rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for June, 2009


Published June 23rd, 2009

Menyambut Pagi

Desah nafas jibril mengetuk hati

Memecah malam menjelang pagi

Adzan surau tlah terdengar kini

Menunggu  dikau yang lagi bermimpi

Bersiap si kakek tua berjalan sendiri

Menuju surau nan sepi….

Terbatuk-batuk ia perlahan bernyanyi

Menyanjung tinggi sebagai pemuji

Kemanakah wahai engkau pemuda dan pemudi  ?

Harapan bangsa  penyejuk hati

Selalu sibuk di siang hari

mencari rejeki

Kian kemari

Sampai lupa diri

Menyambut pagi

Gelap di malam hari

Susah dibedakan  ini……

Betulkah hari menjelang pagi ?

Adakah yang menyadari ?

Ini ulangan Sejati

Kita harus menyambut pagi !!!

Published June 22nd, 2009

Sorga Itu Nyata, Kekal dan Abadi

Sabtu  20 Juni 2009,  jam 5 sore  kelulusan anak kelas 3  SMP rencananya akan diumumkan. Diambil waktu sore hari dengan maksud supaya mereka tidak berlebihan dalam merayakan kelulusannya seperti tahun-tahun sebelumnya. Di tunggu sampai jam 5 lewat belum juga ada khabar, sampai para orang tua meninggalkan sekolah satu persatu. Hari senin saja kita lihat pengumumannya kata mereka.

Hari ini , senin 22 juni anak saya yang datang sendiri ke sekolah untuk melihat hasil pengumumannya. Begitu pulang ke rumah langsung menemui ibunya dengan kegirangan, mah….., seva lulus. Alkhamdulillah kataku.   Coba mah…,  seva cubit yang kenceeng…  !!      Akh .., ada apa sich..  Langsung dengan kenceng saya cubit Dia ! Aduh, aduh…  udah mama….. Bener ya mah sakit!! Artinya saya bukan lagi bermimpi.  Ya memang bukan, ada apa sich ? Hari ini aku lagi seneng banget , aku lagi di Sorga mah.  lihat ini nilai ku,  Dia menunjukan copian nilai hasil UN dengan nilai Matematika 10; IPA 9,24 ; Bhs Inggris 9,00; dan Bhs Indonesia 9,00. Oh, ya kau memang hebat nak!!

Mah…, Sorga itu Nyata yah mah, aku bisa merasakanya sekarang. Mah.. kata pak guru matematik disekolah, katanya saya murid laki-laki pertama dan satu-satunya yang diterima di RSBI SMANSA Depok. saya sekarang udah resmi dan pasti ya mah masuk SMANSA ? Iya nak … !!! ( kemaren sudah masuk seleksi dan diterima dengan syarat lulus UN ).  Dan pesen pak Guru saya harus jaga nama baik sekolah, pertahankan nilainya.  Ini dalam rangka naik tingkat disorga ya mah, aku mau ke sorga Firdaus. Aku mau ke mitra ah…. ( Mitra adalah tempat lesnya, yang setiap hari selalu ada kakak pembimbing yang  setia di ajak berdiskusi dan memecahkan berbagai soal).  Sambil dia berangkat les dia mengatakan ” Untung saya punya mama cerewet, kebahagiaan hari ini tidak akan terlupakan sepanjang hayat, berarti Sorga itu Kekal dan abadi ya, mah…..     ( terkadang anak saya perkataan dan pikirannya lebaaayy banget )

Published June 5th, 2009

“Derajat”

Pengertian derajat mengandung bermacam makna, sedikitnya dua makna yang saya tahu. Dapat bermakna Tingkat atau luas sudut (mohon dikoreksi kalau salah)

Pertama,  Dalam Dunia matematik dikala mengukur lingkaran, atau mengukur sudut.  Derajat  bermakna  luas/ lebar  sudut. 

Kedua, dalam  Ilmu sosial derajat adalah bermakna  tingkatan.

Seperti pada  pada Masyarakat Hindu,  kehidupan  sosial  masyarakatnya  bertingkat-tingkat  sesuai dengan derajatnya.  Bagi yang mempunyai kasta tertinggi yaitu Kasta Brahmana ia akan menduduki derajat yang tinggi dalam masyarakat, tetapi bagi mereka yang  berkasta  sudra  maka akan mempunyai derajat yang paling bawah.

Dalam ilmu Fisika kita juga mengenal derajat dalam mengukur suhu.  Semakin panas suhu maka derajatnya akan menunjukan semakin besar.  Suhu Badan orang normal antara 36-37 derajat Celcius,  setelah lewat dari 37 deraj biasanya dikatakan tinggi.  Intinya hampir sama pada pengertian derajat pada struktur sosial masyarakat yang berarti “tingkat”  yaitu memenuhi makna/ penertian yang ke dua.

Menjadi membingungkan  kalau arti derajat pada kalimat sebagai berikut:

“Derajat keilmuan sang Imuwan sangat tinggi”. Nampaknya pada kalimat ini ma’na yang ke berapa yang harus di ambil ? Sepertinya dua-duanya pas.  Kita coba terapkan makna itu pada kalimat dibawah ini menjadi demikian:

1. “Luas keilmuan sang Ilmuwan sangat tinggi”. Ini menggambarkan luasnya ilmu  yang dikuasai sang Ilmuwan  sangat banyak dan bernilai tinggi.

2. Tingkat keilmuan sang Ilmuwan  sangat tinggi.  Ini menggambarkan kedudukan atau tingkatan ilmu sang Imuwan  sangat tinggi.

Secara  sepintas dari dua makna tersebut tidak ada bedanya, namun adakah konsekwensinya ?.  Atau adakah   akibat penerapan kedua makna tersebut ?.  Adakah yang bersedia menjelaskan ? Terimakasih sebelumnya.

Published June 4th, 2009

“Indonesiaku Tersayang”

Menuju cita Indonesia tersayang

Butuh waktu lama menjelang

Wajar bila sabar menjadi kurang

Karena tak tahan menjadi meradang

 

Gelombang laut yang garang

Berkejar-kejaran dilaut lapang

Lahirkan pelaut-pelaut ulung sebagai pemenang

Gagah berani, tangguh dan bukan pecundang

 

Sebaliknya laut biru membentang

Tanpa ombak  dan  terlihat tenang

Hanya menjadikan Nelayan   semakin bimbang

Karena hasil tangkapan ikan tak  seimbang

                                      

Dibalik berbagai gelombang

Seperti habisnya dana melayang

Pemimpin sibuk berjanji lantang

Kawan saling bertolak pinggang

Datangnya Banjir Bandang

Tanah yang kering kerontang

Bencana pesawat terbang

Kabut asap membubung terbang

Sampai pengorbanan nyawa yang melayang

 

Adalah petunjuk dengan isyarat apa yang  datang

Mata harus mampu memandang

Pikiran harus mampu juga menimbang

Seiring hati ikhlas dan  tenang

Lembaga tangan, kaki  harus terus mampu bergoyang

 

Kutiup teropet nafas jibril meliuk terbang

Kudendangkan Sholawat sang Mustafa bintang

Membentuk barisan panjang

Menyeragamkan langkah menabuh genderang

Bangunkan sanak dan kadang

Menyambut “Indonesiaku tersayang”

Published June 3rd, 2009

Semangat

Jika engkau ada

Semua menjadi bisa

Dimanakah engkau berada……?

Aku tak pernah menyadarinya

Terlalu dekat….

Kadang jauh tak terkira

Engkau datang tak salam

Tiba-tiba menjelma

Menyelinap dibilik…….

Dalam ruang dasar yang terdalam

Begitu terang membuat faham

Keyakinan bulat kudapatkan

Gambaran jelas semakin membayang

Sebagai tanda engkau datang

Engkau ku peluk….

Ku rengkuh , tak lepas dalam dekapan

Dengan segenap peluh mengucur

Dan sebulat  hati kemantapan

Tak kurasakan  teriknya Mentari

Tak singgah lelah hati, dan..

Tak datang sunyi lagi

Takut tak mau menghampiri

Malu enggan berkawan lagi

Malas telah jaaauuh pergi

Khawatir, gelisah dan gundah tak mau ikut kembali

Duka yang silih berganti

Terbirit-birit dia lari

Karena engkau adalah “semangat”

Yang lekat dan lebur dalam sanubari

Published June 2nd, 2009

Memasuki Sekolah SMA Idaman

Siapapun yang punya anak SMP dan duduk di kelas tiga , saat ini lagi dibuat was-was menunggu pengumuman hasil UN (Ujuan Nasional), begitu yang kelas tiga SMA maupun kelas 6 SD. Hasil UN akan menentukan dua hal. Pertama menentukan lulus atau tidaknya anak tersebut, kedua menentukan untuk memasuki jenjang sekolah berikutnya yaitu SMA Negeri bagi yang lulus  SMP dan SMP Negeri bagi yang lulus UN  kelas 6 SD, tetapi tidak berlaku bagi yang lulus SMA untuk memasuki Perguruan tinggi Negeri. Dengan mengikuti sistim jurnal, nilai hasil UN anak SD maupun SMP akan di Ranking dari yang terbesar sampai yang terkecil disetiap sekolah negeri yang didaftarnya. Bagi yang nilainya memenuhi akan diterima dan bagi yang tidak memenuhi dipersilahkan mendaftar pada sekolah yang lain, alias SMA atau SMP swasta.

Mendapingi anak dalam menempuh ujian Sekolah menjadi begitu khawatir karena dua hal tersebut. Selalu bererdoa kepada Allah mudah-mudahan anakku selalu sehat dan dapat menempuh UN dengan baik.  Karena yang menentukan seorang anak dapat lulus atau tidak hanya ditentukan 4 hari ujian. Bagaimana pada saat ujian jika  anak dalam kondisi sakit atau dalam kondisi jenuhatau bosan….? Kesempatan untuk ujian susulan hanya diberikan satu minggu setelah ujian itu berlangsung

Berbagai upaya dilakukan oleh orang tua  agar anaknya mampu mengikuti ujian dengan baik. Mulai ikut Bimbingan belajar diluar sekolah yang baik hingga menyediakan makanan sehat dan berbagai suplemen untuk menjaga stamina tubuhnya. Rupanya yang ikut stres bukan hanya orang tua tetapi para gurupun demikian juga. Ini terlihat dari berbagai program les yang diberikan oleh guru secara individu maupun oleh sekolah secara kolektif .

Untuk anak yang memandang positif dan mendapat dukungan dari orang tua , juga dukungan sekolah dalam menempuh UN (ujian Nasional ), ini menjadi sistim yang ideal. Insyaallah dengan sistim UN akan melahirkan generasi Bangsa yang lebih baik dari sistim sebelumnya . Kemampuan anak selalu terasah secara rutin dari hari kehari dan mulai dirtanamkan kebiasaan belajar dan bekerja keras dari sejak dini, baik dikelas maupun melalui berbagai program les yang diikuti.

Sebaliknya tidak semua anak, orang tua dan guru memandang positif terhadap sistim UN ini. Salah satu dari ketiga unsur ada yang memandang negatif maka akan rusaklah harapan pendidikan ideal untuk melahirkan generasi bangsa yang unggul. Usaha sebagus apapun yang dilakukan oleh orang tua dan guru bila sianak memandang negatif, merasa bosan untuk belajar rutin dan merasa jenuh maka tidak akan ada hasilnya. Apalagi yang senang berfikir instant.  Banyak anak-anak maupun para orang tua baru merasa perlu belajar ataupun ikut les nanti mendekati ujian tiba. maka bisa dipastikan yang demikian  hasilnya tidak akan optimal.  Sesuatu kesuksesan tidak bisa instant, perlu upaya terus-menerus dengan penuh konsisten  yang dimulai dari awal sampai akhir dengan proses yang cukup lama.

Beruntung saya punya anak yang memandang positif terhadap sistim UN ini.  Terlihat dia tidak mengeluh dengan berbagai les dan kegiatan sekolah yang cukup padat. Di sela-sela kesibukannya masih sempat main futsal, main gitar dan PS dengan waktu yang telah terjadwal. Konsekwensinya biaya sekolah membengkak karena untuk  ikut les macam-macam,  yaitu Les di sekolah, les di Bimbel dan les Ekstrakulikuler untuk menunjang hobinya. Sebagai orang tua terkadang merasa kasihan , seolah mengekploitasi anak. Berangkat dari rumah jam 06.30 dan di lanjutkan les disekolah maupun di Bimbel sampai kurang lebih pulang kerumah jam 16.00. dan tidak jarang malampun di rumah masih banyak tugas yang harus dikerjakan.

Dengan adanya RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) masuk SMA  Negeri . sebagai Sekolah Idaman tidak mengandalkan hasil UN lagi. Bahkan hasil UN hampir  tidak dipakai.  Ada dua SMA di depok yang sudah menerapkan RSBI secara menyeluruh. Artinya semua kelas pada tahun ajaran 2009/20010  sudah RSBI.  Beda pada tahun sebelumnya dari 7 kelas hanya sebagian saja yang RSBI yang lainnya masih reguler.   Pada kelas RSBI jumlah anak lebih sedikit dan peralatan kelas cukup memadai . Gurunyapun untuk setiap pelajaran tidak satu orang melainkan dua orang. Oleh karena jumlah anak dalam kelas relatif sedikit dengan peralatan  kelas yang  memadai maka bayarannyapun menjadi relatif lebih mahal.

Masuk sekolah RSBI melalui  beberapa seleksi, pertama seleksi  rapot dari kelas satu semester pertama sampai semester kelima dengan syarat  minimal rata-rata nilai  7.00.untuk 4 pelajaran ( Bhs  Indonesia, Bhs Inggris, IPA dan matematika).  Seleksi yang ke dua   adalah  tes 4 mata pelajaran, IPA, IPS, Matematik dan Bhs Inggris selama dua hari.  Tes di lakukaan secara serempak  tgl 18-19 April 2009 baik SMA satu maupun SMA dua yang menyelenggarakan RSBI. . Khusus SMA satu depok Tanggal 20 April 2009 jam 14.00 sudah ada pengumuman diterima atau tidak. Alkhamdulillah anak saya namanya tercantum, dengan nomor rangking 147 dari 800 an yang mengikuti tes.  Perjalanan belum selesai sampai disitu karena masih ada 2 tes lagi, Pertama tes Bahasa Inggris yang meliputi membaca, mendengar dan berbicara dalam bahasa Inggris . Terakhir tes wawancara anak beserta salah satu orangtuanya mengenai gambaran kesanggupan mengikuti tatatertib mengikuti program RSBI.  Dan tanggal   6 Juni 2009 besok pengumuman terakhir diterima atau tidak untuk mengikuti program RSBI di SMA Negeri satu Depok.  Mudah-mudahan anak saya dapat Memasuki Sekolah SMA Idaman sesuai  cita-citanya dengan syarat UN dapat lulus. Kalau ternyata di SMA telah diterima tetapi UN gagal maka otomatis gagalah semuanya. Mudah-mudahan itu tidak terjadi.


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.