ilmu Dinamika itu sendiri khusussnya Hukum I, dan II Newton pada ilmu fisika.

Seperti yang kita rasakan sekarang sedang libur dari mengajar atau dapat dikatakan diam dari mengajar menuju tanggal 26 September 2009 saatnya kita harus megajar kembali rasanya agak males. Apalagi yang liburan dengan pulang ke kampung halaman yang sedang melepas rindu, pasti terasa berat untuk memulai aktivitas mengajar kembali. Bagi yang ikut merasakan hal yang demikian itu berarti hukum Newton I berlaku yang mengatakan demikian.

Sebuah benda yang diam cenderung tetap diam dan benda yang bergerak cenderung tetap bergerak dengan kecepatan tetap jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda itu.

Bagi sebagian orang bila yang demikian tidak berlaku berarti ada gaya luar yang bekerja pada benda itu. Apakah yang dimaksud gaya dalam hal ini? Gaya adalah kekuatan untuk gerak, jadi kalau ada kekuatan yang luar biasa dari seorang dosen untuk mengajar pada tanggal 26 september  berarti ada kekuatan atau dorongan pada benda itu. Kekuatan seperti apakah? Hal ini dapat ditanyakan pada pengajar yang mengalaminya. Hal sebaliknya dikala mengajar kita sering kebablasan/ kehabisan waktu. Seolah waktu yang disediakan kurang sehingga ingin terus dan terus mengajar.  Berarti ini termasuk benda bergerak yang cenderung ingin terus bergerak. Terus bagai mana kalau pada saat mengajar kok  tidak nyaman mengajar, malah seolah kehabisan materi untuk diajarkan atau bahkan hanya absen saja di kelas, ini juga termasuk ada gaya yang bekerja pada benda tersebut. Yang harus diperhatikan gaya ada dua macam bisa negatif dan positip.

Pada Hukum Newton II berbunyi ” Besar percepatan sebuah benda sebanding dengan besarnya gaya yang bekerja pada benda , dengan arah yang sama dengan arah gaya dan berbanding terbalik dengan masanya. Arah percepatan benda sama dengan arah gaya yang bekerja”.

Bagimana memahami percepatan pada dinamika mengajar. Percepatan sama dengan perubahan kecepatan persatu satuan waktu. Kecepatan itu sendiri adalah jarak yang ditempuh dibagi lamanya waktu.  Jarak yang di tempuh sama dengan jarak mencapai tujuan. Tujuan mengajar adalah memindahkan ilmu kepada mahasiswa atau istilahnya Transforming. Proses memindahkan ilmu butuh waktu,  oleh karena itu akan lahir kecepatan mengajar yang efektif. Tentunya dengan pengalaman mengajar yang semakin lama harusnya percepatan semakin tinggi . Jika lamanya waktu tidak berpengaruh, dimana pola percepatannya tidak jelas maka bisa dipastikan hukum Newton I berlaku yaitu adanya gaya luar yang berlaku pada benda tersebut. Sebagai contoh mungkin Dia tidak suka mengajar.

Inti dari Hukum Newton II ini adalah jika kita Mengajar mahasiswa yang pinter mereka akan cepat memahami, tetapi jika mengajar pada mahasiswa yang kurang pinter mereka lambat memahami. Karena Percepatan memahami akan bernbanding terbalik dengan beban atau massanya.

Mengajar sama dengan mendorong motivasi (dengan sejumlah Kekuatan Gaya tertentu ) . Mahasiswa yang pinter yaitu mahasiswa yang mempunyai beban ringan, atau mahasiswa yang tanpa beban dalam kuliah.  Secara fisika dapat dikatakan bebannya atau massanya ringan. Dimana kecepatan memahami apa yang disampaikan dosen adalah diujudkan dalam kecepatan , dan menjadi percepatan jika dilakukan dalam sejumlah waktu dengan berbagai perubahan.

Disini terlihat bahwa mengajar dengan percepatan yang besar artinya mengajar membuat mahasiswa lebih semakin cepat memahami pelajaran berbanding terbalik dengan bebannya, yaitu mengajar pada mahasiswa yang tanpa beban alias maha siswa pinter akan lebih gampang dari pada mengajar mahasiswa yang kuarang pinter. Oleh karena itu dengan memahami Hukum Newton ini akan menjadi sadar kala menghadapi mahasiswa yang beragam maka kita harus siap dengan berbagai teknik mengajar agar sampai pada tujuan yang diinginkan.

Published September 25th, 2009

Perkembangan Anak

Mempunyai anak adalah anugerah terindah dalam hidup, Tuhan memberi kepercayaan besar, terutama kepada ibu. Karena ibu yang melahirkannya sekali gus ibu adalah tempat sekolah bagi anak-anaknya. Seorang manusia lahir ke dunia awalnya  ia tumbuh dan berkembang amat tergantung pada Ibunya. Untuk itulah  seorang Ibu bersyukur dengan  melalui   memantau perkembangan anak meliputi  jasmani dan rokhaninya. Dan ini ternyata  bukan persolan mudah.

Anak mempunyai keunikan tersendiri antara satu dengan yang lain walaupun dilahirkan oleh Ibu yang sama dengan Bapak yang sama pula. Saya mempunyai 4 orang anak, dengan berbeda-beda karakternya, dengan kelebihan dan kekurangan masing=masing.  Perkembangan secara jasmani anak-anakku cukup sehat. Hampir tidak pernah ada masalah serius dengan  kesehatan selama ini. Kalau mereka pernah sakit parah dulu pada tahun 2004 saat demam berdarah menyerang Ibu kota. Keempat anakku terserang demam berdarah dalam waktu yang hampir bersamaan  pada rumah sakit  yang sama. Selain  itu sakitnya hanya flu , panas dan kelelahan.

Sebagai ukuran perkembangan fisiknya, anak perempuan  yang pertama Kelas 3 SMA dengan  ukuran sepatu dan bajunya lebih besar dari mamanya. Ukuran sepatu 39 - 40 dan ukuran baju cenderung L .  Begitu juga adiknya yang laki-laki kelas satu SMA dengan ukuran sepatu 43 sedangkan ayahnya 41 atau 42.  Juga  anak yang ke tiga perempuan kelas 6 SD yang tinggi dan beratnya juga sudah lebih dari mamanya. Dan anak yang terakhir kelas 3 SD beratnya 32 Kg, tidak gendut namun tingginya terlihat menonjol di kelasnya sehingga selalu jadi ketua kelas.

Anakku yang pertama perempuan  sudah  SMA kelas tiga. Anaknya  Tomboy, malas dengan pekerjaan perempuan seperti memasak dan cuci-mencuci.  Kemampuan belajarnya cukup, dengan semangat, keuletan  dan keberanianya mengalahkan ketiga adiknya. Mungkin karena dia anak yang tertua sehingga dia ingin jadi contoh buat adik adiknya. Dia relatif nurut sama orang tua. Apa yang diinginkannya selama ini tercapai namun perjuangan yang dilakukan  penuh Ekstra. Sifatnya keras dan pandai mengatur uang.

Anakkku yang kedua Lelaki  sudah SMA kelas satu. Kemampuan belajarnya jauh  diatas anak-anakku yang lain. Sering kakak dan adiknya iri dengannya. Jarang terlihat ia belajar, lebih menonjol  mainnya, dari main gitar yang  lengket ditangannya,  atau main PS yang  tidak kenal waktu. Dan dia juga gila Bola terutama Futsal. Namun heran nilai disekolah maupun di bimbelnya jarang mendapatkan nila 8. nilai 9 dan 10 sudah biasa. dan sekarang   lolos seleksi team olimpiade fisika disekolahnya. Namun anaknya perasa banget, hal kecil kadang memjadi masalah besar. Dia amat penakut dan pemalas. Apakah ini karena dia seorang laki-laki, atau karena turunan orang tuanya.

Anak ketiga kemampuanya sedang, di tambah rada pemalas dalam belajar dan lelet  sehingga tidak jarang terlihat agak kurang. Butuh perhatian untuk anak yang satu ini. Namun jika dia faham akan yang dinasehatkan dan penuh sanjungan dia akan berusaha keras. Dia pinter masak dan  gambar.  Dia suka mencoba hal-hal yang baru sehingga membuat orang lain bertanya-tanya. Ngapain sih dia? terlihat seperti main-main, namun sering menawarkan masakan kreatif buat kakak dan adiknya, hingga saudaranya dibuat ketagihan. Begitu juga hasil kerajinan tangan serta gambar-gambar hasil karyanya   indah penuh dengan seni .

Lain lagi anak yang terakhir si Bontot. Kemampuannya lumayan, namun pemalasnya sama dengan kakaknya yang laki-laki. Cukup mandiri, karena berangkat sekolah  tanpa bantuan orang tunya. Dia masuk sekolah siang hari jam 13.00. Bapak Ibunya di kantor, ke tiga kakaknnya sekolah dengan tanpa pembantu dirumah. Anaknya periang dan suka konyol akibat rasa ingin tahu nya yang besar.  Karena dia sebagai ketua kelas, pernah jadi pemimpin teman-temanya yang penasaran seperti apa rambut asli gurunya yang galak itu. Selama ini Ibu  gurunya memakai rambut palsu cerita kakak -kakak  kelasnya. Suatu ketika teman sebangkunya disuruh bertanya tentang pelajaran yang ada di bukunya, karena kurang jelas bu guru mendekat dengan menunduk  melihat apa yang di tanyakan dan tidak jelas.   ……diasaat itulah si bontot beraksi mengambil rambut palsu yang dipakai  buguru,  yang diiringi sorak-sorai dan gelak tawa teman-temanya. Bu gurunya nangis, orang tuanya di panggil. ketika ditanya kenapa kamu nakal nak ?  Dia hanya jawab saya ndak nakal mama…, arul penasaran apa bener bu guru pakai rambut palsu?    Duh…,   anakku…..!!

Tiga dari empat anakku menginjak dewasa. Mereka sedang mencari jati diri masing-masing. Ketika kecil omongan orang tuanya bagaikan dewa, namun sekarang dengan masuknya beragam informasi yang masuk mereka mempunyai pikiran yang berbeda. Seringkali berseberangan pendapat dengan kita orang tuanya. Dia mau nurut kalau yang disarankan logis dan sesuai dengan pemahamannya,  dan akan cuek kalau  tidak masuk dalam nalarnya.  Ekstra sabar untuk mencari pilihan kata sesuai dengan bahasa gaulnya ( bahasa yang bisa dimengerti oleh anak seusinya). Tidak jarang pula emosi  mereka meledak-ledak seperti kelebihan energi. Susah dikendalikan dan terkadang amat mengkhawatirkan.  Saya seperti berada dalam titik batas perkembangan fisik dan mental anak-anakku.  Saya butuh inovasi-inovasi baru agar tidak membosankan membina mereka. Ingin menghantarkan mereka pada jalan yang pas sesuai pilihanya dengan penuh tanggung jawab, jangan sampai saya salah langkah,  Adakah yang ingin berbagi cerita?

Published September 16th, 2009

Doa Ibu Ketika Memasak

Memasak di dapur adalah kewajiban seorang ibu untuk menyajikan makanan buat anak-anak dan keluarganya. Makanan itu enak, bergizi, bermanfaat atau tidak sangat tergantung dari doa yang memasaknya. Rasa enak, bergizi bukan hanya ditentukan dari bahan makanan yang berkualitas ataupun karena ada penyedap rasa atau teknik memasak yang jitu, melainkan akan menjadi lengkap ditambah jiwa memasak yang mengandung spirit doa. Aneh ya kelihatannya. Apa salahnya jika kita mencoba sesuatu yang baik, setelah itu praktekan dan perhatikan apa yang terjadi.

Perbedaan dari keduanya akan menghasilkan sesuatu yang berbeda. Bila memasak hanya mempertimbangkan kwalitas bahan makanan yang dimasak maupun tambahan berbagai penyedap ataupun teknik memasak yang paling modern hanya menghasilakan masakan yang enak dimulut dan belum tentu juga menyehatkan badan , tetapi dengan memasak diiringi doa sepenuh jiwa sekaligus menghasilakn makanan yang enak akan menyehatkan tubuh juga perkembangan jiwa anak-anak dan keluarga . Doa yang disenandungkan meliputi seluruh rangkaian memasak dari mulai bahan dibeli sampai makanan siap disajikan. kira-kira urutannya sebagai berikut:

1. Doa ketika membeli bahan makanan.

2. Doa ketika memisahkan bahan makanan baik dengan yang buruk

3. Doa ketika mencuci bahan makanan

4. Doa ketika bahan makanan mulai dimasak

5. Doa ketika bahan makanan mulai dicampur dengan bahan yang lain

6. Doa ketika bahan makanan mulai diaduk

7. Doa ketika makanan matang dipindahkan ke mangkok atau piring

8. Doa ketika makanan disajikan untuk dimakan.

Doa ini terlalu panjang, tidak harus diucapkan dan tidak perlu dihafal. Cukup dihayati dan tanamkan dalam kesadaran sehingga setiap gerak dalam memasak penuh tawadhu yang otomatis tergambar senandung harap buat keluarga dan anak-anak. Perlu latihan hingga menjadi budaya memasak yang menyenangkan.

1. Doa ketika membeli bahan makanan.

Ya Allah…, ketika saya membeli bahan makanan yang berkwalitas , begitu besar harga yang harus saya bayar, apalagi disaat menghadapi Idul Fitri. Seperti itulah ya Allah …., saya membayar atau berkorban untuk mendapatkan keluarga dan anak-anak yang berkualitas menuju Idul Fitri untuk kembali kepada Fitrahmu.

2. Doa ketika memisahkan bahan makanan baik dengan yang buruk

Ya Allah…, bahan makanan yang telah dibeli harus dipisahkan dari bahan yang tidak berkwalitas. Maka begitulah saya mengklasifikasikan keluarga dan anak-anakku menjadi manusia yang berkwalitas. Jauhkanlah ya Allah….., kami dari orang-orang yang tidak berguna yang hanya membuat prahara dimuka bumi.

3. Doa ketika mencuci bahan makanan

Ya Allah…., selanjutnya bahan makanan saya cuci dengan air yang bersih agar hilang semua kotoran yang menempel. Dengan begitulah ya Rabbi… saya membersihkan hati keluarga dan anak-anakku dari segala kekotoran hati yang selalu menempel dengan ajaranMu. Bikinlah Kami berhati bersih penuh keikhlasan dalam menjalankan perintahmu. Jauhkan kami dari berbagai motif jahat dan motif kebendaan yang banyak menyengsarakan.

4. Doa ketika bahan makanan mulai dimasak

Ya Allah …, bahan makanan yang telah bersih saya panaskan dengan panas api. Seperti itulah untuk mendapatkan kematang jiwa dari anak dan keluargaku. perlu panasnya semangat yang membakar hingga membentuk kematang pribadi yang sempurna.

5. Doa ketika bahan makanan mulai dicampur dengan bahan yang lain

Ketika memanaskan dengan api sekaligus mencampurkan berbagai bahan makanan lain agar masakan yang dibuat menjadi lebih enak dan menggugah rasa. Seperti itulah ya Allah.., saya membantu mematangkan jiwa keluarga dan anak-anak terkadang sangat mebutuhkan orang lain untuk saling melezatkan (saling melengkapi, saling menasehati dan saling membantu) agar kematangan anak dan keluargaku mengugah yang lain pantas menjadi suri tauladan.

6. Doa ketika bahan makanan mulai diaduk atau dibalik

Untuk mendapatkan sayur yang lezat mesti diaduk dan kadang di bolak balik agar kelezatannya sempurna. Begitu ya Allah setiap ujian yang datang pada Kami sering membolak balik situasi dan kondisi. Perasaan terkadang bercampur aduk membuat gamang dalang menghadapi berbagai persoalan. Kuatkanlah ya Allah ketika kami harus mengalami berbagai ujian. Tuntunlah kami…, bimbinglah kami menuju sempurnanya dalam kehidupan, karena pada hakekatnya semua ujian akan meningkatkan umatnya menuju derajat yang lebih baik.

7. Doa ketika sayur matang dipindahkan ke mangkok atau piring

Ketika sayur mulai matang bau semerbak tercium dari jarak kejauhan. segera saya pindahkan pada tempat cantik yang diletakkan diatas meja makan. Mudah-mudahan begitulah saya dan keluarga nanti ya Allah..!! Setelah diaduk, dibolak-balik dengan panas api membara menghantarkan pada janjimu menjadi keluarga yang matang, bermanfaat bagi yang nusa dan bangsa, membuat semerbak pada semua. Mudah-mudahan menghijrahkan kami sekeluarga pada puncak kesuksesan ditempat yang terhormat dan mulia, seperti makanan dipindah menuju piring dimeja makan.

8. Doa ketika sayur disajikan dihidangkan dimeja makan.

Masakan yang kami sajikan diatas meja saya susun dengan cantik hingga yang mau makan penuh selera menyantapnya. Begitu saya menata anak dan keluarga dengan proses yang indah dan cantik. Mudah-mudahan kami ikhlas menyiapkan keluarga dan anak-anak untuk kepentingan siapa saja yang membutuhkan. Kami ingin terus berkarya hingga terhidang manfaat untuk semua. Ya… Allah perkenankanlah. Doa tulus dari seorang ibu untuk menghantarkan anak dan Keluarganya !!! Amin…, amin…, Ya Allah Rabbal’alamin !!

Published September 15th, 2009

Silaturakhmi

Silaturakhmi, maknanya apa ya? Sebentar lagi kita mau mudik ke kampung halaman dengan tujuan utama adalah silaturakhmi.  Berdasarkan penelusuran yang kami peroleh asal kata silaturahmi itu sendiri, yaitu shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang. Bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus dan menghimpun yang telah bercerai berai yang bertujuan agar saling kenal-mengenal antara satu dengan yang lain dengan harapan akan tercipta hidup saling kasih sayang.


Makna menyambungkan menunjukkan sebuah proses aktif dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung. Menghimpun biasanya mengandung makna sesuatu yang tercerai-berai dan berantakan, menjadi sesuatu yang bersatu dan utuh kembali. Sekian lama kita merantau pastilah banyak informasi yang terputus antara kita dengan sanak sauadara, teman dan handaitaulan. Mereka ini dulu pernah dekat dihati kita. Banyak kenangan yang pernah dirajut, dilalui bersama sehingga rasa rindu amat menggelora. Sangatlah wajar kalua mudik menjadi moment yang sangat spesial dinanti bagi semua. muaranya akan menyambung tali kasih yang pernah terbina.

Terkadang dalam bergaul dengan mereka sering terjadi kesalahfahaman. baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Saling bersaing dan berlomba menjadi hal biasa. Walaupun sebenarnya kita saling menyayangi, saling memberi dan saling menghargai. Karena terpisahkan oleh jarak dan waktu menjadikan hati yang telah terikat satu seolah tercerai beraikan. Momen indah di hari yang Fitri kami ingin bersilaturakhmi untuk menghimpun semua yang telah berserak dan tercerai beraikan.

Pada dasarnya kita diciptakan sebagai individu yang unik antara satu dengan yang lain. Tidak ada manusia yang sama walaupun mereka dilahirkan kembar  identik.  Mereka punya hati dan pikiran masing-masing yang tidak kita kenal walaupun secara fisik kembar identik susah dibedakan. Kita hidup secara sosial dari lingkungan keluarga , bersuku dan berbangsa-bangsa wajiblah saling kenal mengenal. Apa yang dimaksud mengenal ini? Cukupkah dengan mengenal nama , alamat dan tempat tinggal kita disebut mengenal ? Kenal yang dimaksud tekanannya adalah pada faham. Faham tentang apa? Tentang segala informasi atau keterangan yang menyangkut mereka. Semakin kita kenal terhadap seseorang dan faham akan segala informasi tentang mereka pastilah akan menjadikan kita lebih cinta. Tidak mungkin kita cinta terhadap sanak saudara dan handai taulan tanpa mengenal. Mudah-mudahan melalui silaturakhmi akhirnya menjalin cinta,  kasih sayang . Karena kenal maka kesalah fahaman akan bisa ditepis dengan sendirinya. KIta akan saling memberi diatas Bismillah dan yang menerima denga Alkhamdulillah. Indahnya silaturakhmi. Indahnya cinta dan kasih sayang.

Published September 14th, 2009

Beratnya Mengajar di Minggu ke 3 Bulan Ramadhan

Pertama mengajar jatuh di bulan Ramadhan, awal september dalam cuaca panas walaupun sudah memasuki musim penghujan. Ditambah konon posisi matahari dekat dengan khatulistiwa menjadikan suhu udara meningkat dan luar biasa panasnya. Alkhamdulillah jadwal yang kuterima tidak jauh berbeda dari sebelumnya cukup mengajar satu mata kuliah. Hanya saja waktu dan ruang tempat mengajar yang berubah. Dari tiga hari mengajar ada dua hari mengajar sore hari jam 9/10 dengan ruang mengajar dilantai empat dan tiga.

Pulang sore dalam bulan ramadhan untuk seorang Dosen Pria nilaianya akan berbeda bagi Dosen Wanita yang punya keluarga  .  Sebagai Ibu mestinya wajib menyiapkan makanan berbuka puasa.

Orang  mungkin akan mengatakan, “nyiapin buka  beli aja , toh banyak disepanjang jalan di bulan rhamadhan ini  pedagang menawarkan aneka masakan penghidang berbuka yang amat menggugah rasa. Begitu saja kok repot !! Ya…, sayapun ingin demikian. Masih terasa   dua bulan terakhir ini , akan menjadi bersikap bijak  untuk orang yang sama merasakannya. Bisa-bisa Keseimbangan akan bergeser kalau terus-terusan beli. Bahkan Persoalan akan menjadi berkali-lipat mengingat memasuki minggu ke tiga bulan Rhamadhan   harus menyambut hari Istimewa. Subkhanallah nikmatnya !!

Kebetulan juga karena memasuki usia  yang tidak muda ,  mengajar pada lantai empat dan tiga, tidak dapat berbohong bahwa itu sangat sangat beda. Ada tanda  dari kulit yang terlihat membiru lebam  seperti habis dipukul setelah mengajar pada ketinggian. Kata orang itu karena ada pembuluh darah yang sangat halus pada pecah.  Semakin banyak mengajar di ketinggian lebam itu semakain banyak.  Mau ke dokter masih ada banyak yang harus dipertimbangkan.  Orang umumnya akan… Ah, gampang saja ngga usah terlalu ngoyo lah !! ngajar sebentar saja toh bisa, lho wong monitoring ngitung sendiri  sebagai kepala sekretariat, begitu saja repot !!  Ruangan mengajar  cari aja yang kosong khan bisa pindah, punya wewenang untuk itu khan ?  Yang lain bisa kenapa tidak !  Aduuuhh…., haruskah aku jadi orang lain ?

Dilihat dari segi mahasiswa, pada jam sore Mahasiswa  telah kuliah sejak pagi , mereka juga tidak jauh beda dengan dosennya. Yang ada ngantuk, lelah  dan loyo. Bedanya mereka masih muda dan banyak energi yang tersimpan. Saya mungkin terlalu banyak mengeluh dan tidak pantas untuk diceritakan. Namun dari hati yang paling dalam adakah teman yang bernasib sama dan mereflek sama seperti saya ? Saya ingin berbagi nasihatnya, agar saya kuat dan tetep mulia.  Saya berharap perkuliahan dapat berjalan lancar, saya tidak merasa berat menjalaninya, penuh semangat dan begitu hendaknya mahasiswa! Mimpikah…!

Published September 11th, 2009

Lebaran atau Idul Fitri

Lebaran……, 10 hari lagi engkau datang. Aku bingung menyambutmu.  Aku hanya terpaku manakala berangkat kepasar. Sudah aku usahakan pilih pasar tradisional. Tetap saja dahi berkernyit akibat pusing memikirkan ketidakseimbangan. Uangku tidak cukup mengikuti arus yang lewat kian kemari. Beli baju baru buat anak 4 yang sudah berangkat dewasa. Beli makanan berbuka puasa yang istimewa maunya, lebaran dengan kue-kue lengkap dimeja, menjadi impian siapa saja. Dan haruskah aku dan keluarga pulang kampung juga?   Duhhh pusingnya……. Apa yang salah dengan aku ini? Tidakkah aku bekerja keras? Apakah aku tidak hemat? Apakah aku tidak mampu memenej?  Berusaha aku mencari jawab, dimana aku salah.

Saya terlahir sebagai orang jawa, maka aku memahami Lebar + an (Bukan Lebar lawan panjang) seperti orang di kampungku, yaitu  memahami lebar sama dengan selesai. Selesai dari menahan segala hawa nafsu. Karena selesai maka selesai dari segala yang ditahan. Terlalu lama sebulan menahan rasa lapar dan haus, sehingga rasa tidak tahan menggebu untuk kembali makan. Hari lebaran dikampungku seluruh enegi ditumpahkan. Toh hanya setahun sekali pikirnya. sehingga wajar kalau yang ngga ada mesti harus diadakan. Sanak saudara yang dekat maupun yang jauh pada dateng sehingga wajib rasanya untuk menjamu sebaik mungkin. Hampir semua orang dikampungku berpikir demikian, maka kebutuhan akan permintaan barang menjelang lebaran begitu besar.  Inikah awal pemahamanku  yang keliru…..? aku mencari jawab……Duhaai Pembimbingku…!!

Coba kalau dipahami Idul Fitri. berarti kembali kepada yang Fitri. Kembali manusia pada fitrahnya.  Fitrah manusia itu pada prinsipnya manusia mau hidup patuh atau taat seperti alam semesta. Seperti yang pernah aku baca Fitrah sama dengan din. atau dipahami agama yaitu Islam. Islam ujungnya selamat sejahtera bila kita mau hidup patuh dengan yang demikian. Tetapi mengapa Idul Fitri ini kita menjadi ekonomi berantakan secara pribadi maupun nasional? ya…tingkat  nasional. karena tingkat inflasi dibulan ramadhan sangat tinggi secara nasional. Bukankah dengan shaum kita dilatih dengan makan sedikit kita tetep lincah dan enerjik? Melalui sholat malam kita diajak banyak belajar. bangun malam untuk menambah ilmu. Bukankah makanan yang paling hebat adalah ilmu? karena makanan yang paling menyehatkan adalah makanan rokhani. Kita perbaiki gizi sehebat mungkin tapi bila rokhani kita kosong badan kita jadi loyo dan tidak enerjik. Aku ingin selincah dan setangkas matahari bersinar. selalu tepat dengan patuh menjalankan  ajaranmu melalui perintahMu.  Tajamkan hati ini untuk ikhlas ya Allah, biar aku tidak memusingkan lagi tentang lebaran. Aku ingin kembali kepada kesucian, menuju Idul Fitri yang kudambakan.

Published September 10th, 2009

Mengisi kekosongan kelas

Awal perkuliahan bagi mahasiswa baru diusahakan tidak boleh kosong, begitu pesan dari bagian penjadwalan. Minimal tiga hari pertama yang jatuh hari kamis 3 Sept sampai dengan hari sabtu 5 sept. Ditunjuk beberapa dosen untuk standby oleh bagian penjadwalan termasuk beberapa staf sekdos yang kebetulan tidak mengajar pada hari itu. Cukup banyak Dosen kelas yang berhalangan hadir , sehingga satu dosen stanbay yang ditunjuk bisa mengisi 6 jam dalam sehari. Cukup lumayan lelah dan bingung mau mengisi materi apa pada kelas yang kosong. Dianjurkan memang untuk mengisi sesuai dengan materi yang seharusnya diajarkan, namun karena begitu variatifnya kelas dengan macam-macam materi kuliah tidak memungkinkan dicarikan dosen yang mampu mengajar sesuai dengan pelajaran dikelas tersebut.
Seperti saya sendiri yang berlatar belakang dari ekonomi sedangkan kekosongan kelas dengan materi diluar kemampuan saya maka disitulah kebingungan muncul. Ingat lagi pada pesan bagian penjadwalan kelas satu tidak boleh kosong!! Duuuhhh…, di absen aja kali ya…, setelah itu wasalam pulang. Tapi bukan tipe saya seperti itu!!

Dengan pertimbangan bahwa mahasiswa masih baru dan lagi ngetrend materi softskill maka saya mulai memotivasi mereka. Saya teringat dengan teori Prof. Barrent dalam buku a hand books of sosiology yang memaparkan bagaimana berusaha atau berjuang yang benar. Mulailah saya berceloteh dikelas. Saya memposisikan diri sebagai Dosen sepuh yang diberi tugas untuk mengisi kekosongan ini. saya tidak mampu memberi materi kuliah seperti dosen aslinya, sehingga saya sebagai yang dituakan barangkali akan mampu menginformasikan berbagai persoalan seputar universitas Gunadarma yang menjadi tempat kalian kuliah. Seperti biasa mahasiswa tidak ada yang nanya. Kalau begitu ibu mau tanya bagaimana Usaha kalian supaya bisa berhasil digunadarma? Dengan Belajar bu.. !! Dengan bekerja keras dan tekun bu !! dengan rajin Bu!! ya … bagus kataku. untuk lebih bagus lagi ibu ada resep.

1. Harus ada Dasar, Apa itu dasar, ada apa dengan dasar? Dasar atau landasan adalah darimana suatu masalah dimulai atau dibangun. Dalam dasar ada Doktrin. Apa itu doktrin ? Doktrin adalah azas pendirian yang diyakini kebenarannya. Intinya sebagai mahasiswa yang mau meraih cita-cita harus punya pendirian yang kuat. Kuliah bukan dari dorongan orang tua atau teman, harus ada dorongan dari dalam diri sebagai pendirian, Misal …., kalian mau kuliah dijurusan Komputer di Gunadarma karena Gunadarma adalah Universitas yang kalian yakini akan mampu menghantarkan sampai menuju apa yang kalian cita-citakan, karena Gunadarma salah satu universitas bagus, murah, dekat dengan rumah Dll. jadi kuliah di Gunadarma bukan paksaan dari orang tua, teman atau saudara. Dasar saja tidak cukup sebagai titik pangkal, mesti ada titik unjung. yaitu….

2. Tujuan. dari mulai awal kuliah tetapkanlah tujuan sejelas mungkin. jangan sampai kalian sudah masuk ke jurusan tertentu tetapi belum jelas mau jadi apa. Dengan mengetahui tujuan yang jelas bagaikan memasuki sorga dalam kayangan. Sorga sebagai lambang kebahagiaan , sebagai misal diujung perjalanan ada sebuah gunung emas maka bagi mereka yang sehat pasti akan mendekat ke gunung emas tersebut dengan berlari. hanya orang yang tidak sehat saja yang tahu ada gunung emas dia akan diam dan menunggu kesempatan. Dasar dan tujuan bagaikan membentuk suatu garis yang mempetakan perjalanan. siapa yang punya peta kemungkinan kesasar akan kecil tapi bagi mereka yang memiliki peta 50 % keberhasilan sudah ditangan. Begitu kalian sebagai mahasiswa, jika dasar dan tujuan sudah jelas maka peta keberhasilan 50 % sudah ditangan. Cepatlah bentuk dasar dan tujuan itu. langkah selanjutnya kita perlu….

3. Teknik, teknik adalah kemampuan. kemampuan untuk apa ? untuk mengorganisasikan objek (sasaran kerja) yang terdiri dari alat peralatan dan manusia guna mendukung cita-cita. Kalian punya orang tua, saudara dan teman yang menyayangi kalian. buat supaya mereka mendukung segala usaha anda menuju cita-cita. Carilah temen yang baik, temen yang ucapannya mengarah/membicarakan seputar ilmu, sehingga mendukung materi kuliah. bukan teman yang bicaranya seputar perut. Mereka hanya membicarakan persoalan jajan, makanan, uang, gengsi lawan jenis dll. tinggalkan saja mereka kalau seperti itu. Berdayakan yang kalian miliki. Buku dibaca tuntas dan berulang-ulang, yang punya kendaraan pergunakan untuk mendukung kuliah jangan untuk main. Setelah itu resep yang terakhir adalah ….

4. Manajemen. Apa itu mmanajemen ? Manajemen adalah pengaturan bu? Mengelola…, mengawasi … teriak mahasiswa. Ya…., benar! Orangnya disebut manajer atau pemimpin. Seorang pemimpin tugasnya seperti tadi mengatur, mengelola, mengawasi dll. Inti dari semua itu adalah perintah dan larangan. Sehebat-hebat pimpinan adalah pemimpin yang mampu menggerakan bawahannya tanpa keluar kata-kata perintah atau larangan sehingga yang dipimpin merasa diperintah dan sadar apa yang diinginkan oleh pimpinan. Betapa indahnya mempunyai bawahan mengerti dan sadar akan tugas dan tanggungjawabnya tanpa harus diperintahkan. Begitu kalian sebagai mahasiswa yang mampu memenej diri dan sadar akan tugas dan tanggungjawabnya sehingga meraih cita cita adalah suatu keharusan, ada dorongan kuat untuk melakukan dengan ikhlas segala tugas dan tanggung jawabnya. Kalau resep satu sampai dengan empat kalian lakukan insyaallah keberhasilan ada ditangan. Sebagai dosen yang mengawali kuliah ini saya ikut mendoakan semoga kalian akan berhasil semuanya. Lapor ya kalau nanti pada berhasil.

Nah begitu kira-kira saya mengisi kekosongan kelas ditengah kebingungan mau mengajar apa. mudah-mudahan tidak saja bermanfaat bagi mahasiswa tetapi  juga siapa saja yang membaca di blog ini. dan mohon beri masukan agar menjadi lebih baik lagi.


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.